HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum PT. Tolan Tiga Indonesia
4.3.1 Karakteristik Responden
4.3.1.4 Karakteristik Responden Berdasarkan Masa Kerja
Masa kerja mayoritas responden berada pada kategori > 10 tahun dengan persentase 47,9% atau berjumlah 23 orang, sisanya 5-10 tahun dengan persentase 27,1%, 1-5 tahun dengan persentase 25%. Karakteristik responden berdasarkan masa kerja dapat dilihat pada tabel 4.7 berikut.
Tabel 4.7
Identitas Responden Berdasarkan Masa Kerja No. Kategori (Tahun) Jumlah Nominal (orang) % 1. 1-5 Tahun 12 25 2. 5-10 Tahun 13 27,1 3. > 10 Tahun 23 47,9 Total 48 100
Sumber: Hasil Penelitian, 2015 (Data diolah) 4.3.2 Deskriptif Variabel
Pada penelitian ini akan dijelaskan secara deskriptif hasil dari penelitian pengaruh konflik dan kejenuhan melalui motivasi pada karyawan PT. Tolan Tiga Indonesia Medan, dengan tanggapan responden sebagai berikut:
Sangat Tidak Setuju (STS) = 1
Tidak Setuju (TS) = 2
Netral (N) = 3
Setuju (S) = 4
67 4.3.2.1 Konflik (X1)
Tanggapan responden mengenai konflik (X1): Tabel 4.8
Distribusi Tanggapan Responden Terhadap Konflik Item Pernyataan (1) (2) (3) (4) (5) Total F % F % F % F % F % F % 1 2 4,16 4 8,33 2 4,16 19 39,59 21 43,76 48 100 2 1 2,08 0 0,0 3 6,25 17 35,42 27 56,25 48 100 3 1 2,08 0 0.0 3 6,25 19 39,59 25 52,08 48 100 4 2 4,16 2 4,16 2 4,16 18 37,5 24 50,02 48 100 5 2 4,16 2 4,16 3 6,25 16 33,33 25 52,08 48 100 6 2 4,16 2 4,16 2 4,16 17 35,42 25 52,08 48 100 7 2 4,16 3 6,25 2 4,16 17 35,42 24 50,02 48 100 8 1 2,08 1 2,08 1 2,08 21 43,76 24 50,02 48 100
Sumber: Hasil Penelitian, 2015 (Data diolah)
1. Pada pernyataan “Saya merasakan ketidaknyamanan dengan rekan kerja saat bekerja”, dapat digambarkan bahwa 21 orang atau 43,76% responden menyatakan nyaman (4), sedangkan 19 orang atau 39,59% responden menyatakan sangat nyaman (5), 4 orang atau 8,33% responden menyatakan tidak nyaman (2), 2 orang atau 4,26% responden menyatakan sangat tidak nyaman (2) dan 2 orang atau 4,26% responden menyatakan netral . Hal ini menunjukkan bahwa ketidaknyamanan saat bekerja akan mempengaruhi konflik dengan rekan kerja.
2. Pada pernyataan “Saya memiliki hubungan baik dengan rekan kerja”, dapat digambarkan bahwa 27 orang atau 56,25% responden menyatakan baik (4), sedangkan 17 orang atau 35,42% responden menyatakan sangat baik (5), 3 orang atau 6,25% responden menyatakan netral (3) dan 1 orang atau 2,08% responden menyatakan sangat tidak baik (1). Hal ini
68 menunjukkan bahwa hubungan yang baik dengan rekan kerja dapat mendorong karyawan untuk bekerja lebih baik.
3. Pada pernyataan “Saya merasa mudah marah saat bekerja”, dapat digambarkan bahwa 25 orang atau 52,08% responden menyatakan sangat tidak mudah marah (5), sedangkan 19 orang atau 39,59% responden menyatakan tidak mudah marah (4), 3 orang atau 6,25% responden menyatakan netral (3) dan 1 orang atau 2,08% responden menyatakan sangat mudah marah (1). Hal ini menunjukkan bahwa perasaan mudah marah dapat membuat suasana menjadi kurang kondusif di antara karyawan.
4. Pada pernyataan “Sering terjadi salah paham di antara karyawan”, dapat digambarkan bahwa 24 orang atau 50,02% responden menyatakan tidak pernah terjadi (5), sedangkan 18 orang atau 37,5% responden menyatakan pernah terjadi (4), 2 orang atau 4,16% responden menyatakan netral (3), 2 orang atau 4,16% responden menyatakan sering terjadi (4) dan 2 orang atau 4,16% responden menyatakan sangat sering terjadi (5). Hal ini menunjukkan kesalahpahaman dapat menyebabkan terjadinya konflik di antara karyawan.
5. Pada pernyataan “Saya merasa ada ketidaksesuaian dalam hal pembagian tugas”, dapat digambarkan bahwa 25 orang atau 52,08% responden menyatakan sangat sesuai (5), sedangkan 16 orang atau 33,33% responden menyatakan sesuai (4), 3 orang atau 6,25% responden menyatakan netral, 2 orang atau 4,16% responden menyatakan tidak sesuai, dan 2 orang atau
69 4,16% responden menyatakan sangat tidak sesuai. Hal ini menunjukkan bahwa kesesuaian tugas diperlukan untuk mencapai tujuan dalam perusahaan.
6. Pada pernyataan “Sering terjadi perselisihan ide antar karyawan”, dapat digambarkan bahwa 25 orang atau 52,08% responden menyatakan tidak pernah terjadi (5), sedangkan 17 orang atau 35,42% responden menyatakan pernah terjadi (4), 2 orang atau 4,16% responden menyatakan netral (3), 2 orang atau 4,16% menyatakan sering terjadi (2) dan 2 orang atau 4,16% menyatakan sangat sering terjadi (1). Hal ini menunjukkan bahwa perselisihan ide di antara karyawan dapat menimbulkan konflik kerja jika tidak disertai pemaaman yang memadai terhadap ide-ide tersebut.
7. Pada pernyataan “Saya memiliki pandangan yang berbeda saat bekerja dengan rekan kerja”, dapat digambarkan bahwa 24 orang atau 50,02% responden menyatakan sangat sama (5), sedangkan 17 orang atau 35,42% responden menyatakan sama (4), 3 orang atau 6,25% responden menyatakan berbeda (2), 2 orang atau 4,16% responden menyatakan netral (3) dan 2 orang atau 4,16% responden menyatakan sangat berbeda (1). Hal ini menunjukkan bahwa perbedaan pandangan saat bekerja dapat mengarah ke konflik di antara karyawan.
8. Pada pernyataan “Sering terjadi ketidaksepakatan dalam membuat keputusan”, dapat digambarkan bahwa, 24 orang atau 50,02% responden menyatakan tidak pernah terjadi (5), sedangkan 21 orang atau 43,76%
70 responden menyatakan pernah terjadi (4), 1 orang atau 2,08% responden menyatakan netral (3), 1 orang atau 2,08% responden menyatakan sering terjadi (2) dan 1 orang atau 2,08% responden menyatakan sangat sering (1). Hal ini menunjukkan bahwa ketidaksepakatan dalam membuat keputusan berawal dari karyawan yang memiliki persepsi berbeda.
Berdasarkan tabel 4.8 maka dapat diambil kesimpulan bahwa hal-hal yang paling dominan dapat menimbulkan konflik adalah ketidaknyamanan dengan rekan kerja dan pandangan yang berbeda saat bekerja. Hal ini terlihat dari pernyataan “Saya merasakan ketidaknyamanan dengan rekan kerja” sebanyak 4 orang menyatakan tidak nyaman dan 2 orang menyatakan sangat tidak nyaman, pernyataan “Saya memiliki pandangan yang berbeda saat bekerja dengan rekan kerja” sebanyak 3 orang menyatakan memiliki pandangan berbeda dan 2 orang menyatakan memiliki pandangan sangat berbeda.
Dapat disimpulkan bahwa konflik kerja yang terjadi di karyawan sedang. 4.3.2.2Kejenuhan (x2)
Tanggapan responden mengenai kejenuhan (x2): Tabel 4.9
Distribusi Tanggapan Responden Terhadap Kejenuhan Item Pernyataan (1) (2) (3) (4) (5) Total F % F % F % F % F % F % 1 1 2,08 1 2,08 3 6,25 8 16,67 35 72,92 48 100 2 1 2,08 0 0,0 4 8,33 8 16,67 35 72,92 48 100 3 0 0,0 1 2,08 2 4,16 5 10,42 40 83,34 48 100 4 1 2,08 1 2,08 1 2,08 2 4,16 43 89,6 48 100 5 1 2,08 2 4,16 0 0,0 5 10,42 40 83,34 48 100 6 1 2,08 1 2,08 3 6,25 2 4,16 41 85,43 48 100 7 1 2,08 3 6,25 1 2,08 2 4,16 41 85,43 48 100 8 1 2,08 2 4,16 2 4,16 4 8,33 39 81,27 48 100 9 1 2,08 1 2,08 3 6,25 4 8,33 39 81,27 48 100
71 1. Pada pernyataan “Saya mengalami kelelahan fisik seperti sakit kepala”,
dapat digambarkan bahwa 35 orang atau 72,92% responden menyatakan tidak pernah terjadi (5), sedangkan 8 orang atau 16,67% responden menyatakan pernah terjadi (4), 3 orang atau 6,25% responden menyatakan netral (3), 1 orang atau 2,08% responden menyatakan sering terjadi (2) dan 1 orang atau 2,08% responden menyatakan sangat sering terjadi (1). Hal ini menunjukkan bahwa karyawan yang memiliki kelelahan fisik dapat menunda untuk mengerjakan pekerjannya.
2. Pada pernyataan “Saya mengalami kelelahan emosi seperti sering kesal”, dapat digambarkan bahwa 35 orang atau 72,92% responden menyatakan tidak pernah terjadi (5), sedangkan 8 orang atau 16,67% responden menyatakan pernah terjadi (4), 4 orang atau 8,33% responden menyatakan netral (3) dan 1 orang atau 2,08% responden menyatakan sangat sering (1). Hal ini menunjukkan bahwa karyawan yang memiliki kelelahan emosi menyebabkan karyawan menarik diri dari rekan kerja.
3. Pada pernyataan “Saya mengalami kelelahan pikiran seperti tidak mampu berkonsentrasi”, dapat digambarkan bahwa 40 orang atau 83,34% responden menyatakan tidak pernah terjadi (5), sedangkan 5 orang atau 10,42% responden menyatakan pernah terjadi (4), 2 orang atau 4,16% responden menyatakan netral (3) dan 1 orang atau 2,08% responden menyatakan sering terjadi (2). Hal ini menunjukkan bahwa karyawan yang memiliki kelelahan pikiran, prestasi kerjanya akan semakin menurun.
72 4. Pada pernyataan “Saya merasa terlalu diatur oleh perusahaan dalam
mengerjakan tugas”, dapat digambarkan bahwa 43 orang atau 89,6% responden menyatakan sangat tidak terlalu diatur (5), sedangkan 2 orang atau 4,16% responden menyatakan tidak terlalu diatur (4), 1 orang atau 2,08% responden menyatakan netral (3), 1 orang atau 2,08% responden menyatakan terlalu diatur (2) dan 1 orang atau 2,08% responden menyatakan sangat terlalu diatur (1). Hal ini menunjukkan bahwa perasaan terlalu diatur oleh perusahaan dapat mengakibatkan karyawan tidak dapat mengekspresikan diri secara baik dalam mengerjakan tugasnya.
5. Pada pernyataan “Saya tidak suka melakukan perubahan-perubahan”, dapat digambarkan bahwa 40 orang atau 83,34% responden menyatakan sangat suka (5), sedangkan 5 orang atau 10,42% responden menyatakan suka (4), 2 orang atau 4,16% responden menyatakan tidak suka (2) dan 1 orang atau 2,08% responden menyatakan sangat tidak suka (1). Hal ini menunjukkan bahwa karyawan yang tidak suka melakukan perubahan cenderung tidak melakukan inovasi akan pekerjaannya, dan hasil kerjanya juga tidak menarik.
6. Pada pernyataan “Saya memilih untuk menyindiri saat bekerja”, dapat digambarkan bahwa 41 orang atau 85,43% responden menyatakan sangat tidak suka menyendiri (5), sedangkan 3 orang atau 6,25% responden menyatakan netral (3), 2 orang atau 4,16% responden menyatakan tidak suka menyendiri (2), 1 orang atau 2,08% responden menyatakan suka menyendiri (4) dan 1 orang atau 2,08% responden menyatakan sangat suka
73 menyendiri (1). Hal ini menunjukkan bahwa karyawan yang bekerja sendiri menunjukkan sikap yang menjauh dari lingkungan social.
7. Pada pernyataan “Saya sering tidak masuk kantor”, dapat digambarkan bahwa 41 orang atau 85,43% responden menyatakan sangat rajin masuk (5), 3 orang atau 6,25% responden menyatakan sering tidak masuk (2), 2 orang atau 4,16% responden menyatakan rajin masuk (4), 1 orang atau 2,08% responden menyatakan netral (3) sedangkan 1 orang atau 2,08% responden menyatakan sangat sering tidak masuk (1). Hal ini menunjukkan bahwa tingginya absen karyawan dapat diakibatkan oleh karyawan yang mengalami keletihan dalam bekerja.
8. Pada pernyataan “Saya memiliki keengganan untuk bekerja”, dapat digambarkan bahwa 39 orang atau 81,27% responden menyatakan sangat rajin bekerja (5), 4 orang atau 8,33% responden menyatakan rajin bekerja (4), 2 orang atau 4,16% responden menyatakan netral, 2 orang atau 4,16% responden menyatakan enggan bekerja (2), sedangkan 1 orang atau 2,08% responden menyatakan sangat enggan bekerja (1). Hal ini menunjukkan bahwa karyawan yang enggan bekerja mulai kehilangan komitmen dalam pekerjaannya.
9. Pada pernyataan “Saya sering menunda pekerjaan yang diberikan kepada saya”, dapat digambarkan bahwa 39 orang atau 81,27% responden menyatakan tidak pernah menunda (5), 4 orang atau 8,33% responden menyatakan pernah menunda (4), 3 orang atau 6,25% responden menyatakan netral (3), 1 orang atau 2,08% responden menyatakan sering
74 menunda (2) sedangkan 1 orang atau 2,08% responden menyatakan sering menunda (1). Hal ini menunjukkan bahwa menunda pekerjaan disebabkan oleh penurunan keinginan untuk bekerja seiring waktu.
Berdasarkan tabel 4.9 maka dapat diambil kesimpulan bahwa hal-hal yang paling dominan menjadi indicator kejenuhan adalah tidak masuk kantor dan keengganan bekerja. Hal ini terlihat dari pernyataan “Saya sering tidak masuk kantor” sebanyak 3 orang menyatakan sering tidak masuk dan 1 orang menyatakan sangat sering tidak masuk, dan pernyataan “Saya memiliki keengganan untuk bekerja” sebanyak 2 orang menyatakan enggan bekerja dan 2 orang menyatakan sangat enggan bekerja.
Dapat disimpulkan bahwa kejenuhan yang terjadi di karyawan rendah. 4.3.2.3 Kepuasan Kerja (y)
Tanggapan responden mengenai kepuasan kerja (y): Tabel 4.10
Distribusi Tanggapan Responden Terhadap Kepuasan Kerja Item Pernyataan (1) (2) (3) (4) (5) Total F % F % F % F % F % F % 1 0 0,0 0 0,0 8 16,67 19 39,58 21 43,75 48 100 2 0 0,0 0 0,0 8 16,67 27 56,25 13 27,08 48 100 3 0 0,0 0 0,0 7 14,58 22 45,84 19 39,58 48 100 4 0 0,0 0 0,0 7 14,58 24 50 17 35,42 48 100 5 0 0,0 0 0,0 6 12,5 26 54,17 16 33,33 48 100 6 0 0,0 0 0,0 8 16,67 24 50 16 33,33 48 100 7 0 0,0 0 0,0 5 10,42 24 50 19 39,58 48 100 8 0 0,0 0 0,0 6 12,5 22 45,84 20 41,66 48 100
Sumber: Hasil Penelitian, 2015 (Data diolah)
1. Pada pernyataan “Gaji yang saya dapat sesuai dengan beban kerja saya selama ini”, dapat digambarkan bahwa 21 orang atau 43,75% responden menyatakan sangat sesuai (5), sedangkan 19 orang atau 39,58%
75 menyatakan sesuai (4) dan 8 orang atau 16,67% responden menyatakan netral (3). Hal ini menunjukkan bahwa kesulitan pekerjaan, resiko dan tanggung jawab disesuaikan dengan gaji yang diterima.
2. Pada pernyataan “Saya mendapatkan tunjangan yang sesuai prestasi kerja saya”, dapat digambarkan bahwa 27 orang atau 56,25% responden menyatakan sesuai (4), sedangkan 13 orang atau 27,08% responden menyatakan sangat sesuai (5) dan 8 orang atau 16,67% responden menyatakan netral (3). Hal ini menunjukkan bahwa hasil kerja yang dicapai karyawan sesuai dengan tujuan perusahaan.
3. Pada pernyataan “Ada banyak peluang promosi yang diberikan kepada saya”, dapat digambarkan bahwa 22 orang atau 45,84% responden menyatakan banyak peluang (4), sedangkan 19 orang atau 39,58% responden menyatakan sangat banyak peluang (5) dan 7 orang atau 14,58% responden menyatakan netral (3). Hal ini menunjukkan bahwa dengan pemberian promosi kepada karyawan maka kepuasan kerja yang dimiliki karyawan juga akan meningkat.
4. Pada pernyataan “Pekerjaan saya membutuhkan berbagai ketrampilan yang dimiliki”, dapat digambarkan bahwa 24 orang atau 50% responden menyatakan dibutuhkan (4), sedangkan 17 orang atau 35,42% responden menyatakan sangat dibutuhkan (5) dan 7 orang atau 14,58% responden menyatakan netral (3). Hal ini menunjukkan bahwa ketrampilan yang dimiliki karyawan diperlukan oleh perusahaan untuk mencapai tujuan organisasi.
76 5. Pada pernyataan “Saya merasa pekerjaan saya penting dalam mencapai
tujuan perusahaan”, dapat digambarkan bahwa 26 orang atau 54,17% responden menyatakan penting (4), sedangkan 16 orang atau 33,33% responden menyatakan sangat penting (5) dan 6 orang atau 12,5% responden menyatakan netral (3). Hal ini menunjukkan bahwa karyawan yang merasa pekerjaan yang ia miliki mempunyai peran penting dalam pencapaian tujuan perusahaan bekerja lebih giat dan rajin.
6. Pada pernyataan “Ada kebebasan dalam mengerjakan tugas yang
diberikan”, dapat digambarkan bahwa 24 orang atau 50% responden menyatakan bebas (4), sedangkan 16 orang atau 33,33% responden menyatakan sangat bebas (5) dan 8 orang atau 16,67% responden menyatakan netral (3). Hal ini menunjukkan bahwa kebebasan dalam mengerjakan tugas dapat mendorong karyawan lebih bertanggung jawab akan hasil kerjanya.
7. Pada pernyataan “Tempat bekerja saya memadai untuk membantu saya melaksanakan tugas”, dapat digambarkan bahwa 24 orang atau 50% responden menyatakan memadai (4), sedangkan 19 orang atau 39,58% responden menyatakan sangat memadai (5) dan 5 orang atau 10,42% responden menyatakan netral (3). Hal ini menunjukkan bahwa tempat bekerja yang memadai membuat karyawan lebih fokus dalam mengerjakan tugasnya.
8. Pada pernyataan “Saya menyukai suasana lingkungan pekerjaan saya saat ini”, dapat digambarkan bahwa 22 orang atau 45,84% responden
77 menyatakan menyukai (4), sedangkan 20 orang atau 41,66% responden menyatakan sangat menyukai (5) dan 6 orang atau 12,5% responden menyatakan netral (3). Hal ini menunjukkan bahwa suasana lingkungan yang baik dan kondusif diperlukan untuk membantu karyawan mencapai tujuan perusahaan.
Berdasarkan tabel 4.10 maka dapat diambil kesimpulan bahwa hal-hal yang paling dominan menjadi indicator kepuasan kerja adalah gaji dan suasan bekerja. Hal ini terlihat dari pernyataan “Gaji yang saya dapat sesuai dengan beban kerja saya selama ini” sebanyak 21 orang menyatakan sangat sesuai dan 19 orang menyatakan sesuai, dan pernyataan “Saya menyukai suasana lingkungan pekerjaan saya saat ini” sebanyak 22 orang menyatakan menyukai dan 20 orang menyatakan sangat menyukai.
Dapat disimpulkan bahwa kepuasan kerja yang dimiliki karyawan tinggi. 4.3.2.4 Motivasi (z)
Tanggapan responden mengenai motivasi (z): Tabel 4.11
Distribusi Tanggapan Responden Terhadap Motivasi Item Pernyataan (1) (2) (3) (4) (5) Total F % F % F % F % F % F % 1 0 0,0 0 0,0 0 0,0 28 58,33 20 41,67 48 100 2 0 0,0 0 0,0 0 0,0 25 52,08 23 47,92 48 100 3 0 0,0 0 0,0 0 0,0 26 54,17 22 45,83 48 100 4 0 0,0 0 0,0 1 2,08 24 50 23 47,92 48 100 5 0 0,0 0 0,0 0 0,0 27 56,25 21 43,75 48 100 6 0 0,0 0 0,0 0 0,0 26 54,17 22 45,83 48 100 7 0 0,0 0 0,0 0 0,0 28 58,33 20 41,67 48 100 8 0 0,0 0 0,0 0 0,0 30 62,5 18 37,5 48 100
78 1. Pada pernyataan “Saya senang dengan pekerjaan saya sekarang”, dapat
digambarkan bahwa 28 orang atau 58,33% responden menyatakan senang (4), sedangkan 20 orang atau 41,67% responden menyatakan sangat senang (5). Hal ini menunjukkan bahwa pekerjaan yang dimiliki oleh karyawan mendorong karyawan untuk bekerja lebih baik.
2. Pada pernyataan “Saya merasa ada kemajuan dalam karir saya selama bekerja”, dapat digambarkan bahwa 25 orang atau 52,08% responden menyatakan ada kemajuan (4), sedangkan 23 orang atau 47,92% responden menyatakan sangat ada kemajuan (5). Hal ini menunjukkan bahwa karir adalah sesuatu yang harus dikejar oleh setiap karyawan, oleh karena itu perusahaan harus memberi kesempatan.
3. Pada pernyataan “Saya sering mendapat penghargaan atas hasil kerja yang saya lakukan ”, dapat digambarkan bahwa 26 orang atau 54,17% responden menyatakan mendapat penghargaan (4), sedangkan 22 orang atau 45,83% responden menyatakan sering mendapat penghargaan (5). Hal ini menunjukkan bahwa pemberian penghargaan dapat memberikan kepuasan pada karyawan agar mempengaruhi karyawan untuk meningkatkan kinerja.
4. Pada pernyataan “Saya selalu menyelesaikan tugas sesuai dengan instruksi yang diberikan”, dapat digambarkan bahwa 24 orang atau 50% responden menyatakan sesuai (4), sedangkan 23 orang atau 47,92% responden menyatakan sangat sesuai (5) dan 1 orang atau 2,08% responden menyatakan netral (3). Hal ini menunjukkan bahwa kejelasan instruksi
79 diperlukan karyawan agar hasil kerja yang dihasilkan sesuai dengan yang diharapkan.
5. Pada pernyataan “Pengawasan yang dilakukan pada karyawan sudah baik”, dapat digambarkan bahwa 27 orang atau 56,25% responden menyatakan baik (4), sedangkan 21 orang atau 43,75% responden menyatakan sangat baik (5). Hal ini menunjukkan bahwa pengawasan yang baik terhadap karyawan dapat memberikan karyawan kesempatan untuk mengembangkan kemampuannya dalam pekerjaan.
6. Pada pernyataan “Semua karyawan mendapat kesempatan promosi yang sama”, dapat digambarkan bahwa 26 orang atau 54,17% responden menyatakan sama (4), sedangkan 22 orang atau 45,83% responden menyatakan sangat sama (5). Hal ini menunjukkan bahwa promosi dapat diartikan sebagai penghargaan atas potensi dan prestasi yang diberikan karyawan kepada perusahaan selama ini.
7. Pada pernyataan “Kondisi kerja sudah sangat menyenangkan”, dapat digambarkan bahwa 28 orang atau 58,33% responden menyatakan menyenangkan (4), sedangkan 20 orang atau 41,67% responden menyatakan sangat menyenangkan (5). Hal ini menunjukkan bahwa dengan kondisi kerja yang menyenangkan karyawan dapat bekerja lebih nyaman dan mendorong karyawan bekerja lebih keras.
8. Pada pernyataan “Perusahaan memberikan insentif yang sesuai dengan beban kerja”, dapat digambarkan bahwa 30 orang atau 62,5% responden menyatakan sesuai (4), sedangkan 18 orang atau 37,5% responden
80 menyatakan sangat sesuai (5). Hal ini menunjukkan bahwa dengan pemberian insentif yang sesuai diharapkan karyawan dapat meningkatkan kinerja.
Berdasarkan tabel 4.11 maka dapat diambil kesimpulan bahwa hal-hal yang paling dominan menjadi indikator motivasi adalah insentif, pekerjaan itu sendiri dan kondisi kerja. Hal ini terlihat dari pernyataan “Perusahaan memberikan insentif yang sesuai dengan beban kerja” sebanyak 30 orang menyatakan sesuai dan 18 orang menyatakan sangat sesuai, pernyataan “Saya senang dengan pekerjaan saya sekarang” sebanyak 28 orang menyatakan senang dan 20 orang menyatakan sangat senang dan pernyataan “Kondisi kerja sudah sangat menyenangkan” sebanyak 28 orang menyatakan menyenangkan dan 20 orang menyatakan sangat menyenangkan.
Dapat disimpulkan bahwa motivasi yang diberikan kepada karyawan tinggi. 4.4 Pengujian Hipotesis (1) dan (2)
4.4.1 Uji Normalitas
Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah sebuah distribusi data mengikuti atau mendekati distribusi yang normal. Model regresi yang baik adalah model regresi yang berdistribusi normal atau mendekati normal. Uji normalitas dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan analisis histogram, grafik dan uji statistik Kolmogrov-Smirnov.