BAB IV : SITUASI UPAYA KESEHATAN
D. KEADAAN LINGKUNGAN
Seperti kita ketahui ada 4 (empat) faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat yaitu: lingkungan, perilaku kesehatan, pelayanan kesehatan dan faktor genetik, faktor lingkungan merupakan faktor yang paling besar perannya mempengaruhi derajat kesehatan.
Untuk menggambarkan keadaan lingkungan, akan disajikan indikator-indikator yang merupakan hasil dari upaya sektor kesehatan dan hasil dari sektor lain yang terkait. Salah satu sasaran dari lingkungan sehat adalah tercapainya pemukiman dan lingkungan perumahan yang memenuhi syarat kesehatan di pedesaan dan perkotaan, termasuk penanganan daerah kumuh, serta terpenuhinya syarat kesehatan di tempat-tempat umum, termasuk sarana dan cara pengelolaannya. Indikator-indikator tersebut adalah persentase rumah sehat, persentase keluarga dengan akses air bersih, persentase tempat-tempat umum dan pengelolaan makanan sehat.
1. Persentase Rumah Sehat
Rumah sehat adalah salah satu indikator lingkungan yang sehat, dimana bangunan rumah yang di tempati oleh penduduk memenuhi syarat kesehatan, yaitu rumah yang memenuhi kriteria minimal: akses air minum, akses jamban sehat, lantai, ventilasi dan pencahayaan. Rumah yang dibina adalah rumah yang tidak memenuhi syarat kesehatan, yang dibina untuk menjadi rumah sehat melalui pemantauan dan evaluasi. Rumah dan lingkungan yang tidak memenuhi syarat kesehatan beresiko menjadi sumber penyebab penularan berbagai jenis penyakit. Persentase rumah yang dibina di Kabupaten Aceh Tamiang tahun 2013 adalah 28,53% dan rumah yang sehat 0,92% atau 518 rumah.
2. Persentase Penduduk yang Memiliki Akses Air Minum yang Layak Air minum yang berkualitas (layak) adalah air minum yang terlindung meliputi air ledeng (keran), keran umum, hydrant umum, terminal air, penampungan air hujan (PAH) atau mata air dan sumur terlindung, sumur bor atau sumur pompa, yang jaraknya minimal 10 meter dari pembuangan kotoran, penampungan limbah, dan pembuangan sampah. Tidak termasuk air kemasan, air dari penjual keliling, air yang dijual melalui tangki, air sumur dan mata air terlindung. Adapun persentase penduduk yang memiliki akses air minum yang layak di Kabupaten Aceh Tamiang tahun 2013 adalah 3,44% (9.085 dari 264.420 jiwa, target kinerja pada tahun 2013 adalah 30%
3. Persentase Penyelenggara Air Minum Memenuhi Syarat Kesehatan Kualitas air minum yang memenuhi syarat adalah kualitas air minum yang memenuhi syarat secara fisik, kimia dan mikrobiologi. Penyelenggara air minum adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), koperasi badan usaha swasta, usaha perorangan, kelompok masyarakat dan/atau individual yang melakukan penyelenggaraan penyediaan air minum, tidak termasuk air kemasan, depot air minum isi ulang, penjual air keliling, dan pengelola tangki air. Di Kabupaten Aceh Tamiang tahun 2013 persentase sampel yang diperiksa adalah 87 sampel dari 143 yang ada (60,84%) dan penyelenggara air minum memenuhi syarat kesehatan 22 sampel (25,3%). Adapun upaya yang dilakukan untuk memantau penyelenggara air minum yang memenuhi syarat kesehatan adalah melakukan kegiatan Pengawasan Kualitas Air Bersih dan Air Minum Masyarakat.
4. Persentase Penduduk yang Memiliki Akses Sanitasi yang Layak Fasilitas sanitasi yang layak (Jamban Sehat) adalah fasilitas pembuangan tinja (jamban) yang digunakan sendiri atau bersama, yang efektif untuk memutus rantai penularan penyakit, dilengkapi dengan tangki septik (septik tank) / Sistem Pengolahan Air Limbah (SPAL), dengan kloset leher angsa atau tidak leher angsa yang tertutup dan pembuangan akhir tidak mencemari sumber air/tanah. Di Kabupaten Aceh Tamiang tahun 2013 persentase penduduk yang memiliki akses sanitasi yang layak 37,3%. Upaya yang dilakukan adalah Infeksi Sanitasi Dasar Rumah Tangga.
5. Persentase Desa STBM
Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki kewenangan untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal usul dan adat istiadat setempat yang diakui dalam sistem perundangan nasional dan berada di daerah kabupaten/kota. Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) adalah pendekatan untuk mengubah perilaku hygiene dan sanitasi meliputi 5 pilar yaitu tidak buang air besar (BAB) sembarangan, mencuci tangan pakai sabun, mengelola air minum dan makanan yang aman, mengelola sampah dengan benar, mengelola limbah cair rumah tangga dengan aman melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan. Sedangkan desa yang melaksanakan STBM adalah Desa yang sudah
melakukan pemicuan minimal 1 dusun, mempunyai tim kerja masyarakat/Natural Leader, dan telah mempunyai rencana tindak lanjut untuk menuju Sanitasi Total. Jumlah desa STBM di Kabupaten Aceh Tamiang Tahun 2013 adalah 59 desa (27,7%) dari 213 desa yang ada.
6. Persentase Tempat-tempat Umum Memenuhi Syarat
Indikator lingkungan sehat lainnya adalah Tempat atau sarana yang diselenggarakan pemerintah/swasta atau perorangan yang digunakan untuk kegiatan bagi masyarakat yang meliputi: sarana kesehatan (rumah sakit, puskesmas), sarana sekolah (SD/MI, SLTP/MTs, SLTA/MA), dan hotel (bintang dan non bintang). Dari beberapa sarana TTU yang disebutkan, kami hanya melakukan pengamatan pada 20 sarana TTU yan ada, meliputi 14 Puskesmas, 2 Rumah Sakit dan 4 Hotel. Dari pengamatan tersebut persentase tempat-tempat umum yang memenuhi syarat di Kabupaten Aceh Tamiang Tahun 2013 adalah 6,3% dari 20 TTU. Rendahnya persentase tempat-tempat umum memenuhi syarat ini karena sarana pendidikan tidak dilakukan penilaian. 7. Persentase Tempat Pengelolaan Makanan Memenuhi Syarat, Dibina,
dan Diuji Petik
Tempat Pengelolaan Makanan (TPM) adalah usaha pengelolaan makanan yang meliputi jasa boga atau catering, rumah makan dan restoran, depot air minum, kantin dan jajanan makanan. TPM yang memenuhi syarat hygiene sanitasi adalah TPM yang memilik bukti dikeluarkannya sertifikat laik hygiene sanitasi. TPM dibina adalah TPM yang tidak memenuhi persyaratan hygiene sanitasi yang dibina di suatu daerah dalam kurun waktu tertentu, sedangkan TPM diuji petik adalah TPM yang memenuhi persyaratan hygiene sanitasi diuji petik di suatu daerah dalam kurun waktu tertentu. Di Kabupaten Aceh Tamiang Tahun 2013 persentase TPM yang memenuhi syarat hygiene sanitasi adalah 95 TPM (21,3%) dari 447 TPM yang ada, sedangkan yang tidak memenuhi syarat hygiene sanitasi adalah 78,75%. Persentase TPM yang dibina adalah 170 TPM (50,57%), dan tidak ada TPM yang dilakukan uji petik. Adapun upaya yang dilakukan untuk meningkatkan persentase TPM yang memenuhi syarat hygiene sanitasi antara lain melakukan kegiatan Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya dan Pemantauan Pembinaaan Toko Swalayan, Depot Air Minum dan Kantin Sekolah.
8. Ketersediaan Obat Menurut Jenis Obat
Ketersediaan obat adalah jumlah kebutuhan item obat yang didapat dengan menghitung jumlah pemakaian rata-rat per bulan jenis obat tertentu pada tahun sebelumnya dikali 18 yaitu stok obat dianggap aman ketika dapat memenuhi kebutuhan selama 18 bulan. Total penggunaan obat dan vaksin yang didapat dengan jumlah penggunaan kumulatif setiap periode pelaporan total stok obat dan vaksin yang dihitung pada akhir bulan per period pelaporan. Persentase ketersediaan obat dan vaksin di Kabupaten Aceh Tamiang tahun 2013 dapat dilihat pada tabel lampiran 67.
Sebagaimana yang tercantum dalam UURI No 36 Tahun 2009 tentang kesehatan disebutkan bahwa sumber daya kesehatan adalah segala bentuk dana, tenaga kesehatan, perbekalan kesehatan, sediaan farmasi dan alat kesehatan serta fasilitas pelayanan kesehatan dan teknologi yang dimanfaatkan untuk menyelenggarakan upaya kesehatan. Berikut dijelaskan situasi sumber daya kesehatan di Kabupaten Aceh Tamiang Tahun 2013.