• Tidak ada hasil yang ditemukan

B. Usulan Pembiayaan Pembangunan Permukiman

5 Kawasan : Taluk

Bab VII - 32

Kelurahan : Taluk DED Peningkatan Jalan Lingkungan 1 (Rabat Beton) Paket 1,00 50.000.000,00 APBN /APBD 1, 2

Kecamatan : Pariaman Selatan DED Peningkatan Jalan Lingkungan 2 (Rabat Beton) Paket 1,00 50.000.000,00 APBN /APBD 1, 2

N o

Nama Kawasan Indikasi Program /Kegiatan Satuan Vol HPS

Sumber

DED Peningkatan Jalan Lingkungan 3 (Rabat Beton) Paket 1,00 50.000.000,00 APBN /APBD 1, 2

DED Peningkatan Jalan Lingkungan 4 (Rabat Beton) Paket 1,00 50.000.000,00 APBN /APBD 1, 2

Bab VII - 33 7.2 RENCANA PENATAAN BANGUNAN & LINGKUNGAN

7.2.1 Arah Kebijakan dan Lingkup Kegiatan

Penataan bangunan dan lingkungan adalah serangkaian kegiatan yang diperlukan sebagai bagian dari upaya pengendalian pemanfaatan ruang, terutama untuk mewujudkan lingkungan binaan, baik di perkotaan maupun di perdesaan, khususnya wujud fisik bangunan gedung dan lingkungannya.

Kebijakan penataan bangunan dan lingkungan mengacu pada Undang-undang dan peraturan antara lain:

1) UU No.1 tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman UU No. 1

tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman memberikan amanat

bahwa penyelenggaraan penyelenggaraan perumahan dan kawasan

permukiman adalah kegiatan perencanaan, pembangunan, pemanfaatan, dan

pengendalian, termasuk di dalamnya pengembangan kelembagaan,

pendanaan dan sistem pembiayaan, serta peran masyarakat yang terkoordinasi dan terpadu.

Pada UU No. 1 tahun 2011 juga diamanatkan pembangunan kaveling tanah yang telah dipersiapkan harus sesuai dengan persyaratan dalam penggunaan, penguasaan, pemilikan yang tercantum pada rencana rinci tata ruang dan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL).

2) UU No. 28 tahun 2002 tentang Bangunan Gedung

UU No. 28 tahun 2002 memberikan amanat bangunan gedung harus diselenggarakan secara tertib hukum dan diwujudkan sesuai dengan fungsinya, serta dipenuhinya persyaratan administratif dan teknis bangunan gedung.

Persyaratan administratif yang harus dipenuhi adalah:

a. Status hak atas tanah, dan/atau izin pemanfaatan dari pemegang hak atas tanah;

b. Status kepemilikan bangunan gedung; dan c. Izin mendirikan bangunan gedung.

Bab VII - 34 Persyaratan teknis bangunan gedung melingkupi persyaratan tata bangunan dan persyaratan keandalan bangunan. Persyaratan tata bangunan ditentukan pada RTBL yang ditetapkan oleh Pemda, mencakup peruntukan dan intensitas bangunan gedung, arsitektur bangunan gedung, dan pengendalian dampak lingkungan. Sedangkan, persyaratan keandalan bangunan gedung mencakup keselamatan, kesehatan, keamanan, dan kemudahan. UU No. 28 tahun 2002 juga mengamatkan bahwa dalam penyelenggaraan bangunan gedung yang meliputi kegiatan pembangunan, pemanfaatan, pelestarian dan pembongkaran, juga diperlukan peran masyarakat dan pembinaan oleh pemerintah.

3) PP 36/2005 tentang Peraturan Pelaksanaan UU No. 28 Tahun 2002 tentang

Bangunan Gedung

Secara lebih rinci UU No. 28 tahun 2002 dijelaskan dalam PP No. 36 Tahun 2005 tentang peraturan pelaksana dari UU No. 28/2002. PP ini membahas ketentuan fungsi bangunan gedung, persyaratan bangunan gedung, penyelenggaraan bangunan gedung, peran masyarakat, dan pembinaan dalam penyelenggaraan bangunan gedung. Dalam peraturan ini ditekankan pentingnya bagi pemerintah daerah untuk menyusun Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) sebagai acuan rancang bangun serta alat pengendalian pengembangan bangunan gedung dan lingkungan.

4) Permen PU No. 06/PRT/M/2007 tentang Pedoman Umum Rencana Tata

Bangunan dan Lingkungan

Sebagai panduan bagi semua pihak dalam penyusunan dan pelaksanaan dokumen RTBL, maka telah ditetapkan Permen PU No. 06/PRT/M/2007 tentang Pedoman Umum Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan. Dalam peraturan tersebut, dijelaskan bahwa RTBL disusun pada skala kawasan baik di perkotaan maupun perdesaan yang meliputi kawasan baru berkembang cepat, kawasan terbangun, kawasan dilestarikan, kawasan rawan bencana, serta kawasan gabungan dari jenis-jenis kawasan tersebut. Dokumen RTBL yang disusun kemudian ditetapkan melalui peraturan walikota/bupati.

5) Permen PU No.01/PRT/M/2014 tentang Standar Pelayanan Minimal bidang

Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang

Permen PU No: 01 /PRT/M/2014 tentang Standar Pelayanan Minimal bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang mengamanatkan jenis dan mutu pelayanan dasar Bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang yang

Bab VII - 35 merupakan urusan wajib daerah yang berhak diperoleh setiap warga secara minimal. Pada Permen tersebut dilampirkan indikator pencapaian SPM pada setiap Direktorat Jenderal di lingkungan Kementerian PU beserta sektor- sektornya.

7.2.2 Isu Strategis, Kondisi Eksisting, Permasalahan dan Tantangan 7.2.2.1Isu Strategis

Sebagai kota yang tumbuh di wilayah pesisir Kota Pariaman secara signifikan

mengalami pertumbuhan dari setiap tahunnya, dimana perkembangan

pembangunan yang terjadi pada kenyataannya belum sepenuhnya diiringi dengan pengaturan (regulasi) untuk mengimbangi laju pembangunan, sehingga pembangunan sebagian di kawasan ini masih terkesan tumbuh secara sporadis tanpa terkendali.

Pusat Pelayanan Kota, adalah di Wilayah Jati yang berada di Kecamatan Pariaman Tengah dengan fungsi sebagai pengembangan pasar regional dan pasar wisata Kota Pariaman serta kawasan perkantoran dan perumahan yang didukung oleh keberadaan Terminal Regional Jati yang akan dikembangkan pada tahun-tahun mendatang. Fungsi dari Pusat Pelayanan Kota di Kawasan Jati adalah sebagai kawasan perkantoran, perdagangan regional dan permukiman.

Sub pusat pelayanan lingkungan berfungsi sebagai perumahan, perdagangan dan jasa yang melayani sub wilayah kota atau kecamatan, terdiri dari:

• Cubadak Air di Kecamatan Pariaman Utara;

• Kuraitaji di Kecamatan Pariaman Selatan;

• Cubadak Mentawai di Kecamatan Pariaman Timur.

Pusat Lingkungan terdapat di seluruh kelurahan merupakan pusat dari kegiatan masyarakat dalam satu unit lingkungan yang merupakan fungsi dari kegiatan yang melayani kebutuhan penduduk dalam lingkup lingkungan/kawasan.Jenis-jenis kegiatan yang masuk dalam kategori ini sebagian besar berhubungan dengan kegiatan yang menyediakan kebutuhan sehari-hari (pokok) penduduk.Dalam

Bab VII - 36

dikembangkan pada setiap wilayah kelurahan, namun dengan tetap

mempertimbangkan jangkauan skala pelayanan fasilitas yang akan dikembangkan.

7.2.2.2Kondisi Eksisting Penataan Bangunan dan Lingkungan A. Peraturan Daerah

Tabel 7.10

Peraturan Daerah/Peraturan Walikota terkait Penataan Bangunan dan Lingkungan NO. PERDA/Peraturan Gubernur/Peraturan Walikota/Peraturan Bupati/Peraturan lainnya Keterangan

No. Peraturan Perihal Tahun

1. 7 Bangunan Gedung 2013 Perda kota

PP

Dokumen terkait