• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.3. Karakteristik Responden

Rumah tangga yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah rumah tangga yang berada disetiap Kelurahan-kelurahan di Kecamatan Serang, rumah tangga yang dijadikan sampel sebanyak 100 rumah tangga. Rumah tangga di Kecamatan Serang memiliki karakteristik yang berbeda-beda dan memiliki nilai penting yang mencakup usia, jumlah anggota rumah tangga, tingkat pendidikan, pekerjaan, kepemilikan luas tanah, dan penghasilan perbulan.

4.3.1. Rumah Tangga Berdasarkan Kelompok Umur

Rumah tangga yang menjadi sampel dalam penelitian ini dapat dikelompokan menurut umur. Umur dapat mempengaruhi aktivitas dalam bekerja, sehingga faktor umur sangat penting dalam kehidupan. Hasil dari 100 rumah tangga yang dijadikan sampel bahwa kepala rumah tangga di Kecamatan Serang yang berumur antara 31-45 tahun terdapat 53 kepala rumah tangga dan memiliki persentase yang lebih banyak sebesar 53%. Sedangkan kelompok umur 16-30 tahun terdapat 14 kepala rumah tangga, kelompok umur 46-60 tahun terdapat 25 kepala rumah tangga, dan kelompok umur lebih dari 61 tahun terdapat 8 kepala rumah tangga. Dapat dilihat pada Tabel 4.9. berikut ini :

Tabel 4.9. Karakteristik Kepala Rumah tangga Berdasarkan Umur di Kecamatan Serang Tahun 2014

Kelompok Umur (Tahun) Kepala Rumah Tangga (orang) Persentase (%)

16-30 14 14

31-45 53 53

46-60 25 25

>61 8 8

Jumlah 100 100

Sumber : Data Primer yang di olah, 2014

Berdasarkan pada Tabel 4.9. menjelaskan bahwa sebagian besar kepala rumah tangga memiliki umur antara 31 sampai 45 tahun dan sebagian kecil kepala rumah tangga memiliki umur diatas 61 tahun, sedangkan tidak ada kepala rumah tangga yang memiliki umur dibawah 15 tahun.

4.3.2. Rumah Tangga Berdasarkan Jumlah Anggota Rumah Tangga Rumah tangga memiliki jumlah anggota rumah tangga didalamnya, sehingga dapat dikatakan sebagai suatu keluarga. Rumah tangga di Kecamatan Serang yang menjadi sampel dalam penelitian ini memiliki jumlah anggota di setiap rumah tangga yang berbeda. Ada 4 rumah tangga yang memiliki jumlah anggota rumah tangga sebanyak 2 orang, 56 rumah tangga yang memiliki jumlah anggota rumah tangga sebanyak 3-4 orang, 31 rumah tangga yang memiliki jumlah anggota rumah tangga sebanyak 5-6 orang, dan 9 rumah tangga yang memiliki jumlah anggota rumah tangga lebih dari 7 orang. Dapat dilihat pada Tabel 4.10. dibawah ini :

Tabel 4.10. Karakteristik Rumah Tangga Berdasarkan Jumlah Anggota Rumah Tangga di Kecamatan Serang Tahun 2014

Jumlah Anggota

Rumah Tangga (Orang) Rumah Tangga Persentase (%)

1-2 4 4

3-4 56 56

5-6 31 31

>7 9 9

Jumlah 100 100

Sumber : Data Primer yang di olah, 2014

Berdasarkan pada Tabel 4.10. menjelaskan bahwa sebagian besar rumah tangga memiliki jumlah anggota rumah tangga antara 3 sampai 4 orang dan sebagian kecil rumah tangga memiliki jumlah anggota rumah tangga antara 1 sampai 2 orang.

4.3.3. Rumah Tangga Berdasarkan Tingkat Pendidikan

Pendidikan sangatlah penting bagi setiap orang, karena pendidikan mempengaruhi tingkat kesejahteraan dan jenis pekerjaan yang kita lakukan.

Tingkat pendidikan rumah tangga di Kecamatan Serang yang menjadi sampel bervariasi, ada yang tamat SD, SMP, SMA, dan PT. Kepala rumah tangga yang tamat SD sebanyak 40 orang, Kepala rumah tangga yang tamat SMP sebanyak 30 orang, Kepala rumah tangga yang tamat SMA sebanyak 24 orang, dan Kepala rumah tangga yang tamat PT sebanyak 6 orang, dapat dilihat pada Tabel 4.11.

dibawah ini :

Tabel 4.11. Karakteristik Kepala Rumah Tangga Berdasarkan Tingkat Pendidikan di Kecamatan Serang Tahun 2014

Tingkat Pendidikan Kepala Rumah Tangga (orang) Persentase (%)

Tamat SD 40 40

Tamat SMP 30 30

Tamat SMA 24 24

Tamat PT 6 6

Jumlah 100 100

Sumber : Data Primer yang di olah, 2014

Berdasarkan pada Tabel 4.11. menjelaskan bahwa sebagian besar kepala rumah tangga memiliki tingkat pendidikan sampai tamat sekolah dasar dikarenakan kurangnya biaya untuk sekolah dan hanya sebagian kecil kepala rumah tangga yang tamat perguruan tinggi, sedangkan tidak ada kepala rumah tangga yang tidak sekolah.

4.3.4. Rumah Tangga Berdasarkan Pekerjaan

Rumah tangga di Kecamatan Serang yang menjadi sampel memiliki suatu pekerjaan yang dapat menghidupi keluarganya. Suatu aktivitas atau pekerjaan sangatlah penting dikarenakan untuk biaya hidup sehari-hari dalam sebuah keluarga. Terdapat macam-macam jenis pekerjaan di dalam rumah tangga yang

menjadi sampel penelitian ini. Pada 100 responden rumah tangga, kepala rumah tangga yang bekerja sebagai petani sebanyak 2 orang, bekerja sebagai PNS atau swasta sebanyak 13 orang, bekerja sebagai wiraswasta sebanyak 15 orang, bekerja sebagai pedagang sebanyak 15 orang, bekerja sebagai supir atau ojek sebanyak 10 orang, bekerja sebagai tukang bangunan sebanyak 7 orang, bekerja sebagai toko atau warung sebanyak 3 orang, bekerja sebagai bengkel sebanyak 2 orang, bekerja sebagai buruh cuci sebanyak 2 orang, bekerja sebagai pekerja serabutan sebanyak 4 orang, dan pekerjaan lainnya sebanyak 27 orang, dapat dilihat pada Tabel 4.12.

dibawah ini :

Tabel 4.12. Karakteristik Kepala Rumah Tangga Berdasarkan Pekerjaan di Kecamatan Serang Tahun 2014

Jenis Pekerjaan Kepala Rumah Tangga (orang) Persentase (%)

Petani 2 2

Sumber : Data Primer yang di olah, 2014

Berdasarkan pada Tabel 4.12 menjelaskan bahwa kepala rumah tangga sebagian besar memiliki pekerjaan sebagai pedagang, wiraswasta, PNS atau swasta, supir, ojek, dan pekerjaan lainnya, dan sebagian kecil kepala rumah tangga bekerja sebagai petani, buruh cuci, dan bengkel.

4.3.5. Rumah Tangga Berdasarkan Kepemilikan Luas Tanah

Kepemilikan luas tanah dalam rumah tangga di Kecamatan Serang menjadi salah satu karakteristik dalam penelitian ini. Dari 100 rumah tangga

terdapat 19 rumah tangga yang memiliki luas tanah kurang dari 50 m2, 55 rumah tangga yang memiliki luas tanah sekitar 51-100 m2, 10 rumah tangga yang memiliki luas tanah sekitar 101-150 m2, 11 rumah tangga yang memiliki luas tanah sekitar 151-200 m2, dan 5 rumah tangga yang memiliki luas tanah lebih dari 201 m2. Dapat dilihat pada Tabel 4.13. berikut ini :

Tabel 4.13. Karakteristik Rumah Tangga Berdasarkan Kepemilikan Luas Tanah di Kecamatan Serang Tahun 2014

Luas Tanah (M2) Rumah Tangga Persentase (%)

<50 19 19

51-100 55 55

101-150 10 10

151-200 11 11

>201 5 5

Jumlah 100 100

Sumber : Data Primer yang di olah, 2014

Berdasarkan pada Tabel 4.13 menjelaskan bahwa sebagian besar rumah tangga memiliki luas tanah antara 51 sampai 100 meter persegi dan sebagian kecil rumah tangga memiliki luas tanah lebih dari 201 meter persegi.

4.3.6. Rumah Tangga Berdasarkan Penghasilan Perbulan

Penghasilan rumah tangga dapat mempengaruhi daya beli bagi setiap rumah tangga untuk kehidupan sehari-harinya. Penghasilan rumah tangga tentu didasarkan pada kegiatan aktivitas pekerjaan yang dilakukan sehari-hari. Dari 100

responden rumah tangga, terdapat 17 rumah tangga berpenghasilan kurang dari Rp. 999.000 dengan persentase 17%, 47 rumah tangga berpenghasilan antara Rp.

1.000.000-1.999.000 dengan persentase 47%, 21 rumah tangga berpenghasilan antara Rp. 2.000.000-2.999.000 dengan persentase 21%, 9 rumah tangga berpenghasilan antara Rp. 3.000.000-3.999.000 dengan persentase 9%, dan 6 rumah tangga berpenghasilan lebih dari Rp. 4.000.000 dengan persentase 6%.

Dapat dilihat pada Tabel 4.14. dibawah ini :

Tabel 4.14. Karakteristik Rumah Tangga Berdasarkan Penghasilan Perbulan di Kecamatan Serang Tahun 2014

Penghasilan Perbulan (Rp) Rumah Tangga Persentase (%)

< 999.000 17 17

1.000.000 – 1.999.000 47 47

2.000.000 – 2.999.000 21 21

3.000.000 – 3.999.000 9 9

> 4.000.000 6 6

Jumlah 100 100

Sumber : Data Primer yang di olah, 2014

Berdasarkan pada Tabel 4.14 menjelaskan bahwa sebagian besar rumah tangga memiliki penghasilan perbulan antara Rp. 1.000.000 sampai Rp. 1.999.000 dan sebagian kecil rumah tangga memiliki penghasilan lebih dari Rp. 4.000.000 perbulan. Rumah tangga yang memiliki penghasilan dibawah Rp. 1.000.000 perbulan dikarenakan tingkat pendidikan hanya sampai tamat sekolah dasar sehingga sulit untuk mencari pekerjaan yang berpenghasilan besar.

4.3.7. Rumah Tangga Berdasarkan Pengeluaran Perbulan

Pengeluaran rumah tangga merupakan daya beli rumah tangga yang dapat mengukur tingkat kesejahteraan suatu rumah tangga. Pengeluaran rumah tangga pada umumnya digunakan untuk membeli pangan agar dapat bertahan hidup, selain itu pengeluaran rumah tangga dikeluarkan untuk bukan pangan seperti pendidikan, kesehatan, sandang, perumahan, rekreasi, transportasi, dan lainnya.

Rumah tangga sehari-hari mengeluarkan uang untuk membeli pangan, karena tanpa konsumsi pangan maka manusia sulit untuk melakukan pekerjaan dengan baik dan benar.

Di Kecamatan Serang dari 100 rumah tangga responden sebagian besar rumah tangga mengeluarkan uang untuk pangan berkisar antara Rp. 750.000 sampai Rp. 999.000 dengan persentase 46% dari 100 rumah tangga, kemudian 33 rumah tangga mengeluarkan uang untuk pangan lebih dari Rp. 1.000.000 dengan

persentase 33% dari 100 rumah tangga, pengeluaran rumah tangga untuk pangan yang berkisar antara Rp. 500.000 sampai Rp. 749.000 dengan persentase 15%

terdapat 15 rumah tangga dari 100 rumah tangga, dan pengeluaran rumah tangga kurang dari Rp. 499.000 dengan persentase 6% terdapat 6 rumah tangga dari 100 rumah tangga yang dijadikan sebagai responden. Pengeluaran rumah tangga akan pangan dapat dilihat pada Tabel 4.15. berikut ini :

Tabel 4.15. Karakteristik Rumah Tangga Berdasarkan Pengeluaran Pangan Perbulan di Kecamatan Serang Tahun 2014

Pengeluaran Pangan Perbulan (Rp) Rumah Tangga Persentase (%)

< 499.000 6 6

500.000 – 749.000 15 15

750.000 – 999.000 46 46

> 1.000.000 33 33

Jumlah 100 100

Sumber : Data Primer yang di olah, 2014

Pengeluaran bukan pangan merupakan pengeluaran yang dikeluarkan rumah tangga untuk selain pangan seperti pendidikan, kesehatan, sandang, perumahan, rekreasi, transportasi, dan lainnya. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 69 rumah tangga yang memiliki pengeluaran bukan pangan kurang dari Rp. 499.000 dengan persentase 69% dari 100 rumah tangga responden, 17 rumah tangga memiliki pengeluaran bukan pangan berkisar antara Rp. 500.000 sampai Rp. 749.000 dengan persentase 17% dari 100 rumah tangga responden, 8 rumah tangga memiliki pengeluaran bukan pangan berkisar antara Rp. 750.000 sampai Rp. 999.000 dengan persentase 8% dari 100 rumah tangga responden, dan 6 rumah tangga memiliki pengeluaran bukan pangan lebih dari Rp. 1.000.000 dengan persentase 6% dari 100 rumah tangga responden. Pengeluaran bukan pangan rumah tangga dapat dilihat pada Tabel 4.16. berikut ini :

Tabel 4.16. Karakteristik Rumah Tangga Berdasarkan Pengeluaran Non Pangan Perbulan di Kecamatan Serang Tahun 2014

Pengeluaran Non Pangan Perbulan (Rp) Rumah Tangga Persentase (%)

< 499.000 69 69

500.000 – 749.000 17 17

750.000 – 999.000 8 8

> 1.000.000 6 6

Jumlah 100 100

Sumber : Data Primer yang di olah, 2014

4.3.8. Rumah Tangga Berdasarkan Kondisi Tempat Tinggal

Rumah merupakan suatu bangunan yang dijadikan sebagai tempat tinggal manusia selama jangka waktu tertentu untuk beristirahat setelah melakukan pekerjaan sehari-hari. Keadaan perumahan di Kecamatan Serang cukup memadai karena sebagian besar rumah tangga memiliki rumah sendiri untuk tempat tinggal.

Dalam penelitian ini ditemukan berbagai macam kondisi perumahan dari 100 rumah tangga yang menjadi responden. Dilihat dari status kepemilikan rumah, terdapat 80 rumah tangga yang sudah memiliki rumah dengan persentase 80% dari 100 rumah tangga responden, 12 rumah tangga masih mengontrak rumah untuk tempat tinggal dengan persentase 12% dari 100 rumah tangga responden, dan 8%

dari 100 rumah tangga responden masih menumpang dengan keluarga. Untuk jenis dinding sebagian besar rumah tangga responden berdinding tembok yaitu 99% rumah tangga dari 100 rumah tangga responden dan 1% rumah tangga dari 100 rumah tangga responden berdinding kayu. Rumah tangga yang memiliki jenis lantai keramik sebanyak 76% rumah tangga dari 100 rumah tangga responden dan memiliki jenis lantai semen sebanyak 24% rumah tangga dari 100 rumah tangga responden. Untuk jenis atap terdapat 97% rumah tangga dari 100 rumah tangga responden memiliki jenis atap genteng dan 3% rumah tangga dari 100 rumah tangga responden memiliki jenis atap asbes. Kemudian untuk kamar mandi,

sebagian besar rumah tangga yaitu 97% rumah tangga dari 100 rumah tangga responden sudah memiliki kamar mandi sendiri, 1% rumah tangga dari 100 rumah tangga responden masih memakai kamar mandi bersama, dan 2% rumah tangga dari 100 rumah tangga responden tidak mempunyai kamar mandi. Kondisi tempat tinggal rumah tangga responden dapat dilihat pada Tabel 4.17. berikut ini :

Tabel 4.17. Karakteristik Rumah Tangga Berdasarkan Kondisi Tempat Tinggal di Kecamatan Serang Tahun 2014

No Perumahan Jumlah Rumah Tangga Persentase (%) 1 Status Rumah :

Sumber : Data Primer yang di olah, 2014

Berdasarkan pada Tabel 4.17 menjelaskan bahwa sebagian besar rumah tangga sudah memiliki rumah sendiri, rumah tangga yang masih mengontrak rumah belum memiliki cukup uang untuk membeli rumah, dan sebagian kecil rumah tangga yang menumpang pada orang tuanya dikarenakan tidak memiliki

uang dan pekerjaan yang tetap. Hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa untuk jenis dinding sebagian besar menggunakan tembok dan 1 rumahtangga menggunakan kayu, sebagian besar rumah tangga sudah memakai keramik, genteng, dan mempunyai kamar mandi sendiri. Rumah tangga yang memakai kamar mandi bersama merupakan rumah tangga yang mengontrak rumah dan rumah tangga yang tidak memiliki kamar mandi masih memakai sungai untuk mandi. Beberapa rumah tangga walaupun sudah mencukupi kondisi tempat tinggal yang layak akan tetapi masih banyak rumah tangga yang kondisi didalam rumahnya kurang rapih.

Dokumen terkait