• Tidak ada hasil yang ditemukan

Karakteristik Konsumen Popeyes Chicken and Seafood

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.3. Karakteristik Konsumen Popeyes Chicken and Seafood

4.3.1. Karakteristik Konsumen berdasarkan Jenis Kelamin

Dari 100 orang responden, jumlah responden laki-laki sebanyak 35 orang atau 35%, sedangkan jumlah responden wanita adalah 65 orang atau 65% (Gambar 3). Ini mengindikasikan konsumen wanita Popeyes lebih banyak daripada konsumen pria.

Persentase Konsumen Berdasarkan Jenis Kelamin

35%

65%

laki-laki perempuan

Gambar 3. Persentase Konsumen Berdasarkan Jenis Kelamin

Menurut Kotler (1997) selera orang terhadap suatu barang atau jasa tergantung usia. Karena itu banyak para pemasar menggunakan variabel semografi usia sebagai salah satu cara untuk menentukan segmen pasar yang akan simasuki oleh produknya. Meskipun secara statistik jumlah wanita lebih banyak daripada laki-laki namun ini tidak mengindikasikan bahwa pasar potensial Popeyes didominasi oleh jenis kelamin tertentu. Sehingga strategi pemasaran, segmentasi dan targeting khususnya, tidak dapat difokuskan kepada satu jenis kelamin saja.

4.3.2. Karakteristik Konsumen berdasarkan Usia

Jumlah responden yang berusia 16 sampai dengan 25 tahun merupakan yang terbanyak yaitu 65%, usia 26-35 tahun 18%, dan usia 10-15 tahun 12 %, usia 36-45 tahun 5% sedangkan usia >46 tahun 0% (Gambar 4). Menurut Sefudin (2005) secara garis besar penduduk kota Bogor terkonsentrasi pada kelompok umur muda yaitu 0-24 tahun (51,13%). Oleh sebab itu struktur penduduknya dapat dikatakn sebagai penduduk muda. Secara statistik ini

mengindikasikan bahwa kecenderungan konsumen Popeyes di kota bogor adalah anak muda. Sedangkan hasil wawancara dengan pihak

Popeyes, target konsumen Popeyes adalah untuk semua keluarga sehingga semua usia mulai dari orangtua hingga anak-anaknya dapat menikmati produk Popeyes. Namun tentunya perlu diingat bahwa usia 36-45 dan diatas 46 tahun semakin sadar akan bahaya makanan-makanan yang mengandung kolesterol sehingga tentunya hal tersebut perlu mendapatkan perhatian dari pihak Popeyes.

13 64 18 5 0 0 10 20 30 40 50 60 70 Pe rs e n ta s e 10-15thn 16-25thn 26-35thn 36-45thn >46 Tingkat Usia

Gambar 4. Frekuensi Konsumen Berdasarkan Usia

4.3.3. Karakteristik Konsumen Berdasarkan Jenis Pekerjaan

Pelajar dan Mahasiswa memiliki persentase 54%, sesuai dengan frekuensi usia sebelumnya yang juga pada umumnya adalah usia 16-25 tahun. Pegawai swasta menempati urutan kedua persentase terbanyak dengan 35%. Sedangkan persentase pekerjaan sebagai wiraswasta terdapat 6%, pegawai negeri dan ibu rumah tangga masing-masing 2% dan pegawai BUMN Pertamina 1%. (Gambar 5). Menurut Engel, et al. (1994) pekerjaan yang dilakukan oleh konsumen sangat mempengaruhi gaya hidup mereka dan merupakan basis terpenting untuk menyampaikan prestise, kehormatan dan kebutuhan akan penghargaan. Struktur penduduk yang mayoritas terdiri dari penduduk muda, berdampak pada banyaknya penduduk yang berstatus pelajar dan mahasiswa. Pelajar dan mahasiswa juga dapat dikatakan memiliki waktu luang yang

lebih banyak sehingga memiliki kesempatan untuk melakukan kegiatan/aktifitas diluar rumah maupun diluar sekolah/kampus lebih tinggi. 2 35 6 2 54 1 0 10 20 30 40 50 60 p er sen tase pegaw ai negeri peg aw ai swa sta wirasw

astaIRT pelajar/maha siswa lain

-lain

jenis pekerjaan

Gambar 5. Frekuensi Konsumen Berdasarkan Jenis Pekerjaan

4.3.4. Karakteristik Konsumen Berdasarkan Tingkat Pendidikan Menurut Kasali (2001) pasar dapat dikelompokan menurut tingkatan pendidikan yang dicapai oleh konsumen. Pendidikan yang berhasil diselesaikan oleh konsumen bisa menentukan tingkat intelektualitas seseorang. Pada gilirannya, tingkat pendidikan akan mempengaruhi pengambilan keputusan seseorang dalam pemilihan barang yang dikonsumsinya. Tingkat pendidikan terakhir responden (Gambar 6) paling banyak adalah SMU (52%), kemudian diikuti sarjana (16%), SLTP dan Diploma masing-masing 11%, SD (9%) dan S2/S3 (1%)

9 11 52 11 16 1 0 10 20 30 40 50 60 P er sen tas e

SD SLTP SMU Diploma Sarjana(S1) S2/S3

Tingkat Pendidikan

Gambar 6. Frekuensi Konsumen Berdasarkan Tingkat Pendidikan

4.3.5. Karakteristik Konsumen Berdasarkan Tingkat Pendapatan Produk yang dibeli oleh konsumen biasanya erat hubungannya dengan tingkat pendapatan seseorang. Untuk tingkat pendapatan secara keseluruhan didominasi oleh tingkat kurang dari satu juta yaitu 62 % (Gambar 7), hal ini dikarenakan pula oleh mayoritas responden adalah pelajar dan mahasiswa dengan usia 16-25 tahun sehingga pada umumnya belum memiliki sumber pendapatan sendiri. Selanjutnya untuk pendaatan Rp. 1.000.001-Rp. 3.000.000 (23%), pendapatan Rp. 3.000.001-Rp. 6.000.000 (10%), pendapatan > Rp.9.000.001 (3%), dan pendapatan Rp. 6.000.001-Rp. 9.000.000 (2%). 62% 23% 10% 2% 3% <Rp.1.000.000 Rp.1.000.001-Rp.3.000.000 Rp.3.000.001-Rp.6.000.000 Rp.6.000.001-Rp.9.000.000 >Rp.9.000.001

4.3.6. Karakteristik Konsumen Berdasarkan Pengeluaran

Berdasarkan pengeluaran untuk konsumsi pangan, mayoritas adalah tingkat pengeluaran Rp.100.001-Rp.300.000 dengan persentase sebesar 35%, kemudian pengeluaran Rp300.001 - Rp 600.000 sebesar 28%. Tingkat pengeluaran kurang dari Rp 100.000 sebesar 18%, Rp 600.001 - Rp 900.000 sebesar 12%, sedangkan tingkat pengeluaran diatas Rp.900.001 sebesar 7% (Gambar 8). 18% 35% 28% 12% 7% <Rp.100.000 Rp.100.001-Rp.300.000 Rp.300.001-Rp.600.000 Rp.600.001-Rp.900.000 >Rp.900.001

Gambar 8. Frekuensi Konsumen Berdasarkan Pengeluaran untuk Konsumsi

Analisis Cluster

Proses pengelompokan konsumen berdasarkan frekuensi, dilakukan melalui teknik cluster analysis menggunakan SPSS 11.5

for windows. Dalam analisis ini digunakan metode Two Step Cluster, hal ini dikarenakan objek muatan yang digambarkan berupa variabel demografi. Karakteristik yang dijadikan peubah pengelompokan konsumen adalah berdasarkan tingkat usia, jenis pekerjaan, tingkat pendidikan serta tingkat pengeluaran pribadi per bulan. Analisis kelompok dibagi kedalam lima kelompok. Pembagian ini dilakukan dengan alasan disesuaikan dengan pengelompokan tingkat usia. Menurut Kotler (1997) variabel usia sangat sering berhubungan dengan keinginan, preferensi dan tingkat pemakaian konsumen.

Berdasarkan hasil pengolahan menggunakan SPSS 11.5 for windows untuk pengelompokan konsumen dihasilkan lima kelompok konsumen dengan ciri sebagai berikut. Kelompok satu dengan persentase 11% terdiri dari konsumen dengan tingkat usia 26-35 tahun, dengan pekerjaan sebagai pegawai wiraswasta, dengan latar belakang pendidikan Sarjana (S1), dan tingkat pengeluaran per bulan Rp. 600.001 – Rp. 900.000. Kelompok kedua dengan persentase 13% terdiri dari konsumen dengan tingkat usia 16-25 tahun, dengan pekerjaan sebagai pegawai wiraswasta, dengan latar belakang pendidikan SMU, dan tingkat pengeluaran per bulan Rp. 600.001 – Rp.900.000.

Kelompok ketiga dengan ukuran kelompok 27% terdiri dari konsumen dengan tingkat usia 16-25 tahun, dengan pekerjaan sebagai pelajar/mahasiswa, dengan latar belakang pendidikan SMUdan tingkat pengeluaran per bulan Rp. 100.001 – Rp. 300.000. Kemudian kelompok keempat dengan ukuran kelompok 30% terdiri dari konsumen dengan tingkat usia 16-25 tahun, dengan pekerjaan sebagai pelajar/mahasiswa, dengan latar belakang pendidikan SMUdan tingkat pengeluaran per bulan Rp. 300.001 – Rp. 600.000. Kelompok kelima dengan ukuran kelompok 19% terdiri dari konsumen dengan tingkat usia 10-15 tahun, dengan pekerjaan sebagai pelajar/mahasiswa, dengan latar belakang pendidikan Sekolah Dasar dan tingkat pengeluaran per bulan kurang dari Rp. 100.000.

Tabel 8. Pengelompokan Konsumen Kelompok Ukuran

(%) Usia Pekerjaan Pengeluaran Pendidikan

1 11 26-35 peg.swasta Rp.600.001-Rp.900.000 Sarjana(S1) 2 13 16-25 peg.swasta Rp.600.001-Rp.900.001 SMU 3 27 16-25 pelajar mahasiswa Rp.100.001-Rp.300.000 SMU 4 30 16-25 pelajar mahasiswa Rp.300.001-Rp.600.000 SMU 5 19 10-15 pelajar mahasiswa <Rp.100.000 SD

Berdasarkan pengelompokan diatas maka didapat kesimpulan bahwa target pasar yang paling potensial adalah kelompok ketiga yaitu usia 16-25 tahun, yang mayoritas adalah pelajar dan mahasiswa, meskipun tingkat pengeluaran per bulan tidak cukup besar yaitu Rp. 100.001 - Rp. 300.000. Namun segmen pasar

Popeyes sendiri adalah untuk keluarga sehingga tidak membatasi secara usia, artinya Popeyes tidak hanya mengkhususkan diri untuk segmen usia tertentu.

4.4. Analisis Pesaing Popeyes Chicken and Seafood dalam Industri Restoran

Dokumen terkait