GAMBARAN UMUM DESA SILO BARU
2.3. Keadaan Penduduk
Masyarakat Desa Silo Baru terdiri dari beberapa aneka suku bangsa, dimana masyarakat Desa Silo Baru hidup rukun satu sama yang lain. Suku yang dominan di desa ini adalah suku Jawa dan Melayu. Suku Melayu merupakan suku pertama yang menempati desa Silo baru. Sedangkan Suku jawa mulai masuk kira-kira pada akhir tahun 1958 dan kemudian berkembang sekitar tahun 1970. berdasarkan data dari pemerintahan desa suku Jawa mencapai 65 % dari jumlah penduduk desa Silo Baru. Selengkapnya distribusi penduduk desa Silo Baru dapat dilihat dalam tabel dibawah ini :
Table 4. Jumlah Penduduk Berdasarkan Suku Bangsa
No Suku Bangsa Jumlah Persentase
1 Melayu 715 25 %
2 Jawa 1861 65 %
3 Batak/Karo 173 6 %
4 Dan lain-lain 114 4 %
Jumlah 2863 100 %
Sumber : Kantor Kepala Desa Silo Baru
Dari tabel diatas suku bangsa yang dominan di desa Silo Baru adalah Suku bangsa Jawa yang berjumlah 65%, diikuti oleh suku bangsa Melayu 25%, Batak/Karo 6%, dan lain-lainnya 4%.
Didesa Silo Baru ini ditemukan bahwa garis genetic tidak selalu besesuaian dengan dunia sosial budaya. Terutama bila pengelompokan itu diterapkan pada mereka yang secara genetik berasal dari suku bangsa batak. Mereka ini selalu saja mengaku sebagai orang Melayu, sekalipun dengan antusias menyebut nama
marganya (klen di Batak) sewaktu ditanyakan. Sehingga tidak mengherankan bila pihak pemerintah desa mengolongkan mereka kedalam suku Melayu.
2.3.2. Distribusi penduduk berdasarkan usia dan jenis kelamin
Penduduk desa Silo Baru sebanyak 2.863 jiwa yang tersebar dalam 11 (sebelas) dusun yang kepadatanya bervariasi antara satu dusun dengan dusun yang lainnya, hal ini yang menyebabkan timbulnya beberapa buah dusun yang mempunyai kepadatan yang tinggi dan dusun yang mempunyai kepadatan yang rendah, sehingga tidak meratanya penyebaran penduduk di Desa Silo Baru. Seperti dapat kita lihat pada tabel dibawah ini :
Table 5; jumlah penduduk berdasarkan usia dan jenis kelamin
No Usia Pria Wanita Jumlah
1 0 – 9 2 10 – 16 3 17 – 25 4 26 – 34 5 35 – 44 6 45 tahun keatas Jumlah 1.473 1390 2863
Sumber data : Kantor Kepala Desa Silo Baru, 2006
Berdasarkan tabel diatas masyarakat Desa Silo Baru terdiri dari laki-laki sebanyak 1.473 jiwa dan perumpuan sebanyak 1.372 jiwa. Rasio penduduk laki-laki dan perempuan hampir berimbang, bahkan lebih banyak laki-laki. Kondisi ini berbeda dengan desa-desa lain, bahkan penduduk Indonesia secara keseluruhan yang
didominasi oleh penduduk perempuan. Jumlah penduduk seluruhnya adalah 2.863 jiwa dengan jumlah kepala keluarga adalah 637 KK, dimana 374 KK diantaranya adalah keluarga miskin. Berdasarkan usia, penduduk desa berusia 17 tahun keatas (dewasa) berjumlah 1.664 jiwa sedangkan sisanya sebanyak 1.199 jiwa adalah anak-anak berusia dibawak 17 tahun.
2.3.3. Distribusi penduduk berdasarkan pendidikan
Didalam bidang pendidikan, di Desa Silo Baru ternyata dari seluruh jumlah penduduk yang berdasarkan tingkat pendidikan, penduduk desa didominasi oleh lulusan SLTP (1.100 orang), kemudian diikuti oleh lulusan SLTA (800 orang), lulusan SD (647 orang), belum sekolah (274 orang) buta huruf (39 orang), dan Sarjana (3 orang). Hal ini dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 6 : Jumlah Penduduk Berdasarkan Pendidikan
No Pendidikan Jumlah 1 Buta Huruf 39 2 Belum Sekolah 274 3 Tamatan SD 647 4 Tamatan SLTP 1.100 5 Tamatan SLTA 800 6 Tamatan Sarjana 3 Jumlah 2863 Sumber data : Kantor Kepala Desa Silo Baru, 2006
Untuk meningkatkan mutu pendidikan disekolah-sekolah agar sesuai dengan Kurikulum dan perkembangan ilmu pengetahuan, maka perlu adanya peningkatan
mutu guru dengan mengadakan penataran dan menyediakan guru tambahan. Mengenai kepramukaan didesa ini tidak begitu baik, tentu saja hal ini berhubungan dengan rendahnya pendapatan masyarakat sehingga kurang mendapat perhatian orang tua sehingga mengakibatkan tidak adanya perhatian orang tua terhadap pendidikan anak mereka.
2.3.4. Distribusi penduduk berdasarkan pekerjaan/mata pencaharian
Dalam tabel 7 terlihat berdasarkan mata pencahariannya penduduk desa Silo Baru mempunyai mata pencaharian yang bervariasi, tetapi sebagian besar dari mereka bekerja sebagai nelayan dan sebagai petani, tetapi ada juga yang bekerja sebagai nelayan dan sebagai petani yaitu berkebun kelapa. Hal ini dapat dilihat pada table dibawah ini.
Tabel 7 : Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Pekerjaan No Mata Pencaharian Jumlah
1 PNS 2 2 Petani 322 3 Pedagang 62 4 Nelayan 1095 5 Mocok-mocok 125 6 Lainya 89 Jumlah 1695
Sumber data : Kantor Kepala Desa Silo Baru, 2006
Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui mata pencaharian penduduk terdiri dari petani (322 orang), mocok-mocok (125 orang), nelayan (1095 orang), pedagang
(62 orang), PNS (2 orang), dan lainnya (31 orang). Sebagian masyarakat mengandalkan mata pencaharian dari hasil perkebunan, khususnya kebun kelapa yang cukup luas didesa silo baru mencapai 2.040 ha (60% dari luas desa). Sementara dilihat dari tabel diatas maka akan kita dapatkan jumlah penduduk yang tidak bekerja berdasarkan dari tabel diatas adalah dikurangi jumlah penduduk sebesar 2863 orang, maka yang tersisa adalah sebesar 2226 orang yang mana mereka tidak bekerja itu terdiri dari bayi dan anak-anak serta mereka yang tidak lagi dapat bekerja seperti biasanya/ para manula.
Kaum ibu ada yang membantu bapak-bapak didalam mengolah hasil perkebunan kelapa menjadi kopra. Ibu-ibu nelayan ada juga yang membantu bapak-bapak nelayan didalam menambah pendapatan keluarga yang mengolah ikan asin. Kemudiaan pada dusun XI, X, IX, VIII kebanyakan ibu-ibu rumah tangga membantun perekonomian keluarga mereka dengan mengolah udang rebon atau kecepai menjadi terasi.
Para nelayan yang menangkap ikan dilaut sesuai dengan musim ikan, sebagian besar masih menggunakan perahu tanpa motor, sedangkan perahu bermotor sangat sedikit, sehingga sulit bersaing dengan nelayan modern yang menggunakan kapal bermotor berukuran besar dilengkapi dengan peralatan yang canggih. Nelayan pada musim tertentu mencari udang kecepe, dan hasil tangkapannya langsung dijual kepada pedagang. Demikian juga dengan potensi budidaya perikanan (udang, ikan nila dan kepiting) belum banyak dilakukan karena keterbatasan modal dan keterampilan.
Sebagian besar masyarakat tidak hanya memiliki satu macam sumber mata pencaharian, karena disamping sebagai nelayan mereka juga melakukan kegiatan
lain seperti berkebun kelapa, berdagang, tukang ojek, bertanam palawija tetapi tidak ada yang ditekuni secara propesional karena kurangnya penyuluhan.
Sepanjang pinggir jalan desa terdapat saluran yang langsung menuju kelaut yang sangat dipengaruhi oleh pasang surut. Saluran tersebut terlihat kurang terawat dan tidak dimanfaatkan untuk memelihara ikan nila, karena belum menguasai teknis budidaya ikan nila.
2.3.5. Distribusi penduduk berdasarkan agama
Dari sisi keagamaan, penduduk desa Silo Baru sebanyak 2.863 jiwa seluruhnya (100%) memeluk agama islam. hal ini dapat kita lihat dari banyaknya mushala yang berdiri, hampir di setiap desa kita temukan mushalla dan mesjid yang dibangun oleh masyarakat secara bergotong royang untuk membangun mushalla tersebut. Bahkan sampai sekarang masih dilakukan perehapan dan perbaikan dari bangunan mushalla yang ada hampir disetiap dusun.