HASIL DAN PEMBAHASAN
KAYU JATI PERHUTAN
KAYU JATI RAKYAT
Gambar 16 Top of mind produk kayu jati bundar
Berdasarkan (Gambar 16), ternyata merek Kayu Jati Bundar Perum Perhutani menempati posisi puncak dalam top of mind sebanyak 66,7% yang berarti bahwa merek tersebut merupakan merek yang paling banyak diingat oleh pelanggan. Merek Kayu Rakyat juga masuk ke dalam penyebutan top of mind Kayu Jati Bundar walaupun perbedaan persentasenya sangat signifikan dibandingkan dengan merek Perum Perhutani sebanyak 33,3%.
Analisis Brand Recall
Brand recall menggambarkan pengingatan kembali merek yang mencerminkan merek-merek apa yang diingat pelanggan setelah menyebutkan merek yang pertama kali disebut. Brand recall merupakan multi response questions yang menghasilkan jawaban tanpa dibantu (unaided question) (Durianto dkk 2001). Hasil penelitian menunjukkan sebanyak (60%) menyebutkan merek Kayu Jati Bundar Perhutani sebagai merek Kayu Jati Bundar kedua yang mereka ingat setelah menyebutkan merek pertama. Setelah itu diikuti merek kayu jati bundar Rakyat (40%). Pelanggan dapat memberikan lebih dari satu jawaban sesuai dengan ingatannya terhadap merek-merek kayu jati bundar selain yang telah disebutkan pada elemen top of mind. Gambaran selengkapnya dapat dilihat pada (Gambar 17).
Gambar 17 Brand Recall merek Kayu Jati Bundar Analisis Brand Association
Analisis ekuitas merek kedua yaitu menggunakan brand association. Asosiasi merek adalah segala kesan yang muncul dibenak pelanggan yang terkait dengan ingatannya mengenai suatu merek (Durianto dkk 2001). Untuk menguji
33 asosiasi- asosiasi tersebut,maka digunakan metode uji cochran. Hal ini dilakukan untuk mengetahui hubungan asosiasi-asosiasi tersebut yang terdapat pada produk kayu jati bundar Perum Perhutani. Hasil perhitungan brand association dapat dilihat pada Lampiran. Asosiasi-asosiasi yang diuji, yaitu :
1. memiliki keunggulan dibanding produk kayu jati lainnya. 2. memiliki program sertifikasi dan standarisasi produk.
3. Atribut-atribut (kualitas,layanan, status legalitas/sertifikasi) sudah sesuai dengan harganya.
4. kelas mutu dan ukuran kayu jati bundar sudah sesuai permintaan pelanggan. 5. merupakan produsen utama kayu jati bundar di dunia.
6. mudah mengenali produk secara fisik.
7. lebih dikenal sebagai produsen kayu jati dibanding produsen produk lainnya (seperti : wanawisata, kayu rimba, furniture, dll).
8. mampu memasok kayu jati bundar secara berkelanjutan, karena memiliki hutan jati.
9.
Perum Perhutani telah lama memproduksi kayu jati bundar. Uji AsosiasiPengujian asosiasi-asosiasi produk kayu jati bundar melibatkan seluruh pelanggan yaitu sebanyak 24 orang dari lokasi Klender Jakarta. Hasil dapat dilihat dalam (Tabel 7).
Tabel 7 Hasil uji cochran asosiasi produk kayu jati bundar Perum Perhutani
Uji Asosiasi db X2 tabel Cochran’s Q Hasil
1 Asosiasi No.
1,2,3,4,5,6,7,8,9 8 15,507 16,211 Q > X
2
tabel 2 Asosiasi No.1,2,3,4,6,7,8,9 7 14,017 10,925 Q < X2 tabel
Berdasarkan Tabel 7, dapat dilihat bahwa pada tahap ke dua proses pengujian dihentikan karena nilai Q < X2 yang artinya Ho diterima dan dapat disimpulkan bahwa asosiasi yang menjadi brand image dari produk kayu jati bundar Perum Perhutani adalah asosiasi memiliki keunggulan dibanding produk kayu jati lainnya, asosiasi memiliki program sertifikasi dan standarisasi produk, asosiasi atribut-atribut (kualitas,layanan, status legalitas/sertifikasi) sudah sesuai dengan harganya, asosiasi kelas mutu dan ukuran kayu jati bundar sudah sesuai permintaan pelanggan, asosiasi mengenali produk secara fisik,asosiasi lebih dikenal sebagai produsen kayu jati dibanding produsen produk lainnya (seperti : wanawisata, kayu rimba, furniture, dll), asosiasi mampu memasok kayu jati bundar secara berkelanjutan, karena memiliki hutan jati, asosiasi Perum Perhutani telah lama memproduksi kayu jati bundar. Hasil selengkapnya tentang pengujian asosiasi merek produk kayu jati bundar Perum Perhutani dapat dilihat pada Lampiran 10.
Analisis Perceived Quality
Perceived quality dapat didefinisikan sebagai persepsi pelanggan terhadap keseluruhan kualitas atau keunggulan suatu produk atau jasa layanan berkaitan dengan apa yang diharapkan oleh pelanggan (Durianto dkk 2001). Dalam penelitian ini, perceived quality akan diukur dengan skala Semantic Differensial.
34
Analisis atribut pengujian ini menggunakan skala evaluasi enam angka yang berjajar dari 1 sampai 6. Nilai rataan dapat dilihat pada (Tabel 8).
Tabel 8 Rataan atribut perceived quality kayu jati bundar Perum Perhutani
No Atribut Rataan
1. Kayu jati bundar perhutani terjamin mutunya 4,833
2. Tidak ada cacat bentuk pada batang utama kayu jati bundar Perhutani 3,167 3. Tidak ada cacat badan pada batang utama kayu jati bundar Perhutani 3,083 4. Tidak ada cacat bontos pada batang utama kayu jati bundar Perhutani 3,083 5.
Kayu jati bundar Perhutani lebih tahan lama (tahan terhadap rayap, air,
dll) dibanding kayu jati dari produsen lain. 5,041 6.
Umur kayu jati yang diproduksi Perhutani cukup tua, sehingga
menghasilkan warna/corak yang indah. 5,333
7. Ukuran diameter dan panjang kayu jati bundar perhutani sudah tepat 4,625 8.
Harga kayu jati bundar Perhutani bersaing dengan produsen kayu jati
lainnya 4,042
9.
Saya mengetahui promosi/iklan yang dilakukan oleh Perum Perhutani
mengenai kayu jati bundar bagus/menarik 2,500
10.
Saya mengetahui promosi mengenai kayu jati bundar Perhutani jelas
dan lengkap 2,583
11.
Konsumen mudah dalam mendapatkan informasi seputar mutu,
sortimen dan harga kayu jati bundar Perhutani 4,375 12.
Prosedur pembelian kayu jati bundar dengan Perhutani lebih mudah,
sederhana (tidak berbelit), aman dan terjamin 4,625 13. Memiliki saluran penjualan yang baik dan sederhana 4,792
Rentang skala yang digunakan dalam analisis perceived quality adalah sebagai berikut:
1= sangat tidak baik 2= tidak baik 3= kurang baik 4= cukup baik 5= baik
6= sangat baik
Menurut (Tabel 8) dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat enam atribut yang memiliki rentang skala baik (5) yaitu atribut kayu jati bundar perhutani terjamin mutunya, atribut kayu jati bundar Perhutani lebih tahan lama (tahan terhadap rayap, air, dll) dibanding kayu jati dari produsen lain, atribut umur kayu jati yang diproduksi Perhutani cukup tua sehingga menghasilkan warna/corak yang indah, atribut Ukuran diameter dan panjang kayu jati bundar perhutani sudah tepat, atribut Prosedur pembelian kayu jati bundar dengan Perhutani lebih mudah, sederhana (tidak berbelit), aman dan terjamin, dan atribut Memiliki saluran penjualan yang baik dan sederhana.
Selain memiliki enam atribut baik, kayu jati bundar Perum Perhutani juga memiliki nilai rataan tertinggi yaitu berada pada atribut umur kayu jati yang diproduksi Perhutani cukup tua sehingga menghasilkan warna/corak yang indah (5,333). Sedangkan nilai rataan terendah berada pada atribut saya mengetahui promosi/iklan yang dilakukan oleh Perum Perhutani mengenai kayu jati bundar
35 bagus/menarik (2,500). Hasil Grafik skala semantic differential pada (Gambar 18).
36
Brand Loyalty
Sebagai suatu ukuran keterkaitan pelanggan kepada sebuah merek. Ukuran ini mampu memberikan gambaran tentang mungkin tidaknya seorang pelanggan beralih ke merek lain yang ditawarkan oleh kompetitor atau pesaing, terutama jika pada merek tersebut didapati adanya perubahan, baik menyangkut harga ataupun atribut lainnya (Durianto dkk 2001).
Analisis Switcher
Analisis switcher dalam penelitian ini dilakukan untuk mengetahui berapa banyak pelanggan produk kayu jati bundar Perum Perhutani yang termasuk ke dalam switcher. Konteks switcher dalam penelitian ini adalah kepuasan pelanggan kayu jati bundar Perum Perhutani membeli produk kayu jati bundar Perum Perhutani karena faktor harga. Switcher adalah pelanggan yang menjawab “sangat setuju”, ”setuju” dan “cukup setuju”apabila ditanyakan ”Kepuasan anda membeli produk kayu jati bundar Perum Perhutani karena faktor harga?”.
Dari hasil penelitian dengan pelanggan kayu jati bundar Perum Perhutani, jumlah pelanggan yang sensitif terhadap harga dengan sangat setuju, setuju dan cukup setuju kepuasan membeli produk kayu jati bundar Perum Perhutani karena faktor harga sebesar 38% atau 9 orang. Hasil penghitungan switcher produk kayu jati bundar Perum Perhutani dapat dilihat pada Lampiran 11.
Analisis Satisfied Buyer
Analisis satisfied buyer dalam penelitian ini dilakukan untuk mengetahui berapa banyak pelanggan produk kayu jati bundar Perum Perhutani yang termasuk ke dalam satisfied buyer. Konteks satisfied buyer dalam penelitian ini adalah pelanggan produk kayu jati bundar Perum Perhutani yang mendapatkan kepuasan dalam melakukan pembelian. Satisfied buyer adalah pelanggan yang menjawab
“cukup puas”, “puas” dan “sangat puas” apabila ditanyakan “Bagaimana pendapat
anda terhadap kualitas produk kayu jati bundar Perum Perhutani?”.
Dari hasil penelitian dengan pelanggan produk kayu jati bundar Perum Perhutani, jumlah pelanggan yang menemukan kepuasan dalam mengkonsumsi produk tersebut karena kualitas sebesar 87,5% atau 21 orang. Hasil penghitungan satisfied buyer dapat dilihat pada Lampiran 11.
Analisis Liking The Brand
Analisis liking the brand dalam penelitian ini dilakukan untuk mengetahui berapa banyak pelanggan produk kayu jati bundar Perum Perhutani yang termasuk ke dalam liking the brand. Konteks liking the brand dalam penelitian ini adalah pelanggan produk kayu jati bundar Perum Perhutani yang menyukai merek tersebut. Liking the brand adalah pelanggan yang menjawab “cukup setuju”,
“setuju” dan “sangat setuju” apabila ditanyakan “Apakah produk kayu jati bundar
Perum Perhutani akan dijadikan sebagai satu-satunya pilihan yang paling dibeli?”. Dari hasil penelitian dengan pelanggan kayu jati bundar Perum Perhutani, jumlah pelanggan yang mengkonsumsi kayu jati bundar tersebut karena satu- satunya pilihan yang paling dibeli sebesar 75% atau 18 orang. Hasil penghitungan liking the brand dapat dilihat pada Lampiran 11.
37 Analisis Committed Buyer
Analisis committed buyer dilakukan untuk mengetahui berapa banyak pelanggan produk kayu jati bundar Perum Perhutani yang termasuk ke dalam committed buyer. Konteks committed buyer dalam penelitian ini adalah pelanggan kayu jati bundar Perum Perhutani yang merekomendasikan dan mempromosikan merek tersebut ke pihak lain. Committed buyer adalah pelanggan yang menjawab
“sering” dan “selalu” apabila ditanyakan “Apakah anda pernah menyarankan atau mengajak orang lain untuk membeli produk kayu jati bundar Perum Perhutani?”.
Dari hasil penelitian dengan pelanggan produk kayu jati bundar Perum Perhutani, jumlah pelanggan yang menyarankan atau mengajak orang lain untuk membeli produk kayu jati bundar Perum Perhutani sebesar 33% atau 8 orang, Hasil penghitungan committed buyer merek kayu jati bundar Perum Perhutani dapat dilihat pada Lampiran 11.
Piramida Brand Loyalty
Piramida brand loyalty merupakan gambar susunan tingkatan brand loyalty. Piramida tersebut disusun berdasarkan hasil penghitungan analisis switcher, satisfied buyer, liking the brand dan committed buyer. Piramida brand loyalty produk kayu jati bundar Perum Perhutani dapat dilihat pada (Gambar 19).
Gambar 19 Piramida brand loyalty produk kayu jati bundar Perum Perhutani Menurut Durianto, dkk (2001), bagi merek yang memiliki brand equity yang kuat, tingkatan dalam brand loyalty-nya diharapkan membentuk segitiga terbalik, maksudnya makin ke atas makin melebar sehingga diperoleh jumlah committed buyer yang lebih besar daripada switcher. Berdasarkan Gambar 19 terlihat bentuk dengan piramida yang terbalik, hal ini yang menjadi target dari banyak perusahaan. Karena penempatan switcher berada pada tingkat terkecil dan mengerucut dan menempatkan committed buyer pada penempatan yang paling besar piramida, jadi perusahaan dengan brand loyalty yang tinggi akan memiliki konsumen setia yang lebih banyak dibandingkan yang switcher. Hal ini bertujuan agar banyak konsumen yang menjadi setia pada merek yang dipasarkan oleh perusahaan termasuk yang diinginkan oleh kayu jati bundar Perum Perhutani, akan tetapi dapat dilihat bahwa piramida brand loyalty kayu jati bundar Perum Perhutani pada Gambar 19 menunjukan tingkat loyalitas switcher sebesar 38%
Switcher
Satisfied buyer Liking the brand
Committed buyer
38%
87,5%
75% 33%
38
yang memiliki rentang skala cukup baik. Sedangkan pada tingkat liking the brand dan committed buyer menurun, hanya sampai pada tingkatan satisfied buyer yang meningkat 87.5%, pada satisfied buyer termasuk dalam skala sangat baik ini dikarenakan pelanggan merasa puas menggunakan kayu jati bundar Perum Perhutani diantaranya atribut kesan terhadap kualitas produk yang dinilai bagus menurut persepsi pelanggan di tingakatan satisfied buyer yaitu atribut produk terjamin mutunya; produk lebih tahan lama (awet terhadap rayap) dibanding produsen lainnya; umur kayu jati yang diproduksi cukup tua, sehingga menghasilkan warna/corak yang indah; ukuran diameter dan panjang kayu jati bundar sudah tepat; harga bersaing dengan produsen lainnya; prosedur pembelian lebih mudah, sederhana, aman dan terjamin; memiliki saluran penjualan yang baik dan sederhana. Kesan terhadap kualitas yang dipilih kelompok satisfied buyer perlu dipertahankan untuk kepuasan pelanggan.
Menurut Aaker (1997) preferensi konsumen atau pelanggan yang sungguh- sungguh menyukai merek mungkin dilandaskan pada suatu asosiasi; seperti suatu simbol, rangkaian pengalaman dalam menggunakan, atau kesan kualitas (perceived quality) yang tinggi. Jadi, untuk meningkatkan liking the brand yaitu dengan meningkatkan nilai perceived quality dengan meningkatkan nilai dari atribut-atribut perceived quality dan brand image dari atribut brand association. Pada tingkatan liking the brand dan committed buyer menurun, sebelumnya satisfied buyer 87.5% menjadi 75% pada liking the brand dan 33% pada committed buyer, untuk meningkatkan liking the brand dan committed buyer dengan memperbaiki kesan terhadap kualitas produk yang merasa kurang baik menurut persepsi pelanggan dari tingkatan liking the brand dan committed buyer yaitu atribut tidak ada cacat bentuk pada batang utama memiliki skor 3.167 dinilai cukup baik tetapi masih perlu perawatan lebih intensif memperbaiki cacat bentuk pada batang utama, atribut tidak ada cacat badan pada batang utama memiliki skor 3.083 dinilai cukup baik tetapi masih perlu perawatan intensif memperbaiki cacat badan pada batang utama, dan atribut tidak ada cacat bontos pada batang utama memiliki skor 3.083 dinilai cukup baik tetapi masih perlu perawatan intensif memperbaiki cacat bontos pada batang utama.
Tingkat teratas adalah para pelanggan yang setia. Mereka mempunyai suatu kebanggan dalam menemukan atau menjadi pengguna dari suatu merek (Aaker 1997). Dari hasil wawancara, pelanggan kayu jati bundar Perum Perhutani memberikan saran untuk meningkatkan kualitas pelayanan, memberikan spesifikasi kayu jati sesuai keinginan pelanggan, meningkatkan mutu kayu jati bundar meskipun lebih memiliki keunggulan dibandingkan kayu jati merek lain, meningkatkan sarana dan prasarana pengangkutan kayu jati bundar perhutani, meningkatkan produksi dan volume kayu pada saat lelang dan memperhatikan para pedagang kecil. Dengan mendengar keluhan dari para pelanggan nilai committed buyer akan meningkat, agar pelanggan mempunyai suatu kebanggaan dalam menemukan atau menjadi pengguna kayu jati bundar Perum Perhutani. Uji Chi Square
Berdasarkan hasil uji chi square, terdapat korelasi antara kelompok pelanggan dengan tempat terjadinya transaksi pembelian. Hal ini dapat dilihat dari nilai P value (Asymp.Sig) < 10 persen (0,046 < 0,10). Korelasi ini dapat disebabkan karena beberapa hal antara lain sebagai berikut:
39 1. Berdasarkan hasil pengolahan data primer menunjukkan bahwa sebagaian besar kelompok pelanggan pedagang melakukan transaksi pembelian di Kesatuan Bisnis Mandiri (KBM) Jawa Barat.
2. Berdasarkan keterangan kelompok pelanggan tidak memberikan alasan mengapa cenderung banyak memilih transaksi pembelian di KBM Jawa Barat tetapi menurut majalah duta rimba yang diterbitkan Perhutani (2012/03) harga kayu jati di Jawa Barat lebih murah dibandingkan dengan jati yang berasal dari Blora Jawa Tengah. Pada beberapa bagian kayu jati Jawa Barat terdapat warna coklat kemerahan, namun jika dijemur langsung di bawah sinar matahari warna tersebut akan hilang dan berubah coklat keemasan serta hutan dimana pohon jati Jawa Barat tumbuh memiliki struktur tanah yang lebih subur sehingga pertumbuhan pohon sedikit lebih cepat dibandingkan tanah di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur yang banyak mengandung kapur.
3. Pengendalian yang bisa dilakukan yaitu memberikan harga kayu jati yang tidak terlalu mahal, meningkatkan kualitas kayu, tujuannya dapat meningkatkan loyalitas pelanggan
Berdasarkan hasil uji chi square, terdapat korelasi antara persepsi pelanggan terhadap informasi yang diperoleh dari sumber dengan persepsi pelanggan terhadap perbedaan kayu jati bundar yang dipasok dari Perum Perhutani dengan pemasok lainnya. Hal ini dapat dilihat dari nilai P value (Asymp.Sig) < 10 persen (0.000 < 0.10). Korelasi ini dapat disebabkan karena beberapa hal antara lain sebagai berikut:
1. Berdasarkan hasil pengolahan data primer menunjukkan pelanggan yang mendapat informasi dari sumber adalah mengenai kualitas atau mutu kayu jati bundar Perum Perhutani. Pelanggan tersebut mayoritas menjawab mutu sebagai jawaban perbedaan kayu jati bundar yang di pasok dari Perum Perhutani dengan pemasok lain, karena pelanggan telah mengetahui informasi dari sumber mengenai kualitas atau mutu kayu jati bundar Perum Perhutani dan bisa mempersepsikan perbedaan kayu jati bundar Perum Perhutani dengan Pemasok lainnya.
2. Pengendalian yang bisa dilakukan yaitu meningkatkan kualitas atau mutu kayu jati.
Berdasarkan hasil uji chi square, terdapat korelasi antara persepsi pelanggan terhadap pelanggan mendapatkan informasi tentang produk kayu jati bundar dari Perum Perhutani dengan persepsi pelanggan terhadap informasi yang diperoleh dari sumber. Hal ini dapat dilihat dari nilai P value (Asymp.Sig) < 10 persen (0.055 < 0.10). Korelasi ini dapat disebabkan karena beberapa hal antara lain sebagai berikut:
1. Berdasarkan hasil pengolahan data primer menunjukkan informasi yang diperoleh pelanggan mengenai kualitas atau mutu lebih banyak didapat dari teman/kolega bisnis ,karena perbedaan kayu jati bundar Perum Perhutani dengan pemasok lain adalah dari kualitas atau mutu yang lebih unggul. Kedua Informasi yang di peroleh pelanggan mengenai klasifikasi harga lebih banyak didapat dari teman/kolega bisnis karena klasifikasi harga dari Perhutani memiliki harga yang berbeda sesuai dengan tipe mutu, ukuran panjang dan diameter kayu yang di inginkan.
40
Implikasi Manajerial
Dari pembahasan yang telah dikemukakan maka diperoleh beberapa informasi yang berguna dalam memperbaiki elemen-elemen brand equity yang terdiri dari analisis brand awareness, analisis brand association, analisis perceived quality dan analisis brand loyalty. Berdasarkan hasil perceived quality atribut dengan nilai rataan tertinggi adalah atribut umur kayu jati yang diproduksi perhutani cukup tua sehingga menghasilkan warna/corak yang indah dan atribut Kayu jati bundar Perhutani lebih tahan lama (tahan terhadap rayap, air, dll) dibanding kayu jati dari produsen lain, sehingga Perum Perhutani dapat mempertahankan sistem manajemen mutu. Kedua atribut tersebut dapat meningkatkan kepuasan pelanggan terhadap pembelian kayu jati bundar perhutani. Atribut perceived quality paling rendah adalah atribut pelanggan mengetahui promosi/iklan bagus, jelas dan lengkap, karena menurut pelanggan tidak harus memakai promosi/iklan kayu jati bundar Perum Perhutani sudah terbukti kualitas dan mutunya dibandingkan dengan kayu jati bundar lainnya.
Dari hasil saran pelanggan mengenai harga, salah satu pedagang menyarankan agar harga kayu jati bundar perhutani tidak naik, dari beberapa kelompok industri dan beberapa kelompok pengrajin harga kayu jati bundar perhutani jangan terlalu mahal. Mayoritas kelompok industri, kelompok pedagang dan kelompok pengrajin menyarankan agar mutu kayu jati lebih ditingkatkan lagi meskipun kayu jati bundar Perum Perhutani memiliki keunggulan dibandingkan merek kayu jati bundar lainnya. Berikut brand image yang terbentuk dari analisis brand association pada kayu jati bundar Perum Perhutani (Tabel 9).
Tabel 9 Brand image kayu jati bundar Perum Perhutani
Item Perencanaan Pengendalian
I. Atribut brand image
Memiliki keunggulan -Mempertahankan keunggulan seperti kualitas mutu dan produksi pada umur kayu yang tua
- Peningkatan sarana dan prasarana pengangkutan kayu jati bundar perhutani
-Meningkatkan pemeliharaan dan perlindungan hutan kayu jati dengan sistem
manajemen reboisasi
- Mengatur sistem manajemen rantai pasok seperti
menentukan alokasi dan lokasi terminal bahan baku kayu jati untuk
meminimalisasikan biaya total rantai pasok yang terdiri dari biaya pembelian biaya transportasi Memiliki program sertifikasi dan standarisasi produk Mempertahankan kepuasan pelanggan - Mengembangkan sistem manajemen mutu
- tetap melakukan perbaikan terus-menerus
41 Lanjutan Tabel 9
Item Perencanaan Pengendalian
Kualitas kayu dan pelayanan sesuai harga
Meningkatkan
produksi kayu jati dengan benih jati varitas unggul seperti benih jati plus perhutani (jpp)
-Pemeliharaan tanaman
-Rehabilitasi hutan dan lahan
-Sistem manajemen Reboisasi
Menawarkan kelas mutu dan harga sesuai permintaan
Mempertahankan kepuasan pelanggan
-Mengembangkan sistem manajemen mutu dan tetap melakukan perbaikan terus- menerus
Mampu memasok lebih, karena memiliki hutan sendiri
Meningkatkan dan mempertahankan kualitas mutu
-Pemeliharaan tanaman
-Rehabilitasi hutan dan lahan
-Sistem manajemen Reboisasi Telah lama
memproduksi kayu jati bundar
Meningkatkan dan mempertahankan kualitas mutu
-Pemeliharaan tanaman
-Rehabilitasi hutan dan lahan
-Sistem manajemen Reboisasi II.Atribut korelasi
perilaku pelanggan -Kelompok pelanggan dengan tempat terjadi transaksi pembelian - Peningkatan sarana dan prasarana pengangkutan kayu jati bundar perhutani - Memberikan harga
yang sesuai dengan ukuran dan kualitas kayu jati bundar
- Mengatur sistem
manajemen rantai pasok seperti menentukan alokasi dan lokasi terminal bahan baku kayu jati untuk meminimalisasikan biaya total rantai pasok yang terdiri dari biaya pembelian biaya transportasi
- Memberikan harga yang murah pada ukuran jati bundar yang lebih kecil (A1) dan memberikan harga
tinggi pada ukuran kayu A3
-Latar belakang pelanggan dengan persepsi pelanggan terhadap perbedaan kayu jati bundar yang dipasok Perhutani dengan pemasok lainnya
- Memberikan kualitas kayu jati bundar sesuai keinginan pelanggan dari kelompok pedagang, industri atau pengrajin dengan mengurangi cacat pada kayu jati bundar seperti cacat bentuk, cacat badan dan cacat bontos
- Melakukan pengelolaan hutan dengan reboisasi dan rehabilitasi hutan,
- Penggunaan bibit unggul dengan pemberian benih jati varietas unggul seperti bibit jati plus Perhutani (JPP) - Pemangkasan cabang pada
saat jati berumur muda, akan memberi hasil batang tanpa