HASIL DAN PEMBAHASAN
6.1 Karakteristik Nelayan
Responden yang diteliti merupakan masyarakat nelayan rajungan yang berada di Kampung Bidara RW 01 Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing Jakarta Utara. Karakteristik nelayan rajungan di Kampung Bidara yang diteliti meliputi umur, pengalaman, tingkat pendidikan dan kepemilikan pekerjaan sampingan. Hasil analisis karakteristik nelayan dapat dilihat secara lebih detail pada Lampiran 2.
6.1.1 Umur Nelayan
Umur merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kemampuan bekerja seseorang. Bedasarkan hal tersebut maka umur dapat dikategorikan dalam beberapa kelompok umur, ada umur produktif dan umur non-produktif. Dari tingkatan umur nelayan rajungan di Kampung Bidara, responden yang memiliki umur paling muda berumur 21 tahun dan responden yang memiliki umur paling tua berumur 70 tahun. Responden nelayan rajungan paling banyak berumur 45 tahun. Sebaran responden nelayan rajungan berdasarkan tingkatan umur dapat dilihat pada Tabel 9.
Tabel 9. Jumlah Nelayan Responden Bedasarkan Sebaran Usia di Kampung Bidara
No. Umur (tahun) Frekuensi Presentase (%)
1. ≤20 0 0 2. 21-30 13 26 3. 31-40 13 26 4. 41-50 14 28 5. 51-60 7 14 6. ≥61 3 6 Jumlah 50 100
Tabel 9 menunjukan responden nelayan rajungan terbesar berada pada umur 41-50 tahun dengan presentase sebesar 28 persen. Sedangkan jumlah responden terendah berada pada umur ≥61 tahun dengan presentase sebesar 6 persen. Hal ini membuktikan bahwa responden lebih banyak berada pada usia produktif dimana seseorang memungkinkan untuk bekerja dan memiliki semangat yang tinggi. Pada usia lanjut nelayan yang bekerja semakin sedikit karena pada umur tersebut seseorang kurang mampu untuk menyelesaikan pekerjaannya. Menurut pengamatan lapang, nelayan pada usia lanjut sebagian besar telah mewariskan usaha kepada anaknya sehingga nelayan rajungan pada umur ini cukup sedikit.
6.1.2 Pengalaman Nelayan
Pengalaman nelayan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pendapatan seorang nelayan. Pengalaman nelayan merupakan faktor penting karena semakin lama pengalaman yang dimiliki oleh nelayan maka semakin besar keahlian yang dimilikinya. Dalam operasi penangkapan rajungan, keahlian melaut dan membaca cuaca merupakan hal yang sangat penting karena akan menentukan besar atau kecilnya jumlah rajungan yang akan didapat. Hal ini dikarenakan nelayan rajungan di Kampung Bidara tergolong nelayan tradisional dan belum mempunyai peralatan canggih untuk pengoperasian penangkapan rajungan. Sebaran nelayan responden bedasarkan pengalaman menjadi nelayan dapat dilihat pada Tabel 10.
Tabel 10. Jumlah Nelayan Responden Bedasarkan Tingkatan Pengalaman Menjadi Nelayan di Kampung Bidara
No. Pengalaman (tahun) Frekuensi Presentase (%)
1. ≤10 7 14 2. 11-20 21 42 3. 21-30 14 28 4. 31-40 3 6 5. 41-50 5 10 Jumlah 50 100
Bedasarkan Tabel 10, dapat dilihat nelayan rajungan di Kampung Bidara paling banyak memiliki pengalaman pada kisaran 11-20 tahun dengan presentase sebesar 42 persen. Jumlah responden paling sedikit memiliki pengalaman pada kisaran 31-40 tahun dengan presentase sebesar 6 persen. pengalaman paling sedikit yang dimiliki oleh responden yaitu selama 5 tahun, dan pengalaman paling lama yang dimiliki oleh responden yaitu selama 50 tahun. Data tersebut membuktikan bahwa nelayan Kampung Bidara memiliki pengalaman yang cukup dalam pengoperasian penangkapan rajungan. Hal ini seharusnya dapat menunjang pendapatan nelayan rajungan.
6.1.3 Tingkat Pendidikan Nelayan
Jenjang pendidikan merupakan salah satu hal yang dapat menunjang pengetahuan dan wawasan seseorang. Semakin tinggi tingkat pendidikan yang telah dilalui semakin tinggi juga pengetahuan dan pola pikir yang dimiliki. Pengelompokan tingkat pendidikan yang peneliti lakukan bedasarkan tiingkat pendidikan yang ada di Indonesia. Tingkat pendidikan hanya sampai pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA), hal ini bedasarkan program pemerintah yang mengharuskan seseorang belajar selama 12 tahun. Sebaran nelayan responden rajungan bedasarkan tingkatan pendidikan dapat dilihat pada Tabel 11.
Tabel 11. Jumlah Nelayan Responden Bedasarkan Tingkatan Pendidikan di Kampung Bidara
No. Tingkat Pendidikan Frekuensi Presentase (%)
1. Tidak Pernah Sekolah 0 0
2. Tidak Tamat SD 26 52
3. Tamat SD 20 40
4. Tamat SMP 4 8
5. Tamat SMA 0 0
Jumlah 50 100
Sumber : Data Primer, 2016 (diolah)
Bedasarkan tabel, sebagian besar nelayan responden tidak tamat SD dengan banyaknya responden sebanyak 26 orang dengan presentase sebesar 52 persen. Sedangkan nelayan responden yang tamat SD sebanyak 20 orang dengan presentase sebesar 40 persen. Jumlah nelayan responden paling sedikit pada
tingkat Tamat SMP, dengan jumlah sebanyak 4 orang dengan presentase sebesar 8 persen. Hal ini dikarenakan keadaan rumah tangga yang tergolong miskin mendorong nelayan untuk menjadi nelayan agar dapat membantu perekonomian. Bedasarkan pengamatan lapang, sebagian besar nelayan sudah bekerja menjadi nelayan dari umur 10-15 tahun. Nelayan sebagian besar mewariskan usaha dan keahliannya sebagai nelayan kepada anaknya sejak anaknya masih tergolong muda.
6.1.4 Kepemilikan Pekerjaan Sampingan
Pekerjaan sampingan diluar menjadi nelayan merupakan pekerjaan yang dilakukan diluar pekerjaan menjadi nelayan. Nelayan mencari pekerjaan sampingan demi tetap memenuhi kebutuhan hidupnya. Hal ini dilakukan karena ketika musim paceklik dan dimana saat intensitas hujan tinggi nelayan tidak pergi melaut. Pekerjaan sampingan yang dimiliki oleh nelayan rajungan responden di Kampung Bidara adalah sebagai kuli bangunan, ojek, tukang, penjaga empang dan bekerja serabutan. Dengan memiliki pekerjaan sampingan nelayan berharap tetap dapat memenuhi kebutuhan hidupnya walaupun tidak sedang melaut. Sebaran jumlah responden bedasarkan kepemilikan pekerjaan sampingan dapat dilihat pada Tabel 12.
Tabel 12. Jumlah Nelayan Responden Bedasarkan Kepemilikan Pekerjaan Sampingan di Kampung Bidara
No. Kepemilikan Pekerjaan
Sampingan Frekuensi Presentase (%)
1. Punya 19 38
2. Tidak Punya 31 62
Jumlah 50 100
Sumber : Data Primer, 2016 (diolah)
Tabel 12 menunjukan bahwa sebagian besar nelayan rajungan di Kampung Bidara tidak memiliki pekerjaan sampingan. Dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari nelayan hanya bergantung kepada hasil melaut dan dari pendapatan anggota keluarga lainnya. Hal ini disebabkan karena sebagian besar nelayan di Kampung Bidara tidak memiliki pendidikan yang tinggi sehingga
tidak memiliki keahlian lain untuk mencari pekerjaan selain menjadi nelayan. Kualitas sumberdaya nelayan rajungan yang rendah membuat nelayan sulit untuk mencari pekerjaan sampingan. Keadaan tersebut membuat kehidupan ekonomi nelayan terus berada pada kemiskinan karena sulitnya untuk mencari pendapatan tambahan.