• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODOLOGI PENELITIAN

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

5.1.6. Karakteristik Responden

Responden dalam penelitian ini adalah siswa/i SMA Katolik Talino, SMA N 01 Rasau Jaya, SMA Al-Fityan, SMA Pancasila berjumlah 158 orang responden. Berdasarkan hasil penelitian kepada 158 orang responden melalui wawancara yang dilakukan telah didapat gambaran karakteristik responden berdasarkan umur dan kelas sebagai berikut:

1. Umur

Tabel V.1

Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Berdasarkan Umur Di SMA Kabupaten Kubu Raya

Karakteristik Umur Responden Frekuensi Persentase (%)

≤ 16 Tahun >16 Tahun 87 71 55,1 44,9 Jumlah 158 100

Sumber: Data Primer Tahun 2017

Tabel V.1 di atas, dapat dilihat bahwa mayoritas responden

berumur ≤16 tahun yaitu sebanyak 87 orang atau 55,1% dan yang paling

sedikit berumur > 16 tahun yaitu sebanyak 71 responden atau 44,9%.

2. Jenis Kelamin

Tabel V.2

Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Di SMA Kabupaten Kubu Raya

Karakteristik Jenis Kelamin Responden Frekuensi Persentase (%)

Laki-laki Perempuan 73 85 46,2 53,8 Jumlah 158 100

Sumber: Data Primer Tahun 2017

Tabel V.2 di atas, dapat dilihat bahwa mayoritas responden bejenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 85 orang atau 53,8% dan yang paling

sedikit berjenis kelamin laki-laki yaitu sebanyak 73 responden atau 46,2%.

3. Kelas

Tabel V.3

Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Berdasarkan Kelas Di SMA Kabupaten Kubu Raya

Karakteristik Kelas Responden Frekuensi Persentase (%)

Kelas X Kelas XI 78 80 49,4 50,6 Jumlah 158 100

Sumber: Data Primer Tahun 2017

Tabel V.3 di atas, dapat dilihat bahwa mayoritas responden kelas XI yaitu sebanyak 80 orang atau 50,6% dan yang paling sedikitkelas X yaitu sebanyak 78 responden atau 49,4%.

5.1.7. Analisis Univariat

Berikut ini disajikan hasil analisis statistik deskriptif berupa tabel

tabulasi silang (crosstabulation) dan histogram. Penyajian data hasil

penelitian ini dimaksudkan untuk memperoleh gambaran tentang berbagai

hal, yaitu karakterisk responden dan kaitan antara variabel perilaku cybersex

(adiksi, kontrol diri dan tipe kepribadian). Selain itu hasil analisis deskriptif

juga bermanfaat untuk mendukung hasil analisis chi square, sebagaimana

tabel berikut: 1. Adiksi Tabel V.4 Adiksi Adiksi N (%) 1 2 Berat Ringan+Sedang 79 79 50 50 Jumlah 158 100

Berdasarkan Tabel V.4, diketahui bahwa responden dalam

penelitian inimemiliki adiksi cybersex berat sebesar 50% dan memiliki

adiksi ringan+sedang terhadap cybersex yaitu sebesar 50%. Distribusi

jawaban per item pertanyaan adiksi dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel V.5

Distribusi Jawaban per Item Pertanyaan Berdasarkan Kuesioner Tentang Adiksi

Res Pertanyaan Jawaban

Ya % Tidak % 1 Setiap saat memikirkan untuk

mengakses situs porno melalui Hp 119 75,3 39 24,7 2 Banyak menghabiskan waktu luang

untuk mengakses situs porno 126 79,7 32 20,3 3 Merasa kecanduan cybersex 69 43,7 89 56,3 4 Menambah waktu mengakses

cybersex setiap harinya 79 50 79 50 5 Belum bisa menahan diri untuk tidak

melakukan cybersex, ketika membuka internet

115 72,8 43 27,2 6 Mengakses cybersex untuk

melupakan masalah di dalam kehidupan yang sedang dihadapi

126 79,7 32 20,3 7 Mengakses cybersex untuk

menghilangkan stress 128 81 30 19 8 Dengan mengakses cybersex merasa

lebih baik, karena tidak merugikan orang lain

99 62,7 59 37,3 9 Tidak ingat waktu ketika membuka

konten pornografi 121 76,6 37 23,4 10 Pernah gagal ketika mencoba

mengurangi waktu melakukan cybersex

50 31,6 108 68,4 11 Merasa kacau pikiran / murung,

ketika tidak dapat mengakses cybersex karena paket habis

120 75,9 38 24,1 12 Suka marah ketika tidak dapat

mengakses cybersex karena paket habis

115 27,2 43 27,2 13 Merasa menjadi stress, ketika tidak

dapat mengakses cybersex karena paket habis

Res Pertanyaan Jawaban

Ya % Tidak % 14 Biasanya bertengkar dengan saudara

dan orang tua bahkan keluarga yang ada di rumah, ketika tidak dapat melakukan cybersex

101 63,9 57 36,1

15 Tidak perduli kepada siapapun

ketika mengakses cybersex 118 74,7 40 25,3 Sumber: Data Primer 2017

Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa sebanyak 128

responden (81%) mengakses cybersex untuk menghilangkan stress dan

sebanyak 126 responden (79,7) banyak menghabiskan waktu luang

untuk mengakses situs porno dan tidak mengakses cybersex untuk

melupakan masalah di dalam kehidupan yang sedang dihadapi, 121 responden (76,6%) tidak ingat waktu ketika membuka konten pornografi, 120 responden (75,9%) kacau pikiran / murung, ketika tidak

dapat mengakses cybersex, 119 responden (75,3%) memikirkan untuk

mengakses situs porno melalui Handphone dan 118 responden (74,7%)

tidak perduli kepada siapapun ketika mengakses cybersex.

2. Kontrol Diri Tabel V.6 Kontrol Diri Kontrol Diri N (%) 1 2 Rendah+Sedang Tinggi 78 80 49,4 50,6 Jumlah 158 100

Sumber: Data Primer Tahun 2017

Berdasarkan Tabel V.6, diketahui bahwa responden dalam penelitian ini adalah responden yang memiliki kontrol diri

rendah+sedang terhadap cybersex sebesar 49,4% dan yang memiliki

jawaban peritem pertanyaan kontrol diri dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel V.7

Distribusi Jawaban per Item Pertanyaan Berdasarkan Kuesioner Tentang Kontrol Diri

Res Pertanyaan Jawaban

Ya % Tidak %

Cognitive Control (Kendali kognitif)

1 Sebelum melakukan sesuatu perbuatan seperti cybersex memikirkan akibat atas tindakan

87 55,1 71 44,9 2 Mempertimbangkan pemikiran

banyak orang terhadap tindakan yang akan dikerjakan seperti cybersex

81 51,3 77 48,7 3 Memikirkan perasaan orang lain

sebelum melakukan suatu tindakan 68 43 90 57 4 Saran dari orang lain dijadikan

bahan pertimbangan untuk melakukan suatu kegiatan seperti cybersex

68 43 90 57

5 Selalu memikirkan akibat dari kegiatan yang akan dilakukan seperti cybersex

62 39,2 96 60,8

Decision Control (Kendali

Keputusan)

6 Tidak melakukan cybersex karena

perbuatan tersebut di larang 56 35,4 102 64,6 7 Akan menahan diri dari ajakan

teman untuk melakukan cybersex 62 39,2 96 60,8 8 Mencari kegiatan yang bermanfaat

untuk menghindari pengaruh cybersex yang dilakukan teman-teman

69 43,7 89 56,3

Behavior Control (Kendali

Perilaku)

9 Dapat membedakan mana teman yang berpengaruh positif atau yang negatif untuk diri pribadi

82 51,9 76 48,1 10 Melakukan cybersex adalah hal yang

sangat membuang- buang waktu 80 50,6 78 49,4 11 Mengingatkan teman yang sering

melakukan cybersex 89 56,3 69 43,7 Sumber: Data Primer 2017

Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa sebanyak 102

responden (64,6) melakukan cybersex walaupun perbuatan tersebut

yang akan dilakukan seperti cybersex, 96 responden (60,8%) tidak

menahan diri dari ajakan teman untuk melakukan cybersex, 90

responden (57%) tidak memikirkan perasaan orang lain sebelum melakukan suatu tindakan, 90 responden (57%) saran dari orang lain tidak dijadikan bahan pertimbangan untuk melakukan suatu kegiatan

seperti cybersex, 89 responden (56,3) mengingatkan teman yang sering

melakukan cybersex, sebanyak 87 responden (55,1) sebelum melakukan

sesuatu perbuatan seperti cybersex memikirkan akibat atas tindakan, 82

responden (51,9%) dapat membedakan mana teman yang berpengaruh positif atau yang negatif untuk diri pribadi, 81 responden (51,3%) mempertimbangkan pemikiran banyak orang terhadap tindakan yang

akan dikerjakan seperti cybersex, 80 responden (50,6%) melakukan

cybersex adalah hal yang sangat membuang-buang waktu.

3. Tipe Kepribadian Tabel V.8 Tipe Kepribadian Tipe Kepribadian N (%) 1 2 Introvet Ekstrovet 98 60 62 38 Jumlah 158 100

Sumber: Data Primer Tahun 2017

Berdasarkan Tabel V.8, diketahui bahwa responden dalam penelitian ini didominasi oleh responden yang memiliki tipe kepribadian introvet sebesar 62% dan yang paling sedikit adalah memiliki tipe kepribadian ekstrovet yaitu sebesar 38%. Distribusi

jawaban per item pertanyaan tipe kepribadian dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel V.9

Distribusi Jawaban per Item Pertanyaan Berdasarkan Kuesioner Tentang Tipe Kepribadian

Res Pertanyaan Jawaban

Ya % Tidak %

Aspek Activity

1 Selalu merasakan kegembiraan pada

saat melakukan cybersex 118 74,7 40 25,3 2 Suka sekali melakukan cybersex

sendiri 98 62 60 38

3 Suka menggunakan Hp karena dapat melakukan cybersex di mana saja menginginkannya

64 40,5 94 59,5 4 Lambat memperoleh informasi baru

berkaitan dengan pornografi 90 57 68 43

Aspek Sociability

6 Suka membaca dan menonton situs yang berbau porno bersama dengan teman-teman

108 68,4 50 31,6 7 Lebih suka menyendiri, ketika

melakukan cybersex 118 74,7 40 25,3 8 Merasa bahagia dengan perilaku

cybersex yang dilakukan 107 67,7 51 32,3 9 Merasa bahagia melakukan cybersex

dengan teman-teman atau pacar 58 36,7 100 63,3 10 Lebih sering diam, ketika

teman-teman berbicara berkaitan dengan pornografi

61 38,6 97 61,4 11 Terbiasa berbicara hal-hal porno

terhadap orang yang baru kenal 93 58,9 65 41,1 12 Merasa sangat tidak bahagia ketika

tidak dapat melakukan cybersex 94 59,5 64 40,5 13 Sangat sulit menikmati suasana saat

berkumpul dengan teman sebelum melakukan cybersex

82 51,9 76 48,1

Aspek Risk Taking

14 Jika paket internet habis, selalu berusaha mencari untuk memperoleh paket internet

96 60,8 62 39,2 15 Rasa percaya diri bertambah, setelah

melakukan cybersex bersama pacar 105 66,5 53 33,5 16 Menggunakan internet dengan

tujuan (melihat gambar erotis, chating seks, mendownload gambar seks) atau cybersex dengan pasangan / pacar saudara

111 70,3 47 29,7

Aspek Impulsiveness

17 Bersikap masa bodoh terhadap

Res Pertanyaan Jawaban

Ya % Tidak % 18 Berpikir dahulu sebelum melakukan

cybersex 92 58,2 66 41,8

19 Melakukan cybersex karena memperoleh pengetahuan dari kawan dan langsung dipraktekkan

117 74,1 41 25,9 20 Apabila sedang ingin melakukan

cybersex tidak melihat waktu dan tempat

118 74,7 40 25,3

Aspek Expressiveness

21 Ketika sedang bersama teman-teman dan teman membuka situs porno, maka ikut membuka situs porno di Hp

133 84,2 25 15,8 22 Tidak suka dengan kawan yang suka

melakukan cybersex 110 69,6 48 30,4

Aspek Reflectiveness

23 Apabila ada sesuatu yang ingin diketahui tentang cybersex, mencari sendiri dari pada menanyakan pada teman

121 76,6 37 23,4

Aspek Responsibillty

24 Apabila ada informasi baru berkaitan dengan ponografi, langsung mencarinya di internet

137 86,7 21 13,3 Sumber: Data Primer 2017

Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa sebanyak 137 responden (86,7%) mencari informasi baru berkaitan dengan ponografi, langsung mencarinya di internet, 133 responden (84,2%) ikut membuka situs porno besama teman, sebanyak 121 responden (76,6%)apabila ada

sesuatu yang ingin diketahui tentang cybersex, mencari sendiri, 118

responden (74,7%) merasakan kegembiraan pada saat melakukan

cybersex, 118 responden (74,7%) suka menyendiri, ketika melakukan

cybersex, 118 responden (74,7%) tidak melihat waktu dan tempat ketika

melakukan cybersex, 117 responden (74,1%) melakukan cybersex

karena memperoleh pengetahuan dari kawan dan langsung

dipraktekkan, 111 responden (70,3%) menggunakan internet dengan

seks) atau cybersex dengan pasangan / pacar saudara, sebanyak 108 responden (68,4%) suka membaca dan menonton situs yang berbau

porno bersama dengan teman-teman, 107 responden (66,5%) merasa

bahagia dengan perilaku cybersex yang dilakukan, 105 responden

(66,5%) rasa percaya diri bertambah, setelah melakukan cybersex

bersama pacar dan 100 responden (63,3%) merasa bahagia melakukan

cybersex dengan teman atau pacar.

4. Perilaku Cybersex Tabel V.10 Cybersex Cybersex N (%) 1 2 Berat Ringan+Sedang 82 76 51,9 48,1 Jumlah 158 100

Sumber: Data Primer Tahun 2017

Berdasarkan Tabel V.10, diketahui bahwa responden dalam penelitian ini didominasi oleh responden yang memiliki perilaku

cybersex berat sebesar 51,9% dan yang paling sedikit adalah memiliki

perilaku cybersex ringan+sedang yaitu sebesar 48,1%. Distribusi

jawaban per item pertanyaan perilaku cybersex dapat dilihat pada tabel

berikut:

Tabel V.11

Distribusi Jawaban per Item Pertanyaan Berdasarkan Kuesioner

Tentang Perilaku Cybersex

Res Pertanyaan Jawaban

Ya % Tidak % 1 Menonton / melihat video / gambar

berbau pornografi secara on line 115 72,8 43 27,2 2 Menonton / melihat video / gambar

berbau pornografi melalui media sosial seperti Bigo Live, IG Live dan lain-lain

Res Pertanyaan Jawaban

Ya % Tidak % 3 Menonton / melihat video / gambar

berbau pornografi seperti line, skype dan lain-lain

63 39,9 95 60,1 4 Pernah membuka situs porno secara

online 109 69 49 31

5 Melakukan cybersex karena situsnya

mudah di akses 98 62 60 38

6 Melakukan cybersex karena

biayanya murah 99 62,7 59 37,3

7 Melihat gambar-gambar porno di

internet tidak akan merusak moral 104 65,8 54 34,2 8 Mendownload gambar-gambar

porno di internet suatu pengalaman yang menyenangkan

100 63,3 58 36,7 9 Melakukan cybersex karena bebas

mengekspresikan fantasi seksual tanpa harus takut ditolak oleh orang lain

88 55,7 70 44,3 10 Melakukan cybersex karena aman

dari penyakit 75 47,5 83 52,5

11 Melakukan cybersex karena cara yang mudah untuk menemukan orang yang memiliki pandangan dan ketertarikan seksual yang sama

61 38,6 97 61,4 Sumber: Data Primer 2017

Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa sebanyak 115 responden (72,8) menonton / melihat video / gambar berbau pornografi

secara on line, sebanyak 109 responden (69) pernah membuka situs

porno secara online, 104 responden (65,8%) melihat gambar-gambar

porno di internet tidak akan merusak moral dan 100 responden (63,3%)

mendownload gambar-gambar porno di internet suatu pengalaman yang

Dokumen terkait