• Tidak ada hasil yang ditemukan

KETENTUAN UMUM PERATURAN ZONASI

B. Kawasan Budidaya

B.1. Kawasan Peruntukan Hutan Produksi

Kawasan hutan yang mempunyai fungsi penghasil kayu dan bukan kayu, sebagai daerah resapan air hujan untuk kawasan sekitarnya, membantu penyediaan lapangan kerja bagi masyarakat serta sumber pemasukan bagi daerah.

• diperbolehkan kegiatan yang bersifat mendukung fungsi pokok dari hutan produksi;

• diperbolehkan perubahan peruntukan kawasan hutan maupun perubahan fungsi kawasan hutan dengan syarat harus sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan;

• tidak diperbolehkan kegiatan budidaya yang berpotensi merubah/mengurangi fungsi pokok kawasan dan merubah bentang alam; dan • diperbolehkan penggunaan kawasan hutan

produksi untuk kepentingan pembangunan di luar kegiatan kehutanan dengan syarat hanya untuk kegiatan yang mempunyai tujuan strategis sebagaimana diatur dalam ketentuan peraturan perundangan.

B.2. Kawasan Hutan Rakyat Kawasan hutan yang hak atas atas

tanahnya bukan Negara dan memiliki fungsi memproduksi hasil hutan.

• diperbolehkan pendirian bangunan yang menunjang kegiatan pemanfaatan hasil hutan; • diperbolehkanuntuk kegiatan budi daya non

terbangun dengan syarat tidak merubah fungsi utama; dan

• pembatasan untuk kegiatan budidaya lainnya sesuai dengan peraturan perundangan. B.3. Kawasan Peruntukan Pertanian Kawasan yang diperuntukan bagi

pengembangan kegiatan pertanian pangan

• pemanfaatannya diutamakan untuk kegiatan pertanian pangan yang sesuai;

• diperbolehkan pembangunan sarana dan prasarana penunjang kegiatan pokok/pertanian lahan basah dan/atau lahan kering;

• diperbolehkan pembangunan sarana kegiatan produksi dan pengolahan yang terkait dengan fungsi utama dengan syarat tidak merubah fungsi utama;

• diperbolehkan kegiatan pembangunan di luar kegiatan pertanian dengan syarat hanya kegiatan pembangunan yang memiliki tujuan strategis serta sesuai dengan kriteria dan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku;

• diperbolehkan kegiatan pembangunan perumahan bagi penduduk asli/petani dengan syarat

POLA RUANG WILAYAH

KABUPATEN SERANG DESKRIPSI

KETENTUAN UMUM PERATURAN ZONASI

KETENTUAN UMUM KEGIATAN KETERANGAN

intensitas rendah dalam kawasan pertanian lahan basah yang tidak ditetapkan sebagai lahan pertanian pangan berkelanjutan;

• tidak diperbolehkan alih fungsi lahan pada lahan pertanian yang beririgasi teknis dan telah ditetapkan sebagai kawasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan; dan

• proses dan prosedur alih fungsi lahan pertanian harus sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan.

B.4. Kawasan Peruntukan Perkebunan Kawasan yang diperuntukkan bagi tanaman tahunan/perkebunan yang menghasilkan baik bahan pangan maupun bahan baku industri;

• pemanfaatannya diutamakan untuk kegiatan pertanian yang sesuai dengan karakteristik lahan perkebunan;

• diperbolehkan pembangunan sarana dan prasarana penunjang kegiatan pokok/pertanian perkebunan;

• diperbolehkan pembangunan di luar kegiatan pertanian dengan syarat merupakan lahan pertanian tidak produktif yang criteria dan penetapannya harus sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan;

• diperbolehkan pembangunan sarana kegiatan produksi dan pengolahan yang terkait dengan fungsi utama dengan syarat tidak merubah fungsi utama;

• tidak diperbolehkan alih fungsi lahan pada kawasan pertanian yang telah ditetapkan sebagai kawasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan; dan

• proses dan prosedur alih fungsi lahan pertanian harus sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan.

B.5. Kawasan Peruntukan Perikanan Kawasan yang diperuntukkan bagi perikanan baik berupa kegiatan budidaya perikanan, pengolahan hasil perikanan maupun penangkapan.

• diperbolehkan untuk permukiman petani dan/atau nelayan dengan kepadatan rendah;

• diperbolehkan untuk kawasan pemijahan dan/atau kawasan sabuk hijau;

• diperbolehkan pembangunan sarana dan prasarana penunjang kegiatan pokok kawasan perikanan;

• diperbolehkan pembangunan sarana kegiatan produksi dan pengolahan yang terkait dengan fungsi utama dengan syarat tidak merubah fungsi utama;

• diperbolehkan pembangunan industri pengolahan ikan;

POLA RUANG WILAYAH

KABUPATEN SERANG DESKRIPSI

KETENTUAN UMUM PERATURAN ZONASI

KETENTUAN UMUM KEGIATAN KETERANGAN

• diperbolehkan pembangunan di luar kegiatan perikanan dengan syarat sesuai ketentuan peraturan perundangan;

• pemanfaatan sumber daya perikanan agar tidak melebihi potensi lestari; dan

• menentukan wilayah perairan dan batas dari masing-masing wilayah pengelolaan perikanan. B.6. Kawasan Peruntukan

Pertambangan

Kawasan yang diperuntukkan bagi kegiatan pertambangan, baik yang wilayah sedang maupun akan segera dilakukan kegiatan pertambangan.

• pemanfaatan ruang di kawasan pertambangan harus sesuai dengan fungsi pokok dari kegiatan pertambangan;

• diperbolehkan pembangunan sarana prasarana penunjang kegiatan pertambangan;

• tidak diperbolehkan pemanfaatan ruang yang mengganggu fungsi kawasan lindung atau fungsi budidaya lainnya di sekitar kawasan

pertambangan;

• pelaksanaan kegiatan penambangan harus sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan; • wajib melaksanakan reklamasi pada lahan-lahan

bekas galian/penambangan;

• melengkapi perizinan sesuai ketentuan peraturan perundangan;

• pengembangan kawasan pertambangan dilakukan dengan mempertimbangkan potensi bahan tambang, kondisi geologi dan geohidrologi dalam kaitannya dengan kelestarian lingkungan; • pengelolaan kawasan bekas penambangan harus

direhabilitasi sesuai dengan zona peruntukan yang ditetapkan, sehingga menjadi lahan yang dapat digunakan kembali sebagai kawasan hijau, ataupun kegiatan budi daya lainnya dengan tetap memperhatikan aspek kelestarian lingkungan hidup;

• pada kawasan yang teridentifikasi keterdapatan minyak dan gas bumi serta panas bumi yang bersifat strategis nasional dan bernilai ekonomi tinggi, sementara lahan pada bagian atas kawasan tersebut meliputi kawasan lindung atau kawasan budi daya sawah yang tidak boleh alih fungsi, maka pengeboran eksplorasi dan/atau eksploitasi minyak dan gas bumi serta panas bumi dapat dilaksanakan, namun harus disertai AMDAL;

• kewajiban melakukan pengelolaan lingkungan selama dan setelah berakhirnya kegiatan penambangan;

POLA RUANG WILAYAH

KABUPATEN SERANG DESKRIPSI

KETENTUAN UMUM PERATURAN ZONASI

KETENTUAN UMUM KEGIATAN KETERANGAN

• tidak diperbolehkan menambang batuan di perbukitan yang di bawahnya terdapat mata air penting atau pemukiman;

• tidak diperbolehkan menambang bongkah-bongkah batu dari dalam sungai yang terletak di bagian hulu dan di dekat jembatan;

• percampuran kegiatan penambangan dengan fungsi kawasan lain diperbolehkan sejauh mendukung atau tidak merubah fungsi utama kawasan;

• penambangan pasir atau sirtu di dalam badan sungai hanya diperbolehkan pada ruas-ruas tertentu yang dianggap tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan; dan • diperbolehkan pembangunan sarana kegiatan

produksi dan pengolahan yang terkait dengan fungsi utama dengan syarat tidak merubah fungsi utama.

B.7. Kawasan Peruntukan Industri Kawasan yang diperuntukkan bagi kegiatan industry, berupa tempat pemusatan industry.

• pemanfaatan ruang untuk kegiatan industri sesuai dengan kemampuan penggunaan teknologi, potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia di wilayah sekitarnya;

• diperbolehkan pembangunan sarana penunjang kegiatan industri seperti pergudangan maupun fasilitas penyimpanan lainnya;

• pembangunan fasilitas pengolahan limbah secara terpadu di kawasan industri/kawasan peruntukan industri;

• pembatasan pembangunan perumahan baru sekitar kawasan peruntukan industri kecuali perumahan untuk pekerja industri; dan • pelaksanaan kegiatan industri harus sesuai

dengan ketentuan peraturan perundangan. B.8. Kawasan Peruntukan Pariwisata Kawasan yang diperuntukkan bagi

kegiatan pariwisata baik yang berupa obyek dan daya tarik wisata maupun sarana prasarana penunjang kegiatan pariwisata.

• diperbolehkan kegiatan yang sesuai dengan fungsi utama kegiatan pariwisata;

• diperbolehkan pembangunan fasilitas penunjang kegiatan pariwisata;

• tidak diperbolehkan kegiatan yang berpotensi merusak atau mengurangi nilai estetika obyek dan daya tarik wisata; dan

• pengembangan sarana dan prasarana untuk keperluan umum harus sesuai dengan peraturan perundangan.

B.9. Kawasan Peruntukan Permukiman Kawasan yang diperuntukkan sebagai lingkungan tempat tinggal dan tempat

• boleh dipergunakan untuk kegiatan sesuai dengan fungsi utamanya beserta kegiatan pendukungnya;

POLA RUANG WILAYAH

KABUPATEN SERANG DESKRIPSI

KETENTUAN UMUM PERATURAN ZONASI

KETENTUAN UMUM KEGIATAN KETERANGAN

kegiatan yang mendukung perikehidupan dan penghidupan masyarakat dikawasan perkotaan dan perdesaan

• boleh dipergunakan untuk pembangunan sarana dan prasarana pendukung kegiatan yang

mempunyai tujuan strategis dan ditetapkan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku; • tidak diperbolehkan kegiatan industri yang

menghasilkan limbah B3; dan

• diperbolehkan untuk kegiatan perdagangan dan jasa.

C. Kawasan Sekitar Prasarana Nasional dan Wilayah di Kabupaten

Dokumen terkait