• Tidak ada hasil yang ditemukan

Keabsahan Data

Dalam dokumen Disusun dan diusulkan oleh RIZKA FAJRIAH (Halaman 58-0)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

H. Keabsahan Data

Salah satu cara yang digunakan oleh peneliti dalam pengujian kredibilitasdata adalah dengan triangulasi. Menurut sukri (Sugiyono, 2013), Triangulasi diartikan sebagai pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara, danberbagai waktu. Lebih lanjut Sugiyono membagi triangulasi ke dalam tiga macam, yaitu:

1. Triangulasi Sumber

Triangulasi sumber dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber. Dalam hal ini peneliti melakukan pengumpulan dan pengujian data yang telah diperoleh melalui hasil pengamatan, wawancara dan dokumen-dokumen yang ada.Kemudian peneliti membandingkan hasil pengamatan dengan wawancara, dan membandingkan hasil wawancara dengan dokumen yang ada.

2. Triangulasi Teknik

Triangulasi teknik dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda. Dalam hal ini data yang diperoleh dengan wawancara, lalu dicek dengan observasi dan dokumen.Apabila dengan tiga teknik pengujian kredibilitas data tersebut, menghasilkan data yang berbeda-beda, maka peneliti melakukan diskusi lebih lanjut kepada sumber data yang bersangkutan atau yang lain, untuk memastikan data mana yang dianggap benar atau mungkin semuanya benar karena sudut pandangnya berbeda-beda.

45

3. Triangulasi Waktu

Waktu juga sering mempengaruhi kredibilitas data. Data yang dikumpulkan dengan teknik wawancara di pagi hari pada saat narasumber masih segar, belum banyak masalah, akan memberikan data yang lebih valid sehingga lebih kredibel.Untuk itu dalam rangka pengujian kredibilitas data dapat dilakukan dengan cara melakukan pengecekan dengan wawancara, observasi atau teknik lain dalam waktu atau situasi yang berbeda. Bila hasil uji menghasilkan data yang berbeda, maka dilakukan secara berulang-ulang sehingga sampai ditemukan kepastian datanya.

46

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian

1. Gambaran Umum SD Inpres Sambung Jawa 1 a. Sejarah Singkat SD Inpres Sambung Jawa 1

SD Inpres Sambung Jawa 1 adalah salah satu satuan pendidikan dengan jenjang Sekolah Dasar berstatus Negeri yang didirikan pada tanggal 01 januari tahun 1973 dengan No. SK Operasional: 421.2/5764/DP/IX/2016 dengan luas tanah 3 m2 di Kelurahan Sambung Jawa, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Dalam menjalankan Kegiatannya, SD Inpres Sambung Jawa 1 berada di bawah naungan kementrian pendidikan dan kebudayaan. SD Inpres Sambung Jawa I beralamat di Jl.

Tanjung Rangas No. 1, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, dengan kode pos 90134.

SD Inpres Sambung Jawa 1 dengan nomor pokok sekolah nasional 40313266 telah berhasil meraih Akreditasi B dengan No.

SK Akreditasi 160/SK/BAP-SM/XI/2017. memiliki fasilitas berupa Listrik guna untuk membantu kegiatan belajar mengajar. Sumber listrik yang digunakan oleh SD Inpres Sambung Jawa 1 berasal dari Listrik PLN. Selain listrik SD Inpres Sambung Jawa 1 juga

47

menyediakan fasilitas internet guna untuk mendukung kegiatan belajar mengajar agar lebih mudah. Proses pembelajaran SD Inpres Sambung Jawa 1 dilakukan pada Double shift. Dimana dalam seminggu pembelajaran hanya dilakukan selama 6 jam.

b. Visi dan Misi SD Inpres Sambung Jawa I 1. Visi

Mewujudkan sekolah yang bernuansa lingkungan hidup dan unggung dibidang Iptek dan Imtak

2. Misi

1. Membangun lingkungan hidup yang bersih, hijau, asri serta mencegah terjadinya pencemaram dan kerusakan lingkungan.

2. Menerapkan pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan (PAKEM)

3. Melaksanakan pendidikan dengan menciptakan kercerdasan ganda (emosional dan intelektual)

4. Membangun situasi yang kondusif dalam meningkatkan IMTAQ dalam proses pembelajaran

5. Mewujudkan limgkungan sekolah yang bebas dari sampah dalam upaya perlindungan terhadap pencemaran lingkungan

6. Menjalin kerjasama yang baik antara pihak sekolah dan pihak-pihak yang terkait dalam upaya mewujudkan lingkungan sekolah yang ramah lingkungan.

49

c. Struktur Organisasi

Gambar. 4.1 Struktur Organisasi SD Inpres Sambung Jawa 1

Sumber: SD Inpres Sambung Jawa I

B. Strategi Komunikasi Kepala Sekolah dan GuruDalam Penerapan Pembelajaran Online di Masa Pandemi Covid-19 (Studi Kasus SD Inpres Sambung Jawa 1)

Berdasarkan hasil penelitian pada SD Inpres Sambung Jawa 1 Kota Makassar dapat dijelaskan beberapa strategi komunikasi Kepala Sekolah dan Guru dalam penerapan pembelajaran online di masa pandemi covid-19 sebagai berikut :

1. Mengenal khalayak

Mengenal Khalayak merupakan langkah pertama bagi pihakSD Inpres Sambung Jawa 1 agar komunikasi yang dilakukan dapat diterima dengan baik siswa/siswi . Sebagaimana telah dijelaskan bahwa proses komunikasi khalayak itu sama sekali tidak pasif melainkan aktif sehingga antar komunikator dan komunikan tidak hanya terjalin sebuah hubungan tapi juga dapat terjadi proses saling interaksi yang berarti komunikan dapat menyampaikan hasil pikirannya secaraumum dan terbuka kepada komunikator begitupun sebaliknya. Dalam penyusunan strategi komunikasi pengenalan terhadap khalayak menjadi sangat penting sebagai langkah pertama untuk memudahkan komunikasi terhadap SD Inpres Sambung Jawa 1 dengan siswa maupun orang tua murid sebagaimana yang diungkapkan oleh Ibu Sohra M :

51

“Untuk mengenal khalayak yang pertama kali kami lakukan tentu dengan cara melihat atau memahami karakteristik siswa/siswi beserta kemampuan mereka dalam menerima proses belajar mengajar disekolah sewaktu berlangsungnya proses tatap muka. Setelah memahami karakteristik mereka, maka tentu kami akan memberikan pemahaman dan pengertian agar dapatmempermudah mereka dalam menerima proses belajar mengajar selama pembelajaran daring (online) berlangsung. Hal ini dilakukan agar siswa/siswi kami bisa terbiasa menerima materi pembelajaran yang diberikan oleh guru”.

(Hasil Wawancara Pada Tanggal 23 Maret 2022).

Berdasarkan hasil wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa dengan melakukan pengenalan khalayak merupakan strategi utama yang dilakukan oleh pihak SD Inpres Sambung Jawa 1.

Adapun cara yang dilakukan dalam proses mengenal khalayak yaitu pihak sekolah terlebih dahulu mengenal,melihat, dan memahamikarakteristik darisiswa/siswi berserta kemampuan mereka dalam menerima proses belajar mengajar sewaktu proses tatap muka berlangsung sehingga dalam proses pemberian materi pembelajaran di masa pandemi covid-19 dapat berjalan secara efektif dan efisien. Sementara itu ibu Sohra M kembali mengatakan:

“kalau di tanya soal efektif atau tidaknya menurut saya sebagian ada yang berjalan efektif namun tak jarang juga ada yang berjalan tidak efektif. Efektifnya jika dilihat dari jumlah siswa/siswi yang mengikuti proses pembelajaran via google meet, zoom, ataupun aplikasi belajar lainnya cukup banyak. Namun sebagian berjalan kurang efektif karena saya sendiri beberapa kali mendengar keluhan dari beberapa tenaga pendidik jika masih ada siswa/siswi yang masih kurang paham menggunakan aplikasi pembelajaran yang direkomendasikan oleh pihak sekolah. Bahkan tak jarang juga ada beberapa siswa/siswi yang malas untuk masuk ke aplikasi walaupun hanya sekedar melakukan absen semata. Hal inilah yang kadang dapat menghambat proses belajar mengajar berlangsung secara efektif”. (Hasil Wawancara pada tanggal 23 Maret 2022)

Berdasarkan hasil wawancara di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa selama masa pandemi Covid-19 berlangsung maka pembelajaran via daring/online dianggap sudah cukup berjalan dengan efektif namun tak jarang masih ada laporan bahwa ada beberapa siswa yang belum mengetahui cara penggunakan media pembelajaran online yang disarankan oleh pihak sekolah dan juga tak jarang mereka malas untuk ikut pembelajaran via aplikasi walaupun hanya sekedar melakukan absen. Ibu Sohra M kembali mengatakan bahwa :

“kami sudah melakukan beberapa upaya dalam memberikan pemahaman kepada siswa dan orang tua mereka tentang penerapan selama masa pembelajaran online berlangsung. Dengan cara memberikan pengetahuan serta tak jarang kami memberikan pemahaman kepada siswa-siswi atau orang tua murid dalam menggunakan beberapa aplikasi yang dapat menunjang terjadinya proses belajar mengajar agar dapat tetap berjalan sebagaimana mestinya selama masa pandemi terjadi. Walaupun mungkin tidak se-efisien saat proses pembelajaran tatap muka berlangsung. (hasil wawancara tanggal 22 Maret 2022).

53

Berdasarkan hasil wawancara diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa selama masa pandemi covid-19 terjadi maka pihak sekolah berusaha untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada orang tua dan juga siswa-siswi terkait penerapan pembelajaran via daring (online) karena masih banyak siswa bahkan orang tua siswa yang masih kurang paham dalam menggunakan ataupun mengoperasikan aplikasi pembelajaran online.

2. Menyusun pesan

Setelah mengetahui permasalahan situasi khalayak langkah selanjutnya adalah menyusun pesan, pesan yang disampaikan harus sesuai dengan kondisi komunikan atau khalayak sebagai sasaran komunikasi. Dalam arti lain khalayak disini ialah guru,siswa dan orang tua murid yang mendapat arahan dan juga bimbingan dari Kepala Sekolah. Pada saat menyusun pesan pihak sekolah menentunkan pesan atau materi informasi apa saja yang akan disampaikan kepada orang tua murid dan muridnya selama proses pembelajaran online berlangsung. Sebagaimana dengan hasil dari wawancara Oleh ibu Sohra M selaku Kepala Sekolah dari SD Inpres Sambung Jawa 1 mengatakan bahwa :

“Dari pihak sekolah maupun guru-guru kami tentu memiliki cara dan siasatnya masing masing dalam menyusundan juga menyampaikan pesan guna untuk memberikan informasi ataupun pemahaman kepada orang tua murid selama proses pembelajaran daring/online berlangsung. pihak kami menyampaikan beberapa pesan yang mudah dimengerti orang tua muriddengan tetap berfokus pada informasi yang sudah kami tetapkan sebelumnya. Sehingga selama proses pembelajaran daring berlangsung mereka mampu menjadi pengganti pihakguru selama penerapan sekolah online diberlakukan. (hasil wawancara tanggal 22 Maret 2022).

Berdasarkan hasil wawancara diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa komunikasi yang disampaikan oleh pihak sekolah kepada orang tua murid harus jelas dan mudah untuk dipahami agar penerapan pembelajaran online tidak hanya menjadi tanggung jawab pihak sekolah namun juga orang tua yang akan menjadi pusat bimbingan utama para peserta didik dalam melakukan proses pembelajaran daring agar dapat berjalan dengan efektif dan efisien.

Selanjutnya menurut guru SD Inpres Sambung Jawa 1 ibu Andiyani, S.Pd mengatakan bahwa :

“Pertama-tama pihak sekolah memberikan informasi terkait penjelasan kepada orang tua murid tentang dampak yang akan terjadi jika sekolah tetep melakukan kegiatan tatap muka dimasa pandemi, setelah orang tua mengerti akan hal itu kemudian pihak sekolah memberikan penjelasan tentang apa saja konsep yang akan dilakukan selama kegiatan daring berlangsung untuk anak-anak mereka agar kegiatan belajar-mengajar tetap berjalan sehingga tidak terlambat dalam menerima materi sekolahan” ( hasil wawancara pada tanggal 07 oktober 2021)

55

Berdasarkan hasil wawancara diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa memberikan pemehaman tentang bahayanya dampak dari wabah virus corona ini jika proses pembelajaran tatap muka tetap dilaksanakan oleh pihak sekolah tidak hanya bagi guru tetapi murid pun akan terkena dampak dari wabah corona ini dan juga memberikan pemahaman tentang konsep pembelajaran yang akan dilakukan secara daring (dalam jaringan) kepada peserta didik agar tetap masih bisa menerima dan memahami materi yang diberikan oleh guru meskipun mereka berada dirumah dan hanya menggunakan sebuah gadget.

Hasil penelitian penyusunan pesan yaitu cara menyampaikan pesan dari pihak sekolah ke orang tua murid sudah cukup bagus karena mampu dipahami oleh orang tua murid dan peserta didik sehingga proses belajar mengajar yang dilakukan selama masa pandemi bisa berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan walaupun mungkin masih ada kekurangan namun semuanya bisa diajak untuk bekerja sama guna untuk membantu keberhasilan penerapan pembelajaran daring selama masa pandemic Covid-19 berlangsung. Tujuan penyusunan pesan dimaksudkan untuk memudahkan dalam menerima pesan yang disampaikan sebagaimana pendapat Hardiansyah, (2015:70) bahwa komunikasi yang efektif yaitu ketika pesan yang ingin disampaikan oleh komunikator dapat diterima dan diartikan oleh khalayak

dalam bentuk yang persis sama seperti yang diinginkan dan dimaksudkan oleh komunikator tersebut.

3. Menetapkan metode

Strategi komunikasi yang ketiga yaitu menetapkan metode penyampaian pesan sehingga pesan yang disampaikan menarik perhatian komunikan. Dalam menetapkan metode tersebut terdapat dua metode yang digunakan olehSD Inpres Sambung Jawa I, yaitu:

penyampaian pesan secara verbal dan non verbal.

Pesan verbal adalah sebuah proses komunikasi, dimana pada komunikasi verbal symbol atau pesan verbal adalah semua jenis symbol yang menggunakan satu kata atau lebih. Yaitu usaha yang dilakukan secara sadar agar dapat berhubungan dengan orang lain secara lisan. Sedangkan non verbal biasanya digunakan untuk melukiskan hampir semua peristiwa dari sebuahkomunikasi diluar dari kata atau kalimat yang terucap dan juga tertulis. Disaat yang sama kita harus mampu menyadari bahwa ada banyak sekali peristiwa dan perilaku non verbal ditafsirkan melalui simbol verbal.

57

Hasil wawancara dengan Kepala Sekolah SD Inpres Sambung Jawa 1 ibu Sohrah M mengatakan bahwa:

“Cara menyampaikan pesan yang kami lakukan yaitu dengan cara mengadakan rapat antar pihak sekolah dan para orangtua/wali murid baik secara tatap muka (hanya beberapa orang didalam ruangan) ataupun menggunakan zoom guna untuk menyampaikan informasi terkait penerapan pembelajaran online yang akan dilangsungkan selama masa pandemi agar informasi yang kami berikan bisa diterima dan dipahami secara jelas dan tidak terjadi kesalah pahaman agar penerapan pembelajaran online dapat berlangsung dengan baik sehingga para siswa dapat mengikutinya sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan” (Hasil Wawancara Pada Tanggal 27 September 2021)

Berdasarkan hasil wawancara diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa cara menyampaikan pesan yang dilakukan dari pihak sekolah yaitu dengan cara mengadakan rapat dengan pihak sekolah dan orang tua/wali siswa dalam penyampaian informasinya terkait penerapan pembelajaran online yang akandilangsungkan selama masa pandemic agar semua informasi yang diberikan mampu diterima dan dipahami oleh orang tua, sehingga tidak akan terjadi kesalapahaman dalam pembelajaran online yang dapat berlangsung dengan baik, sehingga para siswa tidak lagi merasa kesulitan dalam mengikuti pembelajaran apalagi pada masa sekarang masa pandemic covid-19 dimana segala aktivitas belajar mengajar di alihkan ke pembelajaran online.

Beberapa bentuk dari pesan verbal yang diberikan Pihak sekolah kepada orang tua murid, siswa, merupakan bentuk pesan verbal yang sering disampaikan biasanya bersifat seperti memberikan himbauan untuk menerapkan pembelajaran secara daring selama masa pandemic terjadi diindonesia guna untuk meminimalisir penyebaran virus covid-19 yang tengah marak terjadi, selain itu dinas pendidikan mengadakan rapat bersama antar pihak sekolah dengan tetap mematuhi protocol kesehatan yang telah di tetapkan oleh organisasi kesehatan dunia (WHO) setelah itu pihak sekolah menyampaikan kepada orang tua murid melalui luring (guru-guru berkunjung ke rumah siswa). Semua itu merupakannbentuk pesan verbal yang sering diberikan oleh SD Inpres Sambung Jawa 1.

Melalui hasil wawancara dengan Guru SD Inpres Sambung Jawa 1 ibu Andiyani, S.Pd :

“dalam menetapkan metode pesan selama proses pembelajaran daring berlangsung menurut saya pribadi tentu sangat penting. Dimana, selama proses penyampaian komunikasi menjadi lebih mudah untuk dipahami baik secara verbal maupun non-verbal. Contohnya yaitu pesan verbal yang kami sampaikan kepada orangtua murid sehingga informasi yang disampaikan dapat diterima dengan baik” (Hasil Wawancara pada tanggal 23 Maret 2022)

Berdasarkan hasil wawancara diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam menetapkan metode pesan yang akan disampaikan sangatlah penting agar penyampaian informasi

59

komunikasi lebih mudah dimengerti baik itu secara verbal ataupun nonverbal sehingga tidak terjadi kesalah pahaman terkait penyajian informasi yang akan disampaikan kepada para komunikan dan mampu dipahami secara menyeluruh tanpa adanya kesalah pahaman terkait proses pembelajaran online yang akan diterapkan.

Sedangkan hasil wawancara dengan guru SD Inpres Sambung Jawa 1 yaitu ibu Nia Nurlaila, S.Pd mengatakan bahwa :

“ Metode komunikasi yang dilakukan oleh pihak sekolah dengan siswa dan orang tua murid sudah dilakukan semaksimal mungkin agar mudah dipahami serta mudah dimengerti namun masih saja ada dari mereka yang masih merasa kurang jelas dengan penyampaian yang kami jelaskan, sehingga mau tidak mau kita harus lebih pintar dalam menerapkan metode dan memberikan penjelasan yang lebih jelas agar informasi bisa diterima secara menyeluruh oleh setiap orang tua murid dan juga siswa”

(Hasil Wawancara pada Tanggal 29 September 2021) Berdasarkan hasil wawancara diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa guru memiliki peran penting dalam menerapkan metode pesan apa yang akan disampaikan kepada orang tua dan siswa sehingga informasi yang disampaikan dapat diterima dan dimengerti baik oleh para siswa ataupun orang tua murid sehingga penerapan pembelajaran daring (dalam jaringan) dapat berjalan sesuai dengan harapan kita semua.

Berdasarkan hasil observasi penulis di SD Inpres Sambung Jawa I bahwa terdapat tiga Strategi Komunikasi yang digunakan oleh kepala Sekolah dan Guru di SD Inpres Sambung Jawa 1 Dalam Penerapan Pembelajaran Online di Masa Pandemi Covid-19 yaitu :

1). Mengenal khalayak bahwa pengenalan terhadap khalayak merupakan strategi utama yang harus dilakukan oleh pihak SD Inpres Sambung Jawa 1. Adapun cara yang dilakukan untuk mengenal khalayak adalah pihak sekolah terlebih dahulu mengenal siswa/siswi serta kemampuannya dalam menerima proses belajar mengajar sehingga dalam pembelajaran di masa pandemi covid-19 dapat berjalan secara efektif dan efisien. 2).Menyusun Pesan komunikasi yang disampaikan kepada pihak sekolah kepada orang tua murid harus jelas dan mudah dimengerti agar penerapan pembelajaran online tidak hanya menjadi tanggung jawab pihak sekolah namun juga orang tua yang menjadi pusat bimbingan utama para peserta didik dalam melakukan penerapan penerapan daring sehingga dapat berjalan dengan efektif dan efisien. 3).Menetapkan metode cara menyampaikan pesan yang dilakukan dari pihak sekolah yaitu dengan cara mengadakan rapat dengan pihak sekolah dan orang tua/wali siswa dalam penyampaian informasinya terkait penerapan pembelajaran online yang akan dilangsungkan selama masa pandemi agar semua informasi yang diberikan mampu diterima dan dipahami oleh orang tua.

61

C. Hambatan Dalam Pelaksanaan Strategi Komunikasi Kepala Sekolah dan Guru Terkait Penerapan Pembelajaran Online Di Masa Pandemi Covid-19 (Studi Kasus SD Inpres Sambung Jawa 1)

Hasil wawancara mengenai hambatan yang dihadapi dalam strategi komunikasi yang dilakukan Oleh Pihak SD Inpres Sambung Jawa 1 dapat diuraikan sebagai berikut :

a. Hambatan Personal merupakan hambatan yang terjadi terhadap para peserta komunikasi baik itu komunikator maupun komunikan.

Hambatan personal meliputi sikap, emosi, prasangka, fikiran, dll.

Sebagaimana yang diungkapkan oleh guru SD Inpres Sambung Jawa 1 bapak Ali Madjid, S.Ag mengatakan bahwa :

“Hambatan yang kami alami selama proses pembelajaran daring berlangsung adalah di jaringan yang kadang tidak lancar namun selain itu hambatan yang kami dapatkan juga kebanyakan dari ke khawatiran orang tua siswa, dimana mereka masih ragu jika anaknya hanya menerima materi dan tugas lewat online (Aplikasi) karena beberapa dari mereka beranggapan jika cara ini masih kurang efektif dimana anaknya terkadang tidak mampu focus menerima pembelajaran dan lebih memilih untuk main ketimbang menerima materi. Tapi dari pihak sekolah sendiri seberusaha mungkin untuk memberikan pemahaman kepada orang tua siswa dan sebisa mungkin memaksimalkan pembelajaran atau pemberian materi kepada murid-murid secara menyenangkan dan tidak membosankan agar siswa tetap semangat bersekolah meskipun lewat online“ (Hasil Wawancara Pada Tanggal 06 Oktober 2021)

Berdasarkan hasil wawancara diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa Hambatan yang dialami seringkali muncul dari rasa ke khawatiran orang tua siswa karena mereka takut jika anak-anak mereka belum mampu menerima materi dari sekolah secara baik jika hanya lewat aplikasi saja. Mereka juga takut jika anak-anaknya lebih memilih bermain daripada menerima materi pembelajaran yang diberikan kepada guru di sekolah.

dari Hasil Wawancara yang dilakukan oleh Orang Tua Murid ibu Siti mengatakan bahwa :

“Hambatan yang dialami selama pembelajaran daring/online berlangsung salah satunya adalah jaringan internet yang bermasalah atau bahkan hilang. Hal ini dikarenakan provider yang saya gunakan seringkali tidak mendapatkan jaringan internet ditempat tertentu bahkan tak jarang jaringan saya hilang ketika berada didalam rumah. Hal inilah yang membuat saya sendiri selaku orang tua kadang stres ketika jaringan hilang disaat proses pembelajaran sedang berlangsung” (hasil wawancara pada tanggal 22 Maret 2022)

Berdasarkan hasil wawancara diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa salah satu hambatan yang dialami oleh orang tua murid ketika anak-anak mereka sedang menerima proses pembelajaran daring/online adalah masalah jaringan karena terkadang Provider yang digunakan tidak mendapatkan jaringan internet sehingga dapat mengganggu anak-anak mereka mengikui pembelajaran online dengan baik.

63

Ibu siti juga mengatakan bahwa :

“selain masalah internet hambatan selanjutnya yang diali yaitu ketika anak saya mengikuti proses pembelajaran online namun kurang mampu untuk memahami materi yang diberikan oleh guru dan saya juga sendiri tidak begitu memahami pelajaran anak saya sehingga tentu selaku orangtua sebisa mungkin mengajari anak saya meskipun dengan keterbatasan kekampuan memahami materi yang saya ketahui atau kalau benar-benar tidak paham maka saya akan berkonsultasi dengan tenaga pendidik disekolah sehingga anak saya dapat diberi pemahaman tekait materi yang tidak dipahami” (hasil wawancara pada tanggal 22 Maret 2022).

Berdasarkan hasil wawancara diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa terkadang proses pemberian materi oleh guru di sekolah kurang dipahami oleh siswa-siswia dan menuntut orang tua murid selaku pengganti guru dirumah untuk ikut memahami materi yang diberikan oleh pihak sekolah meskipun terkadang orang tua sendiri kurang memahami materi tersebut dan tak jarang bertanya kembali kepada Guru yang memberikan materi tersebut

Berdasarkan hasil wawancara diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa terkadang proses pemberian materi oleh guru di sekolah kurang dipahami oleh siswa-siswia dan menuntut orang tua murid selaku pengganti guru dirumah untuk ikut memahami materi yang diberikan oleh pihak sekolah meskipun terkadang orang tua sendiri kurang memahami materi tersebut dan tak jarang bertanya kembali kepada Guru yang memberikan materi tersebut

Dalam dokumen Disusun dan diusulkan oleh RIZKA FAJRIAH (Halaman 58-0)

Dokumen terkait