• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

E. Keabsahan Data

Uji keabsahan data dalam penelitian ini dapat dilakukan dengan beberapa cara sebagai berikut, yaitu:

1. Triangulasi

Triangulasi ini dilakukan dengan melakukan pemeriksaan melalaui sumber lain. Patton dalam Moleong (2011) mengungkapkan bahwa triangulasi dilakukan dengan mengecek kembali derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui alat dan waktu yang berbeda.

2. Ketekunan dalam Pengamatan

Proses ini dilakukan dengan mencari secara konsisten interpretasi dengan menggunakan berbagai cara dalam kaitannya dengan proses analisis (Moleong, 2011). Pada penelitian ini dilakukan usaha yang dapat membatasi berbagai pengaruh dengan berbagai cara yaitu ketika sedang melaksanakan pengambilan data peneliti menggunakan alat perekam (tape recorder) yang bertujuan untuk merekam isi wawancara dan meminimalkan kemungkinan terlewatnya hal-hal yang penting dari pencatatan secara manual. Selain itu juga pencatatan manual tetap harus dilakukan agar dapat mencatat hal-hal yang dapat terobservasi ketika pelaksanaan pengambilan data.

3. Membercheck

Membercheck ini pada prinsipnya adalah konfirmasi langsung dengan orang-orang yang terlibat langsung dalam penelitian dengan

36

Nida Muthi Annisa,2013

Faktor - Faktor Penyebab Wanita Karir Dewasa Madya Menunda Pernikahan Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

mengkonfirmasi ikhtisar hasil wawancara (Bungin, 2010). Pada penelitian ini membercheck dilakukan kepada pemberi data.

Nida Muthi Annisa,2013

Faktor - Faktor Penyebab Wanita Karir Dewasa Madya Menunda Pernikahan Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

BAB V

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada tiga orang wanita karir dewasa madya tentang faktor penyebab menunda pernikahan, diperoleh kesimpulan bahwa faktor penyebab ketiga subjek belum memutuskan untuk menikah pada dasarnya hampir sama yaitu dikarenakan belum menemukan pasangan yang cocok. Namun pada masing-masing subjek pun terdapat faktor lain yang menyebabkan subjek menunda pernikahan yaitu:

1. Untuk kasus subjek 1, ia merasa bahwa untuk masuk ke jenjang pernikahan dibutuhkan waktu untuk saling mengenal terlebih dahulu dengan lawan jenisnya hingga ia dapat menemukan kecocokan. Subjek 1 merasa tidak mungkin dalam waktu yang singkat untuk dapat langsung memutuskan menikah dengan orang yang baru dikenalnya walaupun ia sangat ingin segera menikah.

2. Sedangkan untuk kasus subjek 2, ia sangat berhati-hati dalam memilih pasangan karena merasa lebih baik berpisah ketika berpacaran dari pada berpisah ketika telah menikah. Karena ia tidak ingin pernikahannya kelak seperti pernikahan ayahnya yang sering bercerai. Selain itu juga subjek 2 merasa terlalu santai dalam memikirkan pernikahan sejak masih muda. Subjek 2 juga merasakan bahwa tidak adanya sosok ayah dan ibu disampingnya ketika membuat tidak adanya sosok yang mengingatkan

Nida Muthi Annisa,2013

Faktor - Faktor Penyebab Wanita Karir Dewasa Madya Menunda Pernikahan Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

121

Nida Muthi Annisa,2013

Faktor - Faktor Penyebab Wanita Karir Dewasa Madya Menunda Pernikahan Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

untuk segera menikah. Subjek 2 tinggal bersama kakek dan neneknya yang jarang mengingatkan subjek untuk menikah. Subjek 2 pun memiliki pemikiran yang negatif tentang pria yang mendekatinya karena kini ia telah mapan.

3. Pada kasus subjek 3, ia selalu membandingkan pria yang mendekatinya dengan pasangannya terdahulu. Karena ia merasa pasangannya yang terdahulu memiliki segala hal yang ia inginkan. Subjek 3 pun selalu dekat dengan laki-laki yang berbeda agama seperti dengan pasangannya terdahulu. Selain itu juga subjek 3 jarang memiliki waktu luang untuk berkenalan dengan lawan jenisnya karena sibuk di pekerjaannya. Subjek 3 kurang memiliki waktu untuk hanya sekedar berjalan-jalan dan berkenalan dengan teman yang baru.

B. Rekomendasi

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan mengenai faktor penyebab wanita karir dewasa madya menunda pernikahan, berikut beberapa rekomendasi bagi pihak yang terkait serta untuk kelancaran penelitian selanjutnya.

1. Kepada wanita dewasa madya

Kepada wanita dewasa madya yang masih mengharapkan sebuah pernikahan agar tidak terlalu ideal dalam menentukan kriteria pria yang akan menjadi pasangannya. Selain itu juga, diharapkan lebih terbuka kepada pria yang mendekatinya agar dapat lebih mengenal satu sama lain.

122

Nida Muthi Annisa,2013

Faktor - Faktor Penyebab Wanita Karir Dewasa Madya Menunda Pernikahan Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Pada wanita dewasa madya yang bekerja agar tidak hanya memikirkan untuk berkarir namun juga dapat memikirkan kehidupan pribadinya.

2. Kepada remaja wanita dan wanita dewasa awal

Kepada wanita dewasa awal atau yang sudah cukup usia untuk menikah agar memikirkan pernikahan sejak awal dan tidak melupakan keharusan untuk menikah. Selain itu juga jangan terlalu santai dalam memikirkan pernikahan karena dikhawatirkan akan terlupa sehingga terlewat pada usia yang seharusnya sudah melakukan tugas perkembangan untuk menikah.

3. Kepada keluarga yang memiliki anggota keluarga wanita dewasa madya yang belum menikah

Diharapkan memberikan dorongan serta mengingatkan untuk menikah kepada wanita dewasa madya yang belum menikah. Dorongan tersebut diberikan tidak dengan cara memaksa dan dapat memberikan rasa nyaman pada wanita dewasa madya yang belum menikah. Hal ini penting agar wanita dewasa madya tersebut tidak merasa terlalu santai ketika belum mendapatkan pasangan hingga usianya yang mencapai usia dewasa madya. Apalagi pada wanita dewasa madya yang memiliki karir yang cukup bagus agar dapat mengingatkan untuk tidak terfokus pada karirnya saja.

123

Nida Muthi Annisa,2013

Faktor - Faktor Penyebab Wanita Karir Dewasa Madya Menunda Pernikahan Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

4. Saran dan rekomendasi pada peneliti selanjutnya

Untuk peneliti selanjutnya yang membahas dengan tema yang sama yaitu faktor penyebab wanita karir dewasa madya menunda pernikahan diharapkan agar dapat meneliti wanita dewasa madya yang belum menikah namun memiliki pasangan (sedang memiliki hubungan khusus dengan pria). Sehingga diharapkan dapat menemukan faktor penyebab lain yang membuat wanita karir dewasa madya menunda pernikahannya walaupun telah memiliki pasangan. Peneliti selanjutnya juga diharapkan dapat mengambil subjek penelitian dengan kriteria sampel penelitian yang lebih terfokus misalnya ditambah dengan kriteria pendidikan minimal yang pernah ditempuh.

Nida Muthi Annisa,2013

Faktor - Faktor Penyebab Wanita Karir Dewasa Madya Menunda Pernikahan Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

DAFTAR PUSTAKA

Anoraga, P. (1992). Psikologi Kerja. Jakarta: PT. Rineka.

Badan Pusat Statistik. (2011). Persentase Rumah Tangga menurut Daerah

Tempat Tinggal , Kelompok Umur, Jenis Kelamin Kepala Rumah Tangga, dan Status Perkawinan, 2009-2011. [Online]. Tersedia: www.bps.go.id.

[27 April 2013].

Blood, B & Blood, M. (1978). Marriage. New York: Free Pers.

Brown, S.D & Lent, R.W. (2005). Career Development and Counseling Putting

Theory and Reaserch to Work. New Jersey: John Wiley & Sons, Inc.

Bungin, M. B. (2010). Penelitian Kualitatif (Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan

Publik, dan Ilmu Sosial Lainnya). Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Chaplin, J.P. (1981). Kamus Lengkap Psikologi. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.

Domenico, D.M & Jones, K.H. (2006). Career Aspirations of Women in the 20th

Century. Journal of Career and Technical Education, 22(2), Fall, 2006.

Dwiputri, A. (2008). Untung Rugi Perempuan Lajang. [Online]. Tersedia: http://nasional.kompas.com/read/2008/10/12/1452088/Untung.Rugi.Perem puan.Lajang. [29 April 2013].

Genova, M.K.D & Rice, F.P. (2005). Intimate Relationships, Marriages, and

Families (6th Ed). Boston: Mc Graw Hill.

Hapsari, P., Nisfiannoor, M & Murmanks, A.W. (2007). Konflik Perempuan Jawa yang Masih Melajang di Dewasa Madya. Jurnal Arkhe. 1. 41-56. Herdiansyah, H. (2012). Metodologi Penelitian Kualitatif untuk Ilmu-ilmu Sosial.

Jakarta: Salemba Humanika.

Hurlock, E.B. (1980). Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang

Rentang Kehidupan. Jakarta: Erlangga.

Indriana,Y., Indrawati, E.S. & Ayuningsih, A. (2007). Persepsi Perempuan Karir

Lajang Tentang Pasangan Hidup Studi Kualitatif Fenomenologis di Semarang. Jurnal Arkhe. 12(2), 153-167.

Nida Muthi Annisa,2013

Faktor - Faktor Penyebab Wanita Karir Dewasa Madya Menunda Pernikahan Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

125

Nida Muthi Annisa,2013

Faktor - Faktor Penyebab Wanita Karir Dewasa Madya Menunda Pernikahan Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Jayalaksana, N. (2010). Kenapa ingin melajang?. [Online]. Tersedia: http://www.feminaonline.com/issue/issue_detail.asp?id=608&cid=2&view s=65. [26 Mei 2011].

Lauer, R.H & Lauer, J.C. (2000). Marriage and Family: The quest for Intimacy

(4thed). New York : McGraw-Hill.

Khastiti. (2012). Melajang, Nasib atau Pilihan?. [Online]. Tersedia: http://www.fimela.com/read/2012/05/25/melajang-nasib-atau-

pilihan?page=0,0. [28 April 2013]

Kussudyarsana dan Soepatini. (2008). Pengaruh Karir Objektif Pada Wanita

Terhadap Konflik Keluarga-Pekerjaan Kasus Pada Universitas

Muhammadiyah Surakarta. [Online]. Vol. 9, No. 2, Agustus 2008: 128-

145.Tersedia:http://eprints.ums.ac.id/1285/1/2._KUSSUDIYARSANA.pdf . [4 Juni 2011].

Mahanani, S. (2010). Sikap Wanita Dewasa Yang Belum Menikah Terhadap

Penyesuaian Pernikahan. Skripsi pada FIP UPI Bandung: tidak

diterbitkan.

Moleong, L. (2011). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Rosda

Mulder, N. (2001). Ruang Batin Masyarakat Indonesia. Yogyakarta: Lkis.

Nurendah, G. (2008). Sindrom Madu dan Racun Pada Wanita Karir (Studi

Fenomenologi Terhadap Single Career Women). Tesis pada FPsi UGM

Yogyakarta: tidak diterbitkan

NN. (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia. [Online]. Tersedia: http://pusatbahasa.kemdiknas.go.id/kbbi/index.php. [16 Juni 2011].

Olson & Defrain. (2003). Marriage & Families (4th Ed). New York: Mc Graw

Hill

Papalia, D.E, dkk. (2008). Human Development (Psikologi perkembangan)

Bagian V sd IX. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat. (2011). Komposisi Penduduk menurut

Karakteristik Sosial. [Online]. Tersedia:

http://www.jabarprov.go.id/index.php/subMenu/1007. [28 April 2013]. , (2011). Kualitas Penduduk. [Online]. Tersedia:

126

Nida Muthi Annisa,2013

Faktor - Faktor Penyebab Wanita Karir Dewasa Madya Menunda Pernikahan Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Rakhmat, J. (1996). Psikologi Komunikasi. Bandung: PT Penerbit Remaja Rosdakarya.

Rini, J.F. (2002). Wanita Bekerja. [Online]. Tersedia: e-psikologi.com. [20 Januari 2012]

Santrock, J. W. (2002). Life-Span Development. New York: Mc Graw Hill.

Schale, K.W & Willis, S.L. (1991). Adult Development & Aging (3rd Ed). New

York: Hopper Collins Publisher.

Sternberg, R.J. (2001) Psychology InSearch of The Human Mind. United States of America: Harcourt College Publishers.

Stein, P.J. (1976). Single. EnglewoodCliffs, NJ: Prentice Hall.

Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sutanto, P & Haryoko, F. (2010). Gambaran Konsep Diri pada Wanta Berkarier

Sukses yang Belum Menikah.Jurnal Insan. Vol. 12 No. 01, April 2010..

Dokumen terkait