BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
B. Pembahasan Penyempurnaan Produk Akhir
Produk yang dikembangkan merupakan alat permainan edukatif yang dirancang khusus untuk kelas 2 Sekolah Dasar pada mata pelajaran Matematika. Materi dalam permainan ini mengacu pada Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar dan Indikator dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Kompetensi dasarnya yaitu mengelompokkan bangun datar.
Pengembangan produk Alat Permainan Edukatif dapat menunjang proses pembelajaran khususnya siswa terutama kelas 2 SD. Alat permainan edukatif yang dikembangkan, diharapkan mampu mengatasi permasalahan belajar, mengoptimalkan proses pembelajaran, dan meningkatkan kemampuan anak didik serta dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Menurut Mayke (1995) yang menyatakan bahwa belajar dengan bermain memberikan kesempatan kepada anak untuk memanipulasi, mengulang-ulang, menemukan sendiri, bereksplorasi, mempraktekkan dan mendapatkan bermacam-macam konsep serta pengertian yang tidak terhitung banyaknya.
Alat permainan ini juga dirancang sesuai karakteristik siswa kelas 2 dari bentuk permainan yang menggunakan papan kayu. Bentuk permainan yaitu persegi panjang dengan ukuran sesuai karakteristik siswa. Bahan yang digunakan juga relatif aman untuk digunakan dan tidak membahayakan siswa. Untuk huruf yang digunakan dalam buku panduan tidak terlalu kaku, dan ukurannya tidak terlalu kecil dan tidak terlalu
besar. Warna yang digunakan juga warna yang cerah agar siswa senang terhadap alat permainan ini.
Tujuan penelitian pengembangan ini yaitu dihasilkannya alat permainan edukatif Maze Bangun Datar yang layak untuk mata pelajaran Matematika bagi siswa kelas II SD Negeri Karangmulyo Purworejo.
Kelayakan dari pengembangan media ini diperoleh dengan menggunakan angket yang diberikan kepada ahli media, ahli materi dan subyek uji coba atau siswa kelas 2. Untuk para ahli media dan materi diberikan instrumen penilaian berupa angket dan saran atau komentar. Sedangkan untuk siswa kelas 2 diberikan instrumen penilaian berupa angket dengan pilihan jawaban “ya dan tidak”.
Uji kelayakan produk dalam penelitian pengembangan ini dilakukan melalui beberapa tahap uji coba untuk mendapat saran, sehingga Alat Permainan Edukatif yang dikembangkan layak digunakan, tahapan dalam penelitian ini meliputi: 1) validasi ahli materi 2) validasi ahli media 3) uji coba produk awal 4) uji coba lapangan 5) uji lapangan.
Pada validasi materi hanya 1 tahap, ahli materi memberikan penilaian dalam kategori “sangat baik”. Namun ahli materi memberikan saran terhadap Maze Bangun Datar yaitu alat perlu diperkuat agar ketika digunakan oleh anak tidak lepas, potongan bangun yang tersedia bisa lebih variatif, Pewarnaan bangun agar lebih cerah, di sediakan 2 atau 3 unit untuk terlaksananya bermain kelompok, Permainan ini bersifat individu.
Permainan ini digunakan hanya untuk satu pemain. Agar tujuan
pembelajaran bisa tercapai dengan menggunakan permainan ini. Badru Zaman (2006: 7) mengungkapkan beberapa syarat salah satunya syarat edukatif yaitu pembuatan alat permainan edukatif harus menyesuaikan dengan program pendidikan yang berlaku supaya dalam pembuatannya dapat membantu tujuan-tujuan pendidikan.
Pada validasi media dilakukan melalui 3 tahap. Pada tahap I Alat Permainan Edukatif masih sangat banyak yang di revisi dan mendapat hasil dalam kategori “baik” dari ahli media namun masih belum layak untuk diuji cobakan. Masih ada beberapa yang harus di revisi yaitu warna yang digunakan sebaiknya diganti dengan warna cerah. Selain itu penjelasan pada buku petunjuk lebih rinci dan lengkap karena yang menggunakan adalah anak-anak.
Pada validasi media II validator menyatakan bahwa APE tersebut memperoleh penilaian dalam kategori “Baik” dan sudah layak diuji cobakan dengan revisi. Terdapat bagian-bagian yang harus diperbaiki, di antaranya yaitu warna gacu harus diganti dengan warna yang cerah agar anak-anak tertarik untuk memainkannya. Selain itu penggunaan bahasa dalam buku panduan masih harus diperbaiki, agar mudah dipahami oleh anak-anak.
Pada validasi tahap III mendapat penilaian dalam kategori ”baik”
dan sudah layak untuk diujicobakan tanpa di revisi.
Selanjutnya, peneliti melakukan uji coba sebanyak 3 tahap, yaitu uji coba produk awal, uji coba lapangan utama, dan uji coba pelaksanaan lapangan. Pada tahap ujicoba produk awal melibatkan 4 responden, yaitu 4 siswa kelas 2 SD Negeri Karangmulyo, Purwodadi, Purworejo dengan memberikan angket yang berisi 8 indikator di dalamnya. Hasil penilaian pada tahap ujicoba produk awal ini memperoleh hasil “layak” dengan rerata 0,93. Ujicoba produk awal ini mendapat respon sangat tinggi dari siswa. 4 siswa yang menjadi responden juga antusias memainkan permainan Maze Bangun Datar ini, karena mereka dapat bermain. . Selain bermain dengan mereka juga dapat belajar mengenai materi-materi yang tersedia dengan bantuan guru sebagai fasilitator, penerapan konsep belajar sambil bermain dapat terlaksana. Seperti yang dikemukakan oleh Badru Zaman (2006: 8-10) yaitu fungsi alat permainan edukatif menciptakan situasi bermain (belajar) yang menyenangkan, karena pada dasarnya anak-anak menyukai kegiatan bermain. Selanjutnya dari ke 4 siswa untuk ujicoba awal hasilnya 1 siswa yang merasa kesulitan membaca buku panduan. Karena anak tersebut kurang lancar dalam membaca. Selanjutnya untuk 3 siswa yang lain sangat tertarik dan senang terhadap media pembelajaran tersebut. Namun ada juga beberapa yang kesulitan menggerakkan dan memasukkan gacu ke dalam papan Maze. Seperti yang dikemukakan oleh Andang Ismail (2009: 146-149) mengenai pemilihan alat atau perlengkapan belajar sebaiknya memperhatikan 1) desain yang
mudah dan sederhana, 2) multifungsi, 3) menarik, 4) berukuran besar dan mudah digunakan
Pada tahap uji coba lapangan, melibatkan 8 responden, yaitu 8 siswa kelas 2 SD Negeri Karangmulyo, Purwodadi, Purworejo. Hasil dari uji coba lapangan ini di kategorikan “Layak”, rerata dari hasil penilaian siswa terhadap APE mendapat perolehan 0,95. Mereka memainkannya dengan senang dan bahagia. Mereka saling berlomba untuk menyelesaikan permainanannya lebih dulu.
Pada uji lapangan melibatkan 16 responden, yaitu 16 siswa kelas 2 SD Negeri Karangmulyo, Purwodadi, Purworejo. Hasil uji coba yang terakhir ini, mendapat penilaian rerata 0,98 dan dikategorikan “Layak”.
Antusias siswa dalam memainkan permainan ini sangat tinggi. Mereka bersemangat dan senang dalam memainkan permainan ini. Namun ada beberapa siswa yang masih kesulitan memainkannya yaitu memasangkan antara gacu dengan bagian bangun datar pada papan maze. Semua bentuk gacu dibuat hampir sama yaitu bentuk segitiga.
Berdasarkan hasil penelitian dari 1) validasi ahli materi 2) validasi ahli media 3) uji coba produk awal 4) uji coba lapangan utama5) uji pelaksanaan lapangan, maka Alat Permainan Edukatif “Layak” untuk digunakan sebagai media dalam menunjang proses pembelajaran pada mata pelajaran Matematika dengan pokok bahasan mengelompokkan bangun datar.
C. Keterbatasan Penelitian
Terdapat keterbatasan dalam pengembangan alat permainan edukatif Maze Bangun Datar yaitu
1. Media pembelajaran hanya dikembangkan sebanyak 4 buah jadi dalam pelaksanaan tahap uji coba harus bergantian karena terbatasnya media.
2. Belum semua materi bangun datar disajikan hanya terbatas pada jenis-jenis bangun datar.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mengembangkan Alat Permainan Edukatif Maze Bangun Datar menggunakan 9 tahapan pengembangan menurut Borg & Gall dinyatakan layak. Hal ini didukung dari hasil penilaian produk yang telah dilakukan oleh ahli materi menunjukkan bahwa Maze Bangun Datar dinyatakan sangat baik (4,30), hasil penilaian produk oleh ahli media menunjukkan bahwa Maze Bangun Datar dinyatakan baik (4,15). hasil uji coba lapangan awal dinyatakan layak (0,93), hasil uji coba lapangan utama dinyatakan layak (0,95) dan hasil uji coba pelaksanaan lapangan dinyatakan layak (0,98).
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan, adapun beberapa saran yang dapat disampaikan adalah sebagai berikut:
1. Bagi pengembang selanjutnya, diharapkan dapat mengembangkan alat permainan edukatif Maze Bangun Datar dengan tema yang lainnya dan di uji efektivitasnya.
2. Bagi tenaga pengajar/guru, diharapkan dapat memanfaatkan alat permainan edukatif Maze Bangun Datar sebagai salah satu alternatif media pembelajaran sehingga proses pembelajaran di kelas lebih menyenangkan bagi siswa.
3. Bagi siswa kelas II SD, diharapkan alat permainan edukatif Maze Bangun Datar dapat dimanfaatkan untuk kegiatan belajar yang menyenangkan karena mereka dapat belajar sambil bermain.
DAFTAR PUSTAKA
Anayanti Rahmawati. (2014). Metode Bermain Peran dan Alat Permainan Edukatif untuk Meningkatkan Empati Anak Usia Dini. Diakses dari Journal.uny.ac.id/index.php/jpa/article/download/2875/2403. Diakses pada tanggal 3 April 2016, pukul 12.30 WIB.
Andang Ismail. (2009). Education Games. Yogyakarta: Pro-U Media.
Agung Triharso. (2013). Permainan Kreatif dan Edukatif Untuk Anak Usia Dini.
Andi Offset. Yogyakarta.
Ali Hamzah dan Muhlisrarini. (2014). Perencanaan dan Strategi Pembelajaran Matematika. Depok: PT. Rajagrafindo Persada.
Anggani Sudono. (2006). Sumber Belajar dan Alat Permainan (untuk Pendidikan Anak Usia Dini. Bandung: Alfabeta.
Antonius Cahyo Prihandoko. (2006). Memahami Konsep Matematika Secara Benar dan Menyajikan dengan Menarik. Jakarta: Depdiknas.
Badru Zaman. (2006). Pengembang Alat Permainan Edukatif Untuk Anak Taman Kanak-Kanak. Diakses: http://badruzaman.staf.upi.edu/files/2011/12/
materi-media-paud-upi.pdf. Pada tanggal 1 April 2016, pukul 11.25 WIB.
Baharuddin dan Esa Nur Wahyuni. (2008). Teori Belajar & Pembelajaran.
Jogjakarta: AR-RUZZ Media.
BSNP. (2006). Standar Isi. Jakarta: Badan Standar Nasional Pendidikan.
Cucu Eliyati. (2005). Pemilihan dan Pengembangan Sumber Belajar untuk Anak Usia Dini. Jakarta: Depdiknas.
Depdiknas. (2003). Pembelajaran Matematika. Jakarta: Depdiknas.
Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini. (2003). Alat PermainanEdukatif untuk Kelompok Bermain. Jakarta: Depdiknas.
Djam’an Satori, Aan Komariah. (2011). Metodologi Penelitian Kualitatif.
Bandung: Alfabeta.
Heruman. (2013). Model Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar. Bandung:
PT Remaja Rosdakarya.
Hurlock, Elizabeth B. (1978). Perkembangan Anak. Jilid 1. Jakarta: Erlangga.
Iqbal Hasan. (2008). Analisis Data Penelitian dengan Statistik. Jakarta: Bumi
Isy Yahya (2014). “Peningkatan Kemampuan Mengerjakan Maze Melalui Metode Proyek Pada anak kelompok B di TK cempaka kecamataan kabila kabupaten bone bolango”. eprints.Universitas Negeri Gorontalo. Diakses
http://eprints.ung.ac.id/6589/3/2012-1-862017-153408094-bab2-30082012105850.pdf. Pada tanggal 2 April 2016, pukul 10.30 WIB.
Laila Khoris. (2012). Alat Permainan Edukatif. Diakses melalui https://lailakhoris.wordpress.com/makalah-ape/. Pada tanggal 20 April 2016
Mayke S. Tedjasaputra. (2005). Bermain, Mainan, dan Permainan. Jakarta:
Grasindo.
Nana Sudjana dan Ahmad Rivai. (2002). Media Pengajaran. Bandung: Sinar Baru Algensindo.
Nana Syaodih Sukmadinata. (2005). Prosedur Penelitian Pendidikan. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya Offset.
Paul Suparno. 1997. Filsafat Konstruktivisme dalam Pendidikan. Yogyakarta:
Kanisius.
Rita Eka Izzaty dkk. (2008). Perkembangan Peserta Didik. Yogyakarta: UNY Press.
Santrock, John W. (2002). Life-Span Development. Jilid 1. Jakarta: Erlangga 74.
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sukandarrumidi. (2004). Metode Penelitian. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
Suyadi. (2009). Permainan Edukatif yang Mencerdaskan. Yogyakarta : Power Books (IHDINA).
Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Semarang: Aneka Ilmu.
Zainal Arifin. (2011). Penelitian Pendidikan Penelitian Dan Paradigma Baru.
Bandung : PT Remaja Rosdakarya.
LAMPIRAN
Lampiran 1. Perangkat Pembelajaran
1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Satuan Pendidikan : SD Negeri Karangmulyo Kelas / Semester : II / 2
Waktu : 1x pertemuan ( 3 x 35 menit ) A. Standar Kompetensi
Mengenal unsur-unsur bangun datar sederhana B. Kompetensi Dasar
Mengenal sisi-sisi bangun datar C. Indikator
1. Menemukan
2. Mengelompokkan bangun-bangun datar sederhana yang mempunyai jumlah sisi sama.
3. Menyebutkan nama bangun datar yang sudah dikelompokkan.
D. Tujuan Pembelajaran.
1. Siswa dapat menemukan bangun-bangun datar sederhana menggunakan alat permainan maze bangun datar dengan benar.
2. Siswa dapat mengelompokkan bangun-bangun datar sederhana yang mempunyai jumlah sisi sama.
3. Siswa dapat menyebutkan nama bangun datar yang sudah dikelompokkan pada maze bangun datar.
E. Materi Ajar ( materi pokok )
Unsur-unsur bangun datar (persegi, persegi panjang, segitiga, lingkaran, belah ketupat, jajar genjang, trapesium dan layang-layang).
F. Metode Pembelajaran
Demonstrasi, latihan, ceramah, pemberian tugas, tanya jawab
G. Langkah-langkah Pembelajaran
e. Apersepsi: memberikan contoh-contoh yang berkaitan dengan materi bangun datar
f. Motivasi: menjelaskan tentang bangun datar g. Tujuan: pembelajaran ini akan membahas
mengenai bangun datar Kegiatan Inti
a. Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi terdiri dari:
Menjelaskan tentang sisi-sisi bangun datar
Mengerjakan soal latihan tentang bangun datar sederhana.
Membahas bersama soal yang dikerjakan.
Siswa dibagi dalam 4 kelompok
Siswa diberikan media bangun datar
Siswa belajar bangun datar dengan menggunakan media maze bangun datar b. Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi terdiri dari:
Membiasakan siswa membaca dan menulis melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna
Memfasilitasi siswa melalui pemberian tugas, diskusi dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik lisan maupun tertulis
Memberi kesempatan siswa untuk berpikir, menganalisi, dan menyelesaikan masalah
Memfasilitasi siswa membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis secara individual maupun kelompok
c. Konfirmasi
Melakukan tanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa
Bersama-sama melakukan Tanya jawab
10menit
80menit
3. Kegiatan Penutup
Kegiatan penutup terdiri dari:
a. Bersama-sama dengan siswa membuat kesimpulan materi yang telah disampaikan b. Memberikan penilaian hasil kerja siswa
baik lisan maupun tertulis c. Memberikan tugas atau PR
H. Alat dan Penutup
Alat dan sumber yang digunakan, di antaranya: buku penunjang, alat peraga, lingkungan sekitar dan kreativitas guru.
I. Penilain Pembelajaan 1. Prosedur Penilaian
Jenis : kuis, tugas individu, ulangan individu
Bentuk : uraian, pilihan ganda, dan isian 2. Instrumen penilaian
Penilaian proses
Penilaian Kinerja
Penilaian Produk
Lampiran 2. Angket Evaluasi Ahli Materi
Lampiran 3. Surat Keterangan Validasi Ahli Materi
Lampiran 4. Permohonan Narasumber Ahli Media
Lampiran 5. Angket Evaluasi Ahli Media Tahap I
Lampiran 6. Angket Evaluasi Ahli Media Tahap II
Lampiran 7. Angket Evaluasi Ahli Media Tahap III
Lampiran 8.Hasil Uji Coba Lapangan Awal
Lampiran 9. Hasil Penilaian Uji Coba Lapangan Awal
No Pertanyaan Nama Siswa
R1 R2 R3 R4 Skor 1 Apakah menurut adik-adik Maze Bangun Datar itu menarik
digunakan untuk belajar ? 1 1 1 1 4
2 Apakah warna-warna yang ada dalam Maze Bangun Datar
sudah menarik ? 1 1 1 0 3
3 Apakah adik-adik menyukai gambar yang ada dalam Maze
Bangun Datar tersebut ? 1 1 1 1 4
4 Apakah adik-adik sudah jelas dengan penggunaan tulisan
dalam buku panduan itu ? 1 1 1 1 4
5 Apakah media Maze Bangun Datar tersebut mudah
digunakan? 1 1 1 1 4
6 Apakah adik-adik dapat memahami semua materi yang
dijelaskan mengenai pengelompokkan bangun datar? 1 1 1 1 4
7 Apakah adik-adik sudah jelas dengan semua materi yang
ada dalam Maze Bangun Datar ? 1 1 1 1 4
8 Apakah adik-adik sudah jelas menggunakan media ini
melalui buku panduan permainan ? 1 1 0 1 3
Jumlah Skor Seluruh Siswa 30
Lampiran 10. Hasil Uji Coba Lapangan Utama
Lampiran 11. Hasil Penilaian Uji Coba Lapangan Utama
No Pertanyaan Nama Siswa
R1 R2 R3 R4 R5 R6 R7 R8 Skor
1 Apakah menurut adik-adik Maze Bangun Datar itu menarik digunakan untuk belajar
? 1 1 1 1 1 1 1 1 8
2 Apakah warna-warna yang ada dalam
Maze Bangun Datar sudah menarik ? 1 1 1 1 1 1 1 1 8
3 Apakah adik-adik menyukai gambar yang
ada dalam Maze Bangun Datar tersebut ? 1 1 1 1 1 1 1 1 8
4 Apakah adik-adik sudah jelas dengan penggunaan tulisan dalam buku panduan
itu ? 1 1 1 1 1 1 1 1 8
5 Apakah media Maze Bangun Datar
tersebut mudah digunakan? 1 1 1 1 1 1 0 0 6
6 Apakah adik-adik dapat memahami semua materi yang dijelaskan mengenai
pengelompokkan bangun datar? 1 1 1 1 1 1 1 1 8
7 Apakah adik-adik sudah jelas dengan semua materi yang ada dalam Maze
Bangun Datar ? 1 1 1 0 1 1 1 1 7
8 Apakah adik-adik sudah jelas menggunakan media ini melalui buku
panduan permainan ? 1 1 1 1 1 1 1 1 8
Jumlah Skor Seluruh Siswa 61
Lampiran 12. Hasil Uji Coba Pelaksanaan Lapangan
Lampiran 13. Hasil Penilaian Uji Coba Pelaksanaan Lapangan
1 Apakah menurut adik-adik Maze Bangun Datar itu menarik digunakan
untuk belajar ? 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 16
2 Apakah warna-warna yang ada dalam
Maze Bangun Datar sudah menarik ? 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 16
3 Apakah adik-adik menyukai gambar yang ada dalam Maze Bangun Datar
tersebut ? 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 16
4 Apakah adik-adik sudah jelas dengan penggunaan tulisan dalam buku
panduan itu ? 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 16
5 Apakah media Maze Bangun Datar
tersebut mudah digunakan? 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 15 7 Apakah adik-adik sudah jelas dengan
semua materi yang ada dalam Maze
Bangun Datar ? 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 16
8 Apakah adik-adik sudah jelas menggunakan media ini melalui buku
panduan permainan ? 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 15
Jumlah Skor Seluruh Siswa 126
Lampiran 14. Dokumentasi Pelaksanaan Uji Coba
Lampiran 15. Pedoman dan Hasil Penelitian
PEDOMAN OBSERVASI DAN WAWANCARA
SD NEGERI KARANGMULYO PURWODADI PURWOREJO
A. Observasi
1. Proses pembelajaran di kelas 2. Permasalahan yang timbul di kelas 3. Kondisi siswa saat proses pembelajaran
4. Media pendukung yang digunakan pada saat proses belajar di kelas B. Wawancara : Bapak Gemilang, S.Pd ( Wali kelas 2)
1. Kurikulum apa yang sedang diterapkan?
2. Bagaimana kondisi siswa pada saat proses pembelajaran di kelas?
3. Kendala apa yang sering dijumpai pada proses pembelajaran?
4. Materi apa yang sekiranya siswa mengalami kesulitan pada saat pembelajaran Matematika di kelas?
5. Pada saat pembelajaran Matematika, media apa yang digunakan?
6. Solusi apa yang sudah dilakukan?
HASIL OBSERVASI DAN WAWANCARA
SD NEGERI KARANGMULYO PURWODADI PURWOREJO
A. Observasi
1. Proses Pembelajaran di Kelas
Proses pembelajaran di kelas menggunakan ceramah dan diskusi.
Terkadang guru menggunakan tanya jawab untuk memancing keaktifan siswa.
2. Permasalahan yang Timbul di Kelas
Siswa masing sering ramai dan bermain dengan teman sebelahnya.
Proses pembelajaran jadi kurang efektif.
3. Kondisi Siswa Saat Proses Pembelajaran
Saat proses belajar siswa mengganggu temannya saat yang sedang fokus memperhatikan guru saat mengajar. Karena masih sering bermain dengan teman sebelahnya, materi yang disampaikan kurang masuk ke siswa. Dan hasilnya, guru sering mendekati siswa yang bermasalah tersebut.
4. Media pendukung
Guru tidak menggunakan media pendukung dalam proses pembelajaran.
B. Wawancara : Bapak Gemilang, S.Pd ( Wali kelas 2) 1. Kurikulum apa yang sedang diterapkan?
Kurikulum yang masih diterapkan di sekolah ini adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) atau Kurikulum 2006. Yaitu kurikulum yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan dengan memperhatikan standar kompetensi dan kompetensi dasar.
2. Bagaimana kondisi siswa pada saat pembelajaran di kelas?
Siswa masih sangat pasif dalam pelajaran. Harus sering dipancing agar mau aktif. Siswa juga kurang mandiri dalam belajar dan itu sangat terlihat dalam proses belajar sehari-hari karena siswa kurang bisa
mengembangkan pikirannya pada saat ada soal yang diberikan dikelas, namun itu tidak semua siswa hanya beberapa siswa yang masih sangat sulit diajak untuk berpikir.
3. Kendala apa yang sering dijumpai pada proses pembelajaran?
Dalam proses pembelajaran, siswa masih sering bermain dengan teman sebelahnya, mudah bosan, dan materi yang sudah dijelaskan sulit untuk diterima oleh siswa. Terutama pada saat pelajaran Matematika, siswa sulit menangkap materi yang diberikan. Walaupun materi yang diberikan hanya pengenalan bangun datar.
4. Materi apa yang sekiranya siswa mengalami kesulitan pada saat pembelajaran di kelas?
Pada saat belajar matematika dan pada materi bangun datar, walaupun siswa sudah pernah diajarkan pada kelas satu. Karena ada beberapa bangun yang mirip jadi susah untuk dibedakan.
5. Pada saat pembelajaran, media apa yang digunakan?
Masih mengandalkan buku paket dan LKS sehingga motivasi belajar siswa rendah dan siswa merasa bosan. Pada saat pelajaran matematika guru pernah menggunakan media, namun media yang digunakan seolah-olah tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Siswa kurang tertarik menggunakannya, dan akhirnya media tersebut tidak jadi digunakan. Guru juga mengaku, jarang menggunakan media.
6. Solusi apa yang sudah dilakukan?
Dalam mengatasinya, sudah dibuatkan beberapa media pendukung namun siswa juga belum ada perubahan dan akhirnya media menjadi kurang efektif dan akhirnya tidak terpakai. Solusi yang lain, setiap hari ada jam tambahan untuk siswa yang benar-benar kesulitan dalam belajar materi tersebut. Dan guru membuatkan PR untuk siswa agar siswa mau belajar dan mengulang lagi materi yang sudah diajarkan.
Lampiran 16. Surat Permohonan Izin Penelitian FIP
Lampiran 17. Surat Permohonan Izin Kesbangpol DIY
Lampiran 18. Surat Permohonan Izin Penelitian BPMD Semarang
Lampiran 19. Surat Permohonan Izin Penelitian PMPT Purworejo
Lampiran 20. Surat Permohonan Izin Penelitian Kepala Sekolah