• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

1. Karakteristik Sistem

Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat yang tertentu, yaitu

mempunyai komponen-komponen (components), batas sistem (boundary),

lingkungan luar sistem (environments), penghubung (interface), masukan (input),

keluaran (output), pengolahan (process) dan sasaran (objective) atau tujuan (goal).

a. Komponen Sistem (components)

Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen sistem atau elemen-elemen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian dari sistem. Setiap sistem tidak perduli betapapun kecilnya, selalu mengandung komponen-komponen atau sub sistem.

b. Batasan Sistem (boundary)

Merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan. Batas sustu

sistem menunjukan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut.

c. Lingkungan Luar Sistem (environments)

Lingkungan Luar Sistem (environments) dari suatu sistem adalah

apapun diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan sistem tersebut. Lingkungan luar yang menguntungkan merupakan energi dari sistem dan dengan demikian harus tetap dijaga dan dipelihara. Sedang lingkungan luar yang merugikan harus ditahan dan dikendalikan, kalau tidak maka akan mengganggu kelangsungan hidup dari sistem.

d. Penghubung Sistem (interface)

Merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem yang lainnya. Melalui penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem yang lainnya.

yang lainnya dengan melalui penghubung. Dengan penghubung satu subsistem dapat berintegrasi dengan subsistem yang lainnya membentuk satu kesatuan.

e. Masukan Sistem (input)

Masukan adalah energi yang dimasukan ke dalam sistem.

Masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan

masukan sinyal (signal input). Maintenanace input adalah energi yang dimasukan supaya sistem dapat beroperasi. Signal input adalah energi yang diproses untuk mendapatkan keluaran.

f. Pengolahan Sistem (process)

Suatu sistem dapat mempunyai bagian pengolah yang akan mengubah masukan menjadi keluaran.

g. Keluaran Sistem (output)

Keluaran (output) adalah hasil dari energi yang diolah dan

diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dari sisa pembuangan.

h. Sasaran Sistem

Suatu sistem pasti mempunyai tujuan (goal) atau sasaran

(objective). Kalau suatu sistem tidak mempunyai sasaran, maka operasi sistem tidak akan ada gunanya. Sasaran dari sistem sangat menentukan sekali masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem. Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuannya.

Hubungan antarkomponen karakteristik sistem secara terperinci dapat dilihat pada Gambar 2.3.

Gambar 2.3 Karakteristik Sistem

2. Kualitas Sistem

Kualitas sistem biasanya berfokus pada karakteristik kinerja sistem. Kualitas sistem merupakan ciri karakteristik kualitas yang diinginkan dari sistem informasi itu sendiri, dan kualitas informasi yang diinginkan informasi

karakteristik produk. Kualitas sistem ini juga berarti kombinasi hardware dan

software dalam sistem informasi. Kualitas suatu sistem informasi mengukur kesuksesan secara teknik. Level teknikal komunikasi diartikan sebagai keakuratan dan keefisienan sistem komunikasi yang menghasilkan informasi. Kualitas sistem memerlukan indikator untuk dapat mengukur seberapa besar kualitas dari sistem tersebut. Indikator diperlukan karena kualitas sistem merupakan variabel laten yang tidak dapat diukur secara langsung. Indikator kualitas sistem diwujudkan dalam seperangkat pertanyaan, kualitas sistem yang dapat diukur melalui beberapa indikator sebagai berikut:

a. Ease of use (Kemudahan Penggunaan)

Suatu sistem informasi dapat dikatakan berkualitas jika sistem tersebut dirancang untuk memenuhi kepuasan pengguna melalui kemudahan dalam menggunakan sistem informasi. Kemudahan yang dipersepsikan adalah tingkatan dimana seseorang percaya bahwa pengunaan suatu sistem tertentu dapat

menjadikan orang tesebut bebas dari usaha (free of effort). Bebas dari usaha yang

dimaksudkan adalah bahwa saat seseorang menggunakan sistem, ia hanya memerlukan sedikit waktu untuk mempelajari sistem tersebut karena sistem

Kemudahan penggunaan dalam konteks ini bukan saja kemudahan untuk mempelajari dan menggunakan suatu sistem tetapi juga mengacu pada kemudahan dalam melakukan suatu pekerjaan atau tugas dimana pemakaian suatu sistem akan semakin memudahkan seseorang dalam bekerja dibanding mengerjakan secara manual. Pengguna sistem informasi mempercayai bahwa sistem informasi yang lebih fleksibel, mudah dipahami dan mudah pengoperasiannya sebagai karakteristik kemudahan penggunaan.

b. Response Time (Kecepatan Akses)

Kecepatan akses merupakan salah satu indikator kualitas sistem informasi. Jika akses sistem informasi memiliki kecepatan yang optimal maka layak dikatakan bahwa sistem informasi yang diterapkan memiliki kualitas yang baik. Kecepatan akses akan meningkatkan kepuasan pengguna dalam menggunakan sistem informasi.

3. Reliability (Keandalan Sistem)

Sistem informasi yang berkualitas adalah sistem informasi yang dapat diandalkan. Jika sistem tersebut dapat diandalkan maka sistem informasi tersebut layak digunakan. Keandalan sistem informasi dalam konteks ini adalah ketahanan sistem informasi dari kerusakan dan kesalahan. Keandalan sistem informasi ini juga dapat dilihat dari sistem informasi yang melayani kebutuhan pengguna tanpa adanya masalah yang dapat mengganggu kenyamanan pengguna dalam menggunakan sistem.

4. Flexibility (Fleksibilitas)

Fleksibilitas suatu sistem informasi menunjukkan bahwa sistem informasi yang diterapkan tersebut memiliki kualitas yang baik. Fleksibilitas yang dimaksud adalah kemampuan sistem informasi dalam melakukan perubahan-perubahan kaitannya dengan memenuhi kebutuhan pengguna. Pengguna akan merasa lebih puas menggunakan suatu sistem informasi jika sistem tersebut fleksibel dalam memenuhi kebutuhan pengguna.

5. Security (Keamanan)

Suatu sistem informasi dapat dikatakan baik jika keamanan sistem tersebut dapat diandalkan. Keamanan sistem ini dapat dilihat melalui data pengguna yang aman disimpan oleh suatu sistem informasi. Data pengguna ini harus terjaga kerahasiaannya dengan cara data disimpan oleh system informasi sehingga pihak lain tidak dapat mengakses data pengguna secara bebas. Jika data pengguna dapat disimpan secara aman maka akan memperkecil kesempatan pihak lain untuk menyalahgunakan data pengguna sistem informasi.

Pengertian Informasi 2.2.9

Konsep dasar informasi data adalah fakta atau yang dapat digunakan

sebagai input dalam menghasilkan informasi sedangkan informasi adalah “hasil

pengolahan data yang memberikan arti dan manfaat bagi orang yang akan

menerimanya”.

1. Siklus Informasi

Data merupakan bentuk yang masih mentah yang belum dapat bercerita banyak, sehingga perlu diolah lebih lanjut. Data diolah melalui suatu model untuk dihasilkan informasi. Data yang diolah untuk menghasilkan informasi menggunakan suatu model proses tertentu.

Data yang diolah melalui suatu model menjadi informasi, penerima kemudian menerima informasi tersebut, membuat suatu keputusan dan melakukan tindakan, yang berarti menghasilkan suatu tindakan yang lainnya yang akan membuat sejumlah data kembali. Data tersebut akan ditanggap sebagai input, diproses kembali lewat suatu model dan membentuk suatu siklus. Menurut John

Burch disebut dengan siklus informasi (information cycle) atau siklus ini disebut

juga dengan siklus pengolahan data (data processing cycles).

2. Kualitas Informasi

Kualitas dari suatu informasi tergantung dari tiga hal, yaitu informasi harus akurat, tepat pada waktunya dan relevan, diantaranya:

Berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak menyesatkan. Akurat juga berarti informasi harus jelas mencerminkan maksudnya. Informasi harus akurat karena dari sumber informasi sampai ke penerima informasi kemungkinan banyak terjadi gangguan yang dapat merubah atau merusak informasi tersebut.

b. Tepat pada waktunya (timelines)

Informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat, karena informasi yang sudah usang tidak mempunyai nilai lagi.

c. Relevan (relevance)

Informasi mempunyai manfaat untuk pemakainya. Suatu informasi dikatakan bernilai bila memfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya

mendapatkannya. Kegunaan informasi adalah untuk mengurangi hal

ketidakpastian didalam proses pengambilan keputusan tentang suatu keadaan.

Data 2.2.10

Data adalah representasi dari suatu fakta, yang dimodelkan dalam bentuk gambar, kata atau angka. Manfaat data adalah sebagai satuan representasi yang dapat diingat, direkam dan dapat di olah menjadi informasi[10]. Data pada umumnya menggambarkan suatu kejadian yang sedang terjadi, telah terjadi, dimana data tersebut kemudian disimpan dan diolah untuk diterapkan kedalam

sebuah sistem menjadi input yang menghasilkan informasi yang berguna.

Data menurut beberapa para ahli adalah sebagai berikut:

1. Data adalah kumpulan informasi yang diperoleh dari hasil suatu pengamatan.

2. Data merupakan bahan baku informasi, dapat didefinisikan sebagai kelompok

teratur simbol-simbol yang mewakili kuantitas, fakta, tindakan, benda, dll.

3. Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian dan merupakan

kesatuan nyata yang nantinya akan digunakan sebagai bahan dasar suatu informasi.

4. Data adalah sekumpulan fakta dan sebuah fakta adalah kenyataan atau

5. Data adalah keterangan atau bukti mengenai suatu kenyataan yang masih mentah, masih berdiri sendiri, belum diorganisasikan dan belum di olah.

Basis Data 2.2.10.1

Basis data terdiri dari dua kata, yaitu basis dan data. Basis kurang lebih dapat diartikan sebagai markas atau gudang tempat berkumpul.. sedangkan data adalah representasi fakta dunia nyata yang mewakili suatu objek, seperti manusia, hewan, peristiwa, keadaan. Yang direkam kedalam bentuk angka, huruf, simbol, teks, gambar bunyi [11]. Ada juga yang mengatakan bahwa basis data adalah sebagai kumpulan data rekaman, hasil proses pemasukan data dimana basis data harus disimpan dalam sistem basis data yang terintegrasi yang bisa dilakukan secara terpusat maupun secara terdistribusi[10].

Basis data sendiri, dapat didefinisikan dalam sejumlah sudut pandang seperti:

1. Himpunan kelompok data (arsip) yang saling berhubungan kemudian

diorganisasi sedemikian rupa agar kelak dapat dimanfaatkan kembali dengan cepat dan mudah.

2. Kumpulan data yang saling berhubungan yang disimpan secara bersama

sedemikian rupa dan tanpa pengulangan (redudansi) yang tidak perlu, untuk

memenuhi berbagai kebutuhan.

3. Kumpulan file/tabel/arsip yang saling berhubungan yang disimpan dalam

media penyimpanan elektronik.

Basis data dan lemari arsip sesungguhnya memiliki prinsip kerja dan tujuan

yang sama. Prinsip utamanya adalah pengaturan data/arsip. Dan tujuan utamanya

adalah kemudahan dan kecepatan dalam pengambilan kembali data. Perbedaannya hanya terletak pada media penyimpanan yang digunakan.

Suatu hal yang juga harus diperhatikan, bahwa basis data bukan hanya sekedar penyimpanan data secara elektronik (dengan bantuan komputer). Artinya tidak semua bentuk penyimpanan data secara elektronik bisa disebut basis data.

Yang sangat ditonjolkan dalam basis data adalah

simpan sesuai fungsi/jenisnya. Oleh karena itu, perlu kita ketahui mengenai operasi-operasi dasar yang dapat kita lakukan berkenaan dengan basis data yang meliputi:

1. Pembuatan basis data baru (create database), yang identik dengan pembuatan

lemari arsip yang baru.

2. Penghapusan basis data (drop database), yang identik dengan pengrusakan

lemari arsip sekaligus beserta isinya jika ada.

3. Pembuatan file/tabel baru ke suatu basis data (create table), yang identik

dengan penambahan map arsip baru ke sebuah lemari arsip yang telah ada.

4. Penghapusan file/tabel dari suatu basis data (drop table), yang identik dengan

pengrusakan map arsip lama yang ada disebuah lemari arsip.

5. Penambahan/pengisisan data baru kesebuah file/tabel disebuah basis data

(insert), yang identik dengan penambahan lembaran arsip ke sebuah map arsip.

6. Pengambilan data dari sebuah file/tabel (retrieve/search), yang identik dengan

pencarian lembaran arsip dari sebuah map arsip.

7. Pengubahan data dari sebuah file/tabel (update), yang identik dengan

perbaikan isi lembaran arsip yang ada disebuah map arsip.

8. Penghapusan data dari sebuah file/tabel (delete), yang identik dengan

penghapusan sebuah lembaran arsip yang ada disebuah map arsip.

Operasi yang berkenaan dengan pembuatan objek (basis data dan tabel) merupakan operasi awal yang hanya dilakukan sekali dan berlaku seterusnya. Sedang operasi yang berkaitan dengan isi tabel merupakan operasi rutin yang akan berlangsung berulang-ulang dan karena itu operasi inilah yang lebih tepat mewakili aktifitas pengelolaan dan pengolahan data dalam basis data. Secara lebih lengkap, pemanfaatan basis data dilakukan untuk memenuhi sejumlah tujuan yang bersifat objektif seperti berikut ini:

1. Kecepatan dan kemudahan, pemanfaatan basis data memungkinkan kita untuk

dengan lebih cepat dan mudah daripada jika kita menyimpan data secara manual.

2. Efesiensi ruang penyimpanan, karena keterkaitan yang erat antar kelompok

data dalam basis data maka redudansi (pengulangan) pasti akan selalu terjadi.

Maka dengan kata lain ruang penyimpananpun semakin terbatas, untuk

mengatasi hal itu dapat melakukan penekanan jumlah redudansi data, baik

dengan menerapkan sejumlah pengkodean ataupun dengan membuat relasi-relasi antar kelompok data yang saling berhubungan.

3. Keakuratan, pemanfaatan teknik pengkodean atau dengan pembuatan relasi

antar data bersama dengan penerapan aturan atau batasan tipe data, domain dan keunikan lainnya yang secara ketat dapat diterapkan dalam sebuah basis data sehingga ketidakakuratan data dapat dihindari.

4. Ketersediaan, pertumbuhan data baik dari segi sisi maupun jenis pastilah

selalu bertambah secara terus menerus, sehingga menyebabkan ruang penyimpanan semakin terbatas padahal data yang tersimpan tidak semua bisa dipergunakan kembali, sehingga kita bisa mengatur data mana yang sekiranya lebih sering diakses dan data yang jarang di akses bisa kita pindahkan ke media penyimpanan lain tetapi pada suatu waktu data tersebut diperlukan bisa di ambil.

5. Kelengkapan, lengkap atau tidaknya data yang kita kelola dalam sebuah basis

data bersifat relatif. Untuk mengakomodasi kelengkapan data yang terus

berkembang, maka kita tidak hanya dapat menambah record data, tetapi kita

dapat melakukan perubahan struktur dalam basis data baik dalam bentuk

penambahan objek baru atau dengan penambahan field baru.

6. Keamanan, setiap sistem yang besar dan serius aspek keamanan dapat

diterapkan dengan sangat ketat, mengingat data-data yang terlibat memiliki nilai penting yang tinggi.

7. Kebersamaan pemakaian, pemakai basis data seringkali tidak terbatas hanya

pada satu pemakai, satu lokasi ataupun satu sistem saja. Basis data ini

tetap menjaga persoalan baru seperti terjadi inkonsistensi data ataupun

deadlock (karena terlalu banyak di akses).

Didalam basis data terdapat istilah yang menyatakan sebagai urutan data, yaitu :

1. Characters, merupakan bagian data yang terkecil yaitu berupa karakter

numerik, huruf, maupun karakter spesial (simbol) yang membentuk field.

2. Field, merepresentasikan suatu atribut dari record yang menunjukan suatu item dari data.

3. Record, merupakan kumpulan dari field, menggambarkan suatu unit data

individu tertentu. Kumpulan record membentuk suatu file.

4. File, terdiri dari record-record yang menggambarkan satu kesatuan data yang sejenis.

5. Database, merupakan kumpulan dari file/tabel.

Lebih jauh lagi, dalam sebuah sistem basis data, secara lengkap akan terdapat komponen-komponen utama sebagai berikut[11] :

1. Perangkat Keras 2. Sistem Operasi

3. Basis Data (database)

4. Sistem Pengelola Basis Data (DBMS) 5. Pengguna

6. Aplikasi Tambahan

Database Management System (DBMS)

2.2.10.2

Pengelolaan basis data secara fisik tidak dilakukan oleh pemakai secara langsung, tetapi ditangani oleh sebuah Perangkat Lunak (sistem) yang khusus/sfesifik. Perangkat lunak inilah yang akan menentukan bagaimana data diorganisasi, disimpan, dirubah dan diambil kembali. Perangkat lunak ini disebut

dengan Database Management System (DBMS). Ia juga yang menerapkan

mekanisme pengamanan data, pemakaian data secara bersama, pemaksaan keakuratan/konsistensi data, dan sebagainya. Pada dasarnya basis data hanyalah sebuah objek yang pasif/mati. Karena itu, secara umum sebuah sistem basis data

merupakan sistem yang terdiri atas kumpulan file (tabel) yang saling berhubungan dan sekumpulan program (DBMS) yang memungkinkan untuk dapat diakses dan

untuk memanipulasi file-file tersebut [11].

Salah satu tujuan dari DBMS adalah untuk menyediakan fasilitas/antar muka (interface) yang dapat dilihat oleh pengguna (user) dan digunakan untuk

menyederhanakan dan memberi fasilitas yang nyaman untuk mengakses data..

Untuk hal itu, sistem akan menyembunyikan detail tentang bagaimana data disimpan dan dipelihara. Karena itu, seringkali data yang terlihat oleh pemakai sebelumnya berbeda dengan yang tersimpan secara fisik. Abstaksi data merupakan tingkatan/level dalam melihat data dalam sistem basis data, terdiri atas tiga tingkatan, yaitu [12] :

1. Level Fisik, merupakan level terendah yang ada dalam abstraksi data, dimana

menunjukan bagaimana sesungguhnya suatu data disimpan. Pada level ini juga, pengguna melihat data sebagai gabungan dari struktur dan datanya sendiri.

2. Level Lojik/Konseptual, menggambarkan data apa yang sebenarnya disimpan

dalam basis data dan hubungannya dengan data yang lain.

3. Level Penampakan, merupakan level tertinggi dari abstraksi data yang hanya

menunjukan sebagian dari basis data. Banyak pengguna dalam sistem yang tidak terlibat dengan semua data/informasi yang ada/tersimpan. Para pengguna umumnya hanya membutuhkan sebagian dari data/informasi yang terdapat didalam sebuah sistem basis data.

Implementasi dari DBMS memerlukan beberapa struktur data sebagai berikut, diantaranya :

1. File data, yaitu file yang digunakan untuk menyimpan data.

2. Kamus data, yaitu untuk menyimpan informasi struktur basis data dan

otorisasi.

3. File indeks, yaitu untuk memberi akses cepat pada data.

Bahasa Basis Data 2.2.10.3

DBMS merupakan perantara antara user dengan database. Cara

komunikasi diatur dalam suatu bahasa khusus yang telah ditetapkan oleh DBMS

(Contoh: SQL, dBase, QUEL, dsb.). Bahasa database, dibagi dalam 2 bentuk

yaitu Data Definition Language (DDL) dan Data Manipulation Language (DML).

1)Data Definition Language (DDL)

Data Definition Language memiliki beberapa fungsi, yaitu:

a) Digunakan dalam membuat tabel baru, indeks, mengubah tabel,

menentukan struktur tabel, dsb.

b)Hasil dari kompilasi perintah DDL berupa kumpulan tabel yang disimpan

dalam file khusus: Kamus Data (Data Dictionary).

c) Data Dictionary merupakan metadata (superdata), yaitu data yang

mendeskripsikan data sesungguhnya. Data dictionary ini akan selalu

diakses dalam suatu operasi database sebelum suatu file data yang

sesungguhnya diakses.

2) Data Manipulation Language (DML)

Data Manipulation Language memiliki beberapa fungsi, yaitu:

a) Digunakan dalam memanipulasi dan pengambilan data pada database.

b)Manipulasi data, dapat mencakup:

a. Pemanggilan data yang tersimpan dalam database (query)

b. Penyisipan/penambahan data baru ke database (Insert)

c. Pengubahan data pada database (Update)

d. Penghapusan data dari database (Delete)

c) Terdapat dua (2) jenis DML:

a. Prosedural. Menghendaki user untuk menspesifikasikan data apa yang

diperlukan dan bagaimana cara mendapatkan data itu. (Contoh: bahasa C/C++, PL/SQL, dsb.)

b. Nonprosedural. Menghendaki user untuk menspesifikasikan data apa

yang dibutuhkan, tanpa harus menspesifikasikan bagaimana cara mendapatkan data tersebut. (Contoh: SQL).

Analisis Sistem 2.2.11

Analisis sistem didefinisikan sebagai penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi permasalahan, kesempatan, hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikannya.Pada model analisis terdapat perangkat lunak yang dapat digambarkan dalam bentuk sebagai berikut:

1. Flowmap

Flowmap adalah penggambaran secara grafik dari langkah-langkah dan

urutan prosedur dari suatu program. Flowmap berguna untuk membantu analis

dan programer untuk memecahkan masalah kedalam segmen yang lebih kecil dan

menolong dalam menganalisis alternatif pengoperasian. Biasanya flowmap

mempermudah penyelesaian suatu masalah khususnya masalah yang perlu dipelajari dan dievaluasi lebih lanjut. Pedoman-pedoman yang dapat dijadikan

acuan dalam menggambarkan flowmap adalah sebagai berikut, diantaranya :

1. Flowmap digambarkan dari halaman atas ke bawah dan juga dari kiri ke kanan.

2. Aktifitas yang digambarkan harus didefinisikan secara teliti dan

pendefinisiannya harus bisa dimengerti oleh pembaca.

3. Mulai dan berakhirnya aktifitas harus ditentukan secara jelas.

4. Setiap langkah dari aktifitas harus berada pada urutan yang benar.

5. Menggunakan simbol-simbol flowchart yang umum/standar.

2. Entity Relationship Diagram (ERD)

Pemodelan sistem memainkan peranan yang penting dalam pengembangan

sistem. Pemodelan data kadang-kadang disebut pemodelan database karena model

data kadang-kadang diimplementasikan sebagai sebuah database. Pemodelan data

dapat di gambarkan dengan Entity Relationship Diagram (ERD).

Entity Relationship Diagram (ERD) merupakan suatu diagram yang

digunakan untuk menghubungkan antar elemen (Relational Condition), dimana

ERD menggunakan sejumlah notasi dan simbol untuk menggambarkan struktur dan hubungan antar data, pada dasarnya ada 3 macam simbol yang digunakan, yaitu:

1. Entity

Adalah suatu objek yang dapat diidentifikasi dalam lingkaran pemakaian dan sesuatu yang penting bagi pemakai dalam konteks sistem yang akan dibuat.

2. Atribut

Elemen dari sebuah entity yang berfungsi mendeskripsikan karakter entity.

3. Hubungan

Sebagaimana halnya entity maka dalam hubungan pun harus dibedakan

antara hubungan atau bentuk hubungan antara entity dengan isi dari

hubungan itu sendiri.

Beberapa macam hubungan antar relasi, antara lain:

a. Satu Ke Satu (One to One)

Bentuk relasi antara satu entitas dengan sejumlah satu ke entitas dengan jumlah yang sama.

b. Satu Ke Banyak (One to Many)

Bentuk relasi dari entitas dengan jumlah satu ke entitas lain yang berjumlah lebih dari satu (Entitas dengan banyak alternatif tujuan).

c. Banyak Ke Banyak (Many to Many)

Bentuk relasi yang mendeskripsikan permasalahan yang komplek yaitu hubungan antara entitas yang berjumlah lebih dari satu dengan entitas yang sama.

3. Diagram Konteks

Diagram konteks adalah diagram yang terdiri dari suatu proses dan menggambarkan ruang lingkup suatu sistem. Diagram konteks merupakan level tertinggi dari DFD yang menggambarkan seluruh input ke sistem atau output dari sistem.Ia akan memberi gambaran tentang keseluruhan sistem. Sistem dibatasi

oleh boundary (dapat digambarkan dengan garis putus). Dalam diagram konteks

hanya ada satu proses. Tidak boleh ada store dalam diagram konteks.

Diagram konteks berisi gambaran umum (secara garis besar) sistem yang akan dibuat. Secara kalimat, dapat dikatakan bahwa diagram konteks ini berisi

“siapa saja yang memberi data (dan data apa saja) ke sistem, serta kepada siapa

Dokumen terkait