• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

2.4. Media Pembelajaran

2.4.5. Karakteristik Media Pembelajaran

Hamzah (2010:125) memaparkan karakteristik media pembelajaran antara lain: (1) media nonproyeksi dan media proyeksi, (2) media yang diproyeksikan (projected media), (3) media Audio dan audiovisual, dan (4) media berbasis komputer.

2.4.5.1 Media Nonproyeksi dan Media Proyeksi

Media ini sering disebut sebagai media pameran atau displayed media. Golongan media yang tidak diproyeksikan adalah: (1) realia, (2) model, (3) bahan grafis (graphic materials), dan (4) papan display.

2.4.5.1.1 Realia

Realia adalah benda nyata yang digunakan sebagai bahan ajar. Pemanfaatan media realia tidak harus selalu dihadirkan dalam ruang kelas, tetapi digunakan sebagai suatu kegiatan observasi pada lingkungannya. Ciri media realia adalah benda asli yang masih berada dalam keadaan utuh, dapat dioperasikan, hidup, dalam ukuran yang sebenarnya dan dapat dikenali sebagaimana wujud aslinya.

2.4.5.1.2 Model

Pemanfaatan media realia dalam proses pembelajaran merupakan cara yang cukup efektif, karena dapat memberikan informasi yang lebih akurat. Menurut Brown (1985) dalam Hamzah (2010:127), model didefinisikan sebagai benda nyata yang dimodifikasikan. Model dapat berukuran lebih besar, lebih kecil atau berukuran sama persis dengan benda aslinya, serta dapat menampilkan wujud yang lengkap dan rinci dari benda aslinya.

2.4.5.1.3 Bahan grafis

Media grafis juga digolongkan sebagai media visual non proyeksi, mudah digunakan karena tidak membutuhkan peralatan serta relatif murah. Sebagian besar dari media grafis ini memerlukan kecermatan dan perhatian khusus, karena visualisasi dari sebagian media grafis bersifat simbolik, tidak menampilkan gambaran yang utuh. Masing-masing media grafis memiliki keunikan, keunggulan, keterbatasan tersendiri yang tentunya menarik untuk dibahas satu per satu, mulai dari gambar diam, sketsa, diagram, grafik, charts, dan poster.

1) Gambar Diam

Gambar diam merupakan jenis yang paling banyak digunakan, mudah dikenali dan dimengerti secara langsung tanpa memerlukan interprestasi.

Gambar didefinisikan sebagai respresentasi visual dari orang, tempat, atau pun benda yang diwujudkan di atas kanvas, kertas, atau bahan lain, baik dengan cara lukisan, gambar, atau foto.

2) Sketsa

Sketsa merupakan gambar yang tidak lengkap dan sederhana, atau dapat dikatakan sebagai gambar kasar yang hanya menampilkan bagian-bagian pokok dan mengabaikan bagian-bagian yang bersifat detail. Sketsa biasanya digunakan apabila gambar yang lengkap dari objek yang ditampilkan tidak tersedia, atau memang bertujuan hanya ingin menampilkan bagian-bagian pokok dari suatu objek.

3) Diagram

Visualisasi dalam bentuk grafis yang masih tergolong dalam gambar yang sederhana adalah diagram. Penggunaan diagram pada umumnya ditunjukkan untuk menggambarkan suatu hubungan atau menjelaskan suatu proses. Diagram

dapat memberikan gambaran mengenai cara kerja suatu benda atau bagaimana membuat, menyusun, atau membangun suatu benda.

4) Grafik

Grafik didefinisikan sebagai bahan-bahan nonfotografis dengan format dua dimensi yang didesain khusus untuk mengkomunikasikan pesan dan informasi tertentu. Umumnya data yang berbentuk data ataupun tabel dapat disusun ke dalam bentuk grafik.

5) Chart/Bagan

Chart atau bagan adalah salah satu jenis dari media grafis yang digunakan untuk menyampaikan informasi atau materi yang cukup sulit jika disampaikan secara lisan maupun tulisan. Chart atau bagan mampu memvisualisasikan sebuah hubungan yang bersifat abstrak seperti kronologis suatu kejadian atau struktur organisasi.

2.4.5.1.4 Papan Display

Berbagai media yang tidak diproyeksikan seperti gambar, poster, chart, realia atau lainnya yang akan digunakan dalam proses pembelajaran kadang kala membutuhkan tempat

untuk men-display atau memajang. Banyak pilihan yang dapat digunakan untuk men-display atau memajang media yang tidak diproyeksikan, yaitu papan tulis (black boards), whiteboards, copyboards, bulletin boards. Keempat jenis media display ini dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan.

2.4.5.2 Media yang Diproyeksikan (Projected Media)

Media yang tergolong sebagai media yang diproyeksikan yang selama ini dikenal adalah overhead transparansi (OHT), slide, filmstrips, dan opaque. Media tersebut diproyeksikan ke layar dengan menggunakan alat khusus yang dinamakan projektor (overhead projector, opaque projector). Namun, dengan perkembangan teknologi telah memungkinkan komputer dan video dapat diproyeksikan dengan menggunakan peralatan khusus yaitu LCD.

2.4.5.2.1 OHT

OHT merupakan media yang paling sering digunakan tidak hanya karena populer, tetapi juga relatif lebih mudah mempersiapkan materi ataupun pengoperasiannya. Selain dibutuhkan bahan transparansi, teknologi itu juga membutuhkan alat tulis khusus atau pena.

2.4.5.2.2 Slide

Slide tergolong dalam media visual yang penggunaanya diproyeksikan ke layar. Media slide dapat menampilkan gambar yang sangat realistis. Hal ini disebabkan bahan dasar media slide merupakan film fotografis yang berbetuk transparan yang sangat tepat untuk digunakan sebagai suplemen belajar.

2.4.5.3 Media Audio dan Audiovisual 2.4.5.3.1 Media Audio

Menurut Hackbarth, 1996 dalam Hamzah (2010:133) media audio merupakan media yang sangat fleksibel, relatif murah, praktis dan ringkas serta mudah dibawa (portable). Dengan karakteristik yang dimilikinya, media audio sangat efektif digunakan dalam beberapa bidang studi. Penggunaan media audio untuk pelajaran bahasa umumnya difokuskan pada dua pokok bahasan utama, yaitu pengucapan (pronounsiation) dan structure drill.

Bentuk penyajian audio yang mengkombinasikan kemampuan mendengar, melihat, dan melakukan sesuatu oleh Rowntree disebut dengan istilah active audiovision. Bentuk penyajian ini merupakan modifikasi dari audio-vision yang menambahkan faktor aktif dari peserta didik untuk melakukan sesuatu.

Media audio sebagai media satu arah yang tidak mempunyai kemampuan interaksi teryata dapat memberikan proses interaksi walaupun kemampuan interaksi teryata dapat memberikan proses interaksi walaupun dalam tingkat tertentu melalui penyajian active audiovision.

2.4.5.3.2 Media Visual

Pemanfaatan media video dalam proses pembelajaran di ruang kelas sudah merupakan hal yang biasa. Sebagai media audiovisual dengan memiliki unsur gerakan dan suara, video dapat digunakan sebagai alat bantu mengajar pada berbagai bidang studi. Kemampuan video untuk memanipulasi waktu dan ruang dapat mengajak pembelajar untuk melanglang buana ke mana saja walaupun dibatasi dengan ruang kelas. Objek yang terlalu kecil, telalu besar, berbahaya dapat dihadirkan melalui media video (Hamzah, 2010:135).

Kemampuan video untuk mengabadikan kejadian- kejadian faktual dalam bentuk program dokumenter bermanfaat untuk membantu pengajar dalam mengetengahkan fakta. Kemudian fakta tersebut dibahas secara lebih jelas dan mendiskusikan di ruang kelas.

2.4.5.4 Media Berbasis Komputer

Komputer dewasa ini tidak lagi merupakan konsumsi mereka yang bergerak dalam bidang bisnis atau dunia kerja, tetapi juga dimanfaatkan secara luas oleh dunia pendidikan. Menurut Hannafin dan Peck dalam Hamzah (2010:136) potensi media komputer yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan efektivitas proses pembelajaran antara lain: (1) memungkinkan terjadinya interaksi langsung antara pembelajar dan materi pembelajaran. (2) proses belajar dapat berlangsung secara individual sesuai dengan kemampuan belajar peserta didik. (3) mampu menampilkan unsur audio visual untuk meningkatkan minat belajar (multimedia). (4) dapat memberikan umpan balik terhadap respons peserta didik dengan segera dan (5) mampu menciptakan proses belajar secara berkesinambungan.

Dokumen terkait