Penggambaran karakteristik 40 pegawai Kantor Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang menjadi responden akan dikemukakan antara lain berdasarkan : umur, tingkat pendidikan, pangkat/golongan, lama bekerja dan jenis kelamin. Berikut ini adalah tabel mengenai karakteristik responden berdasarkan Umur, Tingkat Pendidikan, Pangkat/Golongan, Lama Bekerja dan Jenis Kelamin.
Tabel 1
Ket.: Data Pegawai Hasil Penelitian Oktober 2013
Tabel tersebut di atas memperlihatkan distribusi responden berdasarkan umur dimana menerangkan bahwa kebanyakan responden memiliki umur yang berkisar dari 31-42 tahun yang menunjukkan sebanyak 19 responden atau sebesar 47,5 persen dari jumlah keseluruhan responden, responden yang memiliki umur yang berkisar dari 43-54 tahun memiliki posisi kedua terbanyak dari responden dimana menunjukkan sebanyak 18 responden atau sebesar 45 persen dari keseluruhan responden, responden yang memiliki umur yang berkisar diatas 54 tahun menunjukkan sebanyak 2 responden atau sebesar 5 persen dari keseluruhan responden, selanjutnya di posisi terendah terdapat pada responden yang memiliki
umur yang bekisar 19-30 tahun sebanyak 1 responden atau sebesar 2,5 persen dari keseluruhan responden.
Tabel 2
Karakteristik Responden berdasarkan Tingkat Pendidikan
Keterangan Frekuensi Persentase (%)
Ket.: Data Pegawai Hasil Penelitian Oktober 2013
Berdasarkan tabel di atas memperlihatkan distribusi responden tentang tingkat pendidikan maka ditunjukkan pada tabel diatas dimana menerangkan bahwa 1 orang berpendidikan SMA atau sebesar 2,5 persen, 5 orang bergelar Diploma atau sebesar 12,5 persen, 26 orang bergelar S1 atau sebesar 65 persen, dan 8 orang bergelar S2 atau sebesar 20 persen dari keseluruhan responden.
Tabel 3
Ket.: Data Pegawai Hasil Peneltian Oktober 2013
Tabel tersebut di atas memperlihatkan distribusi responden tentang pangkat/golongan ditunjukkan pula pada tabel diatas dimana menerangkan bahwa Golongan IV sebanyak 3 orang atau sebesar 7,5 persen, Golongan III sebanyak 27
orang atau sebesar 67,5 persen, Golongan II sebanyak 8 orang atau sebesar 20 persen dan Golongan I sebanyak 2 orang atau sebesar 5 persen dari keseluruhan responden.
Tabel 4
Karakteristik Responden berdasarkan Lama Bekerja
Keterangan Frekuensi Persentase (%)
Sumber data: Data Hasil Kuesioner Oktober 2013
Distribusi responden tentang lama bekerja ditunjukkan pada tabel diatas dimana menerangkan bahwa 5 orang bekerja selama 1-5 tahun atau sebesar 12,5 persen, 7 orang bekerja berkisar 6-10 tahun atau sebesar 17,5 persen, 6 orang yang bekerja berkisar 11-15 tahun atau 15 persen, 9 orang yang bekerja berkisar 16-20 tahun atau sebesar 22,5 persen dan 13 orang yang bekerja berkisar diatas 21 tahun atau selama 32,5 persen dari keseluruhan responden.
Tabel 5
Karakteristik Responden berdasarkan Jenis Kelamin
Keterangan Frekuensi Persentase (%)
Ket.: Data Pegawai Hasil Penelitian Oktober 2013
Sedangkan distribusi responden tentang jenis kelamin berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa 18 orang berjenis kelamin laki-laki atau sebesar 45
persen , dan 22 orang yang berjenis kelamin perempuan atau sebesar 55 persen dari keseluruhan jumlah responden.
C. Analisis Frekuensi Variabel Penilaian Prestasi Kerja (X) 1. Sasaran Kerja (X1)
a. Sasaran kerja unit/bidang pegawai
Sasaran kerja dapat dikatakan baik apabila memenuhi beberapa kriteria, dan salah satunya yaitu tentang sasaran kerja unit/bidang pegawai dalam meningkatkan pengembangan karier.
Tingkatan mengenai sasaran kerja unit/bidang pegawai dalam meningkatkan pengembangan karier untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel:
Tabel 6
Tanggapan Responden Mengenai Sasaran Kerja Unit/Bidang Pegawai No Kategori Skor (X) Frekuensi (F) Nilai (X.F)
1 Sangat Baik 4 16 64
Ket: Data olahan kuesioner 2013
Tanggapan responden mengenai sasaran kerja unit/bidang pegawai dalam meningkatkan pengembangan karier di dominasi dengan jawaban kategori baik dengan perolehan tanggapan sebanyak 24 orang dan kategori sangat baik memperoleh tanggapan sebanyak 16 orang, sedangkan responden yang memilih kategori kurang baik dan tidak baik masing-masing memperoleh tanggapan
sebanyak tidak ada. Dan hasil rata-rata persentasenya yaitu 85%, sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan sasaran kerja unit/bidang pegawai baik dalam mengembangkan karier. Hal ini dikatakan karena hasil rata-rata persentase dilihat diantara 76%-100% termasuk kategori sangat baik.
b. Aspek penilaian terhadap tugas dan tanggung jawab pegawai
Sasaran kerja dapat dilihat dari beberapa indikator salah satunya yaitu aspek penilaian pegawai yang berhubungan dengan tugas dan tanggung jawab.
Penilaian yang baik adalah penilailan yang berkualitas dan jelas bagi penggunanya dalam hal ini pegawai yang akan mendapatkan penilaian atas prestasi kerja. Untuk mengetahui seberapa jelas aspek penilaian yang di berikan pegawai untuk pengembangan karier maka dapat di lihat pada tabel :
Tabel 7
Tanggapan Responden Mengenai Aspek Penilaian Yang Ada Hubungan Dengan Tugas dan Tanggung Jawab Pegawai
No Kategori Skor (X) Frekuensi (F) Nilai (X.F)
1 Sangat Setuju 4 11 44
2 Setuju 3 29 87
Ket: Data olahan kuesioner 2013
Tanggapan responden mengenai aspek penilaian terhadap tugas dan tanggung jawab yang pegawai pegang sangat bervariatif akan tetapi di dominasi oleh jawaban dengan kategori setuju dengan perolehan tanggapan sebanyak 29 orang, kategori sangat setuju memperoleh tanggapan sebanyak 11 orang, sedangan
responden yang memilih kategori kurang setuju dan tidak setuju masing-masing memperoleh tanggapan sebanyak tidak ada.
Hal ini menunjukkan dari hasil pengamatan penilaian prestasi kerja bahwa aspek penilaian terhadap tugas dan tanggung jawab yang pegawai kerjakan ditanggapi dengan respon yang baik dalam mengembangkan karier dalam menuju sasaran kerja yang telah direncanakan.
c. Aspek penilaian yang berhubungan dengan kompetensi teknis
Penilaian prestasi kerja yang baik dapat dilihat dari beberapa indikator yaitu dari aspek penilaian yang berhubungan dengan adanya kompetensi teknis yang digunakan sebagai bahan penilaian prestasi itu sendiri. Sehingga pegawai mampu mengembangkan kariernya dengan baik.
Untuk mengetahui pendapat responden tentang aspek penilaian yang berhubungan dengan kompetensi teknis maka dapat dilihat pada tabel :
Tabel 8
Tanggapan Responden Mengenai Aspek Penilaian Yang Berhubungan Dengan Kompetensi Teknis
No Kategori Skor (X) Frekuensi (F) Nilai (X.F)
1 Sangat Setuju 4 14 56
2 Setuju 3 24 72
Ket.: Data olahan kuesioner 2013
Tanggapan responden mengenai aspek penilaian dalam kompetensi teknis memilik jawaban yang variatif tetapi dapat dilihat dengan jelas bahwa kebanyakan
responden mendominasi jawaban dengan kategori setuju dengan memperoleh tanggapan sebanyak 24 orang, dan responden yang beranggapan bahwa aspek penilaian digunakan dalam kompetensi teknis yang sangat setuju memperoleh tanggapan sebanyak 14 orang. Sedangkan tanggapan responden mengenai aspek penilaian dalam kompetensi teknis dengan kategori kurang setuju memiliki jumlah tanggapan sebanyak 2 orang.
Hal ini menunjukkan bahwa penilaian prestasi kerja atau aspek penilaian yang berhubungan dengan kompetensi teknis dalam pengembangan karier pegawai sudah setuju mengenai hal ini walaupun masih ada beberapa pegawai yang memiliki pendapat yang berbeda. Tetapi sangat jelaslah bahwa dari 40 responden ternyata tidak ada satupun pegawai yang menyatakan bahwa penilaian prestasi kerja dalam kompetensi teknis yang tidak setuju.
d. Aspek Penilaian Dalam Keberhasilan Pencapaian Kinerja Pegawai
Penilaian prestasi kerja yang baik dapat dilihat dari beberapa indikator yaitu dari aspek penilaian dalam keberhasilaan untuk pencapaian kinerja pegawai agar sesuai dengan sasaran kerja pegawai. Dalam menuju suatu pencapaian kinerja akan banyak dibutuhkan aspek-aspek dalam pengembangan karier sehingga aspek penilaian itu akan mampu menuju sasaran penilaian yang ingin dicapai.
Untuk mengetahui pendapat responden tentang aspek penilaian dalam keberhasilan pencapaian kinerja maka dapat dilihat pada tabel :
Tabel 9
Tanggapan Responden Mengenai Aspek Penilaian Dalam Keberhasilan Pencapaian Kinerja
No Kategori Skor (X) Frekuensi (F) Nilai (X.F)
1 Sangat Baik 4 24 96
Ket.: Data olahan kuesioner 2013
Tanggapan responden mengenai aspek penilaian dalam keberhasilan untuk pencapaian kinerja pegawai memilki jawaban yang variatif tetapi dapat dilihat dengan jelas bahwa kebanyakan responden mendominasi jawaban dengan kategori sangat setuju dengan memperoleh tanggapan sebanyak 24 orang, dan responden yang beranggapan bahwa aspek penilaian dalam keberhasilan pencapaian kinerja pegawai yang memilih kategori setuju memperoleh tanggapan sebanyak 16 orang. Sedangkan tanggapan responden mengenai aspek penilaian dalam keberhasilan pencapaian kinerja pegawai yang memilih kategori kurang setuju dan tidak setuju masing-masing memperoleh tanggapan sebanyak tidak ada.
Dan hasil dari rata-rata persentase yaitu 90 persen sehingga aspek penilaian dalam keberhasilan pencapaian kinerja pegawai dalam mengembangkan karier sudah sangat baik. Hal ini dikatakan karena dari hasil rata-rata persentase dapat dilihat diantara 76%-100% termasuk kategori sangat baik.
e. Penilaian prestasi kerja bermanfaat dalam meningkatkan kinerja pegawai Penilaian prestasi kerja Sistem informasi yang baik dapat dilihat dari beberapa indikator yaitu dari manfaatnya dalam meningkatkan kinerja pegawai.
Dalam meningkatkan kinerja pegawai dibutuhkan akan adanya prestasi kerja pegawai sehingga dapat mengembangkan kariernya.
Untuk mengetahui pendapat responden tentang penilaian prestasi kerja bermanfaat dalam meningkatkan kinerja pegawai maka dapat dilihat pada tabel :
Tabel 10
Tanggapan Responden Mengenai Penilaian Prestasi Kerja Bermanfaat Dalam Meningkatkan Kinerja Pegawai
No Kategori Skor (X) Frekuensi (F) Nilai (X.F)
1 Sangat Bermanfaat 4 25 100
2 Bermanfaat 3 13 39
3 Kurang Bermanfaat 2 2 4
4 Tidak Bermanfaat 1 -
Ket.: Data olahan kuesioner 2013
Tanggapan responden mengenai penilaian prestasi kerja bermanfaat dalam meningkatkan kinerja pegawai memiliki jawaban yang cukup variatif tetapi dapat dilihat bahwa responden mendomiasi jawaban kategori sangat bermanfaat dengan memperoleh tanggapan sebanyak 25 orang, dan responden yang beranggapan bahwa penilaian prestasi kerja bermanfaat dalam meningkatkan kinerja pegawai sudah termasuk bermanfaat memperoleh tanggapan sebanyak 13 orang.
Sedangkan tanggapan responden mengenai penilaian prestasi kerja bermanfaat
dalam meningkatkan kinerja pegawai dengan kategori kurang bermanfaat memiliki jumlah tanggapan sebanyak 2 orang.
Hal ini menunjukkan bahwa penilaian prestasi kerja atau manfaat dalam meningkatkan kinerja pegawai untuk mengembangkan karier bagi pegawai sudah termasuk sangat bermanfaat walaupun masih ada beberapa pegawai yang memiliki pendapat yang berbeda.
f. Pemenuhan tugas dengan target yang sudah direncanakan
Penilaian prestasi kerja dalam hal sasaran kerja yang baik dapat dilihat dari beberapa indikator yaitu dari pemenuhan tugas dengan targer yang sudah direncanakan. Pegawai dituntut untuk mengerjakan tugas sesuai dengan apa yang sudah direncanakan sebelumnya sehingga sesuai dengan target dalam tercapainya peningkatan kualitas pegawai untuk ditingkatkan agar mampu mengembangkan kemampuannya.
Untuk mengetahui pendapat responden tentang pemenuhan tugas dengan target yang sudah direncanakan maka dapat dilihat pada tabel :
Tabel 11
Tanggapan Responden Mengenai Pemenuhan Tugas Dengan Target Yang Sudah Direncanakan
No Kategori Skor (X) Frekuensi (F) Nilai (X.F)
1 Sangat Terencana 4 21 84
2 Terencana 3 19 57
3 Kurang Terencana 2 -
Ket.: Data olahan kuesioner 2013
Tanggapan responden mengenai pemenuhan tugas dengan target yang sudah direncanakan memiliki jawaban yang cukup variatif yang dapat dilihat dengan jelas bahwa kebanyakan responden mendominasi jawaban sangat setuju dengan perolehan tanggapan sebanyak 21 orang, dan responden yang beranggapan bahwa pemenuhan tugas dengan target yang sudah direncanakan setuju memperoleh tanggapan sebanyak 19 orang. Sedangkan tanggapan responden mengenai pemenuhan tugas dengan target yang sudah direncanakan yang memilih kategori kurang setuju dan tidak setuju masing-masing memperoleh tanggapan sebanyak tidak ada. Dari hasil rata-rata persentase yaitu 88,12 persen, sehingga dapat disimpulkan bahwa pemenuhan tugas dengan target yang sudah direncanakan itu sangat berpengaruh berdasarkan dari hasil rata-rata persentase yang dapat dilihat diantara 76%-100% termasuk kategori sangat optimal dan terencana.
Hal ini menunjukkan bahwa pegawai telah merencanakan tugas sesuai target yang ingin dikerjakan sehingga pegawai hanya perlu meningkatkan pemenuhan tugas sesuai target yang telah direncanakan agar mampu meningkatkan dan mengembangkan karier pegawai kedepannya.
g. Rekapitulasi Tanggapan Responden Mengenai Sasaran Kerja
Sasaran Kerja merupakan salah satu faktor penting dalam menunjang kelangsungan penilaian prestasi kerja, untuk lebih jelasnya maka lihat pada tabel:
Tabel 12
Rekapitulasi Tanggapan Responden Mengenai Sasaran Kerja No Tanggapan Responden Rata-rata skor Rata-rata persentase 1 Sasaran kerja unit/bidang
pegawai
3,4 85
2 Aspek Penilaian Yang Ada Hubungan Dengan Tugas dan Tanggung Jawab Pegawai
3,27 81,75
3 Aspek Penilaian Yang
Berhubungan Dengan
Ket.: Data hasil pengolahan kuesioner 2013
Berdasarkan tabel 12 diatas menyatakan merupakan rekapitulasi dari keenam indikator yang telah dipaparkan sebelumnya dapat diketahui bahwa pegawai di kantor Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Gowa dalam menuju sasaran kerja mayoritas terdapat pada rata-rata persentase 258,2 persen yang artinya sangat baik. Hal ini dapat dilihat dengan keenam indikator bahwa menunjukkan bahwa sasaran kerja atau pegawai dalam sasaran kerja dalam unit/bidang pegawai, aspek penilaian yang berhubungan dengan tugas dan
tanggung jawab pegawai, aspek penilaian yang berhubungan dengan kompetensi teknis, aspek penilaian dalam keberhasilan pencapaian kinerja, penilaian prestasi kerja bermanfaat dalam meningkatkan kinerja pegawai, dan pemenuhan tugas dengan target yang sudah direncanakan sudah sesuai dengan sasaran kerja yang diharapkan baik dari segi keterampilan, sikap ataupun pengetahuan.
Tabel 13
Ket.: Hasil pengolahan data SPSS 20
Berdasarkan tabel 13 diatas menyatakan bahwa sasaran kerja mayoritas berada pada kategori kedua atau baik dengan presentase 57,5 persen dan dapat dilihat juga hanya sebagian kecil yang tergolong kategori kurang baik. Artinya sasaran kerja atau pegawai yang berada di kantor Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi sudah sesuai dengan sasaran kerja yang diharapkan baik dari segi keterampilan, sikap ataupun pengetahuan sehingga pegawai mengembangkan kariernya sesuai dengan target yang mereka capai.
Menurut Heidjrachman (2011:128) menyatakan salah satu komponen penilaian adalah dengan mengajak bawahan sendiri untuk melakukan penilaian terhadap diri mereka sendiri. Kemudian pendapat lain oleh Soekidjo (2009:161)
pengembangan diri adalah proses untuk meningkatkan kemampuan diri sehingga potensi dan talenta yang dipunyai dapat terwujud semaksimal mungkin.
Berdasarkan pendapat ahli diatas dapat disimpulkan bahwa sasaran kerja yang baik adalah pengembangan diri yang mampu mengukur sejauh mana kemampuan, keterampilan dan pengetahuan pegawai dalam mengembangkan karier. Sedangkan hasil olahan data kuesioner menunjukkan bahwa kemampuan pegawai dalam menuju sasaran kerja mayoritas berada pada kategori baik dengan 57,5 persen dan memiliki penilaian prestasi kerja yang baik dengan 57,5 persen.
Serta data sekunder yang didapat mengenai tingkat pendidikan pegawai Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi menunjukkan mayoritas pada tingkat pendidikan strata satu atau S1 dengan 65 persen. Hal ini berarti sasaran kerja di kantor Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi sudah memenuhi standar.
2. Standar Penilaian (X2)
a. Proses pelaksanaan penilaian prestasi kerja berdasarkan prosedur baku Penilaian prestasi kerja dalam rangka pengembangan sumber daya manusia bahwa dalam kehidupan organisasi setiap orang ingin mendapatkan penghargaan dan perlakuan yang adil. Dari pengertian ini sangat jelaslah pentingnya suatu proses pelaksanaan penilaian prestasi kerja berdasarkan prosedur baku untuk kelangsungan suatu pengembangan yang lebih baik.
Untuk mengetahui pendapat responden mengenai proses pelaksanaan penilaian prestasi kerja berdasarkan prosedur baku pada pegawai maka dapat dilihat pada tabel :
Tabel 14
Tanggapan Responden Mengenai Proses Pelaksanaan Penilaian Prestasi Kerja Berdasarkan Prosedur Baku
No Kategori Skor (X) Frekuensi (F) Nilai (X.F)
1 Sangat Setuju 4 14 56
2 Setuju 3 20 60
Ket : Data olahan kuesioner 2013
Tanggapan responden mengenai proses pelaksanaan penilaian prestasi kerja berdasarkan prosedur baku yang berlaku di kantor Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi dalam meningkatkan pengembangan karier pegawai yang dimana memiliki jawaban yang cukup variatif bahwa tanggapan responden dengan kategori setuju dengan perolehan tanggapan sebanyak 20 orang dan yang memilih kategori sangat setuju dengan perolehan tanggapan sebanyak 14 orang, serta kategori kurang setuju dan tidak setuju memperoleh tanggapan yang sangat sedikit yaitu 6 orang dan tidak ada. Dari hasil rata-rata persentase yaitu 80 persen, sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan adanya prosedur baku maka proses pelaksanaan penilaian prestasi kerja dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan peraturan yang berlaku dalam pemberian penilaian kinerja pegawai.
Hal ini menunjukkan bahwa proses pelaksanaan penilaian prestasi kerja berdasarkan prosedur baku di kantor Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi sudah baik karena dikatakan dari hasil rata-rata persentase yang dilihat diantara 76%-100% termasuk kategori sangat baik.
b. Pelaksanaan penilaian prestasi kerja pegawai dilakukan dalam suasana yang nyaman
Penilaian prestasi kerja pegawai dapat terproses dengan baik karena adanya dukungan dari suasana yang nyaman dan lain-lain. Berikut responden akan menilai pelaksanaan prestasi kerja pegawai di kantor Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel :
Tabel 15
Tanggapan Responden Mengenai Pelaksanaan Penilaian Prestasi Kerja Pegawai Dilakukan Dalam Suasana Yang Nyaman
No Kategori Skor (X) Frekuensi (F) Nilai (X.F)
1 Sangat Nyaman 4 13 52
2 Nyaman 3 26 78
Ket.: Data olahan kuesioner 2013
Tanggapan responden mengenai pelaksanaan penilaian prestasi kerja pegawai di kantor Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi memiliki jawaban yang cukup variatif. Hal ini dapat dilihat dari penilaian responden yang berbeda-beda dimulai dari tanggapan responden dengan kategori setuju memperoleh tanggapan sebanyak 26 orang, kategori sangat setuju memperoleh tanggapan sebanyak 13 orang, kategori kurang setuju memperoleh tanggapan sebanyak 1 orang, dan kategori tidak setuju memperoleh tanggapan sebanyak tidak ada.
Dari data diatas menunjukkan bahwa walaupun jawaban dari setiap responden berbeda-beda tetapi kebanyakan responden mendominasi jawaban
dengan kategori setuju sehingga dapat disimpulkan bahwa mengenai pelaksanaan penilaian prestasi kerja pegawai dilakukan dalam suasana yang nyaman termasuk sudah setuju.
c. Penilai memiliki waktu yang cukup untuk mengamati perilaku dan cara kerja pegawai
Perilaku dan cara kerja dapat terproses dengan baik karena adanya dukungan dari beberapa aspek-aspek penilai yang memiliki waktu yang cukup dalam menilai dan mengamati setiap perilaku dan cara kerja pegawai. Berikut responden akan menilai mengenai pengamatan penilai atas perilaku dan cara kerja pegawai di kantor Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel :
Tabel 16
Tanggapan Responden Mengenai Penilai Memiliki Waktu Yang Cukup Untuk Mengamati Perilaku dan Cara Kerja Pegawai
No Kategori Skor (X) Frekuensi (F) Nilai (X.F)
1 Sangat Cukup 4 12 48
Ket.: Data olahan kuesioner 2013
Tanggapan responden mengenai pengamatan penilai atas perilaku dan cara kerja pegawai di kantor Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi memiliki jawaban yang cukup variatif. Hal ini dapat dilihat dari penilaian responden yang berbeda-beda dimulai dari tanggapan responden dengan kategori cukup
memperoleh tanggapan sebanyak 26 orang, kategori sangat cukup memperoleh tanggapan sebanyak 12 orang, kategori kurang cukup memperoleh tanggapan sebanyak 2 orang, dan kategori tidak cukup memperoleh tanggapan sebanyak tidak ada.
Dari data diatas menunjukkan bahwa walaupun jawaban dari setiap responden berbeda-beda tetapi kebanyakan responden mendominasi jawaban dengan kategori cukup sehingga dapat disimpulkan bahwa mengenai pengamatan penilai atas perilaku dan cara kerja pegawai itu termasuk sudah cukup waktu.
d. Kemampuan penilai mengawasi pekerjaan pegawai sehari-hari
Kemampuan penilai dalam mengawasi pekerjaan pegawai dapat dilakukan dengan proses yang baik karena adanya dukungan dari beberapa aspek-aspek yang mendukung untuk melakukan proses penilaian yang dilakukan oleh penilai.
Berikut responden akan menilai kemampuan pegawai dalam kesehariannya bekerja di kantor Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi dalam proses penilaian prestasi kerja untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel :
Tabel 17
Tanggapan Responden Mengenai Kemampuan Penilai Mengawasi Pekerjaan Pegawai Sehari-hari
No Kategori Skor (X) Frekuensi (F) Nilai (X.F)
1 Sangat Setuju 4 11 44
2 Setuju 3 26 78
Ket.: Data olahan kuesioner 2013
Tanggapan responden mengenai kemampuan penilai dalam mengawasi pekerjaan pegawai sehari-hari di kantor Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi memiliki jawaban yang cukup variatif. Hal ini dapat dilihat dari penilaian responden yang berbeda-beda dimulai dari tanggapan responden dengan kategori setuju memperoleh tanggapan sebanyak 26 orang, kategori sangat setuju memperoleh tanggapan sebanyak 11 orang, kategori kurang setuju memperoleh tanggapan sebanyak 3 orang, dan kategori tidak setuju memperoleh tanggapan sebanyak tidak ada. Dari hasil rata-rata persentase yaitu 80 persen.
Dari data diatas menunjukkan bahwa walaupun jawaban dari setiap responden berbeda-beda tetapi kebanyakan responden mendominasi jawaban dengan kategori setuju sehingga dapat disimpulkan bahwa mengenai kemampuan penilai dalam mengawasi pekerjaan sehari-hari bagi pegawai itu setuju jika dilakukan.
e. Penilai sudah cukup objektif dalam menilai kinerja pegawai
Menilai dalam kinerja pegawai itu dapat terproses dengan baik karena adanya dukungan dari beberapa aspek yang cukup objektif dan lain-lain. Berikut responden akan menilai kinerja pegawai yang dilakukan oleh penilai untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel :
Tabel 18
Tanggapan Responden Mengenai Penilai Sudah Cukup Objektif Dalam Menilai Kinerja Pegawai
No Kategori Skor (X) Frekuensi (F) Nilai (X.F)
1 Sangat Objektif 4 15 60
2 Objektif 3 20 60
3 Kurang Objektif 2 5 10
4 Tidak Objektif 1 -
Ket.: Data olahan kuesioner 2013
Tanggapan responden mengenai penilai dalam menilai kinerja pegawai di kantor Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi memiliki jawaban yang variatif. Hal ini dapat dilihat dari penilaian responden yang berbeda-beda dimulai dari tanggapan responden dengan kategori objektif memperoleh tanggapan sebanyak 20 orang, kategori sangat objektif memperoleh tanggapan sebanyak 15 orang, kategori kurang objektif memperoleh tanggapan sebanyak 5 orang, dan kategori tidak objektif memperoleh tanggapan sebanyak tidak ada.
Dari data diatas menunjukkan bahwa walaupun jawaban dari setiap responden berbeda-beda tetapi kebanyakan responden mendominasi jawaban dengan kategori objektif sehingga dapat disimpulkan bahwa mengenai penilai dalam menilai kinerja pegawai termasuk sudah objektif.
f. Aspek penilaian prestasi kerja pegawai selama ini terukur
Aspek penilaian prestasi kerja pegawai dapat terproses dengan baik karena adanya dukungan dalam proses peningkatan mutu kualitas pegawai selama menjalankan pekerjaannya. Berikut responden akan menilai aspek penilaian
prestasi kerja pegawai di kantor Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel :
Tabel 19
Tanggapan Responden Mengenai Aspek Penilaian Prestasi Kerja
Tanggapan Responden Mengenai Aspek Penilaian Prestasi Kerja