HASIL PENELITIAN
4.2. Karakteristik Subjek Penelitian
Penelitian dilaksanakan di SD Negeri No. 142587 Hutarimbaru, SD Negeri No. 142584 Gunung Baringin, di SD Negeri No. 145609 Parmompang, Kecamatan Panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing Natal dan pesantren Purba Baru, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara.
Populasi terjangkau berjumlah 210 orang anak perempuan yang terdiri dari 182 orang siswa SD kelas 3 sampai 6 dan 28 orang siswa pesantren setingkat SMTP. Sebanyak 195 orang (92.9%) memenuhi kriteria yang terdiri dari 167 orang siswa SD dan 28 orang siswa pesantren. Karakteristik dasar subjek penelitian seperti pada tabel 4.1.
Tabel 4.1.Karakterstik subjek penelitian Karakteristik
Usia, mean (SD), tahun 11.8 (1.37)
Berat badan, mean (SD), kg 31.0 (8.74)
Tinggi badan, mean (SD), m 1.3 (0.09)
Indeks massa tubuh 17.2 (3.11)
Status gizi berdasarkan IMT, n (%) IMT/U <-3 Z-Score (Severe Thinness) IMT/U -3<Z-Score<-2 (Thinness) IMT/U -2<Z-Score<0 (Normoweight) IMT/U 0<Z-Score<1 (Normoweight) IMT/U 1<Z-Score<2 (Overweight)
2 (1.0) 37 (19.0) 94 (48.2) 46 (23.6) 16 ( 8.2) Perkembangan maturitas payudara (M), mean (SD)
M1 M2 M3 11.0 (0.81) 12.2 (1.28) 13.4 (0.97) Perkembangan maturitas rambut pubis (P),
mean (SD) P1 P2 P3 11.3 (0.99) 13.2 (0.92) 13.6 (1.30) Menarke, mean (SD) 12.3 (0.45)
Tabel 4.1. menyajikan informasi mengenai karakteristik subjek penelitian. Dari tabel tersebut diketahui bahwa rerata usia subjek penelitian adalah 11.8 tahun (SD=1.37), dengan rerata berat badan dan
(SD=0.09). Berdasarkan perhitungan IMT, sebagian besar subjek penelitian berstatus gizi normoweight sebanyak 140 orang (71.8%). Sedang usia rerata perkembangan maturitas payudara 12.2 tahun (SD=1.28), rambut pubis 13.2 tahun (SD=0.92), dan menarke 12.3 tahun (SD=0.45)
Tabel 4.2. Hubungan status gizi dan tahap perkembangan payudara
Status Gizi Tingkat Maturitas Payudara P
Belum Pubertas (%) Pubertas (%)
Overweight 0 (0) 16 (100) 0.0001 Normoweight 56 (40.0) 84 (60.0) Thinness Severe thinness 34 (91.9) 2 (100) 3 (8.1) 0 (0)
Hasil analisis dengan uji Chi-square yang pada tabel 4.2 diperoleh hubungan yang signifikan antara status gizi dan tingkat maturitas payudara (P=0.0001). Dari 16 orang dengan overweight keseluruhan telah mengalami maturitas payudara. Sedangkan dari 39 orang dengan status gizi thinness dan severe thinness hanya 3 orang yang mengalami pubertas.
Tabel 4.3. Hubungan status gizi dan tahap perkembangan rambut pubis
Status Gizi Tingkat MaturitasPubis P
Belum Pubertas (%) Pubertas (%)
Overweight 3 (18.7) 13 (81.3) 0.0001 Normoweight 102 (72.9) 38 (27.1) Thinness Severe thinness 37 (100) 2 (100) 0 (0) 0 (0)
Dari hasil analisis pada tabel 4.3 diketahui bahwa seluruh subjek penelitian dengan status gizi overweight telah mengalami perkembangan rambut pubis sebanyak 13 orang (81.3%). Sedang pada kelompok status gizi thinness dan severe thinness belum mengalami perkembangan rambut pubis. Dari hasil analisis uji Chi-square diperoleh hubungan yang
signifikan antara status gizi dan tahap maturitas rambut pubis (P=0.0001)
Tabel 4.4. Hubungan status gizi dan menarke
Status Gizi Menarke P
Sudah (%) Belum (%) Overweight 9 (56.2) 7 (43.8) 0.0001 Normoweight 18 (12.9) 122 (87.1) Thinness Severe thinness 0 (0) 0 (0) 37 (100) 2 (100)
Tabel 4.4 menunjukkan bahwa sebanyak 9 (56.2%) dari 16 orang dengan status overweight telah mengalami menarke. Sebaliknya dari 39 orang dengan status gizi thinness dan severe thinness, belum mengalami menarke. Dari hasil analisis dengan uji Chi-square diperoleh hubungan yang signifikan antara status gizi dan menarke (P=0.0001).
BAB 5.
PEMBAHASAN
5.1. Karakteristik Subjek Penelitian
Pubertas pada anak perempuan berlangsung pada usia 8 sampai 13 tahun sedang anak laki-laki pada usia 9 sampai 14 tahun.2 Sedangkan literatur lainnya mendefinisikan remaja bila anak telah mencapai usia 10 sampai 19 tahun.28
Penelitian ini menilai status gizi berdasarkan IMT dengan
menggunakan grafik WHO Reference tahun 2007 untuk anak perempuan
usia 5 sampai 19 tahun. Berdasarkan grafik tersebut dijumpai 2 anak dengan
severe thinness, 37 orang dengan thinness, 104 orang dengan normoweight, dan 16 orang dengan overweight.
Pada penelitian ini, dilakukan penilaian tingkat maturitas seksual pada anak perempuan berusia 8 sampai 14 tahun.
Pengukuran IMT dapat menilai perubahan komposisi tubuh terjadi pada masa anak dan remaja, baik pada laki-laki maupun pada perempuan. 29 Walaupun tergantung ras dan jenis kelamin, penelitian di beberapa negara menunjukkan bahwa penilaian IMT merupakan pengukuran yang paling baik untuk menilai persentase lemak tubuh dan hubungan berat badan dengan tinggi badan.30,31 Penilaian IMT untuk menilai komposisi tubuh juga lebih baik
daripada penilaian tebal lipatan kulit,32 indeks Rohrer (kg/m3)33 dan menggunakan alat non invasif.34
Berdasarkan suatu studi longitudinal pada anak laki-laki dan perempuan berusia 8 sampai 18 tahun, perubahan IMT dapat merefleksikan perubahan komposisi tubuh.
35 Suatu penelitian menilai validasi pengukuran
komposisi tubuh dengan IMT dibanding dengan Rohrer Index (RI) pada anak usia 2 dan 19 tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan pengukuran dengan IMT lebih baik dibanding dengan RI untuk menilai status underweight
dan overweigh pada subjek penelitian.
American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan pemantauan IMT untuk mencegah kejadian obesitas pada anak dan remaja.
33
36 Pada penelitian ini rerata IMT pada anak perempuan berusia 8
sampai 18 tahun adalah 17.18 kg/m2
Pada peneltian ini rerata usia anak untuk mencapai perkembangan payudara pada usia 12.2 tahun (SD=1.28), rambut pubis 13,2 tahun (SD=0.92) dan sudah menarke sebanyak 27 anak perempuan dengan rerata usia menarke 12.3 tahun (SD=0.45)
, masih dalam kategori normoweight. Penelitian ini adalah cross sectional sehingga tidak dapat menilai perubahan IMT yang merupakan gambaran dari perubahan komposisi tubuh.
Untuk menilai tingkat maturitas seksual, diperlukan beberapa pemeriksaan klinis, laboratorium, dan radiologi. Pemeriksaan klinis dengan
menggunakan skala Tanner memiliki tingkat akurasi yang cukup baik dalam menentukan usia pubertas. Berdasarkan data dari The Third National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES) yang melakukan penelitian pada anak perempuan usia 8 sampai 16 tahun bahwa onset rata-rata usia tumbuhnya rambut pubis, perkembangan payudara, dan usia menarke masing-masing 9.5; 9.5; dan 12.1 tahun pada anak perempuan kulit hitam, sementara untuk Amerika Meksiko masing-masing 10.3; 9.8; dan 12.2 tahun, sedangkan pada anak perempuan kulit putih masing-masing 10.5; 10.3; dan 12.7 tahun. Dari hasil ini diketahui anak perempuan kulit hitam dan Amerika Meksiko memiliki perkembangan rambut pubis, perkembangan payudara, dan onset menarke pada usia yang lebih muda dari pada kulit putih. Temuan ini semakin memperkuat penelitian sebelumnya yang menyebutkan bahwa ras dan etnis berhubungan dengan maturasi pubertas pada anak-anak perempuan di Amerika.37