• Tidak ada hasil yang ditemukan

STUDI PARAMETER SIFAT FISIK (TEKSTUR, STRUKTUR, DAN PERMEABILITAS) TANAH UNTUK PERUNTUKAN BUDIDAYA IKAN DAN UDANG TAMBAK KURICADDI KABUPATEN MAROS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "STUDI PARAMETER SIFAT FISIK (TEKSTUR, STRUKTUR, DAN PERMEABILITAS) TANAH UNTUK PERUNTUKAN BUDIDAYA IKAN DAN UDANG TAMBAK KURICADDI KABUPATEN MAROS"

Copied!
53
0
0

Teks penuh

(1)

STUDI PARAMETER SIFAT FISIK (TEKSTUR, STRUKTUR, DAN PERMEABILITAS) TANAH UNTUK PERUNTUKAN

BUDIDAYA IKAN DAN UDANG TAMBAK KURICADDI KABUPATEN MAROS

SKRIPSI

RISNAWATI 10594 0042710

PROGRAM STUDI BUDIDAYA PERAIRAN FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR

2014

(2)
(3)
(4)

i

STUDI PARAMETER SIFAT FISIK (TEKSTUR, STRUKTUR, DAN PERMEABILITAS) TANAH UNTUK PERUNTUKAN

BUDIDAYA IKAN DAN UDANG TAMBAK KURICADDI KABUPATEN MAROS

RISNAWATI 105940042710

Skripsi

Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana (S1) Fakultas Pertanian Jurusan Budidaya Perairan

JURUSAN BUDIDAYA PERAIRAN FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR 2014

(5)

ii

HALAMAN PENGESAHAN

Judul : Studi Parameter Sifat Fisik (Tekstur, Struktur, dan Permeabilitas) Tanah untuk Peruntukan Budidaya Ikan dan Udang Tambak Kuricaddi Kabupaten Maros

Nama : Risnawati

Nim : 10594 0042710

Program Studi : BudidayaPerairan

Makassar, September 2014

Telah Diperiksa dan Disetujui Komisi Pembimbing

Pembimbing I, Pembimbing II,

Ir. Darmawati, M.Si Murni, S.Pi., M.Si NIDN : 0920126801 NIDN : 0903037304

Diketahui;

Dekan Fakultas Ketua Program Studi,

Pertanian, Budidaya Perairan

Ir. H. M. Saleh Molla, MM Murni, S.Pi, M.Si NIDN : 0931126103 NIDN : 0903037304

(6)

iii

PENGESAHAN KOMISI PENGUJI

Judul : Studi Parameter Sifat Fisik (Tekstur, Struktur, dan Permeabilitas) Tanah untuk Peruntukan Budidaya Ikan dan Udang Tambak Kuricaddi Kabupaten Maros

Nama : Risnawati

Nim : 10594 0042710

Program Studi : BudidayaPerairan

SUSUNAN PENGUJI

Nama TandaTangan

1. Ir. DarmawatiM.Si Ketuasidang 2. Murni, S.Pi.,M.Si

Sekretaris

3. Abdul Malik, S.Pi.,M.Si Anggota

4. Asni Anwar, S.Pi., M.Si Anggota

Tanggal Lulus :………..

(7)

iv

PERNYATAAN MENGENAI SKRIPSI DAN SUMBER INFORMASI

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi yang berjudul:

Studi Parameter Sifat Fisik (Tekstur, Struktur, dan Permeabilitas) Tanah untuk Peruntukan Budidaya Ikandan Udang Tambak Kuricaddi Kabupaten Maros

Adalah benar merupakan hasil karya yang belum diajukan dalam bentuk apapun kepada perguruan tinggi manapun. Semua sumber data dan informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebut kandalam teks dan dicantumkan dalam daftar pustaka di bagian akhir skripsi ini.

Makassar, September 2014

R I S N A W A T I 1059400427 10

(8)

v ABSTRAK

RISNAWATI. 105940 0427 10. Studi Parameter Sifat Fisik (Tekstur, Struktur, dan Permeabilitas) Tanah untuk Peruntukan Budidaya Ikan dan Udang Tambak Kuricaddi Kabupaten Maros. Dibimbing oleh Darmawati dan murni.

Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk menentukan tingkat kelayakan tambak untuk budidaya ikan dan udang berdasarkan data parameter fisik (tekstur, struktur, permeabilitas) tanah tambak Kuricicaddi.

Pada penelitian tentang fisik tanah tambak pengambilan sampel tanah dilakukan selama 2 bulan yaitu Mei sampai Juni dengan frekuensi pengambilan sampel 1 kali dalam sebulan. Dari data yang didapatkan dari hasil pengujian yang dilakukan di Laboratorium dan diolah secara dekskriftif dengan membandingkan hasil dari lapangan dengan studi literatur tentang kelayakan parameter tanah untuk budidaya tambak. Hasil penelitian menunjukkan Pada tambak windu tekstur, struktur dan permeabilitas kuranglayak untuk kegiatan usaha budidaya, pada tambak bandeng tekstur, struktur, dan permeabilitas kurang layak untuk kegiatan usaha budidaya, dan pada saluran tekstur, struktur dan permeabilitas kurang layak untuk kegiatan usaha budidaya.

(9)

vi

KATA PENGANTAR

Puji syukur senantiasa penulis panjatkan kehadirat allah swt, yang telah memberikan rahmat dan hidayah-nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian di lapangan dan menyusun skripsi yang berjudul Studi Parameter Sifat Fisik (Tekstur, Struktur, Dan Permeabilitas) Tanah Untuk Peruntukan Budidaya Ikan Dan Udang Tambak Kuricaddi Kabupaten Maros

Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar- besarnya kepada semua pihak yang telah memberikan masukan dan sarannya dalam penyusunan proposal ini, yaitu kepada :

1. Terimakasih kepada Ibunda Ir. Darmawati, M.Si dan Ibunda Murni, S.Pi., M.Si, selaku pembimbing yang dengan ikhlas membimbing penulis sejak penyusunan skripsi hingga pada penyelesaian skripsi ini.

2. Rasa hormat dan terima kasih kepada kedua orang tua berkat doa dan dorongan moral sertamateri setiap saat hingga terselesaikannya penyusunan skripsi ini.

3. Seluruh staf pengajar dan civitas akademika di Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Makassar.

4. Rasa terima kasih kepada pengurus lembaga se-fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Makassar yang selalu memberikan motivasi kepada penulis 5. Rasa hormat dan terima kasih kepada rekan-rekan jurusan budidaya perairan

(10)

vii

serta semua pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu-persatu, yang telah memberikan dorongan semangat dan bantuannya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.

Penulis sangat menyadari akan kekurangan dan kelemahan dari skripsi ini,untuk itu kritik dan saran sangat penulis harapkan untuk kesempurnaannya.

Semoga skripsi ini bermanfaat bagi yang memerlukan.

Makassar, September 2014

Risnawati

(11)

viii DAFTAR ISI

Teks Halaman

Halaman Judul i

Halaman Pengesahan ii

Pengesahan Komisi Penguji iii

Pernyataan Mengenai Skripsi dan Sumber Informasi iv

Abstrak v

Kata Pengantar vi

DaftarIsi vii

DaftarTabel ix

DaftarGambar xi

DaftarLampiran xii

1. PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang 1

1.2.Tujuan Penelitian 3

II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Kualias Tanah 4

2.2. Tekstur Tanah 4

2.3. Struktur Tanah 8

2.4. Permealibitas Tanah 12

2.4.1 KoefisienPermeabilitas 15

III. METODE PENELITIAN

3.1. Waktu dan Lokasi Penelitian 17

3.2. Alat dan Bahan 18

3.2.1 Tekstur 18

3.2.2 Struktur 18

(12)

ix

3.2.3 Permeabilitas 19

3.3 Prosedur Penelitian 19

3.3.1 Persiapan 19

3.3.2 Penentuan Stasiun 20

3.3. 3Metode Pengambilan sampel 21

3.4 Peubah yang diamati 21

3.4.1 Penentuan Tekstur 22

3.4.2 Penentuan Struktur 22

3.4.3 Penentuan Permeabilitas tanah 22

3.5 Pengumpulan Data 23

3.6 Analisis data 23

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Keadaan Umum Lokasi 24

4.2Tekstur 25

4.3 Struktur 26

4.4 Permeabilitas 28

V. PENUTUP

5.1 Kesimpulan 30

5.2 Saran 30

DAFTAR PUSTAKA 31

Riwayat Hidup 38

(13)

x

DAFTAR TABEL

No. Teks Halaman

1. Karakteristik fisik dan fisik tanah pada tekstur yang berbeda 6 2. Hubungan Tekstur Tanah dengan Petumbuhan klekap di tambak 8

3. Kelas permeabilitas dan perkolasi tanah 16

4. Tekstur untuk kelayakan tanah dasar tambak 24 5. Hasil analisis tekstur tanah tambak Kuricaddi 27

6. Struktur tanah tambak Kuricaddi. 29

7. Permeabilitas tanah tambak Kuricaddi. 30

(14)

xi

DAFTAR GAMBAR

No. Teks Halaman

1. Lokasi Tambak Kuri Caddi Kabupaten Maros 17

2. Stasiun pengambilan sampel penelitian 21

3. Pembatasan fraksi tekstur tanah tambak 22

4. Pipa paralon untuk mengambil sampel 35

5. hydrometer untuk mengukur tekstur tanah 35

6. Stopwatch untuk mengukur permeabilitas tanah 35

7. Pengambilan sampel 35

8. Pengukuran Tekstur sampel tanah 36

9. Penuntuan struktur sampel tanah 37

10. Pengukuran permeabilitas tanah 37

(15)

xii

DAFTAR LAMPIRAN

No. Teks Halaman 1. Hasil pengukuran permeabilitas tanah tambak Kuricaddi 34

2. Foto alat yang digunakan dalam penelitian 35

3. Foto-foto pengambilan sampel 36

(16)

1

I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perikanan budidaya yang dilakukan di Indonesia meliputi: budidaya laut, budidaya tambak, budidaya kolam, dan budidaya sawah. Diantara berbagai jenis perikanan budidaya tersebut, produksi tambak tertinggi yaitu 559.612 ton (38.10%

dari total produksi perairan budidaya) berasal dari budidaya tambak dengan luas mencapai 489.811 ha (luas kotor) pada tahun 2009 (Anonim, 2007). Usaha perikanan budidaya tambak merupakan kegiatan yang memanfaatkan kawasan pesisir yang mampu memberikan kontribusi cukup besar terhadap pendapatan masyarakat pesisir, penyedia lapangan kerja, dan perolehan devisa Negara yang potensial. Sulawesi Selatan merupakan salah satu sentra produksi budidaya tambak dan memiliki tambak terluas yaitu 104.240 ha atau sekitar 21,28% dari total luas tambak di Indonesia pada tahun 2009.

Pengembangan areal budidaya tambak, evaluasi kesesuain lahan perlu dilakukan untuk menjadi dasar pertimbagan dalam pengambilan keputusan penggunaan lahan. Menurut Smith (2003), evaluasi kesesuaian lahan sangat penting dilakukan karena lahan memiliki sifat fisik, sosial ekonomi dan geografi yang bervariasi atau dengan kata lain lahan diciptakan tidak sama. Adanya variasi sifat tersebut dapat mempengaruhi penggunaan lahan yang sesuai termasuk untuk budidaya tambak. Maka dengan itu harus dilakukan analisis tanah tambak sebagai indikator tingkat kesuburan tambak.

Faktor yang mendukung dalam pengelolaan pembesaran udang dan ikan, yaitu kondisi lingkungan yang baik sangat diperlukan, kondisi lingkungan yang

(17)

2

dimaksud adalah segi kualitas tanah dan air dilihat dari beberapa faktor fisika, kimia dan biologi. Dari ketiga faktor tersebut harus memenuhi persyaratan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan udang dan ikan (Utami Ningsi, 1988).

Persyaratan karakteristik tanah memegang peranan penting dalam menentukan baik tidaknya lahan untuk usaha pertambakan. Tanah yang baik tidak hanya mampu menahan air, namun juga harus mampu menyediakan berbagai unsur hara untuk makanan alami ikan dan udang yang dipelihara. (Rohmat, 2009)

Kemampuan tanah menyediakan berbagai unsur hara yang diperlukan untuk pertumbuhan makanan alami, dipengaruhi oleh kesuburan tambak dan ditentukan pula oleh komposisi tekstur tanah. Karakteristik tanah dasar tambak sangat penting untuk pertumbuhan alga dasar (kelekap) maupun plankton.

Ketersedian unsur-unsur hara serta unsur mikro trace element sangat diperlukan untuk tanah pertambakan (DKP, 2005).

Batupasir antara formasi yang satu dengan yang lainnya berbeda, sehingga perlu dilakukan penelitian permeabilitas serta hubungannya dengan ukuran butir dan sortasi pada formasi-formasi tersebut. Batupasir merupakan salah satu dari batuan sedimen klastik yang mempunyai porositas cukup baik dan biasanya berfungsi sebagai reservoir atau akuifer, sedangkan butirannya yang dominan berukuran pasir. Batupasir memiliki beberapa kenampakan fisik yang dapat dibedakan dari batuan jenis lainnya, yaitu struktur, tekstur dan komposisi. Dari tekstur batupasir dapat diturunkan menjadi tiga parameter empiris yaitu ukuran butir, bentuk butir (pembundaran dan pembulatan) dan sortasi. Pemilahan (sorting) adalah cara penyebaran berbagai macam besar butir. Dengan demikian

(18)

3

rongga yang terdapat di antara butiran besar akan diisi butiran yang lebih kecil lagi sehingga porositasnya berkurang. Permasalahan tanah dasar tambak dan mengaplikasikan pendekatan pengelolaan dasar tambak yang tepat dalam budidaya udang dan ikan.

Kurangnya aplikasi ilmu tanah pada pengelolaan tambak disebabkan masih sedikitnya informasi mengenai tanah tambak dan sulitnya menginterpretasikan data komposisi tanah dan mekaninsme yang terjadi dalam tanah dengan produksi udang. Untuk itu informasi mengenai tanah tambak diperlukan dalam upaya menjawab permasalahan yang terjadi dalam budidaya udang dan ikan di tambak Kuricaddi.

1.2 Tujuan dan kegunaan penelitian

Penelitian ini bertujuan: (1) mengalisis tekstur tanah tambak yaitu liat, pasir dan lempung, dan (2) membandingkan antara hasil analisis tekstur tanah tambak dengan kesesuaian lahan secara optimum, Sedangkan kegunaan penelitian ini adalah sebagai bahan informasi para pembudidaya ikan dan udang di tambak Kuricaddi.

(19)

4

II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Kualitas Tanah

Produktivitas budidaya ikan dan udang secarah alamiah atau tradisional berpengaruhbesar pada keberadaan makanan alami dan kondisi lingkungan yang baik bagi ikan dan udang. Lingkungan tambak sangat dipengaruhi oleh faktor tanah dan air. Kemampuan untuk memanipulasi keberadaan kedua faktor tersebut berpengaruh kepada produktivitas hasil budidaya (Boyd, 2001).

2.2. Tekstur Tanah

Tekstur tanah memegang peranan sangat penting didalam menetukan apakah tanah memenuhi syarat untuk pertambakan atau. Karena tekstur tidak saja menentukan sifat fisik tanah seperti permealibilitas (DKP. 2002).

Pengaruh tanah dalam budidaya tambak meliputi beberapa hal misalnya sebagai sumber hara dan media pertumbuhan klekap, sebagai tempat untuk menampung air dalam tambak dan sebagainya. Sifat-sifat tanah dan kandungan unsur hara pada dasar tambak berpengaruh langsung terhadap pertumbuhan klekap, karena klekap tumbuh menempel pada dasar tambak. Penambahan pupuk organik atau pupuk anorganik ke dasar tambak dapat meningkatkan pertumbuhan klekap dengan cepat. Apabila pemupukan diberikan pada air tambak (bukan pada dasar tambak) maka perkembangan yang pesat akan terjadi pada pertumbuhan ganggang hijau dalam air, yang dibandingkan dengan ganggang biru pembentuk klekap kurang disukai oleh ikan dan udang (Nurwidyanto. 2006).

(20)

5

Beberapa unsur hara dalam tanah yang mudah larut dalam air dapat mempengaruhi kualitas tambak yang selanjutnya dapat mempengaruhi pertumbuhan plankton dan organisme lain dalam tambak tersebut. Salah satu masalah yang sering timbul dalam pengelolaan tambak adalah tambak tidak mampu menahan air karena dasar tambak mempunyai porositas tinggi. Adanya porositas yang tinggi tersebut umumnya disebabkan oleh tekstur tanah kasar.

Karena itu dalam memilih lahan untuk tambak, tekstur tanah sangat penting untuk diperlihatikan. Makin besar tanah berarti positas semakin tinggi persentase liat, maka porositas tanah semakin kecil dan konduktifitas hidrauliknya semakin kecil pula (Choliket al. 2005)

Tekstur tanah selain berpengaruh terhadap porositas, berpengaruh pula terhadap perkembangan organisme dalam dasar tambak (klekap) yang dapat menjadi salah satu sumber makanan ikan dan udang. Tanah bertekstur kasar atau sangat halus kurang baik untuk perumbuhan organisme dasar tambak atau klekap (Hidayanto2004)

Tekstur tanah merupakan perbandingan antara fraksi, liat dan debu dari tanah. Tekstur tanah tambak sangat berpengaruh terhadap porositas dan pertumbuhan klekap yang dapat menjadi salah satu sumber makanan bagi ikan dan udang. Tambak dengan tanah bertekstur kasar seperti pasir berlempung dan pasir memiliki tingkat porositas yang tinggi, sebagai akibatnya tambak tidak bisa menahan air serta miskin hara. Tanah tambak sering dijumpai bertekstur halus dengan kandungan liat minimal 20%-30% untuk menahan peresapan ke samping jenis tanah lempung berpasir sangat sesuai untuk pertumbuhan makanan alami.

(21)

6

Tekstur tanah yang baik untuk tambak adalah liat, lempung berliat, lempung liat berdebu, lempung berdebu, lempung, dan lempung liat berpasir.

Hubungan antara tekstur dengan beberapa karakteristik fisik dan kimia tanah dapat dilihat pada Tabel 1 (Mustafa, 2008)

Tabel 1: Karakteristik fisik dan kimia tanah pada tekstur yang berbeda Tekstur Kapasitas penahan

nutrient

Kapasitas

penehan air Drainase Aerasi Liat

Debu Pasir Lempung

Baik Sedang Buruk Sedang

Baik Sedang Buruk Sedang

Buruk Agak baik Berlebihan Baik

Buruk Sedang Baik Sedang Sumber: Mustafa (2008)

Pada dasarnya tekstur tanah tersusun dari partikel-partikel pasir, liat dan debu yang proposinya masing-masing akan menentukan teksturnya. Jadi tekstur tanah di tentukan oleh perbandingan relatif dari ketiga jenis partikel tersebut.

Diantara ketiga jenis partikel tersebut, pasir merupakan partikel yang paling besar, namun pada berat yang sama partikel pasir mempunyai luas permukaan paling kecil sehingga peranannya dalam kegiatan fisika dan kimia tanah yang tidak terlihat atau dapat diabaikan. Partikel pasir bila diraba terasa agak kasar, sedangkan partikel debu lembut seperti bubuk dan mempunyai kecenderungan lengket satu samalain atau melekat pertikel lain.

Pasir dan debu pada dasarnya dari pelapukan batuan dan mineral, keduanya dapat dibedakan dari ukuran partikelnya saja, namun juga dari unsur lain yang terkandung di dalamnya. Ukuran partikel liat lebih kecil dari pertikel pasir debu, maka luas permukaan liat per gram menjadi sengat besar sehingga memungkinkan partikel liat mengikat ion-in kimia. Selain itu, partikel liat juga

(22)

7

bertindak sebagai tempat penyimpanan air dan unsur makanan yang penting bagi pertumbuhan organisme air lainnya.Berdasarkan sifat fisik tanah, secara umum tanah liat cocok untuk tambak/kolam, karena partikel liat sangat kecil sehingga kekompakan tanahnya tinggi dengan tingkat rembesan rendah. Keadaan seperti ini memungkinkan tanah dapat menahan air.

Tekstur tanah yang cocok untuk usaha budidaya perikanan biasanya bersifat clay, clay loam. Menurut Purnomo (1992) pada umumnya tanah tambak dapat dibedakan menjadi berbagai tekstur, yaitu: lempung liat, (clay loam), lempung berpasir (sandyloam), lempung berlumpur (silty loam).

Setiap jenis tanah tersebut, masing-masing memiliki sifat fisik dan kimia yang berbeda. Sebagai contoh tanah lempung berpasir lebih porous dari pada lempung berlumpur sedangkan lempung lebih subur dari pada lempung berpasir.

Mengenal hubungan tanah dengan kesuburannya, terutama pertumbuhan klekap dapat lihat pada Tabel 2.

Tabel 2: Hubungan Tekstur Tanah dengan Petumbuhan klekap di tambak No.

Pasir (sand)

Lumpur (silt)

Liat

(clay) Testur Tanah Pertumbuhan Klekap

1. 28% 22% 50% Liat (clay) Sangat Lebat

2. 14% 44% 42% Liat berlumpur (Silty loam)

Lebat 3. 63% 14% 23% Lumping liat berpasir

(sandy clay loam)

Sedikit

4. 79% 10% 11% Lempung berpasir

(sandy loam)

Sangat sedikit Sumber: Hidayanto et al. 2004

Dari Tabel 2 dapat diketahui bahwa makin besar kandungan liat dan lumpurnya, makin subur tanah yang bersangkutan, sehingga klekap dapat tumbuh dengan lebat, sebaliknya makin tinggi kandungan pasirnya, maka tanah tersebut

(23)

8

kurang subur. Tanah yang baik untuk tambak adalah yang bertekstur lempung berliat, liat berpasir dan liat berlumpur. Tekstur ini selain mempunyai kemampuan menahan air, juga kaya akanunsur hara yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan makanan alami di tambak (Agus et al.2006)

Menurut Hardjowigeno, S. (2003) tanah yang baik untuk tambak adalah tanah yang mempunyai tekstur lempung berliat (clay loam), liat berpasir (sandy clay), liat berlumpur (silty clay) dan liat (clay). Tanah disamping mempunyai kemampuan menahan air juga kaya akan unsur hara yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan klekap di tambak. Beberapa ahli mengatakan bahwa tanah yang baik untuk tambak adalah tanah yang bestruktur liat, lempung liat berpasir, liat berpasir dan lempung berliat. Tanah ini sangat keras dan mengalami retak-retak apabila dalam keadaan kering. Sedangkan dalam keadaan basah mampu menahan air atau dengan pertakan lain tidak mudah menimbulkan kebocoran. Tanah ini juga sangat baik untuk pembuatan tanggul.

2.3 Struktur Tanah

Struktur tanah digunakan untuk menunjukkan ukuran partikel-partikel tanah seperti pasir, debu dan liat yang membentuk agregat satu dengan yang lainnya yang dibatasi oleh bidang belah alami yang lemah. Agregat yang terbentuk secara alami disebut ped. Struktur yang dapat memodifikasi pengaruh tekstur tanah dalam hubungannya dengan kelembaban porositas, tersedia unsur hara, kegiatan jasad hidup dan pengaruh permukaan akar (Madjid. 2007).

Struktur tanah dapat memodifikasi pengaruh tekstur dalam hubungannya dalam kelembaban, porositas, tersedianya unsur hara, kediatan jasad hidup dan

(24)

9

perubahan akar. Struktur lapisan olah dipengaruhi oleh praktis dan dimana aerasi dan drainase membatasi pertumbuhan tanaman. Sistem pertanaman yang mampu menjaga kemantapan agregat tanah akan memberikan hasil /yang tinggi bagi produksi pertanian (Utomo, 1982).

Warna tanah merupakan sifat morfologi yang memberi sifat nyata dan mudah diamati. Warna tanah dapat digunakan sebagai penunjuk sifat-sifat tanah seperti kandungan bahan organik, kondisi drainase, aerase serta menggunakan bahan warna tanah dalam mengklasifikasikan tanah dan mencirikan perbedaan horizon-horizon dalam tanah. Tanah dengan drainase yang terhambat biasanya banyak mengandung bahan organik pada lapisan atas (top soil), sehingga berwarna gelap. Warna bidang struktur selaput tanah liat, warna karatan atau konkresi, warna jalit, dan warna humus (Ariyanto, 2010).

Struktur tanah dikelompokkan dalam 7 bentuk, yaitu: (1) Granular, (2) Gumpal (blocky), (3) Gumpal bersudut, (4) Prisma, (5) Tiang, (6) Lempeng, dan (7) Remah.

(1). Struktur tanah berbutir (granular): Agregat yang membulat, biasanya diameternya tidak lebih dari 2 cm. Umumnya terdapat pada horizon A yang dalam keadaan lepas disebut “Crumbs” atau Spherical.

(2). Kubus (Bloky): Berbentuk jika sumber horizontal sama dengan sumbu vertikal. Jika sudutnya tajam disebut kubus (angular blocky) dan jika sudutnya membulat maka disebut kubus membulat (sub angular blocky).

Ukuranya dapat mencapai 10 cm.

(25)

10

(3). Lempeng (platy): Bentuknya sumbu horizontal lebih panjang dari sumbu vertikalnya. Biasanya terjadi pada tanah liat yang baru terjadi secara deposisi (deposited).

(4). Prisma: Bentuknya jika sumbu vertikal lebih panjang dari pada sumbu horizontal. Jadi agregat terarah pada sumbu vertikal. Seringkali mempunyai 6 sisi dan diameternya mencapai 16 cm. Banyak terdapat pada horizon B tanah berliat. Jika bentuk puncaknya datar disebut prismatik dan membulat disebut kolumner.

Tanah yang terbentuk di daerah dengan curah hujan tinggi umumnya ditemukan struktur remah atau granular di lapisan atas (top soil) yaitu horizon A dan struktur gumpal di horizon B atau tanah lapisan bawah (sub soil). Struktur dapat berkembang dari butir-butiran tunggal ataupun kondisi massive. Dalam rangka menghasilkan agregat-agregat dimana harus terdapat beberapa mekanisme dalam partikel-partikel tanah mengelompok bersama menjadi duster.

Pembentukan ini kadang-kadang sampai ke tahap perkembangan structural yang mantap(Hanafiah, 2005).

Horizon tanah utama tersusun atas beberapa tingkat lapisan, yaitu:

(1). Horizon O, merupakan horizon organik. Lapisan tanah ini sebagian besar tersusun atas bahan organik, baik masih hidup maupun yang sudah membusuk. Terbentuk di bagian paling atas, di atas lapisan mineral. Horizon ini berwarna kelam hingga hitam.

(26)

11

(2). Horizon A, merupakan horizon mineral yang letaknya di bawah horizon O.

Tersusun atas zat-zat renik, hewan-hewan tanah, maupun fosil hewan dan tumbuhan yang belum lama mati warna sedikit kecoklatan.

(3). Horizon B, merupakan horizon mineral yang ditandai penimbunan basa, lempung besi, aluminium, atau bahan organik yang telah tercuci dari horizon A. Lapisan ini memiliki konsentrasi atau lempung yang terbentuk karena larutnya karbonat atau garam-garam lain. Ciri-ciri umum lapisan ini ialah warna tanah lebih kelam, tekstur lebih halus, dan struktur lebih mampat di bandingkan horizon A di atasnya.

(4). Horizon C, merupakan horizon mineral yang masih berbentuk bahan induk.

Horizon ini kurang dipengaruhi oleh proses perkembangan tanah, dan tidak memperlihatkan ciri-ciri diagnostik horizon A dan B.

(5) Horizon R merupakan lapisan batuan induk tanah berupa batuan yang masih utuh.

Apabila tekstur mencerminkan ukuran partikel dari fraksi-fraksi tanah, maka struktur primermerupakan kenampakan bentuk atau susunan partikel- pertikel sekunder (gumpalan) yang membentuk agregat (bongkah) Leiwakabessy et al. (2003).

Tanah yang partikel-partikelnya belum bergabung, terutama yang berstekstur pasir, disebut tanpa struktur atau berstruktur lepas, sedangkan tanah bertekstur liat, yang terlihat massif (padu tanpa ruang pori, yang lembek jika basah dan keras jika kering) atau apabila dilumat dengan air membentuk pasta disebut juga tanpa struktur terhadap kondisi drainase atau aerasi tanah, karena

(27)

12

susunan antara ped atau agregat tanah akan menghasilkan ruang yang lebih besar ketimbang susunan antarpartikel primer (Hardjowigeno, 2003).Struktur tanah mempunyai peran sebagai regulator yang: (1) menyambungkan arah pipa yang terbentuk dari berbagai ukuran pori-pori yang berinterkoneksi, stabilitas dan durabilitasnya, (2) mengatur retensi dan pergerakan air tanah, (3) difusi gas dari dan keatmosfer, dan (4) tempratur tanah(Hanafiah,2006)

Tekstur dan struktur tanah menentukan besar kecilnya air limpahan permukaan dan laju penjenuhan tanah oleh air. Pada tanah bersolum dalam (˃90cm), struktur gembur, dan penutupan lahan rapat. Sebagian besar air hujan terinfiltrasi ke dalam tanah dan hanya sebagain kecil yang menjadi air limpasan permukaan (longsor). Sebaliknya, pada tanah bersolum dangkal, struktur pada, dan penutupan lahan kurang rapat, hanya sebagian kecil air hujan yang terinfiltrasi. Pembentukan agregat menurut Djoemantoro et al, (2002) ada dua tingkatan pembentukan agregat tanah, yaitu: Kaogulasi koloid tanah (pengaruh Ca2+) kedalam agregat tanah mikro, dan sedimentasi (pengikat) agregat mikro kedalam agregat makro.

2.4 Permeabilitas Tanah

Permeabilitas tanah merupakan sifat bahan berpori, dia dapat mengalir/

merembes dalam tanah, (dalam tanah dapat terjadi erkolasi air). Tinggi rendahnya permeabilitas ditentukan ukuran pori-pori tanah.

(1) Pasir bersifat sangat permeable = permeabilitasnya tinggi = bersifat perviu (2) Lempung bersifat impermeable = permeabilitasnya rendah = impervious =

rapat air / kedap air

(28)

13

(3) Lanau dan tanah campuran pasir lempung permeabilitasnya antara pasir lempung.

Menurut Susanto dan Purnomo (1996), pada kebanyakan tanah, pada kenyataan konduktivitas hidroulik tidak selamanya tetap. Karena berbagai proses kimia, fisika dan biologi, konduktivitas hidroulik bisa berubah saat air masuk dan mengalir ke dalam tanah. Perubahan yang terjadi pada komposisi ion kompleks yang dapat dipertukarkanseperti saat air memasuki tanah mempunyai komposisi atau konsentrasi zat terlarut yang berbeda dengan larutan awal, bisa sangat merubah konduktivitas hidroulik. Secara umum konduktivitas akan berkurang bila konsentrasi zat terlarut elektrolit berkurang, disebabkan oleh penomena pengembangan dan dispersi yang juga dipengaruhu oleh jeni-jenis kation yang ada pelepasan dan perpindahan partikel-partikel lempung, selama aliran yang lama, bisa menghasilkan penyumbatan pori. Interaksi zat terlarut dan matrik tanah dan pengaruhnya terhadap konduktivitas hidroulik khususnya penting pada tanah- tanah masam dan berkadar natrium tinggi.

Permeabilitas (K) adalah kemampuan tanah untuk mengelirkan air baik secara lateral maupun vertikal dalam media porus atau tanah (cm/jm atau mm/detik) (Koorevaar et al. 1999). Faktor yang mempengaruhi permeabilitas:

(1). Distribusi ukuran butir.

Ukuran butiran yang semakin beragam dalam suatu batuan, maka pori-pori akan semakin kecil dan permeabilitas juga akan semakin kecil.

(29)

14 (2). Susunan (packing) butiran.

Susunan butiran yang semakin rapi, maka makin besar harga permeabilitasnya.

(3). Geometri butiran.

Semakin menyudut geometri butiran, maka permeabilitasnya semakin kecil.

(4). Jaringan antar pori (pore network).

Semakin bagus jaringan antar pori, maka permeabilitasnya semakin besar.

(5). Sementasi.

Semakin banyak sementasi dalam suatu batuan, maka harga permeabilitas akan semakin kecil.

(6). Clays content.

Semakin banyak mengandung clay, maka semakin kecil permeabilitas batuan tersebut.

Keadaan material bawah tanah sangat mempengaruhi aliran dan jumlah air tanah. Jumlah air tanah yang dapat di simpan dalam batuan dasar, sedimen dan tanah sangat bergantung pada permeabilitas. Menurut Effendi (2002) bahwa Permeabilitas merupakan kemampuan batuan atau tanah untuk melewatkan atau meloloskan air. Air tanah mengalir melewati rongga-rongga yang kecil, semakin kecil rongganya semakin lambat alirannya. Jika rongganya sangat kecil, akan mengakibatkan molekul air akan tetap tinggal. Kejadian semacam ini terjadi pada lempung. Secara kuantitatif permeabilitas diberi batasan dengan koefisien permeabilitas, permeabilitas sangat penting untuk menentukan besarnya cadangan fluida yang dapat diproduksi (Khairul R. 2009)

(30)

15 2.4.1. Koefisien Permeabilitas

Permeabilitas tanah ditentukan oleh koefisien permeabilitasnya, koefisein permeabilitas tanah bergantung pada berbagai faktor. Setidaknya, ada enam faktor utama yang memengaruhi permeabilitas tanah, yaitu: (1) Viskositas cairan, semakin tinggi viskositasnya, koefisien permeabilitas tanahnya akan semakin kecil, (2). Distribusi ukuran pori.Semakin merata distribusi ukuran porinya, koefesien permeabilitasnya cenderung semakin kecil, (3) Distibusi ukuran butiran, semakin merata distribusi ukuran butirannya, koefesien permeabilitasnya cenderung semakin kecil, (4). Rasio kekosongan (void), semakin besar rasio kekosongannya, koefisien permeabilitas tanahnya akan semakin besar, (5).

Kekasaran partikel mineral, semakin kasar partikel mineralnya, koefisien permeabilitas tanahnya akan semakin tinggi, dan (6). Derajat kejenuhan tanah, semakin jenuh tanahnya, koefisien permeabilitas tanahnya akan semakin tinggi.

Besar kecilnya permeabilitas tanah juga dipengaruhi oleh : (1) Tekstur Tanah.

Semakin halus tekstur tanah atau semakin banyak kandungan liat tanah maka peresapan atau permeabilitas air tanah menjadi lambat.

(2) Struktur tanah.

Tanah dengan ruang pori yang kecil-kecil dan sedikit maka permeabilitasnya juga akan menjadi lebih rendah dan begitu pula sebaliknya apabila tanah memiliki ruang pori yang besar dan banyak maka peresapannya juga akan semakin besar sehingga permeabilitasnya semakin besar pula.

(3) Bahan Organik

(31)

16

Semakin banyak bahan organik dalam tanah maka daya resapnya juga akan semakin tinggi sehingga permeabilitasnya juga semakin besar pula.Angka yang di dapat dari hasil penghitungan Kelas permeabilitas dan perkolasi tanahdengan menggunakan menurut USSCS tertera pada Tabel 3 (Kohnke, 1980) Tabel 3. Kelas permeabilitas dan perkolasi tanah

Permeabiltas (mm/jam)

Perkolasi (menit/inchi (=2,54 cm)

Kelas

˂1,25 1,25 – 5,0

˂1.200 300 – 1.200

Lambat: 1. Sangat lambat 2. lambat

5,0 – 16 16 – 50 50 – 160

75 – 300 24 – 75 12 – 24

Sedang: 3. Agak lambat 4. sedang 5. agak cepat 160 – 250

˃250

6 – 12

˂ 6

Cepat: 6. Cepat 7. sangat cepat Sumber: Kohnke.(1980)

Apabila dikaitkan dengan tekstur tanah, maka permeabilitas atau perkolasi:

(1) lambat merupakan karakter tanah bertekstur halus atau tanah mengandung minimal 37,5% liat atau bertekstur liat, liat berdebu atau liat berpasir, (2) sedang merupakan karakter tanah bertekstur sedang atau tanah berlempung, dan (3) cepat merupakan karakter tanah bertekstur kasar atau tanah berpasir, yaitu tanah yang mengandung minimal 70% pasir atau bertekstur pasir atau pasir berlempung.

(32)

17

III. METODE PENELITIAN

3.1 Waktu dan Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-Juni tahun 2014 yang berlokasi di Kawasan Tambak Unismuh Makassar tepatnya Di Dusun Kuricaddi, Desa Nisombalie, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan. Adapun lokasi tambak tersebut dapat dilihat pada gambar dibawah ini :

Gambar 1. Lokasi Tambak Kuri Caddi Kabupaten Maros.

Sedangkan lokasi untuk analisis laboratorium kandungan tekstur tanah dilakukan di Laboratorium tanah Balai Penelitian Pengenbangan Budidaya Air Payau (BPPBAP) Kaupaten Maros.

(33)

18 3.2 Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang digunakandalam melaksanakan penelitian terhadap parameter fisik tanah (tekstur, struktur dan permeabilitas) tambak kuricaddi Kabupaten Maros akan diuraikan pada penjelasan di bawah ini :

3.2.1 Tekstur

Alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: (1) pipa paralon untuk mengambil sampel tanah, (2) timbangan digital, (3) gelas piala, (4) gelas ukur, (5) hydrometer, (6) kantong plastik untuk sampel, dan (7) mesin pengocok tekstur. Sedangkan bahan yang digunakan meliputi: (1) sampel tanah, (2), natrium poliposfat, (3) natrium karbonat, (4) aquades, (5) calgon

Sedangkan cara kerja dari alat-alat tersebut adalah dengan terlebih dahulu timbang 50 gram tanah yang sudah diayak kedalam gelas piala 250 ml, tambakan calgon 100 ml(10 ml calgon ditambahkan 90 ml aquades), diamkan selam 12 jam, tambahkan air secukupnya kemudian kocak dengan mesin pengocok tekstur selama 1 menit, masukkan kedalam gelas ukur 1000 ml, tambahkan air sampai 950 ml, aduk 10 kali dan masukkan hydrometer (proses ini 40 detik dan langsung di baca pada hydrometer, dan biarkan 2 jam dan baca lagi hydrometer.

3.2.2 Struktur

Alat yang digunakan dalam struktur tanah yaitu: pipa paralon untuk mengambil sampel, kanton sampel, tempat pengeringan.

Sedangkan cara kerja pertama tanah dikeringkan kemudian dipatah- patahkan disitulah diketahui jenis teksturnya.

(34)

19 3.2.3 Permeabilitas

Alat yang digunakan dalam mengukur permeabilitas adalah pipa paralon untuk mengambil sampel, gelas ukur, dan stopwatch.Sedangkan bahan yang digunakan adalah akuades.

Sedangkan cara kerja pertama sampel tanah dikeringkan terlebih dahulu, kemudian sediakan gelas ukur yang diisi aquades, tuangkan air pada sampel dengan pelan-pelan, hitung berapa lama air meresap pada sampel tanah

3.3 Prosedur Penelitian

Prosedur penelitian ini meliputi: persiapan, (2) penentuan stasiun, dan (3) metode pengambilan sampel

3.3.1. Persiapan

Sebelum melakukan penelitian ada beberapa persiapan yang dilakukan diantaranya adalah dengan melakukan pengumpulan informasi mengenai kondisi umum lokasi penelitian, studi literatur, observasi lokasi penelitian, penentuan stasiun pengamatan, serta persiapan alat dan bahan yang akan digunakan dalam penelitian.

Dalam melakukan penentuan stasiun pengamatan, dilakukan dengan cara purposive (Nasution, 2001dalam Alexander, 2006)yang mengacu pada fisiografi lokasi agar sedapat mungkin bisa mewakili atau menggambarkan keadaan perairan tersebut.

(35)

20 3.3.2 Penentuan Stasiun

Dalam pengambilan sampel air, dilakukan pembagian blok yang terdiri dari blok A, B, C. Dari ketiga blok ini kemudian dibagi kedalam tiga stasiun pengambilan sampel.Letak dari setiap blok yang ditetapkan adalah sebagai berikut:

a. Blok A terdapat tambak winduyang terdiri dari tiga titik stasiun: (1) stasiun A1 adalah pintu pemasukan, (2) A2 pelataran talataran, dan (3) A3 adalah pintu pengeluaran.

b. Blok B berada pada tambak bandeng yang terdiri dari 3 stasiun. (1) stasiun B1 adalah pintu pemasukan air (2) B2 adalah pelataran tambak (3) B3 adalah pintu pengeluaran air.

c. Blok C berada pada saluran utama yang terdiri dari 3 stasiun.(1) C1 adalah pintu pemasukan air utama (2) C2 adalah tengah saluran (3) C3 adalah pintu pengeluaran air.

Pada penelitian tentang fisik tanah, pengambilan sampel tanah pada setiap blokdilakukan setiap 1 bulan dalam kurun waktu 2 bulan dengan frekuensi 1 kali pengambilan sampel.

Di bawah ini disajikan Gambar lokasi stasiun pengambilan sampel parameter kimia air di pertambakan Kuricaddi.

(36)

21

A2 A3 C1

C2 B1 B2

B3 A1

Gambar 2. Stasiun pengambilan sampel penelitian.

3.3.3 Metode Pengambilan sampel

Pengambilan sampel tanah dilakukan dua kali pada setiap stasiun yaitu pada bulan pertama dan bulan kedua dengan menggunakan pipa paralon dengan kedalama (0-20 cm). Kemudian dimasukkan ke dalam plastik yang telah diberi label sesuai dengan titik pengambilan, selanjutnya sampel tanah dikeringkan dengan oven pengeringan dan lemari penjemuran kemudiaan ditumbuk dan diayak selanjutnya dianalisis di laboratorium tanah, sedangkan untuk struktur dan permeabilitas dikeringkan terlebih dahulu baru dilakukan pengamatan

3.4. Peubah yang diamati.

Dalam penelitian ini ada 3 parameter fisik tanah yang akan diamatiadalah tekstur, struktur, dan permeabilitas

(37)

22 3.4.1 Penentuan Tekstur

Penentuan tekstur tanah dilakukan di Laboratorium BPPBAP Maros, pembatasan ketiga fraksi masing-masing tekstur tanah dapat digambarkan dalam segitiga tekstur atau trianguler tekstur (Gambar 3).

Gambar 3. Pembatasan fraksi tekstur tanah tambak.

3.4.2 Penentuan Struktur

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode HVSR (Horizontal to Vertical Spectral Ratio) yang bertujuan untuk melakukan pemetaan permodelan ketebalan sedimen sehingga dapat mengetahui struktur lapisan tanah berdasarkan ketebalan sedimen.

3.4.3 Penentuan Permeabilitas Tanah

Rumus menentukan permeabilitas tanah dengan rumus (Kohnke, 1980):

(38)

23 Dimana:

K = Permeabilitas tanah (cm/jam)

Q = Banyak air yang mengalir setiap pengukuran (ml) t = Waktu pengukuran (jam)

3.5 Pengumpulan Data

Data Data hasil pengujian di Laboratorium, pengukuran dan pengamatan diidentifikasi dan dibandingkan dengan kriteria parameter tanah menurut standar kelayakan yang telah dirumuskan oleh para ahli dibidang kualitas tanah.

3.6 AnalisisData

Semua data yang didapatkan hasil pengujian yang dilakukan laboratorium dan diolah secara deskriptif dengan membandingkan hasil dari lapangan dengan studi literatur tentang kelayakan parameter tanah untuk budidaya tambak. Adapun literatur tentang kelayakan parameter tanah yang diuji lihat pada Tabel 4.

Tabel 4. Tekstur untuk kelayakan tanah dasar tambak

Parameter Kategori

Sumber Diukur/Diamati

Sangat

Layak Layak

Layak Bersyarat

Tidak Layak

(S1) (S2) (S3) (N)

Tekstur Tanah Ali Poernomo

(1992), Anonim (2008).

- Liat (%) >25 – 30 >10 - <25 >30 - <35 < 10 - Pasir (%) 30 – 70 3 - <30 >70 - <80 > 80 - Debu (%) 10 - < 20 60 – 80 20 - <70 > 80 - Liat (%)

- Pasir (%) - Debu (%)

˃ 40

˂12

7- 27 Willian (2003)

Sumber : Purnomo (1992), Anonim (2008), dan Willian (2003).

(39)

24

1V. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Keadaan Umum Lokasi

Dusun Kuricaddi merupakan salah satu dusun pesisir terdapat dalam wilayah Desa Nisambalie, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros. Dusun Kuricaddi mempunyai panjang garis pantai sekitar 12 Km. Sebagaian garis pantai tersebut terdapat potensi lahan pertambakan seluas 40 ha. Ekosistem mangrove seluas 23 Ha.

Selain potensi pertambakan dan ekosistem mangrove, terdapat pula lahan pesisir untuk pengembangan budidaya laut. Hingga saat ini potensi tersebut khususnya lahan pertambakan belum dikelola secara optimal, demikian juga lahan pesisir pemanfaatannya baru sebatas aktifitas penangkapan ikan.

Lahan pertambakan yang dimiliki dusun kuricaddi, sekitar 23,50 ha adalah milik Universitas Muhammadiyah Makassar. Lahan pertambakan tersebut sebagai tempat praktek lapang bagi mahasiswa Fakultas pertanian, khususnya Mahasiswa Jurusan Budidaya Perairan. Kondisi lahan tambak milik Unismuh saat ini dalam tahap desain kontruksi yang dilaksanakan oleh Mangrove Aksi Programe (MAP).

Kontruksi tambak Universitas Muhammadiyah Makassar didesain dengan mengintegrasikan ekologi dan ekonomi, yaitu 60% mangrove atau seluas 14,10 ha dan 40% tambak atau seluas 9,4 ha untuk lahan tambak didesain menjadi 3 blok dengan peruntukan komoditi sebagai berikut: (1) Lahan budidaya udang, (2) Lahan budidaya ikan dan (3) Lahan untuk budidaya rumput laut.

Untuk kepentingan pengembangan tambak sebagai lahan praktek lapang bagi mahasiswa, maka dilakukan kajian fisik tanah, apakah layak untuk

(40)

25

peruntukan lahan tambak budidaya secara optimal dan berkelanjutan. Optimal artinya secara ekonomi menguntungkan untuk memenhi kebutuhan hidup generasi masa kini, Sedangkan Berkelanjutan artinya secara ekologis tetap lestari untuk memenuhi kebutuhan generasi masa yang akan datang.

4.2. Tekstur

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Balai Penelitian danPengembangan Budidaya Air Payau Maros (BPPBAP), diperoleh hasil tekstur(pasir, liat, dan debu) tanahtambak Kuricaddi pada bulan pertama dan kedua dapat lihat pada Tabel 5.

Tabel 5: Hasil analisis tekstur tanah tambak Kuricaddi

Bulan Stasiun Pasir Liat Debu Kelas Tekstur

16 mei 2014

A1 60 0 40 Lempung berpasir

A2 62 0 38 Lempung berpasir

A3 60 0 40 Lempung berpasir

B1 74 0 26 Pasirberlempung

B2 58 0 42 Lempung berpasir

B3 62 0 38 Lempung berpasir

C1 62 0 38 Lempung berpasir

C2 70 0 30 Pasir berlempung

C3 64 0 36 Lempung berpasir

06 juni 2014

A1 68 0 32 Lempung berpasir

A2 66 0 34 Lempung berpasir

A3 74 0 26 Lempung berpasir

B1 60 0 40 Pasir berlempung

B2 66 0 34 Lempung berpasir

B3 66 0 34 Lempung berpasir

C1 80 0 20 Lempung berpasir

C2 68 0 32 pasir berlempung

C3 66 0 34 Lempung berpasir

Sumber: Analisis, 2014

Berdasarkan Tabel 5 kelas tekstur tanah tambak kuricaddidapat dikelompokkan yaitu lempung berpasir pada stasiun A1,A2,A3,B2,B3,C1,,C3pada

(41)

26

pengambilan sampel bulan 1, danpasir berlempung pasir stasiun B1dan C2sedangkan pengambilan sampel bulan2yaitu lempung berpasir stasiun A1,A2,,B2,B3,C1,C3,dan pasir berlempung pada stasiun B1, dan C2.

Hasil analisis menunjukkan bahwa kandungan unsur liat dan pasir kurang layak, sedangkan debu layak untuk melakukan kegiatan usaha budidaya.

Hubungan antara tekstur terhadap pertumbuhan makanan alami saling berhubungan satu dengan lainnya. Tanpa adanya tekstur yang baik maka pertumbuhan makanan alami kurang berjalan optimal Tekstur tanah tambak sangat berpengaruh terhadap prositas dan pertumbuhan klekap yang dapat menjadi salah satu sumber makanan bagi organisme yang dipelihara.

Tambak dengan tanah bertekstur kasar seperti lempung berpasir dan pasir berlempung memiliki tingkat porositas yang tinggi, sebagai akibatnya tambak tidak bisa menahan air. Menurut Boyd (1994) bahwa tekstur tanah yang baik untuk tambak adalah lempung berdebu (tekstur agak halus),lempung berpasir, lempung dan lempung berdebu (tekstur sedang) dan jenis tekstur tanah pada tambak kuri caddi adalah lempung berpasir.

4.3. Struktur

Berdasarkan hasil pengamatan tanah tambak kuricaddi yang dilakukan dapat tentukan strukturnya seperti disajikan Tabel 6.

(42)

27 Tabel 6: Struktur tanah tambak Kuricaddi.

Bulan Stasiun Kelas Struktur

1

A1 A2 A3

Granular Granular Remah B1

B2 B3

Remah Granular

Remah C1

C2 C3

Remah Remah Remah

2

A1 A2 A3

Granular Granular Remah B1

B2 B3

Remah Granular

Remah C1

C2 C3

Remah Remah Remah Sumber: Pengamatan, 2013

BerdasarkanTabel 6 tanah tambak Kuricaddi pengambilan sampelbulan 1 dan 2, mempunyai 2 strukturyaitu; granular pada stasiun (A1, A2, dan B2) dan remah stasiun (A3, B1, B3, C1, C2, dan C3).Hal ini diduga karena pengambilan sampel dengan kedalaman0-20 cm. Sejalan dengan pendapat Hardjowigeno (2003) bahwa tanah inseptisols pada lapisan pertama mempunyai struktur granular dengan ukuran <2 cm Jenis tanah yang termasuk kedalam tanah granular yaitu pasir, kerikil, batuan dan campurannya. Tanah lapisan 1 (Ap) memiliki struktur tanah yang remah, yaitu berbentuk porous, bulat, ukuran kecil, dan agregat tidak terikat satu sama lain.

Foth Henry (1998) Terbentuknya struktur granular adalah adanya bahan organik disebut juga bahan granulator. Proses granulasi merupakan tahap pertama dari proses pembentukan struktur tanah. Beberapa bahan atau senyawa yang

(43)

28

berperan dalam proses ini adalah bahan- bahan yang bersifat merekat atau mensementasi granul- granul tanah.Hasil pengamatan pada tanah tambak Kuricaddi diketahui dua jenis struktur yaitu granular dan remah apabila dikategorikan kelayakannya maka kedua struktur inikurang layak untuk kegiatan usaha budidaya karena merupakan struktur tanah kurang baik untuk menyimpang air sehingga tidak mendukung pertumbuhan makanan alami di tambak.

4.4. Permeabilitas

Berdasarkan hasil pengukuran tanah tambak Kuricaddi yang dilakukan diperoleh hasil permeabilitas seperti disajikan Tabel 7.

Tabel 7: Permeabilitas tanah tambak Kuricaddi.

Bulan Stasiun Permeabilitas cm/detik

16 Mei 2014

A1 A2 A3

0,82 0,68 1,17 B1

B2 B3

1,86 0,66 1,10 C1

C2 C3

1,56 1,89 1,32

S06 Mei 2014

A1 A2 A3

0,82 0,66 1,17 B1

B2 B3

1,96 0,68 1,05 C1

C2 C3

1,53 1,95 1,30 Sumber: Hasil pengukuran, 2014

Berdasarkan Tabel 7 dapat jelaskan bahwa pengambilan sampel pada bulan 1 tanah yang cepat meloloskan air yaitu blok B (Stasiun B1) yaitu 1,96

(44)

29

cm/detik, dan blok C (Stasiun C1) yaitu 1,89 cm/detik sedangkan tanah yang lambat meloloskan air pada blok A dan B (A1 yaitu 0,82, A2 yaitu 0,68 dan B2 yaitu 0,66cm/detik) dan pengambilan sampel pada bulan 2 tanah yang cepat meloloskan pada blok B (Stasiun B1yaitu 2,20cm/detik) pada blok C (Stasiun C1)yaitu 1,95 cm/detik sedangkan tanah yang lambat meloloskan air pada blok A dan B(A1 yaitu 0,82, A2 yaitu 0,66 dan B2 yaitu 0,68 cm/detik). Hal ini disebabkan oleh karena tanah tekstur pasir berlempung dan struktur tanah remah sesuai dengan pendapat Hillel (1971) bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi permeabilitas tanah antara lain adalah tekstur tanah, porositas dan distribusi ukuran pori, stabilitas agregat dan stabilitas struktur tanah serta kadar bahan organik tanah.

Hasil pengukuran tanah tambak Kuricaddi menunjukkan bahwa kemampuan untuk meloloskan air dari setiap stasiun sangat cepat ini menandakan bahwa tidak adanya kandungan liat dan bahan organik di tanah tambak sehingga pertumbuhan makanan alami yang diperlukan hewan budidaya sangat kurang.

(45)

30

V. PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Hasil penelitian studi parameter fisik (tekstur, struktur, permeabilitas) tanah tambak kuricaddi dapat disimpulkan bahwa, Pada tambak Kuricaddi bertekstur lempung berpasir dan pasir berlempung, berstruktur granular dan remah, dan permeabilitasnya untuk meloloskan air sangat cepat sehinga kurang layak untuk melakukan suatu kegiatan budidaya.

5.2 Saran

Hasil penelitian tanah tambak Kuricaddi kurang layak untuk kegiatan budidaya maka sarankan agar tambak tersebut dinormalkan kembali seperti melakukan tahap awal yaitu pengeringan, pembajakan, pengampuran, dan penanaman mangrove disekitar areal tambak untuk mendapatkan hasil yang diharapkan.

(46)

31

DAFTAR PUSTAKA

Agus, F., Yustika R.D., & Hayati, U. 2006. Penetapan berat volume tanah. Dalam kurnia. Agus F., Adimilhardja, A., & Dariah, A. (eds.) Sifat Fisik Tanah dan Metode Analisisnya. Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian, Bogor. Hlm. 25-34

Anonim. 2007. Tanah.(http://ww.id.wikipedia.org/wiki/tanah. Dikases 3 Juni 2013

Anonim, 2008. Kumpulan Standar Nasional Indonesia (SNI). Bidang Pembudidayaan. Departemen Kelautan Dan Perikanan Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya. Direktorat Produksi.

Alexander. 2006.Studi Penentuan Lokasi Untuk Pengembangan Budidaya Laut Berdasarkan Parameter Fisika, Kimia, dan Biologi Di Teluk Kupang Nusa Tenggara Timur. UNDIP. Semarang.

Ariyanto, Dwi. 2010. Struktur Tanah. http://ariyanto_staff.pertanian.uns.ac.id//

diakses pada tanggal 17 November 2012.

Boyd, C.E. 1994. Water Quality in Ponds for Aquaculture. Departement of Fisheries And Allied Aquaculture. Alabama Agricultural Experiment Station.

AuburnUniversity. Page 135-161

Boyd, CE. 2001. Chemical Characteristic of Bottom Soil from Freswater and Brackhiswatre Aquaculture Ponds. Journul oF World Aquaculture Society Cholik F., Jagatraya A.G., Poernomo A.P., dan Fauzi A. 2005. Akukultur

Tumpuan Harapan Masa Depan Bangsa. Masyarakat Perikanan Nusantara Taman Akuarium Air Tawar. Taman Mini Indonesia Indah.

Depertemen Kelautan dan Perikanan (DKP). 2002. Kreteria Kesesuaian Lahan.

Penyesuaian Panduan Standar Daya Dukung Sumber Daya Alam Untuk Kegiatan Pemanfaatan Ruang. Depertemen Kelautan dan Perikanan.

Jakarta

Djoemantoro S. dan Rachmawati. 2002. Cara Pemilihan Lahan Berpotensi Untuk Pengembangan Pertanian Suatu Wilayah. Buletin Teknik Pertanian.

Deptan

DKP (Departemen Kelautan dan Perikanan). 2005. Revitalisasi Perikanan Budidaya Departemen Kelautan dan Perikanan.

Effendi. 2002. Pengantar Akuakultur. Penebar Swadaya. Depok

(47)

32

Foth, H. D, 1998. Fundamental of Soil Science, John Willey and Sons, New York, Christer, Brisbane, Toronto.

Hanafiah, K. A. 2005. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Divisi Peguruan Tinggi. PT.

Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Hardjowigeno, S. 2003. Ilmu Tanah. Akademika Pressindo. Jakarta

Hidayanto. 2004. Analisis Tanah Tambak Sebagai Indikator Tingkat kesuburan Tambak. Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian. Vol.

6 No. 4 (98-109) tahun 2004. Badan Riset Pertanian Depertemen pertanian Hillel, D. 1971. Soil and Water, Physical Principles and Process Academic

Press,New York-London.

Khairul R. 2009. Analisis Pemetaan Zonasi Resapan Air Untuk Kawasan Perlindungan Sumber Daya Air Tanah (Ground Water) Provinsi Sumatra Utara. Tesis Diakses pada 6 Oktober 2012

Kohnke, H., 1980. Soil Physics. Mc Graw- hill, Inc. New York.

Koovervaar, P., G Menelinik and C. Dirksen. 1999. Elements Of Soil Physics.

Departement of Soil Science and Plant Nutrition. Aquacultural University of wageningen, The Netherlands, Alsevier, Amsterdam, Oxford, New York, Tokyo.

Leiwakabessy, F. M., U.M. Wahjudin dan Suwarno. 2003. Kesuburan Tanah Jurusan Tanah. Fakultas Pertanian Institusi Pertanian Bogor. Bogor

Madjid, A. 2007. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Bahan Ajar Online Fakultas Pertanian UNSRI. http://dasar2ilmutanah.blogspot.com diakses pada tanggal 17 November 2012.

Mustafa. 2008. Faktor-faktor Domina Mempengaruhi Produktivitas Tambak.

Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau Maros.

Nurwidyanto MI. 2006, Pegaruh Ukuran Butir Terhadap Porositas Dan Permeabiltas Pada Batu Pasir. Jurnal Diakses pada 8 Oktober 2012 Soedibya PHT.

Pornomo. A. 1996. Pemilihan Lokasi Tambak Udang Berwawasan Lingkungan.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Dep. Petanian. Jakarta.

Rohmat D., Soekarno I. 2006. Formulasi Efek fisik Tanah Terhadap Permeabilitas dan Suction Head Tanah. Jurnal Bionatura vol. 8 No. 1. ITB

(48)

33

Smith. 2003. Spatial Distribution and Manajemnt of total actual acidity in an acid sulfate environment. Mcleods Creek, Northeastern NSW. Catena, 51:61-79

Utami Ningsi. 1988. Kualitas Tanah dan Air Tambak. Bahan Kuliah Pelatihan Budidaya Tambak, Balai Budidaya Air Payau Jepara. Direktoral Jenderal Perikanan, Depertemen Pertanian Republik Indonesia.

Utomo, H W. 1982. Dasar-Dasar Fisika Tanah. Jurusan Tanah. Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Malang.

Willian.A.W. 2003. Aquaculture Site Selection. Kentucky State University Coorporative Exlention Program. Princeton

(49)

34

Lampiran 1: Hasil pengukuran permeabilitas tanah tambak Kuricaddi Tgl pengamabilan sampel Stasiun Air (ml)

Cm/detik

16 Mei 2014

A1 A2

A3

B1 B2 B3

C1

C2 C3

20 ml 20 ml 20 ml 20 ml 20 ml 20 ml 20 ml 20 ml 20 ml

00:00: 24,15 00:00: 29,35 00:00: 17,00 00:00: 10,74 00:00: 29,90 00:00: 18,71 00:00: 12,80 00:00: 10,56 00:00: 15,11 A1

A2

A3

B1 B2 B3

C1

C2 C3

20 ml 20 ml 20 ml 20 ml 20 ml 20 ml 20 ml 20 ml 20 ml

00:00: 24,12 00:00: 30,13 00:00: 17,05 00:00: 10,19 00:00: 29,03 00:00: 19,00 00:00: 13,02 00:00: 10,24 00:00: 15,30 Sumber: pengukuran, 2014

(50)

35

Lampiran 2: Foto alat yang digunakan dalam penelitian

Gambar 4: Pipa paralon untuk mengambil sampel

Gambar 5: Hydrometer untuk mengukur tekstur tanah

Gambar 6: Stopwatch untuk mengukur permeabilitas tanah.

(51)

36 Lampiran 3: Foto kegiatan dalam penelitian

Gambar 7: Pengambilan sampel

Gambar 8: Pengukuran Tekstur sampel tanah

(52)

37

Gambar 9: Penentuan struktur sampel tanah

Gambar 10:Pengukuran Permeabilitas tanah

(53)

38

RIWAYAT HIDUP

Risnawati merupakan puteri pertama dari empat bersaudara pasangan Ibunda Satria Dg Menang Ayahanda Yusup Dg Nassa, Lahir di Tambakola 11 September 1992. Pendidikan formal yang dilalui penulis mulai di SDN INP Bura’ne, lulus pada tahun 2004, dilanjutkan di SMP Negeri I Galesong lulus pada tahun 2007, kemudian penulis

melanjutkan pendidikan di SMK Negeri I Galesong lulus tahun 2010. Pada tahun 2014 penulis lulus seleksi masuk Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Makassar. Selama mengikuti perkuliahan, penulis pernah magang di Balai Pengembangan dan Penelitian Budidaya Air Payau (BPPBAP) Kab. Maros. Penulis juga pernah mengikuti Kuliah Kerja Profesi (KKP) di Kecamatan Segeri Kabupaten Pangkep. Atas berkat rahmat Allah Swt, disertai perjuangan keras dan dorongan semangat dari orang tua dan adik-adikku tercinta, penulis akhirnya dapat menyelesaikan Studi pada tahun 2014 dengan judul skripsi “Studi Parameter sifat fisik (Tekstur, Struktur, dan Permeabilitas) tanah untuk peruntukan budidaya ikan dan udang tambak kuricaddi kabupaten Maros”.

Gambar

Tabel 1: Karakteristik fisik dan kimia tanah pada tekstur yang berbeda   Tekstur  Kapasitas penahan
Tabel 2: Hubungan Tekstur Tanah dengan Petumbuhan klekap di tambak  No.  Pasir  (sand)  Lumpur (silt)  Liat
Gambar 1. Lokasi Tambak Kuri Caddi Kabupaten Maros.
Gambar 2. Stasiun pengambilan sampel penelitian.
+7

Referensi

Dokumen terkait

P SURABAYA 03-05-1977 III/b DOKTER SPESIALIS JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH RSUD Dr.. DEDI SUSILA, Sp.An.KMN L SURABAYA 20-03-1977 III/b ANESTESIOLOGI DAN

Oman Sukmana, M.Si selaku Kepala Jurusan Program Studi Kesejahteraan sosial sekaligus Dosen Pembimbing I yang telah memberikan arahan, dukungan serta motivasinya

yang terjadi akibat gesekan antara drillstring dan formasi. Sumur X-01 merupakan sumur vertikal pada lapangan X yang akan dilakukan pemboran horizontal re-entries dengan membuat

dimaksudkan agar kaum perempuan yang terjerumus ke dalam tindakan tersebut tidak akan mengulangi perbuatan itu lagi. Salah satu program pemberdayaan perempuan yang

Puji Syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan Pengalaman Kerja Praktek

Prinsip kerja dari relai tersebut ialah mendeteksi adanya arus lebih yang melebihi nilai setting yang telah ditentukan, baik yang disebabkan oleh adanya gangguan

Pemberitaan yang disajikan Kompas juga lebih bersifat langsung (Straight news) dan memperlihatkan pengelolaan pemerintah terkait pariwisata, dibandingkan dengan media

Puji syukur Alhamdulliah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang senantiasa memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir