BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.3 Hasil Tambahan Penelitian
4.3.2 Kategorisasi Skor Kepercayaan Subjek Penelitian
Kategorisasi skor kepercayaan terhadap dokter di luar negeri dan dokter lokal pada subjek penelitian dapat diperoleh melalui uji signifikansi perbedaan antara mean empirik dan mean hipotetik (Azwar , 2000). Kepercayaan terhadap dokter di luar negeri dan dokter lokal terdiri dari dua skala masing-masingnya yaitu interpersonal trust yang terdiri dari 10 aitem dan institutional trust yang terdiri dari 11 aitem. Kedua skala ini memiliki 5 pilihan jawaban yang nilainya bergerak dari 1 sampai 5. Perbandingan mean empirik dan mean hipotetik dapat dilihat dari tabel 19.
Tabel 19 Perbandingan Mean Empirik Dan Mean Hipotetik Pada Data Kepercayaan Subjek Penelitian Terhadap Dokter Di Luar Negeri dan Dokter
Lokal Secara Keseluruhan, Interpersonal Trust, dan Institutional Trust
Variabel Dokter Mean Empirik (M) SD Mean Hipotetik (M) SD
Kepercayaan Keseluruhan Luar Negeri 79,32 8,026 63 21
Lokal 61,13 12,807 63 21
Interpersonal Trust Luar Negeri 38,48 4,058 30 6,67
Lokal 29,80 6,367 30 6,67
Institutional Trust Luar Negeri 40,84 4,832 33 7,34
Lokal 31,33 7,278 33 7,34
Pada tabel 19 terlihat bahwa kepercayaan subjek penelitian terhadap dokter di luar negeri lebih tinggi dari yang diperkirakan oleh alat ukur dengan
µ
E >µH
(79,32 > 63), sedangkan kepercayaan subjekpenelitian terhadap dokter lokal lebih rendah dari yang diperkirakan oleh alat ukur dengan
µ
E <µ
H (61.13 < 63). Berdasarkan interpersonal trust,kepercayaan subjek penelitian terhadap dokter di luar negeri lebih tinggi dari yang diperkirakan oleh alat ukur dengan
µ
E >µ
H (38,48 > 30),sedangkan kepercayaan subjek penelitian terhadap dokter lokal berdasarkan interpersonal trust lebih rendah dari yang diperkirakan oleh alat ukur dengan
µ
E <µ
H (29,80 < 30).Selain itu, berdasarkan institutional trust, kepercayaan subjek penelitian terhadap dokter di luar negeri lebih tinggi dari yang diperkirakan oleh alat ukur dengan
µ
E >µ
H (40,84 > 33), sedangkankepercayaan subjek penelitian terhadap dokter lokal berdasarkan institutional trust lebih rendah dari yang diperkirakan oleh alat ukur dengan
µ
E <µ
H (31,33 < 33).Tabel 20 Perbandingan Mean Empirik Dan Mean Hipotetik Berdasarkan Dimensi Fidelity, Competence, Honesty, dan Global Trust Pada Data Kepercayaan Subjek
Penelitian Terhadap Dokter Di Luar Negeri dan Dokter Lokal Secara Keseluruhan, Interpersonal Trust, dan Institutional Trust
Dokter Luar Negeri
Variable Kepercayaan Dimensi Kepercayaan Mean Empirik (M) Mean Hipotetik (M) Kepercayaan Keseluruhan Fidelity 14.96 12 Competence 19.63 15 Honesty 11.81 9 Global Trust 32.93 27 Interpersonal Trust Fidelity 7,66 6 Competence 11,87 6 Honesty 4,10 6 Global Trust 14,85 15 Institutional Trust Fidelity 7,30 6 Competence 7,76 9 Honesty 7,70 3 Global Trust 18,08 12 Dokter Lokal Variable Kepercayaan Dimensi Kepercayaan Mean Empirik (M) Mean Hipotetik (M) Kepercayaan Keseluruhan Fidelity 11.85 12 Competence 14.70 15 Honesty 9.18 9 Global Trust 25.41 27 Interpersonal Trust Fidelity 6.26 6 Competence 8.90 6 Honesty 3.18 6 Global Trust 11.46 15 Institutional Trust Fidelity 5.58 6 Competence 5.80 9 Honesty 6.00 3 Global Trust 13.95 12
Pada tabel 20 dapat diketahui bahwa kepercayaan subjek penelitian kepada dokter di luar negeri baik keseluruhan, interpersonal trust, dan institutional trust ditinjau dari 4 dimensi kepercayaan secara umum lebih tinggi dari yang diperkirakan oleh alat ukur. Meskipun begitu, jika ditinjau dari per dimensi kepercayaan subjek penelitian terhadap dokter di luar negeri ditemukan bahwa dimensi honesty pada
variabel interpersonal trust ternyata lebih rendah dari yang diperkirakan alat ukur dimana
µ
E <µ
H (4,10< 6). Hal yang sama juga ditemukan padadimensi competence pada variabel institutional trust, kepercayaan subjek penelitian terhadap dokter di luar negeri lebih rendah diperkirakan oleh alat ukur (
µ
E <µ
H : 7,76< 9).Dari tabel juga dapat diketahui bahwa kepercayaan subjek penelitian terhadap dokter lokal baik keseluruhan, interpersonal trust, dan institutional trust ditinjau dari 4 dimensi kepercayaan umumnya lebih rendah dari yang diperkirakan oleh alat ukur. Meskipun begitu, jika ditinjau dari per dimensi kepercayaan subjek penelitian terhadap dokter lokal ditemukan bahwa dimensi honesty pada variable kepercayaan keseluruhan lebih tinggi dari yang diperkirakan oleh alat ukur dengan
µ
E>
µ
H (9,18> 9). Begitu juga dimensi fidelity dan competence padavariabel interpersonal trust, kepercayaan subjek terhadap dokter lokal lebih tinggi dari yang diperkirakan alat ukur dimana perbandingan mean empirik dan mean hipotetik pada dimensi fidelity yaitu
µ
E >µ
H (6,26>6) dan dimensi competenceyaitu µE >
µ
H (8,90> 6). Hal yang sama jugaditemukan pada dimensi honesty dan global trust di variabel institutional trust, kepercayaan subjek penelitian pada dokter lokal juga lebih tinggi dari yang diperkirakan alat ukur, dimana perbandingan mean empirik dan mean hipotetik pada dimensi honesty yaitu
µ
E >µ
H (6,00> 3) danDengan begitu dapat disimpulkan bahwa meskipun pada umumnya kepercayaan subjek penelitian lebih tinggi terhadap dokter di luar negeri, namun jika dilihat pada masing-masing dimensi kepercayaan maka kepercayaan subjek pada dimensi honesty divariabel interpersonal trust dan dimensi competence divariabel institutional trust lebih rendah dari yang diperkirakan alat ukur. Begitu pula pada dokter lokal, meskipun pada umumnya kepercayaan subjek penelitian lebih rendah terhadap dokter lokal, namun jika dilihat pada masing-masing dimensi kepercayaan maka kepercayaan subjek pada dimensi honesty divariabel kepercayaan keseluruhan, dimensi fidelity dan competence divariabel interpersonal trust, serta dimensi honesty dan global trust divariabel institutional trust lebih tinggi dari yang diperkirakan alat ukur.
4.3.3Pengkategorisasian Kepercayaan Subjek Penelitian Terhadap Dokter Di Luar Negeri dan Dokter Lokal
Pada penelitian ini, kategorisasi kepercayaan diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu: tinggi, sedang, dan rendah. Rumusan untuk melakukan klasifikasi kepercayaan disajikan pada tabel 21
Tabel 21 Rumus Pengkategorisasian Data Kepercayaan Subjek Penelitian Terhadap Dokter Di Luar Negeri Dan Dokter Lokal
Rumus Kategori
X < (µ - 1,0 σ) Rendah (µ - 1,0 σ) ≤ X < (µ + 1,0 σ) Sedang
Keterangan tabel 21:
X : Skor yang didapatkan oleh subjek µ : Mean hipotetik alat ukur kepercayaan
σ : Standard deviasi
Berdasarkan kategorisasi norma, skor mean dan standar deviasi yang ada pada tabel 19 di atas, maka diperoleh penggolongan kepercayaan serta frekuensi subjek dalam setiap kategori sebagaimana yang diperlihatkan pada tabel 22.
Tabel 22 Pengkategorisasian Data Kepercayaan Subjek Penelitian Terhadap Dokter Di Luar Negeri dan Dokter Lokal Pada Kepercayaan Keseluruhan,
Interpersonal Trust, dan Institurional Trust
Variabel Dokter Rentang Skor Kategorisasi Frekuensi
(N) Persentase (%) Kepercayaan Keseluruhan Luar Negeri X < 42 Rendah - - 42 ≤ X < 84 Sedang 116 73 % X ≥ 84 Tinggi 43 27 % Jumlah 159 100 % Lokal X < 42 Rendah 11 6.9 % 42 ≤ X < 84 Sedang 143 89.9 % X ≥ 84 Tinggi 5 3.1 % Jumlah 159 100 % Interpersonal Trust Luar Negeri X < 23,4 Rendah - - 23,4 ≤ X < 36,67 Sedang 39 24,53 % X ≥ 36,67 Tinggi 120 75,47 % Jumlah 159 100 % Lokal X < 23,4 Rendah 28 17,61 % 23,4 ≤ X < 36,67 Sedang 106 66,67 % X ≥ 36,67 Tinggi 25 15,72 % Jumlah 159 100 % Institutional Trust Luar Negeri X < 25,7 Rendah - - 25,7 ≤ X < 40,3 Sedang 61 38,36 % X ≥ 40,3 Tinggi 98 61,64 % Jumlah 159 100 % Lokal X < 25,7 Rendah 35 22,01 % 25,7 ≤ X < 40,3 Sedang 111 69,81 % X ≥ 40,3 Tinggi 13 8,18 % Jumlah 159 100%
Pada tabel 22 dapat dilihat bahwa kepercayaan subjek penelitian terhadap dokter di luar negeri dan dokter lokal secara keseluruhan berada pada kategori sedang. Dimana 116 orang (73%) memiliki level kepercayaan yang sedang terhadap dokter di luar negeri dan 143 orang (89,9%) memiliki level kepercayaan sedang terhadap dokter lokal.
Selanjutnya berdasarkan interpersonal trust dan institutional trust, kepercayaan subjek penelitian terhadap dokter di luar negeri berada pada kategori tinggi dimana 120 orang (75,47%) memiliki level kepercayaan tinggi terhadap dokter di luar negeri berdasarkan interpersonal trust dan 98 orang (61,64%) memiliki level kepercayaan tinggi terhadap dokter di luar negeri institutional trust. Sedangkan terhadap dokter lokal, kepercayaan subjek penelitian berada pada kategori sedang baik berdasarkan interpersonal trust dan institutional trust, dimana 106 orang (66,67%) memiliki level kepercayaan sedang pada dokter lokal berdasarkan interpersonal trust dan 111 orang (69,81%) memiliki level kepercayaan sedang pada dokter lokal berdasarkan institutional trust.
4.3.4 Perbedaan Kepercayaan Subjek Penelitian Terhadap Dokter Di Luar Negeri Dan Dokter Lokal Ditinjau Dari Jenis Kelamin
Sebelum dilakukan pengujian hipotesis untuk membedakan kepercayaan berdasarkan jenis kelamin, maka terlebih dahulu dilakukan uji homogenitas. Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui apakah
populasi sampel penelitian adalah homogen. Pengukuran homogenitas dilakukan dengan ANOVA melalui Levene Statistic. Setelah diperoleh data yang homogen, maka selanjutnya dilakukan uji perbedaan dengan menggunakan Independent Samples T-Test. Berikut ini adalah uji Levene Statistic untuk mengetahui homogenitas dalam data kelompok subjek penelitian. Kaidah yang digunakan adalah jika nilai signifikansi p>0,05 maka data kelompok subjek homogen sedangkan jika p<0,05 maka data kelompok subjek tidak homogen. Berikut hasil perhitungannya pada tabel 23.
Tabel 23 Analisis Uji Homogenitas Data Subjek Penelitian Terhadap Dokter Di Luar Negeri Dan Dokter Lokal Berdasarkan Jenis Kelamin
Sasaran Kepercayaan Subjek Penelitian
Kelompok Subjek Berdasarkan Jenis Kelamin
Levene Statistic Sig. Dokter di luar negeri perempuan
0,146 0,703 laki-laki
Dokter Lokal perempuan
2,479 0,117 laki-laki
Tabel 23 menunjukkan hasil dari uji homogenitas dari data 2 kelompok subjek penelitian yaitu perempuan dan laki-laki. Pada tabel juga dapat diketahui bahwa nilai signifikansi dari hasil uji homogenitas pada data kedua kelompok subjek penelitian terhadap dokter di luar negeri adalah 0,703 dan nilai signifikansi hasil uji homogenitas terhadap dokter lokal yaitu sebesar 0,117. Sehingga dapat dikatakan bahwa data dari kedua kelompok subjek penelitian bersifat homogen karenap>0,05.
Tabel 24 Hasil Analisis Data Kepercayaan Subjek Penelitian Pada Dokter Di Luar Negeri Berdasarkan Jenis Kelamin
Mean, t-test, sig. (2-tailed)
Kepercayaan Terhadap Dokter di Luar Negeri
Kepercayaan Terhadap Dokter Lokal Jenis kelamin Jenis kelamin Perempuan Laki-laki Perempuan Laki-laki
Mean 80,24 77,07 61,34 60,63
t 2,291 0,314
Sig.. (2-tailed) 0,023 0,754
Pada tabel 24 dapat dilihat bahwa ada perbedaan kepercayaan subjek penelitian terhadap dokter di luar negeri berdasarkan jenis kelamin dengan t = 2,291, p<0,05 dimana perempuan memiliki level kepercayaan yang lebih tinggi dari pada laki-laki yang dapat dilihat dari skor mean perempuan (M=80,24) dan laki-laki (M=77,07).
4.3.5Perbedaan Kepercayaan Subjek Penelitian Terhadap Dokter Di Luar Negeri Dan Dokter Lokal Ditinjau Dari Usia
Tabel 25 merupakan tabel analisis uji homogenitas pada subjek penelitian yang dikelompokkan berdasarkan usia.
Tabel 25 Analisis Uji Homogenitas Data Subjek Penelitian Terhadap Dokter Di Luar Negeri Dan Dokter Lokal Berdasarkan Usia
Sasaran Kepercayaan Subjek Penelitian Kelompok Subjek Berdasarkan Usia Levene Statistic Sig.
Dokter di luar negeri
usia dewasa awal
0,572 0,566 usia madya
usia lansia
Dokter Lokal
usia dewasa awal
0,331 0,719 usia madya
usia lansia
Tabel 25 menunjukkan hasil uji homogenitas pada 3 kelompok subjek penelitian yang dikategorikan berdasarkan usia, yaitu; subjek usia dewasa awal, subjek usia dewasa madya, dan subjek usia lansia. Pada tabel
juga dapat diketahui bahwa nilai signifikansi dari hasil uji homogenitas pada data ketiga kelompok subjek penelitian terhadap dokter di luar negeri adalah 0,572 dan nilai signifikansi hasil uji homogenitas terhadap dokter lokal yaitu sebesar 0,331. Sehingga dapat dikatakan bahwa data dari ketiga kelompok subjek penelitian bersifat homogen karenap>0,05.
Tabel 26 Hasil Analisis Data Kepercayaan Subjek Penelitian Terhadap Dokter Di Luar Negeri Dan Dokter Lokal Berdasarkan Usia
Mean, t-test, sig. (2-tailed)
Kepercayaan Terhadap Dokter di Luar Negeri
Kepercayaan Terhadap Dokter Lokal
Usia Usia
Dewasa awal Madya Lansia Dewasa awal Madya Lansia
Mean 77,79 80,14 83,17 60,30 61,97 60,75
t 3,156 0,318
Sig.. (2-tailed) 0,045 0,728
Pada tabel 26 dapat diketahui bahwa ada perbedaan kepercayaan subjek penelitian terhadap dokter di luar negeri ditinjau ari usia dengan t = 3,156, p< 0,05 dimana level kepercayaan subjek lansia lebih tinggi dari pada madya dan dewasa awal yang dapat dilihat dari perbedaan skor mean lansia (M=83,17), madya (M=80,14), dan dewasa awal (M=77,79).
4.3.6Gambaran Respon Kepuasan Subjek Penelitian Secara Umum Terhadap Dokter Di Luar Negeri Dan Dokter Lokal
Berdasarkan respon kepuasan subjek penelitian secara umum terhadap dokter di luar negeri dan dokter lokal maka diperoleh data sebagaimana yang tertera pada tabel 27.
Tabel 27 Gambaran Respon Kepuasan Subjek Penelitian Secara Umum Terhadap Dokter Di Luar Negeri Dan Dokter Lokal
Jumlah dan Persentase
Dokter Di Luar Negeri Dokter Lokal
Total
Respon Respon
Puas Tidak puas Puas Tidak puas
Jumlah 155 4 60 99 159
Persentase 97,48 % 2,52 % 37,74 % 62,26 % 100%
Pada tabel 27 diketahui bahwa umumnya subjek penelitian lebih puas dengan dokter di luar negeri dari pada dokter lokal dimana 155 orang (97,48%) menyetakan puas dengan pelayanan dokter luar negeri dan 99 orang (62,26%) menyatakan tidak puas dengan pelayanan dokter lokal
4.3.7Gambaran Respon Kesediaan Subjek Penelitian Untuk Merekomendasikan Dokter Di Luar Negeri Dan Dokter Lokal Kepada Orang Lain
Berdasarkan respon kesediaan subjek penelitian untuk merekomendasikan dokter di luar negeri dan dokter lokal kepada orang lain maka diperoleh data sebagaimana yang tertera pada tabel 28.
Tabel 28 Gambaran Respon Kesediaan Subjek Penelitian Untuk
Merekomendasikan Dokter Di Luar Negeri Dan Dokter Lokal Kepada Orang Lain
Jumlah dan Persentase
Dokter Di Luar Negeri Dokter Lokal
Total
Respon Respon
Ya Tidak Ya Tidak
Jumlah 151 8 66 93 159
Persentase 94,97 % 5,03 % 41,51 % 58,49 % 100%
Pada tabel 28 diketahui bahwa umumnya subjek penelitian menyatakan lebih bersedia untuk merekomendasikan dokter di luar negeri kepada orang lain dari pada dokter lokal dimana 151 orang (94,97%) menyatakan bersedia merekomendasikan dokter luar negeri dan 93 orang
(58,49%) menyatakan tidak mau merekomendasikan dokter lokal kepada orang lain.
4.3.8Gambaran Respon Kesediaan Subjek Penelitian Untuk Mengikuti, Menaati Instruksi Atau Saran Dokter Di Luar Negeri Dan Dokter Lokal
Berdasarkan respon kesediaan subjek penelitian untuk mengikuti, menaati instruksi atau saran dokter di luar negeri dan dokter lokal, maka diperoleh data sebagaimana yang tertera pada tabel 29.
Tabel 29 Gambaran Respon Kesediaan Subjek Penelitian Untuk Mengikuti, Menaati Instruksi Atau Saran Dokter Di Luar Negeri Dan Dokter Lokal
Jumlah dan Persentase
Dokter Di Luar Negeri Dokter Lokal
Total
Respon Respon
Ya Tidak Ya Tidak
Jumlah 156 3 96 63 159
Persentase 98,11 % 1,89 % 60,38 % 39,62 % 100%
Pada tabel 29 diketahui bahwa subjek penelitian bersedia mengikuti, menaati instruksi atau saran dokter di luar negeri dan dokter lokal dimana 156 orang (98,11%) menyatakan bersedia mengikuti, menaati instruksi atau saran dokter di luar negeri dan 96 orang (60,38%) menyatakan bersedia mengikuti, menaati instruksi atau saran dokter lokal.
4.3.9Gambaran Respon Pasien Terhadap Pelayanan Dokter di Luar Negeri dan Dokter di Indonesia Berdasarkan Dimensi Fidelity, Competence, Honesty, dan Global Trust
Tabel 30 Gambaran Respon Pasien Terhadap Pelayanan Dokter di Luar Negeri dan Dokter di Indonesia Berdasarkan Dimensi Fidelity, Competence, Honesty, dan Global Trust
Dimensi Perbedaan Berdasarkan Dimensi
Dokter luar Jumlah
pasien
Dokter lokal Jumlah
pasien
Fidelity (Positif)
- Dokter bertanggung jawab
- Dokter mau mendengar keluhan pasien - Dokter memantau kondisi pasien
- Dokter serius dan fokus dalam memberi pelayanan kepada pasien - Dokter peduli dan perhatian kepada pasien
- Dokter tidak memanfaatkan kondisi pasien yang rentan untuk kepentingan pribadi 1 3 8 7 16 5 (Negatif) - Dokter tidak memanusiakan pasien
- Dokter kurang mau mendengar keluhan pasien - Dokter kurang memantau kondisi pasien - Dokter tidak serius menangani pasien
- Dokter kurang peduli dan kurang perhatian kepada pasien - Dokter memanfaatkan kondisi pasien yang rentan untuk
kepentingan pribadi
- Pelayanan yang diberikan dokter pilih kasih
(positif) - Dokter peduli kepada pasien
- Dokter serius menangani pasien
6 1 1 2 10 16 6 1 1 Honesty (positif)
- Dokter jujur dengan kemampuan yang dimilikinya
- Dokter bersedia memberitahu informasi mengenai penyakit pasien dengan rinci
- Dokter jujur dan terbuka kepada pasien
3 8
2
(negatif) - Dokter kurang jujur
- Dokter tidak transparan dan kurang menjelaskan dengan rinci kondisi pasien
- Dokter tidak mau merujuk pasien kepada dokter yang ahli dan tetap memberikan pengobatan
2 5
2
Competence Kompetensi komunikasi:
(positif)
- Dokter melakukan diskusi terbuka kepada pasien - Kualitas komunikasi antara pasien dan dokter baik
3 3
Kompetensi komunikasi: (negatif)
- Komunikasi antara pasien dan dokter cenderung dokter center - Komunikasi pasien dan dokter kurang lancar
1 2
Kompetensi interpersonal (positif)
- Dokter ramah dan baik melayani pasien
- Dokter sabar memberi penjelasan kepada pasien - Kooperatif
- Dokter mampu menciptakan rasa nyaman kepada pasien
Kompetensi skill (positif) - Dokter teliti
- Dokter hati-hati dalam melakukan diagnosa - Pelayanan yang diberikan cepat dan tepat sasaran - Dokter terpercaya dan professional
16 1 1 1 7 5 26 13 Kompetensi interpersonal (positif)
- Dokter ramah dan sabar melayani pasien
(negatif) - Sikap dokter kasar kepada pasien
- Hubungan antara pasien dan dokter kurang baik - Dokter bersikap tidak ramah
Kompetensi skill (negatif) - Dokter kurang teliti
- Dokter kurang hati-hati dalam melakukan diagnosa - Pelayanan yang diberikan lama dan tidak tepat sasaran - Dokter kurang berkompetensi dan diragukan
(positif) - Dokter berkompeten dan professional
1 1 2 2 10 15 14 6 6 Global Trust (positif)
- Pasien merasa yakin dan aman ketika berobat dengan dokter - Pasien nyaman dengan pelayanan dokter dan tidak merasa khawatir - pasien menyatakan bahwa dokter tau apa yang terbaik untuknya - pasien merasa lebih percaya dengan dokter
2 5 5 2
(negatif)
- Pasien merasa kurang nyaman dan khawatir berobat dengan dokter
- Pasien kurang percaya dan ragu dengan dokter
(positif) - Pasien nyaman berobat dengan dokter
3
2
Pada tabel 30 dapat diketahui gambaran respon subjek penelitian terhadap dokter di luar negeri dan dokter lokal yang dikategorisasikan berdasarkan 4 dimensi kepercayaan. Berikut adalah respon subjek penelitian terhadap dokter di luar negeri berdasarkan dimensi fidelity yaitu dokter bertanggung jawab, dokter mau mendengar keluhan pasien, dokter memantau kondisi pasien, dokter serius dan fokus dalam memberi pelayanan kepada pasien, dokter peduli dan perhatian kepada pasien, dan dokter tidak memanfaatkan kondisi pasien yang rentan untuk kepentingan pribadi. Dimensi honesty yaitu dokter jujur dengan kemampuan yang dimilikinya, dokter bersedia memberitahukan informasi mengenai penyakit pasien dengan rinci, dan dokter jujur dan terbuka kepada pasien. Dimensi competence yaitu dokter melakukan diskusi terbuka kepada pasien, kualitas komunikasi antara pasien dan dokter baik, dokter ramah dan baik melayani pasien, dokter sabar memberi penjelasan kepada pasien, kooperatif, dokter mampu menciptakan rasa nyaman kepada pasien, dokter teliti, dokter hati-hati dalam melakukan diagnosa, pelayanan yang diberikan cepat dan tepat sasaran, dan dokter terpercaya dan professional. Dimensi global trust yaitu pasien merasa yakin dan aman ketika berobat dengan dokter, pasien nyaman dengan pelayanan dokter dan tidak merasa khawatir, pasien menyatakan bahwa dokter tau apa yang terbaik untuknya, dan pasien merasa lebih percaya dengan dokter.
Sedangkan respon subjek penelitian terhadap dokter lokal ditinjau dari 4 dimensi kepercayaan yaitu berdasarkan dimensi fidelity, subjek
mengatakan bahwa dokter tidak memanusiakan pasien, dokter kurang mau mendengar keluhan pasien, dokter kurang memantau kondisi pasien, dokter tidak serius menangani pasien, dokter kurang peduli dan kurang perhatian kepada pasien, dokter memanfaatkan kondisi pasien yang rentan untuk kepentingan pribadi, pelayanan yang diberikan dokter pilih kasih, dokter peduli kepada pasien, dan dokter serius menangani pasien. Pada dimensi honesty, subjek mengatakan bahwa dokter kurang jujur, dokter tidak transparan dan kurang menjelaskan dengan rinci kondisi pasien, dan dokter tidak mau merujuk pasien kepada dokter yang ahli dan tetap memberikan pengobatan. Pada dimensi competence, pasien mengatakan bahwa komunikasi antara pasien dan dokter cenderung dokter center, komunikasi pasien dan dokter kurang lancar, dokter ramah dan sabar melayani pasien, sikap dokter kasar kepada pasien, hubungan antara pasien dan dokter kurang baik, dokter bersikap cuek dan tidak ramah, dokter kurang teliti, dokter kurang hati-hati dalam melakukan diagnosa, pelayanan yang diberikan lama dan tidak tepat sasaran, dokter kurang berkompetensi dan diragukan, dan dokter berkompeten dan professional. Terakhir adalah dimensi global trust, subjek menyatakan merasa kurang nyaman dan khawatir berobat dengan dokter, kurang percaya dan ragu dengan dokter, dan nyaman berobat dengan dokter.
4.4 PEMBAHASAN
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan kepercayaan pasien terhadap dokter di luar negeri dan dokter lokal dimana pasien memiliki level kepercayaan yang lebih tinggi kepada dokter di luar negeri dari pada dokter lokal. Adapun beberapa alasan yang dapat menjelaskan hal ini.
Pertama, Hall, Dugan, Zheng, dan Mishra (2001) mengatakan bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi kepercayaan pasien, yaitu: karakteristik pasien, karakteristik dokter, dan faktor situasi serta situasional. Kepercayaan pasien merupakan sikap pasien yang langsung ditujukan kepada karakteristik dokter (Hall, Dugan, Zheng, dan Mishra, 2001). Salah satu karakteristik dokter yang mempengaruhi kepercayaan pasien adalah gaya komunikasi dokter (Hall, Zheng, Dugan, Camacho, Kidd, Mishra, dan Balkrishnan, 2002b). Berdasarkan data kualitatif penelitian, beberapa alasan subjek penelitian yaitu dokter di luar negeri mau melakukan diskusi terbuka dengan pasien yang berarti gaya komunikasi yang terjadi adalah patient centered. Sedangkan gaya komunikasi dokter di Indonesia adalah doctor centered dimana subjek menilai bahwa dokter lokal sering menggunakan hak vetonya dalam memutuskan tindakan medis dan kurang melibatkan pasien. Sarafino (2006) menambahkan bahwa pasien umumnya akan mengekspresikan level kepuasan yang tinggi pada pelayanan dokter jika dokter memiliki gaya komunikasi patient centered.
Kedua, selaras dengan yang dinyatakan Hall, Dugan, Zheng, dan Mishra (2001) dan Hall, Camacho, Dugan, Balkrishnan (2002a) bahwa kepercayaan dan kepuasan memiliki hubungan yang sangat kuat dan juga memiliki hubungan
positif serta berkorelasi tinggi. Dalam hal ini, pasien yang sangat percaya dengan dokter maka pasien tersebut puas dengan pelayanan yang diberikan dokter. Begitupun sebaliknya, pasien yang merasa puas dengan pelayanan yang diterima maka pasien tersebut memiliki kepercayaan yang tinggi terhadap dokter. Pada data penelitian ditemukan bahwa kategori kepercayaan subjek penelitian terhadap dokter luar negeri dan dokter lokal berada pada level sedang. Akan tetapi, tingkat kepuasan subjek terhadap dokter luar negeri lebih tinggi dari pada dokter lokal dimana 155 subjek (97,48%) menyatakan puas dengan pelayanan dokter di luar negeri dan 99 subjek (37,74%) menyatakan puas dengan pelayanan dokter lokal. Hal ini berarti bahwa walaupun level kepercayaan subjek berada pada kategori sedang, subjek memiliki tingkat kepuasan yang lebih tinggi terhadap dokter di luar negeri dan lebih rendah terhadap dokter lokal.
Selanjutnya merujuk pada data yang diperoleh, kepercayaan subjek penelitian umumnya lebih rendah pada dokter lokal. Jika ditelusuri lebih jauh lagi ditemukan bahwa pada dimensi honesty dalam variabel kepercayaan keseluruhan,