• Tidak ada hasil yang ditemukan

KBK dengan metode PBL

Dalam dokumen 2. V I S I DAN M I S I (Halaman 80-84)

PENDIDIKAN DOKTER

2. KBK dengan metode PBL

Tujuan Pendidikan dokter di Program studi pendidikan dokter FMIPA UNHALU disusun berdasarkan tujuan pendidikan dokter Indonesia dengan memperhatikan situasi dan kondisi serta visi dan misi Universitas. Tujuan pendidikan dokter di Program studi pendidikan dokter F MIPA UNHALU ialah mendidik mahasiswa melalui proses pembelajaran dengan menyelesaikan suatu kurikulum sehingga cukup pengetahuan, keterampilan dan sikap untuk :

1. Melakukan profesi kedokteran dalam suatu sistem pelayanan kesehatan sesuai dengan kebijaksanaan umum pemerintah yang berdasarkan Pancasila. 2. Senantiasa meningkatkan dan mengembangkan diri

dalam segi ilmu kedokteran sesuai dengan bakatnya, dengan berpedoman pada pendidikan sepanjang hayat.

3. Menilai kegiatan profesinya secara berkala, menyadari keperluan untuk menambah pendidikannya, memilih sumber-sumber pendidikan yang serasi serta menilai kemajuan yang telah tercapai secara kritis.

4. Mengembangkan ilmu kesehatan khususnya ilmu kedokteran dengan ikut serta dalam pendidikan dan penelitian serta mencari penyelesaian masalah kesehatan penderita, masyarakat dan system pelayanan kesehatan khususnya pelayanan dan asuhan medis.

5. Memelihara dan mengembangkan kepribadian dan sikap yang diperlukan untuk kelangsungan profesinya yang terintegrasi, rasa tanggung jawab,

JUMLAH SKS PENDIDIKAN PROFESI DOKTER (dr.) 48

JUMLAH TOTAL SKS PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER (PPD)

dapat dipercaya, serta menaruh perhatian dan perhargaan kepada sesame manusia sesuai dengan etika kedokteran.

6. Berfungsi sebagai masyarakat yang kreatif,produktif dan sikap terbuka, dapat menerima perubahan dan berorientasi kemasa depan serta mendidik dan mengajak masyarakat kearah sikap yang sama. Berdasarkan keputusan Dirjen Dikti mengenai pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi, Program studi pendidikan dokter FMIPA UNHALU telah melaksanakan kurikulum berbasis kompetensi sejak dibuka tahun 2009. Kompetensi tersebut terdiri dari 7 area kompetensi dan 13 kompetensi inti. Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) ini menggunakan teknik pembelajaran dengan metode Problem

Base Learning. Metode PBL yang dijalankan, terdiri atas perkuliahan selama 1(satu) minggu, dilanjutkan dengan kegiatan tutorial, kegiatan di Clinical skill Lab (CSL), dan praktikum yang terintegrasi. Penjelasan rinci masing-masing kegiatan yang dilaksanakan selama proses pembelajaran sebagai berikut:

a) Kegiatan Tutorial

Dengan diselenggarakan tutorial maka ada beberapa keuntungan yang dapat diperoleh :

1. Tutorial memungkinkan mahasiswa memperoleh pengetahuan yang mendalam, karena mahasiswa secara aktif mencari informasi yang diperlukan pada suatu area informasi yang khusus.

2. Di dalam tutorial dikenalkan permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh seorang profesi kesehatan, sehingga mendukung berkembangnya ketrampilan professional.

3. Mahasiswa secara aktif berinteraksi dan berbagi pendapat/ pengalaman dengan mahasiswa lain didalam kelompoknya, sehingga tutorial dapat

meningkatkan ketrampilan komunikasi dan ketrampilan interpersonal.

4. Struktur tutorial yang didasarkan pada masalah memacu mahasiswa untuk memahami permasalahan yang dihadapi untk selanjutnya sebagai bekal untuk mengembangkan ketrampilan pemecahan masalah.

5. Mahasiswa dibiasakan untuk mencari sendiri informasi yang dibutuhkan selama

tutorial, hal ini penting untuk mengembangkan kelestarian belajar seumur hidup.

6. Didalam tutorial ada kebebasan bagi tiap kelompok dan individu untuk menetapkan tujuan belajarnya karena kemampuan masing masing berbeda, dengan demikian tutorial diperlukan untuk mendorong terciptanya rasa tanggung jawab belajar.

7. Kebiasaan mahasiswa selalu ingin tahu dan mandiri diharapkan dapat mempersiapkan mahasiswa belajar lebih lanjut lagi dan juga menyempurnakan praktek profesionalnya.

Pelaksanaan kegiatan tutorial di bawah koordinasi MEU, Materi inti yang memerlukan tutorial di semester pertama (I) adalah Learning Skill and Information Technology (LSIT), Biomedik, Mekanisme Dasar Penyakit. Sedangkan Dasar Diagnosis Tes memerlukan fasilitas di CSL. pelaksanaan tutorial didasarkan oleh modul yang telah tersedia bagi tutor maupun mahasiswa. Modul yang dipakai masih sepenuhnya dari FK UNHAS. Hal ini disebabkan oleh belum terlatihnya dosen tetap PSPD FMIPA UNHALU untuk menyusun modul.

Dalam pelaksanaan tutorial mahasiswa dibagi menjadi 6 group, setiap group didampingi oleh dosen tetap PSPD FMIPA UNHALU dan dosen tidak tetap dari lingkungan RS provinsi dan Kota. Kendala penggunaan tutor dari dosen tidak tetap adalah kesulitan dalam

penentuan waktu, mengingat kesibukan mereka di rumah sakit. Namun kendala tersebut masih dapat diatasi dengan membagi pelaksanaan tutorial dalam dua shift (pagi dan sore) dengan menggunakan tutor dari dosen tetap. Selain keterbatasan tenaga tutor, kendala lainya adalah masih belum memadainya fasilitas meubeler di ruang tutorial.

b) Clinical skill laboratory (CSL)

Sepanjang kurikulum, mahasiswa akan mempelajari berbagai ketrampilan yang dibutuhkan untuk keefektifan penanganan pasien. Ketrampilan ini mencakup ketrampilan komunikasi, ketrampilan interpersonal klinik dan ketrampilan klinik seperti teknik pemeriksaan fisik, ketrampilan prosedural. Mahasiswa akan didorong untuk mempelajari dan melakukan ketrampilan-ketrampilan tersebut sejak tahap awal pendidikan. Latihan ketrampilan ini akan disesuaikan dengan masalah yang sedang

dipelajari dikuliah maupun ditutorial. Di CSL mahasiswa menggunakan temannya sebagai pasien dengan menggunakan alat peraga ( manikin). Materi kuliah semester I yang memerlukan kegiatan di CSL adalah DDT. Di dalam CSL, Mahasiswa juga dibagi menjadi 6 kolompok dan didampingi oleh instruktur dari dosen tetap PSPD dan dosen tidak tetap. Kendala yang nantinya akan dihadapi adalah ketiadaan alat peraga (manikin), dan peralatan lainnya.

c) Laboratorim Terpadu

Beberapa keahlian yang sifatnya demonstrasi atau teknik dasar maka mahasiswa akan mempelajarinya melalui metode praktikum terintegrasi. Dalam sistem praktikum terintegrasi mahasiswa tidak lagi melakukan praktikum hanya pada salah satu laboratorium saja dalam satu waktu tertentu, namun pada metode ini mahasiswa akan mempelajari berbagai teknik dasar dari berbagai laboratorium yang diintegrasikan sebagai satu kesatuan sistem. Pelaksanaan kegiatan praktikum dilaksanakan di

laboratorium terpadu FMIPA, meliputi lab. Biologi, dan Kimia. Beberapa praktikum yang sudah dilaksanakan di lab. Terpadu FMIPA adalah: Histologi, Fisiologi, Biokimia dan Mikrobiologi.

d) Laboratorium Anatomi (lab. Khusus)

Gedung laboratorium anatomi sudah dibangun oleh pemerintah provinsi, kab/kota, menempati salah satu ruangan di lantai I gedung kedokteran. Gedung tersebut baru dapat digunakan mulai tahun 2010, setelah dilengkapi dengan fasilitas meubeler, dan peralatan lab. Selama ini praktikum anatomi dilakukan menggunakan buku atlas dikombinasikan dengan teknologi komputer.

e) Laboratorium Teknologi Informasi

Kurikulum berbasis kompetensi yang dilaksanakan di PSPD FMIPA UNHALU, menuntut peran aktif mahasiswa dalam penggunakan komputer. Sejak dini mahasiswa sudah diberikan mata kuliah Learning Skill-Information Technology(LS- IT). Praktikum komputer dilakukan di laboratorium komputer FMIPA. Penggunaan komputer di lab. dibatasi oleh waktu praktikum, sehingga untuk keperluan lainnya seperti e-learning, mahasiswa harus menggunakan komputer sendiri atau rental. Seiring dengan akan bertambahnya mata kuliah yang diambil mahasiswa, juga masuknya mahasiswa baru, perlu direncanakan oleh PSPD untuk memiliki fasilitas komputer sendiri.

Ketersediaan dan Manajemen Sumber Daya Program Studi Pendidikan Dokter

Dalam dokumen 2. V I S I DAN M I S I (Halaman 80-84)

Dokumen terkait