• Tidak ada hasil yang ditemukan

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN

KATA PENGANTAR

Bismillahirrohmanirrohim,

Segala puji dan syukur hanyalah layak untuk Allah SWT. Dialah yang mengutus RasulNya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar dimenangkanNya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi. Sholawat dan salam penulis haturkan pada Rasulullah , manusia terbaik yang menjadi tauladan bagi kita semua, manusia yang senantiasa mengajarkan dan memberikan pembelajaran bagaimana kita menjadi seorang yang berarti dan bernilai di sisi Allah.

Alhamdulilliahi Robbil ‘alamiin, atas izinNya dan juga bantuan dari semua pihak penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Proses Impeachment

Presiden Menurut UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945”. Skripsi ini Penulis susun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Hukum di Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara.

Besar harapan Penulis semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca dan ilmu pengetahuan, terutama bagi Penulis sendiri, walaupun Penulis sadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna. Dalam penyusunan skripsi ini penulis mendapatkan banyak masukan, saran, dorongan dan juga bantuan dari semua pihak. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih yakni kepada:

1. Bapak Prof. Dr. Runtung, S.H, M.Hum., selaku Dekan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara.

2. Bapak Prof. Dr. Suhaidi, S.H, MH., selaku Pembantu Dekan I Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara Medan.

3. Bapak Syafruddin Sulung Hasibuan, S.H, MH, DFM., selaku Pembantu Dekan II Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara Medan.

4. Bapak M. Husni, SH. MH, selaku Pembantu Dekan III Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara Medan.

5. Bapak Prof. Dr. M. Yamin, S.H, MS, CN., selaku Dosen Pembimbing Akademik Penulis.

6. Bapak Armansyah S.H, M.Hum., selaku Ketua Departemen Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara

7. Bapak Drs. Nazaruddin S.H, MA., selaku Sekretaris Departemen Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara sekaligus Dosen Pembimbing I yang telah memberi petunjuk dan bimbingan sehingga skripsi ini selesai.

8. Bapak Yusrin Nazief S.H, M.Hum., selaku Dosen Pembimbing II yang telah memberi petunjuk dan bimbingan dengan sabar sehingga skripsi ini selesai. 9. Dosen-Dosen Pengajar dan Pegawai pada Departemen Hukum Tata Negara

Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara

10.Bapak dan Ibu Dosen serta Pegawai Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara Medan.

Dalam menuntut ilmu di Fakultas Hukum yang penuh perjuangan, suka dan duka maka Penulis kiranya tidak dapat melupakan segala bantuan dan dorongan dari berbagai pihak, sehingga sudah seharusnya Penulis mengucapkan terima kasih kepada :

1. Kedua orangtua penulis yang tercinta yaitu Ayahanda Chairuddin Hasibuan dan Ibunda Herlina Parinduri yang telah memberikan kasih sayang, kepercayaan, dan segala dukungan bagi penulis baik materil maupun moril sehingga Penulis dapat melangkah sampai sekarang ini.

2. Abang, Kakak, dan Adik-Adik Penulis yaitu Fakhrie Hidayat HSB, Amelia Jeihan HSB, Rina Delisna, Indra Fauzie HSB, dan Sarah Meuthia HSB. Yang telah menjadi sahabat, teman berbagi maupun sebagai kompetitor bagi Penulis yang telah memberikan perhatian dan motivasi selama ini. Jangan sia-siakan perjuangan orang tua kita, kesuksesan dimulai dari pendidikan, jangan pernah berhenti untuk menuntut ilmu

3. Keluarga Besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Fakultas Hukum USU yang memberikan kesempatan bagi Penulis untuk menempuh diri dan sebagai wadah Penulis untuk beraktivitas dan bereksperimen dalam kehidupan kampus. Bahagia HMI, Yakin Usaha Sampai.

4. Pengurus HMI Komisariat Fakultas Hukum USU terima kasih atas segala prosesnya.

5. Rekan-rekan Penulis angkatan 2006 khususnya teman-teman klinisku, Kiki Fitri M.M, Maya Sari, Alex, Frans Daniel, Andri Manurung, Indra, Tanzila, dan Oky Haryadi.

6. Semua pihak yang terlibat dalam penulisan skripsi ini yang tidak dapat disebutkan satu persatu.

Di atas langit masih ada langit. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan dan masih banyak kekurangannya. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun agar dalam penulisan selanjutnya dapat lebih baik. Akhirnya penulis berharap skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang memerlukan.

Medan, Maret 2010

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... i DAFTAR ISI ... v ABSTRAKSI ... viii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... 1 B. Permasalahan ... 7

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian ... 7

D. Keaslian Penulisan ... 9

E. Tinjauan Kepustakaan... 9

1. Presiden dan Wakil Presiden ... 9

2. Pertanggungjawaban Presiden ... 11 3. Impeachment... 13 F. Metode Penelitian ... 18 G. Sistematika Penulisan ... 19 BAB II IMPEACHMENT A. Impeachment di Indonesia ... 32

1. Landasan Konstitusional dan Mekanisme Impeachment di Indonesia ... 32

a. Undang – Undang Dasar 1945 ... 33

b. Konstitusi Republik Indonesia Serikat 1949... 38

2. Praktek Impeachment Dalam Sejarah Ketatanegaraan

Indonesia ... ... 43

B. Impeachment di Beberapa Negara ... 50

BAB III PROSES IMPEACHMENT PRESIDEN DAN/ATAU WAKIL PRESIDEN MENURUT UUD NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945 A. Mekanisme Impeachment Dalam Ketentuan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 ... 64

B. Alasan–Alasan Impeachment Menurut UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 ... 66

1. Pengkhianatan Terhadap Negara ... 67

2. Korupsi dan Penyuapan ... 70

3. Tindak Pidana Berat Lainnya... 71

4. Perbuatan Tercela... 72

5. Tidak Lagi Memenuhi Syarat Sebagai Presiden dan/atau Wakil Presiden ... 73

C. Proses Impeachment di Dewan Perwakilan Rakyat ... 75

D. Proses Impeachment di Mahkamah Konstitusi ... 78

E. Proses Impeachment di Majelis Permusyawaratan Rakyat... 106

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan ... 119

B. Saran ... 121 DAFTAR PUSTAKA

ABSTRAKSI

Skripsi ini berjudul “Proses Pemakzulan (Impeachment) Presiden Menurut UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945”. Skripsi ini merupakan tugas akhir Penulis untuk memenuhi syarat-syarat dan tugas dalam memperoleh gelar Sarjana Hukum di Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara. Pemilihan istilah impeachement tidak dikenal dalam sistem perundangan di Indonesia. Namun, disadari atau tidak proses impeachment telah menjadi sejarah di Indonesia.

Impeachment merupakan tuduhan atau dakwaan terhadap Presiden atau pejabat tinggi negara lain dari jabatannya. Impeachment bukanlah hal yang baru dalam sejarah ketatanegaraan Indonesia namun perubahan UUD menyebabkan adanya perubahan sistem ketatanegaraan sekaligus berkaitan dengan mekanisme diberhentikannya Presiden dan/atau Wakil Presiden.

Adapun permasalahan yang akan dibahas di dalam skripsi ini adalah bagaimanakah Impeachment ditinjau secara global, sejarah impeachment di Indonesia dan penerapan impeachment di negara lain, proses pemakzulan (impeachment) presiden menurut UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta apakah proses impeachment tunduk pada asas-asas hukum dan bagaimana keterkaitan proses impeachment dengan beberapa asas hukum. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif yakni merupakan penelitian yang dilakukan dan ditujukan pada berbagai peraturan perundang-undangan tertulis dan berbagai literatur yang berkaitan dengan permasalahan dalam skripsi ini.

Melihat ke sejarah,ada dua Presiden yaitu, Sukarno dan Abdurahman Wahid, yang diberhentikan oleh parlemen (MPRS/MPR). Walaupun pemberhentiannya taat pada konstitusi namun pemetaan politik dan kepentingan cukup mewarnai proses pemberhentian Sukarno dan Abdurahman Wahid. Dengan sedikit mereduksi konstelasi politik yang terjadi di balik penurunan presiden oleh MPR, proses tersebut menunjukkan tingginya kontrol parlemen atas institusi kepresidenan. Hal ini setidaknya dapat menjadi modal awal untuk membangun proses demokratisasi di Indonesia dimana salah satu pilarnya adalah kontrol terhadap kekuasaan agar tidak mengarah kepada terciptanya penguasa tungal.

Pelanggaran yang dapat menurunkan presiden berdasar pada UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai alasan impeachment presiden dan/atau wakil presiden adalah makar, korupsi, penyuapan, tindak pidana berat lainnya sesuai dengan UUD 1945 dan melakukan perbuatan tercela, dan bila presiden dan /atau wakil presiden tidak lagi memenuhi syarat sebagai presiden dan atau wakil presiden.

Proses impeachment di Indonesia pasca perubahan konstitusi melewati tiga tahap, yaitu impeachment di Dewan Perwakilan Rakyat, Mahkamah Konstitusi, dan Majelis Permusyawaratan Rakyat. Ini jauh lebih rumit jika dibandingkan dengan proses impeachment seperti di negara-negara Amerika Serikat (dari DPR langsung ke Senat), Korea Selatan, dan Thailand di mana MK setempat bisa langsung menjatuhkan sanksi pemberhentian kepada presiden/wakil presiden.