III. KERANGKA PEMIKIRAN
5.2. Karakteristik Responden
5.2.1. Karakteristik Responden Petani Padi Ramah Lingkungan Metode SRI Bertani merupakan kegiatan yang bersifat turun – temurun bagi petani Desa Sukagalih Kecamatan Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya. Para petani pada umumnya sudah terbiasa ke sawah sejak masih kecil, sehingga responden tidak asing lagi dengan kegiatan bertani.
Budidaya padi dengan menggunakan metode SRI bagi petani merupakan hal yang relatif baru, yang baru dilakukan oleh para petani Desa Sukagalih Kecamatan Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya pada tahun 2003, dan sampai saat ini yang bertahan menanam padi ramah lingkungan metode SRI tinggal tujuh orang. Ketujuh petani padi ramah lingkungan ini sebelumnya berusahatani padi secara konvensional, sejak adanya program pemerintah tentang metode SRI dan PET maka ketujuh petani tersebut beralih menjadi usahatani padi ramah lingkungan metode SRI sampai saat ini.
Sesuai dengan salahsatu tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pendapatan usahatani padi ramah lingkungan melalui metode SRI, maka dilakukan wawancara dan melihat langsung kegiatan petani yang berjumlah tujuh orang petani karena penarikan data yaitu dengan menggunakan metode sensus (complate enumeration). Berdasarkan hasil wawancara dari responden diperoleh informasi bahwa petani sebagaian besar ( 28,57 persen) berusia dibawah 40 tahun sebanyak 2 orang, kemudian diikutu oleh petani yang berusia 41 tahun sampai 45 tahun sebanyak dua orang (28,57 persen), kemudian petani berusia 46 tahun sampai 50 tahun sebanyak satu orang (14,29 persen), kemudian yang berumur 51 tahun sampai 55 tahun sebanyak satu
orang dan diikuti oleh petani berusia diatas 56 tahun sebanyak satu orang seperti yang terlihat pada Tabel 8.
Tabel 8. Penggolongan Petani Responden Padi Ramah Lingkungan Berdasarkan Usia
Golongan Umur Petani Jumlah (orang) Persentase (%)
• 40 tahun 2 28,57 41 – 45 tahun 2 28,57 46 – 50 tahun 1 14,29 51 – 55 tahun 1 14,29 • 56 tahun 1 14,29 Jumlah 7 100,00
Ditinjau dari segi tingkat pendidikan yang pernah diikuti maka dapat digolongkan atas beberapa tingkatan yaitu tamat SD atau SR sebanyak dua orang (28,57 persen), tamat SMP sebanyak satu orang (14,29 persen), tamat SMU atau SPMA tiga orang, dan tamat Sarjana Sebanyak satu orang (14,29 persen) seperti terlihat pada Tabel 9.
Tabel 9. Penggolongan Petani Responden Padi Ranah Lingkungan Metode SRI Berdasarkan Tingkat Pendidikan
Tingkat Pendidikan Jumlah (orang) Persentase (%)
Tamat SD / SR 2 28,57
Tamat SMP 1 14,29
Tamat SMU 3 42,86
Diploma dan Sarjana 1 14,29
Jumlah 7 100,00
Status kepemilikan lahan yang ada di Desa Sukagalih Kecamatan Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya dapat dilihat dari dua kondisi yang mengusahakan lahannya
dengan usahatani padi ramah lingkungan metode SRI yaitu petani pemilik penggarap dan petani penyakap. Petani penggarap adalah petani yang menggarap lahan miliknya sendiri, sehingga hasil panen dan biaya usahatani sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemilik. Sedangkan untuk petani penyakap yang terjadi di Desa Sukagalih Kecamatan Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya secara umum adalah petani yang menggarap lahan milik orang lain dan kemudian membayar sewanya dalam bentuk bagi hasil, yang mana besarnya merupakan hasil kesepakatan antara pemilik tanah dengan penggarap, dimana secara umum di Desa Sukagalih Kecamatan Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya adalah jika petani tidak meminta pupuk kepada pemilik lahan maka persentase pembagian hasilnya adalah 30 persen dari total penerimaan diberikan kepada pemilik tanah dan 70 persen untuk petani penyakap, tetapi jika petani meminta pupuk kepada pemilik lahan maka persentase kesepakatannya adalah 50 persen untuk penyakap dan 50 persen lagi untuk pemilik lahan. Secara umum jumlah petani padi ramah lingkungan dilihat dari status kepemilikan lahan dapat dilihat pada Tabel 10.
Tabel 10. Jumlah Petani Padi Ramah Lingkungan Metode SRI Menurut Status Kepemilikan Lahan
Status Kepemilikan Lahan Jumlah (Orang) Persentase (%)
Pemilik Penggarap 6 85,71
Penyakap 1 14,29
Jumlah 7 100,00
Berdasarkan Tabel 10 maka dapat dilihat bahwa petani padi ramah lingkungan metode SRI yang berstatus pemilik penggarap relatif banyak yaitu enam orang atau 85,71 persen dan sebagian lagi adalah petani yang berstatus penyakap yaitu berjumlah satu orang atau 14,29 persen.
Luas lahan yang diusahakan secara ramah lingkungan dengan metode SRI oleh petani di Desa Sukagalih Kecamatan Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya jumlah totalnya adalah 1,762 ha, dengan jumlah yang relatif kecil dibandingkan dengan luas lahan total tanah sawah yaitu 136.425 ha. Berdasarkan luas lahan garapannya, maka luas lahan garapan yang diusahakan oleh petani dengan metode SRI dapat dilihat pada Tabel 11.
Tabel 11. Penggolongan Responden Petani Ramah Lingkungan Metode SRI Berdasarkan Luas Lahan Garapan
Luas Lahan Garapan Jumlah (Orang) Persentase (%)
< 2000 m2 3 42,86
• 2000 m2 s/d • 4000 m2 3 42,86
• 4000 m2 s/d • 6000 m2 0 0,00
• 6000 m2 1 14,28
Jumlah 7 100,00
Berdasarkan Tabel 11 maka dapat dilihat bahwa luas lahan garapan petani tidak ada yang mencapai 1 Ha, luas lahan yang mengusaha dibawah 2000 m2 sebanyak 42,86 persen, begitu juga petani yang mengusahakan luas lahan antara 2000 m2 sampai 4000 m2 sebesar 42,86 persen dan luas lahan yang mengusahakan diatas 6000 m2 sebesar 14,29 persen.
Dilihat dari status usahanya responden yang usahatani yang dijalankan merupakan pekerjaan pokok adalah sebanyak dua orang (28,57 persen) dan yang menyatakan usahataninya merupakan pekerjaan sampingan sebanyak lima orang (71,43 persen). Sebagian usaha sampingan tersebut adalah petani yang sehari – harinya bekerja sebagai PNS dan pedagang. Jumlah dan persentase petani padi ramah lingkungan metode SRI berdasarkan status usahataninya dapat dilihat pada Tabel 12.
Tabel 12. Penggolongan Responden Petani Padi Ramah Lingkungan Metode SRI Berdasarkan Status Usahanya
Uraian Jumlah (Orang) Persentase (%)
Pokok 2 28,57
Sampingan 5 71,43
Jumlah 7 100,00
Secara umum karakteristik responden petani ramah lingkungan dengan menggunakan metode SRI dapat dilihat pada Lampiran 3.
5.2.2. Karakteristik Responden Petani Konvensional
Karakteristik responden petani konvensional perlu dilihat untuk keperluan mengetahui tingkat pendapatan yang diperolehnya, maka dipilih tujuh orang petani sebagai responden konvensional dengan jumlah responden yang sama dengan responden petani ramah lingkungan metode SRI, supaya dapat dibandingkan tingkat pendapatannya. Karakteristik responden yang mengusahakan secara konvensional dapat dilihat pada Tabel 13.
Tabel 13. Karaktristik Responden Petani Padi Konvensional
No Uraian Jumlah (orang) Persentase (%)
1. Umur • 40 tahun 0 0,00 41 – 45 tahun 0 0,00 46 – 50 tahun 2 28,57 51 – 55 tahun 1 14,29 • 56 tahun 4 57,14