• Tidak ada hasil yang ditemukan

KAWASAN BUDIDAYA

Dalam dokumen PETA STRUKTUR RUANG -102- (Halaman 46-53)

No. Kawasan Budidaya Lokasi

1 Kawasan Peruntukan Hutan Produksi a. Kawasan hutan produksi terbatas

ditetapkan seluas 466.854 Ha

Setiap kabupaten/kota kecuali Kota Kendari dan Kabupaten Wakatobi

b. Kawasan hutan produksi tetap ditetapkan seluas 404.893 Ha

Setiap kabupaten/kota kecuali Kabupaten Kolaka Utara dan Wakatobi

c. Kawasan hutan produksi yang dapat dikonversi ditetapkan seluas 96.995 Ha

Kabupaten Konawe, Konawe Utara, Bombana, Buton, Muna,

Buton Utara, Kolaka dan

Konawe Kepulauan

2 Kawasan Hutan Rakyat Kabupaten Konawe Selatan,

Buton Utara dan Wakatobi Direncanakan di Kabupaten Konawe

3 Kawasan Peruntukan Pertanian

a. Kawasan pertanian tanaman

pangan dengan komoditi padi sawah, padi ladang dan palawija

Setiap kabupaten/kota

b. Kawasan pertanian hortikultura dengan komoditi tanaman buah-buahan, sayuran, florikultura dan tanaman obat

Setiap kabupaten/kota

c. Kawasan peruntukan perkebunan Setiap kabupaten/kota

d. Kawasan peruntukan peternakan Setiap kabupaten/kota

4 Kawasan Peruntukan Perikanan

a. Kawasan Peruntukan Perikanan Tangkap

1) Kawasan Peruntukan Perikanan Tangkap

Perairan laut di setiap

kabupaten/kota kecuali

Kabupaten Kolaka Timur 2) Sarana dan Prasarana Perikanan

tangkap

Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kendari

b. Kawasan Peruntukan Perikanan Budidaya

1) Budidaya Perikanan :

Budidaya air tawar, air payau dan air laut

-148-

-148-

No. Kawasan Budidaya Lokasi

2) Sarana dan Prasarana Perikanan Budidaya

- Balai Benih Ikan (BBI) Kabupaten Muna, Konawe

Selatan, Kolaka dan Kolaka Timur

- Balai Benih Udang Kabupaten Bombana dan Kota

Kendari

c. Kawasan pengolahan perikanan Setiap kabupaten/kota kecuali

Kabupaten Kolaka Timur

d. Kawasan Minapolitan Nasional Kabupaten Bombana, Kolaka,

Konawe Selatan, Kolaka Utara, Muna, Kota Kendari dan Baubau

e. Kawasan pulau-pulau kecil Setiap kabupaten/kota kecuali

Kabupaten Kolaka Timur 5 Kawasan Peruntukan Pertambangan

a. Wilayah Usaha Pertambangan

(WUP)

Setiap kabupaten/kota kecuali Kabupaten Wakatobi

b. Wilayah Pencadangan Negara (WPN) Kabupaten Buton Utara dengan cadangan tambang Aspal

Kabupaten Konawe dengan

cadangan tambang Nikel

Kabupaten Konawe Selatan

dengan cadangan tambang Nikel Laterit

Kabupaten Muna dengan

cadangan tambang Aspal c. Wilayah Kerja Pertambangan (WKP)

Minyak dan Gas Bumi

1) Rencana Blok Kolaka – Bombana (Bone Bay Block) seluas 4.991

Km2

Perairan laut Teluk Bone di Kabupaten Kolaka dan Bombana 2) Rencana Blok Kolaka – Lasusua

(Bone Bay I Block) seluas 8.044

Km2

Perairan laut Teluk Bone di Kabupaten Kolaka dan Kolaka Utara

3) Rencana Blok Buton I seluas

6.289 Km2

Wilayah daratan dan perairan laut di Kabupaten Buton, Buton Utara, Wakatobi dan Muna

4) Rencana Blok Buton II wilayah daratan dan perairan

laut di Kabupaten Buton dan Kota Baubau

5) Rencana Blok Buton III/Bone

Bay IV Block seluas 8.198 Km2

Perairan laut di bagian Selatan hingga barat daya Pulau Buton 6) Rencana Blok Kabaena/Bone

Bay II Block seluas 8.832

Perairan laut di Kabupaten Buton dan Pulau Kabaena di Kabupaten Bombana

-149-

-149-

No. Kawasan Budidaya Lokasi

6 Kawasan Peruntukan Industri a. Kawasan peruntukan industri

mikro, kecil dan menengah

Setiap kabupaten/kota b. Kawasan peruntukan industri

besar

1) Rencana kawasan industri - Pusat Kawasan Industri

Pertambangan (PKIP)

Kabupaten Konawe Utara, Buton, Bombana, Kolaka dan Kolaka Utara

- Rencana kawasan

industri pengolahan

nikel

Malapulu Kabupaten Bombana

2) Rencana kawasan industri Kakao

Ladongi Kabupaten Kolaka Timur 3) Rencana kawasan industri

Semen

Kabupaten Muna 4) Rencana kawasan industri

pabrik gula

Kecamatan Kusambi Kabupaten Muna

Kecamatan Moramo Kabupaten

Konawe Selatan 5) Rencana kawasan industri

pengolahan perikanan

Kabupaten Bombana 7 Kawasan Peruntukan Pariwisata

a. Kawasan peruntukan wisata alam

1) Wisata alam pada wilayah perairan laut

Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Wakatobi dan sekitarnya

Kota Kendari meliputi Pantai Toronipa, Pantai Nambo, Pantai Mayaria dan wisata Teluk Kendari

Kota Baubau meliputi Pantai Nirwana, Pantai Lakeba, Pantai Kokalukuna dan perairan laut Pulau Makassar

Kabupaten Buton meliputi Pantai

Jodoh, Pantai Katembe, Pantai

Posuncui, Pantai Kasosona, Pantai Kancinaa, Pantai Hulu Wakoko, Pantai Topawabula, Pantai Banabungi, Pantai Pasir Banabungi, Pantai Sukoa dan Pantai Sangia Waode

Kabupaten Muna meliputi perairan laut Selat Tiworo, Pulau Munante dan Pantai Pasir Putih Walengkabola

Kabupaten Kolaka meliputi Pantai Poturua dan Pantai Malaha

-150-

-150-

No. Kawasan Budidaya Lokasi

Wisata alam pada

wilayah perairan laut

Kabupaten Konawe Selatan meliputi Pulau Hari, Pulau Lara, Pantai Polewali, Pantai Torobulu, Teluk Kolono dan Pantai Pasir Putih Moramo Utara

Kabupaten Kolaka Utara meliputi Pantai Tanjung Tolala, Pantai Tanjung Tobaku, Pantai Pasir Putih Batutoru, Pantai Pasir Putih Lelewawo, Pantai Pasir Putih Pakue dan Pantai Pasir Putih Tolitoli

Kabupaten Konawe meliputi Pantai Bokori, Pantai Toronipa, Pantai Batugong dan gugusan pulau-pulau (Pulau Bokori, Pulau Hari, Pulau Saponda Darat dan Pulau Saponda Laut)

Kabupaten Bombana meliputi Pulau Sagori, Pulau Masudu, Pulau Bakau, Pantai Pajongae, Pulau Motaha, Pulau Basa dan Pulau Mangata Malangke

Kabupaten Konawe Utara meliputi

perairan laut Teluk Lasolo, Pantai

Panggulawu, Pantai Matanggonawe,

Pantai Tanjung Taipa, Pantai Lameruru, Pantai Molore dan Pantai Tondowatu Mataiwoi

Kabupaten Buton Utara meliputi Pantai Membuku, Pantai Bonelipu, wisata Mangrove Teluk Kulisusu dan wisata

bahari Kecamatan Kulisusu dan

Wakorumba Utara

2) Wisata alam pada

wilayah daratan

Kota Kendari meliputi air terjun

Lahundape, agrowisata Nanga-nanga Kota Baubau meliputi Air Terjun Tirta Rimba, Air Terjun Samparona, Air Terjun

Lagaguna, Air Terjun Kantongara,

Permandian Alam Bungi, Gua Lakasa, Gua Ntiti, Gua Kaisabu, Bukit Palatiga dan Kali Baubau

Kabupaten Buton meliputi Air Panas Warede-Rede, Air Panas Kaongkeongkea,

Permandian Benteng Takimpo,

Permandian Winto, Permandian Goa Lakaedu, Permandian Goa Katukotobari,

Permandian Goa Watorumbe dan

-151-

-151-

No. Kawasan Budidaya Lokasi

Wisata alam pada

wilayah daratan

Kabupaten Muna meliputi Permandian Danau Napabale, Permandian Mata Air Kamonu, Permandian Mata Air Fotuno Rete dan Permandian Mata Air Jompi

Kabupaten Kolaka meliputi kawasan

ekowisata Hutan Mangrove,

permandian Air Panas Mangolo,

permandian alam Tamborasi dan permandian Tanjung Kayu Angin Kabupaten Kolaka Timur meliputi Air Terjun Tongauna Puncak Wesalo dan Taman Wisata Batu Lukis

Kabupaten Konawe Selatan meliputi Air Terjun Moramo, Air Terjun Labuan Beropa, Air Terjun Laeya, Air Terjun Baito, Air Terjun Ranomeeto Barat, Air Terjun Gunung Teo, Air Terjun Wolasi, Air Panas Kaindi, Air Panas Lainea, Air Panas Lamokula, Air Panas Amohola, Air Panas Sungai Roda, wisata alam pegunungan Popalia, Gua Kelelawar, wisata pemancingan alam Sungai Konaweha, agrowisata perkebunan dan rencana ekowisata

Kabupaten Kolaka Utara meliputi

Danau Biru/Matandahi, danau

Rantebaru, Air Terjun Sarambu, Air Terjun Batu Tedong, Air Terjun Lapasi-pasi, Pegunungan Mekongga, Goa Lelewao, Goa Arupe, Goa Tinende, Goa Wolatu, Goa Ngapa, Goa Watune, Goa Watuliu, Goa Pasonggi, Goa Kodeoha, Goa Kumapo Kodeoha, Goa Katoi, Goa Datu dan Goa Sarambu Kabupaten Konawe meliputi Air Terjun Larowiu, Air Terjun Anawai, Air Terjun Kumapodahu (Anggaberi) dan Air Terjun Rukuo

Kabupaten Wakatobi meliputi

panorama perbukitan/hutan, goa-goa alam dan hutan bakau

-152-

-152-

No. Kawasan Budidaya Lokasi

Wisata alam pada wilayah daratan Kabupaten Bombana meliputi

Air Terjun Ee Meloro, Air Terjun

Ulungkara, Air Terjun

Sangkona, Air Panas Larete, Gunung Watu Sangia, Purano, Goa Watu Buri, Pantai Tapuahi,

permandian Tahite, Danau

Ponu-Ponu dan Wisata Alam Gunung Tangkeno

Kabupaten Konawe Utara

meliputi Air Terjun Tikumeopu-opua, Air Terjun Boenaga, Air Terjun Matapila, Air Terjun Larowiu, Air Terjun Morende-Rende, Air Panas Wawolesea, Air Terjun Tetewatu, Telaga Tiga Danau Walasolo, Danau Tiga Warna, Gua Kelelawar, Goa Wawontoaho dan wisata satwa Kupu-kupu

Kabupaten Buton Utara

meliputi Mata Air Pasarambo Laea, Mata Air Eengkapala, Mata Air Eenunu, Mata Air Eemoloku, Mata Air Cinariene,

Air Terjun Latambera,

Permandian Matantahi, air

panas dan gua alam

b. Kawasan peruntukan wisata

sejarah dan budaya

1) Wisata sejarah pada cagar

budaya meliputi benda,

bangunan, struktur, situs dan kawasan cagar budaya

Setiap kabupaten/kota

2) Perkampungan tradisional

dengan adat dan tradisi budaya masyarakat yang khas

Setiap kabupaten/kota

3) Kehidupan adat, tradisi

masyarakat dan aktifitas

budaya yang khas serta

kesenian

Setiap kabupaten/kota

c. Kawasan peruntukan wisata

buatan

Setiap kabupaten/kota 8 Kawasan Peruntukan Permukiman

a. Kawasan Peruntukan Permukiman Perkotaan

-153-

-153-

No. Kawasan Budidaya Lokasi

1) Kawasan permukiman

perkotaan didominasi oleh

kegiatan non pertanian

Kawasan perkotaan di setiap kabupaten/kota

2) Permukiman perkotaan

kepadatan tinggi yang

diarahkan pada pembangunan perumahan vertikal

- Permukiman kawasan pusat kota

Kota Kendari dan Baubau

- Rumah Susun Sederhana

Sewa (Rusunawa)

Kota Kendari, Baubau dan Kolaka

Direncanakan di Kabupaten Buton, Bombana dan Kolaka Utara

b. Kawasan Peruntukan Permukiman Perdesaan

Setiap kabupaten/kota

1) Kawasan permukiman

perdesaan didominasi oleh

kegiatan pertanian

Kawasan perdesaan di setiap kabupaten

2) Permukiman transmigrasi Setiap kabupaten/kota kecuali

Kabupaten Wakatobi, Kota

Kendari dan Baubau

3) Permukiman pantai Setiap kabupaten/kota kecuali

Kabupaten Kolaka Timur 9 Kawasan Peruntukan Lainnya

a. Kawasan peruntukan pertahanan dan keamanan

Setiap kabupaten/kota

b. Kawasan peruntukan kepolisian Kawasan Kepolisian Daerah

(POLDA) di Kota Kendari

c. Kawasan perkantoran pemerintah Kawasan perkantoran

pemerintahan provinsi di Kota Kendari

GUBERNUR SULAWESI TENGGARA,

-154-

-154-

LAMPIRAN XX: PERATURAN DAERAH PROVINSI SULAWESI TENGGARA NOMOR 2 TAHUN 2014

TENTANG

RENCANA TATA RUANG WILAYAH PROVINSI SULAWESI TENGGARA TAHUN 2014-2034

Dalam dokumen PETA STRUKTUR RUANG -102- (Halaman 46-53)

Dokumen terkait