• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KEJAHATAN LINTAS BATAS DALAM LINGKUP ASEAN

B. Keanggotaan Indonesia dan Malaysia dalam ASEAN

Dalam ASEAN juga terjadi banyak konflik yang dapat melibatkan anggota dari ASEAN tersebut atau pun dari Negara lain. Ada masalah internal ada juga masalah eksternal di kawasan Asia Tenggara. Masalah internal kawasan Asia Tenggara yang dimaksud adalah konflik (perang saudara) yang terjadi di daratan Indocina misalnya (Vietnam, Laos, dan Kamboja). Ada juga sengketa-sengketa wilayah antarnegara misalnya seperti yang pernah dialami oleh Malaysia dan Filipina

Malaysia mengajukan usul agar semua kekuatan asing di masing-masing negara ASEAN dikeluarkan. Selain itu, negara-negara Adikuasa kelak harus diminta untuk menyetujui sifat netralitas kawasan Asia Tenggara. Negara-negara

super power juga diminta untuk menahan diri dan tidak membawa konflik di

negara manapun dalam kawasan Asia Tenggara. Terakhir, negara-negara super power diminta untuk memikirkan sarana pengawasan demi menjamin kenetralan kawasan Asia Tenggara. Masih dalam pembicaraan tentang menanggapi situasi Eksternal, Indonesia dalam hal ini berbeda pandangan dengan Malaysia.

Bagi Indonesia, tidak ada landasan kuat untuk mempercayai tuntutan-tuntutan seperti yang diusulkan Malaysia. Negara-negara super power itu sendiri memang mengabaikan berbagai kekuatan tradisional negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Selain itu, dua negara super power juga dapat meninggalkan negara-negara Asia Tenggara, lalu memecahkan masalahnya dengan cara-cara mereka sendiri. Karena itu Indonesia berpandangan, bahwa dalam menanggapi situasi kawasan Asia Tenggara adalah menekankan perlunya sikap ”kelenturan

nasional”. Bagi Indonesia, sikap kelenturan nasional tersebut secara bertahap dapat mengantarkan kepada ”kelenturan regional” yang lebih luas.

Akhir tahun 1975 pandangan tentang kelenturan nasional dan kelenturan regional tersebut diterima dengan baik oleh negara-negara anggota ASEAN. Pandangan ini kelak punya arti penting dalam keputusan-keputusan penting pada KTT ASEAN pertama di Bali.18

Indonesia dan Malaysia mempunya peranan yang cukup penting dalam organisasi ASEAN, dimana kedua Negara tersebut merupakan pendiri dari ASEAN itu sendiri. Sementara itu, Indonesia berperan dalam menyelenggarakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN pertama di Bali yang menghasilkan suatu kesepakatan pembentukan Sekretaris ASEAN di Jakarta adapun yang menjadi Sekretariat Jenderal ASEAN pertama adalah H.R Dharsono wakil dari Indonesia. Itu merupakan salah satu peran penting yang dilakukan Indonesia sebagai awal dari pembentukan ASEAN itu sendiri. Selain itu, keanggotaan Indonesia sebagai anggota ASEAN juga berperan dalam menciptakan perdamaian. Indonesia banyak membantu negara-negara anggota Asean lain yang sedang mengalami konflik. Indonesia pernah menjadi penengah konflik antara Vietnam dan Kamboja. Konflik ini terjadi karena Vietnam menduduki Kamboja. Indonesia menjadi penengah kedua belah pihak sejak tahun 1987. Akhirnya, pada Konferensi Paris untuk Kamboja tahun 1991, Kamboja dan Vietnam menyepakati perjanjian damai. Peran penting lainnya adalah saat Indonesia menjadi penengah antara Pemerintah Filipina dan Moro National Front Liberation (MNLF). Baik

18

Pemerintah Filipina maupun MNLF sepakat untuk melakukan pertemuan di Indonesia dan membuat perjanjian damai. Setelah itu, kemudian Indonesia menjadi tempat KTT ASEAN ke-9 pada tanggal 7-8 Oktober 2003 di Bali, kemudian Indonesia mengusulkan Komunitas ASEAN ( ASEAN Community) yang mencakup bidang kemanaan, sosial-budaya dan ekonomi. Pada tahun 2004, Indonesia menjadi negara yang memimpin ASEAN.

Selama memimpin, Indonesia menyelenggarakan serangkaian pertemuan. Di antara pertemuan itu adalah Pertemuan Tingkat Menteri Asean (Asean

Ministerial Meeting), Forum Kawasan Asean (Asean Regional Forum),

Pertemuan Kementerian Kawasan mengenai Penanggulangan berbagai masalah yang terjadi, dan beberapa pertemuan lainnya. Kemudian Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan khusus pasca Gempa Bumi dan Tsunami pada Januari 2005. Pertemuan ini bertujuan untuk membicarakan tindakan-tindakan mengatasi bencana Tsunami pada 26 Desember 2004. Negara Asean yang terkena tsunami adalah Indonesia, Thailand, dan Malaysia. Pada bulan Agustus 2007 diresmikan Asean Forum 2007 di Jakarta. Forum ini diselenggarakan untuk mendukung terwujudnya Komunitas Asean 2015 diselenggarakan dalam rangka memperingati hari jadi Asean ke-40. Pada KTT Asean ke 19 tanggal 17-19 November 2011 Indonesia kembali menjadi tuan rumah, salah satu catatan penting peran Indonesia dalam ASEAN adalah kesepakatan Kawasan Bebas Senjata Nuklir Asia Tenggara atau Southeast Asia Nuclear Weapon Free Zone (SEANWFZ). Traktat yang sebelumnya sudah disusun di Bangkok, Thailand akhirnya bisa diratifikasi selama Indonesia menjadi Ketua ASEAN. Lewat traktat ini, negara-negara anggota

berkewajiban untuk tidak mengembangkan, memproduksi, atapun membeli, mempunyai atau menguasai senjata nuklir.19

a. Kawasan Damai, Bebas Dan Netral (Zone of Peace, Freedom And

Neutrality/ZOPFAN) pada tahun 1971;

Dalam sektor politik dan keamanan, Indonesia juga mempunyai kerjasama dengan Negara anggota ASEAN lainnya yaitu, seperti berikut ini:

b. Traktat Persahabatan dan kerja Sama (Treaty of Amity and Cooperation/TAC in Southeast Asia) pada tahun 1976;

c. Kawasan Bebas Senjata Nuklir di Asia Tenggara (Treaty on

Southeast Asia Nuclear Weapon-Free Zone/SEANWFZ) pada tahun

1971

Selain ketiga instrumen politik tersebut, terdapat pula forum kerja sama dalam bidang politik dan keamanan yang disebut ASEAN Regional Forum (ARF). Beberapa bentuk kerja sama politik dan keamanan di ASEAN, antara lain sebagai berikut.

a. Traktat Bantuan Hukum Timbal Balik di Bidang Pidana (Treaty on Mutual Legal Assistance in Criminal Matters/MLAT).

b. Konvensi ASEAN tentang Pemberantasan Terorisme (ASEAN Convention on Counter Terrorism/ACCT).

c. Pertemuan para Menteri Pertahanan (Defence Ministers Meeting/ADMM) yang bertujuan untuk mempromosikan perdamaian

19 Rina Asih Niasari “Keanggotaan Indonesia dalam ASEAN”

tanggal 14 February 2015 pukul 01.22 wib

dan stabilitas kawasan melalui dialog serta kerja sama di bidang pertahanan dan keamanan.

d. Penyelesaian sengketa Laut Cina Selatan.

e. Kerja sama pemberantasan kejahatan lintas negara yang mencakup pemberantasan terorisme, perdagangan obat terlarang, pencucian uang, penyelundupan dan perdagangan senjata ringan dan manusia, bajak laut, kejahatan internet, dan kejahatan ekonomi internasional;

f. Kerja sama di bidang hukum; bidang imigrasi dan kekonsuleran; serta kelembagaan antarparlemen20

Sementara itu, keanggotaan Malaysia dalam ASEAN juga sangat penting. Malaysia juga merupakan salah satu Negara pendiri ASEAN. Untuk menjamin kestabilan politik dan keamanan negara serantau, konsep ZOPFAN telah diwujudkan melalui Deklarasi Kuala Lumpur pada 27 November 1971. Dimana konsep tersebut berisikan tentang:

a. Memelihara keamanan dan kestabilan politik di daerah Asia Tenggara dengan menghindar campur tangan dari pihak luar seperti Rusia, Amerika Serikat dan China dalam hal-hal bagian ini.

b. Menyediakan suatu cara untuk menyelesaikan pertikaian yang berlaku di Asia Tenggara secara aman dan bukan menggunakan kekerasan.

c. Menghindari dari penglibatan dalam pertikaian antara kuasa besar.

d. Memberi peluang kepada negara anggota untuk menentukan nasib sendiri.21

Malaysia juga ikut dalam Zona Bebas Senjata Nuklir yang dibentuk pada tanggal 16 Desember 1987 untuk memastikan bahwa daerah ASEAN bebas daripada ancaman senjata nuklir yang berpeluang besar masuk ke wilayah ASEAN. Selain itu, peranan Malaysia dalam keanggotaannya di ASEAN adalah dalam bidang ekonomi. Kerjasama ekonomi bermula setelah beberapa perjanjian seperti Perjanjian Persahabatan dan Kerjasama (Treaty of Amity and Cooperation) dan Deklarasi Kesepakatan ASEAN (Declaration of ASEAN Concord) ditandatangani pada tahun 1976 di Bali sewaktu ASEAN pertama. Antara kerjasama ekonomi negara-negara anggota ASEAN adalah seperti melaksanakan projek-projek perindustrian seperti:

1. Projek Baja Urea ASEAN di Malaysia

2. Projek Fabrikasi Tembaga ASEAN di Filipina 3. Projek Vaksin Hepatitis B ASEAN di Singapura 4. Projek Garam Batuan-Abu Soda ASEAN di Thailand 5. Mengadakan usaha sama perindustrian ASEAN.

6. Mewujudkan Peraturan Perdagangan Istimewa 1977 untuk meningkatkan perdagangan antara negara anggota. Keistimewaan yang diberikan termasuk kontrak kuantiti jangka panjang, perolehan istimewa oleh kerajaan, perluasan langkah-langkah bukan tarif dan perluasan tarif istimewa.

7. Mengadakan kerjasama dalam sektor keuangan

8. Majlis Perbankan ASEAN (ASEAN Banking Council) ditubuhkan untuk menyelaras kegiatan bank-bank perdagangan di wilayah ASEAN

9. Syarikat Keuangan ASEAN dibentuk untuk memberikan kemudahan keuangan kepada negara-negara yang terlibat dalam projek-projek usaha sama ASEAN.

10.Mengadakan kerjasama dalam bidang komunikasi

11.Pemasangan kabel laut ASEAN menghubungkan negara anggota 12.Mengadakan kerjasama dalam sektor makanan dan pertanian

13.Penubuhan Pusat Perancangan Pembangunan Pertanian ASEAN sebagai bank data mengenai masalah pertanian

14. IMT-GT (Pertumbuhan Segi Tiga Indonesia-Malaysia-Thailand)22

Keanggotaan antara Indonesia dan Malaysia dalam ASEAN sangat penting demi membangun ASEAN dan menjaga wilayah ASEAN dengan Negara anggota lainnya maupun Negara di luar dari wilayah Asia Tenggara

Dokumen terkait