• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.5. Klasifikasi

2.5.1. Karsinoma sel skuamous serviks

60-80 % dari karsinoma skuamous serviks adalah karsinoma sel skuamous invasif. Pada pemeriksaan makroskopis karsinoma sel skuamous umumnya tumbuh secara exophytic, tampak menonjol dari permukaan, seringkali berbentuk papillary atau polypoid dan bisa juga tumbuh secara endophytic, menginfiltrasi ke struktur sekitarnya tanpa menonjol keluar, adakalanya dijumpai dalam bentuk ulcerating.3,6,18,19

Gambar 3. Makroskopik dari karsinoma sel skuamous invasif. ( Dikutip dari Rosai J. Rosai and Ackerman’s : Surgical Pathology. Ninth Edition. Volume 2. Philadelphia :

Mosby. 2004)

Pola pertumbuhan, tipe sel dan tingkat differensiasi bervariasi pada karsinoma sel skuamous. Sebagian besar karsinoma menginfiltrasi jaringan dan beranastomose dengan stroma sekitarnya dan terlihat sebagai kelompokan-kelompokan tak teratur irreguler islands, kadang tampak bulat, tetapi lebih sering angular atau spiked.3,6,18,19

Beberapa sistem grading histologis telah diajukan berdasarkan pada tipe dan tingkat differensiasi sel-sel dominan. Klasifikasi sederhana yang merupakan modifikasi dari empat tingkatan Borders dan pembagian tumor menjadi tipe well

differentiated ( keratinizing), moderatly differentiated, dan poorly differentiated. Hampir 60 % merupakan moderatly differentiated dan sisanya terbagi merata antara well differentiated dan poorly differentiated. 6

Pada stroma dari jaringan serviks akan tampak kelompokan-kelompokan invasif sel-sel malignan dengan berbagai jenis sel, terutama sel-sel limfosit dan sel-sel plasma. Kadang-kadang dapat juga dijumpai stroma yang eosinofilik ataupun reaksi giant cell tipe benda asing. 3,6,10

Variasi gambaran histologi dari karsinoma sel skuamous akan dijelaskan di bawah ini

2.5.1.1. Keratinizing

Tumor ini mengandung mutiara keratin yang terdiri dari kumparan sirkuler sel skuamous dengan bagian sentral berkeratin. Intercellular bridges, granul keratohyalin, dan kadang didapati keratinisasi sitoplasma. Biasanya inti membesar dan hiperkromatik dengan kromatin kasar. Gambaran mitosis jarang dijumpai dan kadang terlihat pada sel dengan differensiasi yang kurang baik pada bagian perifer massa yang invasif.3,6,8,9,20,21

Gambar 4. Gambaran mikroskopik dari karsinoma sel skuamous invasive tipe keratinizing ( Dikutip dari: Wells M, Ostor AG, Crum CP, Franschesci S, et al. Tumours of the uterine cervix. In Tavassoli FA, Devilee. Pathology and Genetics of Tumours of the Breast and Female Genital Organs. WHO

IARC Press. 2003)

2.5.1.2. Non Keratinizing

Tumor ini disusun oleh sel skuamous poligonal dan dapat terlihat sel individual yang mengalami keratinisasi dan mempunyai interselluler bridges, tetapi mutiara keratin tidak dijumpai. Jika dibandingkan dengan well differentiated tumours, pada non keratinizing tampak sel-sel dengan inti yang lebih pleomorfik dan banyak dijumpai mitosis. 3,6,8,9,20,21

2.5.1.3. Basaloid

Karsinoma sel skuamous varian basaloid disusun oleh kelompokan-kelompokan sel yang immature, berasal dari sel skuamous tipe basal dengan sitoplasma sedikit yang sangat mirip dengan sel yang dijumpai pada karsinoma skuamous insitu pada serviks. Keratinisasi dapat dijumpai pada bagian tengah kelompokan sel , tetapi mutiara keratin jarang dijumpai. Pada vulva, tumor dihubungkan dengan infeksi HVP terutama tipe 16.3,6

Basaloid merupakan varian karsioma sel skuamous yang agresif dan memberikan gambaran basaloid. Tumor ini bersama adenoid cystic carcinoma merupakan suatu akhir gambaran basaloid tumor serviks.3,6,20

Gambar 5. Karsinoma sel skuamous tipe basaloid. Pertumbuhan tumor dalam bentuk sarang – sarang yang berbatas tegas dengan peripheral palisading.( Dikutip dari:Rosai J. Rosai and Ackerman’s :

Surgical Pathology. Ninth Edition. Volume 2. Philadelphia : Mosby. 2004)

2.5.1.4. Verrucous

Verrucous carcinoma merupakan karsinoma sel skuamous dengan highly differentiated, mempunyai permukaan hyperkeratosis, undulasi dan warty dan invasi ke stroma sehingga memberikan gambaran bulbous pegs. Tampak sel –sel tumor dengan sitoplasma banyak dan inti menunjukkan gambaran atipia minimal. Gambaran infeksi HVP tidak terlihat. Verrucous carcinoma menunjukkkan kecenderungan untuk berulang secara lokal setelah eksisi tetapi tidak bermetastase. Verrucous carcinoma dibedakan dari condyloma karena mempunyai papilla yang lebar dan kurang fibrovascular dan tidak dijumpai koilocytosis. Verrucous carcinoma

dibedakan dari tipe karsinoma skuamous lainnya berdasarkan inti atipik yang minimal. 3,6

2.5.1.5. Warty

Lesi ini ditetapkan sebagai suatu karsinoma sel skuamous berdasarkan gambaran permukaan yang menyerupai kutil “ warty “ dan infeksi HVP. Terdeteksinya HVP- DNA akan meningkatkan resiko. Dijumpainya lesi ini dapat mengarahkan kita sebagai suatu condylomatous squamous cell carcinoma. 3,6

2.5.1.6. Papillary

Papillary squamous cell carcinoma dibedakan dengan warty squamous cell carcinoma berdasarkan tidak banyak dijumpai keratinisasi dan kurangnya tampilan HVP dan dibedakan dari transitional carcinoma berdasarkan derajat differensiasi sel-sel skuamous.3,6

2.5.1.7. Lymphoepithelioma – like

Dari gambaran histologi, lymphoepithelioma –like hampir sama dengan tumor yang berasal dari nasofaring. Tampak kelompokan-kelompokan sel dengan differensiasi yang jelek dan sebaran sel-sel limfosit. Sel-sel tumor dengan bentuk uniform, inti vesikuler dangan nukleoli yang prominen dan sitoplasma sedikit eosinofilik. Batas pinggir sel tidak jelas terlihat sehingga sering memberikan gambaran sel yang tumpang tindih dan berkelompok.

Pada pewarnaan imunohistokimia sitokeratin, sel-sel tumor dan T – cell markers umumnya limfosit akan terwarnai positif. Adanya proses radang kronik diartikan sebagai adanya respon imun cell- mediated, dan berdasarkan fakta- fakta yang ada dianggap bahwa lymphoepithelioma – like pada seviks memiliki prognosis yang baik. 3,6

2.5.1.8. Squamotransitional carcinoma

Karsinoma transisional pada serviks jarang dijumpai dan sulit dibedakan dari kandung kemih. Bisa sebagai tumor primer atau komponen malignan dari sel-sel skuamous. Secara mikroskopik tampak struktur papilari dengan fibrovaskular, tampak sel-sel atipik menyerupai gambaran CIN 3. Dijumpai HVP tipe 16 dan hilangnya kromosom 3p dengan keterlibatan kromosom 9 diduga tumor ini merupakan suatu karsinoma skuamous dibandingkan tumor urotelial primer.Secara imunohistokimia tumor ini lebih ekspresi terhadap sitokeratin 7 dibandingkan dengan 20, biasanya didiagnosa hanya berdasarkan imunofenotipe. Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa squamotransitional carcinoma berhubungan dengan terjadinya metaplasia dari sel transisional dan ini masih istilah yang kontroversi pada serviks.3,6

Dokumen terkait