HASIL DAN PEMBAHASAN
4.3 Karakteristik Responden dan Usaha
Responden dalam penelitian ini adalah 50 pengusaha di Kota Medan. Setelah kuesioner disebarkan maka dapat dilihat bahwa setiap responden memiliki karakteristik yang berbeda-beda.
4.3.1 Berdasarkan Jenis Kelamin
Responden yang menjadi sampel dalam penelitian ini yaitu dikelompokkan berdasarkan jenis kelamin dalam dua kelompok yaitu laki-laki dan perempuan. Untuk mengetahui proporsi lebih jelas maka dapat dilihat pada tabel 4.6 berikut:
Tabel 4.6
Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Frekuensi Persentase Persentase kumulatif
laki-laki 25 50.0 50.0
Perempuan 25 50.0 100.0
Total 50 100.0
Sumber: Hasil Pengolahan SPSS Catatan. SS : Sangat Setuju
S : Setuju
KS : Kurang Setuju TS : Tidak Setuju STS : Sangat Tidak Setuju
Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa sampel yang berjumlah 50 orang pengusaha UMKM di kota Medan terdiri atas 50% atau 25 orang responden jenis kelamin laki-laki dan 25 orang responden jenis kelamin perempuan.
4.3.2 Berdasarkan Usia
Responden yang menjadi sampel dalam penelitian ini yaitu responden yang termasuk dalam usia kerja yaitupenduduk usia kerja (15 tahun dan lebih) yang memiliki usaha sendiri. Untuk mengetahui proporsi lebih jelas maka dapat dilihat pada tabel 4.7 berikut:
Tabel 4.7
Karakteristik Responden Berdasarkan Usia
Frekuensi Persentase Persentase kumulatif
19.00 2 4.0 4.0 21.00 2 4.0 8.0 24.00 2 4.0 12.0 25.00 1 2.0 14.0 26.00 1 2.0 16.0 27.00 2 4.0 20.0 28.00 1 2.0 22.0 29.00 2 4.0 26.0 30.00 3 6.0 32.0 31.00 1 2.0 34.0 32.00 2 4.0 38.0 34.00 3 6.0 44.0 35.00 2 4.0 48.0 36.00 1 2.0 50.0 37.00 2 4.0 54.0 39.00 4 8.0 62.0 40.00 5 10.0 72.0 41.00 2 4.0 76.0 42.00 1 2.0 78.0 43.00 3 6.0 84.0 45.00 2 4.0 88.0 49.00 1 2.0 90.0 50.00 2 4.0 94.0 52.00 2 4.0 98.0 53.00 1 2.0 100.0 Total 50 100.0
Sumber: Hasil Pengolahan SPSS
Dari data yang ada dapat diketahui bahwa responden mulai dari usia 19 tahun hingga berusia 53 tahun dan responden paling dominan berusia 40 tahun yaitu sebanyak 5 orang atau sekitar 10% dari jumlah responden secara keseluruhan.
4.3.3 Berdasarkan Tingkat Pendidikan
Responden yang menjadi sampel dalam penelitian ini yaitu dikelompokkan berdasarkan jenis kelamin dalam tiga kelompok yaitu SMP, SMA,
D3danS1. Untuk mengetahui proporsi lebih jelas maka dapat dilihat pada tabel 4.8 berikut:
Tabel 4.8
Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan
Frekuensi Persentase Kumulatif Persentase
SMP 8 16.0 16.0
SMA 31 62.0 78.0
D3 dan S1 11 22.0 100.0
Total 50 100.0
Sumber: Hasil Pengolahan SPSS Catatan. SS : Sangat Setuju
S : Setuju
KS : Kurang Setuju TS : Tidak Setuju STS : Sangat Tidak Setuju
Berdasarkan tabel 4.8 diketahui bahwa responden yang memiliki jumlah terbanyak berdasarkan tingkat pendidikan adalah responden dengan tingkat pendidikan SMA yaitu sebanyak 31 orang atau 62% dari keseluruhan responden, selanjutnya responden dengan tingkat pendidikan Sarjana Muda(D3) atau lebih tinggi (S1) sebanyank 11 orang atau 22% sedangkan tingkat pendidikan SMP yaitu sebanyak 8 orang atau sekitar 10% dari keseluruhan responden. Hal ini menunjukkan penilaian melalui tingkat pendidikan bahwa sebagian besar responden merupakan pengusaha yang memiliki tingkat pendidikan yang baik. 4.3.4 Mengenai Kelembagaan di Kota Medan
Responden yang menjadi sampel dalam penelitian ini diminta untuk memberikan persepsi mengenai kinerja kelembagaan yang ada di Kota Medan.Untuk mengetahui proporsi lebih jelas maka dapat dilihat pada tabel 4.9 berikut:
Tabel 4.9
Persepsi Responden Secara DominanMengenai Kelembagaan di Kota Medan
NO Variable Kelembagaan Jumlah
(frekuensi)
Persentase
(%) Tanggapan
1.
Konsistensi peraturan yang mengatur kegiatan usaha di Kota Medan
28 56 KS
2. Penegakan hukum dalam kaitannya
dengan dunia usaha di Kota Medan 21 41 KS
3. Pungli diluar birokrasi terhadap
kegiatan usaha di Kota Medan 22 44 KS
4. Birokrasi pelayanan terhadap dunia
usaha di Kota Medan 27 54 KS
5. Penyalagunaan wewenang oleh
aparatur di Kota Medan 23 46 KS
6. Struktur pungutan oleh pemerintah
daerah terhadap dunia usaha 25 50 KS
7. Peraturan produk hukum daerah
berupa pajak dan retribusi 29 58 KS
Sumber: Hasil Pengolahan SPSS Catatan. SS : Sangat Setuju
S : Setuju
KS : Kurang Setuju TS : Tidak Setuju STS : Sangat Tidak Setuju
Berdasarkan data primer yang diolah dari masing-masing variable dapat dilihat bahwa jika dirata-ratakan secara keseluruhan dari 50 orang responden sebanyak 21-29 orang responden atau sekitar 41%-58% pengusaha UMKM di Kota Medan memberikan persepsi Kurang Setuju (KS) mengenai kelembagaan di kota Medan.
4.3.5 Mengenai Sosial Politik di Kota Medan
Responden yang menjadi sampel dalam penelitian ini diminta untuk memberikan persepsi mengenai Sosial Politik di Kota Medan.Untuk mengetahui proporsi lebih jelas maka dapat dilihat pada tabel 4.10 berikut:
Tabel 4.10
Persepsi Responden Secara DominanMengenai Sosial Politik di Kota Medan
NO Variable Kelembagaan Jumlah (frekuensi)
Persentase
(%) Tanggapan
1. Kondisi stabilitas politik
di Kota Medan. 21 42 S
2. Potensi konflik di
masyarakat. 18 38 S
3. Intensitas unjuk rasa di
Kota Medan. 22 44 S
4. Hubungan antara
eksekutif dan legislatif. 23 46 S
5.
Gangguan keamanan terhadap aktivitas dunia usaha. 32 64 S 6. Gangguan keamanan terhadap masyarakat dilingkungan sekitar tempat kegiatan usaha.
31 62 S 7. Kecepatan aparat menanggulangi gangguan keamanan di Kota Medan. 20 40 S 8. Partisipasi masyarakat dan dunia usaha dalam perumusan kebijakan pemerintah daerah.
32 64 S
9. Keterbukaan masyarakat
terhadap dunia usaha. 36 72 S
10. Perilaku masyarakat
terhadap diskriminasi. 35 70 S
11.
Adat istiadat masyarakat
daerah semakin mendukung kegiatan dunia usaha.
41 82 S
12.
Etos kerja masyarakat
daerah semakin meningkat.
35 70 S
Sumber: Hasil Pengolahan SPSS Catatan. SS : Sangat Setuju
S : Setuju
KS : Kurang Setuju TS : Tidak Setuju STS : Sangat Tidak Setuju
Berdasarkan data primer yang diolah untuk masing-masing variable dapat dilihat bahwa jika dirata-ratakan secara keseluruhan dari 50 orang responden sebanyak 19-41 orang responden atau sekitar 38%-82% pengusaha UMKM di
Kota Medan memberikan persepsi Setuju (S) mengenai Sosial Politik di kota Medan.
4.3.6 Mengenai Sistem Keuangan di Kota Medan
Responden yang menjadi sampel dalam penelitian ini diminta untuk memberikan persepsi mengenai kinerja Sistem Keuangan yang ada di Kota Medan.Untuk mengetahui proporsi lebih jelas maka dapat dilihat pada tabel 4.11 berikut
TabeL 4.11
Persepsi Responden Secara DominanMengenai Sistem Keuangan di Kota Medan
NO Variable Kelembagaan Jumlah (frekuensi)
Persentase
(%) Tanggapan
1. Jumlah kantor bank di
Kota Medan. 38 76 S
2. Fasilitas perbankan di
Kota Medan. 30 60 S
3.
Jumlah kantor lembaga keuangan bukan bank di Kota Medan.
36 72 S
4. Fasilitas lembaga
keuangan bukan bank. 27 54 S
5.
Kredit perbankan yang disalurkan perbankan di Kota Medan.
28 56 S
6.
Kinerja lembaga keuangan (bank dan non
bank) di Kota Medan.
24 48 S
Sumber: Hasil Pengolahan SPSS Catatan. SS : Sangat Setuju
S : Setuju
KS : Kurang Setuju TS : Tidak Setuju STS : Sangat Tidak Setuju
Berdasarkan data primer yang diolah untuk masing-masing variable baik lembaga keuangan Bank dan nonBank dapat dilihat bahwa jika dirata-ratakan secara keseluruhan dari 50 orang responden sebanyak 24-38 orang responden atau sekitar 48%-76% pengusaha UMKM di Kota Medan memberikan persepsi Setuju
(S) mengenai jumlah kantor, fasilitas lembaga keuangan serta kinerja lembaga yang mendukung Sistem Keuangan di kota Medan.
4.3.7 Mengenai Infrastruktur di Kota Medan
Responden yang menjadi sampel dalam penelitian ini diminta untuk memberikan persepsi mengenai kualitas Infrastruktur di Kota Medan. Untuk mengetahui proporsi lebih jelas maka dapat dilihat pada tabel 4.12 berikut:
Tabel 4.12
Persepsi Responden Secara DominanMengenai Infrastruktur di Kota Medan NO Variable Kelembagaan Jumlah (frekuensi) Persentase (%) Tanggapan 1. Ketersediaan jalan di Kota Medan. 27 54 S 2. Ketersediaan pelabuhan laut. 29 58 S 5. Ketersediaan pelabuhan udara. 30 60 S 6. Ketersediaan saluran telepon. 33 66 S
7. Kualitas jalan di Kota
Medan. 26 52 S
8. Akses dan kualitas
pelabuhan laut. 30 60 S
9. Akses dan kualitas
pelabuhan udara. 33 66 S
10. Kualitas saluran dan
sambungan telepon. 39 78 S 11. Ketersediaan energi alternatif di Kota Medan. 18 36 TS 12. Ketersediaan saluran sambungan listrik di Kota Medan. 22 44 S
13. Kualitas suplai listrik
di Kota Medan. 24 48 KS
Sumber: Hasil Pengolahan SPSS Catatan. SS : Sangat Setuju
S : Setuju
KS : Kurang Setuju TS : Tidak Setuju STS : Sangat Tidak Setuju
Berdasarkan data primer yang diolah untuk masing-masing variable dapat dilihat bahwa jika dirata-ratakan secara keseluruhan dari 50 orang responden untuk variable ketersediaan energi alternatif di kota Medan sebanyak 18 orang atau 36% pengusaha UMKM di Kota Medan memberikan persepsi Tidak Setuju (TS). Dan sebanyak 24 orang atau 48% pengusaha UMKM di Kota Medan memberikan persepsi Kurang Setuju (KS) mengenai kualitas suplai listrik. Sedangkan untuk variable lain seperti ketersediaan jalan, saluran telepon, saluran sambungan listrik, juga akses dan kualitas pelabuhan laut dan udara di kota Medan dapat dilihat bahwa sebanyak 22-39 orang responden atau sekitar 44%-78% pengusaha UMKM di kota Medan memberikan persepsi Setuju (S).
4.3.8 Mengenai Perekonomian Daerah pasca Pembentukan MEA di Kota Medan
Responden yang menjadi sampel dalam penelitian ini diminta untuk memberikan persepsi mengenai keadaan Ekonomian Daerah pasca Pembentukan MEA di Kota Medan.Untuk mengetahui proporsi lebih jelas maka dapat dilihat pada tabel 4.13 berikut:
Tabel 4.13
Persepsi Responden Secara DominanMengenai Perekonomian Daerah pasca Pembentukan MEA di Kota Medan
NO Variable Kelembagaan Jumlah (frekuensi)
Persentase
(%) Tanggapan
1. Daya beli masyarakat Kota
Medan. 22 44 KS
2. Pertumbuhan ekonomi Kota
Medan. 25 50 S
3. Kondisi harga-harga barang
di Kota Medan. 20 40 KS
4. Tingkat kesejahteraan
masyarakat Kota Medan. 21 42 KS
5. Nilai tambah atau kontribusi
sektor primer. 22 44 S
6. Nilai tambah atau kontribusi
sektor sekunder. 37 74 S
7. Nilai tambah atau kontribusi
sektor tersier. 37 74 S
8.
Ketersediaan tenaga kerja usia produktif di Kota Medan.
38 76 S
9. Ketersediaan tenaga kerja
pencari kerja di Kota Medan. 37 74 S
10. Produktivitas tenaga kerja di
Kota Medan semakin. 33 66 S
Sumber: Hasil Pengolahan SPSS Catatan. SS : Sangat Setuju
S : Setuju
KS : Kurang Setuju TS : Tidak Setuju STS : Sangat Tidak Setuju
Berdasarkan data primer yang diolah untuk masing-masing variable dapat dilihat bahwa jika dirata-ratakan secara keseluruhan dari 50 orang responden untuk variable daya beli masyarakat, kondisi harga-harga barang dan tingkat kesejahteraan di kota Medan sebanyak 20-22 orang responden atau sekitar 40%-44% pengusaha UMKM di Kota Medan memberikan persepsi Kurang Setuju (KS). Sedangkan untuk variable lainseperti pertumbuhan ekonomi, kontribusi sektor ekonomi serta mengenai ketenaga kerjaan di kota Medan dan beberapa variable lainnya dapat dilihat bahwa sebanyak 22-38 orang responden atau sekitar 44%-76% pengusaha UMKM di kota Medan memberikan persepsi Setuju (S).
4.3.9 Tabulasi Silang Antar Tingkat Pendidikan dan Daya Beli Masyarakat Tabulasi ini bertujuan untuk mengukur apakah terdapat persamaan ataupun perbedaan antara persepsi responden berdasarkan tingkat pendidikan terhadap daya beli masyarakat di Kota Medan.
Tabel 4.14
Tabulasi silang Antar tingkat pendidikan dan daya beli masyarakat
PENDIDIKAN
Persepsi Mengenai Daya Beli Masyarakat Kota
Medan Semakin Meningkat Total
S KS TS STS
SMP 1 5 1 1 8
SMA 8 13 9 1 31
D3danS1 3 4 3 1 11
Total 12 22 13 3 50
Sumber: Hasil Pengolahan SPSS Catatan. SS : Sangat Setuju
S : Setuju
KS : Kurang Setuju TS : Tidak Setuju STS : Sangat Tidak Setuju
Dari data yang ada dapat dilihat bahwa sebanyak 22 responden menyatakan Kurang Setuju (KS) mengenai daya beli masyarakat Kota Medan semakin mengkat. Jika dilihat dari segi pendidikan, responden dengan SMA sebanyak 13 orang, responden dengan pendidikan SMP sebanyak 5 orang dan untuk pendidikan D3 dan S1 sebanyak 4 orang.
4.3.10 Tabulasi Silang Antar Tingkat Pendidikan dan Pertumbuhan Ekonomi
Tabulasi ini bertujuan untuk mengukur apakah terdapat persamaan ataupun perbedaan antara persepsi responden berdasarkan tingkat pendidikan mengenai pertumbuhan ekonomi di Kota Medan.
Tabel 4.15
Tabulasi silang Antar tingkat pendidikan dan pertumbuhan Ekonomi
PENDIDIKAN
Persepsi Mengenai Pertumbuhan Ekonomi
Kota Medan Semakin Tinggi Total
S KS TS
SMP 2 6 0 8
SMA 18 9 4 31
D3danS1 5 5 1 11
Total 25 20 5 50
Sumber: Hasil Pengolahan SPSS Catatan. SS : Sangat Setuju
S : Setuju
KS : Kurang Setuju TS : Tidak Setuju STS : Sangat Tidak Setuju
Dari data yang ada dapat dilihat bahwa sebanyak 25 responden menyatakan Setuju (S) Mengenai Persepsi Pertumbuhan Ekonomi Kota Medan Semakin Tinggi. Jika dilihat dari segi pendidikan, responden dengan pendidikan SMA sebanyak 18 orang, pendidikan D3 dan S1 sebanyak 5 orang responden dan responden dengan pendidikan SMP sebanyak 2 orang.
4.3.11 Tabulasi Silang Antar Tingkat Pendidikan dan Tingkat Kesejahteraan Masyarakat
Tabulasi ini bertujuan untuk mengukur apakah terdapat persamaan ataupun perbedaan antara persepsi responden berdasarkan tingkat pendidikan terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat di Kota Medan.
Tabel 4.16
Tabulasi silang Antar tingkat pendidikan dan tingkat kesejahteraan masyarakat
PENDIDIKAN
Persepsi Mengenai Tingkat Kesejahteraan
Masyarakat di Kota Medan semakin Baik Total
S KS TS STS
SMP 1 5 1 1 8
SMA 11 13 5 2 31
D3dan S1 5 3 3 0 11
Total 17 21 9 3 50
Sumber: Hasil Pengolahan SPSS Catatan. SS : Sangat Setuju
S : Setuju
KS : Kurang Setuju TS : Tidak Setuju STS : Sangat Tidak Setuju
Dari data yang ada dapat dilihat bahwa sebanyak 21 responden menyatakan Kurang Setuju (KS) Mengenai Persepsi tingkat kesejahteraan masyarakat Kota Medan semakin baik. Jika dilihat dari segi pendidikan, responden dengan pendidikan SMA sebanyak 13 orang, pendidikan SMP sebanyak 5 orang.Dan responden dengan pendidikan D3 dan S1 sebanyak 3 orang responden.
4.3.12 Tabulasi Silang Antar Tingkat Pendidikan dan Kinerja Lembaga Keuangan
Tabulasi ini bertujuan untuk mengukur apakah terdapat persamaan ataupun perbedaan antara persepsi responden berdasarkan tingkat pendidikan mengenai kinerja lembaga keuangan di Kota Medan.
Tabel 4.17
Tabulasi silang Antar tingkat pendidikan dan kinerja lembaga keuangan
PENDIDIKAN
Persepsi Mengenai Kinerja Lembaga
Keuangan di Kota Medan sudah baik Total
S KS TS STS
SMP 4 3 1 0 8
SMA 11 14 5 1 31
D3dan S1 9 1 1 0 11
Total 24 18 7 1 50
Sumber: Hasil Pengolahan SPSS Catatan. SS : Sangat Setuju
S : Setuju
KS : Kurang Setuju TS : Tidak Setuju STS : Sangat Tidak Setuju
Dari data yang ada dapat dilihat bahwa sebanyak 24 responden menyatakan Setuju (S) Mengenai Persepsi kinerja lembaga keuangan Kota Medan sudah baik. Jika dilihat dari segi pendidikan, responden dengan pendidikan SMA sebanyak 11 orang, pendidikan D3 dan S1 sebanyak 9 orang responden dan responden dengan pendidikan SMP sebanyak 4 orang.
4.3.13 Tabulasi Silang Antar Jenis Kelamin dan Ketersediaan Pelabuhan Udara
Tabulasi ini bertujuan untuk mengukur apakah terdapat persamaan ataupun perbedaan antara persepsi responden laki-laki (Lk) dan responden perempuan (Pr).
Tabel 4.18
Tabulasi silang Antar Jenis Kelamin dan ketersediaan pelabuhan udara
Jenis Kelamin Persepsi Mengenai Pelabuhan Udara Sudah Memadai Total
SS S KS STS
Lk 8 11 5 1 25
Pr 5 19 1 0 25
Total 13 30 6 1 50
Sumber: Hasil Pengolahan SPSS Catatan. SS : Sangat Setuju
S : Setuju
KS : Kurang Setuju TS : Tidak Setuju STS : Sangat Tidak Setuju
Dari data yang ada dapat dilihat bahwa sebanyak 30 responden menyatakan Setuju (S) Mengenai Persepsi Pelabuhan Udara Sudah Memadai.Responden yang memberikan persepsi terbagi menjadi persepsi dari laki-laki dan perempuan.Sebanyak 19 orang responden perempuan mengungkapkan bahwa setuju mengenai pelabuhan udara sudah memadai, 5 orang mengatakan sangat setuju dan hanya 1 orang responden yang mengatakan kurang setuju.Sedangkan untuk responden laki-laki Sebanyak 11 orang mengungkapkan setuju mengenai pelabuhan udara sudah memadai dan ada 5 orang responden yang mengatakan kurang setuju.
4.4 Persepsi Mengenai Permasalahan UMKM di Kota Medan dalam