• Tidak ada hasil yang ditemukan

BIOGRAFI SYAIKH MUHAMMAD AN-NAWAWI AL-JAWI

E. Karya-karya Syaikh Muhammad Nawawi al-Jawi

Selain sebagai seorang ulama serta tokoh pendidik yang menguasai berbagai disiplin ilmu keagamaan, Syaikh Muhammad Nawawi al-Jawi juga merupakan seorang pengarang yang paling produktif, beliau mempunyai pengaruh besar di dikalangan sesama orang Nusantara dan generasi berikutnya melalui pengikut dan tulisannya.

Sebagian dari karya-karya Syaikh Muhammad Nawawi al-Jawi diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Dalam Bidang Ilmu Fiqih diantaranya:

Kitab ini menjelaskan tentang hak dan kewajiban istri. Ini adalah materi pelajaran wajib bagi santri putri di banyak pesantren. Dua terjemahan dan syarah-nya dalam bahasa Jawa beredar, Hidayah al-Arisin oleh Abu Muhammad Hasanuddin dari Pekalongan dan Suud al-Kaumain oleh Sibt al-Utsmani Ahdari al-Jangalani al-Qudusi.

b. Kitab Sullam al-Munâjah syarah Safînah al-Shalâh

Merupakan syarah Nawawi atas pedoman ibadah Safinah ash-Shalah karangan Abdullah bin Umar al-Hadrami.

c. Kitab al-Tausyîh/ Quwt al-Habîb al-Gharîb syarah Fath al-Qarîb al-Mujîb

Kitab ini menjelaskan tentang masalah hukum syari‟at

dalam ilmu fiqh. Selain itu, kitab ini juga telah menjadi kurikulum pendidikan agama dibeberapa pondok pesantren di Indonesia.

d. Kitab Niĥâyah al-Zayyin syarah Qurrah al-Ain bi Muĥimmâh al -Dîn

Kitab ini merupakan syarah kitab Qurrah al-Ain, yang ditulis oleh ulama India Selatan abad ke-16, Zain ad-Din

al-e. Kitab Tsamâr al-Yâniah syarah al-Riyâdl al-Badîah

Kitab ini diterbitkan oleh Pustaka al-‟Alawiyah Semarang.

Kitab ini menjelaskan tentang pokok-pokok agama dan hukum

syari‟at agama Islam.

f. Kitab Fath al-Mujîb

Kitab ini merupakan syarah dari kitab syarah Mukhtashar al-Khathîb yang membahasan tentang babakan fiqih, kitab ini ditulis pada tahun 1276 H.

g. Kitab Kâsyifah al-Sajâ syarah Safînah al-Najâ

Kitab ini ditulis oleh Salim bin Abdullah bin Samir pada tahun 1292 H, ulama Hadrami yang tinggal di Batavia (Jakarta) pada pertengahan abad ke-19.

h. Kitab Mishbâh al-Dhalâm „ala Minĥaj al-Atamma fi Tabwîb al-Hukm

i. Kitab marāqi al-‟Ubūdiyyahsyarah matan bidāyat al-Ĥidayah Kitab ini diterbitkan oleh pustaka al-‟alawiyah, semarang.

karya Abu Hamid al-Ghazali dengan judul Maraqi al-Ubûdiyah yang lebih popular, jika dinilai dari jumlah edisinya yang berbeda-beda yang masih dapat ditemukan hingga sekarang.

2. Dalam Bidang Sejarah Rasulullah SAW diantaranya:

a. Kitab Madârij al-Shu‟ûd syarah Maulid al-Barzanji

b. Kitab Targhîb Mustâqîn syarah Mandhûmah Maulid al-Barzanjî

c. Kitab Fath al-Shamad al Âlam syarah Maulid Syarif al-Anâm d. Kitab al-Ibrîz al-Dâniy fi Maulid Sayyidina Muhammad al-Sayyid

al-Adnâny

e. Kitab Baghyah al-Awwâm fi Syarah Maulid Sayyid al-Anâm f. Kitab al-Durrur al-Baĥiyyah syarah al-Khashâish al-Nabawiyyah 3. Dalam Bidang Tasawuf diantaranya:

a. Kitab Nashâih al-Ibâd syarah al-Manbaĥâtu ala al-Isti‟dâd li yaum al-Mi‟âd

b. Kitab Baĥjah al-Wasâil syarah al-Risâlah al-Jâmi‟ah bayn al-Usûl wa al-Fiqh wa al-Tasawwuf

c. Kitab Qâmiu al-Thugyân syarah Mandhûmah Syubu al-Imân 4. Dalam Bidang Tafsir

Ada Kitab al-Tafsir al-Munîr li al-Muâlim al-Tanzîl al-Mufassir „an wujûĥ mahâsin al-Ta΄wil Musammâ Murâh Labîd li Kasyafi

yang mengatakan lebih baik dari Tafsîr Jalâlain, karya Imâm Jalâluddîn al-Suyûthi dan Imâm Jalâluddîn al-Mahâlli yang sangat terkenal itu.

5. Dalam Bidang Bahasa dan Sastra diantaranya:

a. Kitab Kasyf al-Marûthiyyah syarah Matan al-Jurumiyyah

b. Kitab Fath al-Ghâfir al-Khathiyyah syarah Nadham al-Jurumiyyah musammâ al-Kawâkib al-Jaliyyah

c. Kitab al-Fushûsh al-Yâqutiyyah „ala al-Raudlah al-Baĥîyyah fi Abwâb al-Tashrîfiyyah

d. Kitab Lubâb al-bayyân syarah „Ilmi Bayyân 6. Dalam Bidang Hadits

a. Tanqîh al-Qaul al-Hadsîts syarah Lubâb al-Hadîts b. Syarah Shokhih Muslim

c. Riyadhul al-Shalihin d. Irsyad fi al-Ulum al-Hadist e. Arba‟in-Nawawi

7. Dalam Bidang Aqidah dan Akhlak

b. Kitab Nur al-Dhalâm ala Mandhûmah al-Musammâh bi Aqîdah al-Awwâm

c. Kitab Salâlim al-Fadhlâ΄ syarah Mandhûmah Ĥidâyah al -Azkiyâ

d. Kitab Fath al-Majîd syarah al-Durr al-Farîd

e. Kitab Dzariyy‟ah al-Yaqîn„ala Umm al-Barâĥîn fi al Tauhîd

f. Kitab al-Futûhâh al-Madaniyyah syarah al-Syu‟b al- Îmâniyyah

g. Kitab Naqâwah al-„Aqîdah Mandhûmah fi Tauhîd

h. Kitab al-Naĥjah al-Jayyidah syarah Naqâwah al-„Aqîdah

i. Kitab al-„Aqd al-Tsamîn syarah Fath al-Mubîn yang ditulis pada tahun 1292 H.

j. Kitab Tîjān al-Darāry syarah Matan al-Bājûry

Selain kitab-kitab diatas, Imam Nawawi juga mempunyai banyak kitab karya dalam bagian kajian ilmu. Akan tetapi kitab yang terdeteksi sangat sedikit jumlahnya. (Amirul, 2015:51-52)

Penyelesaian penulisan kitb Fathul majid hari kamis, tangal 8 Dzulqoidah 1235H. Diterbitkan di Bangil, Tuban pada tahun1 sya`ban tahun 1413 H. Sistematika yang dipakai dalam penulisan kitab Fathul Majid adalah tematik, penulisannya dari bab satu ke bab yang lain yang terdiri dari 10 bab.

1. Kewajiban orang mukalaf dan hukum-hukum dalam ilmu tauhid a. Pengertian wajib

b. Pengertian mustakhil c. Pengertian jaiz

2. Lima puluh aqidah yang wajib diyakini oleh seorang mukalaf a. Akidah yang berhubungn dengan ketuhanan

b. Akidah yang berhubungan dengan kenabian 3. Sifat wajib, mukhal, dan jaiznya Allah SWT

a. Sifat Wajib bagi Allah SWT (terdapat 20 sifat) b. Sifat Jaiz bagi Allah SWT (terdapat 1 sifat ) c. Sifat Mustahil bagi Allah SWT (terdapat 20 sifat ) 4. Sifat wajib dan mustakhil bagi Rasulallah

a. Sifat wajib Rasul (terdapat 4 sifat) b. Sifat Jaiz Rasul (terdapat 1 sifat ) c. Sifat Mustahil Rasul (terdapat 4 sifat ) 5. Para Rasul yang wajib diimani

6. Iman kepada Malaikat

8. Sifat jaiz para Rasul 9. Makna kalimat Tauhid 10. Hal-hal yang wajib diimani F. Isi Pokok Kitab Fathul Majid

Kitab Fathul Majid menjelaskan tentang sifat-sifat wajib dan jaiz bagi Allah SWT dan Rasul-Nya atau yang disebut aqoid lima puluh. Aqoid lima puluh itu terdiri dari, 20 sifat yang wajib bagi Allah, 20 sifat mustahil bagi Allah, 1 sifat jaiz bagi Allah, serta 4 sifat wajib bagi Rasul, 4 sifat mustahil bagi rasul dan 1 sifat jaiz bagi rasul.

Kitab ini berisi tentang ilmu ketauhidan yang akan menuntun kita untuk lebih mengenal Allah SWT lewat sifat-sifatnya. Kitab ini juga menjelaskan tentang sifat-sifat wajib, jaiz, mustahil bagi Allah SWT dan rasul-Nya.

Dikatakan oleh Syaikh Muhammad Nawawi al-Jawi dalam kitab Tijan al-Darary bahwa wajib bagi setiap muslim untuk menggetahui dan mempelajari ilmu tauhid, maka penulis mengungkapkannya sebagai berikut:

Hukum mempelajari ilmu tauhid yang dijelaskan oleh Syaikh Muhammad Nawawi al-Jawi dalam kitab Fatkhul Majid, T.t: 4 adalah sebagai berikut

ي اٍ ونت ًضجي ُا ٌيسٗ ٔىيػ الله ٚيص ه٘سّشىا ج٘ػد ٔتغيت ذق وق اػ غى ات اػ شش ةج

ازمٗ ٚى اؼت ٔقح ٚفص٘جي اٍٗ ويحتسي اٍٗ ٚى اؼت للَّ ةجي اٍٗ ةجي اَت ًضجي ُا ٔييػ ةجي

ً لاّسىاٗ ج لاّصىا ٌٖييػ وسّشىا قح ٚفص٘جي اٍٗ وىحتسي

Artinya: Menurut syara`, setiap orang mukalaf, yaitu setiap orang yang baligh dan berakal wajib percaya mantap terhadap sifat yang dimiliki oleh Allah yaitu, sifat-sifat yang mustahil bagi Allah SWT dan sifat yang jaiz bagi Allah SWT (Ahmad, 2014:13).

Adapun nilai pendidikan tauhid yang ada dalam kitab Fatkhul Majid menurut pemikiran Syaikh Muhammad Nawawi al-Jawi diantaranya adalah:

1. Pendidikan tentang Kewajiban bagi Seorang Mukallaf untuk Mengetahui Sifat

a. Sifat Wujud ( ada) bagi Allah SWT.

Allah SWT itu ada, tidak mungkin Allah SWT tidak ada. Dalil aqli yang membukti bahwa Allah SWT itu ada adalah penciptaan alam semesta beserta isinya. Sebagaimana Allah telah berfirman dalam Q.S Ar-Ra‟du ayat 16:

.... ُ َّالله ِوُق ِضْسلأاَٗ ِخاَٗاَََّسىا ُّبَس ٍَِْ ْوُق

ََُٕ٘ٗ ٍءْيَش ِّوُم ُقِىاَخ ُ َّالله ِوُق

ُساََّٖقْىا ُذِحاَْ٘ىا

Artinya: katakanlah: “Siapakah Tuhan langit dan bumi? Jawabnya: “Allah”...“Katakanlah: “Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dia-lah Tuhan yang Maha esa laig Maha Perkasa” (Q.S Ar-Ra‟du: 16) (Mahmud, 2005: 251).

Ayat di atas sudah jelas membuktikan bahwa Allah SWT itu ada, karena Allah SWT telah menciptakan alam semesta dan

seisinya mulai dari ‟Arsy hingga bagian bumi yang paling bawah,

semua itu merupakan perkara yang baru keberadaannya. Artinya, perkara yang ada (tercipta) setelah tidak ada. Dan setiap perkara yang baru pasti ada pencipta yang tetap wujudnya. Maka, alam jelas ada yang menciptakan. Keberadaan Sang Pencipta diperoleh dari dalil sifat keesaan dan dari ketetapan sifat wujud bagi Allah SWT. Dengan demikian, menjadi mustahil bila Allah SWT mempunyai sifat yang berlawanan dengan sifat wujud-Nya.

Makna sifat wujud menurut Syeik Nawawi adalah wujud keberadaan Allah tidak dapat dijelaskan oleh penglihat mata , tetapi wujud Allah dapat dilihat mengunakan hati. Sifat “wujud‟ sendiri

sudah melekat kepada Dzatnya Allah baik itu dahulu, sekarang dan yang akan datang (selamanya). (Achmad , 2014: 20).

Sedangkan makna wujud menurut Syaikh Muhammad al-Fudholi dalam kitab Kifāyah al-Awām adalah suatu keadaan yang harus dimiliki suatu zat , selama zat tersebut masih ada, dan keadaan seperti ini tidak bisa dibatasi suatu alasan (Achmad, 2010: 28).

b. Sifat Qidam ( dahulu) bagi Allah SWT

makhlukku. Sesunguhnya makhluk-makhluk ada permulanya yaitu sang pencipta Allah SWT (Achmad Sunarto, 2014: 25).

ٌٌيِيَػ ٍءْيَش ِّوُنِت ََُٕ٘ٗۖ ُِِطاَثْىاَٗ ُشِٕاَّظىاَٗ ُشِخ ْلْاَٗ ُهََّٗ ْلأا َُٕ٘

Artinya: “Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Dzahir dan Yang Bathin, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Mahmud, 2005: 537)

Tidak ada yang mendahului dan tidak ada yang mengakhiri. Allah mengetahui segala sesuatu baik itu yang batin maupun yang dhohir, karena hanya Allah-lah yang menggetahui segala sesuatu.

c. Sifat Baqa‟ bagi Allah SWT.

(Syaikh Muhammad Nawawi al-Jawi, T.t: 24)

ءاقثىا ٚى اؼت ٔقح يف ةجي ٗ

Dokumen terkait