• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kategori isim 1. Damir

Dalam dokumen Deskripsi Bahasa Arab Dialek Mesir (Halaman 33-37)

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Kategori isim 1. Damir

a. Kata

/

nahnu/ ‘kami’ pada bAF berubah pengucapannya menjadi /ihna/ dalam bADM. Dalam hal ini terlihat adanya perubahan pengucapan bunyi konsonan nasal, alveolar, bersuara /n/ dan bunyi vokal pendek, tengah, sedang, tidak bulat _ /a/ pada bAF menjadi bunyi vokal pendek, depan, tinggi, tidak bulat – ) /i/ dalam bADM. Kemudian bunyi vokal pendek, tinggi, belakang, bulat ( ) /u/ pada bAF berubah menjadi bunyi vokal panjang, tengah, sedang, tidak bulat _) /a:/ dalam bADM. Kata

b. Kata /minhu/ ‘darinya’ dalam bAF berubah menjadi /minnu/ dalam bADM. Dalam hal ini terlihat adanya perubahan pengucapan damir muttasil /h/ dalam bAF dihilangkan dalam bADM dan berubah menjadi bunyi vokal panjang, belakang, tinggi, bulat (

) /u:/ ه /h/ dalam bAF tergolong kedalam damir munfasil.

c. Kata /minki/ ‘dari engkau (Pr) dalam bAF berubah pengucapannya menjadi /minnik/dalam bADM. Dalam perubahan pengucapan ini terlihat adanya penggandaan pengucapan bunyi konsonan nasal, alveolar, bersuara, /n/ dan perubahan letak bagi vokal pendek, depan, tinggi, tidak bulat /i/ yang berada sebelum bunyi konsonan hambat, alveolar, tidak bersuara /k/. Sehingga kata /minki/ dalam bAF diucapkan menjadi

/minnik/ dalam bADM. Adapun damir /ki/ pada kata /minnik/ merupakan damir muttasil dengan demikian maka damir muttasil /ki/ dalam bAF diucapkan menjadi /nik/ dalam bADM.

d. Kata /minka/ ‘dari engkau (Lk)’ dalam bAF berubah pengucapannya menjadi /minnak/ dalam bADM. Dalam perubahan pengucapan ini terlihat adanya penggandaan pengucapan bunyi konsonan nasal, alveolar, bersuara, /n/ dan perubahan letak bagi bunyi vokal pendek, tengah, sedang, tidak bulat _ /a/ yang berada sebelum bunyi konsonan hambat, alveolar, tidak bersuara /k/. Sehingga kata /minka/ dalam bAF diucapkan menjadi /minnak/ dalam bADM. Adapun damir /ka/ pada kata /minnik/ merupakan damir muttasil dengan demikian maka damir muttasil /ka/ dalam bAF diucapkan menjadi /nak/ dalam bADM. e. Kata /minkum/ yang berubah pengucapannya menjadi /minku:/

dalam bADM. Dalam hal ini terlihat adanya penghilangan bunyi konsonan nasal, bilabial, tidak bersuara /m/ dan penggantian bunyi vokal pendek, tinggi, belakang, bulat (_) /u/ dalam bAF menjadi bunyi vokal panjang,

tinggi, bulat ( _) /u:/ dalam bADM. Adapun damir mutakalim /kum/ ‘kamu semua’ dalam bAF diucapkan menjadi /ku/ dalam bADM. 2. Isim isyarah

a. Kata

/

hāzā/ ‘ini’ pada bAF berubah pengucapannya menjadi /dā/ dalam bADM. Terlihat adanya penghilangan pengucapan bunyi konsonan stop, glottal, tidak bersuara ( ) dan bunyi vokal pendek, tengah, sedang, tidak bulat

) /a/ dalam bAF kemudian pengucapan bunyi konsonan frikatif, interdental, tidak bersuara ( ) menjadi bunyi konsonan stop, dental, bersuara ( ) dalam bADM.

b. Kata /hāzihi/ dalam bAF berubah pengucapannya menjadi /di/ dalam bADM. Dalam hal ini terlihat adanya penghilangan pengucapan bunyi konsonan stop, glottal, tidak bersuara ( )dan bunyi vokal pendek, tengah, sedang, tidak bulat dalam bAF, kemudian adanya perubahan pengucapan bunyi konsonan frikatif, interdental, tidak bersuara ( ) dalam bAF menjadi bunyi konsonan stop, dental, bersuara ( ) dan pengubahan bunyi vokal panjang, depan, tinggi, tidak bulat

[i:] dalam bADM, sedangkan bunyi konsonan frikatif, glottal, /h/ dan bunyi vokal panjang depan tinggi tidak bulat

[i:] dalam bAF dihilangkan.

3. Isim mausul

a. Kata /al-lazi/ ‘yang’ dalam bAF berubah pengucapannya menjadi /illi/ dalam bADM. Dalam hal ini terjadi perubahan pengucapan bunyi vokal pendek, tengah, sedang, tidak bulat (––) /a/ dalam bAF menjadi bunyi vokal pendek, depan, tinggi, tidak bulat

/i/ dalam bADM dan adanya penghilangan pengucapan bunyi konsonan frikatif, interdental, tidak bersuara ( ) /z/ dalam bAF dan menjadi: bunyi konsonan interdental, alveolar, bersuara dalam bADM. Sedangkan bunyi vokal panjang depan tinggi / bulat dalam bAf tidak berubah pengucapannya dalam bADM.

4. Isim istifhām

a. Pada kata /man/ dalam BAF berubah pengucapannya menjadi /min/ dalam bADM. Dalam hal ini terjadi perubahan pengucapan bunyi vokal pendek, tengah, sedang, tidak bulat (–) dalam bAf menjadi bunyi vokal panjang, depan, tinggi, tidak bulat dalam bADM.

b. Pada kata /matā/ dalam bAF berubah pengucapannya menjadi

/imtā/ dalam bADM. Dalam hal ini terjadinya perubahan bunyi vokal pendek, depan, tidak bulat /i/ di awal kata dalam bADM.

c. Pada kata /aina/ “dimana” dalam BAF berubah pengucapannya menjadi /fein/ dalam bADM. Dalam perubahan ini terlihat adanya pergantian bunyi-bunyi konsonan hambat, glottal, tidak bersuara /’/ dalam bAF Menjadi bunyi konsonan Frikatif, labio, dental, tidak bersuara /F/ dalam bADM. Sedangkan bunyi vokal pendek, tengah, sedang, tidak bulat (––) /a/ berubah menjadi konsonan ( ) frkatif, labio dental, tidak bersuara dan bunyi vokal panjang, depan, tinggi, tidak bulat

/i/.

5. Isim alam

a. Pada kata un/ ‘air’ dalam bAF berubah pengucapannya menjadi /mayyah/ dalam bADM. Dalam Kasus ini terjadi penggantian bunyi vokal panjang, tengah, sedang, tidak bulat /a:/ dalam bAF menjadi bunyi vokal pendek, sedang, tengah tidak bulat dalam bADM. Kemudian terjadi penambahan bunyi konsonan semi vokal, palatal, bersuara ( ) yang digandakan dalam bADM. Sedangkan bunyi konsonan hambat, glottal, tidak bersuara dan bunyi vokal nasal /un/ dalam bAF berubah menjadi bunyi vokal tengah sedang tidak bersuara, pendek /a/ dan bunyi konsonan frikatif, glottal tidak bersuara /h/.

b. Kata /al-syā / ‘pantai’ dalam bAF berubah pengucapan menjadi /al-syat/ dalam bADM. Dalam hal ini terjadi perubahan bunyi vokal panjang, tengah, sedang, tidak bulat /a:/ dan bunyi vokal pendek, depan, tinggi, tidak bulat /i/ dalam bAF menjadi bunyi vokal pendek, tengah, /a/

dalam bADM. Sedangkan bunyi vokal pendek, depan, tengah /i/ dan bunyi konsonan hambat, glottal, tidak bersuara /’/ dalam bAF dihilangkan dalam bADM.

c. Kata /sayyidati/ ‘nyonyaku’ dalam bAF berubah pengucapannya menjadi /sitti/ dalam bADM.

d. Pada kata /yad/ dalam BAF berubah menjadi /iyd/ ‘tangan’ dalam bADM terjadinya penambahan bunyi vokal panjang, depan, tinggi, tidak bulat /i:/.

e. Pada kata /nisf/ berubah menjadi /nus/ ‘setengah’ dalam bADM, terjadi penghilangan konsonan ( ) frikatif, labio dental, tidak bersuara. f. Pada kata /al-walad/ berubah menjadi /al-wād/ ‘anak laki-laki’

dalam bADM, penggantian bunyi konsonan ( ) lateral, alveolar, bersuara menjadi bunyi vokal panjang, tengah, sedang, tidak bulat /a:/.

g. Pada kata / - / berubah menjadi /al-niswān/ ‘para wanita’ dalam bADM, terjadinya penambahan konsonan ( ) semi vokal, bilabial, bersuara dan pengggantian konsonan ( ) stop, glottal, tidak bersuara menjadi konsonan ( ) nassal, alveolar, bersuara.

h. Pada kata /ahadan/ berubah menjadi /had/ ‘siapapun’ dalam bADM, terjadi penghilangan bunyi vokal panjang, tengah, sedang, tidak bulat /a:/.

Dalam dokumen Deskripsi Bahasa Arab Dialek Mesir (Halaman 33-37)

Dokumen terkait