IV. PEMBAHASAN
4.3. Karakteristik Responden Pengunjung Plasa Telkom Kendal
Responden yang diambil dalam penelitian ini dipilih secara
convenience berdasarkan beberapa kriteria, yaitu pelanggan PT. TELKOM Kancatel Kendal pengguna telepon selular yang berkunjung ke plasa Jumlah responden yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 100 orang dari populasi yang beranggotakan pelanggan PT. TELKOM Kancatel Kendal pengunjung Plasa Telkom Kendal yang merupakan pengguna ponsel, baik pengguna maupun non pengguna TelkomFlexi Prabayar.
Berdasarkan hasil pengamatan (observasi) dan wawancara dengan pihak manajemen Plasa Telkom Kancatel Kendal ketika melakukan survei diketahui bahwa sebagian besar pelanggan yang datang ke plasa bertujuan untuk melakukan pembayaran rekening telepon. Selain itu, tidak sedikit pula pelanggan yang datang untuk melakukan pengaduan atas gangguan telepon yang dialami, komplain atas tidak lancarnya transaksi pengisian pulsa dengan voucher isi ulang Flexi, melakukan pengaktifan/penonaktifan layanan Flexi Combo, melakukan perjanjian kerja sama dengan pihak Telkom Kancatel Kendal, dan lain sebagainya.
Mayoritas responden yang terpilih dari 100 orang responden, diperoleh bahwa pengunjung Plasa Telkom Kendal sebesar 53 persen berjenis kelamin laki-laki dan sisanya sebesar 47 persen terdiri dari perempuan. Hal ini disebabkan karena pada saat diadakan survei atau penyebaran kuesioner diperoleh bahwa pengunjung laki-laki yang datang dan bersedia menjadi responden dalam penelitian memiliki jumlah yang lebih banyak dari pada pengunjung yang berjenis kelamin perempuan. Persentase responden berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat secara jelas pada Gambar 5.
53% 47%
Laki-laki Perempuan
Gambar 5. Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin
13% 52% 21% 9% 2% 3% 15-20 Tahun 21-35 Tahun 36-40 Tahun 41-45 Tahun 46-55 Tahun > 55 Tahun
Gambar 6. Karakteristik responden berdasarkan usia
Gambar 6 di atas menunjukkan bahwa pelanggan PT. TELKOM Kancatel yang mengunjungi Plasa Telkom Kendal yang paling banyak ditemui berada pada rentang usia 21-35 tahun yaitu sebanyak 52 persen, diikuti oleh usia 36-40 tahun sebanyak 21 persen di urutan kedua. Pengunjung yang berusia 15-20 tahun menempati urutan ketiga yakni sebanyak 13 persen, kemudian 9 persen adalah responden dengan usia 41-45 tahun. Sedangkan sisanya ditempati oleh responden pada usia 46-55 tahun sebanyak 2 persen dan 55 tahun ke atas sebanyak 3 persen.
18%
44% 34%
4%
Pelajar/Mahasiswa Pegawai (PNS & Swasta) Wiraswasta Ibu Rumah Tangga
Berdasarkan Gambar 7, proporsi responden berdasarkan pekerjaannya adalah sebagai berikut : sebesar 18 persen responden yang menjadi pengunjung Plasa Telkom Kendal terdiri dari pelajar/mahasiswa, Persentase responden terbesar yang menjadi pelanggan PT. TELKOM Kancatel Kendal pengunjung Plasa Telkom Kendal bekerja sebagai Pegawai, baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Swasta/BUMN yaitu sebesar 44 persen. Sedangkan sisanya sebesar 34 persen responden bekerja sebagai wiraswasta. Sedangkan 4 persen sisanya menyatakan memiliki pekerjaan sebagai ibu rumah tangga. 7% 47% 46% SD/SLTP SLTA/SMK Perguruan Tinggi
Gambar 8. Karakteristik responden berdasarkan pendidikan
Adapun tingkat pendidikan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah tingkat pendidikan terakhir yang dijalani oleh responden. Informasi tentang tingkat pendidikan ini cukup penting karena semakin tinggi tingkat pendidikan responden diperkirakan semakin tinggi pula kesadaran responden terhadap pentingnya komunikasi serta tingkat pengetahuan tentang berbagai operator selular yang ada. Berdasarkan gambar 8, terlihat bahwa dari 100 orang responden yang ditemui diperoleh bahwa responden yang memiliki pendidikan terakhir SD/SLTP memiliki jumlah yang paling sedikit yakni hanya sebesar 7 persen. Sedangkan yang berpendidikan SLTA/SMK dan perguruan tinggi memiliki jumlah yang hampir sama yakni masing-masing sebesar 47 persen dan 46 persen. Hal ini menunjukan bahwa para pelanggan PT. TELKOM Kancatel Kendal memiliki pendidikan yang cukup tinggi.
Proporsi responden yang ditemui berdasarkan Gambar 9 di bawah mempunyai pendapatan hampir menyebar merata, dimana mayoritasnya
berpendapatan antara Rp. 500.000,- s/d Rp. 1.000.000,- per bulan yakni sebesar 24 persen dan Rp. 1.500.000,- s/d Rp. 2.000.000,- sebesar 23 persen. Sedangkan 19 persen diantara 100 responden yang ditemui menyatakan belum memiliki pendapatan. 19% 8% 24% 14% 23% 12% 0 <500.000 per bulan 500.001-1.000.000 per bulan 1.000.001-1.500.000 per bulan 1.500.001-2.000.000 per bulan >Rp. 2.000.000 per bulan
Gambar 9. Karakteristik responden berdasarkan pendapatan
Berdasarkan penyebaran kuesioner pada 100 orang responden yang ditemui, diperoleh bahwa pengeluaran pulsa responden untuk penggunaan telepon selular mayoritas berkisar antara Rp. 50.000,- s/d Rp. 100.000,- per bulan yakni berjumlah 51 persen. Kemudian 26 persen responden menghabiskan pulsa kurang dari Rp. 50.000,- per bulannya. Sebesar 10 persen responden memiliki pengeluaran pulsa antara Rp. 150.000,- s/d Rp. 200.000,- per bulan. Sedangkan sisanya menghabiskan pulsa antara Rp. 100.000,- s/d Rp. 150.000,- dan lebih dari Rp. 300.000,- per bulan, yaitu masing-masing sebesar 8 persen dan 5 persen.
26% 51% 8% 10% 5% <50.000 per bulan 50.000-100.000 per bulan 100.001-150.000 per bulan 150.001-200.000 per bulan >300.000 per bulan
Mayoritas responden menyatakan jarang bepergian keluar kota sebesar 58 persen, karena sebagian besar masyarakat kota Kendal bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan pegawai swasta/BUMN. Pekerjaan tersebut menuntut pelakunya untuk selalu berada di wilayah Kendal, sehingga tidak memungkinkan untuk sering melakukan perjalanan keluar kota, kecuali untuk tujuan tugas (Tabel 2).
Tabel 2. Karakteristik responden berdasarkan jumlah frekuensi keluar kota Frekuensi keluar kota Jumlah Persentase
tidak pernah 20 20
jarang (1-2x per bulan) 58 58 sering (>2x per bulan) 22 22
Total 100 100
Pertimbangan utama responden dalam memilih kartu selular (simCard) yang digunakan adalah tarif. Yang dimaksud dengan tarif dalam hal ini adalah biaya yang dikenakan untuk melakukan percakapan maupun pengiriman pesan. Tarif menjadi pertimbangan utama konsumen dalam melakukan pembelian simCard yang digunakan disebabkan karena tarif merupakan nilai yang harus dikeluarkan atau dikorbankan oleh konsumen untuk menggunakan jasa operator selular, sehingga besar kecilnya nilai tersebut menentukan tingkat kepuasan konsumen atas penggunaan simCard. Tabel 3. Faktor-faktor yang menjadi pertimbangan responden dalam memilih
simCard yang digunakan
Faktor pertimbangan pembelian persentase
Tarif 70
luas jaringan 56
kekuatan sinyal 46
harga kartu perdana 34
ketersediaan dan kemudahan memperoleh 11
bonus dan hadiah 10
fleksibilitas penggunaan 10 harga voucher isi ulang 10
kejernihan suara 7
Hal yang menjadi pertimbangan selanjutnya adalah luas jaringan. Luas jaringan menentukan daya jangkau komunikasi yang dapat dilakukan oleh konsumen dengan menggunakan kartu selular tersebut, sehingga supaya komunikasi konsumen lancar konsumen menginginkan jaringan yang luas. Urutan faktor-faktor yang dipertimbangkan konsumen dalam memilih kartu selular (simCard) yang digunakan dapat dilihat pada Tabel 3.
Fitur dan layanan tidak terlalu menjadi pertimbangan bagi konsumen dalam melakukan pembelian simCard. Hal ini diduga disebabkan karena sebagian konsumen menganggap bahwa fitur dan layanan yang disediakan oleh setiap operator selular hampir sama, sehingga dalam melakukan pembelian kartu selular konsumen tidak terlalu mempertimbangkan lengkap atau tidaknya fitur dan layanan yang disediakan.