• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

1. Karakteristik Responden

Karakteristik responden berdasarkan usia dapat dilihat pada tabel 4.1 dibawah ini : Tabel 4.1. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia

Usia ( Tahun ) Jumlah ( Orang ) ( % )

25 – 35 37 52

36 – 45 28 39

46 – 55 6 9

Total 71 100

Sumber : Hasil Penelitian,2011 (data diolah)

Berdasarkan hasil penelitian karakteristik responden menurut kelompok usia menunjukkan bahwa responden yang berusia 25 – 35 tahun sebanyak 37 orang (52,1%), usia 36 – 45 tahun sebanyak 28 orang (39,4%), dan yang berusia 46 – 55 tahun sebanyak 6 orang (8,5%). Responden yang berusia 25 – 35 lebih banyak, karena usia tersebut termasuk kelompok usia produktif dan dewasa. Prestasi kerja pegawai juga sangat dipengaruhi oleh tingkat usia produktif dan dewasa. Karena pada usia itulah pegawai bekerja secara optimal dengan kondisi fisik yang masih mendukung sehingga berdampak positif terhadap pekerjaan yang dilakukannya.

4.1.2.2. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada Tabel 4.2 dibawah ini :

Tabel 4.2. Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin Jenis Kelamin Jumlah (orang) ( % )

Pria Wanita 43 28 61 39 Total 71 100

Sumber : Hasil Penelitian,2011 (data diolah)

Tabel 4.2. menunjukkan bahwa responden dengan jenis kelamin pria sebanyak 43 orang (61%) dan jenis kelamin wanita sebanyak 28 orang (39%). Berdasarkan karakteristik jenis kelamin tersebut menunjukkan bahwa jumlah responden pria lebih banyak daripada jumlah responden wanita. Hal ini disebabkan karena pada umumnya PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) Medan lebih mengandalkan fisik pegawai.

4.1.2.3. Karakteristik Responden Berdasarkan Masa Kerja

Karakteristik responden berdasarkan masa kerja dapat dilihat pada Tabel 4.3 dibawah ini :

Tabel 4.3. Karakteristik responden berdasarkan masa kerja Masa Kerja Jumlah (orang) ( % )

0 – 5 8 11

6 – 10 22 31

11 – 15 35 49

16 – 20 6 9

Total 71 100

Berdasarkan hasil penelitian karakteristik responden berdasarkan masa kerja menunjukkan bahwa responden yang masa kerja 0–5 tahun sebanyak 8 orang (11%), masa kerja 5–10 tahun sebanyak 22 orang (31%), masa kerja 10–15 tahun sebanyak 35 orang (49%), masa kerja 15–20 tahun sebanyak 6 orang (9%). Responden yang masa kerjanya 11–15 tahun lebih banyak karena rata-rata pegawai sudah berpengalaman.

4.1.2.4. Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan

Karakteristik responden berdasarkan tingkat pendidikan dapat dilihat pada Tabel 4.4 :

Tabel. 4.4. Karakteristik responden berdasarkan tingkat pendidikan Tingkat Pendidikan Jumlah (orang) ( % )

D3 SI S2 27 39 5 38 55 7 Total 71 100

Sumber : Hasil Penelitian,2011 (data diolah)

Berdasarkan hasil penelitian karakteristik responden menurut tingkat pendidikan menunjukkan bahwa responden yang memiliki latar belakang pendidikan Diploma (D-3) sebanyak 27 orang (38%), Sarjana (S-1) sebanyak 39 orang (55%) dan Magister (S-2) sebanyak 5 orang (7%). Responden lebih banyak dari S1, hal ini karena penerimaan pegawai lebih banyak yang diutamakan dari tamatan Strata satu (S1).

4.1.3. Penjelasan Responden Atas Variabel Penelitian

4.1.3.1. Penjelasan Responden atas Variabel Lingkungan Kerja

Berdasarkan hasil pengolahan data, tanggapan responden atas lingkungan kerja dapat dilihat pada Tabel 4.5 berikut:

Tabel 4.5. Jawaban Responden Atas Variabel Lingkungan Kerja

Jawaban

a b c d E

No Pertanyaan

f % f % f % f % f % 1 penerangan di ruangan tempat

bekerja

6 8,4 46 64,8 19 26,8 - - - - 2 cahaya di dalam

lingkungan kerja

2 2,8 40 56,3 29 40,8 - - - - 3 jumlah ventilasi dalam

ruangan yang berfungsi dengan baik sehingga pertukaran udara lancar

9 12,7 60 84,5 2 2,8 - - - -

4 udara di ruangan kerja dapat mendukung konsentrasi dalam bekerja

19 26,8 50 70,4 2 2,8 - - - -

5 keamanan dalam lingkungan kerja

- - 11 15,5 60 84,5 - - - -

6 kehilangan sepeda motor dalam lingkungan kerja

- - 3 4,2 36 50,7 21 29,6 11 15,5

Sumber : Hasil Penelitian,2011 (data diolah)

Penjelasan responden tentang penerangan di ruangan tempat bekerja menunjukkan bahwa responden yang berjumlah 6 orang (8,4%) menyatakan sangat baik sekali, 46 orang (64,8%) menyatakan sangat baik, dan 19 orang (26,8%) menyatakan baik. Hal ini menunjukkan bahwa penerangan diruangan tempat bekerja sudah baik.

Penjelasan responden tentang cahaya di dalam lingkungan kerja menunjukkan bahwa responden yang berjumlah 2 orang (2,8%) menyatakan sangat baik sekali, 40

orang (56,3%) menyatakan sangat baik, dan 29 orang (40,8%) menyatakan baik. Hal ini menunjukkan bahwa cahaya di dalam lingkungan kerja sudah baik.

Penjelasan responden tentang jumlah ventilasi dalam ruangan yang berfungsi dengan baik sehingga pertukaran udara lancar menunjukkan bahwa responden yang berjumlah 9 orang (12,7%) menyatakan sangat baik sekali, 60 orang (84,5%) menyatakan sangat baik, dan 2 orang (2,8%) menyatakan baik. Hal ini menunjukkan bahwa ventilasi dalam ruangan sudah berfungsi dengan baik sehingga pertukaran udara lancar.

Penjelasan responden tentang udara di ruangan kerja dapat mendukung konsentrasi dalam bekerja menunjukkan bahwa responden yang berjumlah 19 orang (26,8%) menyatakan sangat mendukung sekali, 50 orang (70,4%) menyatakan sangat mendukung, dan 2 orang (2,8%) menyatakan mendukung. Hal ini menunjukkan bahwa udara diruangan kerja dapat mendukung konsentrasi dalam bekerja.

Penjelasan responden tentang keamanan dalam lingkungan kerja sehingga menimbulkan perasaan tenang dalam bekerja menunjukkan bahwa responden yang berjumlah 11 orang (15,5%) menyatakan sangat baik, dan 60 orang (84,5%) menyatakan baik. Hal ini menunjukkan bahwa dalam lingkungan kerja aman sehingga menimbulkan perasaan tenang dalam bekerja

Penjelasan responden tentang kehilangan sepeda motor dalam lingkungan kerja menunjukkan bahwa responden yang berjumlah 3 orang (4,2%) menyatakan sangat sering, 36 orang (50,7%) menyatakan sering, 21 orang (29,6%) menyatakan

kurang sering, dan 11 orang (15,5%) menyatakan tidak sering. Hal ini menunjukkan bahwa sering terjadi kehilangan kereta dalam lingkungan kerja.

4.1.3.2. Penjelasan Responden atas Variabel Motivasi

Berdasarkan hasil pengolahan data, tanggapan responden atas motivasi dapat dilihat pada Tabel 4.6 berikut:

Tabel 4.6. Jawaban Responden Atas Variabel Motivasi

Jawaban

a b c d e

No Pertanyaan

f % f % f % f % f %

1 Upaya pegawai dalam mengurangi kesalahan dalam melaksanakan pekerjaan.

- - 15 21,1 56 78,9 - - - -

2 Kesediaan pegawai bekerja lembur untuk menyelesaikan tugas.

- - 17 23,9 54 76,1 - - - -

3 Kesungguhan pegawai dalam bekerja demi masa depan karir.

- - 6 8,5 65 91,5 - - - -

4 Kesempatan yang diberikan pimpinan untuk memperoleh kemajuan dalam karir.

- - 30 42,3 41 57,7 - - - -

5 Tingkat kepuasan pegawai atas tunjangan insentif yang diberikan perusahaan.

2 2,8 25 35,2 44 62,0 - - - -

6 Jaminan kerja yang diberikan perusahaan.

5 7.0 10 14,1 56 78,9 - - - -

Sumber : Hasil Penelitian,2011 (data diolah)

Penjelasan responden tentang upaya pegawai dalam mengurangi tingkat kesalahan dalam melaksanakan pekerjaan menunjukkan bahwa responden yang berjumlah 15 orang (21,1%) menyatakan sangat berupaya, 56 orang (78,9%) menyatakan berupaya. Hal ini menunjukkan bahwa pegawai sebenarnya berupaya dalam mengurangi tingkat kesalahan dalam melaksanakan pekerjaan.

Penjelasan responden tentang kesediaan pegawai bekerja lembur untuk menyelesaikan tugas menunjukkan bahwa responden yang berjumlah 17 orang (23,9%) menyatakan sangat bersedia, 54 orang (76,1%) menyatakan bersedia. Hal ini berarti bahwa pegawai bersedia meluangkan waktunya untuk bekerja lembur dikarenakan tunjangan lembur yang diberikan perusahaan cukup memuaskan pegawai.

Penjelasan responden tentang kesungguhan pegawai dalam bekerja demi masa depan karir menunjukkan bahwa responden yang berjumlah 6 orang (8,5%) menyatakan sangat bersungguh-sungguh, 65 orang (91,5%) menyatakan bersungguh- sungguh. Hal ini berarti pegawai bersungguh-sungguh dalam bekerja demi masa depan karirnya.

Penjelasan responden tentang kesempatan yang diberikan pimpinan untuk memperoleh kemajuan dalam karir menunjukkan bahwa responden yang berjumlah 30 orang (42,3%) menyatakan sangat berkesempatan, 41 orang (57,7%) menyatakan berkesempatan. Hal ini menunjukkan bahwa sebenarnya pimpinan memberi kesempatan kepada pegawai agar memperoleh kemajuan dalam karir.

Penjelasan responden tentang tingkat kepuasan pegawai atas tunjangan insentif yang diberikan perusahaan menunjukkan bahwa responden yang berjumlah 2 orang (2,8%) menyatakan sangat puas sekali, 25 orang (35,2%) menyatakan sangat puas, 44 orang (62%) menyatakan puas. Hal ini menunjukkan bahwa pegawai puas dengan tunjangan insentif yang diberikan perusahaan.

Penjelasan responden tentang jaminan kerja yang diberikan perusahaan menunjukkan bahwa responden yang berjumlah 5 orang (7%) menyatakan sangat baik sekali, 10 orang (14,1%) menyatakan sangat baik, 56 orang (78,9%) menyatakan baik. Hal ini menunjukkan jaminan kerja yang diberikan perusahaan kepada pegawai sudah baik.

4.1.3.3. Penjelasan Responden atas Variabel Prestasi Kerja

Berdasarkan hasil pengolahan data, tanggapan responden atas prestasi kerja dapat dilihat pada Tabel 4.7 berikut:

Tabel 4.7. Jawaban Responden Atas Variabel Prestasi Kerja

Jawaban

a b c d E

No Pertanyaan

f % f % f % f % f %

1 Kualitas kerja pegawai. - - 25 35,2 46 64,8 - - - - 2 Ketepatan waktu bekerja

pegawai.

- - 19 26,8 52 73,2 - - - - 3 Tingkat kemampuan pegawai

dalam menganalisis data dan informasi yang berkaitan dengan pekerjaan.

- - 17 23,9 54 76,1 - - - -

4 Tingkat kecepatan kerja pegawai dalam melaksanakan pekerjaan.

- - 18 25,4 53 74,6 - - - -

5 Inisiatif pegawai dalam melaksanakan pekerjaan.

- - 21 29,6 50 70,4 - - - - 6 Kedisiplinan pegawai pada

peraturan yang ditetapkan.

- - 26 36,6 45 63,4 - - - -

Sumber : Hasil Penelitian,2011 (data diolah)

Penjelasan responden tentang kualitas kerja pegawai menunjukkan bahwa responden yang berjumlah 25 orang (35,2%) menyatakan sangat bertanggung jawab, 46 orang (64,8%) menyatakan bertanggung jawab. Hal ini menunjukkan

bahwa pegawai bertanggung jawab terhadap pekerjaannya, namun hendaknya perlu ditingkatkan lagi seiring dengan tingkat pekerjaan yang semakin dinamis.

Penjelasan responden tentang ketepatan waktu kerja pegawai menunjukkan bahwa responden yang berjumlah 19 orang (26,8%) menyatakan sangat tepat, 52 orang (73,2%) menyatakan tepat . Hal ini berarti bahwa pegawai tepat waktu dalam menyelesaikan pekerjaan yang diberikan.

Penjelasan responden tentang tingkat kemampuan pegawai dalam menganalisis data dan informasi yang berkaitan dengan pekerjaan menunjukkan bahwa responden yang berjumlah 17 orang (23,9%) menyatakan sangat tinggi, 54 orang (76,1%) menyatakan tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kemampuan pegawai tinggi dalam menganalisis data/informasi yang berkenaan dengan bidang pekerjaan.

Penjelasan responden tentang tingkat kecepatan kerja pegawai dalam melaksanakan pekerjaan menunjukkan bahwa responden yang berjumlah 18 orang (25,4%) menyatakan sangat cepat, 53 orang (74,6%) menyatakan cepat. Hal ini menunjukkan pegawai cepat dalam bekerja.

Penjelasan responden tentang inisiatif pegawai dalam mlaksanakan pekerjaan menunjukkan bahwa responden yang berjumlah 21 orang (29,6%) menyatakan sangat berinisiatif, 50 orang (70,4%) menyatakan berinisiatif. Hal ini menunjukkan bahwa pegawai berinisiatif dalam menyelesaikan pekerjaan.

Penjelasan responden tentang kedisiplinan pegawai pada peraturan yang ditetapkan perusahaan menunjukkan bahwa responden yang berjumlah 26 orang

(36,6%) menyatakan sangat disiplin, 45 orang (63,4%) menyatakan disiplin. Hal ini menunjukkan bahwa pegawai cukup disiplin pada peraturan yang ditetapkan. 4.1.3.4. Penjelasan Responden atas Variabel Rekan Kerja

Berdasarkan hasil pengolahan data, tanggapan responden atas rekan kerja dapat dilihat pada Tabel 4.8 berikut:

Tabel 4.8. Jawaban Responden Atas Variabel Rekan Kerja

Jawaban

a b c d E

No Pertanyaan

f % f % f % f % f %

1 keinginan pegawai menolong rekan kerja dalam menyelesaikan pekerjaan

- - 7 9,9 64 90,1 - - - -

2 tingkat kerajinan pegawai - - 2 2,8 69 97,2 - - - - 3 rekan kerja yang serius pada

pekerjaan

2 2,8 60 84,5 9 12,7 - - - - 4 rekan kerja yang suka

mengatur orang lain

- - - - 6 8,5 63 88,7 2 2,8

5 sikap pegawai kepada rekan kerja

- - 5 7,0 66 93,0 - - - -

Sumber : Hasil Penelitian,2011 (data diolah)

Penjelasan responden tentang keinginan pegawai menolong rekan kerja dalam menyelesaikan pekerjaan menunjukkan bahwa responden yang berjumlah 7 orang (9,9%) menyatakan sangat baik, 64 orang (90,1%) menyatakan baik. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas responden menyatakan penilaian yang diberikan baik tentang rekan kerja yang suka menolong antara sesama pegawai. Tidak semua pegawai dapat menyelesaikan pekerjaannya sendiri. Sebagai rekan kerja yang baik akan memberikan bantuan kepada rekannya yang mengalami kesulitan. Diharapkan

bantuan yang diberikan bersifat positif dan tidak mengharapkan imbalan dalam bentuk apapun dari pegawai lain yang telah ditolongnya.

Penjelasan responden tentang tingkat kerajinan pegawai dalam menyelesaikan pekerjaan menunjukkan bahwa responden yang berjumlah 2 orang (2,8%) menyatakan sangat rajin, dan 69 orang (97,2%) menyatakan rajin. Hal ini menunjukkan bahwa pegawai rajin dalam menyelesaikan pekerjaan.

Penjelasan responden tentang rekan kerja yang serius pada pekerjaan menunjukkan bahwa responden yang berjumlah 2 orang (2,8%) menyatakan sangat baik sekali, 60 orang (84,5%) menyatakan sangat baik, dan 9 orang (12,7%) menyatakan baik. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas responden menyatakan penilaian yang diberikan sangat baik tentang rekan kerja yang terlalu serius pada pekerjaan. Hal ini dikarenakan setiap pekerjaan yang diselesaikan dengan serius tentu akan menghasilkan pekerjaan yang baik dan benar. Selain itu, orang yang serius biasanya mempunyai komitmen yang tinggi dan tanggung jawab yang besar terhadap hasil pekerjaan yang telah diselesaikannya.

Penjelasan responden tentang rekan kerja yang suka mengatur orang lain menunjukkan bahwa responden yang berjumlah 6 orang (8,5%) menyatakan baik, 63 orang (88,7%) menyatakan kurang baik, dan 2 orang (2,8%) menyatakan tidak baik. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas responden menyatakan kurang baik tentang rekan kerja yang suka mengatur orang lain. Hal ini dikarenakan setiap pegawai memiliki tugas masing-masing yang telah diberikan oleh pimpinan. Tugas yang akan dikerjakan tentu berdasarkan petunjuk dari pimpinan, bukan dari rekan

kerja. Dengan demikian sebaiknya rekan kerja tidak mencampuri, apalagi mengatur orang lain yang bukan bawahannya. Sedangkan minoritas responden yang menyatakan baik tentang rekan kerja yang suka mengatur orang lain dikarenakan ada pegawai yang ditunjuk sebagai koordinator suatu tim kerja, maka sebagai koordinator pegawai tersebut harus mampu mengatur pegawai lain sesama rekan kerjanya untuk menjalankan dan menyelesaikan tugas yang dibebankan pada tim tersebut.

Penjelasan responden tentang sikap pegawai kepada rekan kerja menunjukkan bahwa responden yang berjumlah 5 orang (7%) menyatakan sangat baik, 66 orang (93%) menyatakan baik. Hal ini berarti bahwa sikap pegawai baik kepada rekan kerja.

4.1.3.5. Penjelasan Responden atas Variabel Sarana

Berdasarkan hasil pengolahan data, tanggapan responden atas sarana dapat dilihat pada Tabel 4.9 :

Tabel 4.9. Jawaban Responden Atas Variabel Sarana

Jawaban

a b c d e

No Pertanyaan

f % f % f % f % f %

1 letak komputer sudah sesuai dengan posisi tempat duduk pegawai

- - 24 33,8 47 66,2 - - - -

2 semua komputer sudah sesuai dengan sistem yang sama

- - 18 25,4 53 74,6 - - - - 3 mesin fotocopy sudah sesuai demi

kelancaran tugas pegawai dalam bekerja

- - - - 67 94,4 4 5,6 - -

4 mesin fotocofy sudah sesuai dengan kebutuhan pegawai

- - - - 65 91,5 6 8,5 - - 5 perlu bus pegawai di perusahaan

ini

- - 3 4,2 68 95,8 - - - -

Penjelasan responden tentang letak komputer sudah sesuai dengan posisi tempat duduk pegawai menunjukkan bahwa responden yang berjumlah 24 orang (33,8%) menyatakan sangat sesuai, 47 orang (66,2%) menyatakan sesuai. Hal ini menunjukkan bahwa letak komputer sudah sesuai dengan posisi tempat duduk pegawai.

Penjelasan responden tentang perlu semua komputer mempunyai sistem yang sama menunjukkan bahwa responden yang berjumlah 18 orang (25,4%) menyatakan sangat perlu, 53 orang (74,6%) menyatakan perlu. Hal ini berarti bahwa perlu semua komputer mempunyai sistem yang sama.

Penjelasan responden tentang mesin fotocopy sudah mencukupi untuk kelancaran tugas pegawai dalam bekerja menunjukkan bahwa responden yang berjumlah 67 orang (94,4%) menyatakan cukup, sedangkan 4 orang (5,6%) menyatakan kurang cukup. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas responden menyatakan mesin fotocopy sudah cukup untuk kelancaran tugas pegawai dalam bekerja. Sedangkan 4 responden pernah mengalami, pada suatu waktu harus menggunakan mesin fotocopy untuk tugas yang banyak tidak terpenuhi sehingga tugas pegawai tidak lancar.

Penjelasan responden tentang mesin fotocopy sudah sesuai dengan kebutuhan pegawai menunjukkan bahwa responden yang berjumlah 65 orang (91,5%) menyatakan sesuai, 6 orang (8,5%) menyatakan kurang sesuai. Hal ini berarti bahwa mesin fotocopysudah sesuai dengan kebutuhan pegawai. Adakalanya mesin fotocopy rusak sehingga kebutuhan pegawai tidak terpenuhi.

Penjelasan responden tentang perlu bus pegawai di perusahaan ini menunjukkan bahwa responden yang berjumlah 3 orang (4,2%) menyatakan sangat perlu, 68 orang (95,8%) menyatakan perlu. Hal ini menunjukkan bahwa perlu adanya bus pegawai untuk lebih memperlancar tugas pegawai.

4.1.3.6. Penjelasan Responden atas Variabel Prasarana

Berdasarkan hasil pengolahan data, tanggapan responden atas prasarana dapat dilihat pada Tabel 4.10 :

Tabel 4.10. Jawaban Responden Atas Variabel Prasarana

Jawaban

a b c d E

No Pertanyaan

f % f % f % f % f %

1 lokasi kantor dapat mendukung pelaksanaan tugas pegawai

- - 3 4,2 66 93,0 2 2,8 - -

2 lokasi kantor sudah sesuai untuk mempermudah gerak dan kelancaran tugas pegawai dalam bekerja

- - 2 2,8 6,9 97,2 - - - -

3 kesesuaian letak kendaraan di lapangan parkir

2 2,8 7 9,9 62 87,3 - - - -

4 keluasan lapangan parkir - - - - 69 97,2 2 2,8 - - 5 rumah pegawai untuk

mendukung prestasi kerja pegawai

5 7,0 9 12,7 57 80,3 - - - -

Sumber : Hasil Penelitian,2011 (data diolah)

Penjelasan responden tentang lokasi kantor dapat mendukung pelaksanaan tugas pegawai menunjukkan bahwa responden yang berjumlah 3 orang (4,2%) menyatakan sangat mendukung, 66 orang (93%) menyatakan mendukung, dan 2 orang (2,8%) menyatakan kurang mendukung. Hal ini menunjukkan lokasi kantor dapat mendukung pelaksanaan tugas pegawai.

Penjelasan responden tentang lokasi kantor sudah sesuai untuk mempermudah gerak dan kelancaran tugas pegawai dalam bekerja menunjukkan bahwa responden yang berjumlah 2 orang (2,8%) menyatakan sangat sesuai, dan 69 orang (97,2%) menyatakan sesuai. Hal ini berarti bahwa lokasi kantor sudah sesuai untuk mempermudah gerak dan kelancaran tugas pegawai dalam bekerja.

Penjelasan responden tentang kesesuaian letak kendaraan di lapangan parkir menunjukkan bahwa responden yang berjumlah 2 orang (2,8%) menyatakan sangat sesuai sekali, 7 orang (9,9%) menyatakan sangat sesuai, 62 orang (87,3%) menyatakan sesuai. Hal ini berarti bahwa letak kendaraan di lapangan parkir sudah sesuai.

Penjelasan responden tentang keluasan lapangan parkir menunjukkan bahwa responden yang berjumlah 69 orang (97,2%) menyatakan luas dan 2 orang (2,8%) menyatakan kurang luas. Hal ini menunjukkan bahwa lapangan parkir sudah luas.

Penjelasan responden tentang perlu perumahan pegawai untuk mendukung prestasi kerja pegawai menunjukkan bahwa responden yang berjumlah 5 orang (7%) menyatakan sangat perlu sekali, 9 orang (12,7%) menyatakan sangat perlu, 57 orang (80,3%) menyatakan perlu. Hal ini berarti bahwa perlu adanya rumah pegawai untuk lebih mendukung prestasi kerja pegawai.

4.1.4 Pengujian Asumsi Klasik

4.1.4.1 Pengujian Asumsi Klasik Hipotesis Pertama

Sebelum melakukan pengujian hipotesis pertama dari penelitian ini, terlebih dahulu dilakukan pengujian asumsi klasik untuk memastikan bahwa alat uji regresi

berganda dapat digunakan atau tidak. Apabila uji asumsi klasik telah terpenuhi, maka alat uji statistik regresi berganda dapat dipergunakan.

a. Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah data berdistribusi normal atau mendekati normal dapat dilakukan dengan melihat dengan melihat grafik histogram dengan normal curve pada model regresi. Jika tampilan grafiknya menunjukkan pola penyebaran disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal. Hasil pengujian dapat dilihat pada Gambar 4.2 :

1.0 0.8 0.6 0.4 0.2 0.0

Observed Cum Prob

1.0 0.8 0.6 0.4 0.2 0.0 Expe cted Cu m Prob

Dependent Variable: Prestasi_Kerja Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual

Sumber : hasil penelitian,2011 (data diolah) Gambar 4.2. Hasil Uji Normalitas Hipotesis Pertama

Berdasarkan Gambar 4.2 diketahui bahwa tampilan grafiknya menunjukkan pola penyebaran disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal. Dengan demikian maka model persamaan regresi uji hipotesis pertama tersebut memenuhi asumsi normalitas.

b. Uji Multikolinearitas

Uji Multikolinearitas bertujuan untuk menginformasikan terjadinya hubungan antara variabel-variabel bebas dan hubungan yang terjadi cukup besar, hasil pengujian dapat dilihat pada Tabel 4.1 :

Tabel 4.11. Hasil Uji Multikolinearitas Hipotesis Pertama

Coefficientsa ,721 1,386 ,721 (Constant) Lingkungan_Kerja Motivasi Model 1 VIF Collinearity Statistics

Dependent Variable: Prestasi_Kerja a.

1,386 Tolerance

Sumber : Hasil Penelitian,2011 (data diolah)

Berdasarkan pada Tabel 4.11 diketahui bahwa nilai Variance Inflation Factor

(VIF) untuk variabel bebas lebih kecil dari 10 (VIF<10). Dengan demikian, persamaan regresi hipotesis pertama terbebas dari asumsi multikolinearitas.

c. Uji Heteroskedastisitas

Uji Heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi kesamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap, maka disebut Homoskedastisitas dan jika berbeda disebut Heteroskedastisitas, hasil pengujian dapat dilihat pada Gambar 4.3 ini :

4 2

0 -2

-4

Regression Standardized Predicted Value 4 2 0 -2 -4 R egr essi on St udenti ze d R esi dual

Dependent Variable: Prestasi_Kerja Scatterplot

Sumber : Hasil Penelitian,2011 (data diolah)

Gambar 4.3. Hasil Uji Heteroskedastisitas Hipotesis Pertama

Dari Gambar 4.3 diatas, grafik Scatterplot diketahui bahwa titik-titik yang dihasilkan menyebar secara acak dan tidak membentuk suatu pola atau trend garis tertentu. Gambar di atas juga menunjukkan bahwa sebaran data menyebar secara acak di atas dan di bawah titik nol. Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa model persamaan regresi hipotesis pertama ini bebas dari asumsi heteroskedastisitas.

4.1.4.2 Pengujian Asumsi Klasik Hipotesis Kedua

Sebelum melakukan pengujian hipotesis kedua dari penelitian ini, terlebih dahulu dilakukan pengujian asumsi klasik untuk memastikan bahwa alat uji regresi berganda dapat digunakan atau tidak. Apabila uji asumsi klasik telah terpenuhi, maka alat uji statistik regresi linier berganda dapat dipergunakan.

a. Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah data berdistribusi normal atau mendekati normal dilakukan dengan Regression Standarized Residual. Hasil pengujian dapat dilihat pada Gambar 4.4 ini :

1.0 0.8 0.6 0.4 0.2 0.0

Observed Cum Prob 1.0 0.8 0.6 0.4 0.2 0.0 Ex pe ct ed C um P rob

Dependent Variable: Lingkungan_Kerja Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual

Sumber : Hasil Penelitian,2011 (data diolah) Gambar 4.4. Hasil Uji Normalitas Hipotesis Kedua

Berdasarkan Gambar 4.4 di atas, dapat dilihat bahwa penyebaran data berada pada sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal. Dengan demikian maka model regresi hipotesis kedua tersebut memenuhi asumsi normalitas.

b. Uji Multikolinearitas

Uji Multikolinearitas bertujuan untuk menginformasikan terjadinya hubungan antara variabel-variabel bebas dan hubungan yang terjadi cukup besar, hasil pengujian dapat dilihat pada Tabel 4.12 :

Tabel 4.12 Hasil Uji Multikolinearitas Hipotesis Kedua a Coefficients ,756 1,322 1,610 ,621 ,529

Sumber : Hasil Penelitian,2011 (data diolah)

1,889 (Constant) Rekan_Kerja Sarana Prasarana Model 1 Tolerance VIF Collinearity Statistics Dep

Berdasarkan pada tabel, diketahui bahwa nilai Variance Inflation Factor

(VIF) untuk variabel bebas lebih kecil dari 10 (VIF<10). Dengan demikian, persamaan regeresi hipotesis kedua terbebas dari asumsi multikolinearitas.

c. Uji Heteroskedastisitas

Uji Heteroskedatisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi kesamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap, maka disebut Homoskedatisitas dan jika berbeda disebut Heteroskedastisitas, hasil pengujian dapat dilihat pada Gambar 4.5 :

2 1

0 -1

-2

Regression Standardized Predicted Value 4 2 0 -2 -4 Regressi on St udent iz ed Resi dual

Dependent Variable: Lingkungan_Kerja Scatterplot

Sumber : Hasil Penelitian,2011 (data diolah)

Gambar 4.5. Hasil Uji Heteroskedastisitas Hipotesis Kedua

Dari Gambar 4.5, grafik Scatterplot diketahui bahwa titik-titik yang dihasilkan menyebar secara acak dan tidak membentuk suatu pola atau trend garis tertentu. Gambar di atas juga menunjukkan bahwa sebaran data menyebar secara acak di atas dan di bawah titik nol. Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa model persamaan regresi hipotesis kedua ini bebas dari masalah heteroskedastisitas.

4.1.5 Pengujian Hipotesis Pertama

Pengujian hipotesis pertama menyatakan bahwa lingkungan kerja dan motivasi berpengaruh terhadap prestasi kerja pegawai PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) Medan.

Tabel 4.13. Koefisien Regresi Hipotesis Pertama

Coefficients

a. Dependent Variabel : Prestasi_Kerja

Sumber : Hasil Penelitian,2011 (data diolah)

Berdasarkan Tabel 4.13, maka persamaan regresi berganda untuk hipotesis pertama dalam penelitian adalah :

Y = 4,675 + 0,361X1 + 0,437X2

Pada persamaan tersebut dapat dilihat bahwa lingkungan kerja dan motivasi memiliki kemampuan untuk mempengaruhi prestasi kerja pegawai PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) Medan. Lingkungan kerja dan motivasi mempunyai koefisien regresi positif yang membuktikan kontribusinya terhadap prestasi kerja pegawai PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) Medan. Hal ini menunjukkan bahwa prestasi kerja pegawai PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) Medan dapat dipengaruhi oleh lingkungan kerja dan motivasi.

4,675 2,101 ,361 ,107 ,351 ,437 ,106 ,429 (Constant) Lingkungan_Kerja Motivasi Model 1 B Std. Error Unstandardized Coefficients Beta Standardized Coefficients

4.1.5.1 Koefisien Determinasi (R-Square)

Nilai koefisien determinasi (R-Square) dipergunakan untuk mengukur besarnya pengaruh variabel bebas lingkungan Kerja dan motivasi terhadap variabel terikat prestasi kerja pegawai pada PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) Medan.

Tabel 4.14. Koefisien Determinasi Hipotesis Pertama Model Summary Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of The Estimate 1 628a 466 450 1,169

a. Predictors : (Constant), Motivasi, Lingkungan Kerja b. Dependent Variable : Prestasi Kerja

Sumber : Hasil Penelitian,2011 (data diolah)

Berdasarkan Tabel 4.14 diperoleh nilai koefisien determinasi sebesar 0,466. Hal ini menunjukkan bahwa variabel Lingkungan Kerja (X1) dan motivasi (X2) mempunyai kemampuan menjelaskan pengaruhnya terhadap variabel terikat prestasi kerja (Y) pegawai pada PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) Medan sebesar 46,6%, sedangkan sisanya sebesar 53,4% merupakan pengaruh dari variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini seperti budaya organisasi dan insentif.

4.1.5.2 Uji Serempak (Uji F)

Hasil pengujian hipotesis pertama secara serempak dapat dilihat pada Tabel 4.15 sebagai berikut :

Tabel 4.15. Hasil Uji F Hipotesis Pertama ANOVA

Model Sum of

Square Df Mean Square F Sig

1. Regression Residual Total 80,940 92,891 173,831 2 68 70 40,470 1,366 29,625 ,000a

a. Predictors : (constant), Motivasi, Lingkungan_kerja b. Dependent Variable : Prestasi_Kerja

Sumber : Hasil Penelitian,2011 (data diolah)

Berdasarkan Tabel 4.15 diperoleh bahwa nilai Fhitung (29,625) lebih besar dibandingkan dengan Ftabel (3,13) dan Sig.α (0,000a) lebih kecil dari alpha 5% (0,05). Hal ini memberi arti bahwa hasil penelitian menolak H0 dan menerima Ha. Dengan

Dokumen terkait