BAB II KAJIAN PUSTAKA
C. Penerimaan Teman Sebaya
4. Kategori Penerimaan Teman Sebaya
Penerimaan sosial sangat penting bagi anak terutama dalam kaitannya dengan hubungan teman sebaya. Penerimaan sosial berarti dipilih sebagai teman untuk suatu aktivitas dalam kelompok dimana seseorang menjadi anggota kelompok tersebut (Hurlock, 2000: 293). Oleh karena itu, penerimaan sosial menjadi dasar penerimaan anak dalam kelompok teman sebaya. Menurut Hurlock (2000: 294) penerimaan sosial dapat dikategorikan sebagai berikut.
a. Star
Hampir setiap anggota kelompok menganggap anak star sebagai sahabat karib, meskipun anak star tidak banyak membalas uluran persahabatan dari orang lain. Setiap orang mengagumi anak star karena adanya beberapa sifat yang
37
menonjol. Akan tetapi hanya sedikit anak yang termasuk dalam kategori ini. Hal ini sejalan dengan yang dikemukakan oleh Wentzel & Asher (dalam Santrock, 2007: 211) terdapat pembagian status teman sebaya anak, salah satunya adalah anak populer.
Anak populer sering dinominasikan sebagai sahabat. Menurut Hartup (dalam Santrock, 2007: 211), anak populer memiliki sejumlah kemampuan sosial yang membantunya dapat disukai oleh teman lain. Sebuah penelitian telah menemukan bahwa anak yang populer dapat menguatkan, mendengarkan lebih baik, memelihara jalur komunikasi yang terbuka dengan sebaya, bahagia, dapat mengendalikan emosi negatif, menjadi dirinya sendiri, menunjukkan antusiasme dan kepedulian pada orang lain, serta lebih percaya diri tanpa memuji diri sendiri. Anak-anak yang memberikan banyak bantuan (reinforcement) seringkali lebih populer (Santrock, 2002: 347). Begitu juga dengan anak yang dapat mendengarkan degan baik anak-anak lain dan memelihara jalur-jalur komunikasi yang terbuka. Seperti yang dikemukakan oleh Kenned (dalam Santrock, 2002: 347) hasil dari suatu studi, anak-anak yang populer cenderung berkomunikasi secara lebih jelas, dapat menarik perhatian, dan lebih memelihara percakapan dengan teman-teman sebayanya dibanding dengan anak-anak yang tidak populer. b. Accepted
Anak yang accepted disukai oleh sebagian besar anggota kelompok. Status anak accepted kurang terjamin dibandingkan dengan status star. Anak accepted dapat kehilangan status tersebut jika anak terus-menerus melakukan atau mengatakan sesuatu yang menentang anggota kelompok. Anak dalam
38
kategori ini sama dengan anak yang mendapat status sebaya sebagai anak rata-rata. Anak rata-rata ini adalah anak yang menerima nominasi positif dan negatif rata-rata dari sebayanya untuk diterima secara umum. Anak memiliki banyak teman, namun tidak sebanyak anak-anak populer.
c. Isolate
Anak isolate tidak mempunyai sahabat diantara teman sebayanya. Hanya sedikit anak yang termasuk dalam kategori ini. Ada dua jenis anak kategori isolate yaitu voluntary isolate dan involuntary isolate. Voluntary isolate adalah anak yang menarik diri dari kelompok karena kurang memiliki minat untuk menjadi anggota kelompok atau untuk mengikuti aktivitas kelompok. Sebaliknya, anak involuntary isolate adalah anak yang ditolak oleh kelompok meskipun anak ingin menjadi anggota kelompok tersebut. Anak involuntary isolate yang subjektif mungkin beranggapan bahwa dia tidak dibutuhkan dan menjauhkan diri dari kelompok sedangkan anak involuntary isolate yang objektif benar-benar ditolak oleh kelompok. Anak dalam kategori ini sama dengan anak yang mendapat status sebaya sebagai anak yang ditolak.
Anak yang ditolak adalah anak yang jarang dinominasikan sebagai sahabat dan dibenci secara aktif oleh sebayanya. Anak-anak yang ditolak seringkali memiliki masalah penyesuaian yang lebih serius dibanding anak-anak yang diabaikan. Hal ini sejalan dengan Santrock (2002: 347) yang mengungkapkan bahwa anak-anak yang ditolak adalah anak-anak yang tidak disukai oleh teman-teman sebayanya karena cenderung lebih bersifat mengganggu dan agresif dibanding dengan anak-anak yang diabaikan. Seperti yang dikemukakan oleh
39
Buhs & Ladd (dalam Santrock, 2007: 211) suatu studi terbaru menemukan bahwa di TK, anak-anak yang ditolak oleh sebayanya cenderung kurang terlibat dalam partisipasi di kelas, lebih cenderung mengutarakan keinginan untuk menghindari sekolah, dan cenderung lebih sering merasa kesepian dibanding anak-anak yang diterima oleh teman-teman sebayanya.
d. Fringer
Fringer adalah anak yang terletak pada garis batas penerimaan. Anak berada pada posisi genting karena anak dapat kehilangan penerimaan yang diperoleh melalui tindakan atau ucapan tentang sesuatu yang dapat menyebabkan kelompok berbalik menentangnya. Anak dalam kategori ini sama dengan anak yang mendapat status sebaya sebagai anak yang diabaikan. Anak yang diabaikan adalah anak yang jarang dinominasikan sebagai sahabat tetapi tidak dibenci oleh sebayanya. Anak yang diabaikan terlibat dalam tingkat interaksi yang rendah dengan sebayanya dan sering digambarkan sebagai seorang yang pemalu oleh sebaya. Anak-anak yang diabaikan ini menerima sedikit perhatian dari teman-teman sebayanya, tetapi bukan berarti anak tidak disukai oleh teman-teman-teman-teman sebayanya (Santrock, 2002: 347).
e. Climber
Anak climber diterima dalam suatu kelompok tetapi ingin memperoleh penerimaan yang secara sosial lebih disukai. Posisinya genting karena anak mudah kehilangan penerimaan yang telah diperolehnya dalam kelompok semula dan mudah mengalami kegagalan untuk memperoleh penerimaan dalam kelompok yang baru jika anak melakukan atau mengatakan sesuatu yang
40
bertentangan dengan anggota kedua kelompok tersebut. Anak dalam kategori ini sama dengan anak dalam kategori fringer yang mendapat status sebaya sebagai anak yang diabaikan.
f. Neglected
Neglected adalah anak yang tidak disukai tetapi juga tidak dibenci. Anak neglected diabaikan karena pemalu, pendiam, dan tidak termasuk kategori tertentu. Anak hampir tidak memberikan apa-apa sehingga anggota kelompok mengabaikannya. Anak dalam kategori ini sama dengan anak yang mendapat status sebaya sebagai anak yang kontroversial. Anak kontroversial adalah anak yang sering dinominasikan sebagai teman baik seseorang tetapi juga sebagai orang yang tidak disukai. Anak kontroversial memiliki banyak ciri pada anak populer maupun anak yang ditolak. Oleh karena itu, sebagian teman menyukainya dan sebagian lagi tidak menyukainya.
Pada dasarnya kategori penerimaan sosial menurut Hurlock (2000) dan status sebaya menurut para ahli dalam Santrock (2002) memilliki kesamaan. Kategori penerimaan sosial tersebut memiliki kesamaan ciri pada anak yang disukai maupun yang tidak disukai. Star sama dengan populer, accepted sama dengan rata-rata, isolate sama dengan ditolak, neglected sama dengan diabaikan serta fringer dan climber merupakan bagian dari kontroversi.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa anak mendapat status penerimaan dari teman sebayanya sesuai dengan kategori penerimaan sosial yang diperoleh anak. Anak yang diterima oleh teman sebayanya adalah anak yang dapat menguatkan, mendengarkan lebih baik, memelihara jalur
41
komunikasi yang terbuka dengan sebaya, bahagia, dapat mengendalikan emosi negatif, menjadi dirinya sendiri, menunjukkan antusiasme dan kepedulian pada orang lain, lebih percaya diri tanpa memuji diri sendiri, memberikan banyak bantuan, mendengarkan degan baik anak-anak lain berkomunikasi secara lebih jelas, dapat menarik perhatian, dan lebih memelihara percakapan dengan teman-teman sebayanya. Anak yang ditolak adalah anak yang cenderung lebih bersifat mengganggu dan agresif, kurang terlibat dalam partisipasi di kelas atau kurang aktif, terlibat dalam tingkat interaksi yang rendah dengan sebayanya, pemalu, dan pendiam.