• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS HASIL-HASIL PENELITIAN

4. Karakteritik Gender

Karakteritik gender dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok wanita dan kelompok laki-laki . Kelompok ini dijadikan dasar untuk mengentahui persepsi responden terhadap tingkat produktivitas kerja pegawai. Dari hasil perhitungan ternyata nilai rata-rata persepsi laki-laki terhadap produktivitas kerja pegawai lebih tinggi dari nilai rata-rata persepsi wanita terhadap produktivitas kerja pegawai yaitu 0,122577 berbanding –0,238180.

Jika dilihat dari setiap item produktivitas kerja pegawai ternyata pada gender wanita yang paling dominan adalah pada item kecakapan kerja sebesar 0,207816 dan pada gender laki-laki adalah item tindakan perbaikan yaitu 0,0645. artinya bahwa untuk meningkatkan produktivitas kerja pegawai bagi wanita kecakapan merupakan hal yang paling utama sedangkan tindakan perbaikan bagi gender laki-laki merupakan unsur yang sangat penting.

Nilai eta menggambarkan adanya asosiasi antara gender dengan produktivitas kerja, dimana nilai eta yang dominan adalah pada item kecakapan kerja sebesar 0,080 artinya kontribusi kecakapan kerja bagi gender sangat penting terhadap tingkat produktivitas kerja pegawai terutama dalam pelayanan masyarakat bidang pendidikan.

Pembagian karakteristik responden didasarkan pada demografik, dimana dalam Disertasi Abd.Azis Wahab (1987) pembagian karakteristik

responden yang terdiri dari jenis kelamin, pendidikan, masa kerja memberikan kontribusi tanggapan yang signifikan terhadap variabel cara Belajar Siswa Aktif (CBSA) bagi siswa diperkotan dan pinggiran kota. Konsep di atas dapat dijadikan acuan bahwa karakteristik responden yang peneliti buat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap produktivitas kerja. Analisis kontribusi dan keterkaitan karakteristik responden hanya dikaitkan pada produktivitas kerja pegawai dan tidak pada variabel lainnya karena produktivitas kerja merupakan target penelitian.

Beberapa kelemahan dari penelitian ini antara lain bahwa penelitian hanya difokuskan pada faktor organisasi dan tidak pada faktor intrinsik pegawai dalam kaitannya dengan produktivitas kerja pegawai, pengusaan konsep teori,instrumen penelitian, besar kecilnya sampel,partisipasi responden.

Produktivitas kerja merupakan target penelitian dimana hasil pekerjaan yang ditandai dengan perubahan sikap kearah perbaikan. Hasil pekerjaan disesuaikan dengan program kerja setiap unit kerja yang ada baik itu tugas administrasi seperti bagian umum dan perlengkapan,keuangan, kepegawaian serta tugas teknis seperti bina program,sarana dan prasarana pendidikan, pendidikan masyarakat, kurikulum ,Pendidikan dan pengajaran (Pra sekolah, Pendidikan Dasar, Pendidikan Menengah).

Berdasarkan pandangan di atas , maka dapat disajikan suatu model untuk menciptakan produktivitas kerja melalui program mutu kehidupan kerja yang lebih baik seperti gambar di bawah ini :

Berdasarkan model di atas, maka aktivitas manajemen sumber daya manusia yang didukung oleh kekuatan pendorong dan budaya organisasi yang tercipta diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pegawai dalam bentuk kinerja pelayanan optimal terhadap pengguna jasa yaitu pelayanan berdasarkann pada Menpan nomor 81 tahun 1993.

Dalam menjalankan fungsi manajemen terutama menjalankan strategi manajemen SDM setidaknya terdapat perhatian khusus untuk membangun hati nurani yang bersih yang berpedoman kepada ilmu Tauhid sehingga dapat menciptakan akhlak dan hati nurani yang bersih sebagai sesuatu kekuatan pendorong .

Perubahan-perubahan organisasi di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten/kota yang dapat mempengaruhi mutu kehidupan kerja dalam peningkatan produktivitas kerja perlu diantipasi dengan meseimbangkan dengan pilar rasio, rasa dan karsa yang berintikan pada akhlak dan hati nurani yang bersih serta memadukan kekuatan paham makrifatulah,pengalaman, intelektual ,latar belakang budaya,wawasan berfikir. Selain itu juga ikhtiar secara terus menerus yang ditujukan untuk hidup sukses dalam kesederhanaan , efektif, efisien dan produktif. Kestabilan kondisi kerja diatas dapat menciptakan pandangan bahwa mutu kehidupan kerja pegawai hari ini akan lebih baik daripada mutu kehidupan kerja hari sebelumnya dan mutu kehidupan kerja hari esok akan lebih baik dari mutu kehidupan kerja hari ini.

Pada saat ini Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dalam menciptakan mutu kehidupan kerja dan peningkatan produktivitas kerja

memerlukan program pengembangan pegawai dan prilaku kepemimpinan yang efektif sesuai dengan tuntutan individu, organisasi sehingga memberikan kepuasan kepada stakeholder. Sedangkan untuk perancangan atau desain pekerjaan dan kompensasi masih dianggap hal yang baku dan sifatnya statis.

Karakteristik pegawai yang mencakup masa kerja, pendidikan,asal daerah dan gender mempunyai kontribusi yang bervariasi terhadap persepsi tingkat produktivitas kerja pegawai. Karakteritik pendidikan dan asal daerah memberikan nilai rata-rata yang dominan terhadap tingkat produktivitas kerja pegawai bila dibandingkan dengan karakteritik lainnya. Artinya bahwa dalam peningkatan produktivitas kerja pegawai terutama dalam perubahan sikap diperlukan adanya kemampuan pegawai melalui jalur pendidikan dan tindakan adopsi budaya individu menjadi budaya organisasi yang menguntungkan.

Nilai asosiasi atau nilai eta antara masa kerja dengan produktivitas kerja pegawai yang paling tinggi memberikan kontribusinya adalah pada item kompetensi. Artinya karakteristik pegawai dengan masa kerjanya berkaitan paling erat pada kompetensi, dimana semakin meningkatnya masa kerja pegawai setidaknya semakin meningkat kompetensi profesional pegawai itu dalam menjalankan program kerja memberikan pelayanan yang optimal pada masyarakat untuk bidang pendidikan. Hal ini disebabkan oleh bertambahnya pengalaman empiris seorang pegawai dalam melaksanakan tugas-tugas bidang pendidikan.

Nilai eta menyatakan tingkat asosiasi karakteristik pendidikan pegawai dengan produktivitas kerja dimana nilai eta yang paling kuat terletak pada item produktif . Hal ini berarti bahwa pendidikan yang dimiliki pegawai berkaitan sangat erat dengan tingkat produktif seorang pegawai dalam menyelesaikan pekerjaan yang diperintah atasan dengan tepat waktu, efektif dan mempunyai kualitas serta inovatif tanpa selalu tergantung pada pimpinannya

Nilai eta digunakan untuk mengetahui asosiasi antara karakteristik asal daerah dengan produktivitas kerja pegawai, dimana nilai yang paling dominan terletak pada item sikap mengembangkan diri. Artinya baik bagi kelompok asal daerah Melayu Riau (PD) dan diluar purta daerah sikap mengembangkan pegawai memberikan kontribusi yang lebih tinggi terhadap produktivitas kerja .

Nilai eta menggambarkan adanya asosiasi antara gender dengan produktivitas kerja, dimana nilai eta yang dominan adalah pada item kecakapan kerja sebesar 0,080 artinya kontribusi kecakapan kerja bagi gender sangat penting terhadap tingkat produktivitas kerja pegawai terutama dalam pelayanan masyarakat bidang pendidikan.

Kinerja organisasi setiap kantor dinas di Kabupaten/kota tidak merata tergantung dari pengelolaan pemerintah daerah sehingga terdapat Kantor Dinas pendidikan yang berinisiatif dan ditunjang oleh anggaran pemerintah daerah membuat kebijakan mendatangkan para guru dari Malaysia Contoh Kabupaten Bengkalis. Oleh karena itu perlu dilakukan elaborasi diantara Kantor Dinas pendidikan yang subur dengan bertahap perlu pembehanan

Dokumen terkait