BAB 4. HASIL PENELITIAN
4.2 Analisis Univariat
4.2.1 Karakteristik Responden
Hasil penelitian distribusi karakteristik responden yaitu umur, jenis kelamin, status dokter, jumlah kunjungan diperoleh hasil beragam. Berdasarkan tabel 4.1 distribusi kelompok umur responden sebanyak 24 orang (5,3,3%) berada pada kelompok 41 sampai dengan 50 tahun dan kemudian >50 tahun yaitu 13 orang (28,9%), serta berumur 31 sampai 40 tahun 8 orang (17,8%). Responden lebih banyak berjenis kelamin laki-laki yaitu 26 orang (57,8%) dan selebihnya perempuan yaitu 19 orang (42,2%).
Responden berstatus profesi lebih banyak sebagai dokter spesialis 24 orang (53,3%) dan selebihnya dokter umum yaitu 16 orang (35,6%) dan dokter gigi yaitu 5 orang (11,1%). Responden memiliki jumlah kunjungan pasien lebih banyak 6-10 orang per hari yaitu 28 orang (62,2%) dan selebihnya 1 sampai 5 orang per hari yaitu 7 orang (15,6%), 11 sampai 15 orang perhari yaitu 6 orang (13,3%) dan di atas 15 orang per hari yaitu 4 orang (8,9%).
Tabel 4.1. Karakteristik Responden Berdasarkan Sosiodemografi No. Karakteristik Responden Jumlah (n) Persentase (%)
1. Umur
Pengukuran motivasi diukur berdasarkan aspek motivasi intrinsik dan ekstrinsik di BLUD RSU Langsa .
4.2.2.1. Motivasi Intrinsik
Pengukuran motivasi intrinsik responden bersumber dari dalam diri berdasarkan prestasi, pengakuan orang lain, pekerjaan itu sendir, dan kemungkinan pengembangan dapat diketahui dari jawaban responden sebagai berikut.
Responden menyatakan setuju bahwa prestasi penting dalam memberikan pelayanan kesehatan (88,9%). Responden menyatakan setuju bahwa bila berprestasi,
responden membutuhkan penghargaan (80%). Responden menyatakan setuju dalam bekerja responden perlu penghargaan dari orang lain (80%). Responden menyatakan setuju penghargaan yang diberikan pimpinan rumah sakit sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku (55,6%). Responden menyatakan puas bekerja sebagai dokter di rumah sakit ini (66,7%). Responden menyatakan kurang puas bekerja dengan manajemen kerja rumah sakit saat ini (68,9%). Responden menyatakan kurang setuju bahwa berkeinginan untuk meningkatkan kemampuan atau keterampilan (68,9%).
Responden menyatakan kurang setuju setiap dokter mempunyai peluang yang sama dalam meningkatkan kemampuan dan keterampilan (84,4%).
Tabel 4.2. Distribusi Frekuensi Motivasi Intrinsik
No Motivasi 2. Bila berprestasi, saya
membutuhkan penghargaan 36 80,0 9 20,0 45 100 3. Dalam bekerja saya perlu
penghargaan dari orang lain 36 80,0 9 20,0 45 100 4. Penghargaan yang diberikan
pimpinan rumah sakit sudah sesuai
25 55,6 20 44,4 45 100 5 Saya puas bekerja sebagai
dokter di rumah sakit ini 30 66,7 15 33,3 45 100 6 Saya puas bekerja dengan
manajemen kerja rumah sakit saat ini
14 31,1 31 68,9 45 100 7 Saya berkeinginan untuk
meningkatkan kemampuan atau keterampilan
14 31,1 31 68,9 45 100 8 Setiap dokter mempunyai
peluang yang sama dalam meningkatkan kemampuan dan keterampilan
7 15,6 38 84,4 45 100
Hasil pengukuran motivasi intrinsik ditemukan dalam kategori baik yaitu 26 orang responden (57,8%) dan selebihnya motivasi intrinsik tergolong tidak baik yaitu 19 orang responden (42,2%), seperti pada Tabel 4.3. berikut
Tabel 4.3 Kategori Motivasi Intrinsik
No Motivasi Intrinsik n (%)
1. Baik 26 57,8
2. Tidak baik 19 42,2
Total 45 100,0
4.2.2.2. Motivasi Ekstrinsik
Pengukuran motivasi responden bersumber dari luar diri terdiri dari:
kompensasi, keamanan dan keselamatan kerja, kondisi kerja, status pekerjaan, prosedur kerja, supervisi, dan hubungan interpersonal dapat diketahui dari tabel 4.2 dimana frekuensi perolehan jawaban sebagai berikut.
Responden menyatakan kurang setuju bahwa kompensasi yang diberikan sudah sesuai dengan hasil kerja (66,7%). Responden menyatakan kurang setuju tentang kebijakan pimpinan tentang pemotongan kompensasi (73,3%) seperti pembagian hasil kerja untuk membayar Tunjungan Hari Raya pegawai rumah sakit.
Responden menyatakan kurang setuju terhadap kenyamanan bekerja di rumah sakit ini (71,1%). Responden menyatakan setuju mengingnkan kondisi kerja yang lebih baik (95,6%).
Responden menyatakan setuju bahwa hubungan dengan teman sejawat di tempat kerja sudah berjalan dengan baik (75,6%). Responden menyatakan kurang
setuju bahwa hubungan dengan atasan/ bawahan sudah berjalan dengan baik (66,7%).
Responden menyatakan setuju bekerja perlu mengikuti prosedur kerja (SOP) yang ditetapkan rumah sakit (80%). Responden menyatakan setuju bahwa dokter bekerja perlu pengawasan dari komite medik (82,2%).
Tabel 4.4. Distribusi Motivasi Ekstrinsik
No Motivasi Ekstrinsik Setuju Kurang
Setuju Total
n % n % n %
1. Kompensasi yang diberikan sudah sesuai dengan hasil kerja saya
15 33,3 30 66,7 45 100 2. Saya setuju dengan kebijakan
pimpinan tentang pemotongan
kompensasi 12 26,7 33 73,3 45 100
3. Saya nyaman bekerja di rumah
sakit ini 13 28,9 32 71,1 45 100
4. Saya menginginkan kondisi kerja
yang lebih baik 43 95,6 2 4,4 45 100
5 Hubungan dengan teman sejawat di tempat kerja sudah berjalan dengan baik
34 75,6 11 24,4 45 100 6 Hubungan dengan atasan/
bawahan sudah berjalan dengan baik
15 33,3 30 66,7 45 100 7 Setiap dokter bekerja perlu
mengikuti prosedur kerja (SOP)
yang ditetapkan rumah sakit 36 80,0 9 20,0 45 100 8 Setiap dokter bekerja perlu
pengawasan dari komite medik 37 82,2 8 17,8 45 100
Hasil pengukuran motivasi ekstrinsik ditemukan dalam kategori tidak baik yaitu 31 orang responden (68,9%) dan selebihnya motivasi ekstrinsik tergolong baik yaitu 14 orang responden (31,1%), seperti pada Tabel 4.4. berikut.
Tabel 4.5 Kategori Motivasi Ekstrinsik
No Motivasi Ekstrinsik n (%)
1. Baik 14 31,1
2. Tidak baik 31 68,9
Total 45 100,0
4.2.3. Budaya Kerja
Pengukuran budaya kerja di BLUD RSU Langsa berdasarkan sikap saat bekerja, perilaku bekerja, sikap terhadap waktu, dan cara atau alat yang digunakan untuk bekerja dapat diketahui dari tabel 4.5 dimana frekuensi perolehan jawaban sebagai berikut. Responden menyatakan setuju bahwa hasil pekerjaan harus dipertanggung jawabkan (77,8%). Responden menyatakan setuju bahwa dalam bekerja menjalin kerjasama dengan rekan kerja di lingkungan pekerjaannya (57,8%).
Responden menyatakan setuju bahwa bekerja sesuai dengan standar operasional yang ditetapkan (82,2%).
Responden menyatakan setuju bahwa menerapkan komunikasi terapeutik pada pasien saat memberikan pelayanan kesehatan (82,2%). Responden menyatakan kurang setuju bahwa dalam bekerja harus memanfaatkan waktu seefisien mungkin dalam melayani pasien (66,7%). Responden menyatakan kurang setuju mau meluangkan waktu lebih untuk menanggapi keluhan/ konsultasi dari pasien (51,1%).
Responden menyatakan kurang setuju dalam menggunakan alat medis secara terampil dan cekatan (62,2%).Responden menyatakan setuju bahwa dalam bekerja menerapkan profesionalisme untuk dapat meyakinkan pasien (84,4%).
Tabel 4.6. Distribusi Budaya Kerja
No Budaya Kerja Setuju Kurang
Setuju Total
n % n % n %
1. Saya setuju dokter harus bertanggungjawab terhadap pekerjaannya
35 77,8 10 22,2 45 100 2. Saya setuju dokter harus menjalin
kerjasama dengan rekan kerja di
lingkungan pekerjaannya 26 57,8 19 42,2 45 100 3. Saya bekerja sesuai dengan
standar operasional yang ditetapkan
31 68,9 14 31,1 45 100 4. Saya menerapkan komunikasi
terapeutik pada pasien saat memberikan pelayanan kesehatan
37 82,2 8 17,8 45 100 5 Setiap dokter harus
memanfaatkan waktu seefisien mungkin dalam melayani pasien
15 33,3 30 66,7 45 100 6 Setiap dokter mau meluangkan
waktu lebih untuk menanggapi keluhan/konsultasi dari pasien
22 48,9 23 51,1 45 100 7 Setiap dokter menggunakan alat
medis secara terampil dan
cekatan 17 37,8 28 62,2 45 100
8 Setiap dokter menerapkan cara pelayanan yang bisa meyakinkan pasien akan profesionalismenya
38 84,4 7 15,6 45 100
Hasil pengukuran budaya kerja di lingkungan BLUD RSU Langsa ditemukan dalam kategori baik yaitu 23 orang responden (51,1%) dan selebihnya budaya kerja tergolong tidak baik yaitu 22 orang responden (48,9%), seperti pada Tabel 4.7.
berikut.
Tabel 4.7 Kategori Budaya Kerja
No Budaya Kerja n (%)
1. Baik 23 51,1
2. Tidak baik 22 48,9
Total 45 100,0