F. Teknik Analisis Data
2. Keadaan Sistem Sosial
Terbentuknya struktur pelaoisan warga Enrekang yang berawal dari konsep to manurung, di mana tata cara kedatangan to manurung yang secara tiba-tiba turun dari langit di anggap sangat luar biasa yang memberikan kewibwaan ampuh dalam menghadapi masyarakat, dalam hal ini dapat juga memberikan satu anggapan bahwa status social to manurung dan keturunan
lebih tinggi dari rakyat biasa. Pada umumnya masyarakat Enrekang mengenal tiga lapisan masyarakat, yaitu:
a. Golongan To puang atau arung (Bangsawan) bagi masyarakat Enrekang, keturunan To puang di anggap titisan dewa sehingga mereka memiliki peran dalam memegangpucuk pimpinan yang tertinggi dalam suatu daerah kekuasaan
b. Golongan To merdeka (rakyat biasa) golongan ini mempunyai golongan tengah di mana mereka tidak sebagai kaum bangsawan ( penguasa) dan bukan juga orang yang di perhamba
c. Golongan To Kaunan (Hamba milik To Puang) golongan yang di perhamba atau abdi dari orang alin.
3. Pemerintahan
Pada awalnya terbentuknya Kab.Enrekang telah bebrapa kali mengalami pergantian Bupati sampai sekarang. Pelantikan Bupati Enrekang yang pertama yaitu pada tanggal 19 februari 1960 dan di tetapkan sebagai hari terbentuknya Daerah Kab Enrekang. Daftar Bupati Kabupaten Enrekang yang menjabat sejak pembentukan pada tahun 1960.
1. Andi Babba Mangopo (1960-1963) 2. Muhammad Nur (1963-1964)
3. Muhammad Cahtif Lasiny (1964-1965) 4. Bambang Soetrisna (1965-1969) 5. Abdullah Rahman, B.A (1969-1971) 6. Drs. Mappatoeran Parawansa (1971-1973)
7. Mochammad Daud (1973-1978) 8. H. Abdullah Dollar, B.A (1978-1983)
9. Muhammad Saleh Nurdin Agung (1983-1988) 10. Mayjend. TNI H.M Amin Syam (1988-1993) 11. Andi Rachman ( 1993-1998)
12. Drs. Andi Iqbal Mustafa (1998-2003) 13. Ir.H. La Tinro La Tunrung (2003-2013)
14. Drs. H. Muslimin Bando, M.Pd (2013-sekarang) 4. Keadaan Penduduk
Adapun jumlah penduduk di Kabupaten Enrekang di beberapa kecamatan dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 4.1
Jumlah penduduk di Kabupaten Enrekang
No Nama kecamatan Laki-laki Perempuan Jumlah
1 Cendana 4254 4579 8833 2 Baraka 11347 11108 22455 3 Buntu batu 6955 6647 13602 4 Anggeraja 12643 12687 25330 5 Malua 3989 4178 8167 6 Alla 11380 10821 22201 7 Curio 8243 7865 16108 8 Masalle 6593 6288 12881 9 Baroko 5444 5139 10583
10 Enrekang 15727 16494 32221
11 Bungin 2264 2187 4451
12 Maiwa 12358 12424 24782
Jumlah total 201.614
Sumber : BPS Kabupaten Enrekang 5. Visi Misi Kabupaten Enrekang
Enrekang adalah daerah yang memiliki kecukupan potensial yang dapat dilihat dari segi sumber daya alam (SDM), tingkat aksesbilitas dukungan sarana dan prasarana yang sungguh memungkinkan dalam mencapai daerah argopolitan dimana pola pengemban sector pertanian selanjutnya akan memberikan efek eksternal terhadap tumbuh kembangnya berbagai sector lainnya seperti industry pengolahan perdagangan, lembaga keuangan dan sebagainya. Pengembangan daerah argopolitan yang di maksud yaitu tetap mengarah pada prinsip otonomi dan kemandirian melalui pengembangan interkoneksitas antara daerah baik di Sul-Sel ataupun di luar Sulawesi selatan. Pembangunan daerah harus di pandang dalam perspektif masa depan sehingga pelaksanaaan pembangunan akan selalu di tempatkan dalam kerangka pembangunan berkelanjutan, susunan pembangunan seperti ini akan menempatkan aspek kelestarian lingkungan seagai persyaratan utama. Merupakan sebuah proses untuk dapat mencapai Visi yang telah di tetapkan.
Adapun Misi Kabupaten Enrekang di antaranya:
1. Meningkatkan kualitas dan ketersediaan dan ketersediaan infrastruktur pelayanan public
2. Meningkatkan kulitas SDM yang berdaya saing, penguasa teknologi, bermoral, dan berimtaq.
3. Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan di sertai dengan jaminan rasa aman dalam berbagai aktifitas kehidupan masyarakat tanp diskriminasi gender.
4. Meningkatkan skala usaha ekonomi kerakyatan dan pendapatan asyarakat berbasis agribisnis dan agro industry.
5. Meningkatkan perekonomian daerah melalui pengelolaan sumber daya alam secara optimal dan berwawasaan lingkungan.
6. Tujuan
Suatu penjabaran pada misi dan bersifat oprasional tentang apa yang telah dicapai.
1. Komuditas dan keunggulan Kabupaten Enrekang mampu memenuhi semua kebutuhan pada pasar lokal, regional, ataupun kebutuhan untuk di ekspor.
2. Pembangunan (SDM) yang menjadi pilar dalam mendukung ekonomi masyarakat.
3. Tercapai kerja sama antar wilayah dan kawasan pada Kabupaten enekang. 4. Terwujudnya kerja sama antara pemerintah Kabupaten Enrekang dengan
berbaga pihak.
5. Dapat meningktkan pengolahan potensi di kawasan timur Kabupaten Enrekang.
6. Terwujudnya penyusunan wilayah/kawasan yang berdaya dan berhasil guna.
7. Terwujudnya peningkatan kesejahteraan sosial. 8. Terwujudnya ketahanan budaya dan spiritual.
9. Terwujudnya kepemerintahan yang baik dan partisipatif transparan dan akuntabel.
10. Tercapainya peraturan keamanan dan ketertiban dalam masyarakat 7. Sasaran
Sasaran yaitu penjabaran dari pada tujuan yang dapat diukur tentang apa yang akan di capai ataupun yang dapat di hasilkan. Focus utama sasaran adalah tindakan dan alokasi sumber daya daerah dalam kegiatan kepemerintahan Kabupaten Enrekang yang bersifat spesifik dapat dinilai, diukur, dan dapat di capai dengan berorientasi pada hasil yang dapat di capai dalam waktu 5 (lima) tahun. Sasaran pemerintahan Kab.Enrekang antara lain: 1. Meningkatnya daya saing komuditas unggulan Kabupaten Enrekang. 2. Berkembangnya system perekonomian dan perdgangan.
3. Meningkatnya sarana dan prasarana fisik pemerintah. 4. Meningkaynya sarana dan prasarana perhubungan. 5. Meningkatnya kemampuan pembiayaan.
6. Meningkatnya kualitas pelaku ekonomi
7. Terjalinnya kerja sma dengan pihak luar negeri alam berbagai bidang pembangunan.
9. Meningkatnya kerja sama dengan pmerintah Provinsi dalam berbagai bidang pemerintahan pembangnan dan kemasyarakatan .
10. Meningkatnya kerja sama dengan pemerintah Kabupaten dalam berbagai bidang pembangunan.
11. Terwujudnya pemanfaatan lahan sesuai peruntukan atau keseuaian pada lahan
12. Terciptanya pelestarian alam dan lingkungan hidup. 13. Meningkatnya penyelenggaraan pendidikan.
14. Meningkatkan ketahanan budaya dan kehidupan keagamaan. 15. Meningkatnya status social masyarakat.
16. Meningkatnya derajat kesejahteraan masyarakat. 17. Terwujudnya supremasi hokum atau penegak hokum. 18. Meningktkan kualitas aparatur.
19. Meningkatnya wawasan kebangsaan. 8. Profil BKDD Kabupaten Enrekang
Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatiha Daerah Kabupaten Enrekang dibentuk berdasarkan peraturan Daerah Kabupaten Enrekang Nomor 11 tahun 2016 tentang pembentukan dan susunan organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Enrekang dan Pokok fungsi, uraian tugas dan tata kerja Badan Kepegawaian Daerah Enrekang, maka tugas, Fungsi, uraian tugas dan tata kerja Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Enrekang maka tugas, fungsi dan struktur organisasi berikut : Badan Kepegawaian Daerah dipimpin oleh seorang Kepela Badan yang mempuyai tugas pokok membantu Bupati dalam
memebina, mengkoordinasi dan melaksanakan penyusunan dan pelaksannan penyususnan dan pelaksanaan kebijakan daerah dibidang Kepegawaian
BKDD Kabupaten Enrekang berkantor di jln. Jenderal Sudirman nomor 13, telp (0420) 21243, website : bkdenrekang. Wordpress.com
a. Dasar hukum dalam pembentukan BKD Kabupaten Enrekang
1. peraturan daerah kabupaten Enrekang no 2 Thn 2008 tentang urusan pemerintah daerah Kabupaten Enrekang
2. peraturan Daerah Kabupaten Enrekang No 6 thn 2008 mengenai pembentukan, kerangka organisasi dan ketata kerjaan lembaga yang memiliki teknis daerah Kabupaten Enrekang
3. peraturan Bupati no 23 thn 2009 tentang tugas pokok, fungsi, uraian tugas dan tata kerja BKDD Kabupaten Enrekang.
b. Struktur organisasi BKDD Kabupaten Enrekang 1. Kepala badan
2. Sekertaris
3. Jabatan fungsional
a. Kabid Mutasi, Data &Info Kepegawaian a) Kasubid Mutasi Jabatan
b) Kasubid Kepangkatan Dan Pensiun c) Kasubid Dta Informasi Kepegawaian b. Kabid Pendidikan Dan Latihan
a) Kasubid Diklat Struktural b) Kasubid Diklat Teknis
c) Kasubid Diklat Fungsional
c. Kabid Pemgembangan dan Pembinan a) Kasubid Pers dan Pendidikan Pegawai b) Kasubid Pengembagan Pegawai
c) Kasubid Pemd dan Pengembangan Pegawai d. Tupoksi BKDD Kabupaten Enrekang
1. Tupoksi BKDD
Berdasarkan peraturan bupati pasal 3 ayat (1) no.23 thn 2009 tentang tugas pokok, fungsi, uraian dan tata kerja BKDD Kabupaten Enrekang tugas pokok BKDD adalah membantu bupati dalam membina, mengkoordinas, dan melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah dibidiang kepegawaian.
2. Fungsi BKDD
Pada fungsi di jelaskan pada pasal 3 ayat 2 tentang fungsi BKDD Kabupaten Enrekang yaitu:
a. Tentang perumusan kebijakan teknis di bidang perancangan dan pembangunan pegawai dan mutasi, kinerja dan kesejahteraan serta pendidikan dan pelatihan pegawai.
b. Pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang kepegawaian c. Implementasi tugas yang lain di berikan oleh bupati sesuai
tugas dan fungsi.
BKDD Kabupaten Enrekang memiliki tugas untuk merangkai kebijakan dalam bidang kepegawaian termasuk yang menerima pegawai dan rekruitmen.
Sedangkan fungsi dari BKDD yaitu dokumentasi dalam bidang kepegawaian termasuk data pegawai pemerintah, perencanaan pegawaian pemerintah daerah, pengambilan kebijakan kepegawaian, pelaksanaan kepegkegiatan bidang kepegawaian pemerintah, sosialisasi informasi kepegawaian pemerintah, hingga pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi penyelenggaraan kepegawaian pemerintah.
B. Hasil Penelitian Analisis Sistem Penempatan Pegawai pada Badan