• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dusun Kuricaddi merupakan salah satu dusun pesisir terdapat dalam wilayah Desa Nisambalie, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros. Dusun Kuricaddi mempunyai panjang garis pantai sekitar 12 Km. Sebagaian garis pantai tersebut terdapat potensi lahan pertambakan seluas 40 ha. Ekosistem mangrove seluas 23 Ha.

Selain potensi pertambakan dan ekosistem mangrove, terdapat pula lahan pesisir untuk pengembangan budidaya laut. Hingga saat ini potensi tersebut khususnya lahan pertambakan belum dikelola secara optimal, demikian juga lahan pesisir pemanfaatannya baru sebatas aktifitas penangkapan ikan.

Lahan pertambakan yang dimiliki dusun kuricaddi, sekitar 23,50 ha adalah milik Universitas Muhammadiyah Makassar. Lahan pertambakan tersebut sebagai tempat praktek lapang bagi mahasiswa Fakultas pertanian, khususnya Mahasiswa Jurusan Budidaya Perairan. Kondisi lahan tambak milik Unismuh saat ini dalam tahap desain kontruksi yang dilaksanakan oleh Mangrove Aksi Programe (MAP).

Kontruksi tambak Universitas Muhammadiyah Makassar didesain dengan mengintegrasikan ekologi dan ekonomi, yaitu 60% mangrove atau seluas 14,10 ha dan 40% tambak atau seluas 9,4 ha untuk lahan tambak didesain menjadi 3 blok dengan peruntukan komoditi sebagai berikut: (1) Lahan budidaya udang, (2) Lahan budidaya ikan dan (3) Lahan untuk budidaya rumput laut.

Untuk kepentingan pengembangan tambak sebagai lahan praktek lapang bagi mahasiswa, maka dilakukan kajian fisik tanah, apakah layak untuk

25

peruntukan lahan tambak budidaya secara optimal dan berkelanjutan. Optimal artinya secara ekonomi menguntungkan untuk memenhi kebutuhan hidup generasi masa kini, Sedangkan Berkelanjutan artinya secara ekologis tetap lestari untuk memenuhi kebutuhan generasi masa yang akan datang.

4.2. Tekstur

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Balai Penelitian danPengembangan Budidaya Air Payau Maros (BPPBAP), diperoleh hasil tekstur(pasir, liat, dan debu) tanahtambak Kuricaddi pada bulan pertama dan kedua dapat lihat pada Tabel 5.

Tabel 5: Hasil analisis tekstur tanah tambak Kuricaddi

Bulan Stasiun Pasir Liat Debu Kelas Tekstur

Berdasarkan Tabel 5 kelas tekstur tanah tambak kuricaddidapat dikelompokkan yaitu lempung berpasir pada stasiun A1,A2,A3,B2,B3,C1,,C3pada

26

pengambilan sampel bulan 1, danpasir berlempung pasir stasiun B1dan C2sedangkan pengambilan sampel bulan2yaitu lempung berpasir stasiun A1,A2,,B2,B3,C1,C3,dan pasir berlempung pada stasiun B1, dan C2.

Hasil analisis menunjukkan bahwa kandungan unsur liat dan pasir kurang layak, sedangkan debu layak untuk melakukan kegiatan usaha budidaya.

Hubungan antara tekstur terhadap pertumbuhan makanan alami saling berhubungan satu dengan lainnya. Tanpa adanya tekstur yang baik maka pertumbuhan makanan alami kurang berjalan optimal Tekstur tanah tambak sangat berpengaruh terhadap prositas dan pertumbuhan klekap yang dapat menjadi salah satu sumber makanan bagi organisme yang dipelihara.

Tambak dengan tanah bertekstur kasar seperti lempung berpasir dan pasir berlempung memiliki tingkat porositas yang tinggi, sebagai akibatnya tambak tidak bisa menahan air. Menurut Boyd (1994) bahwa tekstur tanah yang baik untuk tambak adalah lempung berdebu (tekstur agak halus),lempung berpasir, lempung dan lempung berdebu (tekstur sedang) dan jenis tekstur tanah pada tambak kuri caddi adalah lempung berpasir.

4.3. Struktur

Berdasarkan hasil pengamatan tanah tambak kuricaddi yang dilakukan dapat tentukan strukturnya seperti disajikan Tabel 6.

27 Tabel 6: Struktur tanah tambak Kuricaddi.

Bulan Stasiun Kelas Struktur

1

BerdasarkanTabel 6 tanah tambak Kuricaddi pengambilan sampelbulan 1 dan 2, mempunyai 2 strukturyaitu; granular pada stasiun (A1, A2, dan B2) dan remah stasiun (A3, B1, B3, C1, C2, dan C3).Hal ini diduga karena pengambilan sampel dengan kedalaman0-20 cm. Sejalan dengan pendapat Hardjowigeno (2003) bahwa tanah inseptisols pada lapisan pertama mempunyai struktur granular dengan ukuran <2 cm Jenis tanah yang termasuk kedalam tanah granular yaitu pasir, kerikil, batuan dan campurannya. Tanah lapisan 1 (Ap) memiliki struktur tanah yang remah, yaitu berbentuk porous, bulat, ukuran kecil, dan agregat tidak terikat satu sama lain.

Foth Henry (1998) Terbentuknya struktur granular adalah adanya bahan organik disebut juga bahan granulator. Proses granulasi merupakan tahap pertama dari proses pembentukan struktur tanah. Beberapa bahan atau senyawa yang

28

berperan dalam proses ini adalah bahan- bahan yang bersifat merekat atau mensementasi granul- granul tanah.Hasil pengamatan pada tanah tambak Kuricaddi diketahui dua jenis struktur yaitu granular dan remah apabila dikategorikan kelayakannya maka kedua struktur inikurang layak untuk kegiatan usaha budidaya karena merupakan struktur tanah kurang baik untuk menyimpang air sehingga tidak mendukung pertumbuhan makanan alami di tambak.

4.4. Permeabilitas

Berdasarkan hasil pengukuran tanah tambak Kuricaddi yang dilakukan diperoleh hasil permeabilitas seperti disajikan Tabel 7.

Tabel 7: Permeabilitas tanah tambak Kuricaddi.

Bulan Stasiun Permeabilitas cm/detik

16 Mei 2014 Sumber: Hasil pengukuran, 2014

Berdasarkan Tabel 7 dapat jelaskan bahwa pengambilan sampel pada bulan 1 tanah yang cepat meloloskan air yaitu blok B (Stasiun B1) yaitu 1,96

29

cm/detik, dan blok C (Stasiun C1) yaitu 1,89 cm/detik sedangkan tanah yang lambat meloloskan air pada blok A dan B (A1 yaitu 0,82, A2 yaitu 0,68 dan B2 yaitu 0,66cm/detik) dan pengambilan sampel pada bulan 2 tanah yang cepat meloloskan pada blok B (Stasiun B1yaitu 2,20cm/detik) pada blok C (Stasiun C1)yaitu 1,95 cm/detik sedangkan tanah yang lambat meloloskan air pada blok A dan B(A1 yaitu 0,82, A2 yaitu 0,66 dan B2 yaitu 0,68 cm/detik). Hal ini disebabkan oleh karena tanah tekstur pasir berlempung dan struktur tanah remah sesuai dengan pendapat Hillel (1971) bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi permeabilitas tanah antara lain adalah tekstur tanah, porositas dan distribusi ukuran pori, stabilitas agregat dan stabilitas struktur tanah serta kadar bahan organik tanah.

Hasil pengukuran tanah tambak Kuricaddi menunjukkan bahwa kemampuan untuk meloloskan air dari setiap stasiun sangat cepat ini menandakan bahwa tidak adanya kandungan liat dan bahan organik di tanah tambak sehingga pertumbuhan makanan alami yang diperlukan hewan budidaya sangat kurang.

30

V. PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Hasil penelitian studi parameter fisik (tekstur, struktur, permeabilitas) tanah tambak kuricaddi dapat disimpulkan bahwa, Pada tambak Kuricaddi bertekstur lempung berpasir dan pasir berlempung, berstruktur granular dan remah, dan permeabilitasnya untuk meloloskan air sangat cepat sehinga kurang layak untuk melakukan suatu kegiatan budidaya.

5.2 Saran

Hasil penelitian tanah tambak Kuricaddi kurang layak untuk kegiatan budidaya maka sarankan agar tambak tersebut dinormalkan kembali seperti melakukan tahap awal yaitu pengeringan, pembajakan, pengampuran, dan penanaman mangrove disekitar areal tambak untuk mendapatkan hasil yang diharapkan.

31

Dokumen terkait