MENYEWA SAFE DEPOSIT BOX DALAM PUTUSAN NO
E. Kasus Posisi Perkara Perbuatan Melawan Hukum dalam Putusan No
226/Pdt.G/2019/PN.Dps.
4. Kasus Posisi Dalam Putusan No. 226/Pdt.G/2019/PN.Dps.
Para pihak yang berperkara didalam Putusan Pengadilan Negeri No.
226/Pdt.G/2019/PN.Dps adalah :
a. Agus wiryono mediantono, Tempat Ujung Pandang, tanggal lahir 1 Januari 1981, umur 38 Tahun, Agama Islam, Pekerjaan Karyawan Swasta, Alamat Jalan Bingin Sari III Nomor 113, Kelurahan Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung yang berdasarkan Surat Kuasa Khusus No. 001/SK.Pdt/CU/I/2019 tertanggal 3 Januari 2019 telah memberikan kuasa kepada Charlie Yustus Usfunan, , Ida I Dewa Ayu Dwi Yanthi, , I
140 Shidarta, Hukum Perlidungan Konsumen, Jakarta:Grasindo, 2000, halaman 15.
Ketut Berata, , dan Purnomo Aris Setyono, , Advokat pada Kantor
“CHARLIE USFUNAN & REKAN” yang beralamat di Jl. Gunung Bromo XI No. 8 Monang Maning, Denpasar Barat Selanjutnya disebut sebagai PENGGUGAT;
b. PT. BANK MANDIRI (Perseroan) Tbk Cabang Kuta Raya, Perseroan yang berkedudukan di Plaza Mandiri, Jalan Gatot Subroto Kav. 36-38, Jakarta dan di Jln. Kuta Raya Nomor 456 Kuta Kabupaten Badung didirikan berdasarkan Anggaran Dasar yang diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia Nomor 97 tanggal 4 Desember 1998 Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No. 6859 berikut perubahan-perubahannya telah memberikan Kuasa Khusus berdasarkan Surat Kuasa PT Bank Mandiri (Perseroan) Tbk No. BKJ.R11/LGL.30/2019 tertanggal 20 Maret 2019 kepada Nunung Nurhidayat selaku Team Leader Regional Legal Team PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Region XI Bali dan Nusa Tenggara, I Wayan Gede Pradnyana Widiantara, selaku Legal Officer, Tommy E.S Utomo selaku Branch Manager Cabang Kuta Raya pada PT.
Bank Mandiri (Persero) Tbk Region XI Bali dan Nusa Tenggara, Astrid Paramitha W selaku Branch Operation Manager Cabang Kuta Raya pada PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk Region XI Bali dan Nusa Tenggara, serta SIlvia Rosalina selaku Customer Service Officer Cabang Kuta Raya selaku Branch Manager Cabang Kuta Raya pada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Region XI Bali danNusa Tenggara; Selanjutnya disebut sebagai TERGUGAT ;
Adapun tentang duduk perkaranya dari Putusan No.
226/Pdt.G/2019/PN.Dps yaitu Pada tanggal 4 April 2007 Agus wiryono mediantono yang selanjutnya disebut sebagai Penggugat menjadi nasabah di Bank Mandiri KCP Kuta Raya yang selanjutnya disebut sebagai Tergugat, dengan Nomor rekening 145-0005521131-1. Sekitar bulan juli 2007, Penggugat datang ke bank Mandiri KCP Kuta Raya untuk melakukan penyimpanan dan penyewaan Safe Deposit Box atas dasar kepercayaan kepada Bank Mandiri, dengan Nomor Safe Deposit Box 102 yang isi didalamnya adalah satu buah sertifikat tanah dengan lokasi di Jimbaran, 5 buah akta jual beli tanah, satu buah surat kuasa jual beli tanah No..20, satu buah surat Pengikatan jual beli tanah No. 20, satu buah kuitansi jual beli senilai Rp. 14.000.000, uang tunai senilai Rp. 2.000.000, bukti setoran pada Bank Mandiri senilai Rp. 100.000 pada tanggal 5 April 2007 a/n Agus wiryono mediantono, Bilyet deposito Mandiri No. AB 67700 senilai Rp.
100.000.000 a/n Agus wiryono mediantono, Byliet deposito BNI No.. AB 43072 senilai Rp.325.000.000 a/n Agus wiryono mediantono.
Pada akhir September 2012 Penggugat kembali ke Bali setelah bekerja di Jepang. Kemudian hendak mengambil isi brankas di Bank Mandiri KCP Kuta Raya, namun tidak bisa dibuka dikarenakan kunci brankas sudah diganti.
Penggugat menemui manager Bank Mandiri KCP Kuta Raya pada saat itu, diarahkan untuk bertemu dengan Muhammad Ngarawi untuk menanyakan hal tersebut, dan dijawab dengan menyerahkan Surat Daftar Isi Safe Deposit Box No.
102, dan Berita Acara Pembongkaran Safe Deposit Box.
Atas kejadian tersebut, Penggugat menderita kerugian materiil, karena isinya adalah aset-aset berharga selama bekerja dan tinggal di Bali, aset tersebut hendak dipergunakan sebagai modal usaha dan tabungan di hari tua Penggugat.
Dalam hal ini pihak Tergugat telah amat lalai dalam menjalankan kewajibannya, sebagai pihak yang diberikan kepercayaan untuk menjaga dan menyimpan berkas dan aset milik Penggugat.
Dalam pengambilan isi Safe Deposit Box penggugat, berdasarkan surat laporan kehilangan satu buah kunci Safe Deposit Box dengan Nomor Rek : 14500005521311 atas nama Agus Wiryono Widiyantono di Polsek Kuta, pada hari senin tanggal 16 Juni 2008 pukul 12.45 Wita, padahal nama Penggugat Agus wiryono mediantono. Terlihat sekali Bank Mandiri tidak mencocokkan dengan jelas data penggugat, bahkan pembukaan Safe Deposit Box tersebut dilakukan dihari yang sama yaitu Senin 16 Juni 2008 pada 13.30 Wita, hanya berselang 45 menit saja. Sehingga jelas sekali terlihat bahwa pihak tergugat sangat tidak teliti dan terlalu gegabah dalam proses pembongkaran Safe Deposit Box milik Penggugat.
Proses pengambilan isi Safe Deposit Box penggugat, berdasarkan Surat Kematian dari Kelurahan dengan No. 03/427.903.02./2007 yang mana Penggugat masih hidup dan dalam keadaan sehat, maka sangat jelas Tergugat telah lalai karena tidak melakukan pengecekan langsung dimana keberadaan penggugat.
Penggugat datang ke Bank Mandiri KCP Kuta Raya pada tanggal 14 januari 2019, kemudian diminta untuk bersurat oleh customer service kepada
bagian Legal Bank Mandiri. Penggugat telah bersurat sebanyak 2 kali namun tidak mendapat respon yang baik dari tergugat sehingga dengan tidak adanya itikad baik dari tergugat dalam permasalahan ini.
5. Pertimbangan Hakim di dalam Putusan No. 226/ Pdt.G/2019/PN.Dps.
Pertimbangan Hakim adalah hal-hal yang menjadi dasar atau yang dipertimbangkan Hakim dalam memutus suatu perkara. Berikut pertimbangan Hakim dalam putusan No. 226/Pdt.G/2019/PN.Dps :
a. Menimbang, bahwa atas dalil-dalil Penggugat yang telah diakui atau setidak-tidaknya tidak disangkal Tergugat, maka menurut hukum harus dianggap terbukti yaitu hal-hal sebagai berikut;
1) Bahwa benar Penggugat telah menyewa Safe Deposit Box No. 102 dari Tergugat berdasarkan Perjanjian Sewa Menyewa SDB No. 8.
SPKR/044/SDB/102/2007 tertanggal 04-04-2007;
2) Bahwa benar atas disewanya Safe Deposit Box oleh Penggugat dari Tergugat maka Penggugat mendapat kunci untuk membuka dan hanya Penggugat yang berhak membukanya;
3) Bahwa benar isi dari Safe Deposit Box No. 102 itu terdiri dari 15 item yaitu:
a) Satu buah sertifikat tanah dengan lokasi di Jimbaran No.
Sertifikat 13325, Surat Ukur No. 2674, Luas Tanah 305m2 b) Satu buah akta jual beli tanah No. Sertifikat 594/76/CPR/IV/2005
Diterbitkan oleh : Kanwil Badan Pertanahan Nasional Jawa Timur c) Satu buah akta jual beli tanah No. Sertifikat 54/123/CPR/IV/2005 Diterbitkan oleh : Kanwil Badan Pertanahan Nasional Jawa Timur;
d) Satu buah akta jual beli tanah No.Sertifikat : 54/26/CPR/I/2005 diterbitkan oleh Kanwil BAdan Pertanahan Nasional Jawa Timur;
e) Satu buah akta jual beli tanah No. Sertifikat : 1183/ Kelurahan Jimbaran, Surat Ukur No. : 6274/ Jimbaran, Luas tanah 305m2 Diterbitkan oleh : I Wayan Muntra, ;
f) Satu buah akta jual beli tanah No. Sertifikat 86/Kuta/195 Tanggal 27-7- 195 Luas tanah : 8.250m2 SHM No. 1822 / Desa Jimbaran diterbitkan oleh : T. Francisca Teresa N.;
g) Satu buah surat kuasa jual beli tanah No. 20 diterbitkan oleh : Ansje Lilyanti Paudie, ;
h) Satu buah Surat Pengikatan jual beli tanah No. 20 diterbitkan oleh Ansje Lilyanti Paudie, ;
i) Satu buah kuitansi tanda terima pembayaran fee No.taris senilai Rp. 15.000.000,
j) Satu buah kuitansi jual beli senilai Rp. 14.000.000, k) Uang tunai senilai Rp. 2.000.000,
l) Bukti setoran pada Bank Mandiri senilai Rp.100.000,- pada tanggal 05 April 2007 a/n Agus wiryono mediantono;
m) Bilyet Deposito Mandiri No. AB 67700 senilai 100.000.000,-a/n Agus wiryono mediantono;
n) Bilyet Deposito BNI No. AB 060726 senilai Rp.105.000.000,- a/n Agus wiryono mediantono;
o) Bilyet Deposito BNI No. AB 43072 senilai Rp. 325.000.000,- a/n Agus wiryono mediantono;
4) Bahwa benar pada tahun 2000 Penggugat telah berangkat ke Jepang untuk bekerja;
5) Bahwa benar Poniman adalah Ayah tiri Penggugat yang menikahi ibu kandung Penggugat;
6) Bahwa pada tahun 2007 Penggugat sempat pulang ke Indonesia;
7) Bahwa di tahun 2007, Poniman melalui Kuasanya, Saudara R, Teddy Raharjo, telah mengajukan surat permohonan untuk dapat membuka dan mengambil isi Safe Deposit Box No. 102 dengan alasan Penggugat telah meninggal dunia;
8) Bahwa benar permohonan pembukaan Safe Deposit Box No. 102 tersebut dilengkapi dengan surat keterangan kematian dan surat keterangan silsilah (waris);
9) Bahwa benar Poniman tidak dapat menunjukkan kunci Safe Deposit Box No. 102 sehingga kemudian berdasarkan Surat laporan kehilangan di Kepolisian dilakukan pembukaan paksa yang disetujui oleh Tergugat;
10) Bahwa benar seluruh isi Safe Deposit Box No. 102 telah diambil Poniman melalui Kuasanya, Sdr. R. Teddy Raharjo, ;
11) Bahwa benar pada tahun 2012 Penggugat kembali ke Indonesia dan menemukan bahwa Safe Deposit Box No. 102 sudah dibuka dan isinya sudah diambil; ;
b. Menimbang bahwa dalam eksepsinya, Tergugat memuat beberapa bantahan yaitu mengenai kurang pihaknya gugatan, serta mengenai gugatan Ne Bis In Idem,:
c. Menimbang bahwa mengenai eksepsi gugatan yang kurang pihak, dalam uraian eksepsinya, Tergugat menyatakan pada pokoknya bahwa pembukaan Safe Deposit Box No. 102 yang disewa Penggugat dilakukan
atas dasar adanya permohonan dari Poniman yang mengaku sebagai ahli waris tunggal dari Penggugat dan permohonan itu diajukan melalui kuasanya R. Teddy Raharjo, dengan alasan bahwa Penggugat telah meninggal dunia sehingga seharusnya Penggugat juga menarik Poniman dan R.Teddy Raharjo selaku pihak dalam gugatan ini demi tercapainya asas keadilan, manfaat dan kepastian hukum.
d. Menimbang, bahwa karena gugatan itu merupakan inisiatif dari Penggugat berdasarkan rasa kerugian yang ia alami, sepanjang hanya mengenai pemenuhan syarat formilnya gugatan maka kepada siapa saja tuntutan ganti kerugian yang akan ia tujukan adalah diserahkan sepenuhnya pada kehendak bebas dari Penggugat sepanjang dapat dibuktikan oleh Penggugat mengenai dalil-dalilnya itu;
e. Menimbang, bahwa dalam perkara ini, Penggugat telah menggugat Tergugat (PT Bank Mandiri Tbk Cabang Kuta Raya) dengan alasan sebagaimana yang termuat dalam dalil 5 dan dalil 9 Gugatannya, yaitu pada pokoknya bahwa sebagai pihak yang diberikan kepercayaan, Tergugat telah lalai dalam menjaga dan menyimpan berkas dan asset milik Penggugat dengan melanggar prinsip-prinsip Perbankan sebagaimana yang termuat dalam Undang-undang RI No. 7 Tahun 1992 Jo. Undang-undang RI No.. 10 Tahun 1998 Tentang Perbankan yaitu Prinsip Kepercayaan (Pasal 29), Prinsip Kerahasiaan (Pasal 40 ayat (1)), Prinsip Kehati-hatian (Pasal 2) dan Prinsip mengenai Nasabah (PBI No. 5/21/PBI/2003 Tentang Perubahan Kedua Atas PBI No.. 3/10/PBI/2001 Tentang Penerapan
Prinsip Mengenai Nasabah) sehingga Safe Deposit Box No. 102 yang disewa Penggugat dapat dibuka paksa oleh Poniman/Kuasanya R. Teddy Raharjo, dan isinya dapat diambil oleh Poniman/Kuasanya R. Teddy Raharjo, ;
f. Menimbang bahwa dari dalil-dalil Penggugat tersebut, sepanjang hanya mengenai pemenuhan syarat formilnya gugatan, dapat diketahui bahwa Penggugat dalam gugatan a quo telah memfokuskan tujuan gugatan semata mata pada pelaksanaan kewenangan dan tanggungjawab Tergugat selaku lembaga pemegang mandat nasabah (Penggugat) dan yang diberi kewenangan penuh untuk menyimpan dan menjaga aset nasabah (Penggugat) dengan prosedur dan cara-cara yang telah ditentukan menurut hukum, atau dengan kata lain Penggugat merasa kerugian yang dia alami itu timbul semata-mata karena Tergugat tidak menjalankan tanggungjawabnya selaku lembaga penyimpan sebagaimana mestinya;
g. Menimbang bahwa dengan mencermati dalil-dalil Penggugat tersebut diatas, Majelis dapat menangkap logika hukum Penggugat yang tidak menarik Poniman atau Kuasa Hukumnya, R. Teddy Raharjo, sebagai Tergugat sebab Penggugat merasa bahwa perbuatan Poniman atau Kuasa Hukumnya, R.Teddy Raharjo, dalam membongkar Safe Deposit Box No.
102 milik Penggugat dan mengambil isinya itu tidak mungkin dilakukan Poniman atau Kuasa Hukumnya, R. Teddy Raharjo, atas upaya sendiri, melainkan hanya semata-mata melalui persetujuan dan ijin Tergugat.
h. Menimbang, bahwa sebagai pemegang mandat Penggugat sebagaimana yang tertuang dalam akta perjanjian sewa menyewa Safe Deposit Box, kewenangan dan otoritas Tergugat dalam menentukan siapa-siapa saja yang dapat membuka Safe Deposit Box No. 102 itu mutlak dan tidak dapat disimpangi sehingga walaupun Poniman atau Kuasa Hukumnya, R.Teddy Raharjo(atau siapa pun) yang mengajukan permohonan, tidak dapat dengan sendirinya membuka secara paksa Safe Deposit Box No. 102 Milik Penggugat tanpa ijin dan persetujuan Tergugat;
i. Menimbang bahwa yang menjadi benang merahnya sengketa dalam perkara pokok gugatan ini adalah mengenai lalainya Tergugat dalam memeriksa kebenaran permohonan Poniman dan tidak diindahkannya prinsip - prinsip perbankan dalam mengeluarkan persetujuan untuk membuka Safe Deposit Box No. 102 yang disewa Penggugat;
j. Menimbang bahwa dalam dalil ke 5 hingga dalil ke 9 diuraikan oleh Penggugat bahwa Tergugat telah secara tidak hati-hati dan lalai dalam menjaga dan menyimpan berkas dan aset milik Penggugat dengan melanggar prinsip kehati-hatian, prinsip kerahasian dan prinsip mengenal nasabah;
k. Menimbang bahwa sebagaimana fakta yang tidak dapat dibantah lagi oleh Tergugat sehingga menjadi fakta hukum bahwa Penggugat masih hidup sehingga pembongkaran paksa dan pengambilan aset Penggugat yang ada didalam Safe Deposit Box jelas menjadi hal yang sangat merugikan
Pengguat namum kepada siapakah hal ini harus dimintakan pertanggungjawabanannya?
l. Menimbang bahwa sebagaimana isi Perjanjian Sewa Menyewa No.
8/SPKR/044/SDB/102/2007 dan isi Syarat-Syarat Umum Sewa Menyewa Safe Deposit Box PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk kita dapat mengetahui bahwa sistem penyewaan yang dirancang oleh Tergugat jelas-jelas menunjukkan adanya otoritas yang kuat pada pihak Tergugat dalam menentukan jalannya perjanjian termasuk untuk pemberian ijin dan persetujuan atas segala tindakan dapat atau tidak dapat dilakukan oleh Penyewa;
m. Menimbang bahwa dari pertimbangan diatas maka diketahui bahwa yang menjadi penentu dapat dibukanya Safe Deposit Box No. 102 adalah Tergugat dan oleh karenanya agar gugatannya bahwa Tergugat telah lalai dan melanggar prinsip-prinsip perbankan dalam menyikapi permohonan pembukaan Safe Deposit Box No.102 itu, tergugat telah lalai dan tidak mengindahkan prinsip-prinsip perbankan incasu:
n. Menimbang bahwa atas fakta hukum bahwa Penggugat masih mempunyai ibu kandung yang bernama Mustika maka menurut ajaran hukum pewarisan Pasal 852 KUHperdata, yang menjadi ahli waris Penggugat adalah Poniman dan Mustika selaku orang tua Penggugat;
o. Menimbang bahwa dengan berlandaskan Pasal 852 KUHperdata itu maka ketika menerima bukti surat T-7 berupa Surat Pernyataan Waris sebagai salah satu syarat yang harus dipenuhi Poniman atau Kuasa Hukumnya, R.
Teddy Raharjo, untuk membuka Safe Deposit Box No. 102, yang di dalamnya disebutkan bahwa Poniman adalah ahli waris tunggal dari Penggugat tanpa melibatkan Mustika selaku ibu Penggugat, seharusnya Tergugat bersikap hati-hati dengan menolak permohonan Poniman atau Kuasa Hukumnya, R. Teddy Raharjo, sebab informasi yang diberikan bukti surat T-7 tersebut bertentangan dengan ketentuan hukum waris yang berlaku;
p. Menimbang bahwa karena yang menjadi ahli waris Penggugat menurut surat keterangan silsilah (bukti T-8) adalah Poniman, Mustika, Rindi Anjasari, Acok Sugiarto dan M.Rizal maka yang harus ikut menandatangani Surat Keterangan Silsilah itu adalah kelima keluarga Penggugat tersebut namun ternyata surat keterangan Silsilah (Bukti T-8) hanya ditandatangani oleh Poniman saja;
q. Menimbang bahwa dengan tidak tercantumnya tandatangani seluruh ahli waris Penggugat di dalam Surat keterangan Silsilah (bukti surat T-8) maka dengan demikian dalam mencermati surat ini Tergugat telah bertindak secara tidak hati-hati dan tanpa mengindahkan prinsip mengenai nasabah;
r. Menimbang bahwa dengan terbukti adanya kejanggalan-kejanggalan dalam dokumen-dokumen yang diajukan Poniman atau Kuasa hukumnya R. Teddy Raharjo yang diterima Tergugat ketika akan dilakukannya pembukaan dan juga pembongkaran paksa terhadap Safe Deposit Box No.
102 ini, maka dengan demikian secara nyata Tergugat telah lalai dan dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya serta telah pula
melanggar prinsip perbankan yaitu prinsip kehati-hatian dan prinsip mengenai nasabah.
s. Menimbang bahwa karena perbuatan Tergugat telah dapat dikatagorikan lalai dan melanggar prinsip-prinsip perbankan dalam melaksanakan tugasnya itu telah menimbulkan kerugian bagi diri Penggugat maka haruslah kepada Tergugat dibebani untuk mengganti kerugian yang Penggugat alami yaitu untuk mengembalikan seluruh isi Safe Deposit Box No. 102 yang merupakan hak Penggugat kepada Penggugat;
6. Putusan Hakim Dalam Putusan No. 226/Pdt.G/2019/PN.Dps.
Dalam putusan No. 226/Pdt.G/2019/PN.Dps, Hakim dengan memperhatikan ketentuan Pasal 1365 KUHPerdata, Pasal 142 RBg, Pasal 832 KUHPerdata, Pasal 283 RBg atau 853 KUHPerdata dan peraturan-peraturan lain yang bersangkutan; maka Hakim memutuskan ;
Dalam Eksepsi
Menolak Eksepsi Tergugat untuk seluruhnya;
Dalam Pokok Perkara
a. Mengabulkan Gugatan Penggugat untuk sebagian;
b. Memerintahkan Tergugat untuk mengembalikan segala hak dari Penggugat dalam bentuk materiil sebagaimana yang dahulunya ada dalam Safe Deposit Box Nomor 102;
c. Menghukum Tergugat untuk membayar biaya yang timbul dalam perkara ini sebesar Rp. 681.000,00 (enam ratus delapan puluh satu ribu rupiah);
d. Menolak gugatan Penggugat selain dan selebihnya;
Diputuskan dalam rapat permusyawaratan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Denpasar pada hari : Senin, Tanggal 2 September 2019, oleh Esthar Oktavi, sebagai Hakim Ketua, Angeliky Handajani Day, dan Kony Hartanto, masing-masing sebagai Hakim Anggota. Putusan tersebut pada hari : Senin, 9 September 2019, diucapkan oleh Hakim Ketua dalam sidang yang terbuka untuk umum dengan didampingi dan dibantu oleh Ida Bagus Ary Widyatmika, sebagai Panitera Pengganti pada Pengadilan Negeri tersebut, dengan dihadiri oleh Kuasa Hukum Penggugat dan juga oleh Kuasa Hukum Tergugat.
F. Analisis Perlindungan Hukum Terhadap Konsumen akibat Wanprestasi