• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Hasil Pengolahan Data

1. Karakteristik Responden

Responden dalam penelitian ini adalah pegawai PT PLN (Persero) Wilayah Sulselrabar. Karakteristik responden berguna untuk menguraikan deskripsi identitas responden menurut sampel penelitian yang telah ditetapkan. Salah satu tujuan dari karakteristik responden adalah memberikan gambaran objek yang menjadi sampel dalam penelitian ini. Karakteristik responden yang diteliti kemudian dikelompokkan menurut jenis kelamin, usia, gaji, pendidikan terakhir, dan masa kerja. Untuk memperjelas karakteristik responden yang dimaksud, maka disajikan karakteristik responden dalam bentuk tabel sebagai berikut:

a. Karakteristik Responden berdasarkan Jenis Kelamin

Jenis kelamin secara umum dapat memberikan perbedaan pada perilaku seseorang. Dalam suatu bidang kerja jenis kelamin seringkali dapat menjadi pembeda aktivitas yang dilakukan yang dilakukan oleh individu. Penyajian data responden berdasarkan jenis kelamin adalah sebagai berikut:

Ada ahli yang mengemukakan pendapat bahwa ada perbedaan antara pria dan wanita yang dapat mempengaruhi kinerja pegawai, akan tetapi ada juga yang berpendapat bahwa da perbedaan yang konsisten antara pria dan wanita dalam memecahkan masalah, keterampilan analisis, dorongan kompetitif, motivasi, sosiabilitas atau kemampuan belajar. Mennrut Rivai dan deddy mulyadi (2013: 231-232) dalam hal ini diasumsikan bahwa tidak ada perbedaan yang berarti dalam hal produktivitas antara pria dan wanita.

Tabel 4.1

Jenis Kelamin Responden

Jenis Kelamin Jumlah Responden Persentase (%)

Laki – laki Perempuan 78 60 57% 43% Jumlah 138 100%

Sumber: Data primer yang diolah, 2017

Tabel 4.1 di atas menunjukkan bahwa responden laki-laki lebih banyak daripada responden perempuan. Dengan jumlah responden laki-laki sebanyak 78 orang dengan tingkat persentase 57% dan responden perempuan sebanyak 60 orang dengan tingkat persentase 43%.

b. Karakteristik Responden berdasarkan Usia

Umur dalam keterkaitannya dengan kinerja individu di lokasi kerja biasanya adalah sebagai gambaran akan pengalaman dan tanggung jawab individu. Jumlah karyawan berdasarkan umur dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel 4.2

Karakteristik Responden berdasarkan Umur

Usia Responden Jumlah Responden Persentase

15 – 30 31 - 45 46 – 60 49 64 25 36% 46% 18% Jumlah 138 100%

Sumber: Data primer yang diolah, 2017

Tabel 4.2 di atas menunjukkan bahwa dari 138 orang yang dijadikan sampel dalam penelitian ini, mayoritas responden PT PLN (Persero) Wilayah Sulselrabar didominasi oleh responden yang berusia 31 - 45 tahun yaitu terdiri dari 64 responden atau 46%, urutan kedua yairu yang berumur 15-30 tahun yaitu

terdiri dari 49 responden atau 36% dan yang paling sedikit 46-60 tahun terdiri dari 25 responden atau 18%.

Banyak riset yang telah menganalisis karakeristik biografis ini, yaitu berupa usia, jenis kelamin, status perkawinan, dan masa kerja. Penemu dan analisis karakteristik karakteristik ini mempengaruhi kinerja, absensi,tingkat keluarnya karyawan, dan kepuasan kerja. Ada suatu keyakinan yang meluas bahwa kinerja merosot sejalan dengan makin tuanya usia seseorang. Tetapi hal itu tidak terbukti, karena banyak orang yang sudah tua tapi masih enerjik. Memang diakui bahwa pada usia muda seseorang lebih produktif dibandingkan katika usia tua (Rivai, 2007 : 224).

c. Karakteristik Responden berdasarkan Pendidikan Terakhir

Pendidikan seringkali dipandang sebagai satu kondisi yang mencerminkan kemampuan seseorang. Penyajian data responden berdasarkan pendidikan adalah sebagaimana terlihat pada tabel dibawah ini:

Berdasarkan penelitian Desak Ketut Ratna Dewi adanya pengaruh bahwa tingkat pendidikan yang tinggi dari seorag pegawai akan mempengaruhi kemampuannya dalam mencapai kinerja secara optimal, yang mana pendidikan didalam organisasi adalah suatu proses pengembangan kemampuan kearah yang seseorang, diharapkan sumber dayanya semakin baik.

Hasil olahan data mengenai responden yang berdasarkan tingkat pendidikan yang ditunjukkan pada tabel 4.3 dibawah dari 138 responden terdapat 29 orang yang berpendidikan SMA dengan tingkat persentase 21%, pendidikan Diploma sebanyak 23 orang dengan persentase 17%, yang berpendidikan S1 sebanyak 37 dengan persentase 27%, sebanyak 32 orang yang berpendidikan S2

dengan tingkat persentase 23%, dan yang terakhir pendidikan S3 sebanyak 17 orang dengan persentase 12%.

Tabel 4.3

Karakteristik Responden berdasarkan Pendidikan Terakhir

Pendidikan Jumlah Responden Persentase

SMA Diploma S1 S2 S3 29 23 37 32 17 21% 17% 27% 23% 12% Jumlah 138 100%

Sumber: Data primer yang diolah, 2017

d. Karakteristik Responden berdasarkan Masa Kerja

Berikut karakteristik responden berdasarkan masa kerja pada tabel 4.4. jumlah karyawan berdasarkan masa kerja dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Tabel 4.4

Karakteristik Responden berdasarkan Masa Kerja

Masa Kerja Jumlah Responden Persentase (%)

1 – 10 tahun 11 – 20 tahun > 20 tahun 31 45 62 22% 33% 45% Jumlah 138 100%

Sumber: Data primer yang diolah, 2017

Berdasarkan tabel 4.4 diatas menunjukkan bahwa pada penelitian ini pegawai yang paling banyak merespon dengan masa kerja 1-10 tahun sebanyak 31 orang dengan tingkat persentase 22% kemudian disusul masa kerja 11-20 tahun sebanyak 45 orang dengan persentase sebesar 33% dan yang terakhir yaitu masa kerja diatas 20 tahun sebanyak 62 orang dengan persentase sebesar 45%.

Robbins (2007) menjelaskan bahwa, beberapa bukti terbaru menunjukan adanya hubungan posotif antara masa kerja dengan kinerja. Masa kerja yang semakin lama akan mempengaruhi kualitas kerja yang berujung pada perbaikan kinerja seorang pegawai Hardikriyawan (2014). Secara konsisten ditemukan bahwa masa kerja berhubungan negatif dengan keluar masuknya karyawan dan telah ditemukan sebagai peramal tunggal paling baik tentang keluar masuknya karyawan, Fahmi (2013:39).

e. Karakteristik responden berdasarkan Gaji

Tabel 4.5

Karakteristik Responden berdasarkan Gaji

Masa Kerja Jumlah Responden Persentase (%)

Rp. 1-5 Juta Rp. 6-10 Juta Rp. 11-15 Juta Rp. 16-20 Juta Rp. > 21 Juta 52 61 17 6 2 37,68 44,20 12,33 4,34 1,44 Jumlah 138 100%

Sumber: Data primer yang diolah, 2017

Berdasarkan tabel 4.5 menunjukan bahwa pada penelitian ini pegawai yang paling banyak merespon dengan tingkat gaji Rp. 6-10 juta sebanyak 61 responden dengan tingkat persentase 44.20 % kemudian yang kedua Rp. 1-5 juta sebanyak 52 responden dengan tingkat persentase 37.68% yang ketiga Rp. 11-15 juta sebanyak 17 responden dengan tingkat persentase 12.33% disusul dengan Rp. 16-20 juta sebanyak 6 responden dengan tingkat persentase 4.34% dan yang terakhir Rp. >21 juta sebanyak 2 responden dengan tingkat persentase 1.44%.

Menurut Martoyo (1994), fungsi kompensasi adalah :Kompensasi yang tinggi pada seorang karyawan mempunyai implikasi bahwa organisasi memperoleh keuntungan dan manfaat maksimal dari karyawan yang bersangkutan karena besarnya kompensasi sangat ditentukan oleh tinggi/rendahnya produktivitas kerja karyawan yang bersangkutan. Semakin banyak pegawai yang diberi kompensasi yang tinggi berarti semakin banyak karyawannya yang berprestasi tinggi. Banyaknya karyawan yang berprestasi tinggi akan mengurangi pengeluaran biaya untuk kerja-kerja yang tidak perlu (yang diakibatkan oleh kurang efisien dan efektifitasnya kerja). Dengan demikian pemberian kompensasi dapat menjadikan penggunaan SDM secara lebih efisien dan lebih efektif.

Dokumen terkait