BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
C. Pengujian Asumsi Klasik
Menurut Sunyoto (2007 : 89 – 105), persamaan regresi yang baik adalah persamaan yang memenuhi asumsi-asumsi sebagai berikut: tidak terjadi Multikolinieritas, tidak terjadi Heteroskedastisitas, data berdistribusi normal, dan tidak terjadi Autokorelasi.
Berdasarkan pendapat Sunyoto di atas maka model dalam penelitian ini akan dilihat sejauh mana persamaan regresi tersebut memenuhi atau tidak memenuhi asumsi-asumsi.
1. Hasil Uji Asumsi Klasik Multikolinieritas
Tabel V.10
Hasil Uji Asumsi Klasik Multikolinieritas
Variabel Collinearity Statistics
Tolerance VIF Kebudayaan Kelas Sosial Kelompok Referensi Keluarga Pengalaman Kepribadian Sikap dan Kepercayaan
Konsep Diri 0,850 0,796 0,681 0,919 0,779 0,702 0,804 0,706 1,177 1,256 1,468 1,088 1,284 1,425 1,186 1,416 Sumber : Data Primer diolah, 2009.
Dalam kolom Collinearity Statistics, dapat dilihat bahwa nilai VIF (variance inflation factor) untuk kedelapan variabel bebas, yaitu kebudayaan = 1,177; lalu kelas sosial = 1,256; lalu kelompok referensi =
79
1,468; lalu keluarga = 1,088; lalu pengalaman = 1,284; lalu kepribadian = 1,425; lalu sikap dan kepercayaan = 1,186 dan konsep diri = 1,416. Kedelapan nilai VIF variabel bebas tersebut didapat lebih kecil dari 5, yang menunjukkan bahwa antar variabel bebas (independen) tidak terjadi persoalan multikolinearitas.
2. Hasil Uji Asumsi Klasik Heteroskedastisitas
Gambar V.1
Sumber : Data Primer diolah, 2009.
Berdasarkan hasil pengolahan data (gambar Scatterplot) menggunakan SPSS 14.0 For Windows (Evaluation Version) didapatkan titik-titik menyebar di bawah dan di atas sumbu Y, dan tidak mempunyai pola yang teratur, jadi kesimpulannya variabel bebas tidak terjadi Heteroskedastisitas atau bersifat Homoskedastisitas.
4 3 2 1 0 -1 -2 -3
Regression Standardized Predicted Value 3 2 1 0 -1 -2 -3 R eg res sio n S tud en tiz ed R esid ua l Scatterplot
80
3. Hasil Uji Asumsi Klasik Normalitas
Gambar V.2 3 2 1 0 -1 -2
Regression Standardized Residual 25 20 15 10 5 0 Frequ ency Mean =2.19E-16 Std. Dev. =0.959 N =100 Histogram
81
Sumber : Data Primer diolah, 2009.
Dari hasil pengolahan data menggunakan SPSS 14.0 For Windows (Evaluation Version) diperoleh grafik histogram yang menunjukkan garis kurva normal, berarti data yang diteliti berdistribusi normal. Demikian juga dari normal probability plots menunjukkan berdistribusi normal juga karena garis (titik-titik) mengikuti garis diagonal. Jadi dapat disimpulkan bahwa data variabel bebas dan variabel terikat berdistribusi normal.
D. Pengujian Hipotesis
Pengujian hipotesis dilakukan untuk menguji pengaruh kebudayaan, kelas sosial, kelompok referensi, keluarga, pengalaman, kepribadian, sikap dan kepercayaan, serta konsep diri terhadap perilaku
1.0 0.8 0.6 0.4 0.2 0.0
Observed Cum Prob 1.0 0.8 0.6 0.4 0.2 0.0 E xp ect ed C um P ro b
Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual
82
konsumen dalam membeli sepeda motor merek Honda secara parsial maupun bersama-sama. Dari hasil pengolahan data menggunakan SPSS 14.0 For Windows (Evaluation Version) diperoleh persamaan sebagai berikut : Y' = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4 + b5X5 + b6X6 + b7X7 + b8X8 Y' = 3,815 + 0,239 X1 + 0,369 X2 + 0,008X3 + ( - 0,022 X4) + ( - 0,064 X5) + ( - 0,200 X6) + ( - 0,230 X7) + 0,336X8 Y' = 3,815 + 0,239 X1 + 0,369 X2 + 0,008X3 - 0,022 X4 - 0,064 X5 - 0,200 X6 - 0,230 X7 + 0,336X8
Pengujian hipotesis untuk mengetahui kemampuan bersama-sama variabel bebas menjelaskan variabel terikat, yaitu apakah setiap variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikatnya, dilakukan dengan uji t. Untuk melihat apakah variabel bebas mampu secara bersama-sama menjelaskan tingkah laku variabel terikat, dilakukan dengan uji keseluruhan atau uji F.
1. Pengujian Signifikansi Pengaruh Parsial dengan Uji t
Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah variabel bebas (X1, X2, X3, X4, X5, X6, X7, X8) secara parsial berpengaruh secara signifikan terhadap variabel terikat (Y'). Hasil pengolahan analisis regresi linier berganda dapat mengetahui apakah kebudayaan (X1), kelas sosial (X2), kelompok referensi (X3), keluarga (X4), pengalaman (X5), kepribadian (X6), sikap dan kepercayaan (X7) serta konsep diri (X8) secara parsial mempengaruhi perilaku konsumen dalam membeli
83
sepeda motor merek Honda (Y'), dengan melihat langkah-langkah berikut :
a. Pengaruh kebudayaan (X1) terhadap perilaku konsumen dalam membeli sepeda motor merek Honda (Y').
1) Menyusun hipotesis
Ho :Secara parsial kebudayaan tidak mempengaruhi perilaku konsumen dalam membeli sepeda motor merek Honda.
Ha :Secara parsial kebudayaan mempengaruhi perilaku konsumen dalam membeli sepeda motor merek Honda.
2) Memutuskan menerima atau menolak hipotesis
Nilai t tabel dapat diketahui dengan derajat kebebasan (df) n-k-1 = 100-8-1 = 91 pada a = 5% maka diperoleh ttabel = 1,662. Nilai t hitung = 1,414 < t tabel = 1,662 atau P-value 0,160 > 0,05, maka Ho diterima dan Ha ditolak, artinya secara parsial kebudayaan tidak mempengaruhi perilaku konsumen dalam membeli sepeda motor merek Honda. b. Pengaruh kelas sosial (X2) terhadap perilaku konsumen dalam
membeli sepeda motor merek Honda (Y'). 1) Menyusun hipotesis
Ho :Secara parsial kelas sosial tidak mempengaruhi perilaku konsumen dalam membeli sepeda motor merek Honda.
84
Ha :Secara parsial kelas sosial mempengaruhi perilaku konsumen dalam membeli sepeda motor merek Honda. 2) Memutuskan menerima atau menolak hipotesis
Nilai t hitung = 3,294 > t tabel = 1,662 atau P-value 0,001 < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya secara parsial kelas sosial mempengaruhi perilaku konsumen dalam membeli sepeda motor merek Honda. Hal ini berarti semakin tinggi kelas sosial seseorang, maka semakin tinggi perilaku konsumen dalam membeli sepeda motor merek Honda.
c. Pengaruh kelompok referensi (X3) terhadap perilaku konsumen dalam membeli sepeda motor merek Honda (Y').
1) Menyusun hipotesis
Ho :Secara parsial kelompok referensi tidak mempengaruhi perilaku konsumen dalam membeli sepeda motor merek Honda.
Ha :Secara parsial kelompok referensi mempengaruhi perilaku konsumen dalam membeli sepeda motor merek Honda.
2) Memutuskan menerima atau menolak hipotesis
Nilai thitung = 0,052 < t tabel = 1,662 atau P-value 0,958 > 0,05, maka Ho diterima dan Ha ditolak, artinya secara
85
parsial kelompok referensi tidak mempengaruhi perilaku konsumen dalam membeli sepeda motor merek Honda. d. Pengaruh keluarga (X4) terhadap perilaku konsumen dalam
membeli sepeda motor merek Honda (Y'). 1) Menyusun hipotesis
Ho :Secara parsial keluarga tidak mempengaruhi perilaku konsumen dalam membeli sepeda motor merek Honda. Ha :Secara parsial keluarga mempengaruhi perilaku
konsumen dalam membeli sepeda motor merek Honda. 2) Memutuskan menerima atau menolak hipotesis
Nilai t hitung = - 0,071 > t tabel = - 1,662 atau P-value 0,943 > 0,05, maka Ho diterima dan Ha ditolak, artinya secara parsial keluarga tidak mempengaruhi perilaku konsumen dalam membeli sepeda motor merek Honda.
e. Pengaruh pengalaman (X5) terhadap perilaku konsumen dalam membeli sepeda motor merek Honda (Y').
1) Menyusun hipotesis
Ho :Secara parsial pengalaman tidak mempengaruhi perilaku konsumen dalam membeli sepeda motor merek Honda.
Ha :Secara parsial pengalaman mempengaruhi perilaku konsumen dalam membeli sepeda motor merek Honda. 2) Memutuskan menerima atau menolak hipotesis
86
Nilai t hitung = - 0,638 > t tabel = - 1,662 atau P-value 0,525 > 0,05, maka Ho diterima dan Ha ditolak, artinya secara parsial pengalaman tidak mempengaruhi perilaku konsumen dalam membeli sepeda motor merek Honda. f. Pengaruh kepribadian (X6) terhadap perilaku konsumen dalam
membeli sepeda motor merek Honda (Y'). 1) Menyusun hipotesis
Ho :Secara parsial kepribadian tidak mempengaruhi perilaku konsumen dalam membeli sepeda motor merek Honda.
Ha :Secara parsial kepribadian mempengaruhi perilaku konsumen dalam membeli sepeda motor merek Honda.
2) Memutuskan menerima atau menolak hipotesis
Nilai t hitung = - 1,035 > t tabel = - 1,662 atau P-value 0,304 > 0,05, maka Ho diterima dan Ha ditolak, artinya secara parsial kepribadian tidak mempengaruhi perilaku konsumen dalam membeli sepeda motor merek Honda.
g. Pengaruh sikap dan kepercayaan (X7) terhadap perilaku konsumen dalam membeli sepeda motor merek Honda (Y').
87
Ho :Secara parsial sikap dan kepercayaan tidak mempengaruhi perilaku konsumen dalam membeli sepeda motor merek Honda.
Ha :Secara parsial sikap dan kepercayaan mempengaruhi perilaku konsumen dalam membeli sepeda motor merek Honda.
2) Memutuskan menerima atau menolak hipotesis
Nilai t hitung = - 1,544 > t tabel = - 1,662 atau P-value 0,126 > 0,05, maka Ho diterima dan Ha ditolak, artinya secara parsial sikap dan kepercayaan tidak mempengaruhi perilaku konsumen dalam membeli sepeda motor merek Honda. h. Pengaruh konsep diri (X8) terhadap perilaku konsumen dalam
membeli sepeda motor merek Honda (Y'). 1) Menyusun hipotesis
Ho :Secara parsial konsep diri tidak mempengaruhi perilaku konsumen dalam membeli sepeda motor merek Honda. Ha :Secara parsial konsep diri mempengaruhi perilaku konsumen dalam membeli sepeda motor merek Honda. 2) Memutuskan menerima atau menolak hipotesis
Nilai t hitung = 1,824 > t tabel = 1,662, maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya secara parsial konsep diri mempengaruhi perilaku konsumen dalam membeli sepeda motor merek Honda. Hal ini berarti semakin tinggi konsep
88
diri seseorang, maka semakin tinggi perilaku konsumen dalam membeli sepeda motor merek Honda.
2. Pengujian Signifikansi Pengaruh Simultan dengan Uji F
Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah variabel bebas (X1, X2, X3, X4, X5, X6, X7, X8) secara bersama-sama/simultan
berpengaruh secara signifikan terhadap variabel terikat (Y'). Hasil pengolahan analisis regresi linier berganda dapat diketahui apakah kebudayaan (X1), kelas sosial (X2), kelompok referensi kecil (X3), keluarga (X4), pengalaman (X5), kepribadian (X6), sikap dan kepercayaan (X7) serta konsep diri (X8)secara bersama-sama/simultan mempengaruhi perilaku konsumen dalam membeli sepeda motor merek Honda (Y'), dengan melihat langkah-langkah sebagai berikut : a. Menyusun hipotesis
Ho :Kebudayaan, kelas sosial, kelompok referensi, keluarga, pengalaman, kepribadian, sikap dan kepercayaan serta konsep diri secara simultan tidak mempengaruhi perilaku konsumen dalam membeli sepeda motor merek Honda.
Ha :Kebudayaan, kelas sosial, kelompok referensi, keluarga, pengalaman, kepribadian, sikap dan kepercayaan serta konsep diri secara simultan mempengaruhi perilaku konsumen dalam membeli sepeda motor merek Honda.
89
Nilai Ftabel dapat diketahui dengan derajat kebebasan df 1 (jumlah variabel – 1) = 7, df 2 (n-k-1) = 100-8-1= 91 pada a = 5% diperoleh F tabel = 2,112. Nilai F hitung = 2,430 > Ftabel = 2,112 atau P-value 0,02 < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima atau kebudayaan, kelas sosial, kelompok referensi, keluarga, pengalaman, kepribadian, sikap dan kepercayaan serta konsep diri secara simultan mempengaruhi perilaku konsumen dalam membeli sepeda motor merek Honda.
Hasil pengujian pengaruh bersama-sama kedelapan variabel X1, X2, X3, X4, X5, X6, X7 dan X8 dengan uji F menghasilkan nilai F hitung = 2,430. Karena nilai F hitung > 2,112 maka kedelapan variabel bebas (kebudayaan, kelas sosial, kelompok referensi, keluarga, pengalaman, kepribadian, sikap dan kepercayaan serta konsep diri) secara bersama-sama mempengaruhi variabel terikat Y' (perilaku konsumen).
Dari hasil analisis regresi berganda delapan variabel bebas diperoleh koefisien determinasi R2 sebesar 0,176. Besaran R2 ini menunjukkan bahwa 0,176 atau sekitar 17,6% perubahan-perubahan pada Y' yaitu perilaku konsumen dapat dijelaskan oleh kedelapan variabel bebas yaitu kebudayaan, kelas sosial, kelompok referensi, keluarga, pengalaman, kepribadian, sikap dan kepercayaan serta konsep diri sedangkan sisanya sebesar 82,4%
90
dipengaruhi atau dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini.
3. Penentuan Faktor Yang Paling Berpengaruh dengan Uji t
Dari hasil Uji t diketahui bahwa untuk variabel kelas sosial secara parsial mempengaruhi perilaku konsumen dalam membeli sepeda motor merek Honda dan untuk variabel konsep diri secara parsial mempengaruhi perilaku konsumen dalam membeli sepeda motor merek Honda.
Untuk variabel kelas sosial dan konsep diri dicari nilai t hitungnya kemudian tentukan yang terbesar, hal ini dilakukan untuk menguji hipotesis ketiga yaitu faktor yang paling berpengaruh terhadap perilaku konsumen dalam membeli sepeda motor merek Honda. Nilai t hitung terbesar yaitu pada variabel kelas sosial sebesar 3,294 karena untuk t hitung variabel konsep diri hanya sebesar 1,824. Hal ini membuktikan bahwa hipotesis ketiga tidak sesuai karena faktor yang paling berpengaruh terhadap perilaku konsumen dalam membeli sepeda motor merek Honda adalah variabel kelas sosial.