• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

B. Karakteristik Responden

Untuk memperoleh gambaran tentang karakteristik responden yang diteliti, dilakukan pengolahan terhadap data melalui perhitungan statistik deskriptif. Analisis data responden ini diklasifikasikan berdasarkan :

71

1. Umur Responden

Umur responden dikelompokkan ke dalam empat tingkatan umur, yaitu di bawah 20 tahun, 20 sampai 30 tahun, 31 sampai 40 tahun dan di atas 40 tahun.

Tabel V.3

Karakteristik Responden Berdasarkan Umur

Umur Jumlah Persentase

< 20 tahun 4 4%

20 – 30 tahun 34 34%

31 – 40 tahun 33 33%

> 40 tahun 29 29%

Total 100 100%

Sumber : Data Primer diolah, 2009.

Berdasarkan Tabel V.3 di atas dapat dilihat bahwa responden didominasi oleh kelompok umur 20 – 30 tahun, yaitu 34 (34%) responden, kemudian disusul oleh kelompok umur 31 – 40 tahun, yaitu 33 (33%) responden, diatas 40 tahun yaitu 29 (29%) responden dan dibawah 20 tahun yaitu 4 (4%). Jika dilihat dari tingkat usia produktif (bekerja), maka persentase terbesar pada umur 20 – 40 tahun yaitu sebesar 67 % sehingga dapat disimpulkan konsumen pemakai sepeda motor merek Honda rata-rata pada usia 20 – 40 tahun, dimana sepeda motor tersebut digunakan untuk membantu dalam pekerjaannya.

2. Jenis Kelamin Responden

Berdasarkan jenis kelamin, responden dalam penelitian ini dibedakan menjadi laki-laki dan perempuan. Hasil analisis data berdasarkan jenis kelamin dapat ditunjukkan pada tabel V.4 berikut :

72

Tabel V.4

Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Jenis Kelamin Jumlah Persentase

Laki-laki 81 81%

Perempuan 19 19%

Total 100 100%

Sumber : Data Primer diolah, 2009.

Berdasarkan Tabel V.4 di atas dapat dilihat bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki yaitu sebanyak 81 responden atau sebesar 81% dan sisanya sebesar 19 responden atau sebesar 19% adalah perempuan. Sepeda motor Honda ini kebanyakan digunakan oleh laki-laki karena biasanya laki-laki yang mencari penghidupan/bekerja dan sering beraktivitas.

3. Pekerjaan Responden

Dalam penelitian ini pekerjaan responden dikelompokkan menjadi delapan jenis pekerjaan, seperti yang tercantum pada Tabel V.5 berikut ini :

Tabel V.5

Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan

Pekerjaan Jumlah Persentase

PNS 12 12% TNI / POLRI 1 1% Guru 14 14% Wiraswasta 17 17% Karyawan Swasta 16 16% Buruh 17 17% Petani 19 19% Lain-lain 4 4% Total 100 100%

Sumber : Data Primer diolah, 2009.

Berdasarkan Tabel V.5 di atas dapat diketahui bahwa berdasarkan pekerjaan, responden didominasi oleh kelompok yang bekerja sebagai

73

petani yaitu 19 (19%) responden, disusul kelompok yang bekerja sebagai wiraswasta dan buruh yaitu masing-masing 17 (17%) responden, disusul kelompok yang bekerja sebagai karyawan swasta yaitu 16 (16%) responden, disusul kelompok yang bekerja sebagai PNS yaitu 12 (12%) responden, disusul responden bukan dari kelompok kerja di data/lain-lain yaitu 4 (4%) responden dan disusul kelompok yang bekerja sebagai TNI/POLRI 1 (1%) responden. Persentase untuk masing-masing pekerjaan dalam data rata-rata hampir sama (selain TNI/POLRI karena responden terbatas), yaitu dikisaran 12% - 19%, hal ini mengindikasikan bahwa sepeda motor memang dibutuhkan untuk berbagai macam pekerjaan.

4. Tingkat Penghasilan Perbulan

Berdasarkan besar penghasilan rata-rata perbulan, responden dapat dikelompokkan menjadi lima kelompok, seperti yang tercantum pada Tabel V.6 berikut ini :

Tabel V.6

Karakteristik Responden Berdasarkan Penghasilan Perbulan Responden Penghasilan Rata-Rata Perbulan Jumlah Persentase

< Rp. 500.000,- 23 23% Rp.500.000,00 s/d Rp.1.000.000,00 47 47% Rp.1.000.001,00 s/d Rp.1.500.000,00 11 11% Rp.1.500.001,00 s/d Rp.2.000.000,00 10 10% > Rp.2.000.000,00 9 9% Total 100 100%

Sumber : Data Primer diolah, 2009.

Berdasarkan Tabel V.6 di atas dapat dilihat bahwa responden didominasi oleh kelompok penghasilan rata-rata perbulan sebesar Rp.500.000,00 s/d Rp.1.000.000,00yaitu 47 (47%) responden, disusul oleh

74

kelompok penghasilan rata-rata perbulan kurang dari Rp.500.000,00 yaitu 23 (23%) responden, disusul oleh kelompok penghasilan rata-rata perbulan sebesar Rp.1.000.001,00 s/d Rp.1.500.000,00 yaitu 11 (11%) responden, disusul oleh kelompok penghasilan rata-rata perbulan sebesar Rp.1.500.001,00 s/d Rp.2.000.000,00 yaitu 10 (10%) responden dan terakhir oleh kelompok penghasilan rata-rata perbulan lebih dari Rp.2.000.000,00 yaitu 9 (9%) responden. Dari data di atas responden dengan tingkat penghasilan perbulan dibawah Rp. 1.000.000,00 mendominasi pemakai sepeda motor dengan persentase sebesar 70%, hal ini berarti bahwa sepeda motor merek Honda bukan barang mahal karena terjangkau untuk dibeli oleh responden.

5. Pendidikan Terakhir

Berdasarkan pendidikan terakhir, responden dapat dikelompokkan menjadi enam kelompok, seperti yang tercantum pada Tabel V.7 berikut ini:

Tabel V.7

Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir

Tingkat Pendidikan Jumlah Persentase

SD 14 14% SMP / Sederajat 19 19% SMA / Sederajat 42 42% Diploma 8 8% Sarjana 17 17% Lain-lain 0 0% Total 100 100%

Sumber : Data Primer diolah, 2009.

Berdasarkan Tabel V.7 di atas dapat diketahui bahwa berdasarkan, pendidikan terakhir, responden didominasi oleh kelompok pada tingkat

75

pendidikan SMA / Sederajat yaitu 42 (42%) responden, disusul kelompok pada tingkat SMP / Sederajat yaitu 19 (19%) responden, disusul kelompok pada tingkat Sarjana 17 (17%) responden, disusul kelompok pada tingkat SD / Sederajat yaitu 14 (14%) responden dan kelompok pada tingkat Diploma yaitu 8 (8%) responden. Jika tingkat pendidikan SMA/sederajat posisinya dianggap berada di tengah-tengah dalam tingkatan pendidikan, maka kecenderungan pemakai sepeda motor merek Honda adalah responden yang mempunyai tingkat pendidikan yang tidak terlalu rendah ataupun terlalu tinggi.

6. Tipe dan Tahun Produksi Sepeda Motor

Berdasarkan tipe sepeda motor dan tahun produksi motor, responden dapat dikelompokkan menjadi 12 kelompok tipe sepeda motor dan 9 kelompok tahun produksi sepeda motor, seperti yang tercantum pada Tabel V.8 berikut ini :

76

Tabel V.8

Tipe dan Tahun Produksi Sepeda Motor Tahun

Tipe

2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 Total

Supra 2 2 3 3 1 1 12

Supra X 2 6 6 4 5 2 25

Supra Fit, Fit S, Fit X 1 1 4 4 5 6 4 25 Kharisma 1 4 4 2 2 13 Kirana 2 2 Supra X 125, 125 DD 2 4 1 7 Supra X 125 PGM-FI 2 2 Revo 4 4 Mega Pro 1 2 3 Tiger 1 1 3 5 Beat 1 1 Vario 1 1 Total 5 9 11 18 14 14 9 4 16 100

Sumber : Data Primer diolah, 2009.

Berdasarkan Tabel V.8 di atas dapat diketahui bahwa tipe sepeda motor didominasi Supra X sebanyak 25 unit (25%), disusul Supra Fit, Fit S, dan Fit X sebanyak 25 unit (25%), disusul Kharisma sebanyak 13 unit (13%), disusul Supra 12 unit (12%), disusul Supra X125 dan Supra X 125 DD sebanyak 7 unit (7%), disusul Tiger sebanyak 5 (5%), disusul Revo sebanyak 4 unit (4%), disusul Mega Pro sebanyak 3 unit (3%), disusul Kirana sebanyak 2 unit (2%) dan disusul Beat dengan Vario masing-masing 1 unit. Dari data di atas tipe Supra X dan Supra Fit mendominasi karena cocok dengan kondisi medan di desa dan tingkat harganya yang terjangkau oleh masyarakat pedesaan.

77

Berdasarkan Tabel V.8 di atas juga dapat diketahui bahwa tahun produksi sepeda motor terbanyak pada tahun 2003 sebanyak 18 unit (18%), disusul tahun 2008 sebanyak 16 unit (16%), disusul tahun 2004 dan 2005 masing-masing sebanyak 14 unit (14%), disusul tahun 2001 dan 2006 masing-masing sebanyak 9 unit (9%), disusul tahun 2000 sebanyak 5 unit (5%) dan tahun 2007 sebanyak 4 unit (4%). Jika data tahun produksi sepeda motor dibuat suatu pola/persentase tertentu maka akan terlihat bahwa pola tersebut hampir sama/mengikuti pola/persentase data penjualan sepeda motor Honda dalam tahun yang sama. Hal ini berarti pola data tahun produksi sepeda motor dalam penelitian mengikuti pola penjualan sepeda motor tiap tahunnya.

7. Kondisi Sepeda Motor Saat Pembelian

Berdasarkan kondisi sepeda motor saat pembelian dikelompokkan menjadi dua kelompok, seperti yang tercantum pada Tabel V.9 berikut ini :

Tabel V.9

Kondisi Sepeda Motor Saat Pembelian

Kondisi Jumlah Persentase

Baru 63 63%

Bekas 37 37%

Total 100 100%

Sumber : Data Primer diolah, 2009.

Berdasarkan Tabel V.9 di atas dapat diketahui bahwa kondisi sepeda motor saat pembelian untuk barang baru sebanyak 63 (63%) unit dan barang bekas sebanyak 37 (37%) unit. Hal ini mempunyai indikasi bahwa penduduk desa ada kecenderungan untuk membeli sepeda motor bekas yaitu

78

sebesar 37 %, hal ini terjadi karena kebanyakan penduduk desa menilai suatu produk bukan dari kondisinya melainkan jumlahnya harga.

Dokumen terkait