• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN ANALISA PENELITIAN

4.4. Karakteristik Responden

4.4.11. Karakteristik Responden Berdasarkan Kesesuaian

Tabel 4.49.

Karakteristik Responden Berdasarkan Kesesuaian Pekerjaan Yang Ditekuni Dengan Cita-Cita/ Harapannya

No Kesesuaian pekerjaan dengan harapan Frekuensi (%)

1 Ya 62 66.7

2 Tidak 31 33.3

Jumlah 93 100

Sumber: Data hasil penelitian

Sebanyak 66,7% responden menjawab bahwa pekerjaan yang ditekuni sudah sesuai dengan cita-cita yang diharapkan, sedangkan sisanya yaitu sebesar 33,3% responden menjawab tidak.

4.4.12. Karakteristik Responden Berdasarkan Rata-Rata Penghasilan Per

Bulan

Tabel 4.50.

Karakteristik Responden Berdasarkan Rata-Rata Penghasilan Per Bulan No Penghasilan/ bulan Frekuensi (%)

1 < 1 juta per bulan 25 26.9

2 1 juta - 2 juta per bulan 64 68.8

3 > 2 juta perbulan 4 4.3

Jumlah 93 100

Sumber: Data hasil penelitian

Rata-rata penghasilan responden adalah berada pada kisaran 1juta-2juta perbulan, yaitu dengan persentase sebesar 68,8%.

4.4.13. Karakteristik Responden Berdasarkan Bahasa yang Dikuasai Tabel 4.51.

Karakteristik Responden Berdasarkan Bahasa yang Dikuasai No Bahasa yang dikuasai Frekuensi (%)

1 Indonesia 93 100.0 2 Batak 93 100.0 3 Sunda 2 2.2 4 Nias 3 3.2 5 Jawa 1 1.1 6 Inggris 91 97.8 7 Jerman 24 25.8 8 Belanda 23 24.7 9 Perancis 7 7.5 10 Italia 1 1.1

Seluruh responden menguasai Bahasa Indonesia dan Bahasa Batak, 2,2% menguasai bahasa Sunda; 3,2% menguasai bahasa Nias; 1,1% responden menguasai bahasa Jawa; hampir keseluruhan, yaitu 97,8% menguasai bahasa Inggris; 25,8% menguasai bahasa Jerman, 24,7% menguasai bahasa Belanda; 7,5% menguasai bahasa Perancis dan 1,1% menguasai bahasa Italia; D. Tamba pada saat diwawancarai menyatakan “Mempelajari bahasa asing termasuk salah satu strategi untuk menarik wisatawan asing, karena mereka pasti lebih merasa dihargai, selain itu tentunya bahasa asing tersebut (dalam hal ini, yang paling umum adalah bahasa Inggris) akan memperlancar komunikasi, sederhananya dalam kegiatan tawar- menawar, atau hal lainnya; bahasa asing yang saya kuasai adalah Inggris dan Belanda, tapi saya tidak bisa menuliskannya, secara teori, dulu saya mempelajari bahasa Inggris di sekolah, namun secara praktis dan lebih luas lagi, bahasa ini saya

pelajari secara otodidak, karena saya hanya tamatan SMA,” sedangkan Tiresma Sianipar mengatakan “Mempelajari bahasa asing memperlancar komunikasi. Kalau tidak bisa (paling tidak berbahasa Inggris, akan kalah saing dengan pemilik penginapan lainnya, karena komunikasi dengan calon customer akan terhambat.) Bahasa asing yang saya kuasai adalah bahasa Inggris dan Hokkien, dan bahasa daerah Batak, Jawa, Banjar (bahasa daerah ini sebisa mungkin juga perlu dipelajari, karena juga dapat menarik minat wisatawan lokal; agar mereka merasa lebih dekat dan akrab.) Bahasa asing yang saya kuasai, saya dapat pada saat pendidikan formal yang saya jalani (SD, SMP, SMA, Perguruan Tinggi); selain itu tentunya dari lingkungan, karena Tuktuk ini bahasa utamanya adalah Bahasa Batak, dan bahasa keduanya adalah Bahasa Inggris.”

4.4.14. Responden Berdasarkan Mayoritas Suku di Tempat Tinggalnya (Suku

Yang Sama dengan Responden Atau Tidak)

Tabel 4.52.

Karakteristik Responden Berdasarkan Mayoritas Suku di Tempat Tinggalnya (Suku Yang Sama dengan Responden Atau Tidak) No Sama/ tidaknya suku responden

dengan lingkungannya

Frekuensi (%)

1 Ya 90 96.8

2 Tidak 3 3.2

Jumlah 93 100

Sumber: Data hasil penelitian

Mayoritas responden yaitu 96,8% menyatakan bahwa ia tinggal di lingkungan yang mayoritas bersuku sama dengannya, sedangkan 3,2% lainnya tidak

4.4.15. Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Penguasaan Adat Istiadat yang Dianut

Tabel 4.53.

Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Penguasaan Adat Istiadat yang Dianut

No Penguasaan adat-istiadat yang dianut Frekuensi (%)

1 Sangat Menguasai 31 33.3

2 Menguasai 62 66.7

Jumlah 93 100

Sumber: Data hasil penelitian

Dari hasil penelitian 33,3% responden menjawab sangat mengusai adat istiadat yang dianut 66,7% responden menjawab menguasai adat istiadat yang dianut. Dengan kata lain, dengan banyaknya kunjungan wisatawan mancanegara ke daerah Tuktuk ini, dilihat dari presentase tingkat penguasaannya, adat-istiadat tidak menjadi sesuatu yang terabaikan, melainkan tetap dianggap sebagai sebuah hal yang penting untuk dikuasai.

4.4.16. Karakteristik Responden Berdasarkan Bangga/ Tidaknya Responden

Terhadap Adat Istiadat yang Dianutnya

Tabel 4.54.

Karakteristik Responden Berdasarkan Bangga/ Tidaknya Responden Terhadap Adat Istiadat yang Dianutnya No Bangga/ tidaknya responden terhadap

adat-istiadat yang dianut

Frekuensi (%)

1 Ya 93 100.0

Jumlah 93 100

Sumber: Data hasil penelitian

4.4.17. Sering/Tidaknya Diadakan Pesta Adat di Tuktuk Tabel 4.55.

Sering/ Tidaknya Diadakan Pesta Adat di Tuktuk No Sering/ tidaknya diadakan pesta

adat di Tuktuk Frekuensi (%) 1 Sangat Sering 2 2.2 2 Sering 89 95.7 3 Kadang-Kadang 2 2.2 Jumlah 93 100

Sumber: Data hasil penelitian

2,2% responden menjawab sangat sering diadakan perta adat di Tuktuk, 95,7% menjawab sering dan 2,2% responden menjawab kadang-kadang.

4.4.18. Karakteristik Responden Berdasarkan Intensitas Sering/Tidaknya

Responden Menghadiri Acara/ Pesta Adat

Tabel 4.56.

Karakteristik Responden Berdasarkan Intensitas Sering/ Tidaknya Responden Menghadiri Acara/ Pesta Adat No Sering/ tidaknya menghadiri pesta

adat di Tuktuk Frekuensi (%) 1 Sangat Sering 3 3.2 2 Sering 81 87.1 3 Kadang-Kadang 9 9.7 Jumlah 93 100

Sumber: Data hasil penelitian

3,2% responden menjawab sangat sering menghadiri pesta adat, 87,1% responden menjawab sering, dan 9,7% responden menjawab kadang-

4.4.19. Karakteristik Responden Berdasarkan Pendapat Responden Perihal Penting/ Tidaknya Pesta Adat

Tabel 4.57.

Karakteristik Responden Berdasarkan Pendapat Responden Perihal Penting/ Tidaknya Pesta Adat

No Penting/ tidaknya pesta adat bagi responden

Frekuensi (%)

1 Sangat Penting 44 47.3

2 Penting 49 52.7

Jumlah 93 100

Sumber: Data hasil penelitian

47,3% responden menjawab pesta adat sangat penting, 52,7% lainnya menjawab penting.

4.4.20. Pendapat Responden Mengenai Media Terpenting dalam

Mempromosikan Tuktuk Sebagai Daerah Wisata

Tabel 4.58.

Pendapat Responden Mengenai Media Terpenting dalam Mempromosikan Tuktuk Sebagai Daerah Wisata No Media terpenting dalam mempromosikan

Tuktuk sebagai Daerah Wisata

Frekuensi (%) 1 Media elektronik (TV, Radio, Internet, dll.) 80 86.0 2 Wisatawan itu sendiri (mulut ke mulut) 13 14.0

Jumlah 93 100

Sumber: Data hasil penelitian

Terdapat 86,0% responden yang menjawab bahwa media elektronik paling berperan dalam mempromosikan Tuktuk sebagai daerah wisata dan 14,0% responden yang menjawab wisatawan itu sendiri yang paling berperan dalam

mempromosikan Tuktuk sebagai daerah wisata, dalam artian wisatawan yang sudah pernah berkunjung ke Tuktuk dan merasa puas, akan mempromosikan kepada teman-temannya. Seperti hasil wawancara terhadap salah satu responden berkewarganegaraan Italia bernama Stefano yang mengatakan ia mendatangi Tuktuk karena direkomendasikan oleh temannya dan mengatakan sekembalinya ke negaranya, ia juga akan merekomendasikan Tuktuk kepada teman-temannya; demikian pula dengan Ivan, namun Ivan ini selain berdasarkan rekomendasi temannya, ia juga mendapat info tentang Tuktuk di internet

4.4.21. Asal Negara Wisatawan mancanegara yang Paling Banyak

Berkunjung ke Tuktuk

Tabel 4.59.

Asal Negara Wisatawan mancanegara yang Paling Banyak Berkunjung ke Tuktuk

No Asal negara wisatawan mancanegara yang paling banyak berkunjung ke Tuktuk

Frekuensi (%) 1 Amerika 36 38.7 2 Inggris 23 24.7 3 Jerman 4 4.3 4 Lainnya 30 32.3 Jumlah 93 100

Sumber: Data hasil penelitian

Terdapat 38,7% responden yang menjawab wisatawan mancanegara yang paling banyak berkunjung berasal dari Amerika, 24,7% responden menjawab Inggris, 4,3% menjawab Jerman, dan 32,3% responden yang menjawab lainnya,

4.4.22. Profesi Wisatawan Mancanegara yang Datang Berkunjung ke Tuktuk Tabel 4.60.

Profesi Wisatawan Mancanegara yang Datang Berkunjung ke Tuktuk No Profesi Wisatawan Mancanegara

yang Datang Berkunjungke Tuktuk

Frekuensi (%)

1 Pelajar 49 52.7

2 Ekspatriat (wisatawan asing yang bekerja di Indonesia)

1 1.1

3 Pengusaha 35 37.6

4 Lainnya 8 8.6

Jumlah 93 100

Sumber: Data hasil penelitian

Responden yang menjawab bahwa mayoritas profesi dari turis yang berkunjung merupakan pelajar adalah sebanyak 52,7% dan hanya 1,1% responden yang menjawab bahwa mayoritas profesi dari turis yang berkunjung merupakan ekspatriat, dan 37,6% menyatakan bahwa profesi wisatawan mancanegara yang datang berkunjung adalah pengusaha, dan 8,6% responden menjawab lainnya.

4.4.23. Status Pernikahan Wisatawan Mancanegara yang Datang Berkunjung

ke Tuktuk

Tabel 4.61.

Status Pernikahan Wisatawan Mancanegara yang Datang Berkunjung ke Tuktuk

No Status Pernikahan Wisatawan Mancanegara yang Datang

Berkunjung ke Tuktuk

Frekuensi (%)

1 Menikah 6 6.5

2 Lajang 87 93.5

Jumlah 93 100

Responden yang menjawab bahwa pada umumnya status pernikahan dari wisatawan mancanegara yang berkunjung ialah menikah sebanyak 6,5% dan 93,5% responden menjawab bahwa pada umumnya status pernikahan wisatawan mancanegara yang berkunjung ialah lajang.

4.4.24. Partner Wisatawan Mancanegara Berwisata di Tuktuk

Tabel 4.62.

Partner Wisatawan Mancanegara Berwisata di Tuktuk No Partner Wisatawan Mancanegara

Berwisata di Tuktuk Frekuensi (%) 1 Sendiri 11 11.8 2 Pasangan 31 33.3 3 Teman-Teman 50 53.8 4 Keluarga 1 1.1 Jumlah 93 100

Sumber: Data hasil penelitian

Mayoritas responden menjawab bahwa pada umumnya turis-turis asing berkunjung bersama teman-teman; yaitu sebanyak 53,8% responden, bersama pasangan sebanyak 33,3%, sendiri sebanyak 11,8% dan hanya 1,1% responden yang menjawab menjawab bahwa pada umumnya turis-turis asing yang berkunjung datang bersama dengan keluarganya. Dan dari dua responden yang diwawancarai, yang seorang berlibur di Tuktuk bersama istrinya, dan yang seorang lainnya berlibur bersama temannya.

4.4.25. Lama Menetap Wisatawan Mancanegara

Tabel 4.63.

Lama Menetap Wisatawan Mancanegara No Lama Menetap Wisatawan

Mancanegara

Frekuensi (%)

1 Kurang dari seminggu 56 60.2

2 1 – 2 minggu 35 37.6

3 2 minggu – 1 bulan 2 2.2

Jumlah 93 100

Sumber: Data hasil penelitian

Sebanyak 60,2% responden menjawab bahwa pada umumnya turis-turis asing yang berkunjung menetap kurang dari seminggu, sebanyak 37,6% menyatakan lama menetap wisatawan mancanegara ialah 1-2 minggu, dan hanya 2,2% responden yang menjawab bahwa pada umumnya turis-turis asing yang berkunjung menetap mencapai waktu 2 minggu-1 bulan.

4.4.26. Didampingi/ Tidaknya Wisatawan Mancanegara Oleh Tour Guide

Ketika Berwisata di Tuktuk

Tabel 4.64.

Didampingi/ Tidaknya Wisatawan Mancanegara Oleh Tour Guide Ketika Berwisata di Tuktuk No Didampingi/ Tidaknya Wisatawan

Mancanegara Oleh Tour Guide Ketika Berwisata di Tuktuk

Frekuensi (%)

1 Ya 85 91.4

2 Tidak 8 8.6

Jumlah 93 100

91,4% responden menjawab bahwa pada umumnya turis-turis asing yang berkunjung didampingi oleh tour guide, dan hanya 8,6% responden yang menjawab menjawab bahwa turis-turis asing yang berkunjung tidak didampingi oleh tour guide.

4.4.27. Transportasi Alternatif Pilihan Wisatawan Untuk Berwisata di

Tuktuk

Tabel 4.65.

Transportasi Alternatif Pilihan Wisatawan Untuk Berwisata di Tuktuk No Transportasi Alternatif Pilihan Wisatawan

Untuk Berwisata di Tuktuk

Frekuensi (%)

1 Berjalan Kaki 46 49.5

2 Sepeda Sewaan 12 12.9

3 Sepeda Motor Sewaan 33 35.5

4 Mobil Sewaan 2 2.2

Jumlah 93 100

Sumber: Data hasil penelitian

49,5% responden menjawab bahwa pada umumnya turis-turis asing yang berkunjung hanya berjalan kaki sebagai transportasi alternatif, 35,5% menjawab sepeda motor sewaan, 12,9% menjawab sepeda sewaan, dan hanya 2,2% responden yang menjawab bahwa turis-turis asing yang berkunjung senang menggunakan mobil sewaan sebagai transportasi alternatif.

4.4.28. Daya Tarik (Objek Wisata) di Daerah Tuktuk yang Paling Diincar Oleh Wisatawan

Tabel 4.66.

Daya Tarik (Objek Wisata) di Daerah Tuktuk yang Paling Diincar Oleh Wisatawan

No Objek Wisata Frekuensi (%)

1 Aek Natonang 2 2.2

2 Air Terjun Love 23 24.7

3 Air terjun Simangade 1 1.1

4 Ambarita 3 3.2 5 Bagus Bay 1 1.1 6 Bukit 3 3.2 7 Bukit Beta 6 6.5 8 Bukit Sagala 1 1.1 9 Danau Toba 13 14.0 10 Hotspring 7 7.5 11 Museum 4 4.3 12 Pangururan 12 12.9

13 Pantai Pasir Putih 52 55.9

14 Roy’s Pub 2 2.2

15 Sidoni 2 2.2

16 Stone Grave 1 1.1

17 Tomok 14 15.1

Sumber: Data hasil penelitian

55,9% responden menjawab bahwa daya tarik (objek wisata) di daerah Tuktuk yang paling diincar oleh wisatawan adalah Pantai Pasir Putih, disusul Air Terjun Love yang dinyatakan oleh 24,7% responden, Tomok sebanyak 15,1% responden, dan Danau Toba sebanyak 14,0% responden. Selebihnya, ada berbagai

varian jawaban lain dari responden dengan presentase yang kecil, yaitu Pangururan, Hotspring, Bukit Beta, Museum, Ambarita, Aek Natonang, Roy’s Pub, Sidoni, Air Terjun Simangande, Bagus Bay, Bukit Sagala, dan Stone Grave.

4.4.29. Hubungan Kekeluargaan Masyarakat di Tuktuk

Tabel 4.67.

Hubungan Kekeluargaan Masyarakat di Tuktuk No Hubungan Kekeluargaan Masyarakat di Tuktuk Frekuensi (%) 1 Erat 88 94.6 2 Biasa Saja 5 5.4 Jumlah 93 100

Sumber: Data hasil penelitian

Sebesar 94,6% responden menjawab bahwa hubungan kekeluargaan masyarakat Tuktuk adalah erat, dan hanya 5,4% responden yang menjawab biasa saja.

4.4.30. Ketertarikan Wisatawan Asing yang Berkunjung ke Tuktuk untuk

Mengenal Penduduk Sekitar

Tabel 4.68.

Ketertarikan Wisatawan Asing yang Berkunjung ke Tuktuk untuk Mengenal Penduduk Sekitar No Tertarik/ tidaknya wisatawan asing yang

berkunjung ke Tuktuk untuk mengenal penduduk sekitar

Frekuensi (%)

1 Ya 86 92.5

2 Tidak 7 7.5

92,5% responden beranggapan bahwa turis asing yang berkunjung memiliki ketertarikan untuk bergaul atau mengenal penduduk sekitar, sedangkan 7,5% responden menjawab kebalikannya, yaitu bahwa turis asing yang berkunjung tidak memiliki ketertarikan untuk bergaul atau mengenal penduduk sekitar.

4.4.31. Preferensi Wisatawan Asing dalam Memilih Tempat Makan

Tabel 4.69.

Preferensi Wisatawan Asing dalam Memilih Tempat Makan No Preferensi Wisatawan Asing dalam

Memilih Tempat Makan

Frekuensi (%)

1 Makan di restoran/ cafeteria tempat ia menginap

43 46.2

2 Mencari restoran/ cafeteria di luar tempat ia menginap

49 52.7

3 Lainnya 1 1.1

Jumlah 93 100

Sumber: Data hasil penelitian

Sebanyak 52,7% responden beranggapan bahwa turis asing yang berkunjung menyukai restoran/cafetaria diluar tempat ia menginap, 46,2% responden menyatakan bahwa turis asing yang berkunjung menyukai restoran/cafetaria di tempat ia menginap, dan 1,1% memilih opsi lainnya dengan jawaban mencoba tempat-tempat baru.

4.4.32. Menu Makanan yang Mendominasi di Daerah Tuktuk Tabel 4.70.

Menu Makanan yang Mendominasi di Daerah Tuktuk No Menu Makanan yang Mendominasi di

Daerah Tuktuk

Frekuensi (%) 1 Makanan lokal – tradisional 5 5.4 2 Makanan bergaya barat/ asia luar negeri 42 45.2

3 Seimbang 46 49.5

Jumlah 93 100

Sumber: Data hasil penelitian

Sebanyak 49,5% responden berpendapat bahwa menu makanan yang ada di daerah wisata ini seimbang antara makanan barat/ Asia luar negeri dengan makanan lokal-tradisional, sedangkan sebanyak 45,2% responden berpendapat bahwa makanan yang mendominasi ialah makanan bergaya Barat/ asia luar negeri, dan 5,4% responden menyatakan makanan lokal – tradisional adalah makanan yang paling mendominasi.

4.4.33. Souvenir untuk Dibawa oleh Wisatawan Mancanegara ke

Negaranya

Tabel 4.71.

Souvenir untuk Dibawa oleh Wisatawan Mancanegara ke Negaranya No Setelah berlibur, wisatawan mancanegara

mencari dan membawa souvenir ke negaranya sebagai buah tangan

Frekuensi (%)

1 Ya 93 100.0

Jumlah 93 100

Sumber: Data hasil penelitian

4.4.34. Adanya Ketertarikan Wisatawan Mancanegara untuk Berkunjung Kembali Seusai Kunjungan Perdananya

Tabel 4.72.

Adanya Ketertarikan Wisatawan Mancanegara untuk Berkunjung Kembali Seusai Kunjungan Perdananya

No Adanya ketertarikan wisatawan

mancanegara untuk berkunjung kembali seusai kunjungan perdananya

Frekuensi (%)

1 Ya 93 100.0

Jumlah 93 100

Sumber: Data hasil penelitian

Semua responden menyatakan setuju bahwa wisatawan asing yang berkunjung tertarik untuk berkunjung kembali seusai kunjungan perdananya. Dari dua responden yang merupakan wisatawan mancanegara yang diwawancarai, seorang mengatakan akan kembali ke Tuktuk pada lain waktu jika ada kesempatan, dan seorang yang lain masih belum yakin apakah akan datang kembali di lain waktu atau tidak; mereka juga mengatakan Tuktuk adalah tempat yang indah yang tidak akan mudah mereka lupakan.

4.4.35. Intensitas Berkencan dengan Wisatawan Asing yang Dipandu

(Khusus Tour guide)

Tabel 4.73.

Intensitas Berkencan dengan Wisatawan Asing yang Dipandu (Khusus Tour guide) No Intensitas Berkencan dengan Wisatawan

Asing yang Dipandu (Khusus Tour guide) Frekuensi (%) 1 Pernah 17 77.3 2 Sering 1 4.5 3 Terkadang 4 18.2 Jumlah 22 100

Sebanyak 17 responden (77,3%) dari jumlah total 22 responden (100%) yang berprofesi sebagai tour guide, mengaku pernah berkencan dengan turis yang dipandu; 1 responden (4,5%) tour guide mengaku sering dan 4 tour guide (18,2%) mengaku terkadang berkencan dengan turis yang dipandu.

4.4.36. Tujuan Utama Wisatawan Asing jika Mengencani Penduduk Lokal

Tabel 4.74.

Tujuan Utama Wisatawan Asing jika Mengencani Penduduk Lokal No Tujuan utama wisatawan asing jika

mengencani penduduk lokal

Frekuensi (%) 1 Berkencan sambil berwisata alam 41 44.1

2 Berkencan di pub 52 55.9

Jumlah 93 100

Sumber: Data hasil penelitian

Sebanyak 55,9% responden mengemukakan tempat berkencan favorit dari wisatawan asing adalah di pub (Roy’s Pub & Gallery, Brando’s Pub, Tumba Diskotek, Bagus Bay), dan 44,1% responden lainnya menjawab tujuan utama wisatawan mancanegara untuk berkencan pada umumnya adalah sambil berwisata alam (berkeliling Tuktuk, menikmati pemandangan alam di Tuktuk, Pangururan, Pantai Pasir Putih, Tomok, berkeliling Pulau Samosir, mengitari danau Toba, hiking, touring, hotspring, Bukit Beta, Air Terjun Simangande, Aek Natonang).

4.4.37. Tempat untuk Merawat Wisatawan Asing yang Mendadak Mengalami Gangguan Kesehatan

Tabel 4.75.

Tempat untuk Merawat Wisatawan Asing yang Mendadak Mengalami Gangguan Kesehatan No Tempat untuk Merawat Wisatawan

Asing yang Mendadak Mengalami Gangguan Kesehatan Frekuensi (%) 1 Rumah Sakit 29 31.2 2 Klinik 1 1.1 3 Lainnya 63 67.7 Jumlah 93 100

Sumber: Data hasil penelitian

Sebanyak 31,2% responden menjawab rumah sakit adalah tujuan perawatan jika ada wisatawan asing yang mendadak sakit lumaya parah dan membutuhkan perawatan, hanya 1,1% responden yang menjawab klinik, dan yang paling mendominasi adalah sebanyak 67,7% responden yang menjawab lainnya (yaitu Puskesmas di Tuktuk).

4.4.38. Karakteristik Responden Berdasarkan Bahasa-Bahasa Asing yang Dikuasai

Tabel 4.76.

Karakteristik Responden Berdasarkan Bahasa-Bahasa Asing yang Dikuasai

No Bahasa Asing Frekuensi (%)

1 Bahasa Inggris 90 96.8 2 Bahasa Jerman 25 26.9 3 Bahasa Prancis 7 7.5 4 Bahasa Jepang - 0.0 5 Lain (Belanda) 21 22.6 6 Lain (Italia) 1 1.1

Sumber: Data hasil penelitian

Hampir seluruh responden menguasai bahasa Inggris, yaitu sebanyak 96,8%; sebanyak 26,9% menguasai bahasa Jerman, 7,5% responden menguasai bahasa Perancis, 22,6% responden menguasai bahasa Belanda dan 1,1% responden menguasai bahasa Italia. Adapun data yang ditampilkan di dalam tabel berasal dari 93 responden yang mana tidak keseluruhan responden menguasai bahasa asing, namun ditemukan bahwa beberapa responden menguasai lebih dari satu bahasa asing.

4.4.39. Status Kepemilikan Bangunan-Bangunan Berupa Penginapan di Tuktuk

Tabel 4.77.

Status Kepemilikan Bangunan-Bangunan Berupa Penginapan di Tuktuk No Status kepemilikan bangunan-bangunan

berupa penginapan di tuktuk

Frekuensi (%)

1 Milik penduduk lokal 93 100.0

Jumlah 93 100

Sumber: Data hasil penelitian

Keseluruhan responden menjawab bahwa status kepemilikan dari bangunan penginapan adalah milik penduduk lokal.

4.4.40. Karakteristik Responden Berdasarkan Status Kepemilikan Usaha

Yang Dikelolanya (Khusus Pengusaha) Tabel 4.78.

Karakteristik Responden Berdasarkan Status Kepemilikan Usaha Yang Dikelolanya (Khusus Pengusaha)

No Status kepemilikan usaha yang dikelola responden (khusus pengusaha)

Frekuensi (%)

1 Milik Pribadi 74 98.7

2 Join Venture 1 1.3

Jumlah 75 100

Sumber: Data hasil penelitian

Sebanyak 74 responden (98,7%) dari jumlah total 75 responden (100%) yang berprofesi sebagai pengusaha menyatakan bahwa status kepemilikan usaha yang dikelola adalah milik pribadi dan hanya 1 responden (1,3%) yang menyatakan bahwa status kepemilikan usaha ini join venture.

4.4.41. Ada/Tidaknya Program Khusus Secara Gotong Royong untuk Menjaga Kebersihan Tuktuk Sebagai Daerah Wisata

Tabel 4.79.

Ada/ Tidaknya Program Khusus Secara Gotong Royong untuk Menjaga Kebersihan Tuktuk Sebagai Daerah Wisata No Ada/ tidaknya program khusus secara

gotong royong untuk menjaga kebersihan tuktuk sebagai daerah wisata

Frekuensi (%)

1 Ada 92 98.9

2 Tidak 1 1.1

Jumlah 93 100

Sumber: Data hasil penelitian

Mayoritas responden yaitu 98,9% menjawab terdapat program khusus kebersihan yang dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat sekitar untuk menjaga kebersihan, dan hanya 1,1% yang menyatakan tidak ada.

4.4.42. Ada/ Tidaknya Wisatawan Asing yang Datang ke Daerah Ini yang

Secara Langsung atau Tidak Melakukan Pengerusakan Lingkungan, seperti Membuang Sampah Sembarangan atau Merusak Tanaman

Tabel 4.80.

Ada/Tidaknya Wisatawan Asing yang Datang ke Daerah Ini yang Secara Langsung atau Tidak Melakukan Pengerusakan Lingkungan, seperti Membuang Sampah

Sembarangan atau Merusak Tanaman No Ada/tidaknya wisatawan asing yang datang

ke daerah ini yang secara langsung atau tidak melakukan pengerusakan lingkungan, seperti membuang sampah sembarangan atau merusak tanaman

Frekuensi (%)

Mayoritas responden yaitu 98,9% menjawab tidak ada di antara para turis asing yang datang ke daerah ini yang secara langsung atau tidak melakukan pengerusakan lingkungan, seperti membuang sampah sembarangan atau merusak tanaman, hanya 1,1% yang menyatakan ada.

4.4.43. Pernah/ Tidak Terjadinya Tindakan Kriminal/ Kejahatan Baik

Besar Maupun Kecil yang Dilakukan oleh Penduduk Lokal Terhadap Wisatawan Asing

Tabel 4.81.

Pernah/ Tidak Terjadinya Tindakan Kriminal/ Kejahatan Baik Besar Maupun Kecil yang Dilakukan oleh Penduduk

Lokal Terhadap Wisatawan Asing No Pernah/ tidak terjadi tindakan kriminal/

kejahatan baik besar maupun kecil yang dilakukan oleh penduduk lokal terhadap wisatawan asing

Frekuensi (%)

1 Pernah 1 1.1

2 Tidak Pernah 92 98.9

Jumlah 93 100

Sumber: Data hasil penelitian

Mayoritas responden yaitu sebanyak 98,9% menjawab tidak pernah terjadi tindakan kriminal/ kejahatan baik besar maupun kecil yang dilakukan oleh penduduk lokal terhadap wisatawan asing.

4.4.44. Ada/ Tidaknya Peran Pemerintah dalam Menyokong Eksistensi Tuktuk Sebagai Daerah Wisata

Tabel 4.82.

Ada/ Tidaknya Peran Pemerintah dalam Menyokong Eksistensi Tuktuk Sebagai Daerah Wisata No Ada/ tidaknya peran pemerintah

dalam menyokong eksistensi Tuktuk sebagai daerah wisata

Frekuensi (%)

1 Ada 93 100.0

Jumlah 93 100

Sumber: Data hasil penelitian

Seluruh responden menjawab setuju bahwa terdapat peran pemerintah dalam menyokong eksistensi Tuktuk sebagai daerah wisata (yaitu berupa: perbaikan jalan/ pengaspalan jalan, pengadaan kapal, promosi via media cetak, internet dan media elektronik lainnya, membuat balai pertemuan, bantuan dana dalam pembangunan sarana-prasarana, pembangunan sarana dan prasarana secara langsung, pengadaan transportasi, dan membuat program kebersihan). Dari pertanyaan wawancara, yaitu perihal standar Tuktuk sebagai daerah wisata; apakah masih banyak kekurangan- kekurangan di berbagai hal, seperti pelayanan terhadap para wisatawan atau sarana dan prasarana yang kurang baik atau dukungan pemerintah yang masih terbilang kurang, D. Tamba sebagai salah satu informan menjawab “Di Tuktuk banyak terdapat objek wisata alam; pemandangan alam yang indah, pelayanan yang sudah cukup baik, pemandu wisata juga tersedia. Sarana dan prasarana masih kurang, misalnya jalanan yang sebagian masih rusak dan berlubang, lampu jalan yang masih jarang jaraknya, sehingga pada malam hari, untuk yang tidak terbiasa, suasananya

kurang dilakukan adalah promosi, baik ke dalam maupun luar negeri, padahal jika benar-benar difokuskan, Tuktuk merupakan daerah yang sangat berpotensi sebagai daerah wisata, selain Bali.” Sedangkan informan lain yaitu Tiresma Sianipar menjawab, “Tuktuk dalam usaha pengembangannya sebagai daerah wisata sudah lumayan baik, namun aksesibilitas yang masih kurang, dikarenakan pemerintah masih kurang mempromosikan Tuktuk ini kepada umum sebagai daerah wisata. Berbeda jauh dengan Bali, yang dapat dikatakan sudah lebih mengglobal dan diketahui oleh banyak wisatawan asing. Mengenai pelayanan terhadap wisatawan, serta sarana-prasarana saya rasa sudah cukup baik.” Dan masih berdasarkan hasil wawancara, Ivan, salah seorang wisatawan mancanegara mengemukakan pendapatnya “Tempat ini cukup bersih, namun jalan utamanya, astaga! Itu tidak layak. Saya harap mereka memperbaikinya nanti. Dan saya menyarankan agar penduduk/ turis lokal tidak membuang sampahnya sembarangan. Jika setiap orang sadar akan hal ini dengan baik, akan lebih mudah membangun daerah ini,” dan menurut pendapat Stefano, wisatawan mancanegara lainnya, “Oke, hal tersebut juga ada di pikiran saya.. mungkin situasi di sini dan di Italia sama. Di televisi anda

Dokumen terkait