VI HASIL DAN PEMBAHASAN
6.1 Karakteristik Umum Responden Rumah Makan Nasi Timbel Saung Merak Bogor
Responden yang diambil sebagai sampel penelitian ini berjumlah 30 orang. Dalam pengambilan sampel, peneliti melakukan screening terlebih dahulu.
Screening tersebut bertujuan untuk mengetahui apakah calon responden pernah melakukan kunjungan minimal dua kali, sudah berusia di atas empat belas tahun dan bersedia mengisi kuisioner. Karakteristik konsumen diperlukan untuk mengetahui keterkaitan konsumen dengan penilaian terhadap atribut-atribut yang terdapat di Rumah Makan Nasi Timbel Saung Merak Bogor, bertujuan untuk membuat kebijakan-kebijakan yang lebih efektif dalam rangka memberi pelayanan yang lebih baik.
Konsumen yang berkunjung ke rumah makan memiliki beragam karakteristik. Karakteristik responden yang dilihat dalam penelitian ini adalah karakteristik berdasarkan jenis kelamin, usia, status pernikahan, jumlah anggota keluarga, tempat tinggal, suku bangsa, tingkat pendidikan, pekerjaan, pendapatan per bulan.
6.1.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Berdasarkan hasil penyebaran yang dilakukan terhadap 30 orang responden Rumah Makan Nasi Timbel Saung Merak Bogor, diketahui bahwa sebagian besar pengunjung rumah makan adalah laki-laki mencapai 66,7 persen. Hasil ini mengindikasikan bahwa laki-laki lebih senang berkunjung ke rumah makan dibandingkan perempuan atau dengan kata lain, perempuan kurang begitu tertarik untuk berkunjung ke rumah makan. Sebagian besar pengunjung laki-laki mengunjungi rumah makan karena dipengaruhi oleh pengunjung perempuan yang merupakan teman, istri atau keluarga, serta adanya kewajiban untuk mengunjungi rumah makan seperti makan bersama diluar rumah.
Hasil ini dapat dimanfaatkan oleh Rumah Makan Nasi Timbel Saung Merak Bogor untuk meningkatkan minat pengunjung perempuan untuk berkunjung, yaitu dengan menyediakan fasilitas yang mendukung aktivitas- aktivitas yang disukai perempuan seperti tanaman hias yang disertai dengan kolam ikan, sehingga selain menikmati makanan yang disajikan dan cita rasa
60 makanan yang ada di rumah makan, pengunjung perempuan memiliki pilihan lainnya. Karakteristik konsumen berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada Tabel 9.
Tabel 9. Sebaran Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Jenis Kelamin Jumlah (orang) Presentase (%)
Perempuan 10 33,3
Laki-laki 20 66,7
Total 30 100
6.1.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia
Pengunjung Rumah Makan Nasi Timbel Saung Merak Bogor memiliki tingkat usia yang beragam. Hal ini mengindikasikan bahwa keberadaan rumah makan dalam memberikan fasilitas dan pelayanan ditujukan untuk semua usia. Pada penelitian ini, responden yang dipilih untuk mengisi kuisioner adalah konsumen yang telah berusia ≥ 15 tahun, karena dianggap telah memiliki kedewasaan berfikir sehingga mampu memahami pertanyaan dalam kuisioner dengan baik dan mereka turut menentukan pengambilan keputusan dalam memilih lokasi kunjungan. Sebagian besar pengunjung rumah makan berada pada kisaran usia antara 15-19 tahun yaitu 20 persen, 25-34 tahun yaitu 20 persen, 35-44 tahun yaitu 20 persen sehingga dapat dikatakan bahwa sebagian besar pengunjung rumah makan berusia 15-44 tahun atau tergolong remaja lanjut dan dewasa awal. Proporsi terkecil ternyata berada pada usia di atas 55 tahun yaitu 6,67 persen. Perbedaan proporsi tersebut terkait dengan kebutuhan pribadi, kepribadian dan gaya hidup dalam memilih tempat makan. Faktor pengaruh teman tersebut terbukti memiliki pengaruh yang kuat dalam menentukan keputusan untuk berkunjung ke Rumah Makan Nasi Timbel Saung Merak Bogor.
Hasil ini menunjukkan bahwa rumah makan berhasil meraih konsumen remaja lanjut dan dewasa awal. Untuk itu, rumah makan dapat meningkatkan pelayanannya dengan memberikan promosi kepada kisaran usia tersebut melalui menu paket makanan yang disertai dengan minuman. Hasil tersebut juga menunjukkan bahwa rumah makan ini memiliki panorama alami dengan tanaman hias yang disertai dengan kolam ikan, ketertarikan bagi kaum muda untuk
61 menjelajahinya dan menikmati. Secara lebih rinci, karakteristik konsumen berdasarkan usia dapat dilihat pada Tabel 10.
Tabel 10. Sebaran Responden Berdasarkan Usia
Usia Jumlah (orang) Presentase (%)
15-19 6 20 21-24 5 16,7 25-34 6 20 35-44 6 20 45-54 5 16,7 > 55 2 6,67 Total 30 100
6.1.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Status Pernikahan
Status pernikahan menunjukkan bahwa seseorang telah berkeluarga atau belum berkeluarga. Pemahaman sebaran status ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada pengelola dalam membuat kebijakan-kebijakan untuk memberikan kepuasan terhadap pengunjung berdasarkan status pernikahan. Pengunjung Rumah Makan Nasi Timbel Saung Merak Bogor yang belum menikah sebanyak 26,7 persen dan yang telah menikah sebanyak 73,3 persen. Hal ini mengindikasikan bahwa sebagian besar pengunjung setiap harinya adalah pengunjung yang sudah menikah yaitu pegawai-pegawai kantoran baik yang laki- laki maupun perempuan. Hal ini dapat dijadikan masukan dan potensi bagi rumah makan dalam meningkatkan pelayanannya bagi kaum muda seperti penambahan bangku taman. Secara lebih rinci, karakteristik konsumen berdasarkan status pernikahan dapat dilihat pada Tabel 11.
Tabel 11. Sebaran Responden Berdasarkan Status Pernikahan
Status Pernikahan Jumlah (orang) Persentase (%)
Menikah 22 73,3
Belum Menikah 8 26,7
Total 30 100
6.1.4 Karakteristik Responden Berdasarkan Jumlah Anggota Keluarga Berdasarkan hasil penyebaran kuisioner yang dilakukan terhadap 30 orang responden di Rumah Makan Nasi Timbel Saung Merak Bogor, diperoleh hasil bahwa sebagian besar jumlah anggota dalam satu keluarga adalah empat orang. Sedangkan jumlah anggota terbesar kedua adalah enam orang. Keluarga terdiri
62 atas dua orang atau lebih yang dihubungkan melalui darah, perkawinan dan tinggal dalam satu tempat tinggal (Engel et al, 1994). Keluarga sangat penting dalam studi perilaku konsumen karena dua alasan, pertama keluarga merupakan unit pemakaian dan pembelian untuk banyak produk konsumen. Kedua, keluarga merupakan pengaruh utama pada sikap dan perilaku individu (Engel et al, 1994).
Pada Tabel 12, terlihat bahwa sebagian besar responden yang sudah menikah, memiliki jumlah anggota keluarga antara empat sampai enam orang. Responden yang belum menikah pada umumya adalah remaja lanjut dan dewasa awal. Responden yang telah menikah dengan jumlah anggota keluarga sebanyak empat sampai enam orang juga memiliki proporsi terbesar. Hal ini dapat menjadi masukan dan informasi peluang bagi pihak rumah makan dalam membuat kebijakan-kebijakan bagi pengunjung yang mengacu pada jumlah anggota, seperti program khusus berupa diskon harga jika membawa semua anggota keluarga dengan menunjukan fotokopi kartu keluarga dan KTP. Secara lebih rinci, karakteristik konsumenberdasarkan jumlah anggota dapat dilihat pada Tabel 12. Tabel 12. Sebaran Responden Berdasarkan Jumlah Anggota Keluarga
Status Jumlah Anggota
Keluarga (orang) Responden (orang) Persentase (%)
Menikah 4 orang 9 30 6 orang 6 20 Belum Menikah 2 orang 3 10 3 orang 5 16,7 5 orang 5 16,7 7 orang 2 6,7 Jumlah 27 30 100
6.1.5 Karakteristik Responden Berdasarkan Domisili
Berdasarkan Tabel 13 diperoleh informasi bahwa sebagian besar responden yang berkunjung ke Rumah Makan Nasi Timbel Saung Merak Bogor bertempat tinggal atau berdomisili di bogor yaitu sebanyak 25 orang dengan persentase 83,3 persen. Sedangkan jumlah domisili kedua adalah luar bogor sebanyak 5 orang dengan persentase 16,7 persen. Pengunjung yang berdomisili di bogor memilih rumah makan ini karena kemudahan dan kedekatan untuk mencapai tempat lokasi yang menjadi pertimbangan utama dalam menikmati makanan yang mereka pilih. Pengunjung dari Bogor memilih rumah makan
63 tersebut sebagai tempat makan karena kecenderungan penduduk Bogor yang terbiasa dengan suasana padat, sibuk dan lingkungan Bogor yang memiliki lingkungan alami, sehingga mereka membutuhkan tempat makan yang menawarkan udara sejuk serta memiliki pemandangan dan lingkungan yang masih alami.
Tabel 13. Sebaran Responden Berdasarkan Domosili
Domosili Tempat Tinggal Jumlah (orang) Persentase (%)
Bogor 25 83,3
Luar Bogor
(depok, tanggerang, depok, bekasi)
5 16,7
Jumlah 30 100
6.1.6 Karakteristik Responden Berdasarkan Suku Bangsa
Pada Tabel 14 di bawah menunjukkan bahwa responden Rumah Makan Nasi Timbel Saung Merak Bogor didominasi oleh suku sunda yaitu sebanyak 27 orang sebesar 90 persen, kemudian suku kedua sumatera utara (Batak) yaitu sebanyak 2 orang sebesar 6,67 persen, dan yang terakhir suku bali sebanyak 1 orang sebesar 3,33 persen. Beragamnya suku konsumen menandakan bahwa Kota Bogor menganut semboyan Bhineka Tunggal Ika dimana beragamnya suku-suku di Bogor tetapi tetap satu kesatuan, memiliki penduduk yang beragam dan terdiri dari berbagai macam suku. Konsumen Rumah Makan Nasi Timbel Saung Merak Bogor yang didominasi oleh Suku Sunda karena umumnya konsumen atau para pengunjung yang datang rata-rata bertempat tinggal di Bogor yang mayoritas bersuku Sunda.
Tabel 14. Sebaran Responden Berdasarkan Suku Bangsa
Suku Bangsa Jumlah (orang) Persentase (%)
Sunda 27 90
Sumatera Utara 2 6,67
Bali 1 3,33
64 6.1.7 Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan Terakhir
Menurut Engel et al (1994), tingkat pendidikan seseorang mempengaruhi pilihan seseorang dalam memilih suatu kegiatan. Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, maka semakin besar kemampuannya dalam mengumpulkan berbagai informasi yang dibutuhkannya. Informasi ini akan digunakan untuk memenuhi kebutuhannya dan mempengaruhi dalam pengambilan keputusan untuk berwisata kuliner.
Pengunjung Rumah Makan Nasi Timbel Saung Merak Bogor memiliki tingkat pendidikan yang beragam. Sebaran terhadap 30 orang responden menunjukan bahwa 16,7 persen responden berpendidikan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas dan Pasca Sarjana sebanyak 16,7 persen. Selanjutnya diikuti oleh responden yang berpendidikan Diploma dan Sarjana S1 sebanyak 33,3 persen. Hal ini menunjukkan bahwa konsumen umumnya memiliki pendidikan menengah ke atas dan sedang mengalami masa transisi untuk mencoba wisata kuliner yang bersifat alami (back to nature). Para responden sudah dapat menentukan dan memutuskan objek wisatanya sendiri yang sesuai dengan kebutuhannya. Informasi tingkat pendidikan terakhir dapat memberi masukan kepada rumah makan tentang kebijakan-kebijakan wisata kuliner yang lebih efektif dalam rangka memberi pelayanan yang lebih baik pada kaum muda. Salah satunya adalah bagian jasa dan boga yang melakukan sosialisasi tentang wisata kuliner yang ada di Bogor. Secara lebih rinci, karakteristik konsumen berdasarkan pendidikan terakhir dapat dilihat pada Tabel 15.
Tabel 15. Sebaran Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir
Pendidikan Terakhir Jumlah (orang) Persentase (%)
SLTA 5 16,7
Diploma/akademi 10 33,3
Sarjana 10 33,3
Pasca Sarjana 5 16,7
Jumlah 30 100
6.1.8 Karakteristik Responden Berdasarkan Pendapatan Per Bulan
Dalam penelitian ini, pendapatan yang dianalisis adalah pendapatan perbulan yang diterima oleh responden. Semakin besar tingkat pendapatan seseorang maka semakin besar pula daya belinya terhadap suatu barang dan jasa
65 yang ditawarkan oleh pihak produsen (Engel et al, 1994). Sumber pendapatan konsumen bervariasi menurut pekerjaannya. Bagi anak SMA, pendapatan diartikan sebagai uang saku yang diterima selama sebulan dan bagi ibu rumah tangga diartikan sebagai pendapatan suami perbulannya. Tingkat pendapatan pengunjung akan mempengaruhi pilihannya dalam memilih sarana wisata kuliner yang sesuai dengan pendapatannya.
Pendapatan responden terbagi dalam beberapa kelompok yaitu dari tingkat pendapatan kurang dari Rp 500.000 hingga konsumen yang memiliki pendapatan lebih dari Rp 4.500.000. Sebagian besar responden memiliki kisaran pendapatan kurang dari Rp 500.000, yaitu sebanyak 10 persen. Selanjutnya sebanyak 20 persen berpenghasilan Rp.500.000-Rp.1.500.000 dan berpenghasilan Rp.3.500.000-Rp.4.500.000. Kisaran besarnya pendapatan responden yang diteliti sesuai dengan tingkat pendidikan dan pekerjaan responden. Sebagian besar responden yang berpendapatan kurang dari Rp 500.000 adalah pelajar dan mahasiswa. Informasi karekteristik ini berguna untuk membuat kebijakan wisata kuliner khusus untuk pegawai kantoran dengan memberi potongan harga untuk kunjungan secara kolektif atau jumlah rombongan kurang dari 50 orang. Secara lebih rinci, sebaran responden berdasarkan pendapatan perbulan dapat dilihat pada Tabel 16.
Tabel 16. Sebaran Responden Berdasarkan Pendapatan Per Bulan
Pendapatan Per bulan Jumlah (orang) Persentase (%)
< Rp 500.000 3 10 Rp 500.000 - Rp 1.500.000 6 20 Rp 1.500.000 - Rp 2.500.000 5 16,7 Rp 2.500.000 - Rp 3.500.000 5 16,7 Rp 3.500.000- Rp 4.500.000 6 20 >Rp 4.500.000 5 16,7 Total 30 100
6.1.9 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Pekerjaan
Pekerjaan yang dilakukan oleh konsumen sangat mempengaruhi gaya hidupnya (pola dimana orang hidup untuk menghabiskan waktu serta uangnya) dan satu-satunya basis terpenting untuk menyampaikan prestis, kehormatan dan respek (Engel et al, 1994). Dari 30 orang konsumen yang dijadikan sebagai
66 responden, diperoleh hasil bahwa sebagian besar konsumen memiliki jenis pekerjaan sebagai pegawai swasta dengan persentase sebesar 23,3 persen. Jenis pekerjaan kedua yaitu pegawai negeri, wiraswasta, ibu rumah tangga sebesar 20 persen. Persentase tersebut dipengaruhi karena lokasi rumah makan yang terletak didaerah perkantoran sehingga para pengunjung yang datang merupakan para pegawai-pegawai kantoran yang beralokasi dekat dengan Rumah Makan Nasi Timbel Saung Merak Bogor. Pegawai swata memerlukan tempat makan siang dimana dekat dengan daerah perkantoran para pegawai, guna menghilangkan kejenuhan dari rutinitas sehari-hari dikantornya. Secara lebih rinci, sebaran responden berdasarkan pekerjaan dapat dilihat pada Tabel 17.
Tabel 17. Sebaran Responden Berdasarkan Pekerjaan
Pekerjaan Jumlah (orang) Persentase (%)
Pelajar/Mahasiswa 5 16,7
Pegawai Negeri 6 20
Pegawai Swasta 7 23,3
Ibu Rumah Tangga 6 20
Wirausaha 6 20
Pensiunan 0 0
Total 30 100
6.2 Proses Keputusan Pembelian Responden Rumah Makan Nasi Timbel