HASIL PENELITIAN 4.1. Hasil Penelitian
4.2. Karakteristik Responden
Karakteristik responden meliputi umur dan pendidikan. Gambaran karakteristik responden dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.4. Distribusi Responden Berdasarkan Umur, Jenis dan Pendidikan Yang Membeli pembalut wanita Di pusat perbelanjaan di kota Medan
No Karakteristik responden Jumlah Persentase (%) 1 2 3 Umur < 20 tahun 21-35 tahun > 35 tahun 12 14 4 40,0 46,7 13,3 Total 30 100 Pendidikan 1 SMP 2 6,6 2 SMA 15 50,0 3 Diploma/PT 13 43,3 Total 30 100
Berdasarkan tabel 4.4. diatas menunjukkan bahwa responden terbanyak berumur 21-35 tahun yakni sebanyak 14 orang (46,7%) sedangkan yang paling sedikit berumur >35 tahun yakni sebanyak 4 orang (13,3%). Tabel diatas juga menunjukkan bahwa Pendidikan responden yang paling banyak adalah SMA yakni 15 orang (50,0%) dan hanya 2 orang (6,6%) yang berpendidikan SMP.
4.3. Pengetahuan
Pengetahuan responden yang diukur meliputi pengertian, bentuk, ukuran dan jenis pembalut wanita,bahan kimia yang terkandung dan bahayanya yang terdapat pada pembalut wanita.
Berdasarkan kuesioner yang di berikan pada 30 responden menunjukkan bahwa pada pertanyaan pengertian pembalut wanita sebanyak 30 orang (100%) menjawab sebuah perangkat yang digunakan oleh wanita disaat menstruasi untuk menyerap darah dan pembalut wanita yang biasa dipakai sehari-hari. Pada pertanyaan bentuk pembalut wanita menjawab Slim (tipis), wings (bersayap) dan maxi ada sebanyak 28 orang (93,3%) menjawab Slim (tipis) dan wings (bersayap) sebanyak 2 orang (6,6%). Pada pertanyaan ukuran pembalut wanita menjawab pendek, panjang dan untuk malam sebanyak 25 orang (83,3%), menjawab tidak tahu 4 orang (13,3%), menjawab pendek dan panjang sebanyak 1 orang (3,3%). Pada pertanyaan siklus mengganti pembalut pada waktu menstruasi adalah sebanyak 24 orang (80%) menjawab 3-6 jam sekali dalam sehari, menjawab setiap 8 jam sekali sebanyak 6 orang (20%). Pada pertanyaan jenis pembalut wanita adalah sebanyak 21 orang (70%) menjawab pembalut wanita, yang menjawab pembalut wanita dan pantyliner sebanyak 9 orang (30%), dan menjawab tidak tahu 1 orang (3,3%). Pada pertanyaan bahan baku pada pembalut wanita sebanyak 16 orang (53,3%) menjawab kapas murni dan gel, sebanyak 13 orang (43,3%) menjawab kapas murni, gel dan herbal, dan 1 0rang (3,3%) menjawa tidak tahu. Pada pertanyaan bahan kimia yang terdapat pada pembalut wanita sebanyak 15 orang (50%) menjawab pemutih, sebanyak 12 orang (40%) menjawab pemutih dan pengharum dan sebanyak 3 orang (10%) menjawab tidak tahu. Pada
pertanyaan bahaya penyakit bahan kimia pada pembalut wanita ada sebanyak 30 orang (100%) menjawab iritasi dan kanker. Pada pertanyaan virus penyebab kanker rahim ada sebanyak 22 orang (73,3%) menjawab human papiloma virus, sebanyak 5 orang (16,6%) menjawab tidak tahu dan 3 orang (10%) menjawab virus HIV. Pada pertanyaan cara memilih produk pembalut wanita yang aman ada sebanyak 24 orang (80%) menjawab label depkes dan komposisi, dan sebanyak 6 orang (20%) menjawab dari harga yang mahal.
Dari uraian di atas dapat diketahui bahwa lebih banyak responden yang menjawab dengan benar pada pertanyaan tentang pengertian pembalut wanita yakni masing-masing sebanyak 30 orang (100,0%) menjawab Sebuah perangkat yang digunakan oleh wanita disaat menstruasi ini berfungsi untuk menyerap darah dan pembalut wanita yang biasa dipakai sehari-hari dan sebanyak 30 orang (100,0%) yang menjawab penyakit yang disebabkan bahan kimia pada pembalut wanita adalah Iritasi dan kanker.
Dari uraian diatas diketahui bahwa responden kurang mengetahui dengan benar pada pertanyaan jenis pembalut wanita yakni Kapas murni dan gel sebanyak 16 orang (53,3%) dan yang menjawab bahan kimia yang terdapat pada pembalut wanita adalah pemutih dan pengharum yakni sebanyak 12 orang (40%).
4.4. Tindakan
Tindakan responden yang diukur meliputi lama pemakaian produk pembalut wanita yang digunakan, keluhan pemakaian, siklus mengganti pembalut wanita.
Berdasarkan kuesioner yang diberikan pada 30 responden menunjukkan pada pertanyaan lama pemakaian produk yang saat ini dipakai sebanyak 19 orang
(63,3%) menjawab sejak pertama kali menstruasi, yang menjawab baru sebulan sebanyak 6 (20%) orang dan yang menjawab baru satu tahun 5 orang (16,6%). Pada pertanyaan gangguan pada saat memakai pembalut wanita sebanyak 6 orang (20%) menjawab pernah dan 24 orang (80%) menjawab tidak pernah. Pada pertanyaan seberapa sering mengganti pembalut wanita sebanyak 12 orang (40%) menjawab 1-2 kali, sebanyak 7 orang (23,3) menjawab > 4 kali dan sebanyak 11 orang (36,7%) menjawab 3-4 kali. Pada pertanyaan pernah mengajak orang lain untuk memakai produk pembalut yang anda pakai sebanyak 13 orang (43,3%) menjawab ya, sebanyak 14 orang (46,7%) menjawab tidak pernah, dan sebanyak 3 orang (10%) tidak ingat. Pada pertanyaan membeli pembalut wanita Karena kualitas yang baik sebanyak 27 orang (90%) menjawab ya, sebanyak 3 orang (10%) menjawab tidak. Pada pertanyaan produk pembalut wanita yang di beli tidak mudah bocor dan tembus sebanyak 28 orang (93,3%) menjawab ya dan sebanyak 2 orang (6,6%) menjawab tidak. Pada pertanyaan yang di rasakan pada saat memakai produk pembalut yang dipakai sebanyak 19 orang (63,3%) menjawab merasa sangat tidak nyaman dan 11 orang (36,7%) menjawab merasa khawatir bocor. Pada pertanyaan tempat membeli produk pembalut wanita sebanyak 17 orang (56,7%) menjawab swalayan dan sebanyak 13 orang (43,3%) menjawab toko. Pada pertanyan jumlah pembalut yang dibeli pada saat menstruasi sebanyak 16 orang (53,3%) menjawab 1 bungkus, sebanyak 13 orang (43,3%) menjawab 2 bungkus dan 1 orang (3,3%) menjawab >2 bungkus. Pada pertanyaan pertimbangan sebelum membeli pembalut wanita sebanyak 3 orang (10%) menjawab variasi jenis dan 27 orang (90%) menjawab bahan dan tekstur.
persentase tertinggi pada pertanyaan gangguan pada pemakaian pembalut wanita menjawab tidak pernah sebanyak 24 orang (80%) dan pertanyaan pertimbangan sebelum membeli pembalut wanita yang akan dipakai menjawab bahan dan tekstur sebayak 27 orang (90%)
Pada uraian diatas dilihat bahwa responden dari 30 responden dengan persentase terendah terdapat pada pertanyaan Pembalut wanita tidak mudah bocor atau tembus dalam memenuhi kebutuhan yang menjawab tidak sebanyak 2 orang (6,6%) dan pertanyaan jumlah pembalut yang dibeli saat menstruasi yang menjawab > 2 bungkus ada sebanyak 1 orang (3,3%).
BAB V PEMBAHASAN 5.1. Uji Kualitatif klorin
Berdasarkan dari hasil pemeriksaan kualitatif yang telah dilakukan pada 10 sampel yang terdiri dari 5 pembalut wanita yang dipakai pada saat menstruasi dan 5 sampel Pantyliner diperoleh hasil 2 sampel pembalut wanita yang dipakai saat menstruasi dan 2 sampel pantyliner positif mengandung klorin (Cl2).
Pemeriksaan kualitatif yang di teliti di temukan 4 dari 10 sampel memiliki hasil positif terdapatnya klorin pada pembalut tersebut, dan dari 3 sampel yang di teliti yang mengandung klorin, pada kemasan produksi pembalut tersebut tidak mencantumkan komposisi dan hanya mencantumkan izin kesehatan, dimana seharusnya pada setiap produksi harus mencantumkan komposisi.
Pemeriksaan kualitatif dilakukan untuk mengetahui ada dan tidaknya klorin pada pembalut wanita yang akan diteliti. Untuk memastikan hasil uji kualitatif, yaitu dengan metode titrasi dengan menambahkan KI 10% dan Indikator Amilum 1% pada setiap sampel. Reaksinya adalah sebagai berikut:
2KI + Cl2 2KCl + I2
Suatu sampel yang mengandung klorin (Cl2) apabila ditambahkan dengan KI (kalium iodide) akan bereaksi menghasilkan I2. I2 yang terbentuk akibat reaksi ini, apabila ditambahkan dengan amilum akan menghasilkan warna biru.
Klorin ( Cl2) adalah gas kuning kehijauan, dimana seiring dengan kemajuan teknologi dalam pembuatan pembalut dari bahan daur ulang menggunakan bahan-bahan kimia untuk membersihkannya dan juga menggunakan bahan klorin agar pembalut tersebut berwarna putih bersih. penggunaan klorin di larang dipakai pada produk kesehatan karena dapat
menyebabkan gangguan kesehatan Iritasi klorin pada kulit dapat menyebabkan gangguan kesehatan berupa rasa terbakar, peradangan dan melepuh. Pemajanan cairan klorin juga dapat menyebabkan peradangan akibat suhu dingin.Paparan klorin menyebabkan cukup respon, yaitu kulit tampak kering dan timbul bercak coklat, edema intraepitel, hiperkeratosis dan sel- sel epitel atipikal terlihat di epidermis (U.S. Departmenet of health and human servies, 2007). Penggunaan bahan klorin pada pembalut wanita dapat menyebabkan gangguan alat reproduksi yaitu keputihan, gatal - gatal, iritasi dan menyebabkan kanker (Faiz, 2012).