• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.4. Pembahasan

4.4.2. Karakteristik lama bekerja tenaga perawat

dalam pekerjaan mereka di rumah sakit. Hasil frekuensi daripada penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata perawat telah bekerja selama lebih dari 5 tahun sebanyak 73 orang (73%). Hal ini, seiring dengan kualitas kerja dan juga tindakan tenaga perawat di RS USU terhadap aspek K3. Tingginya jumlah perawat dengan masa kerja >5 tahun, semakin tinggi produktivitasnya karena karyawan semakin berpengalaman dan memiliki keterampilan dalam tugasnya.

Hasil dari kuesioner menunjukkan bahwa mayoritas mempunyai pengetahuan dan sikap yang baik. Menurut Siagian (2008), salah satu faktor yang

Kecenderungan yang sering terlihat adalah semakin lanjut usia karyawan, tingkat kepuasan kerjanya pun biasanya semakin tinggi. Alasan ini dikemukakan bagi menjelaskan situasi misalnya: gaya hidup yang sudah mapan, sumber penghasilan yang relatif terjamin, adanya ikatan batin dan tali persahabatan antara yang bersangkutan dengan dengan rakan-rakannya dalam organisasi (Siagian, 2008).

Hal ini secara tidak langsung dapat mewujudkan seorang tenaga perawat yang kompeten dalm melaksanakan tugas di sesebuah rumah sakit.

4.4.3 Hubungan tindakan tenaga perawat dengan pengetahuan terhadap aspek kesehatan dan keselamatan kerja

Pengetahuan perawat tentang aspek kesehatan dan keselamatan kerja terdiri dari 9 pertanyaan. Pengetahuan dalam kategori baik sebanyak 77 orang (77%) dan 23 orang responden termasuk dalam kategori cukup baik (23%). Dari hasil analisis dari kuesioner tersebut, rata-rata tenaga perawat di RS USU telah melakukan tindakan yang sewajarnya terhadap tugas mereka. Berdasarkan hasil pada tabel 4.8 di atas, p value dari hubungan tersebut ialah 0.324 berarti tidak ada hubungan antara tindakan tenaga perawat dengan pengetahuan terhadap aspek kesehatan dan keselamatan kerja.

Meskipun skor pengetahuan tenaga perawat di RS USU baik, namun tindakan mereka hanya di kategori cukup baik. Hal ini dapat terjadi karena kurangnya interaksi sosial antara tenaga perawat dengan pasien dan juga rakan sejawat mereka. Hasil observasi peneliti di lapangan, mendapati bahwa komunikasi yang efektif antara perawat dan pasien kurang sehingga informasi yang ingin disampaikan perawat tidak difahami oleh pasien. Kepentingan komunikasi yang efektif ini turut dinyatakan dalam penelitian Arianto (2013).

Penelitiannya menyatakan bahwa komunikasi yang baik/ efektif memegang peran penting dalam memastikan keberhasilan sesuatu pengobatan. Oleh itu, dapat kita simpulkan bahwa selain dari pengetahuan tenaga perawat, interaksi sosial atau komunikasi efektif amat berperan dalam tindakan perawat perawat.

Walaupun begitu, pengetahuan dan tindakan tetap merupakan indikator bagi menentukan perilaku seseorang individu tersebut. Pengetahuan umumnya

datang dari penginderaan yang terjadi melalui pancaindera manusia, yaitu penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga (Effendi dan Makhfudli, 2009).

4.4.4 Hubungan tindakan tenaga perawat dengan sikap terhadap aspek kesehatan dan keselamatan kerja

Berdasarkan tabel 4.9, hasil analisis menunjukkan bahwa responden memiliki sikap yang cukup baik adalah sebanyak 74 orang (74%) dan yang memiliki sikap yang baik adalah sebanyak 26 orang (26%). Hasil analisis tersebut menggunakan Chi-square dengan tingkat kemaknaan 95% dan alpha (α) atau tingkat kesalahan 0,05 dimana nilai probabilitas yang diperoleh adalah p = 0,016.

Maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara tindakan tenaga perawat dengan sikap terhadap aspek kesehatan dan keselamatan kerja.

Sikap juga merupakan reaksi atau respon dari seseorang terhadap suatu stimulus atau objek. Sikap belum merupakan suatu tindakan atau aktivitas, akan tetapi merupakan predisposisi tindakan suatu perilaku. Sikap itu masih merupakan reaksi tertutup, bukan merupakan reaksi terbuka atau tingkah laku yang terbuka.

Sikap merupakan kesiapan untuk bereaksi terhadap suatu objek dilingkungan tertentu sebagai suatu penghayatan terhadap objek (Notoatmodjo, 2012).

Newcomb menyatakan bahwa sikap merupakan kesiapan atau kesediaan untuk bertindak dan bukan pelaksanaan dari motif tertentu (Fitriani, 2011).

Manakala Azwar (2009), menerangkan sikap seseorang pada suatu objek adalah perasaan atau emosi dan faktor, kedua adalah reaksi atau kecenderungan untuk bereaksi. Sebagai reaksi maka sikap selalu berhubungan dengan dua alternatif, yaitu senang (like) atau tidak senang (dislike), menurut dan melaksanakan atau menjauhi/ menghindari sesuatu. Pembentukan sikap yang positif tidaklah bisa diwujudkan dalam waktu singkat. Respon seseorang dimulai dari perhatiannya terhadap suatu stimulus sampai dapat bertanggung jawab atas dirinya sendiri terhadap stimulus yang diberikan, memerlukan proses yang bertahap.

Pembentukan sikap harus dimulai dari adanya kepercayaan terhadap pemberi

sekedar pengajaran sesaat. Dan ini juga tentunya juga harus diselaraskan dengan proses peningkatan pengetahuan (Ismiralda, 2013).

Berdasarkan tujuan penelitian dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan tindakan tenaga perawat terhadap aspek kesehatan dan keselamatan kerja di Rumah Sakit USU.

2. Terdapat hubungan antara sikap dengan tindakan tenaga perawat terhadap aspek kesehatan dan keselamatan kerja di Rumah Sakit USU.

5.2 SARAN

1. Disarankan agar pihak Rumah Sakit USU perlu terus memonitoring perkembangan aspek kesehatan dan keselamatan kerja (K3) agar tenaga perawat dapat bekerja secara aman dan nyaman ketika bertugas.

2. Bagi tenaga perawat pula, diharapkan agar terus mengembangkan serta mempertahankan pengetahuan, sikap, dan tindakan mereka dalam melaksanakan aspek K3 supaya dapat melaksanakan tugas dengan baik dan suasana kerja yang optimal di rumah sakit.

3. Hendaknya seluruh tenaga perawat di Rumah Sakit USU mendapat pelatihan mengenai K3 secara berkala untuk meningkatkan kualitas dalam melakukan tugas mereka sehari-hari dalam upaya kesehatan dan keselamatan diri dan pasien.

4. Pihak Rumah Sakit perlu menambah jumlah alat pelindung diri (masker dan sarung tangan) agar selalu tersedia supaya setiap perlakuan dapat dilakukan sesuai standar prosedurnya.

5. Disarankan agar pihak Rumah Sakit melakukam pendekatan reward and punishment supaya perilaku tenaga perawat di RS USU sentiasa dalam tahap yang optimal.

Astriana, (2014), Hubungan pendidikan, masa kerja dan beban kerja dengan keselamatan pasien RSUD Haji Makassar, [Diakses 10 Nopember 2018]

Azwar, S. (2009), Sikap Manusia: Teori dan Pengukurannya, Yogjakarta: Pustaka Belajar

Dwi, P.S., (2016), Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Persepsi Tenaga Medis Dan Paramedis Terhadap Kesehatan Dan Keselamatan Kerja (K3) Di Rumah Sakit Tugurejo Semarang Tahun 2016, [Diakses Tanggal 6 Mei 2018]

Effendi, F & Makhfudli, (2009), Keperawatan Kesehatan Komunitas: Teori dan Praktek dalam Keperawatan, Jakarta: Penerbit Salemba Medika

Fitriani. S., (2011), Promosi Kesehatan. Ed 1, Yogjakarta: Penerbit Graha Ilmu Hendra, (2008), Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengetahuan. Diambil dari:

http: //ajang-berkarya. Wordpress. Com/ 2008/ 06/ 07/ Konsep Pengetahuan/

17/ 05/ 2011

Hidayat, Aziz. (2009). Metode Penelitian Keperawatan dan Tekhnik Analisis Data.

Jakarta: Percetakan Salemba Medika.

Indriyani Y. (2016), Analisis Implementasi Kesehatan Dan Keselamatan Kerja Di Rumah Sakit (K3RS) Menggunakan Metode PDCA (PLAN-DO-CHECK-ACT) DI RSUD Dr. Moewardi Surakarta [Diakses tanggal 5 Mei 2018].

Ismiralda S, (2013), Pengaruh Pengetahuan dan Sikap Perawat terhadap Pelaksanaan Pencegahan Infeksi Nosokomial di Ruang Rawat Inap Kelas III Rumah Sakit Haji Medan Tahun 2012 [Diakses 10 Nopember 2018]

Iwan M. Ramdan (2017), Analisis Risiko Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) pada Perawat [diakses tanggal 4 Mei 2018]

Kurniawati (2017), Laporan Evaluasi Panitia Pembina Kesehatan Dan

Keselamatan Kerja Tahun 2017 RSU Anwar Medika, [Diakses Tanggal 6 Mei 2018].

Linggasari (2008), Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Terhadap Penggunaan Alat Pelindung Diri Di Departemen Engineering PT Indah Kiat Pulp & Paper TBK Tangerang, [Diakses Tanggal 6 Mei 2018]

Notoatmodjo, Soekidjo. (2010). Promosi kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta: PT.

Rineka Cipta.

Notoatmodjo, Soekidjo. (2010). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: PT.

Rineka Cipta.

Notoatmodjo, Soekidjo. (2012). Metodologi Penelitian Kesehatan, Jakarta: PT Rineka Cipta.

Novita (2012), Penguatan Peran dan Fungsi Manajemen Kepala Ruang Melalui Faktor Kepribadian dan Sosial Organisasi, Muhammadiyah Journal of Nursing. [Diakses Tanggal 6 Mei 2018].

Nursalam (2008), Konsep Dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan.

Jakarta: Penerbit Salemba Medika.

Potter & Perry (2005), Fundamental Keperawatan Konsep, Proses, dan Praktik, Ed.4. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Rahayuningsih.P.W, Hariyono W (2011), Penerapan Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (MK3) Di Instalasi Gawat Darurat RSU PKU Muhammadiyah Yogjakarta. Yogyakarta: Universitas Ahmad Dahlan.

Sandeep, N., Shreemathi, M., Kalyan, C.,Teddy, A., Kapil, G., & Prachi, P. (2016).

Work-related injuries and stress level innursing professional. International Journal of Medical Science and Public Health, 5(08)

Sastroasmoro, S. & Ismail, S. (eds). 2014. Dasar- dasar Metodologi Penelitian Klinis, 5thedn. Jakarta: Sagung Seto.

Siagian, Sondang P., (2008) Manajemen Sumber Daya Manusia (edisi pertama), Jakarta: Penerbit Buku Aksara

Simamora, Raymond. (2009). Buku Ajar Pendidikan Dalam Keperawatan. Jakarta:

Penerbit Buku Kedokteran EGC

Tarwaka, (2008). Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Surakarta: Harapan Press.

Tarwoto (2011), Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses Keperawatan. Edisi keempat Cetakan Kedua. Jakarta: Penerbitan Salemba Medika.

Verawati, S. (2012). Pengetahuan K3, Sikap, dan Tindakan Perawat Di Rumah Sakit Islam Surakarta. Ebook Surakarta: Universitas Sebelas Maret, p.25. [Diakses Tanggal 6 Mei 2018].

Wulandini S. (2016), Perilaku Perawat Dalam Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) Di Irna Medikal RSUD Pekanbaru 2016 [diakses tanggal 4 Mei 2018].

Lampiran I: Biodata Penulis

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama : Muhammad Farhan bin Fauzi

NIM : 150100206

Tempat /Tanggal Lahir : Kelantan /10 Januari 1996

Agama : Islam

Nama Ayah : Fauzi bin Ismail

Nama Ibu : Mazita binti Ismail

Alamat : Blok VV10 Kompleks Tasbih 1, Medan

Riwayat Pendidikan :

1. Sekolah Kebangsaan Lumut, Perak

2. Sekolah Kebangsaan Seksyen 1 Bandar Kinrara, Selangor

3. Sekolah Menengah Agama-Majlis Agama Islam Wilayah Persekutuan 4. Royal Military Collage of Malaysia, Kuala Lumpur

5. Foundation of Science, UiTM Puncak Alam, Selangor

6. Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (hingga sekarang)

Lampiran II: Lembar Pernyataan Orisinalitas

PERNYATAAN

Hubungan Tindakan Tenaga Perawat dengan Pengetahuan dan Sikap terhadap Aspek Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Rumah Sakit Universitas Sumatera

Utara pada tahun 2018

Dengan ini penulis menyatakan bahwa skripsi ini disusun sebagai syarat untuk memperoleh Sarjana Kedokteran pada Program Studi Pendidikan Dokter pada Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara adalah benar merupakan hasil karya penulis sendiri.

Adapun Pengutipan yang penulis lakukan pada bagian tertentu dari hasil karya orang lain dalam penulisan skripsi ini, telah penulis cantumkan sumbernya secara jelas sesuai dengan norma, kaidah, dan etika penelitian ilmiah.

Apabila dikemudian hari ternyata ditemukan seluruh atau sebagian skripsi ini bukan hasil harya penulis sendiri atau adanya plagiat dalam bagian tertentu, penulis bersedia menerima sanksi pencabutan gelar akademik yang penulis sandang dan sanksi lainnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Medan, 4 Januari 2019

Penulis,

Muhammad Farhan bin Fauzi NIM: 150100206

Lampiran III: Lembar Informasi Penelitian

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, dan Salam Sejahtera.

Saudara yang terhormat, saya adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara yang sedang melakukan penelitian. Kuesioner ini merupakan bagian dari penyelesaian penyusunan skripsi saya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tindakan tenaga perawat dengan pengetahuan dan sikap terhadap aspek kesehatan dan keselamatan kerja di RS USU. Untuk itu dimohon kesediaan saudara untuk meluangkan waktu untuk mengisi kuesioner dengan memberikan jawaban yang sebenar-benarnya sesuai dengan apa yang biasanya saudara lakukan atau pikirkan. Dalam kuesioner ini tidak ada jawaban benar atau salah. Dalam pengisian kuesioner ini, identitas responden semata-mata hanya digunakan untuk penelitian dan akan dijaminkerahasiannya. Pemberian dan pengisian jawaban kuesioner akan dilakukan sekitar 10-15 menit. Partisipasi Saudara / Saudari bersifat sukarela dan tanpa paksaan. Setiap data yang ada dalam penelitian ini akan dirahsiakan dan digunakan untuk kepentingan penelitian. Untuk penelitian ini, Saudara / Saudari tidak akan dikenakan biaya apapun. Bila Saudara / Saudari membutuhkan penjelasan, maka dapat menghubungi saya:

Nama: Muhammad Farhan bin Fauzi

Alamat: Blok VV10 Kompleks Tasbih 1, Medan No. HP: +62 87867542464

Terima kasih saya ucapkan kepada Saudara / Saudari yang telah ikut berpastisipasi pada penelitian ini. Keikutsertaan Saudara / Saudari dalam penelitian akan menyumbangkan sesuatu yang berguna bagi ilmu pengetahuan. Setelah memahami berbagai hal yang menyangkut penelitian ini diharapkan Saudara / Saudari bersedia mengisi lembar persetujuan yang telah saya persiapkan.

Hormat saya,

(Muhammad Farhan bin Fauzi)

Lampiran IV:

Lembar Persetujuan (Informed Consent)

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama :

Umur :

Alamat :

No.HP :

Setelah mendapat penjelasan dari peneliti mengenai penelitian “Hubungan Tindakan Tenaga Perawat dengan Pengetahuan dan Sikap Terhadap Aspek Kesehatan Dan Keselamatan Kerja Di Rumah Sakit USU”, maka dengan ini saya secara sukarela dan tanpa paksaan menyatakan bersedia ikut serta dalam penelitian tersebut.

Demikianlah surat pernyataan ini untuk dapat dipergunakan sepenuhnya.

Medan, 2018 Responden,

Lampiran V: Kuesioner penelitian

KUESIONER PENELITIAN

HUBUNGAN TINDAKAN TENAGA PERAWAT DENGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP ASPEK KESEHATAN

DAN KESELAMATAN KERJA DI RUMAH SAKIT USU

Tanggal :

No responden :

Bapak / Ibu diharapkan:

1. Menjawab setiap pertanyaan yang tersedia dengan memberikan tanda checklist (√ ) pada tempat yang disediakan.

2. Setiap pertanyaan diisi dengan satu jawaban.

3. Bila ada yang kurang mengerti silahkan bertanya kepada peneliti.

A) Karakteristik responden:

Nama :

Usia :

Jenis kelamin : a. Laki-laki b. Perempuan Tingkat Pendidikan : a. SPK

b. DIII Keperawatan c. S1 Keperawatan d. S2 Keperawatan Lama bekerja : a. ( ) < 1 tahun

b. ( ) > 1 tahun c. ( ) > 5 tahun

B) Kuesioner pengetahuan

No Pernyataan SS S TS STS

1. Rumah sakit tempat saya bekerja harus memiliki komite yang mengelola K3 RS.

2. Saya harus mengetahui dan memahami Standar Prosedur Operasional (SPO) dan ketentuan K3 yang berhubungan dengan pekerjaan saya.

3. Kecelakaan kerja yang terjadi disebabkan oleh lalainya menggunakan alat pelindung diri dan kondisi tempat kerja yang tidak aman.

4. Pada area yang mengandung sumber bahaya perlu diberikan tanda peringatan.

5. Meletakkan peralatan dan ruangan kerja yang baik dapat mencegah terjadinya kecelakaan.

6. Petunjuk bahaya di lingkungan kerja rumah sakit berpengaruh terhadap pencegahan kecelakaan kerja.

7. Menurut saya, pengetahuan dan keterampilan tentang kesehatan dan keselamatan kerja yang diberikan rumah sakit sudah cukup memadai.

8. Menurut saya, penyebab dasar terjadinya kecelakaan adalah karena kondisi dan tindakan yang tidak aman.

9. Saya telah mengenali dengan baik seluruh risiko bahaya ada ada di lingkungan kerja saya.

Skor

Diambil dari penelitian “Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Persepsi Tenaga Medis Dan Paramedis Terhadap Kesehatan Dan Keselamatan Kerja (K3) Di Rumah Sakit Tugurejo Semarang Tahun 2016” (Dwi, 2016)

C) Kuesioner sikap

No Pernyataan SS S TS STS

1. Menurut saya, pedoman K3 di Rumah sakit harus dipatuhi dengan disiplin

2. Menurut saya, keselamatan dan kesehatan kerja merupakan suatu upaya perlindungan bagi pegawai dan rekan kerja

3. Menurut saya, kecelakaan adalah suatu kejadian yang tidak dikehendaki

4. Menurut saya, alat pelindung diri hanya perlu dipakai ditempat berbahaya

5. Menurut saya, kecelakaan kerja yang terjadi disebabkan oleh lalainya pegawai menggunakan alat pelindung diri

6. Menurut saya, kecelakaan kerja yang terjadi disebabkan oleh acuhnya pegawai pada aturan-aturan K3

7. Menurut saya ,perlu mengingatkan pegawai lain yang tidak mematuhi peraturan pekerjaan yang beresiko kecelakaan

8. Saya akan membiarkan alat-alat atau material yang berbahaya berserakan di tempat kerja

Skor

Diambil dari penelitian “Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Persepsi Tenaga Medis Dan Paramedis Terhadap Kesehatan Dan Keselamatan Kerja (K3) Di Rumah Sakit Tugurejo Semarang Tahun 2016” (Dwi, 2016)

D) Kuesioner tindakan

No Pernyataan Ya Tidak

1. Pernah mengikuti pelatihan K3.

2. Pernah mengalami kecelakaan kerja.

3. Memakai APD saat bekerja.

4. Bekerja mematuhi SPO.

5. Memakai APD hanya bila diawasi.

6. Kecelakaan kerja karena tidak hati-hati.

7. Memakai APD dengan tepat.

8. Mengetahui SPO pekerjaan.

9. Rekan kerja dan atasan mengingatkan untuk mematuhi SPO.

10. Mendapat sosialisasi kebijakan dari rumah sakit.

Skor

Diambil dari penelitian “Pengetahuan K3, Sikap, dan Tindakan Perawat Di Rumah Sakit Islam Surakarta” (Verawati, 2012)

Lampiran VI: Foto-foto Semasa Pengumpulan Data

Foto pertama: Peneliti memberi kuesioner kepada salah seorang tenaga perawat untuk diisi.

Foto kedua: Tenaga perawat mengisi kuesioner sesuai instruksi dari peneliti.

Lampiran VII: Ethical Clearance

Lampiran VIII: Surat Izin Penelitian

Lampiran IX: Data Output

Usia

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid

1 6 6.0 6.0 6.0

2 81 81.0 81.0 87.0

3 13 13.0 13.0 100.0

Total 100 100.0 100.0

Jeniskelamin

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid

laki-laki 16 16.0 16.0 16.0

perempuan 84 84.0 84.0 100.0

Total 100 100.0 100.0

Tingkatpendidikan

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid

1 69 69.0 69.0 69.0

2 30 30.0 30.0 99.0

3 1 1.0 1.0 100.0

Total 100 100.0 100.0

Lamabekerja

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid

<1 tahun 2 2.0 2.0 2.0

>1 tahun 25 25.0 25.0 27.0

>5 tahun 73 73.0 73.0 100.0

Total 100 100.0 100.0

Tests of Normality

Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk

Statistic df Sig. Statistic df Sig.

kuesionerpengetahuan .523 100 .000 .379 100 .000

kuesionersikap .462 100 .000 .547 100 .000

kuesionertindakan .540 100 .000 .225 100 .000

kuesionerpengetahuan

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

3 23 23.0 23.0 23.0

4 77 77.0 77.0 100.0

Total 100 100.0 100.0

kuesionersikap

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid

3 74 74.0 74.0 74.0

4 26 26.0 26.0 100.0

Total 100 100.0 100.0

kuesionertindakan

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid

1 5 5.0 5.0 5.0

2 95 95.0 95.0 100.0

Total 100 100.0 100.0

kuesionertindakan * kuesionerpengetahuan Crosstabulation Count

kuesionerpengetahuan Total

3 4

kuesionertindakan

1 2 3 5

2 21 74 95

Chi-Square Tests

Value df Asymp. Sig.

(2-sided)

Exact Sig. (2-sided)

Exact Sig. (1-sided)

Pearson Chi-Square .859a 1 .354

Continuity Correctionb .146 1 .703

Likelihood Ratio .760 1 .383

Fisher's Exact Test .324 .324

Linear-by-Linear

Association .850 1 .356

N of Valid Cases 100

kuesionertindakan * kuesionersikap Crosstabulation Count

kuesionersikap Total

3 4

kuesionertindakan

1 1 4 5

2 73 22 95

Total 74 26 100

Chi-Square Tests

Value df Asymp. Sig.

(2-sided)

Exact Sig. (2-sided)

Exact Sig. (1-sided)

Pearson Chi-Square 7.977a 1 .005

Continuity Correctionb 5.296 1 .021

Likelihood Ratio 6.784 1 .009

Fisher's Exact Test .016 .016

Linear-by-Linear

Association 7.897 1 .005

N of Valid Cases 100

Lampiran X: Master Data

Dokumen terkait