• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

B. Karakteristik Responden

Dalam penelitian yang berjudul Analisis Efisiensi Penggunaan Faktor-Faktor Produksi Usaha Tani Tanaman Kedelai di Kecamatan Weru Kabupaten Sukoharjo ini. Diambil sampel sebanyak 100 petani kedelai yang tersebar di 13 desa yang akan digunakan sebagai daerah penelitian. Karakteristik responden secara lebih lengkap akan diuraikan di bawah ini:

1. Karakteristik Responden Berdasar Jenis kelamin

Berdasarkan data yang sudah diperoleh dari lapangan, dari 100 orang responden petani kedelai semuanya berjenis kelamin laki-laki. Karna bertani bukan merupakan pekerjaan yang ringan, sehingga sudah sepantasnya bila pekerjaan ini banyak dikerjakan oleh laki-laki. Peran wanita dalam usaha tani kedelai ini biasanya hanya membantu pada saat penanaman saja.

2. Karakteristik Responden Berdasar Usia

Dilihat dari usia, rata-rata usia petani responden berada pada tingkat kelompok usia 41 – 50 tahun yakni sebanyak 45 % dari total 100 responden. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa sebagian besar petani masih tergolong dalam usia produktif.

Tabel 4.6

Jumlah Petani Responden Berdasar Tingkat Usia

No. Tingkat Usia (tahun) Jumlah Responden Prosentase (%)

1. < 30 3 3

2. 30 – 40 16 16

3. 41 – 50 45 45

4. > 50 36 36

Jumlah 100 100

Sumber: Data primer diolah, 2012

Petani sampel yang termuda berusia 27 tahun dan yang tertua berusia 81 tahun. Jumlah petani yang berusia lebih dari 50 tahun mempunyai prosensate yang cukup besar yaitu mencapai 36 %. Dilihat dari usia rata-rata petani sampel, dapat diambil kesimpulan bahwa bidang pertanian masih didominasi orang tua dan kurang diminati kaum muda.

commit to user

3. Karakteristik Responden Berdasar Tanggungan Keluarga

Tanggungan keluarga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keseriusan petani dalam berusaha tani, petani yang mempunyai jumlah tanggungan keluarga yang semakin banyak akan semakin serius dalam berusaha tani. Sebab petani dengan jumlah tanggungan keluarga yang banyak maka tanggungan untuk mencukupi kebutuhan keluarganya juga akan semakin besar.

Tabel 4.7

Jumlah Petani Responden Berdasar Jumlah Tanggungan Keluarga No. Jumlah tanggungan Jumlah Responden Prosentase (%)

1. 1 – 2 orang 25 25

2. 3 – 4 orang 46 46

3. 5 – 6 orang 19 19

Jumlah 100 100

Sumber: Data primer diolah, 2012

Berdasar tabel 4.7 dapat dilihat bahwa sebagian besar petani responden mempunyai jumlah tanggungan keluarga 3-4 orang, yaitu mencapai 46%. Petani responden mempunyai jumlah tanggungan keluarga 1-2 orang yaitu sebesar 25%. Sisanya sebanyak 19% dari petani sampel mempunyai jumlah tanggungan keluarga 5-6 orang. Jumlah tanggungan keluarga yang cukup banyak ini kebanyakan dimiliki oleh petani yang sudah berumur cukup tua karna pada jaman dahulu belum mengenal KB.

4. Karakteristik Responden Berdasar Tingkat Pendidikan

Latar belakang tingkat pendidikan para petani kedelai di Kecamatan Weru cukup bervariasi mulai dari tidak pernah bersekolah, lulus SD sampai dengan lulus perguruan tinggi. Dengan adanya latar

belakang yang berbeda-beda, hal ini menyebabkan pola pikir dan rasionalisme terhadap budidaya kedelai juga berbeda-beda satu dengan yang lain. Data mengenai tingkat pendidikan petani responden tersaji dalam tabel 4.8 berikut :

Tabel 4.8

Jumlah Petani Responden Berdasar Tingkat Pendidikan No. Tingkat Pendidikan Jumlah Responden Prosentase (%)

1. Tidak bersekolah 17 17

2. Tamat SD 37 37

3. Tamat SLTP 13 13

4. Tamat SLTA 24 24

5. Tamat Perguruan tinggi 9 9

Jumlah 100 100

Sumber: Data primer diolah, 2012

Tabel 4.8 Menunjukkan bahwa sebagian besar petani responden adalah tamatan SD, yaitu mencapai 37 %. Prosentase petani responden yang tamat SLTA sebesar 24%, Prosentase petani responden yang belum pernah bersekolah sebesar 17%, petani responden yang tamat SLTP sebesar 13%. Sedangkankan petani responden yang berhasil menamatkan pendidikannya hingga perguruan tinggi mempunyai prosentase sebesar 9%.

5. Karakteristik Responden Berdasar Jenis Pekerjaan Pokok

Berdasarkan survei yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa tidak semua petani responden mempunyai pekerjaan pokok sebagai petani. Sebagian dari responden ada yang menjadikan usahatani sebagai pekerjaan pokok dan sebagian responden menjadikan pekerjaan petani hanya sebagai pekerjaan sampingan. Berbagai jenis pekerjaan pokok

commit to user

Tabel 4.9

Jumlah Petani Responden Berdasar Jenis Pekerjaan Pokok No. Jenis Pekerjaan Pokok Jumlah Responden Prosentase (%)

1. Petani 64 64 2. Peternak 4 4 3. Pedagang 10 10 4. Buruh 7 7 5. Tukang 5 5 6. PNS 3 3 7. Wiraswasta 4 4 8. Karyawan 2 2 9. Perangkat desa 1 1 Jumlah 100 100

Sumber: Data primer diolah, 2012

Dari data yang telah dikumpulkan bahwa sebagian besar petani responden di daerah penelitian bekerja sebagai petani yaitu sebesar 64%. Mereka menjadikan pertanian sebagai sumber penghasilan mereka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selain bertani responden juga mempunyai pekerjaan sampingan. Jumlah responden yang yang menjadikan pertanian bukan sebagai pekerjaan pokok sebanyak 36% yang terdiri dari 4 orang peternak, 10 orang pedagang, 7 orang buruh, 5 orang tukang, 3 orang PNS, 4 orang wiraswasta, 2 orang karyawan, dan 1 orang bekerja sebagai perangkat desa. Para petani responden ini melakukan usahatani untuk menambah penghasilan.

6. Karakteristik Responden Berdasar Luas Lahan Garapan

Luas tidaknya lahan garapan dapat mempengaruhi besarnya hasil produksi yang akan diperoleh. Semakin luas lahan yang digarap maka hasil produksi yang diperoleh juga akan semakin tinggi. Sebagian besar lahan yang digarap oleh petani responden besar berstatus lahan milik

pribadi, dan yang lainnya menggarap lahan yang berstatus lahan sewaan. Data hasil survei dapat dilihat dalam tabel 4.10 berikut:

Tabel 4.10

Jumlah Petani Responden Berdasar Luas Lahan Garapan No. Luas Lahan (m2) Jumlah Responden Prosentase (%)

1. <1000 10 10 2. 1000- 2000 29 29 3. 2001- 3000 14 14 4. 3001- 4000 35 35 5. 4001 - 5000 12 12 Jumlah 100 100

Sumber: Data primer diolah, 2012

Berdasar Tabel 4.10 dapat dilihat bahwa sebanyak 35% petani menggarap lahan dengan luas antara 3001 – 4000 m2. Sebagian besar petani di daerah sampel menggarap lahan seluas 1 patok dengan luas sekitar 3.300 m2 (satu patok). Petani dengan luas garapan kurang dari 1000 m2 berjumlah 10 orang, dengan luas lahan terkecil 500 m2. 14% mempunyai luas lahan 1000 – 2000 m2, 29% mempunyai luas lahan 2001-3000 m2. Sisanya sebanyak 12% petani responden mempunyai luas lahan 4001-5000 m2, dengan luas lahan terbesar mencapai 5000 m2.

7. Karakteristik Responden Berdasar Hasil Produksi

Hasil survei yang telah dilakukan menunjukkan bahwa hasil panen yang diperoleh 100 responden cukup bervariasi jumlahnya, namun secara kuantitas hasil panen petani satu dengan yang lain tidak jauh berbeda. Perbandingan hasil produksi dapat dilihat dalam table 4.11 :

commit to user

Tabel 4.11

Jumlah Petani Responden Berdasar Hasil Produksi

No. Hasil Produksi (kg) Jumlah Responden Prosentase (%)

1. < 100 3 3 2. 100 – 200 23 23 3. 201 – 300 21 21 4. 301 – 400 17 17 5. 401 – 500 23 23 6. 501 – 600 6 6 7. > 600 7 7 Jumlah 100 100

Sumber: Data primer diolah, 2012

Berdasar tabel 4.11 dapat dilihat petani yang mempunyai hasil panen lebih dari 600 kg ada 7 orang dengan hasil produksi paling besar mencapai 725 kg. Rata-rata petani mempunyai hasil panen antara 100-200 kg dan 40-500 kg yang masing-masing berjumlah 23 orang. Sedangkan petani yang mempunyai hasil panen kurang dari 100 kg sebanyak 3 orang dengan hasil panen terendah 50 kg. Dari 100 petani responden semua mempunyai hasil panen kurang kurang dari 1 ton, hal ini disebabkan oleh beberapa hal antara lain karna terbatasnya luas lahan.

Dokumen terkait