• Tidak ada hasil yang ditemukan

VI. KARAKTERISTIK PEDAGANG MARTABAK KAKI LIMA

6.1 Karakteristik Pedagang Martabak Kaki Lima di Kota Bogor

6.1.2 Karakteristik Usaha Martabak Kaki Lima di

6.1.2.1 Usaha Martabak Kaki Lima Berdasarkan Penggunaan Tepung Terigu

Jumlah penggunaan tepung terigu masing-masing pedagang martabak kaki lima berbeda-beda. Dalam penelitian ini, penggunaan tepung terigu oleh pedagang martabak kaki lima per bulan dimulai dari 45 kg per bulan sampai 390 kg per bulan. Jumlah rata-rata penggunaan tepung terigu adalah 184.5 kg per

78

bulan. Distribusi pedagang martabak kaki lima berdasarkan penggunaan tepung terigu dalam usahanya dapat dilihat pada Tabel 21.

Tabel 21. Distribusi Pedagang Martabak Kaki Lima Berdasarkan Penggunaan Tepung Terigu

No Penggunaan Tepung Terigu (kg/bln) Frekuensi (orang) Persentase (%)

1. < 100 6 15.00

2. 100 – 200 24 60.00

3. > 200 10 25.00

Jumlah 40 100.00

Sumber : Data diolah (2011)

Tabel 21 menunjukkan bahwa sebagian besar responden pedagang martabak kaki lima menggunakan tepung terigu 100 – 200 kg per bulan yaitu sebesar 60.00 persen. Semakin besar penggunaan tepung terigu per hari berarti semakin banyak jumlah martabak yang diproduksi.

6.1.2.2 Usaha Martabak Kaki Lima Berdasarkan Jumlah Output

Jumlah martabak yang dihasilkan pedagang martabak kaki lima bervariasi dimulai dari 900 martabak per bulan hingga 3 000 martabak per bulan.

Jumlah martabak rata-rata yang dihasilkan adalah 1 709 martabak per bulan.

Distribusi pedagang martabak kaki lima berdasarkan jumlah output yang dihasilkan dapat dilihat pada Tabel 22.

Tabel 22. Distribusi Pedagang Martabak Kaki Lima Berdasarkan Jumlah Output

No Jumlah Output (martabak/bln) Frekuensi (orang) Persentase (%)

1. < 1 500 11 27.50

2. 1 500 – 2 000 20 50.00

3. > 2 000 9 22.50

Jumlah 40 100.00

Sumber : Data diolah (2011)

Tabel 22 menunjukkan bahwa 50.00 persen pedagang martabak kaki lima menghasilkan 1 500 sampai 2 000 martabak per bulan. Semakin besar jumlah

output yang dihasilkan akan berpengaruh pada total penerimaan pedagang martabak kaki lima. Jumlah output yang dihasilkan pedagang martabak kaki lima juga berpengaruh pada jumlah pemakaian LPG. Semakin banyak output yang dihasilkan maka jumlah LPG yang digunakan akan semakin banyak.

6.1.2.3. Usaha Martabak Kaki Lima Berdasarkan Harga Rata-rata Output Pedagang martabak kaki lima menghasilkan berbagai jenis martabak, baik martabak telur maupun martabak manis. Martabak telur dibedakan berdasarkan jenis telur yang dipakai, telur ayam atau telur bebek, dan banyaknya jumlah telur yang digunakan. Martabak manis dibedakan berdasarkan ukuran dan jenis isinya. Harga martabak ini berbeda-beda tergantung jenis, ukuran, dan bahan-bahan yang digunakan. Harga martabak juga dipengaruhi oleh lokasi berdagang yang strategis atau tidak.

Harga rata-rata martabak dalam penelitian ini dimulai dari Rp 8 000.00 sampai Rp 16 000.00 per martabak. Distribusi pedagang martabak kaki lima berdasarkan harga rata-rata outputnya dapat dilihat pada Tabel 23.

Tabel 23. Distribusi Pedagang Martabak Berdasarkan Harga Rata-rata Output

No Harga Rata-rata Output (Rp/martabak)

Frekuensi (orang)

Persentase (%)

1. < 10 000 4 10.00

2. 10 000 – 13 000 34 85.00

3. > 13 000 2 5.00

Jumlah 40 100.00

Sumber : Data diolah (2011)

Tabel 23 menunjukkan bahwa 85.00 persen atau 34 orang menetapkan harga martabaknya antara Rp 10 000.00 sampai Rp 13 000.00 per martabak, yang berarti harga martabak yang dihasilkan pedagang martabak kaki lima masih cukup terjangkau. Harga martabak yang dihasilkan berhubungan dengan total

80

penerimaan yang diterima pedagang martabak kaki lima. Semakin tinggi harga martabak yang dihasilkan, dengan asumsi faktor lain tetap, maka akan meningkatkan total penerimaan pedagang martabak kaki lima.

6.1.2.4. Usaha Martabak Kaki Lima Berdasarkan Jumlah Tenaga Kerja Tenaga kerja dalam usaha martabak kaki lima terdiri dari tenaga kerja dari dalam keluarga dan tenaga kerja dari luar keluarga. Upah tenaga kerja berkisar antara Rp 300 000.00 sampai Rp 900 000.00 per bulannya. Distribusi pedagang martabak berdasarkan jumlah tenaga kerja dapat dilihat pada Tabel 24.

Tabel 24. Distribusi Pedagang Martabak Kaki Lima Berdasarkan Jumlah Tenaga Kerja

No Jumlah Tenaga Kerja (orang) Frekuensi (orang) Persentase (%)

1. 1 28 70.00

2. 2 6 15.00

3. 3 3 7.50

4. 4 3 7.50

Jumlah 40 100.00

Sumber : Data diolah (2011)

Tabel 24 menunjukkan bahwa 70.00 persen pedagang martabak kaki lima memiliki tenaga kerja 1 orang. Hal ini berarti responden pedagang martabak kaki lima ini berdagang sendiri di lokasi usahanya

6.1.3 Karakteristik Pedagang Martabak Kaki Lima Berdasarkan Pola Konsumsi LPG

6.1.3.1 Tempat Pembelian LPG Pedagang Martabak Kaki Lima

LPG yang digunakan oleh pedagang martabak kaki lima dalam kegiatan usahanya adalah LPG 3 kg. Pedagang martabak kaki lima bisa membeli isi ulang LPG 3 kg dari berbagai tempat. Distribusi pedagang martabak kaki lima berdasarkan tempat pembelian LPG dapat dilihat pada Tabel 25.

Tabel 25. Distribusi Pedagang Martabak Kaki Lima Berdasarkan Tempat Pembelian LPG

No Tempat Pembelian LPG Frekuensi (orang) Persentase (%)

1. Agen 14 35.00

2. Pasar 25 62.50

3. Warung 1 2.50

Jumlah 40 100.00

Sumber : Data diolah (2011)

Berdasarkan Tabel 25, sebanyak 62.50 persen pedagang martabak kaki lima membeli isi ulang LPG dari pasar. Pedagang martabak kaki lima membeli dari pasar dengan pertimbangan jarak yang cukup dekat. Beberapa responden pedagang martabak kaki lima memilih membeli dan berlangganan dari agen karena agen tersebut akan mengantarkan langsung isi ulang LPG ke lokasi berdagang, sehingga pedagang tidak perlu mencari dan membeli LPG dari tempat lain, namun pedagang harus bersedia membayar dengan harga yang lebih tinggi.

6.1.3.2 Frekuensi Pembelian LPG Pedagang Martabak Kaki Lima

Frekuensi pembelian LPG dapat dilihat dari berapa kali pedagang martabak kaki lima melakukan pembelian LPG dalam satu bulan. Distribusi pedagang martabak kaki lima berdasarkan frekuensi pembelian LPG dapat dilihat pada Tabel 26.

Tabel 26. Distribusi Pedagang Martabak Kaki Lima Berdasarkan Frekuensi Pembelian LPG

No Frekuensi Pembelian LPG (kali/bln) Frekuensi (orang) Persentase (%)

1. 9 18 45.00

2. 13 22 55.00

Jumlah 40 100.00

Sumber : Data diolah (2011)

Tabel 26 menunjukkan bahwa 55.00 persen pedagang martabak kaki lima melakukan 13 kali pembelian LPG. Dalam sekali pembelian, sebagian besar

82

pedagang martabak kaki lima membeli 1 tabung LPG 3 kg. Semakin tinggi frekuensi pembelian LPG menunjukkan jumlah pemakaian LPG yang semakin banyak.

6.1.3.3 Penggunaan LPG oleh Pedagang Martabak Kaki Lima

LPG adalah bahan bakar utama dalam kegiatan usaha yang dilakukan pedagang martabak kaki lima. Distribusi pedagang martabak kaki lima berdasarkan jumlah penggunaan LPG dilihat pada Tabel 27.

Tabel 27. Distribusi Pedagang Martabak Kaki Lima Berdasarkan Penggunaan LPG

No Penggunaan LPG (kg/bln) Frekuensi (orang) Persentase (%)

1. < 24 17 42.50

2. 24 – 40 16 40.00

3. > 40 7 17.50

Jumlah 40 100.00

Sumber : Data diolah (2011)

Berdasarkan hasil penelitian, pedagang martabak kaki lima menggunakan LPG rata-rata 36 kg per bulan. Tabel 27 menunjukkan sebanyak 42.50 persen menggunakan LPG kurang dari 24 kg per bulan, dan 40.00 persen menggunakan LPG antara 24 sampai 40 kg. Semakin besar penggunaan LPG menunjukkan semakin banyak jumlah output yang dihasilkan. Dengan asumsi faktor lain tetap, maka semakin banyak jumlah output yang dihasilkan akan meningkatkan total penerimaan pedagang martabak kaki lima.

6.2 Karakteristik Pedagang Warung Tenda Pecel Lele di Kota Bogor