• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN TEOR

C. Perkembangan Dewasa Dini

2. Karakteristik Masa Dewasa Dini

Karakteristik masa dewasa dini menurut Hurlock (1980: 247-252) yaitu:

a. Masa Dewasa Dini sebagai Masa Pengaturan

Masa pengaturan yaitu masa untuk menentukan pola hidup yang diyakini dapat memenuhi kebutuhan sekarang dan masa yang akan datang. Individu dapat mengembangkan pola-pola perilaku, sikap dan nilai-nilai yang cenderung akan menjadi kekhasan selama hidupnya. Hal ini seperti memilih pasangan hidup dan pekerjaan yang dirasa cocok dengan dirinya.

b. Masa Dewasa Dini sebagai Usia Reproduktif

Masa dewasa sebagai usia produktif merupakan masa dimana individu memasuki masa subur dan siap menjadi ayah atau seorang

35

ibu. Individu akan memasuki kehidupan rumah tangga dipengaruhi oleh pendidikan dan pekerjaan. Ketika individu sudah merasa nyaman dengan pekerjaannya maka kecenderungan untuk memasuki kehidupan rumah tangga lebih tinggi.

c. Masa Dewasa Dini sebagai Masa Bermasalah

Dewasa dini menghadapi masalah penyesuaian diri dalam berbagai aspek utama kehidupan orang dewasa. Hal ini disebabkan oleh masa peralihan dari anak-anak menjadi dewasa yang singkat. Pada usia 21-30 tahun laki-laki menghadapi permasalahan yang berkaitan dengan kehidupan perkawinan, peran sebagai orang tua, dan karir. Sedangkan untuk wanita berupaya menyesuaikan diri dalam kehidupan perkawinan sebagai peran orang tua dan karir. Pada usia 30-40 tahun, penyesuaian diri lebih dipusatkan pada hubungan dalam keluarga. Kesulitan penyesuaian diri muncul ketika kurangnya kemampuan individu yang memiliki persiapan untuk menghadapi jenis-jenis masalah yang perlu diatasi oleh orang dewasa. Selain itu individu mencoba menguasai dua atau lebih keterampilan serempak biasanya menyebabkan kedua-duanya kurang berhasil. Dewasa dini juga mengalami kesulitan penyesuaian karena tidak memperoleh bantuan dalam menghadapi permasalahan dan pemecahan suatu masalah.

36

d. Masa Dewasa Dini sebagai Masa Ketegangan Emosional

Ketegangan emosi terjadi akibat dari berhasil tidaknya penyesuaian diri. Pada masa ini terdapat kekhawatiran pada masalah pekerjaan, hubungan sosial, keuangan perkawinan atau peran sebagai orang tua. Apabila seseorang merasa tidak mampu mengatasi masalah-masalah utama dalam kehidupan, maka emosional akan terganggu.

e. Masa Dewasa Dini sebagai Masa Keterasingan Sosial

Dimulainya pola kehidupan rumah tangga seperti pekerjaan dan pernikahan, hubungan dengan teman-teman sebaya masa remaja menjadi renggang dan keterlibatan kegiatan di luar rumah terus berkurang. Sebagai akibatnya mengalami keterpencilan sosial. Selain itu keramahtamahan persahabatan ketika remaja akan tergantikan oleh persaingan dalam masyarakat dewasa. Pada dewasa dini sebagian besar waktu disisihkan kepada pekerjaan. Mereka hanya dapat menyisihkan waktu untuk bersosialisasi dan membina hubungan. Akibatnya, menjadi egosentris dan menambah kesepian.

f. Masa Dewasa Dini sebagai Masa Komitmen

Sewaktu menjadi dewasa, orang-orang muda mengalami perubahan tanggung jawab dari seorang pelajar yang sepenuhnya tergantung pada orang tua menjadi tanggung jawab mandiri. Hal ini menjadikan dewasa dini menentukan pola hidup baru, tanggung jawab dan komitmen baru. Meskipun pola-pola hidup, tanggung jawab dan

37

komitmen baru mungkin terdapat perubahan, namun pola-pola ini menjadi landasan yang akan menjadi pola hidup baru, tanggung jawab dan komitmen di kemudian hari.

g. Masa Dewasa Dini Merupakan Masa Ketergantungan

Sebagian dewasa dini masih agak tergantung bahkan sangat tergantung dengan orang lain dalam waktu yang berbeda-beda. Ketergantungan dapat terjadi kepada orang tua, lembaga pendidikan yang memberikan beasiswa. Sebagaian lain tidak menyukai ketergantungan, walaupun mereka menyadari bahwa hal ini perlu agar mendapat pekerjaan yang diinginkan. Ada beberapa dewasa dini yang menolak terhadap ketergantungan akibat pendidikan panjang menjadi terbiasa dengan ketergantungan ini sehingga meragukan kemampuan diri sendiri untuk mandiri secara ekonomi.

h. Masa Dewasa Dini sebagai Masa Perubahan Nilai

Terdapat beberapa penyebab perubahan nilai pada masa dewasa dini, diantaranya yaitu jika orang yang memasuki dewasa muda ingin diterima oleh anggota-anggota kelompok orang dewasa, mereka harus menerima nilai-nilai kelompok tersebut. Kedua, orang yang memasuki dewasa muda segera menyadari bahwa kebanyakan kelompok sosial berpedoman pada nilai-nilai konvensional dalam keyakinan-keyakinan dan perilaku seperti juga halnya dalam berpenampilan. Ketiga, dewasa muda yang menjadi orang tua tidak hanya cenderung mengubah nilai- nilai mereka lebih cepat daripada mereka yang tidak kawin atau tidak

38

punya anak, tetapi mereka juga bergeser kepada nilai-nilai yang lebih konservatif dan lebih tradisional.

i. Masa Dewasa Dini sebagai Masa Penyesuaian Diri dengan Cara Hidup Baru

Diantara berbagai penyesuaian diri yang harus dilakukan orang muda terhadap gaya hidup baru, yang paling umum adalah penyesuaian diri pada pola peran seks atas dasar persamaan derajat yang menggantikan pembedaan pola peran seks tradisional, serta pola- pola baru bagi kehidupan keluarga, termasuk perceraian, keluarga berorangtua tunggal, dan berbagai pola baru di tempat pekerjaan khusunya pada unit-unit kerja yang besar dan impersonal di bidang bisnis dan industri. Menyesuaikan diri pada suatu gaya hidup yang baru memang selalu sulit, karena persiapan yang diterima sewaktu kanak-kanak dan remaja tidak berkaitan dengan gaya-gaya hidup yang baru.

j. Masa Dewasa Dini sebagai Masa Kreatif

Bentuk kreatifitas yang akan terlihat pada individu sesudah dewasa akan tergantung pada minat dan kemampuan individu serta kesempatan yang mewujudkan keinginan dan kegiatan-kegiatan yang memberikan kepuasan sebesar-besarnya. Minat pada kegiatan- kegiatan yang kreatif sudah dimulai pada usia duapuluh tahunan namun puncak kreatifitas baru tercapai pada usia setengah baya. Hal ini disebabkan karena kreatifitas pada awal masa dewasa sering terhalang perkembangannya dan tidak mendapat dukungan positif.

39

Oleh karena itu pada awal masa dewasa, orang muda itu tidak saja harus menemukan dimana letak minat mereka tetapi mereka harus juga mengembangkan daya kreatifitas ini.

Selanjutnya menurut Rita Eka Izzaty, dkk (2008: 156) dewasa dini memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

a. Usia Reproduktif (reproductive age). Reproduktivitas atau masa kesuburan sehingga siap menjadi ayah atau ibu dalam mengasuh atau mendidik anak

b. Usia memantapkan letak kedudukan (setting down age). Individu mantap dalam pola-pola hidup. Misalnya dalam dunia kerja, perkawinan, dan memaninkan perannya sebagai orang tua.

c. Usia banyak masalah (problem age). Persoalan yang pernah dialami pada masa lalu mungkin berlanjut, serta adanya problem baru yang berhubungan dengan rumah tangga baru, hubungan sosial, keluarga, pekerjaan dan faktor kesempatan.

d. Usia tegang dalam emosi (emotional tension age). Mengalami ketegangan emosi yang berhubungan dengan persoalan-persoalan yang dihadapi. Misalnya, persoalan jabatan, karir, perkawinan, keuangan, hubungan sosial atau saudara, teman dan kenalan.

Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa pada masa dewasa dini berbeda dari masa remaja. Banyak perubahan-perubahan yang terjadi seperti perubahan cara hidup, perubahan nilai, serta tanggung jawab yang semakin besar pada individu menimbulkan berbagai permasalahan seperti usia tegang, dan usia banyak masalah. Pada masa dewasa dini terdapat masa pengaturan yang mengembangkan perilaku, sikap dan nilai-nilai. Salah satu yang dapat dikembangkan dewasa dini sebagai seorang mahasiswa yaitu mengatur dirinya mengenai akademik. Bila dikaitan dengan hal itu seharusnya dewasa dini sebagai mahasiswa memiliki manajemen diri akademik yang baik. Selain itu masa dewasa dini merupakan masa penyesuaian cara hidup baru, pada

40

mahasiswa terdapat kecenderungan lebih mandiri apabila dibandingkan dengan masa sekolah menengah atas, sehingga mahasiswa juga dapat menyesuaikan dirinya berkaitan dengan tugas pokok sebagai mahasiswa. Salah satunya mempunyai manajemen diri akademik yang baik.

Dokumen terkait