IV. METODOLOGI PENELITIAN
5.2. Karakteristik Responden
Karakteristik umum responden di Kelurahan Ulujami dan Kelurahan Kebayoran Lama Utara pada penelitian ini diperoleh melalui survey yang telah dilakukan kepada 40 pelaku usaha. Karakteristik umum berikut akan dijelaskan berdasarkan beberapa ciri dari masing-masing unit usaha yang terdiri dari jenis usaha, jam operasional usaha, jumlah tenaga kerja yang dipakai pelaku usaha, omzet per hari, lamanya usaha, jarak lokasi usaha ke sungai, pengetahuan pelaku usaha akan kerentanan lokasi usaha mereka dengan bahaya banjir, jumlah lantai pada unit usaha dan luas bangunan, kedalaman banjir dan durasi banjir.
5.2.1 Jenis Usaha
Jenis usaha berjalan dibagi menjadi beberapa sebaran, antara lain usaha manufaktur, usaha dagang, usaha jasa, usaha restoran atau rumah makan dan usaha lainnya yang letaknya tersebar di Kelurahan Ulujami dan Kelurahan Kebayoran Lama Utara. Berikut adalah Tabel 6 sebaran jenis usaha yang berada pada lokasi penelitian:
Tabel 6. Sebaran jenis usaha
No Karakteristik Unit Usaha
Ulujami Kebayoran Lama
Utara Total Jumlah (unit) Persentase (%) Jumlah (unit) Persentase (%) Jumlah (unit) Persentase (%) 1. 2. 3. 4. Usaha manufaktur Usaha dagang Usaha jasa Restoran/ rumah makan Jumlah 11 12 1 3 27 40.8 44.4 3.7 11.1 100.0 9 3 1 0 13 69.2 23.1 7.7 0.0 100.0 20 15 2 3 40 50.0 37.5 5.0 7.5 100.0
Sumber: data primer 2013 (diolah)
Hasil dari tabel di atas menunjukkan bahwa karakteristik responden unit usaha berdasarkan jenis usaha berjalan didominasi oleh usaha manufaktur, sebanyak 50% unit usaha pada lokasi penelitian adalah unit usaha yang bergerak pada bidang produksi seperti konveksi (baju, tas, peci, sarung dan celana jeans), pengrajin tahu, pengrajin tempe, pabrik pengolahan roti, pengrajin ikan olahan, pengrajin tahu gejrot dan pabrik mebel. 37.5% unit usaha lainya bergerak pada bidang usaha dagang seperti warung sembako, pemancingan ikan, toko kue dan
35 pengumpul rongsok. Selanjutnya 7.5% dibidang restoran atau rumah makan warung tegal. 5% yang terakhir merupakan unit usaha yang bergerak di bidang jasa yaitu jasa perjalanan liburan (travel agent). Mayoritas unit usaha yang bergerak di bidang manufaktur dikarenakan dekat dengan beberapa pusat perekonomian seperti pasar dan pusat grosir garmen walaupun daerah tersebut merupakan lokasi yang rentan akan banjir. Berbeda dengan pelaku usaha seperti pengrajin tempe, pengrajin tahu dan pengrajin ikan olahan, selain karena lokasi pasar yang tidak jauh dari lokasi produksi, para pengrajin juga memang sengaja memilih lokasi produksi yang dekat dengan sungai karena dapat mudah membuang sisa produksi ke sungai.
5.2.2 Waktu Operasional Usaha Berjalan Per Hari
Karakteristik unit usaha yang berikutnya adalah berdasarkan waktu operasional usaha berjalan setiap harinya, lamanya usaha berjalan per hari berikut dibagi menjadi sesuai dengan jenis usahanya yaitu manufaktur, dagang, jasa dan restoran. Tabel 7 akan menyajikan sebaran waktu operasional unit usaha per hari yang berada pada lokasi penelitian:
Tabel 7. Rata-rata waktu operasional unit usaha per hari
No Karakteristik Unit Usaha
Jam Operasional Unit Usaha (Jam / Hari)
Terkecil Rata-rata Tertinggi 1 Usaha Manufaktur 4 14 24
2 Usaha Dagang 8 13 17
3 Usaha Jasa 8 10 12
4 Restoran / Rumah Makan 9 13 17
Sumber: data primer 2013 (diolah)
Hasil dari tabel di atas dapat dilihat bahwa jenis unit usaha manufaktur memiliki jam operasional terlama dibandingkan dengan jenis unit usaha lainnya yaitu 24 per hari, hal tersebut dikarenakan unit usaha manufaktur memiliki 2 shift kerja yaitu shift pagi dan shift malam. Masing-masing shift kerja memiliki durasi yang berbeda-beda dengan durasi terlama per harinya adalah 12 jam per hari, dengan sistem istirahat secara bergantian. Unit usaha dagang memiliki waktu
36
operasional terlama 17 jam per hari sama dengan unit usaha restoran. Berikutnya adalah unit usaha jasa dengan waktu operasional terlama 12 jam per hari.
5.2.3 Jumlah Tenaga Kerja
Karakteristik unit usaha yang berikutnya adalah berdasarkan jumlah tenaga kerja yang digunakan pelaku usaha dalam unit usahanya. Jumlah tenaga kerja dibagi berdasarkan jenis unit usaha yaitu manufaktur, dagang, jasa dan restoran. Tabel 8 menunjukkan sebaran jumlah tenaga kerja yang digunakan unit usaha:
Tabel 8. Jumlah tenaga kerja
No Karakteristik Unit Usaha
Jam Tenaga Kerja (Orang)
Terkecil Rata-rata Tertinggi 1 Usaha Manufaktur 2 11 40
2 Usaha Dagang 1 5 11
3 Usaha Jasa 2 5 8
4 Restoran / Rumah Makan 1 2 4
Sumber: data primer 2013 (diolah)
Hasil olah data menunjukkan bahwa unit usaha di Kelurahan Ulujami dan Kelurahan Kebayoran Lama Utara Jakarta Selatan yang klasifikasikan berdasarkan jenis unit usaha memiliki jumlah tenaga kerja terbesar untuk jenis unit usaha manufaktur yaitu 40 orang tenaga kerja, unit usaha dagang 11 orang tenaga kerja, unit usaha jasa 8 orang tenaga kerja dan unit usaha restoran 4 orang tenaga kerja. Komposisi tenaga kerja yang digunakan masing-masing tenaga kerja sangat bervariasi hal tersebut dipengaruhi beberapa faktor diantaranya skala usaha dan omzet perhari.
5.2.4 Omzet Per Hari
Karakteristik unit usaha yang berikutnya adalah berdasarkan omzet yang diterima unit usaha per hari. Rata-rata omzet yang diperoleh diklasifikasikan sesuai dengan jenis unit usaha sesuai dengan pembagian menurut UU No 20 tahun 2008 mengenai unit usaha Mikro, Kecil dan menengah (Tabel 9).
37 Tabel 9. Sebaran omzet unit usaha per hari
No Skala Unit
Usaha
Jumlah Per Kelurahan Omzet
(Rp / tahun)
Ulujami Kebayoran Lama
Utara Terkecil Rata-rata Tertinggi
1 Mikro 11 2 73 000 000 168 367 930 292 000 000
2 Kecil 14 10 310 250 000 1 003 141 667 2 190 000 000
3 Menengah 2 1 2 847 000 000 3 382 333 333 3 650 000 000
Sumber: data primer 2013 (diolah)
Besarnya omzet dipengaruhi oleh banyak faktor seperti banyaknya tenaga kerja yang dipekerjakan sampai dengan jumlah transaksi perharinya. Unit usaha mikro yang terdapat pada lokasi penelitian terdiri dari unit usaha yang bergerak dibidang pusat kebugaran, konveksi, pengepul rongsok, toko barang kebutuhan pokok, warung makan tegal, pemancingan dan pengrajin roti rumahan. Unit usaha kecil yang terdapat pada lokasi penelitian terdiri dari unit usaha yang bergerak dibidang konveksi, pengrajin tahu, pengrajin tempe, pengepul rongsok, penyedia jasa agent perjalanan, pengrajin bandeng presto, pengrajin tahu gejrot, pemancingan, warung makan tegal dan home industry perabotan rumah tangga. Terakhir adalah unit usaha menengah yang terdapat pada lokasi penelitian terdiri dari unit usaha yang bergerak dibidang konveksi dan home industry pengolahan ikan asin.
5.2.5 Lama Usaha
Karakteristik unit usaha yang berikutnya adalah berdasarkan lama usaha. Lama usaha dibagi berdasarkan jenis unit usaha yaitu manufaktur, dagang, jasa dan restoran. Tabel 10 menunjukkan sebaran lama usaha:
Tabel 10. Sebaran lama usaha
No Karakteristik Unit Usaha Lama usaha (Tahun) Terkecil Rata-rata Terlama 1 Usaha Manufaktur 1 9 38
2 Usaha Dagang 1 8 15
3 Usaha Jasa 6 7 9
4 Restoran / Rumah Makan 4 10 22
38
Karakteristik unit usaha berdasarkan lama usaha berjalan menunjukkan sebaran yang bervariasi dengan umur usaha termuda adalah 1 tahun dan yang tertua adalah 38 tahun. Usaha dengan umur yang termuda mulai berjalan sejak tahun 2012 dan usaha dengan umur usaha tertua mulai berjalan sejak tahun 1975. Umur usaha akan digunakan untuk mengetahui tingkat adaptif pelaku usaha terhadap bahaya banjir. Pelaku yang tinggal lebih lama umumnya akan cenderung lebih adaptif terhadap kejadian-kejadian alam yang sering terjadi disekitarnya disbanding pelaku usaha yang umur usahanya terbilang masih baru.
Perilaku adaptif yang dimaksud adalah upaya mitigasi terhadap bencana atau fenomena-fenomena alam lainnya yang sering terjadi di lingkungan tempat usahanya dalam hal ini adalah bahaya banjir. Selain prilaku adaptif dapat diketahui juga respon terhadap bahaya banjir melalui umur usaha berjalan. Umumnya pelaku usaha yang umur usahanya terbilang tua akan cenderung bersikap biasa saja daripada pelaku usaha yang umur usahanya masih baru. Hal tersebut dikarenakan pelaku usaha dengan umur usaha yang sudah tua sudah terbiasa dan sudah melakukan upaya-upaya mitigasi bencana terlebih dahulu sehingga respon pelaku usaha dengan umur usaha tua cenderung lebih adaptif daripada pelaku usaha dengan umur usaha yang masih muda.
5.2.6 Jarak Terhadap Sungai
Karakteristik unit usaha yang berikutnya adalah berdasarkan jarak unit usaha terhadap sungai. Jarak terhadap sungai berikut dibagi berdasarkan jarak lurus dan jarak liku ke sungai. Tabel 11 menunjukkan sebaran jarak unit usaha terhadap sungai:
Tabel 11. Sebaran jarak unit usaha terhadap sungai
No Karakteristik Unit Usaha
Jarak unit usaha ke sungai (m) Terdekat Rata-rata Terjauh Lurus Liku Lurus Liku Lurus Liku 1 Usaha Manufaktur 1 1 78 107 225 282 2 Usaha Dagang 1 1 86 122 258 352 3 Usaha Jasa 48 67 68 92 89 118 4 Restoran / Rumah Makan 134 170 193 250 273 353
39 Karakteristik unit usaha berdasarkan jarak lokasi usaha terhadap sungai memiliki jarak terdekat dengan sungai adalah 1 m dan terjauh adalah 353 m dari Sungai Pesanggrahan. Jarak suatu unit usaha ke sungai digunakan untuk melihat seberapa rentan suatu unit usaha tersebut terhadap bahaya banjir sungai yang terjadi dari Sungai Pesanggrahan. Umumnya semakin dekat unit usaha ke sungai maka akan semakin rentan suatu usaha terhadap bahaya banjir. Hal tersebut dikarenakan lokasi usaha yang paling dekat memiliki risiko terlebih dahulu bila terjadi banjir. Hasil kuesioner data yang diperoleh diketahui secara keseluruhan unit usaha yang terletak pada lokasi penelitian memiliki jarak yang relatif dekat dengan Sungai Pesanggrahan dengan jarak terjauh adalah 353 m hal tersebut menandakan bahwa lokasi usaha yang terkena banjir memang berada tidak jauh dari sumber banjir berasal yaitu Sungai Pesanggrahan.
5.2.7 Luas Bangunan Unit Usaha
Karakteristik unit usaha yang berikutnya adalah berdasarkan luas bangunan unit usaha. Luas bangunan unit usaha berikut dibagi berdasarkan jenis usaha yaitu manufaktur, dagang, jasa dan rumah makan. Tabel 12 menunjukkan sebaran luas bangunan unit usaha:
Tabel 12. Sebaran luas bangunan unit usaha
No Karakteristik Unit Usaha Luas bangunan unit usaha (m
2
) Terkecil Rata-rata Tertinggi 1 Usaha Manufaktur 20 84 400
2 Usaha Dagang 4 116 500
3 Usaha Jasa 80 140 200
4 Restoran / Rumah Makan 6 14 20
Sumber: data primer diolah (2013)
Karakteristik unit usaha berdasarkan luas bangunan unit usaha menunjukkan bahwa unit usaha dengan luas bangunan yang cukup luas umumnya memiliki kecenderungan mengalami kerugian yang lebih besar dibanding dengan unit usaha yang memiliki luas bangunan lebih kecil. Namun hal tersebut harus diuji lebih lanjut dengan mengaitkan luas bangunan dengan kondisi aset yang disimpan didalam bangunan. Luas bangunan yang didata adalah luas bangunan
40
yang digunakan untuk melakukan kegiatan jual beli. Diketahui luas terendah adalah 4 m2 dan terluas adalah 500 m2.
5.2.8 Unit Usaha Berdasarkan Jumlah Lantai Unit Usaha
Karakteristik unit usaha yang berikutnya adalah berdasarkan jumlah lantai pada masing-masing unit usaha, jumlah lantai pada unit usaha akan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok unit usaha dengan jumlah lantai tingkat satu dan unit usaha dengan jumlah lantai tingkat lebih dari satu. Berikut adalah Tabel 13 sebaran unit usaha berdasarkan jumlah lantai tingkat yang berada pada lokasi penelitian:
Tabel 13. Sebaran jumlah lantai unit usaha
Karakteristik Unit Usaha
Ulujami Kebayoran Lama Utara Total
Jumlah (unit) Persentase (%) Jumlah (unit) Persentase (%) Jumlah (unit) Persentase (%) Jumlah Lantai a. Satu lantai b. Lebih dari 1 lantai Total 23 5 28 82.2 17.8 100.0 10 2 12 83.3 16.7 100.0 33 7 40 82.5 17.5 100.0 Sumber: data primer 2013 (diolah)
Mayoritas bangunan pada unit usaha di dua kelurahan hanya memiliki satu tingkat lantai dengan angka sebesar 82.5% dan 17.5% lainnya memiliki tingkat lantai lebih dari 1.
5.2.9 Pengetahuan Pelaku Usaha Terhadap Kerentanan Banjir
Karakteristik unit usaha yang berikutnya adalah berdasarkan pengetahuan dari pelaku usaha terhadap kerentanan daerah usahanya terhadap bahaya banjir, hal ini akan dilihat berdasarkan mengetahui atau tidaknya pelaku usaha terhadap kerentanan daerah usahanya terhadap bahaya banjir. Berikut adalah Tabel 14 sebaran pengetahuan pelaku usaha terhadap kerentanan banjir yang berada pada lokasi penelitian:
41 Tabel 14. Sebaran pengetahuan pemilik usaha terhadap kerentanan banjir
Karakteristik Unit Usaha
Ulujami Kebayoran Lama Utara Total
Jumlah (unit) Persentase (%) Jumlah (unit) Persentase (%) Jumlah (unit) Persentase (%) Pengetahuan Pemilik Usaha a. Mengetahui b. Tidak mengetahui Total 25 3 28 89.3 10.7 100.0 12 0 12 100.0 0.0 100.0 37 3 40 92.5 7.5 100.0 Sumber: data primer 2013 (diolah)
Dari hasil sebaran frekuensi mengenai pengetahuan pemilik usaha mengenai kerentanan daerah usahanya terhadap bahaya banjir terdapat mayoritas 92.5% dari dua Kelurahan tersebut mengaku mengetahui jika daerah tempat mereka melakukan kegiatan produksi merupakan daerah yang rentan atau sering mengalami banjir dan 7.5% yang lain mengaku tidak mengetahui jika lokasi usaha mereka merupakan daerah yang rawan akan bahaya banjir.
5.2.10 Kedalaman dan durasi banjir
Karakteristik unit usaha yang berikutnya adalah berdasarkan kedalaman dan durasi banjir. Berdasarkan 40 responden, kedalaman dan durasi yang dialami oleh responden menunjukkan bahwa rata-rata kedalaman banjir pada lokasi penelitian adalah 94.35 cm (cateris paribus) dan rata-rata durasi banjir adalah 96.6 jam (cateris paribus). Kedalaman banjir tertinggi adalah 165 cm dan ternedah adalah 15 cm. Durasi banjir terlama adalah 336 jam dan terendah adalah 24 jam sehingga pelaku usaha memiliki kemungkinan mengalami kerugian ekonomi yang cukup besar. Namun hal tersebut harus diuji lebih lanjut. Kedalaman dan durasi banjir tersebut adalah kondisi aktual yang terjadi pada periode banjir tanggal 17-19 Januari 2013.
42