• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN

1.1. Karakteristik Responden

Karakteristik responden dalam penelitian ini yaitu data demografi responden yang terdiri dari usia, jenis kelamin, pendidikan, agama dan lama pengalaman berkerja.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden berjenis kelamin perempuan, usia terbanyak pada rentang 41-60 tahun sebesar 58,3% (14 orang), berpendidikan D3 sebesar 70,8% (17 orang) dan pengalaman kerja di atas 10 tahun sebesar 62,5% (15 orang). Data selengkapnya dapat dilihat di tabel berikut :

Tabel 5.1. Distribusi frekuensi dan persentasi karakteristik responden (n = 24 orang perawat) di ruang Rindu B4 RSUP H. Adam Malik Medan.

Karakteristik Responden Frekuensi (n) Persentase (%) Usia : a. 20-40 tahun b. 41-60 tahun 10 14 41,7 58,3 Jenis Kelamin : a. Perempuan 24 100 Agama a. Islam b. Kristen 7 17 29,2 70,8 Pendidikan : a. SPK b. D III/AKPER c. S1/NERS 2 17 5 8,4 70,8 20,8 Pengalaman kerja : a. 1-5 tahun b. 5-10 tahun c. >10 tahun 2 7 15 8,3 29,2 62,5

1.2. Komunikasi Terapeutik Perawat pada Anak Usia Sekolah yang Mendapatkan Tindakan Invasif

Dari analisa data yang dilakukan secara keseluruhan menjelaskan komunikasi terapeutik perawat pada anak usia sekolah saat mendapatkan tindakan invasif di ruang Rindu B4 RSUP. H. Adam Malik Medan masuk dalam kategori baik yaitu sebanyak 20 perawat (83,3%) dengan hasil penelitian yang diperoleh dari responden yang menjawab pernyataan dengan skor 60-80.

Tabel 5.2. Deskripsi komunikasi terapeutik perawat pada anak usia sekolah yang mendapatkan tindakan invasif di ruang Rindu B4 RSUP. H. Adam Malik Medan

Komunikasi Terapeutik Perawat Frekuensi Persentase Baik 20 83,3 Cukup 4 16,7 Total 24 100 2. Pembahasan

Hasil penelitian dianalisa secara keseluruhan dari data demografi (usia, pendidikan terakhir dan pengalaman kerja responden) dan kuesioner komunikasi terapeutik perawat pada anak usia sekolah yang mendapat tindakan invasif.

Komunikasi terapeutik perawat secara keseluruhan baik dimana responden mayoritas berusia dewasa madya (58,3%), pengalaman kerja >10 tahun dan berpendidikan rata-rata D III. Adapun hal yang mempengaruhi komunikasi terapeutik dalam kategori baik ialah teknik komunikasi. Semakin sering teknik komunikasi dilakukan maka semakin tinggi skor yang didapat.

Dengan jenjang pendidikan yang dimiliki perawat ditambah pengalaman kerja yang cukup lama mendukung dalam praktik pemberian asuhan keperawatan baik dalam memberikan prosedur tindakan invasif maupun komunikasi terapeutik. Hal ini didukung oleh teori yang menjelaskan pengalaman merupakan sumber pengetahuan atau pengalaman merupakan suatu cara untuk memperoleh kebenaran pengetahuan. Oleh sebab itu, pengalaman

pribadi dapat digunakan sebagai upaya memperoleh pengetahuan. Hal ini dilakukan dengan cara mengulang kembali pengalaman yang diperoleh dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi dan dapat melakukan suatu tindakan yang tepat (Notoadmodjo, 2003). Semakin lama seseorang bekerja maka akan semakin terampil dan semakin berpengalaman pula dalam melaksanakan pekerjaannya. Pengalaman dan keterampilan ini diharapkan meningkatkan kepercayaan diri perawat sehingga motivasi dan performa kerja yang ditampilkan dapat lebih baik (Robbins, 2003 dalam Edyana, 2008).

Seiring bertambahnya usia dan pengalaman kerja responden didukung pendidikan yang diterima responden maka proses perkembangan mentalnya bertambah baik dan juga dapat berpengaruh pada pertambahan pengetahuan yang diperolehnya. Tetapi pada umur menjelang lansia, kemampuan penerimaan atau mengingat suatu pengetahuan akan berkurang (Ahmadi, 2001 dalam Sigalingging, 2013). Hal ini sesuai dengan hasil penelitian karena masih ada perawat yang memiliki usia dewasa madya dan pengalaman kerja yang lama yang masih melakukan komunikasi terapeutik dalam kategori cukup (16,7%).

Dilihat dari pendidikan terakhir perawat bahwa responden terbanyak memiliki pendidikan DIII. Abdalrahim, Majali, dan Bergbom (2010) mengungkapkan bahwa menungkatnya pengetahuan perawat dapat mengubah sikap terhadap suatu permasalahan tertentu dan hal ini bermanfaat bagi pengembangan kesadaran diriperawat dalam memberikan pelayanan yang lebih baik. Selain itu, dengan tingkat pengetahuan yang tinggi perawat juga diharapkan dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis, sebagaimana

Potter dan Perry (2010) menyebutkan bahwa kedalaman dan keluasan pengetahuan perawat dapat mempengaruhi kemampuan dalam berpikir kritis dan meningkatkan kemampuan dalam menangani masalah keperawatan yang dihadapinya, tetapi beberapa penelitian telah membuktikan bahwa tingginya tingkat pengetahuan perawat ternyata tidak mempengaruhi perawat dalam komunikasi terapeutik (Abdad, 2012) karena komunikasi terapeutik yang sifatnya keahlian dapat dilatih dengan lamanya pengalaman bekerja yang dimiliki responden dan walaupun responden memiliki pendidikan S1 tetapi tidak dilatih secara berkesinambungan maka keahlian tersebut dapat menurun dilihat dari hasil penelitian bahwa terdapat responden yang berpendidikan S1 memiliki komunikasi terapeutik yang cukup saat memberikan tindakan invasif pada anak usia sekolah.

Dari beberapa refrensi yang telah ada diyakini bahwa pelaksanaan komunikasi terapeutik dalam praktek keperawatan memiliki kedudukan yang lebih penting daripada sekedar mengetahui teori komunikasi terapeutik karena dari hasil penelitian ini pendidikan responden tidak berpengaruh terhadap pelaksanaan komunikasi terapeutik.

BAB 6

KESIMPULAN DAN SARAN 1. KESIMPULAN

Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa karakteristik yang tergambar pada perawat di ruang Rindu B4 RSUP H. Adam Malik Medan adalah keseluruhan perawat adalah perempuan, usia terbanyak adalah dewasa madya, tingkat pendidikan terakhir terbanyak adalah D3 Keperawatan, dan masa kerja terbanyak adalah 5-10 tahun. Untuk hasil penelitian ini menunjukkan komunikasi terapeutik perawat pada anak usia sekolah yang mendapatkan tindakan invasif dalam kategori baik.

Dengan hasil penelitian ini kiranya perawat di ruang Rindu B4 RSUP H Adam Malik tetap meningkatkan komunikasi terapeutiknya saat memberikan tindakan invasif yang sifatnya memerlukan konsentrasi dan keterampilan karena tindakan ini dilakukan secara bersamaan. Untuk itu perawat diharapkan tetap menjaga dan lebih meningkatkan kualitas pelayanannya karena pengetahuan dan keahlian dapat mengalami penurunan setelah beberapa waktu jika tidak dilakukan pengulangan atau dipraktekkan secara berkesinambungan.

Perawat anak yang memiliki komunikasi terapeutik selalu diikuti dengan kemampuan dan keahlian dalam melakukan tindakan invasif sehingga meningkatkan kualitas pelayanan secara holistik. Dengan demikian dapat mengurangi trauma hospitalisasi pada anak.

2. SARAN

2.1. Bagi Pendidikan Keperawatan

Diharapkan dapat memberikan pemahaman konsep komunikasi terapeutik pada saat melakukan tindakan invasif.

2.2. Bagi Praktek Keperawatan

Diharapkan dapat memberikan masukan bagi praktik keperawatan agar dapat mengaplikasikan pengetahuan tentang komunikasi terapeutik yang baik.

2.3. Bagi Institusi Rumah Sakit

Diharapkan institusi rumah sakit dapat mengambil kebijakan yang mendukung peningkatan pengetahuan dan perilaku perawat tentang komunikasi terapeutik perawat-perawatnya, seperti seminar serta latihan komunikasi terapeutik dan tindakan invasif.

2.4. Bagi Penelitian Keperawatan

Diharapkan dapat memberikan informasi penting mengenai gambaran komunikasi terapeutik perawat pada anak khususnya penelitian yang mengkaji komunikasi perawat di rumah sakit. Penelitian selanjutnya diharapkan lebih menambahkan beberapa karakteristik seperti pelatihan komunikasi terapeutik dan tindakan invasif, sosial budaya dan beban kerja perawat.

DAFTAR PUSTAKA

Abdad, Fairus A. (2012). Tingkat Pengetahuan Perawat Tentang Komunikasi Terapeutik di Unit Rawat Inap Umum RS. Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor. Depok: FIK-UI

Allen, E. K., Marotz, L. R. (2010). Profil Perkembangan Anak Prakelahiran Hingga Usia 12 Tahun. Jakarta: Indeks.

Berman, A., Synder, S. J., Kozier, B., Erb, G. (2009). Buku Ajar Praktik Keperawatan Klinis. Jakarta: EGC.

Behrman, Kliegman, Arvin. (2000). NelsonIlmu Kesehatan Anak Vol. 1. Jakarta: EGC Cipta, Rizki Wahyu. (2012). Gambaran Kecemasan Anak pada Anak Usia Sekolah

terhadap Hospitalisasi: Pemasangan Infus di Ruang Anak Rumah Sakit Prita Kasih Jakarta. Dibuka pada tanggal 5 Januari 2013 dari http://library.upnvj.ac.id/.

Damaiyanti, Mukripah. (2008). Komunikasi Terapeutik dalam Praktik Keperawatan.

Jakarta: Refika Aditama.

Dedah, T. (2001). Hubungan Karakteristik dan Tingkat Pengetahuan Perawat tentang Komunikasi Terapeutikdalam Asuhan Keperawatan di RSUD. Karawang. Tesis. Depok. FIK-UI.

Dempsey, P. A., Dempsey, A. D. (2002). Riset Keperawatan Buku Ajar & Latihan Edisi 4. Jakarta: EGC.

Edyana, A. (2008). Faktor yang Berhubungan dengan Kemampuan Perawat Pelaksana dalam Menerapkan Komunikasi Terapeutik di RSJ. Bandung. Cimahi: Tesis. FIK-UI.

Gruendemann, Barbara J. (2006). Buku Ajar Keperawatan Perioperatif. Jakarta: EGC. Mundakir. (2006). Komunikasi Keperawatan Aplikasi dalam Pelayanan. Yogyakarta:

Graha Ilmu.

Natsir, Abdul., Muhith, Abdul. (2011). Dasar-dasar Keperawatan Jiwa: Pengantar dan Teori. Jakarta: Salemba Medika.

Notoatmodjo, Soekidjo. (2010). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Nursalam. (2003). Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan.

Potter, A. P., Perry, A. G. (2005). Buku Ajar Fundamental Keperawatan Konsep, Proses dan Praktik Edisi 4. Jakarta: EGC.

Setiadi. (2007). Konsep & Penulisan Riset Keperawatan. Yogyakarta. Graha Ilmu. Sheldon, Lisa K. Komunikasi untuk Keperawatan Berbicara dengan Pasien. Jakarta :

Erlangga.

Sigalingging, Devi S. (2013). Hubungan Pengetahuan Perawat tentang Komunikasi Perawat terhadap Perilaku Perawat saat Berkomunikasi dengan Pasien di RSUD. Pirngadi Medan. Skripsi. USU

Sugiyono. (1991). Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta

Sulistiawati. (2005). Konsep Dasar Keperawatan Kesehatan Jiwa. Jakarta: EGC. Suryani. (2006). Komunikasi Terapeutik Teori dan Praktik. Jakarta: EGC.

Videbeck, Sheila L. (2008). Buku Keperawatan Jiwa. Jakarta: EGC. Weinstein, Sharon M. (2001). Buku Saku Terapi Intravena. Jakarta: EGC.

Wong, D. L., Kenberry, H. C. Wilson, D., Winkelstein, M. L., Scwartz, P. (2009).

Lampiran 1

FORMULIR PERSETUJUAN MENJADI PESERTA PENELITIAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT PADA ANAK USIA SEKOLAH

YANG MENDAPATKAN TINDAKAN INVASIF DI RSUP. H. ADAM MALIK

Oleh:

Trinita Novi D Sinaga

Saya adalah mahasiswa program S-1 Ilmu Keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara yang sedang melakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui dan mendapatkan informasi mengenai komunikasi terapeutik perawat pada anak usia sekolah yang mendapatkan tindakan invasif di RSUP. H. Adam Malik Medan yang merupakan salah satu syarat dalam menyelesaikan Program Sarjana Keperawatan. Saudara dapat berpartisipasi secara sukarela dalam penelitian ini dengan cara menjawab kuesioner yang akan diberikan oleh peneliti dan menyerahkan kuesioner pada peneliti jika selesai diisi. Saya mengharapkan jawaban yang Saudara berikan sesuai dengan pendapat saudara sendiri tanpa dipengaruhi oleh orang lain. Informasi yang saudara berikan hanya akan dipergunakan untuk mengembangkan ilmu keperawatan dan tidak akan dipergunakan untuk maksud lain. Saya menjamin kerahasian pendapat dan identitas saudara. Saudara bebas untuk ikut menjadi responden ataupun menolak tanpa adanya sangsi apapun.

Jika saudara bersedia menjadi peserta penelitian ini, silahkan saudara menandatangani formulir ini.

Tanda tangan responden :

Tanggal :

Kode responden :

Lampiran 2

KUESIONER DATA DEMOGRAFI

Kode : Tanggal : Petunjuk Umum Pengisian

Saudara/i (Responden) diharapkan:

1. Menjawab pertanyaan yang tersedia dengan memberikan tanda (√) pada setiap

tempat yang disediakan.

2. Semua pertanyaan diisi dengan satu jawaban.

3. Bila ada yang kurang dimengerti dapat ditanyakan pada peneliti.

Kuesioner Data Demografi

Usia : ….. tahun Jenis Kelamin : Laki-laki Perempuan Pendidikan Terakhir : SPK D3 S1 S2 Agama :

Islam Kristen Hindu Budha

Pengalaman Lama berkerja:

< 1 tahun 1-5 tahun 5-10 tahun > 10 tahun

KUESIONER KOMUNIKASI TERAPEUTIK

Berikan tanda (√ ) pada kolom yang tersedia untuk pilihan jawaban yang tepat menurut saudara.

- Selalu(SL) : Perawat melakukannya setiap kali berinteraksi dengan pasien. - Sering(SR) : Perawat hanya melakukan 3 kali dalam seminggu

- Jarang (JR) : Perawat hanya melakukan sekali dalam seminggu -Tidak Pernah(TP) : Perawat tidak pernah melakukannya

No Pernyataan SL SR JR TP

1 Saya membaca riwayat kesehatan anak sebelum bertemu memberikan tindakan invasif

2 Saya memperkenalkan diri dan memberi salam ketika pertama kali berinteraksi dengan anak.

3 Saya menanyakan nama anak saat pertama kali bertemu.

4 Saya menjelaskan prosedur tindakan invasif yang akan dilakukan kepada anak.

5 Saya menjelaskan tujuan dari tindakan invasif kepada anak.

6 Saya mendemonstrasikan tindakan invasif dengan menggunakan mainan anak sebagai contoh.

7 Saya memberitahu akibat yang terjadi dari tindakan invasif.

8 Saya mendengarkan dengan cermat tentang perasaan anak pada anak saat tindakan invasif diberikan.

9 Saya berbicara jujur kepada anak berkaitan dengan hal tindakan invasif.

10 Saya meminta anak untuk menjelaskan rasa takut akan tindakan invasif yang akan dilakukan padanya.

11 Saya meminta persetujuan atau izin anak sebelum melakukan tindakan invasif kepada anak.

12 Saya berusaha menenangkan anak ketika mereka marah atau ketakutan karena menolak untuk mendapatkan tindakan invasif.

13 Saya mengulang apa yang dikatakan anak untuk mencoba mengerti apa yang mereka ucapkan.

14 Saya melakukan tindakan invasif dengan cepat dan tepat pada anak.

15 Saya mengalihkan perhatian dengan mengajak anak berbicara tentang kesenangannya ketika tindakan invasif dilakukan .

16 Saya meminta orang tua atau keluarga untuk membantu saya mengalihkan perhatian anak ketika tindakan invasif diberikan.

17 Saya memberikan pujian kepada anak ketika anak bekerja sama saat tindakan invasif diberikan

18 Saya menanyakan perasaan anak sesudah mendapat tindakan invasif.

19 Saya memberitahukan jadwal untuk tindakan invasif selanjutnya kepada anak.

20 Saya berpamitan pada anak ketika meninggalkan ruangannya.

Lampiran 3 Uji Reliabel

Scale: ALL VARIABLES

Case Processing Summary

N %

Cases Valid 20 100.0

Excludeda 0 .0

Total 20 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

Reliability Statistics

Cronbach's Alpha N of Items

.781 20 Item Statistics Mean Std. Deviation N P1 4.00 .000 20 P2 4.00 .000 20 P3 3.90 .308 20 P4 3.80 .523 20 P5 3.55 .826 20 P6 2.05 1.191 20 P7 3.25 1.070 20 P8 3.60 .503 20 P9 3.65 .489 20 P10 2.90 1.165 20 P11 3.65 .813 20 P12 3.95 .224 20 P13 3.35 .875 20 P14 3.95 .224 20 P15 3.55 .826 20 P16 3.85 .366 20

USIA JENISKELAMIN PENDIDIKANTE RAKHIR AGAMA PENGALAMANB EKERJA N Valid 24 24 24 24 24 Missing 0 0 0 0 0 Mean 1.58 2.00 2.12 1.71 3.62 Median 2.00 2.00 2.00 2.00 4.00 Mode 2 2 2 2 4 Std. Deviation .504 .000 .537 .464 .770 Variance .254 .000 .288 .216 .592 Minimum 1 2 1 1 2 Maximum 2 2 3 2 4 Sum 38 48 51 41 87 Percentiles 25 1.00 2.00 2.00 1.00 4.00 50 2.00 2.00 2.00 2.00 4.00 75 2.00 2.00 2.00 2.00 4.00

Pengolahan data penelitian Frequency Table

USIA

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent Valid 20-40 10 41.7 41.7 41.7 41-60 14 58.3 58.3 100.0 Total 24 100.0 100.0 JENIS KELAMIN

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid PEREMPUAN 24 100.0 100.0 100.0

PENDIDIKAN TERAKHIR

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent Valid SPK 2 8.3 8.3 8.3 D3 17 70.8 70.8 79.2 S1 5 20.8 20.8 100.0 Total 24 100.0 100.0

AGAMA

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent Valid ISLAM 7 29.2 29.2 29.2 KRISTEN 17 70.8 70.8 100.0 Total 24 100.0 100.0 PENGALAMAN BEKERJA

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent Valid 1-5 Tahun 4 16.7 16.7 16.7 5-10 Tahun 1 4.2 4.2 20.8 >10 Tahun 19 79.2 79.2 100.0 Total 24 100.0 100.0

KOMUNIKASITERAPEUTIK1 N Valid 24 Missing 0 Mean 1.17 Median 1.00 Mode 1 Std. Deviation .381 Minimum 1 Maximum 2 Sum 28

KOMUNIKASI TERAPEUTIK

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid BAIK 20 83.3 83.3 83.3

CUKUP 4 16.7 16.7 100.0

Lampiran

TAKSASI DANA

1. Persiapan Proposal

a. Biaya kertas dan tinta printer : Rp. 150.000,- b. Foto kopi sumber-sumber tinjauan pustaka : Rp. 50.000,-

c. Perbanyak proposal : Rp. 50.000,- d. Biaya internet : Rp. 100.000,- e. Sidang proposal : Rp. 100.000,- 2. Pengumpulan Data a. Izin penelitian : Rp. 150.000,- b. Transportasi : Rp. 100.000,- c. Penggandaan Kuisioner : Rp. 50.000,-

d. Cendera Mata untuk responden : Rp. 100.000,- 3. Analisa Data dan Penyusunan Laporan Penelitian

a. Biaya kertas dan tinta printer : Rp. 200.000,-

b. Penjilidan : Rp. 100.000,-

c. Penggandaan laporan penelitian : Rp. 150.000,- Rp. ,1.350.000

Daftar Riwayat Hidup

Nama : Trinita Novi Damayanti Sinaga Tempat Tanggal Lahir : Medan, 21 November 1991 Jenis Kelamin : Perempuan

Agama : Kristen

Alamat : Jl.Perkutut Gg. Ikhlas No. 11 Medan Riwayat Pendidikan :

1. 1997-2003 : SD. YPK. Markus Medan 2. 2003-2006 : SMP Negeri 40 Medan 3. 2006-2009 : SMA Negeri 4 Medan

DAFTAR PUSTAKA

Abdad, Fairus A. (2012). Tingkat Pengetahuan Perawat Tentang Komunikasi Terapeutik di Unit Rawat Inap Umum RS. Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor. Depok: FIK-UI

Allen, E. K., Marotz, L. R. (2010). Profil Perkembangan Anak Prakelahiran Hingga Usia 12 Tahun. Jakarta: Indeks.

Berman, A., Synder, S. J., Kozier, B., Erb, G. (2009). Buku Ajar Praktik Keperawatan Klinis. Jakarta: EGC.

Behrman, Kliegman, Arvin. (2000). NelsonIlmu Kesehatan Anak Vol. 1. Jakarta: EGC Cipta, Rizki Wahyu. (2012). Gambaran Kecemasan Anak pada Anak Usia Sekolah

terhadap Hospitalisasi: Pemasangan Infus di Ruang Anak Rumah Sakit Prita Kasih Jakarta. Dibuka pada tanggal 5 Januari 2013 dari http://library.upnvj.ac.id/.

Damaiyanti, Mukripah. (2008). Komunikasi Terapeutik dalam Praktik Keperawatan.

Jakarta: Refika Aditama.

Dedah, T. (2001). Hubungan Karakteristik dan Tingkat Pengetahuan Perawat tentang Komunikasi Terapeutikdalam Asuhan Keperawatan di RSUD. Karawang. Tesis. Depok. FIK-UI.

Dempsey, P. A., Dempsey, A. D. (2002). Riset Keperawatan Buku Ajar & Latihan Edisi 4. Jakarta: EGC.

Edyana, A. (2008). Faktor yang Berhubungan dengan Kemampuan Perawat Pelaksana dalam Menerapkan Komunikasi Terapeutik di RSJ. Bandung. Cimahi: Tesis. FIK-UI.

Gruendemann, Barbara J. (2006). Buku Ajar Keperawatan Perioperatif. Jakarta: EGC. Mundakir. (2006). Komunikasi Keperawatan Aplikasi dalam Pelayanan. Yogyakarta:

Graha Ilmu.

Natsir, Abdul., Muhith, Abdul. (2011). Dasar-dasar Keperawatan Jiwa: Pengantar dan Teori. Jakarta: Salemba Medika.

Notoatmodjo, Soekidjo. (2010). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Nursalam. (2003). Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan.

Potter, A. P., Perry, A. G. (2005). Buku Ajar Fundamental Keperawatan Konsep, Proses dan Praktik Edisi 4. Jakarta: EGC.

Setiadi. (2007). Konsep & Penulisan Riset Keperawatan. Yogyakarta. Graha Ilmu. Sheldon, Lisa K. Komunikasi untuk Keperawatan Berbicara dengan Pasien. Jakarta :

Erlangga.

Sigalingging, Devi S. (2013). Hubungan Pengetahuan Perawat tentang Komunikasi Perawat terhadap Perilaku Perawat saat Berkomunikasi dengan Pasien di RSUD. Pirngadi Medan. Skripsi. USU

Sugiyono. (1991). Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta

Sulistiawati. (2005). Konsep Dasar Keperawatan Kesehatan Jiwa. Jakarta: EGC. Suryani. (2006). Komunikasi Terapeutik Teori dan Praktik. Jakarta: EGC.

Videbeck, Sheila L. (2008). Buku Keperawatan Jiwa. Jakarta: EGC. Weinstein, Sharon M. (2001). Buku Saku Terapi Intravena. Jakarta: EGC.

Wong, D. L., Kenberry, H. C. Wilson, D., Winkelstein, M. L., Scwartz, P. (2009).

Lampiran 1

FORMULIR PERSETUJUAN MENJADI PESERTA PENELITIAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT PADA ANAK USIA SEKOLAH

YANG MENDAPATKAN TINDAKAN INVASIF DI RSUP. H. ADAM MALIK

Oleh:

Trinita Novi D Sinaga

Saya adalah mahasiswa program S-1 Ilmu Keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara yang sedang melakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui dan mendapatkan informasi mengenai komunikasi terapeutik perawat pada anak usia sekolah yang mendapatkan tindakan invasif di RSUP. H. Adam Malik Medan yang merupakan salah satu syarat dalam menyelesaikan Program Sarjana Keperawatan. Saudara dapat berpartisipasi secara sukarela dalam penelitian ini dengan cara menjawab kuesioner yang akan diberikan oleh peneliti dan menyerahkan kuesioner pada peneliti jika selesai diisi. Saya mengharapkan jawaban yang Saudara berikan sesuai dengan pendapat saudara sendiri tanpa dipengaruhi oleh orang lain. Informasi yang saudara berikan hanya akan dipergunakan untuk mengembangkan ilmu keperawatan dan tidak akan dipergunakan untuk maksud lain. Saya menjamin kerahasian pendapat dan identitas saudara. Saudara bebas untuk ikut menjadi responden ataupun menolak tanpa adanya sangsi apapun.

Jika saudara bersedia menjadi peserta penelitian ini, silahkan saudara menandatangani formulir ini.

Tanda tangan responden :

Tanggal :

Kode responden :

Lampiran 2

KUESIONER DATA DEMOGRAFI

Kode : Tanggal : Petunjuk Umum Pengisian

Saudara/i (Responden) diharapkan:

1. Menjawab pertanyaan yang tersedia dengan memberikan tanda (√) pada setiap

tempat yang disediakan.

2. Semua pertanyaan diisi dengan satu jawaban.

3. Bila ada yang kurang dimengerti dapat ditanyakan pada peneliti.

Kuesioner Data Demografi

Usia : ….. tahun Jenis Kelamin : Laki-laki Perempuan Pendidikan Terakhir : SPK D3 S1 S2 Agama :

Islam Kristen Hindu Budha

Pengalaman Lama berkerja:

< 1 tahun 1-5 tahun 5-10 tahun > 10 tahun

KUESIONER KOMUNIKASI TERAPEUTIK

Berikan tanda (√ ) pada kolom yang tersedia untuk pilihan jawaban yang tepat menurut saudara.

- Selalu(SL) : Perawat melakukannya setiap kali berinteraksi dengan pasien. - Sering(SR) : Perawat hanya melakukan 3 kali dalam seminggu

- Jarang (JR) : Perawat hanya melakukan sekali dalam seminggu -Tidak Pernah(TP) : Perawat tidak pernah melakukannya

No Pernyataan SL SR JR TP

1 Saya membaca riwayat kesehatan anak sebelum bertemu memberikan tindakan invasif

2 Saya memperkenalkan diri dan memberi salam ketika pertama kali berinteraksi dengan anak.

3 Saya menanyakan nama anak saat pertama kali bertemu.

4 Saya menjelaskan prosedur tindakan invasif yang akan dilakukan kepada anak.

5 Saya menjelaskan tujuan dari tindakan invasif kepada anak.

6 Saya mendemonstrasikan tindakan invasif dengan menggunakan mainan anak sebagai contoh.

7 Saya memberitahu akibat yang terjadi dari tindakan invasif.

8 Saya mendengarkan dengan cermat tentang perasaan anak pada anak saat tindakan invasif diberikan.

9 Saya berbicara jujur kepada anak berkaitan dengan hal tindakan invasif.

10 Saya meminta anak untuk menjelaskan rasa takut akan tindakan invasif yang akan dilakukan padanya.

11 Saya meminta persetujuan atau izin anak sebelum melakukan tindakan invasif kepada anak.

12 Saya berusaha menenangkan anak ketika mereka marah atau ketakutan karena menolak untuk mendapatkan tindakan invasif.

13 Saya mengulang apa yang dikatakan anak untuk mencoba mengerti apa yang mereka ucapkan.

14 Saya melakukan tindakan invasif dengan cepat dan tepat pada anak.

15 Saya mengalihkan perhatian dengan mengajak anak berbicara tentang kesenangannya ketika tindakan invasif dilakukan .

16 Saya meminta orang tua atau keluarga untuk membantu saya mengalihkan perhatian anak ketika tindakan invasif diberikan.

17 Saya memberikan pujian kepada anak ketika anak bekerja sama saat tindakan invasif diberikan

18 Saya menanyakan perasaan anak sesudah mendapat tindakan invasif.

19 Saya memberitahukan jadwal untuk tindakan invasif selanjutnya kepada anak.

20 Saya berpamitan pada anak ketika meninggalkan ruangannya.

Lampiran 3 Uji Reliabel

Scale: ALL VARIABLES

Case Processing Summary

N %

Cases Valid 20 100.0

Excludeda 0 .0

Total 20 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

Reliability Statistics

Cronbach's Alpha N of Items

.781 20 Item Statistics Mean Std. Deviation N P1 4.00 .000 20 P2 4.00 .000 20 P3 3.90 .308 20 P4 3.80 .523 20 P5 3.55 .826 20 P6 2.05 1.191 20 P7 3.25 1.070 20 P8 3.60 .503 20 P9 3.65 .489 20 P10 2.90 1.165 20 P11 3.65 .813 20 P12 3.95 .224 20 P13 3.35 .875 20 P14 3.95 .224 20 P15 3.55 .826 20 P16 3.85 .366 20

USIA JENISKELAMIN PENDIDIKANTE RAKHIR AGAMA PENGALAMANB EKERJA N Valid 24 24 24 24 24 Missing 0 0 0 0 0 Mean 1.58 2.00 2.12 1.71 3.62 Median 2.00 2.00 2.00 2.00 4.00 Mode 2 2 2 2 4 Std. Deviation .504 .000 .537 .464 .770 Variance .254 .000 .288 .216 .592 Minimum 1 2 1 1 2 Maximum 2 2 3 2 4 Sum 38 48 51 41 87 Percentiles 25 1.00 2.00 2.00 1.00 4.00 50 2.00 2.00 2.00 2.00 4.00 75 2.00 2.00 2.00 2.00 4.00

Pengolahan data penelitian Frequency Table

USIA

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent Valid 20-40 10 41.7 41.7 41.7 41-60 14 58.3 58.3 100.0 Total 24 100.0 100.0 JENIS KELAMIN

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid PEREMPUAN 24 100.0 100.0 100.0

PENDIDIKAN TERAKHIR

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent Valid SPK 2 8.3 8.3 8.3 D3 17 70.8 70.8 79.2 S1 5 20.8 20.8 100.0 Total 24 100.0 100.0

AGAMA

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent Valid ISLAM 7 29.2 29.2 29.2 KRISTEN 17 70.8 70.8 100.0 Total 24 100.0 100.0 PENGALAMAN BEKERJA

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent Valid 1-5 Tahun 4 16.7 16.7 16.7 5-10 Tahun 1 4.2 4.2 20.8 >10 Tahun 19 79.2 79.2 100.0 Total 24 100.0 100.0

KOMUNIKASITERAPEUTIK1 N Valid 24 Missing 0 Mean 1.17 Median 1.00 Mode 1 Std. Deviation .381 Minimum 1 Maximum 2 Sum 28

KOMUNIKASI TERAPEUTIK

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid BAIK 20 83.3 83.3 83.3

CUKUP 4 16.7 16.7 100.0

Lampiran

TAKSASI DANA

1. Persiapan Proposal

a. Biaya kertas dan tinta printer : Rp. 150.000,- b. Foto kopi sumber-sumber tinjauan pustaka : Rp. 50.000,-

c. Perbanyak proposal : Rp. 50.000,- d. Biaya internet : Rp. 100.000,- e. Sidang proposal : Rp. 100.000,- 2. Pengumpulan Data a. Izin penelitian : Rp. 150.000,- b. Transportasi : Rp. 100.000,- c. Penggandaan Kuisioner : Rp. 50.000,-

d. Cendera Mata untuk responden : Rp. 100.000,- 3. Analisa Data dan Penyusunan Laporan Penelitian

a. Biaya kertas dan tinta printer : Rp. 200.000,-

b. Penjilidan : Rp. 100.000,-

c. Penggandaan laporan penelitian : Rp. 150.000,- Rp. ,1.350.000

Daftar Riwayat Hidup

Nama : Trinita Novi Damayanti Sinaga Tempat Tanggal Lahir : Medan, 21 November 1991 Jenis Kelamin : Perempuan

Agama : Kristen

Alamat : Jl.Perkutut Gg. Ikhlas No. 11 Medan Riwayat Pendidikan :

1. 1997-2003 : SD. YPK. Markus Medan 2. 2003-2006 : SMP Negeri 40 Medan 3. 2006-2009 : SMA Negeri 4 Medan

Dokumen terkait