METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian
4.3 Analisis Univariat
4.3.1 Karakteristik Responden
Karakteristik perawat di IGD RSUP. H. Adam Malik yang menjadi responden meliputi : umur, pendidikan dan masa kerja seperti diuraikan berikut ini.
Tabel 4.1 Distribusi Reponden Menurut Umur di RSUP. H. Adam Malik Tahun 2013
No Umur Jumlah (Orang) %
1 ≤ 36 tahun 29 47,5
2 > 36 tahun 32 52,5
Jumlah 61 100,0
Pengelompokan umur responden berdasarkan rata-rata umur, yaitu 36 tahun. Berdasarkan Tabel 4.1 diketahui responden berumur ≤ 36 tahun sebanyak 29 orang (47,5%) sedangkan yang berumur >36 tahun sebanyak 32 orang (52,5%).
Tabel 4.2 Distribusi Reponden Menurut Tingkat Pendidikan di IGD RSUP H. Adam Malik Tahun 2013
No Pendidikan Jumlah (Orang) %
1 S1 Keperawatan 8 13,1
2 D.III Keperawatan 50 82,0
3 SPK 3 4,9
Jumlah 61 100,0
Berdasarkan Tabel 4.2 diketahui bahwa tingkat pendidikan responden paling banyak adalah D.III Keperawatan yaitu sebanyak 50 orang (82,0%), responden dengan tingkat pendidikan S.1 Keperawatan sebanyak 8 orang (13,1%). Sedangkan yang berpendidikan SPK hanya 3 orang (4,9%).
Tabel 4.3 Distribusi Reponden Menurut Lama Kerja di IGD RSUP. H. Adam Malik Tahun 2013
No Lama Kerja Jumlah (Orang) %
1 ≤ 10 tahun 27 44,3
2 > 10 tahun 34 55,7
Jumlah 61 100,0
Pengelompokan lama kerja responden berdasarkan rata-rata lama kerja seluruh responden yaitu 10 tahun. Berdasarkan Tabel 4.3 diketahui bahwa masa kerja responden paling banyak adalah ≤ 10 tahun yaitu sebanyak 27 orang (44,3%) sedangkan responden dengan lama kerja > 10 tahun sebanyak 34 orang (55,7%). 4.3.2 Pengetahuan Perawat tentang Keselamatan Pasien dalam Standar JCI
Pengetahuan responden tentang keselamatan pasien dalam standar JCI yang dikaji dalam penelitian ini meliputi 46 pertanyaan yang terbagi dalam 6 standar keselamatan pasien di rumah sakit, yaitu : ketepatan identifikasi pasien, peningkatan
komunikasi yang efektif, peningkatan keamanan obat yang perlu diwaspadai, kepastian tepat lokasi, tepat prosedur, tepat pasien operasi dan pengurangan risiko infeksi terkait pelayanan kesehatan, seperti pada uraian berikut.
a. Ketepatan Identifikasi Pasien
Standar keselamatan pasien berdasarkan JCI yang pertama adalah ketepatan identifikasi pasien, dalam penelitian ini diukur melalui 6 pernyataan dengan hasil seperti pada Tabel 4.4 berikut.
Tabel 4.4 Distribusi Responden Menurut Pengetahuan tentang Ketepatan Identifikasi Pasien dalam Standar JCI di IGD
RSUP. H. Adam Malik Tahun 2013
No Ketepatan Identifikasi Pasien Benar Salah Jumlah
n % n % n %
1 Pasien diidentifikasi menggunakan dua
identitas pasien (nama pasien sesuai tanda pengenal dan tanggal lahir
35 57,4 26 42,6 61 100,0
2 Setiap pasien yang diobservasi di IGD
harus memakai gelang identitas 33 54,1 28 45,9 61 100,0
3 Pasien diidentifikasi saat pemberian obat 23 37,7 38 62,3 61 100,0
4 Pasien diidentifikasi pada saat
pengambilan darah dan spesimen lain untuk pemeriksaan
37 60,7 24 39,3 61 100,0
5 Pasien diidentifikasi saat pemberian darah 28 45,9 33 54,1 61 100,0
6 Pasien diidentifikasi saat melakukan
prosedur tindakan 30 49,2 31 50,8 61 100,0
Berdasarkan Tabel 4.4 diketahui bahwa pengetahuan tentang identifikasi pasien dalam keselamatan pasien menurut standar JCI yang paling banyak diketahui responden adalah pasien diidentifikasi pada saat pengambilan darah dan spesimen lain untuk pemeriksaan (37 orang : 60,7%), sedangkan hal yang paling sedikit
diketahui perawat tentang identifikasi pasien pada saat pemberian obat (23 orang : 37,7%).
b. Peningakatan Komunikasi yang Efektif
Standar keselamatan pasien berdasarkan JCI yang kedua adalah peningkatan komunikasi yang efektif, dalam penelitian ini diukur melalui 7 pernyataan dengan hasil seperti pada Tabel 4.5 berikut.
Tabel 4.5 Distribusi Responden Menurut Pengetahuan tentang Peningkatan Komunikasi yang Efektif dalam Standar JCI di IGD
RSUP. H. Adam Malik Tahun 2013
No Peningkatan Komunikasi yang Efektif Benar Salah Jumlah
n % n % n %
1 Komunikasi efektif harus dilakukan oleh
sesama perawat kesehatan 21 34,4 40 65,6 61 100,0
2 Perawat melaporkan keadaan pasien dan
melakukan serahterima pasien 30 49,2 31 50,8 61 100,0 3 Perawat menulis dan membaca ulang
(read back) informasi/instruksi yang diterima.
19 31,1 42 68,9 61 100,0 4 Perawat membaca ulang (read back)
dengan mengeja dengan bahasa radio instruksi yang terkait dengan obat-obat LASA atau NORUM.
31 50,8 30 49,2 61 100,0 5 Perawat mencatat ke RM 14 dan di
stempel instruksi yang sudah dikonfirmasi pemberi pesan dan obat LASA.
26 42,6 35 57,4 61 100,0 6 Perawat yang memberi pesan memberikan
tanda tangan dan nama jelas di atas stempel read back dalam waktu 1x24 jam
21 34,4 40 65,6 61 100,0 7 Perawat yang meminta membaca hasil
pemeriksaan penunjang dan dibubuhkan tanda tangan, tanggal, dan jam di sisi bawah lembar hasil pemeriksaan
Berdasarkan Tabel 4.5 diketahui bahwa pengetahuan tentang peningkatan komunikasi yang efektif dalam keselamatan pasien menurut standar JCI yang paling banyak diketahui responden adalah membaca ulang (read back) dengan mengeja dengan bahasa radio instruksi yang terkait dengan obat-obat LASA (Look Alike Sound Alike) atau NORUM yaitu (31 orang : 50,8%), sedangkan hal yang paling sedikit diketahui perawat tentang menulis dan membaca ulang (read back) informasi/instruksi yang diterima (19 orang : 31,1%).
c. Peningakatan Keamanan Obat yang perlu Diwaspadai
Standar keselamatan pasien berdasarkan JCI yang ketiga adalah peningkatan keamanan obat yang perlu diwaspadai, dalam penelitian ini diukur melalui 6 pernyataan dengan hasil seperti pada Tabel 4.6 berikut.
Tabel 4.6 Distribusi Responden Menurut Pengetahuan tentang Peningkatan Keamanan Obat yang Perlu Diwaspadai dalam Standar JCI di IGD
RSUP. H. Adam Malik Tahun 2013 No Peningkatan Keamanan Obat yang
perlu Diwaspadai
Benar Salah Jumlah
n % n % n %
1 Perawat membuat logo high alert (bukan
tulisan high alert). 24 39,3 37 60,7 61 100,0 2 Perawat menyimpan obat high alert
dengan memberi garis merah pada sisi lemari penyimpanan
34 55,7 27 44,3 61 100,0 3 Perawat memberi stiker hijau untuk obat
LASA (Look Alike Sound Alike) 24 39,3 37 60,7 61 100,0 4 Perawat memberi stiker gambar cel warna
ungu untuk obat sitostatika 34 55,7 27 44,3 61 100,0 5 Perawat memberi stiker gambar api untuk
bahan mudah terbakar 26 42,6 35 57,4 61 100,0 6 Perawat memberi stiker gambar tetesan air
Berdasarkan Tabel 4.6 diketahui bahwa pengetahuan tentang peningkatan keamanan obat yang perlu diwaspadai dalam keselamatan pasien menurut standar JCI terdapat 2 pernyataan yang paling banyak diketahui responden yaitu (1) menyimpan
obat high alert dengan memberi garis merah pada sisi lemari penyimpanan dan (2) memberi stiker gambar cel warna ungu untuk obat sitostatika yaitu
masing-masing dijawab 34 orang (55,7%), sedangkan hal yang paling sedikit diketahui perawat adalah tentang : (1) membuat logo high alert (bukan tulisan high alert), (2)
d. Kepastian Tepat Lokasi, Tepat Prosedur, Tepat Pasien Operasi
memberi stiker hijau untuk obat LASA dan (3) memberi stiker gambar tetesan air untuk bahan yang menyebabkan iritasi masing-masing dijawab 24 orang (39,3%).
Standar keselamatan pasien berdasarkan JCI yang keempat adalah kepastian tepat lokasi, tepat prosedur, tepat pasien operasi, dalam penelitian ini diukur melalui 4 pernyataan dengan hasil seperti pada Tabel 4.7 berikut.
Tabel 4.7 Distribusi Responden Menurut Pengetahuan tentang Peningkatan Kepastian Tepat Lokasi, Tepat Prosedur, Tepat Pasien Operasi dalam
Standar JCI di IGD RSUP. H. Adam Malik Tahun 2013 No Kepastian Tepat Lokasi, Tepat Prosedur,
Tepat Pasien Operasi
Benar Salah Jumlah n % n % n %
1 Pada hari operasi sebelum pasien memasuki
area steril harus dilakukan verifikasi oleh perawat di ruang penerimaan pasien (sign in)
34 55,7 27 44,3 61 100,0 2 Sebelum melakukan proses operasi harus
dilakukan time out 26 42,6 35 57,4 61 100,0 3 Time out dilakukan sebelum tindakan operasi
19 31,1 42 68,9 61 100,0 4 Sebelum pasien meninggalkan kamar operasi
Berdasarkan Tabel 4.7 diketahui bahwa pengetahuan tentang kepastian tepat lokasi, tepat prosedur, tepat pasien operasi menurut standar JCI yang paling banyak diketahui responden adalah pada hari operasi sebelum pasien memasuki area steril di kamar operasi harus dilakukan verifikasi oleh perawat di ruang penerimaan pasien (sign in) yaitu (34 orang : 55,7%), sedangkan hal yang paling sedikit diketahui perawat tentang time out dilakukan sebelum tindakan operasi (19 orang : 31,1%). e. Pengurangan Risiko Infeksi Terkait Pelayanan Kesehatan
Standar keselamatan pasien berdasarkan JCI yang kelima adalah pengurangan risiko infeksi terkait pelayanan kesehatan, dalam penelitian ini diukur melalui 4 pernyataan, namun pernyataan nomor 2 terbagi menjadi 9 sub pernyataan serta pernyataan nomor 3 terbagi atas 8 sub pernyataan sehingga keseluruhannya menjadi 19 pernyataan, dengan hasil seperti pada Tabel 4.8 berikut.
Tabel 4.8 Distribusi Responden Menurut Pengetahuan tentang Pengurangan Risiko Infeksi Terkait Pelayanan Kesehatan dalam Standar JCI di IGD
RSUP. H. Adam Malik Tahun 2013 No Pengurangan Risiko Infeksi Terkait
Pelayanan Kesehatan
Benar Salah Jumlah
n % n % n %
1 Pencegahan risiko infeksi akibat perawatan kesehatan dilakukan oleh setiap orang yang bersentuhan dengan pasien
32 52,5 29 47,5 61 100,0 2 Pencegahan risiko infeksi dengan
melakukan cuci tangan
a Sebelum dan sesudah kontak dengan pasien 33 54,1 28 45,9 61 100,0 b Sebelum dan sesudah melakukan tindakan
pada pasien 30 49,2 31 50,8 61 100,0 c Sebelum dan sesudah membuang wadah
Tabel 4.8 Lanjutan No Pengurangan Risiko Infeksi Terkait
Pelayanan Kesehatan
Benar Salah Jumlah
n % n % n %
d Sebelum dan sesudah menangani peralatan pada pasien seperti infus set, kateter, kantung drain urin, tindakan operatif kecil dan peralatan pernafasan.
36 59,0 25 41,0 61 100,0 e Sebelum dan sesudah ke kamar mandi 37 60,7 24 39,3 61 100,0 f Sebelum dan sesudah makan 37 60,7 24 39,3 61 100,0 g Sebelum dan sesudah membuang ingus/
membersihkan hidung 31 50,8 30 49,2 61 100,0 h Pada saat tangan tampak kotor 34 55,7 27 44,3 61 100,0
i Sebelum dan sesudah bertugas di sarana
kesehatan 36 59,0 25 41,0 61 100,0 3 Prosedur Cuci Tangan
a Basahi tangan setinggi pertengahan lengan
bawah dengan air mengalir 28 45,9 33 54,1 61 100,0 b Taruh sabun dibagian tengah tangan yang
telah basah 34 55,7 27 44,3 61 100,0 c Buat busa secukupnya 35 57,4 26 42,6 61 100,0 d Gosok kedua tangan termasuk kuku dan sela
jari selama 10-15 detik 34 55,7 27 44,3 61 100,0 e Bilas kembali dengan air sampai bersih 38 62,3 23 37,7 61 100,0
f Keringkan tangan dengan handuk atau kertas bersih atau tisu atau handuk katun sekali pakai
40 65,6 21 34,4 61 100,0 g Matikan keran dengan kertas atau tissue 35 57,4 26 42,6 61 100,0 h Pada cuci tangan aseptic diikuti larangan
menyentuh permukaan tidak steril dan penggunaan sarung tangan dan waktu untuk mencuci tangan antara 5-10 menit
27 44,3 34 55,7 61 100,0 4 Perawat kesehatan dalam melayani pasien
memperhatikan prinsip steril, aseptik dan anti septic
38 62,3 23 37,7 61 100,0
Berdasarkan Tabel 4.8 diketahui bahwa pengetahuan tentang pengurangan risiko infeksi menurut standar JCI yang paling banyak diketahui responden adalah sebelum dan sesudah membuang wadah sputum, secret ataupun darah dan
mengeringkan tangan dengan handuk atau kertas bersih atau tisu atau handuk katun sekali pakai yaitu (40 orang : 65,6%), sedangkan hal yang paling sedikit diketahui perawat tentang pada cuci tangan aseptik diikuti larangan menyentuh permukaan
tidak steril dan penggunaan sarung tangan dan waktu untuk mencuci tangan antara 5-10 menit (27 orang : 44,3%).
f. Pengurangan Risiko Pasien Jatuh
Standar keselamatan pasien berdasarkan JCI yang keenam adalah pengurangan risiko pasien jatuh, dalam penelitian ini diukur melalui 4 pernyataan dengan hasil seperti pada Tabel 4.9 berikut.
Tabel 4.9 Distribusi Responden Menurut Pengetahuan tentang P Pengurangan Risiko Pasien Jatuh dalam Standar JCI di IGD RSUP. H. Adam Malik
Tahun 2013
No Pengurangan Risiko Pasien Jatuh Benar Salah Jumlah
n % n % n %
1 Setiap pasien yang masuk melalui IGD
dilakukan pengkajian awal tentang risiko pasien jatuh.
31 50,8 30 49,2 61 100,0
2 Menentukan scoring berdasarkan kriteria
risiko pasien jatuh 33 54,1 28 45,9 61 100,0
3 Melakukan reassessment risiko pasien
pada saat terjadi perubahan terapi 27 44,3 34 55,7 61 100,0
4 Melakukan tindakan pencegahan pasien
jatuh sesuai scoring yang sudah ditentukan 28 45,9 33 54,1 61 100,0 Berdasarkan Tabel 4.9 diketahui bahwa pengetahuan tentang pengurangan ririko pasien jatuh menurut standar JCI yang paling banyak diketahui responden adalah menentukan skoring berdasarkan kriteria risiko pasien jatuh yaitu (33 orang :
54,1%), sedangkan hal yang paling sedikit diketahui perawat tentang Melakukan reassessment risiko pasien pada saat terjadi perubahan terapi (27 orang : 44,3%).
Secara keseluruhan pengetahuan responden tentang keselamatan pasien dalam standar JCI dikategorikan sebagai berikut
Tabel 4.10 Distribusi Responden Menurut Kategori Pengetahuan tentang Keselamatan Pasien dalam Standar JCI di IGD RSUP. H. Adam Malik
Tahun 2013
No Kategori Pengetahuan Jumlah (Orang) %
1 Baik 30 49,2
2 Kurang 31 50,8
Jumlah 61 100,0
Berdasarkan Tabel 4.10 diketahui bahwa kategori pengetahuan responden tentang keselamatan pasien dalam standar JCI pada kategori baik yaitu 30 orang (49,2%) sedikit lebih rendah dibandingkan kategori kurang yaitu 31 orang (50,8%). 4.3.3 Kemampuan Penerapan Keselamatan Pasien dalam Standar JCI
Kemampuan responden tentang keselamatan pasien dalam standar JCI yang dikaji dalam penelitian ini meliputi 24 pernyataan terdiri dari masing-masing 4 pernyataan tentang : ketepatan identifikasi pasien, peningkatan komunikasi yang efektif, peningkatan keamanan obat yang perlu diwaspadai dan pengurangan risiko infeksi terkait pelayanan kesehatan, sedangkan kepastian tepat lokasi, tepat prosedur, tepat pasien operasi 5 pernyataan dan pengurangan risiko pasien jatuh sebanyak 3 pernyataan, seperti pada uraian berikut.
a. Ketepatan Identifikasi Pasien
Kemampuan petugas tentang keselamatan pasien berdasarkan JCI yang pertama adalah ketepatan identifikasi pasien, dalam penelitian ini diukur melalui 4 pernyataan dengan hasil seperti pada Tabel 4.11 berikut.
Tabel 4.11 Distribusi Responden Menurut Kemampuan tentang Ketepatan Identifikasi Pasien dalam Standar JCI di IGD
RSUP. H. Adam Malik Tahun 2013
No Ketepatan Identifikasi Pasien
Mampu Tidak Mampu
Jumlah
n % n % n %
1 Saat pemasangan gelang pasien perawat
menjelaskan manfaat gelang pasien 26 42,6 35 57,4 61 100,0 2 Perawat selalu menanyakan identitas
sebelum pemberian obat, darah atau produk darah
42 68,9 19 31,1 61 100,0 3 Perawat selalu menanyakan identitas
sebelum mengambil darah dan spesimen lain untuk pemeriksaan klinis
33 54,1 28 45,9 61 100,0 4 Perawat selalu menanyakan identitas
sebelum pemberian pengobatan dan tindakan / prosedur
31 50,8 30 49,2 61 100,0
Berdasarkan Tabel 4.11 diketahui bahwa kemampuan perawat tentang identifikasi pasien dalam keselamatan pasien menurut standar JCI yang paling banyak mampu dilakukan responden adalah selalu menanyakan identitas sebelum pemberian obat, darah atau produk darah (42 orang : 68,9%), sedangkan hal yang paling sedikit mampu dilakukan perawat tentang saat pemasangan gelang pasien perawat menjelaskan manfaat gelang pasien (26 orang : 42,6%).
b. Peningakatan Komunikasi yang Efektif
Kemampuan perawat tentang standar keselamatan pasien berdasarkan JCI yang kedua adalah peningkatan komunikasi yang efektif, dalam penelitian ini diukur melalui 4 pernyataan dengan hasil seperti pada Tabel 4.12 berikut.
Tabel 4.12 Distribusi Responden Menurut Kemampuan tentang Peningkatan Komunikasi yang Efektif dalam Standar JCI di IGD
RSUP. H. Adam Malik Tahun 2013
No Peningkatan Komunikasi yang Efektif
Mampu Tidak Mampu
Jumlah
n % n % n %
1 Memperagakan cara menerima perintah
lisan atau melalui telepon 36 59,0 25 41,0 61 100,0 2 Memperagakan saat melaporkan keadaan
pasien pada konsulen 40 65,6 21 34,4 61 100,0 3 Memperagakan konfirmasi perintah atau
hasil pemeriksaan 37 60,7 24 39,3 61 100,0 4 Memverifikasi keakuratan komunikasi
lisan atau melalui telepon secara konsisten 32 52,5 29 47,5 61 100,0 Berdasarkan Tabel 4.12 diketahui bahwa kemampuan tentang peningkatan komunikasi yang efektif dalam keselamatan pasien menurut standar JCI yang paling banyak mampu dilakukan responden adalah memperagakan saat melaporkan keadaan pasien pada konsulen yaitu (40 orang : 65,6%), sedangkan hal yang paling sedikit mampu dilakukan perawat tentang memverifikasi keakuratan komunikasi lisan atau melalui telepon secara konsisten (32 orang : 52,5%).
c. Peningakatan Keamanan Obat yang perlu Diwaspadai
Kemampuan perawat tentang keselamatan pasien berdasarkan JCI yang ketiga adalah peningkatan keamanan obat yang perlu diwaspadai, dalam penelitian ini diukur melalui 4 pernyataan dengan hasil seperti pada Tabel 4.13 berikut.
Tabel 4.13 Distribusi Responden Menurut Kemampuan tentang Peningkatan Keamanan Obat yang Perlu Diwaspadai dalam Standar JCI di IGD
RSUP. H. Adam Malik Tahun 2013
No Peningkatan Keamanan Obat yang perlu Diwaspadai
Mampu Tidak Mampu
Jumlah
n % n % n %
1 Perawat menunjukkan daftar obat kategori high alert (obat yang dapat mengakibatkan kesalahan karena mempunyai risiko tinggi jika salah diberikan)
33 54,1 28 45,9 61 100,0 2 Perawat menyebutkan jenis-jenis obat
kategori high alert 24 39,3 37 60,7 61 100,0 3 Perawat menjelaskan prosedur kalau mau
menggunakan elektrolit konsentrat 19 31,1 42 68,9 61 100,0 4 Perawat menjelaskan pemberian label
elektrolit konsentrat yang disimpan di pada unit pelayanan pasien dengan jelas
30 49,2 31 50,8 61 100,0
Berdasarkan Tabel 4.13 diketahui bahwa kemampuan perawat tentang peningkatan keamanan obat yang perlu diwaspadai dalam keselamatan pasien menurut standar JCI yang paling banyak mampu dilakukan responden adalah menunjukkan daftar obat kategori high alert (obat yang dapat mengakibatkan kesalahan karena mempunyai risiko tinggi jika salah diberikan) yaitu (33 orang ; 54,1%), sedangkan hal yang paling sedikit mampu dilakukan perawat tentang
menjelaskan prosedur kalau mau menggunakan elektrolit konsentrat (24 orang ; 31,1%).
d. Kepastian Tepat Lokasi, Tepat Prosedur, Tepat Pasien Operasi
Kemampuan perawat berdasarkan JCI yang keempat adalah kepastian tepat lokasi, tepat prosedur, tepat pasien operasi, dalam penelitian ini diukur melalui 5 pernyataan dengan hasil seperti pada Tabel 4.7 berikut.
Tabel 4.14 Distribusi Responden Menurut Kemampuan tentang Peningkatan Kepastian Tepat Lokasi, Tepat Prosedur, Tepat Pasien Operasi dalam
Standar JCI di IGD RSUP. H. Adam Malik Tahun 2013
No Kepastian Tepat Lokasi, Tepat Prosedur, Tepat Pasien Operasi
Mampu Tidak Mampu
Jumlah
n % n % n %
1 Perawat menanyakan ulang identitas
pasien sebelum operasi 37 60,7 24 39,3 61 100,0 2 Perawat menjelaskan tentang perencanaan
tindakan operasi 33 54,1 28 45,9 61 100,0 3 Perawat meminta persetujuan secara
tertulis sebelum melakukan operasi 30 49,2 31 50,8 61 100,0 4 Perawat menjelaskan cara melaksanakan
safe surgery check list sebelum induksi anestesi
31 50,8 30 49,2 61 100,0 5 Perawat membantu dokter melakukan
insisi kulit sebelum pasien meninggalkan ruang operasi
24 39,3 37 60,7 61 100,0
Berdasarkan Tabel 4.14 diketahui bahwa kemampuan perawat tentang kepastian tepat lokasi, tepat prosedur, tepat pasien operasi menurut standar JCI yang paling banyak mampu dilakukan responden adalah menanyakan ulang identitas pasien sebelum operasi (37 orang : 60,7%), sedangkan hal yang paling sedikit mampu
dilakukan perawat tentang melakukan insisi kulit sebelum pasien meninggalkan ruang operasi (24 orang : 39,3%).
e. Pengurangan Risiko Infeksi Terkait Pelayanan Kesehatan
Kemampuan perawat tentang standar keselamatan pasien berdasarkan JCI yang kelima adalah pengurangan risiko infeksi terkait pelayanan kesehatan, dalam penelitian ini diukur melalui 4 pernyataan, dengan hasil seperti pada Tabel 4.15 berikut.
Tabel 4.15 Distribusi Responden Menurut Kemampuan tentang Pengurangan Risiko Infeksi Terkait Pelayanan Kesehatan dalam Standar JCI di IGD
RSUP. H. Adam Malik Tahun 2013
No Pengurangan Risiko Infeksi Terkait Pelayanan Kesehatan
Mampu Tidak Mampu
Jumlah
n % n % n %
1 Perawat menjelaskan prosedur hand wash/
handrub 34 55,7 27 44,3 61 100,0
2 Perawat menjelaskan pencegahan risiko infeksi dengan melakukan cuci tangan (sebelum dan setelah berhubungan dengan pasien)
30 49,2 31 50,8 61 100,0 3 Perawat menjelaskan prosedur cuci tangan 26 42,6 35 57,4 61 100,0 4 Perawat menjelaskan program hand
hygiene yang efektif 32 52,5 29 47,5 61 100,0 Berdasarkan Tabel 4.15 diketahui bahwa kemampuan tentang pengurangan risiko infeksi menurut standar JCI yang paling banyak mampu dilakukan responden adalah menjelaskan prosedur hand wash/ handrub (34 orang : 55,7%), sedangkan hal yang paling sedikit mampu dilakukan perawat adalah menjelaskan prosedur cuci tangan (26 orang : 42,6%).
f. Pengurangan Risiko Pasien Jatuh
Kemampuan perawat dalam standar keselamatan pasien berdasarkan JCI yang keenam adalah pengurangan risiko pasien jatuh, dalam penelitian ini diukur melalui 3 pernyataan dengan hasil seperti pada Tabel 4.16 berikut.
Tabel 4.16 Distribusi Responden Menurut Kemampuan tentang Pengurangan Risiko Pasien Jatuh dalam Standar JCI di IGD RSUP. H. Adam Malik
Tahun 2013
No Pengurangan Risiko Pasien Jatuh
Mampu Tidak Mampu
Jumlah
n % n % n %
1 Perawat melakukan identifikasi pasien
risiko jatuh 33 54,1 28 45,9 61 100,0
2 Perawat menjelaskan pedoman atau
panduan pasien resiko jatuh 25 41,0 36 59,0 61 100,0 3 Perawat menjelaskan langkah-langkah apa
saja yg diterapkan untuk mengurangi risiko pasen jatuh
17 27,9 44 72,1 61 100,0
Berdasarkan Tabel 4.16 diketahui bahwa kemampuan perawat tentang pengurangan ririko pasien jatuh menurut standar JCI yang paling banyak mampu dilakukan responden adalah melakukan identifikasi pasien risiko jatuh (33 orang : 54,1%), sedangkan hal yang paling sedikit diketahui perawat adalah menjelaskan
langkah-langkah apa saja yg diterapkan untuk mengurangi risiko pasen jatuh (17 orang : 27,9%).
Secara keseluruhan kemampuan responden tentang keselamatan pasien dalam standar JCI dikategorikan sebagai berikut
Tabel 4.17 Distribusi Responden Menurut Kategori Kemampuan dalam Keselamatan Pasien dalam Standar JCI di IGD RSUP. H. Adam Malik
Tahun 2013
No Kategori Kemampuan Jumlah (Orang) %
1 Baik 29 47,5
2 Kurang 32 52,5
Jumlah 61 100,0
Berdasarkan Tabel 4.17 diketahui bahwa kategori kemampuan responden tentang keselamatan pasien dalam standar JCI pada kategori baik yaitu 29 orang (47,5%), persentase ini sedikit lebih rendah dibandingkan responden yang kemampuannya kategori kurang yaitu 32 orang (52,5%).
Perbandingan pengetahuan responden dengan kemampuan dalam melaksanakan standar JCI yang terkait dengan keselamatan pasien di IGD RSUP H. Adam Malik Medan menunjukkan kategori kurang yang dominan, tetapi aspek pengetahuan lebih baik dibandingkan kemampuan, karena persentase pengetahuan responden kategori baik lebih besar dibandingkan kemampuan pada kategori yang sama.