• Tidak ada hasil yang ditemukan

“Kartu pesertanya ya ASKES itu telah diganti sama BPJS, gitu tok mas”

A “Kalau kartunya sudah dapat ibu? “

Sy “ASKES, ASKES”

A “Masih ASKES, berarti barengan ya bu?”

Sy 55 “Iya”

A “Kalau itu, kira-kira menurut ibu sendiri fungsi kartunya itu apa ya bu?”

126 Sy

60

“Ya pertama untuk memudahkan saya berobat, jadi pertamakan saya harus me...mencari rujukan dulu. Kalau sesuai yang kita daftarkan di awal kalau, bisa di puskesmas rujukan bisa juga dari Dokter Keluarga yang ditunjuk dari pemerintah setempat”

A 65 “Oh gitu ya?”

Sy “Iya”

A “Sebelumnya sudah pernah menggunakan kartunya pa..”

Sy

70

“sudah mas. Malah sebelumnya sudah berkali-kali”

A “Sudah berkali-kali ya” Sy

75

“Iya untuk berobat itu dari saya ya. Ya semuanyakan pingin, dan merasa mudah dan pingin sehatkan mas dan dengan kartu ini kita merasa mudah nyaman dan fasilitas kita itu sudah bisa terpenuhi nggak usah berbelit-belit “

A “Oh iya”

Sy “Iya, gitu”

A 80 “Iya berartikan kalau ibu sendiri sudah pernah pakaikan bu?”

Hak - Informasi Prosedur Pelayanan

Sy “Iya mas, saya sering pakai” A

85

“Itu kalau itu bisa diceritakan nggak ibu kalau prosedurnya itu seperti apa untuk mendapatkan fasilitas itu? Harus ngelalui apa aja?”

127

Sy “Untuk mencari rujukannya atau daftar dari awal?”

A “Ee kalau untuk rujukannya aja sama...” Sy 95 “Menggunakan kartu itu?”

A “Iya, he’e”

Sy

100

105

“Oooo sayakan menggunakan rujukannya Dokter Keluarga, jadi kitakan bisa kalau pas membutuhkan kita bisa minta sewaktu-waktu. Kalau dari rujukannya puskesmas kita bisa jam kerja.

Sedangkan saya sendirikan kalau pagi saya kerja jadi saya menilai, menilai ini Dokter Keluarg saja. Jadi saya kalau seandainya pas sakit sore atau pas apa bisa langsung ke Dokter Keluarga tersebut”

A

110

“Nah selama ini menggunakannya itu ehem (batuk), menggunakan fasilitas yang ada itu, ibu sudah pakai di selain di dokter keluarga, puskesmas atau Rumah Sakit ada lagi? Atau hanya... paling sering dimana ya ibu?”

Hak - Pelayanan Kesehatan di Fasilitas Kesehatan yang Bekerja Sama dengan BPJS

Sy

115

120

“Paling sering ya ke Rumah Sakit itu mas. Soalnya barusan ini juga saya barusan sakit kena apa namanya, gigi. Jadi saya minta surat rujukan ke Dokter Keluarga terus ke Rumah Sakit kebetulan gigi saya harus di apa namanya, di tembel ya pokoknya gitu itulah. Saya ndak tahu

128

ya, harus di tembel. La kebetulan Dokter Keluarga ndak ada fasilitasnya buat nembel. Jadi saya di rujuk ke puskesmas”

A “Oh gitu ya?”

Sy 125 “Eh saya di rujuk ke Rumah Sakit, bukan puskesmas ke Rumah Sakit, soalnya di Rumah Sakit nggak ada...”

A “Fasilitasnya seperti itu ya?” Sy

130

“Iya fasilitasnya untuk penanganan untuk dirujuk Rumah Sakit Daerah, iya”

A “Nah kalau untuk selama menggunakan fasilitas ini itu ada tidak ibu untuk menggunakan Jaminan Kesehatan atau BPJS ada hambatan yang ibu rasakan?”

Hak - Penyampaian Kritik dan Saran

Sy 135 “Hambatannya kok, saya merasa ndak ada hambatannya loh mas”

A “Berarti lancar-lancar saja” Sy

140

“Soalnya lancar-lancar saja. Iya jadi saya sangat pas menggunakan kartu BPJS itu, biar mudahnya”

A

145

“Nah itu kalau kira-kira besok ee ada kaya semacam yang harus dikeluhkan berupa kritik, saran itu ee ibu sendiri sudah tahu belum ya harus kemananya harus melaporkan itu?”

Sy “Kritik dan saran dalam hal apa ya ini?” A “Entah itu fasilitas atau ketidak nyamanan

ato mungkin protes tentang pelayanan tentang sesuatu yang tidak berkenan

129

150 seperti itu? Kan biasanyakan ada ibu mungkin. Itu kira-kira harus dilaporkan kemananya ato gimana gitu tahu bu?” Sy “Maksudnya saya opname gitu atau

gimana?”

A 155 “Iya bisa seperti itu”

Sy “Terus pelayanannya kurang bagus “ A “Iyakan bisa dilaporkan gitu...” Sy “Oooo ya kalau itu nggak langsung ke

BPJS dulu. Harusnya...”

A 160 “Harus ke instansi atau kemana?” Sy

165

“Ke Rumah Sakit yang saya pernah opname di situ. Syukur syukur di situ ada seperti apa namanya, Humsar atau

gimanakan kita langsung bisa berkonsultasi ke situ”

A “Berarti harus melalui instansinya terlebih dahulu, setelah itu keterusannya baru gimana gitu ya ibu?”

Sy

170

“Iya, iya, iya. Kan keterusannya nanti yang meneruskan kan instansi tersebut ke BPJS atau gimana kan kurang jelas. Kan kalau pelayanan kita mengadunya ke instansi yang...”

A “Berhubungan gitu ya?” Sy 175 “Iya instansi tersebut “

A “Untuk selain ee kenyamanan berobat seperti itu. Manfaat yang ibu rasakan apa aja ya bu? Boleh saya tahu? Manfaat

Manfaat Kepesertaan (S 179 – S 196)

130

yang ibu rasakan sebagai peserta?” Sy 180 “Ya pertama berobat tadi ya mas. Yang

kedua itu masalah apa namanya, iuran saya rasa terjangkaulah “

A “Terjangkau ya ibu” Sy

185

190

195

“Terjangkaulah kelas 1, kelas 2, kelas 3nyakan terjangkau. Bagi saya

kedepannya untuk memudahkan kita untuk berobat seandainya mau mungkin kasus saya lebih berat dan harus di rujukkan sudah ada jaminannya gitu jadi kita nggak perlu kalau di sanakan kita harus menyediakan uang banyak dulu. Berhubung saya ikut BPJS jadi kita ndak perlu ndak menyediakan uang yang banyak dulu. Kan kita sebagian sudah di tanggung dari BPJS, iya”

A “Berarti lebih ringan gitu ya?” Sy “Lebih ringan dan nyaman, iya” A

200

“Nah kalau untuk tadi ibu bilang soal mbayar-mbayar tadikan bu. Nah itu bisa diceritakan nggak ibu kalau bayarnya setiap blan apa? Atau tanggal berapa? Kaya gitu?”

Kewajiban – Mendaftarkan diri dan membayar iuran

(S 202 – S 219)

Sy “Oh kalau sayakan PNS mas, jadi langsung di potong gaji”

A 205 “Oh langsung di potong gaji?” Sy “Berarti setiap bulan ya ibu?” A “Setiap bulan, he’e setiap bulannya”

131 Sy

210

“Nah ada nggak ya ibu kalau seumpama tidak membayar sampai tanggal

berapanya akan kena apanya? Ibu tahu?” A “Kalau yang itu sayakan kurang tahu

mas. Soalnyakan saya bukan mandiri, bukan BPJS mandiri. Jadi kita tahunya kan sudah dipotong”

Sy 215 “Berarti automatis ya ibu?”

A “Iya automatis”

Sy “Ee kalau boleh tahu ikut kelas berapa ibu?”

A “Saya kelas 2”

Sy 220 “Kelas 2 ya bu, ya ya” A

225

“Ee terus kalau untuk ee inikan

kewajibannya salah satunya kan adalah melakukan laporan perubahan data ibu. Nah kira-kira perubahan data seperti apa atau harus kemana kalau untuk

ngelaporin ibu sudah tahu?”

Kewajiban – Melaporkan Perubahan Data

(S 226 - S 251)

Sy “Belum mas soalnya kok selama ini “

A “Kemana-mana ya ibu?”

Sy

230

“Nggak tahu perubahan data yang dimaksud seperti apa, data apa PNS ke BPJS atau gimana?”

A “Jadikan pelaporan data itu salah satunya menikah atau punya keluarga tambahan” Sy

235

“Oh iya, gini gini. Iya iya iya. Ada sayakan punya anakkan sudah lulus kuliah, iya betul mas itu. Itukan harus

132 240

BPJSnyakan mandiri. Terus sudah saya laksanakan BPJS mandiri, akhirnya sudah diputus dari tanggungan saya mas. Jadi anak saya yang lulus kuliah tadi sudah ikut BPJS mandiri dan sudah daftar mas, iya sudah daftar”

A

245

“Berarti perubahan datanya ee

pelaporannya itu ee langsung ke BPJSnya atau instansi tertentu? “

Sy “Ke BPJS mas”

A “Ke BPJS ya?”

Sy

250

“Saya laporan ke BPJSnya. Terus

automatis yang awalnya ASKES itu

dirubah terus di hapus, automatis terus saya mendaftarkan diri untuk anak saya untuk BPJS mandiri”

A

255

“Iya, iya. Nah kalau untuk ini ibu. Kalau kan tadi ada kartu tanda bukti sebagai pesertanyakan ibu. Yang megang kartunya ibu sendiri?”

Kewajiban – Menjaga Kartu Peserta

(S 256 - S 276)

Sy

260

“Ya sendiri sendiri mas

Kalau saya sendiri sebagai ibunya, bapaknya sendiri, anaknya sendiri. Jadi masing-masing peserta pegang kartunya sendiri-sendiri”

A “Nah kalau umpama seperti ini ibu, pernah kehilangan atau, ehem (batuk), atau mungkin rusak kartunya?” Sy 265 “Ya kita ke kantor BPJS”

133

A “Berarti ee sudah tahu prosedurnya?” Sy

270

“Belum, dulu sih mas saya dapat

informasi kalau nanti rusak atau gimana langsung aja ke BPJS. Mungkin

persyarat-persyaratannya saya juga belum tahu. Apa sama persyaratannya harus bawa foto atau bagaimana, belum itu” A

275

“Iya. Istilahnya sudah cukup tahu ada kehilangan atau gimananya jadi langsung ke sana ya ibu?”

Sy “Iya langsung ke BPJS. Pernah dapat informasi seperti itu”

A

280

“Lalu untuk kalau ee ibu berartikan sudah inikan, bergabung dengan Jaminan Kesehatan ya?”

Kewajiban – Mentaati semua ketentuan dan tata cara pelayanan kesehatan

Sy “Iya mas”

A

285

“Nah kalau begitu untuk peraturan yang ada yang di miliki oleh BPJS juga berarti harusnya ee diikuti begitukan ya ibu? Seperti ee harus ke fasilitas kesehatan dasar terlebih dahulu begitu”

Sy “Oh iya mas, kalau itu saya nggak

masalah sih mas. Itu juga sudah enak kok mas”

A 290 “Ee ini yang terakhir bu, untuk harapan sendiri ibu untuk Jaminan Kesehatan atau ke BPJSnya sendiri ada nggak ya, ada harapan atau saran gitu?”

Harapan (S 281 – S 291)

134

295 dari saya sebagai anggota BPJS itu. Seandainya opname kalau bisa ditanggung semua sama BPJS. Inikan harapan ya mas. Mungkin pemerintah nggak mungkin ya. Kedepannya...” A 300 “Ada lagi mungkin?”

Sy “Terus, apa ya mas. Kalau pelayanan sih selama ini yang saya alami bagus-bagus aja. Nyaman kok mas, nggak berbelit-belit, enak-enak aja”

A 305 “Oh iya, sudah terimakasih ibu atas kerjasamanya, atas waktunya yang udah diluangin”

Penutup dan berpamitan (S 295 – S 297)

Sy “Iya”

A “Assalamu’aikum”

135 TRANSKRIP WAWANCARA